Thursday, May 11, 2017

Sinopsis Whisper Episode 13 Part 2

Tags

Sinopsis Whisper Episode 13 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS


Anak buah Young Joo mengabari bahwa CEO Choi akan datang memenuhi panggilan. Young Joo heran padahal CEO Choi bisa menunda kedatangan atau menolak memenuhi panggilan. Ia menyimpulkan, artinya CEO Choi siap menghadapi penyelidikan.


Saat ia kembali ke mejanya, ternyata sudah ada Soo Yeon yang menunggu sambil memandangi foto keluarganya. Soo Yeon memberitahu soal kedatangan ayahnya. Besok ayahnya tiba sekitar pukul 10.00, Young Joo bisa menyediakan saluran telepon bagi para wartawan. Ayahnya akan minum teh dulu bersama pengawas senior dan akan diinterogasi mulai pukul 11.00. Setelah itu, dia  makan siang jam 12...

"Tapi pengawas senior kami  mau pergi ke kantor pusat besok. Aku yang nanti menyediakan teh buatnya di ruang interogasi. Interogasi akan dimulai pukul 10.10 pagi. Habis itu, dia makan siang jam 1 siang. Jam 3 sorenya, akan dilakukan interogasi silang antara Song Tae Gon dan Choi Il Hwan." Sela Young Joo.

Soo Yeon menawar, jam 4 sore saja karena ada saksi lain lagi yang harus ditanyai polisi. Young Joo heran karena ia tidak membaca ada orang yang terdaftar di dokumen yang Soo Yeon serahkan itu.

"Interogasi silang Sekretaris Song dan ayahku mungkin tak perlu dilakukan. Mungkin... Ayahku nanti bisa pulang sebelum makan malam." Jawab Soo Yeon.


Young Joo mengingatkan, banyak orang menangis dan mereka pun menyesal. Keluarga pelaku penipuan, kekerasan, dan kejahatan lainnya. Mereka biasanya meminta maaf kepada korban terlebih dahulu. Soo Yeon pasti tahu betul perbuatan CEO Choi.

"Kau makan bersama ayahmu yang melakukan pembunuhan. Dan kau memegang tangannya. Bagaimana kau bisa hidup seperti itu?" Tanya Young Joo.

"Setelah ayahmu meninggal seperti itu, aku penasaran kenapa kau tetap bertahan?"


Soo Yeon melihat lagi foto keluarga Young Joo. Ayah Young Joo dijauhi dari semua orang karena dia ditetapkan sebagai pembunuh, dan seluruh hidupnya difitnah. Apa itu menurut Young Joo bisa ditolerir? Bisakah Young Joo sanggup menanggung semua itu? Kalau ia jadi Young Joo, ia pasti tak sanggup.


Soo Yeon masuk ke ruangan Jeong Il saat Gyeong Ho membahas perihal Soo Yeon yang menjebaknya untuk memberikan alibi palsu. Soo Yeon memberitahu Jeong Il kalau Jeong Il harus datang ke kantor polisi jam 3 sore besok.

"Saran ayahku... rupanya telah kulupakan." Ucap Jeong Il.

Waktu itu Ketua Kang memperingatkan Jeong Il untuk berhati-hati pada Soo Yeon karena Soo Yeon itu putrinya CEO Choi.

"Saran ayahku juga... rupanya telah kulupakan." Jawab Soo Yeon.

CEO Choi memperingatkan Soo Yeon bahwa yang Jeong Il inginkan bukannya dirinya melainkan Taebaek.

Soo Yeon berpesan supaya Jeong Il membuat argumen yang meyakinkan saat di kantor polisi, sama seperti apa yang Jeong Il lakukan terhadapnya. Soo Yeon mengingat saat ia melihat videonya terputar di layar laptop Jeong Il, videonya di hari kematian Reporter Kim.

"Kau pintar sekali berbohong, Oppa." Lanjut Soo Yeon.

"Bohong?"


Young Joo menghubungi Dong Joon perihal saksi itu, ia menduga mungkin dia yang tahu alibinya CEO Choi. Dong Joon melihat Soo Yeon sedang bicara dengan Jeong Il. Ia menyuruh Gyeong Ho untuk memeriksa jadwal Jeong Il besok.

Young Joo menjelaskan, mereka hanya bisa memanggil CEO Choi satu kali. Mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut secara tertulis setelah ini.

"Kita hanya punya satu kesempatan. Kita harus menaklukkannya pada waktu itu."

"Tunda saja dulu penyelidikannya. Kita tidak bisa duduk di sana menginterogasinya tanpa mengetahui rencananya." Jawab Dong Joon.


Tae Gon kesal, padahal ia sudah menghubungi semua orang biar CEO Choi ditangkap. Kok bisa-bisanya sekarang Young Joo menunda penyelidikan ini?

"Song Tae Gon-ssi. Kau harus pura-pura sakit sekitar dua hari." Jawab Young Joo santai.


Soo Yeon memberitahu ayahnya kalau Pelaksanaan interogasinya ditunda dua hari lagi karena Tae Gon dirawat di rumah sakit karena gangguan panik.Dan itu sudah dipastikan dari dokter penanggung jawab-nya.

"Ternyata, gangguan kecemasannya sangat parah. Memikirkan Ayah berada di ruang interogasi saja pasti membuat dia jadi ketakutan. Karena Sekretaris Song telah mengalihkan dana. Aku akan cari rencana dalam dua hari ke depan. Setelah kepergok menggelapkan dana, dia mencoba melarikan diri membawa sejumlah besar uang tapi ditangkap. Siapa yang akan percaya orang seperti itu?"

Soo Yeon meminta ayahnya untuk pulang cepat hari ini karena ibunya khawatir.


Gi Yong melapor pada Dong Joon, tidak ada yang penting dari jadwal Jeong Il. Dia ada jadwal mengajar di Institut Pelatihan Hukum dua hari lagi, tapi dia membatalkannya beberapa waktu yang lalu.


Dong Joon menyimpulkan, hari itu bertepatan dengan dipanggilnya CEO Choi untuk diinterogasi. Young Joo bertanya-tanya, kenapamereka meminta Jeong Il sebagai saksi mereka, padahal Jeong Il jelas sekali mengincar CEO Choi.


"Orang-orang jahat biasanya memang saling mengkhianati. Choi Soo Yeon dan Kang Jeong Il pasti saling berutang sesuatu." Jawab Tae Gon diselingi makan semangka.

Dong Joon membahas soal Supir Park yang kemarin mengantar CEO Choi dan Tae Gon ke Singil-dong. Tae Gon menjelaskan kalau CEO Choi memberangkatkan supir Park ke AS. Young Joo menyela, sebenarnya Supir Park mau terbang lagi menuju Korea. Tim-nya telah mencari tahu Sopir Park yang diberangkatkan ke AS, Pesawatnya berangkat besok siang.


"Pada pagi hari saat CEO Choi akan dipanggil, Sopir Park akan tiba di Bandara Internasional Incheon." Lanjut Young Joo.

"Tapi CEO Choi pasti yang memerintahkannya datang ke Korea. Dia pasti disuruh untuk mendukung kesaksiannya Kang Jeong Il." Imbuh Dong Joon.

Tae Gon menjelaskan kalau sopir Park itu penakut. Jika dia merasakan kalau CEO Choi akan merugikannya, mereka bisa membuatnya memihak mereka. Young Joo menyimpulkan, pertama-tama tim-nya akan menangkap supir Park di bandara dan membawanya masuk ke kantor polisi.


"Apa untungnya itu? Jika dia bersaksi mendukung CEO Choi, tamatlah kita. Padahal aku selalu memihak orang yang tepat, tapi sepertinya aku keliru kali ini." Sesal Tae Gon.

Dong Joon berdiri, ia meminta Young Joo mengajukan perintah penyitaan. Lokasi penyitaannya di ruang direktur Rumah Sakit Hangang. Young Joo terkejut, bukankah Direktur Lee itu ayahnya Dong Joon?

"Aku yakin ayahku pasti bekerja sama dalam menutupi pembunuhan Ketua Kang. Pasti ada buktinya di suatu tempat."


Dong Joon pulang, ia teringat kata-kata ayahnya yang akan menelantarkannya jika Rumah Sakit Hangkang dalam bahaya. Dong Joon lalu menelfon ayahnya.

"Ayah. Rumah Sakit Hangang akan berada dalam bahaya... Khianatilah CEO Choi."


Tepat setelah kalimat itu, detektif datang untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan penyitaan. Tuan Lee menjauh dari mereka untuk bicara dengan Dong Joon.

"Dong Joon-ah. Mari minum. Datanglah kesini."


Gyeong Ho tak percaya mendengar kata Jeong Il yang mau membantu CEO Choi setelah merelakan Bongkok Industries. Ia mengingatkan, yang ada mereka hanya akan melindungi CEO Choi. Jadi apa yang harus mereka lakukan sekarang?

"Aku harus membuktikan alibi CEO Choi seperti yang dikatakan Soo Yeon."

Jeong Il memerintahkan Gyeong Ho untuk memulangkan Baek Sang Goo dari Filipina. Gyeong Ho curiga, apa Jeong Il ingin Sang Goo menyakiti Soo Yeon. Kalau benar, Jeong Il sudah sangat keterlaluan.

"BAWA DIA!" Bentak Jeong Il frustasi.

Jeong Il tampak putus asa sekali, otaknya sudah mentok, ia bahkan meminta Gyeong Ho memberitahunya jika mempunyai ide yang lebih bagus, apapun itu.


CEO Choi datang ke kantor polisi dengan serombongan pengacara. Sementara itu, Soo Yeon memimpin tim di Taebaek. Kemajuan penyelidikan dan
kesaksian yang diberikan akan dilaporkan kepada mereka disana secara langsung.

"Pastikan semua pengacara di Taebaek bersiaga dalam gedung perkantoran. Jaga jalur komunikasi agar tetap terbuka dengan polisi dan kejaksaan dan tetap memantau media."


CEO Choi membawa 40 pengacara untuk mendampinginya ke kantor polisi. Salah seorang wartawan menanyai CEO Choi, apakah CEO Choi mengaku terlibat dalam pembunuhan Ketua Kang?

"Sebagai orang yang menjalani seluruh hidup mentaati hukum, hanya datang ke sini hari ini untuk mematuhi hukum. Saya sepenuhnya akan bekerja sama dalam penyelidikan ini." Jawab CEO Choi.


Pengacara Hwang melapor pada Soo Yeon, supir Park telah dibawa ke kantor polisi dari bandara. Soo Yeon langsung menghubungi Young Joo, ia menegaskan kalau supir Park itu saksi dari pihaknya.

"Siapa pun yang membawanya ke sini, tujuannya memang ke kantor polisi, 'kan?"

Young Joo memerintahkan anak buahnya untuk membawa Supir Park ke ruangan nterogasi lantai tiga.


Young Joo menyambut CEO Choi, ia menjelaskan ruang interogasi tidak akan muat jika seluruh pengacara yang CEO bawa ikut masuk. Ia hanya mengijinkan satu pengacara yang bisa menemani CEO Choi.

"Mau minum apa, CEO Choi?" Tawar Young Joo.

Tapi setelah masuk di ruang interogasi Young Joo memberinya kopi instan.


Young Joo mulai bertanya, seseorang mengaku bahwa CEO Choi ada di kantor Singil-dong bersamanya saat hari pembunuhan Ketua Kang.

"Siapa pun bisa memberikan pernyataan seperti itu. Pada waktu itu, aku sedang mendiskusikan isu-isu yang berkaitan dengan pendirian cabang AS kami." Jawab CEO Choi.

"Siapa pun bisa memberikan pernyataan seperti itu." balas Young Joo.


Kemudian Tae Gon datang bersama Dong Joon. Tae Gon langsung duduk di samping Young Joo. Pengacara CEO Choi protes, seharusnya kedua belah pihak harus menyetujui pemeriksaan silang. Dong Joon membantah, ini bukan pemeriksaan silang.

"Pernyataan yang menyatakan Anda membunuh Ketua Kang, kami punya saksi yang mendukung pernyataan itu. Saksinya akan segera datang. Kalian berdua akan bergabung dengan kami dalam penyelidikan saksi ini." Lanjut Dong Joon.


Tuan Lee datang ke kantor polisi. Orang Taebaek segera melaporkannya pada Soo Yeon.


Soo Yeon bergegas menemui Jeong Il, ia menyuruh Jeong Il cepat ke kantor polisi sekarang dan bersaksi. Katakan sesuai kesepakatan mereka, cepat!


Tuan Lee masuk ke ruang interogasi, Young Joo memberikan kursinya untuk dia. CEO Choi terkejut melihat Tuan Lee disana. Tuan Lee mengatakan semua ini disebabkan ulah karena SOo Yeon.

"CEO Choi, kalau Anda tak becus membesarkan anakmu, maka Anda harus menebusnya."


Young Joo yang berdiri disamping Dong Joon mulai menginterogasi, pertama ia memastikan identitas Tuan Lee yang merupakan dokter Presiden.

"Ada yang bilang ke saya kalau Anda ingin memberi pernyataan terkait pembunuhan Ketua Kang."

Sebelum menjawab, Tuan Lee mamandang Dong Joon, ia teringat percakapannya dengan Dong Joon saat minum-minum kemarin.

"Jika ingin menyelamatkan Rumah Sakit Hangang, aku harus mengkhianati CEO Choi... Baiklah. Setidaknya kita harus menyelamatkan Rumah Sakit Hangang." Ujar Tuan Lee.

Tuan Lee memberikan kesaksian kalau dia bertemu dengan CEO Choi setelah Ketua Kang dibunuh. CEO Choi minta bantuannya untuk merekayasa  hasil otopsi Ketua Kang.

"Direktur Lee." tegur CEO Lee.


Tae Gon membenarkan pernyataan Tuan Lee karena saat itu ia juga ada disana. Tuan Lee melanjutkan, karena ia menolak membantu CEO Choi tiba-tiba saja rumah sakitnya di-audit. Jadi ia berencana buat memenuhi keinginan CEO Choi, tapi hati nuraninya selaku dokter menghentikan tindakannya.

"Tapi ini namanya klaim sepihak." Bantah CEO Choi.

"Tapi ini argumentasi dari dokter Presiden." Tohok Young Joo.

"Rumah sakitku diserang karena aku mencoba menjaga martabatku sebagai dokter. Tolong ungkapkan yang sebenarnya, agar aku bisa menyelamatkan rumah sakitku." Tutup Tuan Lee lalu keluar ruangan.


Supir Park menonton interogasi itu melalui laptop. Detektif memberi pilihansupir Park untuk memilih setelah menyaksikan sedniri rekaman itu.

"Mau Anda belokkan kemana kemudimu biar Anda aman?"


Tak berapa lama kemudian detektif itu masuk ke ruang interogasi memberitahu Young Joo kalau Supir Park barusan telah memberikan pernyataan. Dia mengaku pada saat pembunuhan Ketua Kang Yoo Taek, mereka pergi ke suatu gedung di Singil-dong.

"Tapi kau membawanya ke sini tanpa surat perintah resmi. Itu berarti kesaksian yang dipaksakan dan tidak sukarela." Bantah CEO Choi.

Detektif tadi mengatakan pada Young Joo, Supir Park punya bukt, Ada buku log untuk kendaraan itu. Buku log itu ketinggalan di mobil karena dia bergegas ke AS. Young Joo langsung memerintahkan mereka untuk mengambil buku itu karena kebetulan CEO Choi datang ke kantor polisi menggunakan mobil yang dimaksud.


Pengacara CEO Choi akan menghubungi keluar tapi Young Joo bergerak cepat dengan mengambil ponselnya. Hak polisilah untuk menghentikan siapa pun yang ingin menghancurkan bukti.

"Ketika buku log-nya sudah ada, maka aku akan tahu di mana keberadaan Anda saat pembunuhan Ketua Kang."


Detektif Sunbae yang menyaksikan interogasi itu di ruang kontrol menghubungi Pengacara Hwang perihal buku log. Pengacara Hwang meneruskannya pada Soo Yeon. Soo Yeon terkejut, ia memerintahkan Pengacara Hwang untuk memerintahkan mereka mengambil buku itu.


Orang-orang di Taebaek berhasil mengambil buku itu. Polisi memintanya tapi tidak ia berikan. Polisi memaksa, jadi terjadilah keributan kecil yang memicu kedatangan wartawan yang sejak tadi menunggu di depan pintu. Maka orang tadi terpaksa memberikan buku itu.

Jeong Il yang baru datang melihat kejadianitu.

"Sepertinya CEO Choi sudah sangat terpuruk, padahal kita belum memulainya." Ucap Gyeong Ho.


Young Joo menemukan catatan yang dimaksud. Singil-dong, pukul 13:05. CEO Choi membantah, buku itu mungkin saja sudah direkayasa.

"Anda memang sudah banyak memberi pertanyaan hari ini. Tapi aku sudah punya catatannya." Jawab Young Joo.

"Cepat selesaikan interogasi hari ini. Aku harus mempersiapkan diri untuk diinterogasi sama pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Aku akan mengajukan hukuman yang serius karena penyelidikan polisi yang berlebihan ini."


CEO CHoi bersiap keluar tapi Young Joo menghalanginya. Young Joo memerintah anak buahnya untuk mengajukan surat perintah penahanan CEO Choi. Pengacara CEO Choi menegur Young Joo keras. Young Joo mengingatkan ada banyak reporter di luar.

"Para reporter pasti telah merekam adegan seseorang yang mencoba menghancurkan bukti. Kepala Sekretaris Anda telah bersaksi kalau Anda melakukan pembunuhan. Dokter Presiden telah bersaksi Anda ingin merekayasa hasil otopsi. Sopir Anda menyerahkan bukti yang isinya Anda memang berada di TKP saat itu. Terlebih itu, Anda mencoba menghancurkan barang bukti."

Young Joo memborgol tangan CEO Choi. "Anda ditahan atas pembunuhan Ketua Bogook Industries, Kang Yoo Taek. Status Anda dari saksi sudah berubah menjadi tersangka. Tunggu saja di sel tahanan di kantor polisi ini. Kalau surat perintahnya sudah keluar, saya akan mengantar Anda ke sel tahanan di rutan."


Dong Joon bangkit dari duduknya, "Jangan khawatirkan keluarga Anda. Saya akan menjaganya. Jangan khawatirkan Taebaek juga. Ruangan CEO akan saya rawat baik-baik."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon