Tuesday, June 6, 2017

Sinopsis Lookout Episode 10

Tags

Sinopsis Lookout Episode 10

Sumber Gambar : MBC


Soo Ji terkepung, akhirnya ia balik arah kembali ke dalam.


Geomsajangnim Yoon mendapat pesan dari seseorang, "Kami menemukan hacker-nya dan saat ini sedang memburu Jo Soo Ji."

Tepat saat itu, Jin Ki mengirim pesan diam-diam. Byung Jae bertanya lagi pacaran ya. Jin Ki gugup, membantahnya kalau ia mengirim pesan pada ibunya. Byung Jae tek percaya, hendak merebut ponsel Jin Ki tapi Jin Ki mempertahankannya jadi mereka ribut. Soon Ae menegur mereka untuk berhanti.

Apa Jin Ki informan rahasia Geomsajangnim Yoon?? Kalau ku ingat-ingat, emang dulu Jin Ki yang memborgol Woo Sung sih, apa ia juga yang membiarkan Woo Sung lepas??


Kyung Soo sedang sibuk memindah sesuatu, ia tegang begitupula dengan Bo Mi.


Polisi sampai di lokasi Kyung Soo. Mereka langsung bergerak dan mereka diikuti oleh reporter.


Soo Ji masuk ke gedung apartemen, tak sengaja ia berpapasan dengan seorang polisi. Ia mencoba menyembunyikan wajahnya tai polisi itu mengenalinya. Ia tidak punya pilihan lain selain melumpuhkannya.


Soo Ji memakai seragam polisi itu. Bo Mi memberi komando, menyuruh Soo Ji naik saja ke mobil dan pergi ke jalan raya, soalnya Gang di sana hanya gang buntu.


Soo Ji hendak melakukannya tai ia ketahuan, dan seorang polisi pria menangkapnya. Tapi unntungnya Soo Ji bisa melepaskan diri dan kabur dengan mobilnya.


Di kantor, mereka mendapat laporan keberadaan So Ji. Joon Pyo senang karena bisa menangkap SOo Ji dalam sekali coba. Ia berterimakasih pada Do Han dan Eun Joong atas kerja sama mereka.

"Kalian berdua punya kerja tim yang bagus." Lanjut Joon Pyo.

"Itu semua berkat kemampuan Bujangnim memimpin kami." Jawab Do Han.

"Kita belum berhasil menangkapnya, dan lebih penting lagi kita harus menangkapnya hidup-hidup." Jawab Eun Joong.

"Kim Geomsa kita memang selalu serius. Kali ini, kita tidak akan kehilangan dia." balas Do Han tapi sebenarnya ia juga khawatir.


Jin Ki dan kawan-kawan mengetuk pintu Kyung Soo. di salam, Kyung Soo menoleh ke arah pintu, pemindahannya tinggal sebentar lagi.


Huft! untung lokasi yang mereka datangi bukan rumah Kyung Soo, walaupun itu juga rumah kumpulan para peretas.

Kyung SOo selesai berhasil lolos dari mereka dan menghapus semua data log. Mereka tidak akan pernah menemukan rumahnya. Soo Ji juga berhasil lolos. Bo Mi pun bisa bernafas lega.


Peretas tadi dibawa ke kanto, Byung Jae yang bagian menginterogasi sementara Jin Ki di ruang kontrol.

"Jadi, kau membuat sebuah teori konspirasi perihal Jo Soo Ji dan Yoon Seung Ro Geomsajang hanya karena kau ingin mencari perhatian?" Tanya Byung Jae.

"Tidak, aku tidak mengarangnya. Aku memiliki narasumber."

"Narasumber?"

"Jo Soo Ji?"

"Aku harap sih begitu. Ada seseorang yang terus memberiku informasi bagus selama beberapa waktu. Sayangnya, kali ini aku tidak beruntung."

"Itu artinya, kau tidak memiliki hubungan langsung dengan Jo Soo Ji."

"Memang tidak, sih, tapi bukankah dia itu cantik? Aku ini penggemar beratnya. Dia pelindung yang lemah, penegak keadilan. Respect."

"Dasar sinting! Dia cuma orang sinting."


Soon Ae memberi laporan kalau tampaknya mereka salah menangkap orang, terlalu banyak yang coba meretas arsip kepolisian.

"Bagaimana dengan petugas yang memburu Jo Soo Ji? Belum ada kabar?" Tanya Joon Pyo.

"Mereka... juga kehilangan dia. Dia lolos." Jawab Jin Ki.

Joon Pyo hendak marah-marah tapi keduluan Do Han. "Bagaimana bisa kalian tidak berhasil menangkapnya? Kami sudah menyiapkan segala sesuatu untuk kalian, tapi tinggal mengeksekusi pun kalian gagal! Bukan begitu, Kim Geomsa?"

"Mungkin saja teorimu yang salah."

"Investigasi pun dilakukan untuk membenarkan kesalahan. Bukan begitu, Timjangnim?"

"Laporan yang kau remehkan tadi juga bagian investigasiku."

"Aey, kenapa begitu, sih? Berkat dugaanku yang salah, fitnah terhadap Geomsajangnim terbukti tidak benar."

Joon Pyo bicara, "Berapa kali lagi kita harus kehilangan Jo Soo Ji? Kalian pikir tidak masalah terus begini padahal sudah dilakukan investigasi gabungan? Aku tidak peduli bahkan meski harus melakukan inspeksi jalanan nasional! Temukan cara menangkap dia! Sekarang juga!"


Kim Myeong Mi memberitakan mengenai penggerbekan tadi.

"Kepolisian menangkap Oh dan kawan-kawan yang meretas server kepolisian. Polisi mengatakan bahwa metode peretasan mereka serupa dengan metode penyebaran rumor kasus anak Kepala Kejaksaan Seoul, Yoon Seung Ro. Polisi mengatakan pihaknya telah melacak mereka sejak saat itu. Namun, kelompok ini diketahui tidak memiliki hubungan dengan Jo Soo Ji. Teori konspirasi itu muncul di hari-hari investigasi latar belakang Yoon Seung Ro selaku calon Jaksa Agung, dan kini telah mulai memudar."

Geomsajangnim Yoon menyaksikan berita itu.


Do Han berkunjung ke ruangannya. Geomsajangnim Yoon memperingatkan, sudah dibilang, ia hanya memberi satu kesempatan. Do Han menjawab, tapi Geomsajangnim tidak bilang tenggatnya hari ini.

"Masalah tidak akan selesai hanya dengan menangkap Jo Soo Ji. Jika kita tidak menghentikan dulu rumor terkait Anda, ketertarikan publik hanya akan semakin memburuk." Alasan Do Han.

"Kau memiliki banyak tipu muslihat, pandai bicara, dan sangat nekat."

"Terima kasih atas pujiannya."

"Tapi, kau tidak pintar berbohong. Kau tidak akan bisa menipu orang lain saat kau tidak percaya diri. Mulai sekarang, berhentilah membuat alasan."

"Saya akan mengingatnya."

Geomsajangnim Yoon merobek surat pengunduran diri Do Han.


Do Han akan pergi tapi Geomsajangnim menahannya, membahas soal perkataan Do Han kalau mereka pernah bertemu tapi berapakalipun ia pikirkan, ia tidak mengingatnya.

"Tentu saja. Geomsajangnim pasti merasa... hal itu tidak penting untuk diingat." Do Han berhenti sejenak memperhatikan reaksi Geomsajangnim (yang kelihatan berpikir). Do Han melanjutkan, "Anda pernah memberi kelas di banyak akademi. Namun bagi saya, kelas Anda tidak akan terlupakan."


Soo Ji mengganti plat mobilnya sebelum kembali bergerak. Kyung Soo minta maaf karena mereka hampir tertangkap dan Soo Ji hampir di tahan. Soo Ji heran, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, jadi aoa yang sebenarnya terjadi?

"Itu... Kurasa, ini memang perangkap." Jawab Kyung Soo.

"Berhentilah membuat alasan!" Sela Bo Mi.

"Aku bukannya membuat alasan! Sistem mereka tertanam honeypot (pencegahan tindak peretasan). Kurasa, mereka sudah memprediksi kemunculan kita." Jelas Kyung Soo.

"Bagaimana bisa polisi mengetahuinya?" Tanya Bo Mi.

"Itu... aku juga tidak tahu. Aku kan bukan polisi."

"Sudah kuduga jawabanmu akan begitu.

Soo Ji sudah menduga, sejak mereka menyebut "komplotan", kasus ini memiliki keanehan. Mereka bahkan menanam program pelacakan peretas sembari menunggu Kyung Soo. Tim Investigasi Gabungan mungkin tahu lebih banyak soal mereka bertiga.


Kyung Soo bertanya, bagaimana bisa tahu? kan hanya Daejang yang tahu soal mereka, serta tahu kita akan memburu Lee Jung Soo. Kyung Soo semakin yakin, mungkin Daejang beneran jaksa seperti dugaan Soo Ji.

"Awalnya, dia ingin membalas dendam seperti kita, tapi karena situasinya berubah, dia kemudian mengorbankan kita, siapa tahu?" Lanjut Kyung Soo.

"Tapi yang menyuruh kita hati-hati juga Daejang. Itu tidak masuk akal." Bo Mi mengingatkan.

"Benar juga. Jika Daejang tidak memberitahu kita, aku sudah diseret ke Unit Kejahatan Dunia Maya, seperti para idiot yang tertangkap itu." Jawab Kyung Soo.

"Setidaknya kita tahu satu hal yang pasti. Dia seseorang yang cukup memiliki pengaruh dalam tim gabungan." Kata Soo Ji

"Itu artinya dia Jaksa. Aey, terserahlah. Tapi, apa kira-kira alasan dia menugaskan kita dalam kasus Lee Jung Soo? Aku sudah mencaritahu seperti kata Noonim, tapi tidak ada hubungannya dengan Yoon Seung Ro." Kyung Soo tak sadar sudah keceplosan.

Bo Mi menuntut kejelasan. Soo Ji yang bicara, ia hanya penasaran apakah kasus ini ada hubungan dengan Yoon Seung Ro. Tapi, ia rasa ini belum cukup. Ia harus memeriksanya dan melihat siapa Daejang itu.

"Ah... kau sungguh gegabah. Kau sudah berjanji tidak akan penasaran maupun mencaritahu siapa Daejang kita." Tegas Bo Mi.

"Bagaimana kalau orang itu hanya memanfaatkan kita?" Tanya Soo Ji.

"Aey, kita belum tahu pasti soal itu." elak Kyung Soo.

"Itu sebabnya kita harus memeriksanya."

"Lupa peringatan darinya? Bagaimana kalau Daejang kita membuang kita? Aku membutuhkan informasi yang Daejang kita miliki. Tanpa itu, jika aku tidak bisa menangkap pelakunya, aku tidak akan bisa keluar dari ruangan ini selamanya!" Jelas Bo Mi.

Tapi Soo Ji tidak bisa memercayainya saja dan menunggu seperti Bo Mi. Ia tidak tahu kapan akan tertangkap. Selama ini Yoon Seung Ro lolos dari segala jeratan dan Yoon Si Wan hidup bahagia seolah tak ada yang terjadi. Apalagi yang bisa ia lakukan sekarang?!

"Ah, Noonimdeul (kakak-kakak), tenanglah. Ini semua gara-gara aku. Daejang kita dan kepolisian sama waspadanya sekarang." Kyung Soo mencoba menengahi.

Bo Mi: Kita tidak tahu apa-apa tentangnya, jadi tidak akan bisa menemukan dia.

Soo Ji: Dia mengirim pesan padamu.

Bo Mi: Aku tidak akan memberitahu nomornya padamu.

Kyung Soo: alau begitu, tanya langsung saja pada Daejang. Dia agak mencurigakan, tapi aku tidak yakin dia orang jahat. Ini semua pasti hanya salah paham.

Soo Ji: Kurasa, kau punya cara melacak dia.

Kyung Soo: Apa barusan aku mengatakan sesuatu.

Bo Mi: Bagus, bocah. Lebih baik kau tidak usah bicara saja.

Soo Ji: Jika kalian bicara "tidak" dalam segala hal, maka aku akan menemukan dengan caraku sendiri.

Bo Mi: Jangan coba-coba!


Tapi Soo Ji mematikan headsetnya. Bo Mi berteriak-teriak kesal. Sementara Kyung Soo mengeluh, menyatukan mereka lebih sulit daripada reunifikasi Korea. Kenapa semua ini terjadi padanya?


Bo Mi melihat Kyung Soo meninggalkan rumah, ua hendak menelfonnya tapi ada yang lebih menarik perhatiannya.


Soo Ji bersiaga di depan gang rumah Kyung Soo. Ia melihat Kyung Soo naik bis, ia lalu mengikutinya.


Kyung Soo turun dari bis, Soo Ji pun menepikan mobilnya.


Bo Mi mendapatkan sesuatu, taksi dengan nomor plat 32A4514. Itu adalah taksi milik Lee Jang Soo. Bo Mi lalu menghubungi Kyung Soo.


Jang Soo mengincar gadis mabuk yang sedang  sendirian, saat gadis itu ada temannya, ia mundur.


Kyung Soo berjalan menuju gereja. Bo Mi menelfonnya tapi ia tidak mengangkatnya. Bo Mi lalu menelfon Soo Ji yang saat ini tengah mengikuti Kyung Soo tapi SOo Ji juga tidak mengangkatnya.


Bo Mi mau bersikap acuh tapi kemudian ia teringat tangisan Ayah So In. Dan itu membawanya kepada ingatan akan keluarganya.


Sementara itu, Jang Soo mendapatkan targetnya, seorang gadis mabuk yang sedang sendirian.


Kyung Soo menulis sesuatu lalu masuk ke ruang pengakuan dosa. Tanpa ia sadari Soo Ji sejak tadi memperhatikannya.


Setelah itu, Kyung Soo menyalakan lilin seperti biasa, Soo Ji juga mengikutinya. Soo Ji mendekati lilin itu setelah Kyung Soo Pergi.


Sementara itu, Gwon Woo sedang menggambar di ruangannya, tiba-tiba ponsel keduanya berdering, ada SMS masuk dari Do Han.

"Bapa, aku datang untuk membuat pengakuan."

Bo Mi terus menghubungi Kyung Soo sampai akhirnya Kyung Soo menjawabnya.

"Kurasa, baj* Lee Jang Soo itu akan melakukannya lagi." Jelas Bo Mi.


Soo Ji masuk lagi ke dalam gereja. Ia masuk ruang pengakuan dosa yang dimasuki Kyung Soo tadi, tapi tanpa ia sadari ada Do Han disana. Do Han menyembunyikan wajahnya. Saat Soo Ji sadar, ia mengira Do Han adalah seorang pastur.

"Oh, aku tidak menyadari keberadaan Bapa."

"Silakan akui dosamu." Pinta Do Han mencoba berkata senatural mungkin.

"Um... itu..."

"Kalau belum siap sekarang, kembalilah lain waktu."

"Tidak. Hanya saja, saya merasa sedikit aneh. Apa yang biasanya dikatakan orang lain? Seorang pemuda yang barusan keluar misalnya? Apa yang mereka katakan pada Anda?"

"Seorang Pstur harus memegang rahasia."

"Ya. Benar."

"Jika kau tidak kemari untuk pengakuan dosa, silakan pergi."

"Ya, saya belum siap sekarang. Lain waktu saya datang lagi."


Soo Ji sudah akan pergi tapi ia berbalik lagi, bertanya apa seorang astur juga mendoakan orang-orang jika mereka memintanya?

" Aku sudah melakukan sebuah dosa besar dan tidak bisa mendoakan diriku sendiri."

"Katakan saja."


Soo Ji pun duduk dan mengatakannya. "Um.. saya memiliki seorang anak. Saya harap dia kini bahagia dan tidak kesakitan di tempatnya berada. Sekalipun ibunya melakukan tindak kriminal, tolong beritahu dia tidak perlu merasa malu karenanya. Katakan padanya untuk tetap bangga pada saya. Dan juga, minta dia untuk sering muncul di mimpi saya, agar saya dapat melihat wajahnya. Itu saja."

"Anakmu... akan aku doakan."

"Terima kasih, Bapa."

Do Han sepertinya tersentuh mendengar permintaan Soo Ji itu.


Setelah Soo Ji pergi, Do Han menghapus airmatanya.


Saat hendak keluar, Soo Ji tak sengaja berpapasan dengan Gwan Woo, tapi Soo Ji menyembunyikan wajahnya. Gwan Woo juga hanya menatapnya sekilas.


Di jalan, Soo Ji teringat, ia pernah tak sengaja bertemu Gwan Woo di rumah sakit. Ia lalu kembali lagi ke gereja.


Do Han memberikan catatan yang ditinggalkan Kyung Soo pada Gwan Woo,

"Daejang, aku harus bagaimana? Noonimdeul terus saja saling bertengkar. Itu karena Daejang memberi kami perintah tanpa boleh bertanya. Jadi, tidak bisakah kami diberitahu rencana Daejang sebenarnya? Tentu, aku bertanya bukan karena tidak memercayai Daejang atau apa, jadi jangan marah, ya? Janji?"
Gwan Woo merasa mereka sedang mencurigai Do Han, jadi ia berpesan agar Do Han tidak kesana dulu sementara waktu.

Do Han tersenyum, "Semua akan segera berakhir."


Sebelum masuk gereja, Bo Mi kembali menelfon tapi Soo Ji lagi-lagi tidak mengangkatnya.

Soo Ji masuk tepat saat Gwan Woo keluar dari ruang pengakuan dosa.

"Kau tidak terkejut melihatku. Kau juga tidak melaporkan aku."

"Kau pasti butuh tempat istirahat. Aku akan memberimu waktu." Jawab Gwan Woo.

"Bapa. Kau berjalan melewatiku seperti ini juga saat itu. Apa kau ingat?"

"Maafkan aku."


Soo Ji menghentikan Gwan Woo yang akan pergi. Soo Ji tahu Gwan Woo lah yang menghubungi mereka, yang mencegah mereka tertangkap.

"Bagaimana bisa kejadian di Tim Investigasi Gabungan diketahui oleh seseorang yang terus berada di gereja? Aku penasaran. Siapa? Siapa yang coba Bapa lindungi?"

Gwan Woo tersenyum, "Aku tidak mengerti maksud ucapanmu."


"Kau tahu. Mata Bapa. Mereka mengatakan tahu siapa orangnya."

"Kau salah paham. Jika tidak ada hal lain, permisi."

"Bapa!"


Soo Ji tidak mengejar Gwan Woo karena Kyung SOo menelfonnya. Kyung Soo memberitahukan kalau Lee Jang Soo membawa seorang gadis entah kemana.

"Gadis apa maksudmu? Dia mengemudikan taksi?" Tanya Soo Ji.

"Benar. Sebab itu, kita harus menghentikan bajingan itu." Jawab Bo Mi.

Soo Ji: Maaf, ada hal lain yang harus ku urus.

Kyung Soo: Noonim, izin taksiny ditangguhkan. Menurutmu, apa kira-kira sebabnya?

Soo Ji: Daejang kita menyuruh melepas kasus ini. Apa tak masalah?

Bo Mi: Tak apa.

Soo Ji: Kemana perginya taksi itu?

Kyung Soo: Yah, kalian baikan begitu saja?

Soo Ji dan Bo Mi: Apa?

Kyung Soo: Bukan apa-apa, kok.

Kyung Soo melacak GPS yang ditempel pada taksi Jang Woo, saat ini menunjukkan ke persimpangan Geumhwa-dong. Melaui rekaman CCTV, Bo Mi menjelaskan 10 menit lalu naik seorang penumpang perempuan. Jang Soo meninggalkan Seoul. Cepat!


Soo Ji akan bergerak tapi tertahan, ia melihat lampu di ruangan pengakuan dosa masih menyala, artinya di dalam masih ada orang.


Ia berjalan kesana, lalu membukanya. Siapa yang ada di dalam?

~bersambung~

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon