Wednesday, June 21, 2017

Sinopsis Lookout EPisode 19

Tags

Sinopsis Lookout EPisode 19

Sumber Gamber: MBC


Do Han sudah tertangkap basah oleh Soo Ji tapi ia tetap mengelak. Akhirnya Gwang Woo yang mengakui semua. Tapi Soo Ji paham, Do Han sudah melewati banyak hal untuk menyembunyikan segalanya, Jelas Do Han tidak akan mudah menyerah atas kebohongannya.

Soo Ji menunjukkan kertas yang ia temukan di rumahDo Han. Ia menjelaskan kalau semua pesan Daejang berasal dari satu kertas berpola dan kertas dari rumah Do Han itu melengkapi potongan kertasnya.

Soo Ji: Kaulah si pengirim pesan sekaligus Daejang, inilah bukti tidak terbantah.

Gwang Woo: Kita semestinya tidak melibatkan dia sedari awal.


Do Han masih bisa tersenyum, ia menunjukkan rekaman Soo Ji di dalam rumahnya.

Do Han: Menurutmu, bagaimana kelihatannya? Bagiku, terlihat seseorang sedang berupaya menanamkan perangkap untukku.

Soo Ji: Tentu, Daejang akan bicara begitu. Tapi, kali ini tidak ada jalan keluar.


Soo Ji langsung menghubungi Tim Investigasi Gabungan. Kebetulan yang mengangkatnya adalah Jin Ki.

"Sunbaenim? Sungguh Jo Sunbaenim?"

Semua terkejut, Soon Ae langsung menyuruh yang lain untuk melacak lokasi Soo Ji. Sementara Jin Ki berusaha mengulr waktu. Jin Ki bertanya kenapa Soo Ji mendadak menelfon.

"Aku ingin menyerahkan diri."

"Menyerahkan diri?"


Soon Ae lalu mengambil telfon dari Jin Ki, jika Soo Ji benar-benar ingin menyerahkan diri, datanglah langsung ke kantor polisi, apa-apaan ini pakai menelfon segala?

"Timjangnim, kau coba melacak posisiku sekarang, 'kan?"

"Tentu saja."

"Aku akan menunggumu. Timjangnim, kemarilah... ebelum aku berubah pikiran."

Soo Ji menutup telfonnya tapi Anggota Tim belum mendapatkan lokasinya. Byung Jae tersenyum, sekarang Soo Ji bahkan menyuruh mereka menjemputnya. Soon Ae berteriak, meminta mereka cepat menemukan lokasi Soo Ji.


Do Han mengingatkan, jika Soo Ji tertangkap sekarang, segalanya berakhir. Soo Ji menjawab, kalau ia tertangkap, Do Han juga tamat.

"Kelihatannya, kau lebih pandai berakting dibanding aku. Tapi, ancaman tidak mempan padaku."

"Aku tidak berbohong."

Do Han lalu mendapat telfon dari Soon Ae perihal Soo Ji yang akan menyerahkan diri dan mereka sedang melacak lokasi ponsel Soo Ji.

Soo Ji berkata akan tetap disana sampai Do Han menceritakan semuanya padanya apa saja yang selama ini Do Han rencanakan sendirian sedari awal, sebelum polisi tiba di sana. Do Han memanfaatkan dirinya, Bo Mi, dan Kyung Soo untuk membalas dendam pada Yoon Seung Ro, 'kan?


Do Han akhirnya mengakui, ia memang sama seperti Soo Ji, Kyung Soo dan Bo Mi, ada yang ingin ia tangkap. Tapi bukankah mereka sudah sepakat sejak awal? Bukankah demi membalas dendam, mereka bersatu sejak awal?

Soo Ji: Demi dendam pribadimu, kau memanfaatkan kami.

Do Han: Aku memberi kalian informasi sesuai janjiku. Dan kalian pun membalaskan dendam kalian, bukan demi aku.


Soo Ji mulai emosi, ia ingin tahu kenapa Do Han memanfaatkan Yu Na untuk ini? Soo Ji yakin Gwan Woo juga pasti tahu akan hal ini. Do Han membantahnya, ia melakukannya sendirian.

Gwan Woo: Aku juga bersalah karena tidak menghentikan dia.

Soo Ji: Kalian berdua sama saja. Kau memanfaatkanku menangkap Yoon Shi Wan, lalu membebaskan dia. Kau juga menutup mulut.

Do Han: Yoon Seung Ro, meskipun bukan aku, tetap akan membuat seseorang membereskannya.

Soo Ji: Itu tidak lantas membenarkan tindakanmu! Putriku tewas! Seseorang kehilangan nyawanya! Tapi, kau memanfaatkan kematian itu sebagai kesempatan mendekati Yoon Seung Ro. Kau... tak ada bedanya dengan Yoon Seung Ro. Kau mempermainkan nyawa seseorang.. agar bisa mencapai tujuanmu, dan bahkan tidak menyadari itu salah.


Kyung Soo dan Bo Mi masuk. Soo Ji melemparkan sesuatu pada Kyung Soo. Ternyata Kyung Soo tadi merekam pembicaraan Do Han dan Soo Ji. terutama saat Do Han bilang, "Yoon Seung Ro meski bukan aku tetap akan menyuruh orang lain membereskannya."

Bo Mi: Satu kata saja, maka rekaman ini akan tersebar di internet.

Do Han malah ngakak.


Soon Ae dan Tim sudah menemukan lokasi ponsel Soo Ji. Ia sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke sana. Eun Joong juga barusan diberitahu dan akan menuju kesana.

"Ah, sudah menghubungi Jang Geomsa?" Tanya Eun Joong.

"Sudah, tapi ditutup... lalu tidak bisa dihubungi lagi setelahnya."

"Aku mengerti."


Eun Joong masuk ke ruangan Do Han, tapi orangnya tidak ada disana. Ia lalu menghubungi Do Han.


Do Han akhirnya bertanya apa yang mereka mau. Kyung Soo ingin Do Han mengatakan segala sesuatu tentang ibunya, ia yakin Daejang tahu lebih banyak tentang ibunya daripada dirinya. Bo Mi ingin tahu bagaimana cara menjatuhkan Yoon Seung Ro. Soo Ji ingin Do Han menjawab dengan jujur


Do Han: Baiklah. Aku akan memberi jawaban terbaik. Tapi, ceritanya sangat panjang. Polisi mungkin akan muncul dan menghentikanku.

Soo Ji: Kau punya banyak waktu. Nikmati saja.


Soon Ae dan tim sampai di lokasi ponsel Soo Ji tapi disana cuma jalanan sepi, kanan kirinya semak-semak. Soon Ae lalu menemukan ponsel tergeletak.

Byung Jae: Sudah kuduga. Dia mempermainkan kita lagi.


Eun Joong ternyata juga sudah sampai disana. Soon Ae menjelaskan situsinya tapi Eun Joong malah bertanya dimana Do Han saat ini. Soon Ae heran, kenapa Eun Joong daritadi menanyakan Do Han terus?

"Aku punya firasat dia sedang bersama Jo Hyeongsanim."

"Kau juga memerika black box tentang keberadaannya di hari Soo Ji tertembak. Adakah hubungannya dengan Soo Ji?"

"Itulah yang ingin kupastikan."

"Bisa tidak menemukan keberadaan Jang Geomsa sekarang?"


Do Han mengerti sekarang, ternyata tadi mereka menipunya. Soo Ji menghubungi Kyung Soo bukan anggota Tim Investigasi. Dan Bo Mi yang menghubungi Anggota Tim Investigasi. Jadi Soo Ji bisa mendengar Jin Ki dari ponsel Kyung Soo dan Jin Ki bisa mendengar Soo Ji dari ponsel Bo Mi.

Kyung Soo meninggalkan ponselnya disana lalu bergegas ke Gereja.


Kyung Soo menjawab Do Han. Do Han sendiri sudah menipu Soo Ji selama lebih dari satu tahun.


Do Han mengangkat telfon Eun Joong. Eun Joong menjelaskan kalau situasinya lagi kacau sekarang karena Soo Ji akan menyerahkan diri, lalu Do Han dimana?

"Di jalan menuju kantor."

"Sungguh? Kau tahu dia hendak menyerahkan diri dan tidak peduli kami berhasil menangkapnya ataupun tidak?"

"Kurasa, kau merindukan dia. Dia memintamu datang untuk melihat dirinya menyerahkan diri? Picik sekali."


Terdengarlah suara sirine mobil polisi. Bo Mi melihat CCTV dan beberapa mobil polisi menuju Gereja. Kyung Soo heran, bagaimana polisi bisa tahu mereka ada di sana?

Mereka semua lalu memandangi Do Han. Do Han juga mengerti bagaimana polisi tahu, ia lalu bertanya pada Eun Joong, dimana sekarang.

"Perjalanan menangkap Jo Hyeongsanim." Jawab Eun Joong.


Gwang Woo akan mengalihkan para polisi, jadi ia menyuruh yang lain lekas kabur. Kyung Soo dan Bo Mi memandang Soo Ji, sementara Do Han hanya bisa menghela nafas.


Gwan Woo keluar menemui Soon Ae dan Tim. Sementara Eun Joong mengenali Gwan Woo adalah orang yang ditemui Do Han di luar tahanan kemarin.

Gwan Woo memberi pernyataan kalau sejak tadi ia berdoadigereja sendirian. Soon Ae lalu memerintahkan Tim-nya untuk mencari di lingkungan gereja tapi Eun Joong tidak menyetujuinya.

Eun Joong: Geledah dalam gereja dulu.

Soon Ae: Kau tidak dengar kata beliau?

Eun Joong: Geledah gerejanya.


Mereka masuk ke dalam gereja dan memang disana tidak ada siapa-siapa. Eun Joong memerintah mereka untuk mencari di sekitar, pasti mobil Do han terparkir tidak jauh dari sana. Dan juga periksa kamera CCTV.


Do Han kabur bersama Soo Ji. Tapi di atas mereka ada Eun Joong, Byun Jae dan 2 polisi. Untung Byung Jae merasa tidak mungkin ada orang disana, lalu ada yang memanggil. Mereka pun berbalik.


Kyung SOo lari bersama Bo Mi tapi mereka terkepung. Bo Mi berhasil ditangkap sementara Kyung Soo dipaksa Bo Mi untuk lari. Bo Mi ditangkap karena membantu seorang buronan.


Kyung Soo berhasil bersembunyi. Sementara Bo Mi akan dibawa ke mobil polisi. Bo Mi melihat CCTV sedang menyorotnya lalu ia pura-pura sesak nafas. Semuanya panik. Soon Ae memerintahkan untuk menelfon ambulan.


Kyung Soo melihatnya melalui CCTV, ia tahu keberadaan Bo Mi tapi bingung bagaimana cara untuk menemukannya.


Kyung Soo menemukan satu cara, yaitu meledakkan salah satu speaker melalui bakat retasnya. Suara ledakan itu seperti suara tembakan. Maka polisi yang menjaga Bo Mi berkurang, jadi hanya seorang karena yang lain bergerak menuju asal suara.


Eun Joong, Byung Jae juga akan bergerak ke asal suara ledakan tapi Byung Jae mendapat kabar kalau mobil Do Han sidah ditemukan. Mereka pun bergerak ke lokasi mobil Do Han.


Kyung Soo senang karena Bo Mi hanya dijaga satu polisi, ia lalu bergerak untuk menyelamatkan Bo Mi.


Do Han dan Soo Ji ketahuan. Soo Ji yang kebetulan sedang membawa pistol langsung menodongkannya pada Do Han. Eun Joong bertanya, apa yang terjadi hingga Soo Ji ada disana bersama Do Han?

"Dia mengancamku dengan amarahnya akibat insiden satu tahun lalu." Jelas Do Han.

"Bukankah tadi kau bilang di jalan menuju kantor? Aku disandera olehnya. Jadi terpaksa bilang begitu."


Soo Ji lalu memaksa Do Han untuk masuk ke dalam mobil dan segera menjalankannya. Eun Joong memerintahkan untuk melacak mobil Do Han.


Kyung Soo memukul polisi yang menjaga Bo Mi sampai pingsan. Ia lalu menerogoh saku polisi itu untuk mencari kunci borgol Bo Mi, selanjutnya ia membimbing Bo Mi untuk melarikan diri dari sana.


Terjadilah kejar-kejaran antara mobil polisi dan mobil Do Han. Soo Ji memperingatkan Do Han kalau polisi mengejar mereka. Do Han juga sudah tahu kali!

"Kau ahli mengemudi? Kalau tidak, mari tukar posisi."

Do Han tersenyum lalu menginjak pedal gasnya lebih kencang.


Sementara itu, Kyung SOo dan Bo Mi juga dikejar. Tapi atah mereka berbeda, jadi polisi terbagi dua tim.


namun pada akhirnya mereka menuju arah yang sama dan mobil mereka bersandingan. Soo Ji menyuruh mereka lebih cepat.


Lalu Do Han memotong jalan para mobil polisi. Soo Ji kembali bersandiwara seolah mengancam Do Han. Akhirnya Kyung Soo dan Bo Mi bisa lolos dari kejaran polisi.


Soo Ji memerintahkan Do Han untuk jalan, dan Do Han memilih jalan mundur lalu putar arah dan mereka pun akhirnya lolos dari kejaran mobil polisi. Soon Ae marah-marah karena lagi-lagi kehilangan Soo Ji.


Soo Ji mengakuikemampuan mengemudi Do Han, sebagaimana seseorang yang memakai identitas palsu
sekian lama.

"Cukup untuk pujiannya sekarang. Sekarang, kita berpisah saja dulu. Kita tidak bisa main sandera-sanderaan terus."


Soo Ji kembali menodongkan pistolnyapada Do Han. Do Han memintanya berhenti, sudah tidak ada penontonnya sekarang jadi tidak perlu begitu.

Soo Ji memerintah Do Han untuk pergi ke kantor detektif swasta. Ia yakin Do Han juga tahu tempatnya.

"Tentu. Masih ada tuntutan lain?"

"Setelah kasus Ibu Kyung Soo selesai, katakan pada reporter semua yang sudah kau lakukan. Demi Yoon Seung Ro kau menutup kasus Yu Na tanpa menyelidikinya. Sampaikan kebenarannya."

"Aku tidak bisa melakukannya. Sekalipun kulakukan, Yoon Seung Ro hanya akan melimpahkan kesalahan kepadaku, lalu meloloskan diri lagi."

"Lalu kau, hanya akan kehilangan pendukungmu, aku, secara sia-sia."

"Setidaknya... itu cukup untuk penyelidikan ulang kasus Yu Na."

"Lalu, kau pikir bukti satu tahun lalu yang tidak ditemukan kali ini akan muncul? Kau... tidak tahu soal Yoon Seung Ro sebanyak aku. Yoon Seung Ro adalah... orang yang sanggup menjadikan orang biasa sebagai mata-mata melalui metode penyiksaan. Tapi setelah 30 tahun berlalu, minta maaf pun dia tidak. Itu belum apa-apa. Dia bahkan melupakan hal semacam itu... pernah terjadi.

Kilas Balik...

Setelah 6 tahun ayahku dipenjara, awalnya dia berlaku seperti mayat hidup, namun perlahan mulai bangkit dari keterpurukannya. Tapi, itu tidak bertahan lama. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya, kehidupan Yoon Seung Ro yang hebat. Berbeda darinya.


Awalnya ayah Do Han adalah suami yang penyayang tapi karena menyaksikan Yoon Seung Ro hidup dengan baik, ia pun kesal dan jadi suka minum-minum.


Suatau hari, Gwan Woo pulang dan ia mendapati ibunya terlentang tak bernyawa disamping ayah Do Han. Ia langusng muntah-muntah.

Do Han tak lama kemudian datang, ia membantu Gwang Woo menepuk-nepuk punggugnya tapi malah di dorong. Do Han lalu menoleh ke arah ayah dan ibunya.

Kilas Balik selesai...


Do Han: Aku mencoba menjadikan kasus itu sebagai efek trauma penyiksaan yang ia terima. Menurut hukum, dia tetap seorang mata-mata. Berkali-kali aku mencoba mengajukan banding, namun ditolak. Terdapat surat pengakuan yang ditulis sendiri oleh ayahku, ada saksi, lalu detektif yang menyiksa ayahku tidak bisa ditemukan. Kemudian, ayahku kembali ke penjara. Kali itu, akibat pembunuhan. Sedangkan Yoon Seung Ro menjadi kandidat Jaksa Agung. Seperti itulah dia. Yoon Seung Ro.

Soo Ji: Lalu... apa rencana... yang akan kau jalankan untuk menangkapnya?


Jin Ki sudah memeriksa CCTV, tapi tidak menemukan keberadaan mereka. Soon Ae berkata pada Eun Joong kalau mereka harus melebarkan lokasi pencarian dan menambah personil.


Tapi Eun Joong sejak tadi selalu berpikir membuatnya heran. "Tapi Geomsanim, bagaimana kau bisa tahu Jang Geomsanim dijadikan sandera?"

Eun Joong tidak menjawabnya malah pamit keluar sebentar.


Soon Ae menyusulnya,"Geomsanim. Sekarang ini, Jang Geomsanim dengan Soo Ji, terlibat dalam hal yang tidak kami ketahui, 'kan?"

"Timjangnim pernah berkata padaku, 'kan? Jika Timjangnim berada di bawah komandoku, mungkin tidak akan bisa menangkap Jo Hyeongsanim."

"Aku memang berpikir begitu. Hukum berada jauh, sedangkan orangnya tepat di sana. Aku melihat mata dan suaranya sebelum memeriksa hal lain. Kurasa, aku tidak layak menjadi detektif. Tapi, kenapa membahasnya?"

"Lalu, apa bedanya kita dengan Geomsajang? Jika kita mengabaikan hukum hanya karena hubungan personal dan masa lalu, kita sama saja dengan Geomsajangnim."

"Geomsanim, ada sesuatu yang tidak kau katakan pada
kami, 'kan?"

"Mereka berdua, jika terus begini, bisa berada dalam bahaya."

"Anu, tolong jangan bicara berputar-putar begitu. Langsung saja ke intinya."

"Kau akan tahu saat investigasi mulai berjalan."

"Lalu, bagaimana dengan penyanderaan itu?"

"Sejak awal tidak ada penyanderaan."


Eun Joong lalu menghubungi Joon Pyo, ia akan menyerahkan bukti yang ia maksud sekarang juga.


Ternyata yang dimaksud Soo Ji adalah tempat Kyung Soo. Do Han langsung duduk tanpa dipersilahkan, ia mengajak semuanya mulai bicara mumpung sudah ngumpul sekarang.


Eun Joong memberikan rekaman black boxitu pada Anggota Dewan Chae. Anggota Dewan Chae bertanya, bagaimana rekaman itu bisa digunakan untuk menangkap Yoon Seung Ro.


Eun Joong: Geomsajang... mencoba membunuh Jo Soo Ji.

Joon Pyo: Apakah ini rekaman suara atau video Geomsajang mengintruksikannya?

Eun Joong: Bukan begitu. Tapi atas perintah Geomsajang, orang yang bertugas mengeksekusinya adalah Nam Hyeongsa, lalu saat Jo Soo Ji cedera parah ia dipindahkan oleh Jang Do Han Geomsa.

Joon Pyo: Itu bukan bukti langsung dia memberi perintah pembunuhan.


Eun Joong: Itu sebabnya kita perlu menyelidikinya. Tanpa intervensi Geomsajang, kita perlu menggelar investigasi dan membuat publik memihak kita.

Anggota Dewan Chae: Tidak perlu kuatir. Aku akan mengurusnya.

Eun Joong: Anda perlu membuktikan hal itu.

Anggota Dewan Chae: Geomsajang. Kau sungguh ingin menangkapnya, 'kan?

Eun Joong: Saya ingin menunjukkan pada seseorang bahwa langkah saya benar.

Anggota Dewan Chae: Baiklah. Untuk Jaksa anti korupsi sepertimu, aku akan melakukan yang terbaik.


DO Han mulai dari ibunya Kyung Soo. Ibunya Kyung Soo bertemu dengan detektif Viper itu di saat-saat terakhir. Kyung Soo dan yang lain sudah tahu kalau soal itu. Bo Mimeminta Do Han beritahu saja yang mereka tidak ketahui.

Do Han: Ibumu, memberi kesaksian palsu dalam persidangan ayahku.

Kyung Soo: Tidak mungkin. Ibuku bukan orang seperti itu.

Do Han: Ancaman selalu bisa membuat orang berubah. Terutama seorang ibu yang tengah mengandung. Mungkin dia melakukan demi anaknya.

Kyung Soo: Kalau begitu, saat itu dia sedang mengandungku? Ibu tidak pernah cerita sebelumnya. Itu tidak mungkin.

Do Han: Akibat satu kata darinya, ayahku yang tidak bersalah berakhir di balik jeruji penjara.

Kilas Balik...

Ibu Kyung Soo duduk di bangku saksi, sementara Yoon Seung Ro sebagai jaksa menanyainya. APa benar Ibu Kyung Soo beekrja sebagai penjaga perpustakaan di perusahaan terdakwa. Ibu Kyung Soo membenarkannya.

"Anda mengatakan pada Kejaksaan, Anda bahkan membuatkan rekening rahasia untuknya yang direncanakan hendak dikirim ke Korea Utara?"

"Ya."

"Siapa yang memerintahkanmu melakukannya?"

"Bos saya, Lee Shin Hyuk."


Saat itu Do Han masih kecil dan masih hidup dengan nama Lee Gwan Woo.

Saat itu Do Han masih kecil.

Kilas Balik Selesai...


Do Han: Dia pasti merasa bersalah dan terus merahasiakannya.

Kyung Soo: Itukah sebabnya ibuku mengidap depresi? Ibuku yang malang. Pasti terasa sangat berat untuknya.


Soo Ji: Inikah alasan kau bertemu dengan dia beberapa hari sebelum dia menghilang?

Do Han: Dia hendak berangkat menjadi saksi persidangan. Pemohonan banding selalu saja ditolak, karena aku tidak memiliki cukup bukti. Berkat kemauan Ibu Kyung Soo membantu, barulah banding diterima.

Soo Ji: Namun Viper mengetahuinya.

Do Han: Kurasa begitu.


Kyung Soo: Aku tidak menyangka. Aku selalu merasa malu memiliki ibu yang depresi. Aish... bodoh sekali aku.

Bo Mi: Jangan begitu. Kita temukan ibumu bersama.


Soo Ji bertanya, apa Do Han tahu hal lain tentang Detektif Viper itu? Do Han lalu menunjukkan foto Byung Jae.

Soo Ji: Kau yakin?

Do Han: Belum. Mengonfirmasinya adalah tugas kalian.


Joon Pyo memberikan rekaman Black box itu pada Yoon Seung Ro. Disana terlihat kalau Do Han menyelamatkan Soo Ji, lalu Bo Mi membawanya.

Joon Pyo: Ini hadiah dari Anggota Dewan Chae Hye Sun.

3 komentar

Wuahhh do han ketahuan sama yon seung ro... di tunggu sinopsis ep selanjut nya mba... SEMANGAT

Seru banget,,ikut deg2an liat do han ketahuan sama young seung ro...
Semangat unnie...

Jadi jengkel sama cha hye sun ternyata dia ga segigih yg dikira huuft kasian do han goemsa... Thanks mbak sinopsisnya makin semangat yaa rekapnya...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...