Thursday, May 25, 2017

Sinopsis Whisper Episode 15 Part 2

Tags

Sinopsis Whisper Episode 15 Part 2

Sumber Gambar SBS


Dong Joon memanggil semua ketua tim bagian ke ruangannya tapi tak ada satupun dari mereka yang hadir.

"Ketua Tim Kang Jung Il akan dikecualikan dari semua urusan. Semua bantuan dari Taebaek untuknya akan dihentikan mulai sekarang." Jelas Dong Joon pada Gyeong Ho saat berjalan menuju ruangannya.


Semua ketua Tim bagian hadir dalam undangan Jeong Il. Mulai sekarang, Jeong Il akan mengatasi semua urusan hukum Taebaek karena itu adalah kehendak dari keluarga pemilik firma Taebaek.

"Seusai pemeriksaan internal, Pengacara Lee Dong Joon akan bertanggung jawab atas eksternal..." Lanjut Jeong Il.

Soo Yeon menyela, "Dia hanya seorang pemimpin boneka."

"Itu jugalah kehendak dewan penasehat."


Young Joo melihat rekam rekening Taebaek.Uang untuk dewan penasihat dan anggaran khusus, Ratusan juta won ditarik setiap bulan.

"Jika mereka membawa uang tunai dari luar negeri lalu dikirim ke rekening Taebaek, pasti ada jejak yang tertinggal. Pasti ada cara CEO Choi mencuci uang itu." Lanjut Young Joo.

Tae Gon juga paling ingin tahu hal itu saat bekerja di sana. Bukan soal ratusan ribu won tapi jutaan hingga miliaran won. Ada uang yang keluar, tapi ia tidak tahu dari mana asalnya.

"Devisa ilegal?" Tanya Young Joo.

"Itu cuma bisa sesekali dilakukan. Kau tidak bisa melakukannya setiap bulan."

Bawahan Young Joo bersuara, "Gereja-gereja ayah mertuanya Choi Il Hwan dulu selalu dapat jumlah total persembahan satu miliar won tiap minggu, tapi baru-baru ini berkurang menjadi 500 juta won."

"Karena menantunya menjadi pembunuh. Tentu saja, berkurang. Slow, slow. Mari kita pelan-pelan saja." Jawab Tae Gon.

Tae Gon menawar, tidak bisakah ia tetap disana sampai jam makan malam? Sementara itu Young Joo tampak berfikir.


Young Joo hendak menemui Dong Joon tapi ia ketemu Gi Yong terlebih dahulu. Gi Yong kasihan pada Dong Joon, seandainya ia jadi DOng Joon pasti sudah tak sanggup.

"Orang yang bekerja di Taebaek saja tidak mau menyapanya. Mereka ingin dia mengundurkan diri." Lanjut Gi Yong.

Dong Joon menyadari kehadirannya dan melambai.


Gi Yong memesan makanan sementara Young Joo dan Dong Joon ngobrol berdua. Young Joo bercerita, ia menelusuri dana taktis mereka yang diuangkan, tapi ia belum dapat petunjuk apapun.

"Jangan terlalu memaksakan diri. Santai saja. Kau kelihatan lelah." Jawab Dong Joon.

"Jika aku santai saja, berarti kau akan lebih lama berada di Taebaek. Aku sudah mencoba mempercepat, tapi tidak ada jalan."


Gi Yong membawa makanan yang sudah ia pesan, ia penasaran kira-kira berapa ya pendapatan tempat itu melihat betapa ramainya pengunjung. Young Joo mendapat ide melalui omongan Gi Yong itu,


Ia kemudian menelfon Detektif Kim (anak buahnya), menyuruh mencaritahu soal gereja-gereja ayah mertuanya Choi Il Hwan.


Dong Joon ikut ke kantor polisi membahas hasil pencarian detektif Kim. Young Joo membacakan bahwa ada sekitar 30.000 jemaat pada hari Minggu dan tidak ada yang berubah bahkan setelah CEO Choi ditangkap. Namun, total persembahan gereja-gereja itu berkurang dari satu miliar menjadi 500 juta.

"Ada yang sangat mencurigakan. Jika mereka melakukan transaksi langsung dari rekening luar negeri ke rekening Taebaek, mereka pasti langsung tertangkap." Sahut Tae Gon.


Dong Joon menambahi, mungkin mereka telah melakukan persembahan ke gereja itu. Gereja merupakan wilayah yurisdiksi ekstrateritorial, dimana tidak ada pemeriksaan pajak atau penyelidikan.

"CEO Choi menyamarkan dana taktis itu sebagai uang persembahan dan mengambil 500 juta setiap minggunya." kesimpulan Young Joo.

"Itulah sebabnya setelah CEO Choi ditangkap, persembahan total gereja itu berkurang menjadi 500 juta." Imbuh Dong Joon.


Detektif Kim masuk, ia datang membawa foto video CCTV di gereja-gereja. Mereka memindahkan uang itu  setiap Minggu malam. Detektif Kim menanyakan orang di foto itu.

Tae Gon mendekat, "Yoon Jeong Ok?"

"Ibunya Choi Soo Yeon." Tambah Dong Joon.

Young Joo memerintahkan detektif Kim untuk menghubungi sekretaris ibunya Soo Yeon untuk menanyakan dimana keberadaan ibunya Soo Yeon.


Soo Yeon berkunjung ke rumah sakit untuk menemui ibunya yang menghindari orang-orang tapi malah terkejut karena melihat ibunya dibawa Young Joo.

"Dia ditangkap atas tuduhan pencucian uang. Kau tidak bisa ikut naik ke mobil. Datang saja nanti ke kantor polisi. Akan kubiarkan kau menemuinya." Jelas Young Joo.


Gyeong Ho melaporkan jadwal Dong Joon pada Jeong Il, tapi tidak ada yang penting terjadi sebelum dan sesudah dia menyetujui anggaran khusus, Dia juga tidak bertemu orang spesial. Jeong Il mengeluhkan sudit internal yang baru dilaksanakan sebulan lagi, lama sekali.

"Aku akan mengusir Lee Dong Joon dalam beberapa hari." Janji Jeong Il.

"Tapi, Jeong Il. Kenapa dia masih bertahan di ruangan CEO? Dia saja tidak menginginkan posisinya."

"Dia itu rela bunuh diri. Dia ingin menjerumuskanku dan ingin mengungkapkan pada dunia betapa korupnya Taebaek. 1 target, 3 orang. CEO Choi, ingin melindungi Taebaek. Aku, ingin Taebaek untuk diriku sendiri. Lee Dong Joon... ingin menghancurkan Taebaek. Itu sebabnya kita harus menghancurkan dia duluan. Mungkin ada orang yang membantunya. Cari tahu siapa saja yang ada di dalam atau di luar. Kita akan memusnahkan mereka sekaligus."


Pengacara Hwang meminta Nyonya Yoon untuk tetap diam soalnya yang polisi punya hanya cuplikan pengintaian dan dugaan saja. Mereka sudah menemukan sekretaris Nyonya Yoon, Dia dipindahkan ke suatu tempat yang jauh dari jangkauan polisi.


Nyonya Yoon sesak nafas, Soo Yeon sigap dengan memberikan obatnya. Soo Yeon memeluk ibunya untuk menenangkan.

"Tutup mata Ibu. Ini kamar Ibu. Ibu ada di tempat tidur dan ruang doa ada di sana. Ada lukisan yang Ibu suka di dindingnya. Ibu duduk di kursi samping meja rias dan aku berdiri di samping Ibu."

Soo Yeon menyuruh ibunya membuka mata kembali dan ibunya sudah lebih tenang sekarang. Soo Yeon menjelaskan kalau ibunya seorang klaustrofbia (fobia ruang sempit), jadi tidak akan bertahan di ruang interogasi.


Soo Yeon menemui Young Joo. Ia yakin sekarang, berarti memang ada yang namanya ikatan karma negatif. Young Joo adalah kekasih suaminya, Young Joo menangkap ayahnya dan sekarang ibunya.

"Keluargamulah akar permasalahan ini. Kau menangkap ayahku dan menuduhnya." Sanggah Young Joo.

"Ibuku itu klaustorfobia."

"Itu urusanmu. Jika dia bisa bertahan beberapa hari di ruang interogasi, dia pasti akan terbiasa tinggal di sel tahanan. Dia saja berani mencuci uang. Maka dia bisa apa saja."

"Kau pasti sulit membuktikan dakwaannya."

"Itu urusanku."

"Ini gereja kakekku. Inspektur Senior dari kantor polisi ini juga jemaat gereja kami."

"Inspektur Seniora menyuruhku mengatakan ini padamu... Satu-satunya hal yang bisa Beliau lakukan untuk membantu ibumu hanyalah berdoa. Choi Soo Yeon-ssi, kau juga harus banyak-banyak berdoa. Maka kau akan menemukan jawabannya."


Young Joo meminta video pengakuan Jeong Il, maka ia akan membebaskan Nyonya Yoon.


Setelah sampai di kantor, pengacara  Hwang mengingatkan, jika Soo Yeon sampai menyerahkan video
tersebut ke Young Joo, Jeong Il akan menguak dana taktis itu. Akhibatnya Taebaek akan hancur. Tapi Jika Soo yeon tidak menyerahkan videonya, Soo Yeon bisa menyelamatkan Taebaek.

"Tapi ibuku yang akan hancur." Lanjut Soo Yeon.

Soo Yeon melirik ke arah ruangan Jeong Il.


Gyeong Ho sudah memeriksa riwayat panggilan Dong Joon dan laporan kartu kreditnya. Tapi, siapa kira-kira yang bekerja untuk Dong Joon? soalnya ia tidak dapat jejak apapun.

"Tunggu. Berarti hanya ada satu orang di dalam firma. Sopirnya, Noh Gi Yong. Hubungi tim keamanan. Geledah mobil dan ruangannya. Cepa!" perintah Jeong Il.


Gi Yong tidak bisa mencegah orang-orang itu menggeledah mobilnya dan kahirnya kameranya diambil.


Jeong Il tersenyum menang mendapatkan foto-foto itu. 


Soo Yeon menemui ayahnya. Ia sudah dengar kalau dulu kakeknya melarang ayahnya menikahi ibunya, karena ayahnya seorang pengacara dari keluarga miskin.

"Jadi Kakek selalu menceramahi Ibu. Saat itulah Ibu mulai menderita klaustrofobia. Ibu pernah cerita meskipun dia bisa menikahi Ayah, dia juga menderita klaustrofobia. Di ruang interogasi maupun di penjara, dia bertahan sendirian Dia tidak akan bisa mengatasinya.

Aku ada ide. Jika aku menyerahkan video tersebut ke Shin Young Joo-ssi, penyelidikan terhadap Ibu akan dihentikan. Cukup sulit bagiku mengunjungi Ayah di penjara. Jadi tolong jangan buat aku mengunjungi Ibu di penjara juga."

"Ibumu pasti bisa menangani situasi ini."

"Ayah."

"Jika Taebaek hancur, tidak akan ada yang tersisa dalam hidup ayahmu ini. Selamatkan firma kita. Pastikan anakmu mengambil alih firma."


Soo Yeon berkaca-kaca, ia cerita soal Jeong Il yang bersikeras mengajaknya menikah. Tanpa ia duga ayahnya menyuruhnya menikah saja.

"Jeong Il pernah kesini. Dia bilang jika anak korban dan putri tersangka menikah, itu akan membantu menstabilkan Taebaek. Dia bahkan menawarkan diri untuk mengajukan petisi."

"Ayah.."

"Soo Yeon-ah. Maka Ayah pasti bisa cepat keluar darisini. Begitu Ayah keluar, Jeong Il akan Ayah usir. Soo Yeon-ah, Kali ini, turuti kata Ayah."

"Kenapa Ayah tidak mengatakan apapun tentang ibu? Kenapa Ayah tidak mengatakan apa-apa?"


Jeong Il membawa foto-foto itu pada Dong Joon. Ia menjelaskan bahwa Audit internal telah dihentikan karena ia telah menyerahkan foto itu ke dewan penasehat.

"Kami mana bisa membiarkan seseorangmembocorkan informasi rahasia kami dan bermaksud melukai Taebaek demi memimpin firma ini. Itulah pendapat mayoritas dari anggota dewan penasihat. Rapat dewan penasehat akan diadakan besok pagi.

Umumkanlah pengunduran dirimu di pertemuan tersebut. Katakan juga kau tidak akan mampu mengemban tugas sebagai CEO karena masalah pribadi."


Gyeong Ho lalu menyerahkan naskah pidato yang telahia siapkan untuk Dong Joon.

"Besok bukan hari yang tepat. Aku ada janji dengan Perdana Menteri yang baru ditunjuk." Jawab Dong Joon.

"Aku saja yang menggantikanmu menemui dia." Sela Jeong Il.

Lalu Jeong Il memasukkan beberapa orang untuk membereskan barang-barang Dong Joon dari ruangan CEO. Alasannya karena segera setelah Dong Joon menyampaikan pidato, ia harus segera mengambil alih.


Young Joo melihat Dong Joon sangat sedih tapi ia tidak mengungkitnya. Dong Joon minta maaf padanya, karena ia pikir perjalanan ini akan beralhir, ia rasa ia harus meninggalkan taebaek besok.

"Aku juga minta maaf. Seharusnya aku segera mempercepat penyelidikan. Yoon Jeong Ok... elah mengakui melakukan transfer dana. Tapi dia bersikeras kalau itu bukan dana taktis. Dia bilang dia mentransfer kolekte (uang persembahan). Dia berargumen karena sulit menjalankan bisnis yang menguntungkan dalam gereja, dia mentransfer uang itu untuk berbisnis di tempat lain. Jika argumen Yoon Jeong Ok-ssi itu benar, maka tak ada korban dalam kasus ini."

"Walau begitu, Young Joo-ssi. Bisa jadi ada korban."


Young Joo dan Dong Joon kembali menemui Tae Gon. Dong Joon menanyakan yang ia dengar soal konflik internal di gereja CEO Choi.

"Pendeta tersebut merencanakan menyerahkan gereja tersebut kepada seorang pria yang dibebaskan dalam masa percobaan setelah berjudi memakai uang gereja. Namun para penatua sangat marah. Jadi para penatua terpisah menjadi dua kubu. Mereka mungkin masih berselisih paham sampai sekarang." Jawab Tae Gon.

"Bagaimana jika para penatua itu tahu bahwa uang kolekte diambil dari gereja? Apa yang akan terjadi?" Dong Joon balik bertanya.

"Maka heboh nanti. Kenapa? Kalian butuh bantuanku? Aku yang mengancam para penatua tersebut ke pengadilan. Aku sudah pernah menghadapi mereka. Haruskah kuhubungi mereka untukmu?"

Dong Joon mengangguk pada Young Joo.


Soo Yeon ke ruangan CEO dan ternyata Jeong Il lah yang duduk di sana, Jeong Il akan menggunakan ruangan itu mulai hari ini. Jeong Il lalu bertanya pada Gyeong Ho, sudah cari-cari gedung pernikahan?

"Sudah. Kurasa kalau hotel terlalu kecil. Aku sedang mempertimbangkan mempersiapkan pernikahan outdoor di rumah liburan. Akan kukirim undangan ke sekitar 2.000 tamu. Dan untuk klien utama kita, kupikir kita harus menyiapkan resepsi tersendiri." Jawab Gyeong Ho.

"Belum lama ini, aku baru saja bercerai." Soo Yeon mengingatkan.


"Aku tahu. Ayo kita melangsungkan upacara pernikahan untuk saat ini. Daftar pernikahannya di KUA-nya bisa nanti-nanti saja. Aku sudah lama ingin mengambil alih ruangan ini. Aku ingin mengambil alih Taebaek. Kenapa aku mencoba memenangkan hatimu padahal aku bisa saja memanfaatkan kelemahanmu itu."


Jeong Il bahkan ingin mengganti nama juga. Ia akan mengganti nama Taebaek menjadi Bogook.

"Firma Hukum Bogook. Itulah nama yang diwariskan ayahku."


Young Joo menelfon Soo Yeon, menyampaikan kalau ibu Soo Yeon sudah dituntut, jadi ia rasa Soo Yeon harus datang.


Soo Yeon datang ditemani Pengacara Hwang. Young Joo menjelaskan bahwa tetua gereja menggugat Nyonya Yoon karena menyalahgunakan uang persembahan gereja. Nyonya Yoon kembali mengalami gejala.

"Jika mengatakan yang sebenarnya, Taebaek akan hancur. Jika berbohong, ibumu yang akan hancur. Menurutku, ini keputusan mudah. Tapi kenapa kau lama sekali berpikir, Choi Soo Yun-ssi." Kata Young Joo pada Soo Yeon.


Jeong Il memimpin rapat, pembahasan pertama adalah tentang pengunduran diri CEO. Lalu ia mempersilahkan Dong Joon untuk mengambil alih. Dong Joon berdiri dan mengedarkan pandangan kesemua orang yang hadir termasuk Jeong Il.


Soo Yeon memikirkan ayahnya yang bahkan tidak peduli pada Ibunya juga Jeong Il yang seenaknya saja. Ia membuat keputusan, ia mengajak ibunya pulang dan meminta Pengacara Hwang mengirimkan video itu pada Young Joo.


Young Joo akhirnya mendapat video itu dan ia menontonnya bersama tim-nya. Ia langsung menghubungi DOng Joon.


"Dong Joon-ssi, barusan sudah kudapatkan videonya. Aku kesana sekarang dan menangkap Kang Jeong Il."


Dong Joon membalik surat pengunduran dirinya. Ia mengaku sudah menyerahkan foto-foto yang memperlihatkan dirinya menyuap Wakil Menteri dan General Inspektor sudah ia serahkan ke polisi. Namun, itu usahanya demi menyelamatkan Taebaek.

"Salah satu orang di Taebaek sedang diselidiki atas
dugaan pembunuhan. Pada saat ini, mantan CEO dipenjara karena kejadian yang pelik, namun, jika orang yang diduga itu juga ditangkap, Taebaek akan menghadapi kehancuran yang tidak terpulihkan. Itu sebabnya saya tidak punya pilihan lagi, melainkan bernegosiasi bahwa saya akan menyerahkan sesuatu pada kepolisian.

Tapi ini sudah terlambat. Baru saja, kepolisian telah memperoleh bukti pembunuhan."

Orang-orang bertanya siapa orang yang Dong Joon maksud. Dong Joon menatap Jeong Il lalu menunjuknya, "Ketua Tim Kang Jeong Il." Jawab Dong Joon.

Jeong Il berdiri terkejut. DOng Joon melanjutkan, "Taebaek akan menolak keterlibatan apapun dalam pembunuhan tersebut. Kami tidak akan memberikan bantuan hukum apapun pada Anda mulai dari sekarang. Sebagai CEO Taebaek, setelah kita berhasil mengatasi
krisis ini dan menstabilkan Taebaek, barulah saya secara sukarela mundur dari posisi saya."


Young Joo bersama tim-nya langsung menuju Taebaek untuk menangkap Jeong Il.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon