Tuesday, June 13, 2017

Sinopsis Lookout Episode 13

Tags

Sinopsis Lookout Episode 13

Sumber Gambar: MBC


Kyung Soo menemukan Jin Ku di dalam mobilnya. Kyung Soo panik dan segera berbalik.

"Tidak, dia tidak melihatku. Dia tidak melihatku. Dia tidak melihatku."

Tapi saat Kyung Soo menoleh lagi, Jin Ku malah turun dari mobil. Kyung Soo jadi yakin kalau Jin Ku melihatnya. Kyung Soo memutuskan untuk berlari sementara Jin Ku mengeluarkan pisau lalu mengejar Kyung Soo.


Beruntung Kyung Soo bisa lolos dari Jin Ku, ia bersembunyi di dalam mobil yang tadi, yang ia ambil memoricard-nya.

Kyung Soo menoleh ke belakang dan pemilik mobil itu masih tidur disana,

"Ahjussi! Ahjussi! Kenapa kau tidur di sini? Kau tidak boleh tidur di sini. Sekarang, keluargamu mungkin sedang menunggu. Ahjussi!"

Kyung Soo mencoba membangunkan pemilik mobil itu tapi percuma.


Kyung Soo lalu keluar setelah dirasa aman, tapi abehnya ia tak lagi memakai jaket.


Pemilik mobil tadi terbangun karena kedinginan, dan ternyata Kyung Soo menggunakan jaketnya untuk menyelimuti Bapak itu. Anak baik... hhhh


Soo Ji sudah sampai di depan apartemen Bo Mi tapi Bo Mi tidak mau membukakan pintu untuknya. Akhirnya ia mengetuk pintu apartemen sebelah, Bo Mi menunjukkan kartu pengenal detektifnya.

"Aku detektif dari Kantor Polisi Wilayah. Harap kooperatif."

"Ada masalah apa?"

"Dengan tetangga sebelah rumahmu. Aku tidak bisa menjelaskan detailnya."


Soo Ji keluar melalui jendela apertemen itu dan masuk ke apartemen Bo Mi melalui jendela juga. Tegang banget nontonnya.


So Ji menemukan Bo Mi yang sedang sulit bernafa, ia lalu mengambil kresek yang tidak terpakai untuk membantu Bo Mi bernafas.

"Bernapas pelan-pelan. Pelan-pelan." Komando Soo Ji, akhirnya Bo Mi agak tenangan.


Soo Ji menjelaskan kalau Kyung Soo sedang mengejar pembunuhnya, jadi Bo Mi aman disana. Bo Mi masih tegang, Kang Jin Ku adalah orangnya, dia mengincarnya dan pamannya dibunuh untuk menemukannya. Tapi kenapa?


Kyung Soo menelfon Soo Ji, ia melapor kalau Jin Ku sekarang sedang berada di warnet. Jin Ku tidak punya ponsel maupun rumah. Gaya hidupnya itu yang biasa orang sebut "Hidup di Jalanan".

"Aku sedang berusaha. Orang pergi ke warnet bila tidak bisa tinggal di sauna." Lanjut Kyung Soo.

"Tapi, kenapa mendadak dia muncul setelah lima tahun bersembunyi?"

"Dia juga membunuh Seo Joo Hwan dan menyamarkannya sebagai bunuh diri."

Soo Ji agak menjauh untuk menjawabnya, "Kurasa, peristiwa lima tahun lalu bukanlah pembunuhan dengan motif materi. Kyung Soo-ya, jangan sampai kehilangan dia."

"Jangan kuatir. Tapi, Bo Mi bagaimana?"

"Dia sedang menenangkan diri."

"Mengawasinya bukanlah masalah sulit. Serahkan saja padaku."

"Dia tidak pandang bulu dalam membunuh. Hati-hati."

"Ya."


Jin Ku bergerak dan Kyung Soo segera bersembunyi agar tak menarik perhatian.


Soo Ji memperhatikan apartemen Bo Mi, itu adalah rumah Bo Mi dulu, TKP pembunuhan ayah, ibu dan kakaknya. Bo Mi merasa disana tempat paling aman.

"Makan seperti ini?" gumam Soo Ji melihat tumpukan biskuit dan ramen.


Soo Ji mengambil selimut, lalu memberikannya pada Bo Mi, ia menyuruh Bo Mi tidur dulu. Bo Mi tidak bisa tidur, ia memikirkan Jin Ku yang selama ini mencarinya.

"Justru itu kau harus tidur dan istirahat. Kalau kondisimu begini, kau bisa roboh sebelum menangkap dia. Pemikiran seperti itu juga yang membuatku bertahan hingga kini. Berbaringlah."


Akhirnya Bo Mi menuruti Soo Ji.

Soo Ji melihat foto keluarga Bo Mi. Ia mulai curhat, kadang ia masih merasa tak karuan tiap kali memikirkan Yu Na. Kadang, ia pun bersyukur memiliki kenangan indah bersamanya. Yu Na berada di dalam ambulans, adalah salah satu ingatan terkuat yang ia miliki tentang dia.

"Dia berbaring di ranjang rumah sakit. Dan tubuhnya yang ringkih, berubah menjadi abu saat dikremasi. Kadang, aku berharap bisa... melupakan semua. Tapi, kemudian aku merasa bersalah memiliki pemikiran semacam itu. Aku tidak pernah menyangka akan menangis tiap kali memikirkan dia." Lanjut Soo Ji."

"Aku ingin melupakan... namun tak bisa. Tidak, aku tak boleh melupakannya. Aku satu-satunya korban selamat. Ada sesuatu yang harus kulakukan."

"Benar. Ada sesuatu yang harus kita lakukan."


Do Han duduk dengan posisi aneh sejak datang ke kantor polisi. Soon Ae datang dan menyapanya tapi Do Han hanya memandangnya saja.


Soon Ae lalu berbisik pada Jin Ki, kenapa Do Han jadi seperti itu. Jin Ki juga tidak tahu, dari tadi Do Han sudah memelototinya begitu.

Do Han sebenarnya berpikir, siapa kira-kira 'anjing' lain Yoo Seung Roo.


Jin Ki mendapat laporan bahwa Soo Ji muncul di Pyeongtaek, Miseo-dong, Ian Apartment sambil pura-pura jadi detektif.


Kyung Soo menyamar sebagai pekerja paruh waktu yang membagikan korek gratis. Ia memberikan satu untuk Jin Ku tapi sebenarnya itu adalah GPS.


Kyung Soo melaporkannya pada Soo Ji. Soo Jimenakui hasil kerjanya, lalu ia bertanya dimana Jin Ku sekarang.

"Sebuah upacara pemakaman. Dia datang untuk mengantar pria yang dibunuhnya sendiri."

"Kurasa, dia menunggu Bo Mi datang."

"Apakah itu kebetulan? Soal dia muncul tepat saat kita menggali lagi kasusnya?"

"Entahlah."


Bo Mi mengagetkan, ia melihat polisi menuju apartemennya. Soo Ji memperhatikan layar, mereka mengirim pasukan lengkap, jelas bukan penjahat biasa. Kyung Soo panik, haruskah ia kesana?

Soo Ji: Aku akan mengurus segalanya di sini. Kau hanya perlu menangkap orang itu.

Bo Mi: Kita harus bagaimana?

Soo Ji: Pertama-tama, kita pergi dulu dari sini. Kita masih punya waktu sebelum mereka sampai. Kemasi barang-barangmu. Hapus semua data yang menjurus pada identitasmu.


Bo Mi teringat kejadian itu dan kejadian setelahnya, dimana orang-orang menggunjingnya karena berhasil selamat seorang diri. Mendadak ia jadi terkenal dilingkungannya dan orang-orang selalu membicarakannya.


Bo Mi tidak tahan akan hal itu, jadilah ia mengunci diri di dalam kamarnya.


Soo Ji memasukkan foto keluarga Bo Mi ke dalam tas, tapi Bo Mi malah diam saja. Bo Mi tidak bisa pergi dari kamarnya.

"Bo Mi-ah, sekarang Kyung Soo sedang mengawasi pelakunya. Aku pun di sini bersamamu. Kita bisa keluar bersama." Bujuk Soo Ji.

"Aku tidak bisa pergi. Aku tidak bisa melupakan sedetikpun insiden malam itu. Dua perampok masuk, ayah dan ibuku meninggal, kakakku juga tewas, lalu kenapa aku selamat sendirian? Malam itu terasa terus terulang. Kau boleh menyebutku pengecut. Aku tidak bisa melakukannya. Aku sangat takut. Aku tidak mau keluar dari sini."


Do Han juga ikut dalam rombongan detektif itu.


Sementara itu, Soo Ji menuju sebuah parkiran lalu memecahkan salah satu kaca mobil dengan alat pemadam kebakaran. Ia menarik perhatian orang-orang dan malah membuka maskernya lalu ia membawa mobil itu pergi. Orang-orang melaporkannya ke polisi.


Eun Joong mendapat laporan soal apartemen Bo Mi dari asistennya. Tapi apartemen itu dicatatan tidak ada penghuninya karena Bo Mi menghilang setelah insiden pembunuhan itu.

Sementara itu, sekretarisnya mendapat telfon lalu segera disampaikan padanya. Soo Ji saat ini tengah kabur dengan mobil curian.

"Mobil curian?" Ulang Eun Joong.


Soon Ae mendapat laporan itu juga, lalu ia memerintahkan tim-nya untuk putar balik. Tak lupa ia mengabari Do Han kalau Soo Ji mencuri mobil di area parkir dan melarikan diri.

"Lalu?" tanya Do Han.

"Dia bergegas  pergi setelah terekam di CCTV,  jadi dia mungkin masih di gang sekitar situ."

"Aku mengerti. Kabari aku kalau dia sudah tertangkap."

Do Han tidak ikut putar balik, rencananya adalah untuk menghancurkan bukti yang tertinggal di apartemen Bo Mi.


Soon Ae dan tim-nya menemukan mobil yang dibawa Soo Ji, tapi mobilnya kosong. Soon Ae menyuruh semua untuk tetap mencari Soo Ji, ia yakin Soo Ji masih belum jauh.


Soo Ji kembali ke apartemen Bo Mi, ia menyuruh Bo Mi untuk bersiap. Bo Mi bersikeras tidak bisa keluar. Bo Mi membujuknya, ia pastikan Bo Mi tidak bertemu banyak orang.

"Kau hanya perlu membulatkan tekad, Bo Mi-ah. Tidak mungkin selamanya kau berdiam di situ. Aku sudah mengulur waktu, tapi tak lama pasti polisi akan datang."


Bo Mi kembali mengingat kejadian malam itu. ia menutup matanya lalu mengepalkan tangannya. Tapi saat ia membuka matanya, ia melihat orang-orang berjas hitam mengepung apartemennya dan Soo Ji menuju ke kepungan itu.

Sementara itu, Do Han juga sudah dekat dengan apartemen Bo Mi.


Ternyata orang-orang itu adalah anak buah Eun Joong. Soo Ji berhasil dikepung oleh mereka.

"Lama tak jumpa, Jo Hyeongsanim (detektif). Terasa aneh kau mencuri mobil dan membiarkan dirimu terekam oleh CCTV. Kau sengaja mengalihkan perhatian polisi. Pasti ada seseorang yang hendak kau lindungi di situ."

"Tidak ada sama sekali."

"Kami sudah memastikan dengan pemilik apartemennya. Dia bilang ada yang tinggal di situ, tapi tak pernah keluar sama sekali. Aku yakin kau pasti akan kembali untuk orang itu."

"Jika aku memintamu melepasku, kau tidak akan mau, 'kan? Kau selalu sama."

"Berhentilah memburu penjahat memakai pistolmu. Hentikanlah sekarang."

"Jika aku menyerah, lalu siapa yang akan menjatuhkan Yoon Seung Ro?"

"Aku bergabung dengan Tim Investigasi Gabungan. Aku bermaksud menangkapmu agar dapat menginvestigasi ulang kasus Yu Na."

"Tidak ada gunanya selama Yoon Seung Ro masih berkuasa. Hanya ada jalan buntu."

"Kali ini akan berbeda. Aku tidak akan kehilangan apa-apa seperti dulu."

"Aku pun berharap Geomsanim (jaksa) dapat berhasil. Tapi, saat ini akhirnya orang mulai tertarik pada kasus Yu Na. Aku tidak bisa mempertaruhkan diri untuk memercayai Geomsanim. Jika aku gagal lagi, Yoon Seung Ro... bisa menjadi Jaksa Agung. Lalu, kasus Yu Na akan ditutup lagi."

"Jika Hyeongsanim terus begini, mungkin bisa menangkap Geomsajang, tapi setelahnya kau akan dipenjara seumur hidup."

"Aku sudah siap."

"Aku tidak bisa membiarkannya."


Soo Ji tidak menjawabnya, ia memperhatikan cara untuk melarikan diri.

Eun Joong mendekati Soo Ji, "Bisakah kau memercayaiku kali ini? Aku akan melakukan segala sesuatu yang tak bisa kulakukan satu tahun yang lalu."

"Maafkan aku, Geomsanim."


Soo Ji melompat ke bawah, ia bergelantungan pada tali jemuran, api tali itu putus dan ia terjatuh. Untung Soo Ji masih bisa berdiri tapi tim EUn Joong bergerak cepat.


Mereka mengepung Soo Ji lagi, Soo Ji hendak naik tapi mereka memeganginya. Ia melawan habis-habisan tapi karena ia sendiri dan mereka banyak, akhirnya ia tertangkap.


Jin Ku bertanya pada orang-orang di pemakaman mengenai Bo Mi tapi tidak ada satupun dari mereka yang tahu, bahkan namanya saja baru dengar. Jadi Jin Ku pun segera pergi dari sana karena rencananya gagal.


Kyung Soo akan mengikuti Jin Ku tapi Bo Mi menelfonnya.

"Apa yang terjadi? Dia berhasil lolos?"

"Dia tertangkap."

"Apa?"

"Dia datang untuk menjemputku. Dia ingin mengajakku pergi bersama, tapi dia tertangkap."

"Hanya dia?"

"Semua gara-gara aku."

"Aku bilang padanya tidak mau pergi. Aku takut."

"Aku akan menjemputmu. Jangan kemana-mana."

"Jangan! Tempat ini dijaga ketat. Kau bisa tertangkap juga."

"Lalu, aku harus bagaimana?"


Do Han sampai disana telat, karena Soo Ji sudah tertangkap. Panik lah dia, tapi ia segera menguasai dirinya.


Ia bersandiwara seperti biasa, "Pada akhirnya, kami menangkapmu. Semestinya kau tertangkap olehku."

"Aku melakukan kesalahan. Semestinya, aku buat perhitungan dulu denganmu sebelum tertangkap."

"Aigoo... kau masih pura-pura tangguh. Sayangnya, kau sudah tamat!"

"Ini belum selesai."

"Aku juga... berharap begitu."


Orang-orang itu membawa Soo Ji pergi, lalu Do Han bicara berdua dengan Eun Joong, "Sudah memeriksa rumah itu?"

"Tidak, dia mengurung diri di dalam. Kami akan coba membujuknya. Bila tidak berhasil, kami akan memaksa masuk."

Lalu Eun Joong menyusul timnya. Do Han bergumam, "Dia di dalam?"


Detektif datang tapi hanya Byung Jae seorang, ia bilang yang lain akan bergabung. Eun Joong pun menyerahkan Soo Ji padanya dan ia memborgol Soo Ji.

"Kalau begitu, pergilah ke kantor polisi duluan. Aku akan menyusul setelah memeriksa rumah itu."

"Baik."

Soo Ji menegaskan kalau Eun Joong sudah melakukan kesalahan. Eun Joong memberikan jasnya untuk menutupi borgol ditangan Soo Ji.

"Kali ini, tidak akan seperti satu tahun lalu. Aku akan memastikannya." Janji Eun Joong.


Do Han membujuk Eun Joong untuk mengikuti mereka sementara biar ia yang mengurus segalanya disana. Tapi Eun Joong tidak memperdulikannya, ia menyuruh tim-nya untuk memeriksa penghuni lain di lantai atas.

"Kita tunggu sebentar lagi, kalau dia tidak keluar juga, baru kita terobos paksa." Lanjut Eun Joong.


Bo Mi memberitahu Kyung Soo kalau Soo Ji dobawa pergi, ia mengacaukan segalanya.

"Entahlah. Aku akan menyelamatkan Noonim dulu, setelah itu menjemputmu. Fokus dan konsentrasilah kemana mereka membawa Noonim. Aku akan melakukan apa saja untuk menyelamatkannya."


Tapi Kyung Soo jadi kehilangan Jin Ku, soalnya koreknya dibuang oleh Jin Ku. Kyung Soo kesal, padahal ia berjanji pada Soo Ji akan terus mengawasinya.

"Aku harus bagaimana? Aku hanya bisa melakukan satu hal di satu waktu. Kalau segala sesuatu terjadi berbarengan, aku harus bagaimana?"


Eun Joong melamun di mobilnya, ia memandangi lencana detektif yang dibuang Soo Ji dulu.


Do Han membuyarkan lamunannya dengan mengetuk kaca mobilnya.

"Lihat, 'kan? Aku tahu kau mencemaskan dia. Kau membuatku sedih saja. Pergi saja. Aku akan mengurus masalah di sini bersama Lee Timjang."

"Setiap kali kau mau melakukan sesuatu, pasti ada alasan di baliknya. Apalagi sekarang?"

"Lupakan saja kalau begitu. Tidak bisakah kau menghargai ketulusanku? Tentu saja, kau cemas karena wanita itu diborgol. Apa kau yakin sanggup beradu pandang dengan dia di ruang interogasi? Aku saja yang menginterogasinya. Pasti sulit karena hubungan kami tidak akur, tapi... begitulah suratan takdir wanita itu. Aku pergi."

"Aku akan membiarkan para detektif bersamamu di sini. Kau bisa mengurus penggeledahannya."

"Jadi, kau pergi? Aku tidak butuh para detektif itu."


Tapi terlambat karena Soon Ae dan tim-nya sudah tiba. Mereka mendapat kabar kalau Soo Ji ada disana.

"Telepon Timjangnim sibuk, jadi aku menghubungi Nam Hyeongsa. Dia tidak memberitahu?" Jawab Eun Joong.

"Nam Hyeongsa? Tidak, dia tidak bilang apa-apa.
Memang kenapa?"

DO Han: Apalagi? Kami berhasil menangkap Jo Soo Ji.

Soon Ae: Soo Ji tertangkap? Dimana? Kapan? Bagaimana?

Do Han: Kau memang pintar sekali mengurus anggotamu (sarkasme).


Soon Ae lalu bertanya pada Tim-nya soal Byung Jae tapi tidak ada yang tahu. Jin Ki datang terengah-engah, ia kesal apalagi Soon Ae meneriakinya saat ia bertanya mengenai Byung Jae.

"Saat aku kembali dari pengejaran, dia sudah pergi naik mobil. Dia juga tidak menjawab ponselnya." Jelas Jin Ki.

Do Han sepertinya tahu sekarang, siapa itu 'anjing' Yoo Seung Ro.  Ia segera menyelinap dari sana.


Byung Jae membawa Soo Ji ke sebuah gang kecil. Soo Ji mengingatkan kalau mereka salah jalan tapi Byung Jae diam saja. Ternyata Byung Jae lah yang melepaskan Kim Woo Sung dulu dan juga yang melaporkan setiap pergerakan mereka pada Yoon Seung Roo.

2 komentar

Ini drama seru banget. Seneng ada mbak diana yang review drama ini. Lanjut terus mbak diana.... Kayaknya eun jong masih ada rasa sama soo ji deh :)

makin seru dramanya. terima kasih mba diana sudah mau buat sinopsis drama ini.di tunggu sinopsis ep selanjutnya...semangat mba nulis nya..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon