Wednesday, June 7, 2017

Sinopsis Lookout Episode 12

Tags

Sinopsis Lookout Episode 12

Sumber Gambar: MBC


Do Han mengunjungi tempat kerja baru Bujangnim Oh, sekarang Bujangnim Oh jadi pengacara. Bujangnim Oh heran, ngapain Do Han kesana?

"Aey, kenapa Anda bilang begitu? Untuk awal baru Bujangnim, saya mengucapkan selamat."

"Aku mestinya tidak mendengarkanmu. Melawan Yoon Seung Ro adalah kesalahan fatal."

"Tidak juga. Karena Bujangnim melawan dia, sekarang bisa menempati kantor yang indah ini. Bukan begitu?"

"Aish... dasar mulut manis."


Tapi Bujangnim Oh mengakui, memang pemandangan Seocho-dong lebih bagus. Tidak banyak pekerjaan untuknya, dan iapun diberi fasilitas mobil.

"Ini semua... berkat Geomsajangnim. Faktanya, ini berkah di balik kesulitan." Jawab Do Han.

"Kau satu-satunya yang mendapat berkah. Selama ini kau memang ingin di sisi Yoon Seung Ro. Dan sekarang kau berhasil saat aku diasingkan kemari."

"Aey, Bujangnim janganlah bicara seperti itu. Bila saya sendirian tanpa Bujangnim sebagai teladan, saya bisa apa jika nantinya gagal menangkap Jo Soo Ji? Saya hanya dapat bergantung pada satu orang. Anda, Bujangnim."

"Bagaimanapun, aku memegang kartu truf Yoon Seung Ro di tanganku. Dia tidak akan sembarangan mengusikku. Aku... aku sengaja mengundurkan diri agar tidak menjadi penghalang karirnya."

"Wah, Bujangnim sudah melakukan banyak hal demi Geomsajangnim. Kenapa Geomsajangnim tidak melakukan hal yang sama untuk Anda?"


Bujangnim Oh bertanya, Kenapa? Ada apa? Do Han mulai masuk dalam rencanya, ia bilang mendengar sebuah rumor ta[i kemudian tidak mau mengatakannya.

"Katakan sekarang juga! Aku terlanjur penasaran. Ada apa?" Paksa Bujangnim Oh.

"Sebelum ketahuan... saya dengar siapapun yang mungkin membahayakannya akan dibereskan."

"Tentu saja, dia memang orang seperti itu. Aku tidak terlalu terkejut. Kenapa? Aku orangnya?"

 
[5 Tahun Lalu / 2012]

Kasus Pembunuhan Keluarga Bo Mi (Kasus Miseo-dong) ditangani oleh Bujangnim Oh. Ia melapor pada Geomsajangnim Yoon kalau ia sudah mengonfirmasinya dengan saksi mata, ia juga memiliki surat perintah penahanannya.

"Kasus ini akan lebih mudah dengan menangkap tersangkanya." Tutup Bujangnim Oh.

"Tapi orang itu dari Angkatan Udara Amerika?"


Bujangnim Oh membenarkan dan karenanya kasus itu mungkin akan menimbulkan masalah serius, mengingat tentara AS terlibat.

"Bisa muncul tudingan penyanderaan Angkatan Udara AS di Korea." Tebak Geomsajangnim Yoon.

"Ya, sepertinya begitu."

"Pemilihan presiden sebentar lagi digelar. Kandidat terkuat dengan partai oposisi memiliki aturan hukum tata negara yang berbeda, artinya... insiden ini dapat menguntungkan salah satu pihak dalam pemilihan."

"Saya akan berhati-hati."

"Kau sudah mengajukan pencekalan perjalanan pada militer?"

"Tidak, belum. Saya harus bagaimana?"


Kembali ke Tahun 2017. Do Han mengingatkan, Bujangnim Oh sudah bekerja untuk Geomsajangnim Yoon sejak saat itu, jadi pasti tahu banyak sekali tentang Geomsajangnim.

"Mulai sekarang, Anda harus berhati-hati dan hidup dengan tenang." Nasehat Do Han.

"Tidak usah kuatir. Kita semua di perahu yang sama. Jika perahunya terbalik, kita semua tenggelam. Terima kasih sudah mencemaskanku."

"Ah... saya hanya bisa melakukan ini sebagai balas budi."

Kok aku jadi curiga Do Han cuma mau memanfaatkan mereka bertiga untuk kepentingannya saja ya???


Bo Mi menjelaskan, permohonan pencekalan perjalanan terlambat diajukan, sehingga pelaku bisa meninggalkan negara ini. Komplotannya pun tidak tertangkap. Kejaksaan menghentikan penyidikan segera setelahnya, dan dokumen-dokumen terkait pun lenyap.

"Tapi Daejang mengetahui bahwa kasus ini... bukannya tidak dapat diselesaikan, namun sengaja dikubur dalam-dalam." Lanjut Bo Mi.

Soo Ji: Bo Mi-ah, pasti ada alasan dia memberitahumu soal ini. Seberapa kuat hasratmu menangkap pelaku, dia mengetahuinya, kemudian memanfaatkanmu.

Bo Mi: Kalau begitu, aku juga akan memanfaatkan dia.

Kyung Soo: Bagaimana kalau itu bohong belaka? Bagaimana kalau dia hanya mengirim foto secara asal?

Bo Mi: Orang-orang ini, aku mengenalnya.

Soo Ji: Baiklah. Aku akan membantumu.

Kyung Soo: Aku juga. Aku akan membantumu.

Soo Ji: Apapun kata Daejang, kita tangkap pelakunya.


Soo Ji mencari biodata Geomsajangnim Yoon dan di internet tertulis bahwa Geomsajangnim Yoon bertanggung jawab atas kasus Pembunuhan Keluarga Bo Mi.

"Kasus Bo Mi dan kasus Kim Woo Sung keduanya menuju pada Yoon Seung Ro. Kalau begitu, Daejang mungkin juga memburu.... (Yoon Seung Ro)." Kesimpulan Soo Ji.


Sementara itu, Kyung Soo mencari artikel mengenai keluarga Bo Mi. Jadi Kyung Soo dan Bo Mi ini kayaknya seumuran.


Bo Mi di rumahnya kaya gak punya tenaga karena mengingat kembali kejadian 5 tahun lalu. Ia meringkuk di ranjangnya sambil memeluk boneka.


Kyung Soo menelfon untuk memastikan bahwa alasan Bo Mi tidak keluar rumah adalah karena pelakunya belum tertangkap. Bo Mi menuduh Kyung Soo mengasihaninya. Kyung Soo mengelaknya, ia tahu bagaimana takutnya Bo Mi, sampai sekarang Bo Mi bahkan tidak mengetahui rupa pelakunya. Seseorang yang berjalan di dekat Bo Mi, mungkin saja pelakunya.

Bo Mi: Aku tidak takut sama sekali, hanya malas saja keluar.

Kyung Soo: Tidak mungkin. Hidup seperti itu pasti rasanya tertekan. Kau mungkin ingin pergi ke banyak tempat... juga melihat banyak hal.

Bo Mi malah membentak Kyung Soo, Ia tidak memiliki keinginan semacam itu! Kyung Soo jadi kesal karena Bo Mi marah, ia hanya mencemaskan Bo Mi.

"Cemaskan saja dirimu sendiri. Berhentilah bersikap layaknya idiot."

"Aey, dasar. Kau satu-satunya yang memperlakukanku seperti idiot. Kalau kau tidak pernah puas dengan hasil kerjaku, maka lakukan sendiri!"

"Buat apa kulakukan? Aku bisa memerintahmu sesuka hati."

"Aku ini bukan budakmu, tahu!"


Bo Mi menutup telfon sepihak. Kyung Soo menyesali sikapnya tadi, kenapa juga ia marah-marah, kan tujuan awalnya untuk minta maaf.

"Aku mengatai kau tidak bisa keluar karena kau jelek. Sudah banyak mengatakan hal buruk seperti itu, aku ingin minta maaf!" Teriak Kyung Soo pada ponselnya.


Soo Ji mendekat, bukan begitu caranya minta maaf. Kyung Soo membela diri, ia mencoba bersikap baik, tapi Bo Mi justru marah dan menutup teleponnya.

"Kalau begitu, daripada sekedar menelepon dia, buktikan lewat tindakan."

"Contohnya?"

"Contohnya... entahlah... Kau bisa memberi dia hadiah."

"Hadiah? Um... Dia hanya berdiam diri di rumah, jadi hadiah make up akan sia-sia. Aku ingin mentraktir dia makan, tapi dia tidak mau keluar rumah. Apa yang bisa kuberikan padanya?"

"Coba pikirkan yang disukai Bo Mi. Hah? Noonim! Noonim!"


Kyung Soo mengacak-acak rambutnya frustasi.


Bo Mi kembali menatap foto keluarganya. Ia jadi iangat saat ia diinterogasi sebagai saksi.


Polisi menunjukkan tiga foto tentara amerika. Bo Mi ditanya, apa mengenal salah satu dari mereka. Bo Mi menunjuk foto yang tengah.

"Ingat sesuatu yang merujuk komplotannya?" Tanya polisi lagi.

"Sepatunya. Dia memakai sepatu kets."

"Dan?"

"Suaranya terdengar... tidak asing."

"Apakah mungkin salah seorang kenalan keluarga?"

"Entahlah."

"Apa kau melihat wajahnya?"

Bo Mi menggeleng dan ia mulai sesak nafas.


Saat Bo Mi di toilet, ada dua orang polisi wanita yang membicarakan kasus keluarganya. Mereka memposisikan menjadi dirinya, maka mereka lebih baik memilih ikut mati. Bo Mi menangis mendengarnya.


Soon Ae menjemput Se Won, tapi Se Won malah mengabaikannya. Soon Ae tidak menyerah, ia terus mengikuti Se Won sambil membunyikan klakson sampai Se Won mau masuk mobil.


Se Won kesal, ngapain ibunya kesana. Soon Ae kecewa, ia bahkan meluangkan waktu sibuknya untuk datang, apa Se Won tidak kangen?

"Tidak." Jawab Se Won dingin.

"Aigoo... meniru siapa kau punya hati sedingin itu?"

Se Won melihat Shi Wan melewati mobil mereka, ia lalu bertanya pada ibunya, apa Yu Na sungguh dibunuh?

"Kenapa kau menanyakannya?"

"Tapi, kudengar tidak ditemukan bukti apapun?"

"Kami tidak punya bukti. Tapi, kami memiliki keyakinan."

"Kalau begitu, mungkin saja itu tidak benar."

"Kenapa tiba-tiba kau membahasnya?"

"Yoon Shi Wan... kelihatannya tidak mungkin melakukan itu."

"Hei, jangan terlalu dekat dengan dia. Apa kau ingin pindah ke sekolah lain saja?"

"Auh... lupakan."


Shi Wan menoleh menatap Se Won dan Soon Ae. Se Won menataonya balik, sementara Soon Ae menceramahinya kalau Shi Wan itu erbeda dari yang terlihat, Dia berbahaya.

"Kalau tidak, kenapa Jo Soo Ji sampai melakukan ini?" Lanjut Soon Ae.


Saat akan masuk mobil, Shi Wan berbalik, ia mengingat siapa Soon Ae. Lalu ia tersenyum, merinding...


Nyonya Park kumpul-kumpul dengan teman-temannya. Kedua temannya iri padanya karena memiliki suami dan putera idaman.


Shi Wan datang, ia bersikap ceria dan memperkenalkan diri dengan sopan.


Sebelum naik keatas, Ibunya bertanya, apa terjadi sesuatu disekolah. Shi Wan sempat terkejut tapi sebentar sekali lalu ia menjawab tidak ada, semuanya menyenangkan.

Tapi sepertinya ibunya tidak percaya.


Do Han menunjukkan berita mengenai Anggota Dewan Chae yang menginginkan investigasi ulang kasus Yu Na. Tapi Do Han menangkan, sekalipun mereka terlibat di dalamnya, tak akan ditemukan jejak apa-apa.

"Menurut hukum begitu, namun soal sentimen publik? Dia pintar bermain dengan media. Jika Jo Soo Ji tertangkap, dia akan dijadikan alat." Jawab Geomsajangnim Yoon.

"Anu, saat dipikirkan, ada hal yang membuat saya terganggu. Saya baru saja mengunjungi Oh Bujang, dan kelihatannya ada pihak lain berusaha mendekatinya. Mereka berpikir hubungannya dengan Geomsajangnim sudah berakhir. Saya rasa, mereka berusaha membujuknya berkhianat. Perlu saya cari tahu lebih jauh?"

"Biarkan saja. Oh Bujang sudah kuberi yang dia mau. Ia tak akan bertindak gegabah. Bukan itu masalah terpenting saat ini."

"Saya mengerti."


Do Han pamit, tapi ia sengaja keluar pelan-pelan. Saat ia akan menutup pintu. Geomsajangnim Yoon menelfon seseorang meminta orang itu untuk mulai bergerak lagi. Do Han mendengar hal itu.


Eun Joong menghubungi Joon Pyo, "Ini motivasi politik. Hidup seseorang taruhannya!"

"Itu menarik minat media."

"Kurasa, masalah terlalu melebar. Geomsajang tidak akan tinggal diam dan hanya melihat. Ya."


Eun Joong mematikan telfon saat sampai di depan lift. Ia melihat kalau lift-nya turun dari lantai 14. Di dalam lift itu ternyata ada Do Han dan ia sangat terkejut melihat Eun Joong do depan lift.


Eun Joong bertanya, apa Do Han habis menemui Geomsajangnim Yoon?

"Orang mungkin berpikir kau itu penguntitku. Kau sudah daritadi menungguku di sini? Kurasa, kau tipe yang posesif soal urusan kencan."

"Aku hanya sedang menunggu lift-nya. Kau yang melupakan protokoler dan menghampiri Geomsajangnim begitu saja. Kau berusaha menjadi pengendali situasi?"

"Kau pun tidak suka ditinggalkan, 'kan? Begitu pula denganku. Kau dan Bujangnim baru bekerja sama di Tim Investigasi Gabungan, dan seringpula saling bertukar pandang penuh arti. Aku jadi merasa ditinggalkan."

"Jangan coba menyebar rumor tidak berdasar semacam itu. Media menyoroti, semua mata tertuju pada kita. Lebih baik jangan sampai kau berbuat bodoh."

"Apa maksudmu itu? Kita hanya melakukan segenap daya upaya untuk menangkap Jo Soo Ji. Bukankah tujuanmu juga demikian?"


Kyung Soo mengikuti paman Bo Mi, ia meretas sesuatu hingga alaram berbunyi. Paman Bo Mi lengah, Kyung Soo menggunakannya untuk mengambil pnselnya tapi kemudian mengembalikannya lagi sih setelah meretasnya.


Kyung Soo menjelaskan, Seo Joo Hwan (Paman Bo Mi) jadi kaya raya sejak kasus keluarga Bo Mi, dia meninggalkan lingkungan kumuh lalu pindah ke Gangnam. Bo Mi terkejut karena awalnya pamannya tidak sekaya itu.

Soo Ji: Kau sudah temukan sumber keuangannya?

Kyung Soo: Dia menjual restoran keluarga Bo Mi.

Bo Mi: Restoran orangtuaku?

Soo Ji: Restoran itu bukan atas namanya. Bagaimana bisa?

Kyung Soo: Dia pura-pura masih berkomunikasi dengan Bo Mi dan berlagak sebagai walinya.

Bo Mi: Aku ingat dia berdebat dengan ayahku soal uang. Untuk membuka restoran dengan warisan dari kakek.

Soo Ji: Lalu, alibinya?

Kyung Soo: Hari itu, dia bertemu teman kuliahnya.


Soo Ji memeriksa dokumen Pengakuan Saksi Mata dan memang benar apa yang Kyung Soo katakan. Bo Mi juga yakin pamannya tidak mungkin pelakunya.

Kyung Soo menjelaskan lagi, Koki Yang Dae Cheol membuka restorannya sendiri di Ilsan. Bo Mi tidak terkejut karena dia selalu berseloroh kemana-mana bahwa kesuksesan restoran keluarganya berkat dia.

Kyung Soo: Apakah itu motifnya membunuh?

Soo Ji: Dia tidak dicurigai karena motifnya. Dia dianggap komplotan karena dekat dengan tersangka Holt. Lalu, Kang Jin Ku bagaimana?

Kyung Soo: Aku belum menemukan dia. Dia petugas pengiriman, sejak kasus itu dia hilang tanpa jejak. Kurasa, itu alasan dia dimasukkan daftar tersangka.

Soo Ji: Aku baru sadar. Kang Jin Ku satu-satunya yang tidak punya KTP.

Bo Mi: Ahjussi Koki, Samchon, dan Petugas Pesan Antar. Aku tidak pernah menyangka orang terdekat seperti mereka sanggup melakukan ini pada keluarga kami. Ah... aku bodoh sekali.

Kyung Soo: Kita masih bisa menangkapnya sekarang.

Soo Ji: Nah, Kang Jin Ku belum diketahui keberadaannya. Restoran Yang Dae Cheol posisinya dimana?

Kyung Soo: Sebentar, ya. Yang Dae Cheol sedang di rumah sakit, habis operasi hernia.

Soo Ji: Baiklah, kita fokus saja dulu pada Seo Jo Hwan.

Soo Ji memerintah Kyung Soo untuk tetap mengikuti Jo Hwan dan segera lapor kalau ada pergerakan aneh. Kyung Soo protes, kenapa ia lagi?

Soo Ji: Siapa coba yang menyuruhku hati-hati pada CCTV karena wajahku sudah tersebar di TV?

Kyung Soo: Makanya, aku memang ingin kau menjauh dari medan perang.

Soo Ji: Baiklah, hati-hati.

Jo Hwan bergerak dan Kyung Soo mulai mengikutinya.


Bo Mi memperhatikan rekaman dari ponsel Jo Hwan yang sudah diretas kyung Soo, saat ini Jo hwan sedang bersantai di rumahnya.


Lalu tiba-tiba Kyung Soo mengiriminya video. Kyung Soo merekam lingkungan tempat tinggal Bo Mi yang sekarang. Mulai dari sekolah Bo Mi dulu hingga restoran keluarga Bo Mi, sampai jalan-jalan disana.


Kyung Soo saat ini sedang beremah untuk mengawasi apartemen Jo Hwan. Kyung Soo tahu Bo Mi berbohong dengan bilang tidak mau kemana-mana.

"Kami tahu, tidak seorangpun akan menyambutmu meski kau ke sana, tapi kampung halaman selalu menjadi tempat yang dirindukan. Keluarga dan teman-teman. Sebuah tempat selalu menyimpan kenangan." Lanjut Kyung Soo.

Tapi hal itu malah memperjelas ingatan Bo Mi akan tragedi yang menimpa keluarganya.


Kyung Soo khawatir, Bo Mi mendengarkan kan? Tapi kenapa tidak bereaksi?

"Kenapa kau mengirim ini padaku? Memang aku minta padamu?"

"Mari saling membantu menangkap penjahatnya."

"Dengan begitu kau bisa keluar dari rumahmu dan menghirup udara segar."

"Aku tidak ingin kemana-mana."

Dan lagi-lagi Bo Mi mematikan ponsel. Kyung Soo mendesah, kenapa susah sekali mau minta maaf?


Soo Ji memperhatikan mobitor yang menampilkan rekaman Jo Hwan tapi lama-lama ia ketiduran. Kyung Soo juga ketiduran. Jadi hanya Soo Ji yang masih terjaga.


Kang Jin Ku mendatangi rumahJo Hwan dan langsung mencekiknya. Bo Mi mengawsi semua itu dari monitor.


Kang Jin Ku mendatangi rumahJo Hwan dan langsung mencekiknya. Bo Mi mengawsi semua itu dari monitor.

Jin Ku menanyakan keberadaan Bo Mi, Jo Hwan menjawab jujur kalau ia tidak tahu tapi Jin Ku tdak percaya.

"Kau ingin hidup? Maka, katakan dimana dia berada."

"A... aku tidak tahu."

"Kau bohong! Kau pun pernah sekali berbohong padaku. Aku tak akan tertipu lagi sekarang."

"Kali ini, sungguh aku tidak tahu."

"Begitu? Kita akan segera mengetahuinya. Jika Paman kesayangannya mati, keponakan satu-satunya tentu harus menggelar upacara pemakaman."


Sampai akhirnya Jo Hwan kehilangan nyawanya. Bo Mi lagi-lagi menyaksikan pembunuhan keji. Ia shock dan gemetar.


Bo Mi lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Soo Ji. Nafas Bo Mi tidak teratur, Soo Ji khawatir mendengarnya.

"Pembunuhnya... Sudah ketemu."

"Bo Mi-ah. Seo Bo Mi!"

Bo Mi kembali sesak nafas.


Kyung Soo terbangun. Soo Ji menyuruhnya untuk meacak posisi ponsel Bo Mi. Kyung Soo melakukannya sambil bertanya apa yang taerjadi tapi Soo Ji cuma menyuruhnya secepat mungkin. Soo Ji memutar kembali rekamannya dan ia melihat bagaimana Jin Ku membunuh Jo Hwan. Kyung Soo lalu meneropong ke kediaman Jo Hwan tapi terlihat kalau Jo Hwan gantung diri. Soo Ji menjelaskan kalau ini adalah pembunuhan. Soo Ji memerintahkan Kyung Soo mencari tahu melalui CCTV siapa pelakunya sementara ia akan ketempat Bo Mi.

Soo Ji berpesan agar Kyung Soo hati-hati karena orang itu total sudah membunuh 4 orang. Kyung Soo menjawab kalau ia sama sekali tidak takut tapi Bo Mi, akahkah baik-baik saja? Soo Ji mendapatkan alamat Bo Mi dan ia segera bergerak.


Kyung Soo memutar rekaman itu. Ternyata Jin Ku menyamarkan kematian Jo Hwan dengan menggantungnya. Jadi seolah-oleah Jo hwan itu bunuh diri.


Sementara Soo Ji sudah sampai di tujuan, untuk mengetahui dimana kamar Bo Mi, ia melihat kotak surat yang tidak pernah diambili suratnya jadi menumpuk.


Kyung Soo menuju parkiran rumah Jo Hwan dan dari CCTV, ia melihat kalau Jin Ku keluar dari gedung apartemen menuju parkiran.


Kyung Soo lalu keluar parkiran, tapi ia tidak bisa melacaknya karena disana tidak ada CCTV.


Tapi ia tidak hilang akal. Disana ada mobil yang terparkir, mobil itu dilengkapi dengan kamera blackbox. Ia meretas kunci mobil itu lalu masuk untuk mengambil memorycard-nya.


Kyung Soo memeriksa rekamannya tapi sepertinya tidak ada mobil keluar jadi kemungkinan besar Jin Ku masih ada di parkiran.


Kyung Soo lalu keliling parkiran, tapi ia tidak menemukan apa-apa.


Sampai akhirnya ia melihat Jin Ku di dalam mobil. Kyung Soo panik dan segera berbalik.

"Tidak, dia tidak melihatku. Dia tidak melihatku. Dia tidak melihatku."


Tapi saat Kyung Soo menoleh lagi, Jin Ku malah turun dari mobil. Kyung Soo jadi yakin kalau Jin Ku melihatnya. Kyung Soo memutuskan untuk berlari sementara Jin Ku mengeluarkan pisau lalu mengejar Kyung Soo.

2 komentar

wuahhh ga sabar nunggu lanjutannya. masih banyak misteri nya... tetap semangat nulis sinopsis nya ya mba.

Gila...ceritanya seru bgt😲
Suka deh

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...