Wednesday, June 28, 2017

Sinopsis Lookout Episode 22

Tags

Sinopsis Lookout Episode 22

Sumber Gambar: MBC

"Sekarang kalau dipikir, aku, Jang Geomsa, dan Nam Hyeongsa, kita bertiga terhubung semua dengan Lee Shin Hyuk."

"Begitukah? Kalau begitu, Nam Hyeongsa sejak kasus itu... bekerja untuk Anda?"

"Benar. Kita memiliki sejarah panjang dan takdir tidak terputus dengan dia. Nam Hyeongsa bahkan pergi menemuinya sekarang. Mereka pasti senang bertemu satu sama lain."


Ayah Do Han senang mendengar ada yang datang, ia mengira itu adalah Do Han karena ia sedang teringat Do  Han hari ini. Hari ini Ayah Do Han dalam keadaan sehat, tapi langsung down lagi saat melihat wajah Byung Jae. Byung Jae adalah detektif yang menyiksanya dulu.


Do Han menjawab, Detektif dan korban tidak mungkin senang bertemu satu sama lain. Yoon Seung Ro tahu hal itu, Jelas itu bukan kenangan indah bagi Lee Shin Hyuk.

"Kenangan indah?" Ulang Do Han.

"hehehe.. Kenapa kau emosional begitu? Apakah karena dia sempat menjadi ayah sambungmu? Atau... karena kau adalah anak kandung Lee Shin Hyuk?

Yoon Seung Ro mendapat pesan, ayah Do Han mengiris pergelagan tangannya sendiri setelah pertemuan itu.


Do Han memalingkan wajahnya dari Yoon Seung Ro tapi Yoon Seung Ro mengarahkan wajahnya untuk memandangnya.

"Kau tidak terlihat senang. Seolah kau ingin lari menghampiri ayahmu sekarang juga."

"Ayah saya? Ayah saya... sudah meninggal saat saya kecil. Lee Shin Hyuk itu... bahkan saat tinggal bersama ibuku, tidak sekalipun aku... menganggapnya sebagai ayahku. Lee Shin Hyuk... membunuh ibuku, dialah pelakunya."

"Tatapan matamu seolah mengatakan sejujurnya, kalau tidak... maka kau terlahir sebagai pendusta."


Eun Joong mendatangi Gwan Woo di Gereja, ia mengakui bahwa ia sudah tahu hubungan Gwan Woo dengan Do Han. Sekarang ia perlu memberitahu DO Han sesuatu, tapi tidak bisa menghubungi Do Han. 

"Kalau dia menelepon, "Geomsajang sudah mengetahuinya", tolong sampaikan itu padanya."

"Apa... maksudmu?"


Percakapan mereka tersela oleh telfon dari Soo Ji, "Bapa, Jang Do Han tidak bisa dihubungi. Nam Hyeongsa ke sini untuk menemui ayahnya Jang Do Han."

"Siapa.. menemui siapa?"

"Detektif yang menyiksa ayahnya Jang Do Han. Sesuatu pasti terjadi di dalam, tapi aku tidak bisa masuk ke sana. Apa kau bisa kemari sekarang?"

"Aku mengerti."

Gwan Oh lalu pamit pada Eun Joong. Eun Joong bertanya, apa Yoon Seung Ro sudah mulai bergerak? Gwan Woo balik menatap Eun Joong padahal tadi sudah siap pergi.


Do Han memastikan, apa Yoon Seung Ro mengatakan bahwa demi membalas dendam, ia mengubah identitas, begitu? Kenapa Yoon Seung Ro mencurigainya begitu? Lee Shin Hyuk ditahan sebagai mata-mata adalah keputusan yang sangat tepat. Yoon Seung Ro... mungkinkah merasa... itu adalah keputusan yang salah?


Selesai bicara dengan Yoon Seung Ro, DO Han langsung menghubungi Soo Ji, "Ayahku? Dia sungguh bertemu Nam Hyeongsa? Maka dia pasti sangat tertekan. Apakah ayahku... sungguh..."

"Datanglah ke kantor kita. Ayo bicara di sana."

"Apa yang terjadi dengan ayahku!?"

"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Kita bertemu di sana."

Do Han berusaha keras menangkan dirinya. Sementara Soo Ji melihat ayah Do han dimasukkan dalam ambulan.


Yoon Seung Ro melihat kembali rekaman black box itu. Ia mengakui bahwa Do Han memang pandai bicara, tapi kelihatannya tidak bisa dipercaya.


Soo Ji menghampiri Do Han yang sudah menunggunya. Do Han menanyakan keadaan ayahnya. Soo Ji menjelaskan kalau ayah Do Han di rumah sakit, tahap kritisnya sudah lewat. Jadi, sekarang dia baik-baik saja.

Do Han hendak kesana tapi Soo Ji manahannya. Itu sebabnya Soo Ji memanggil Do Han kesana, sekarang ini Do Han tidak bisa melakukan apa-apa.

"Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian."

"Bapa bersamanya."

Do Han tidak peduli, ia menepis tangan Soo Ji dan meneruskan langkahnya.

"Beginikah akhir dari semua kerja keras kita? Kau pikir, apa alasan dia mengirim Nam Hyeongsa? Dia ingin kau melakukannya. Jika kau pergi, kau jelas memenuhi keinginan Yoon Seung Ro. Kau melakukan semua ini demi ayahmu. Ini hanya masalah waktu." Kata Soo Ji sedikit meninggikan suaranya, tapi itu berhasil membuat Do Han berhenti.


Byung Jae di Rumah Sakit, ia melapor pada Yoon Seung Ro kalau Do Han tidak kesana, tapi justru Eun Joong dan seorang Pendeta yang datang.

"Kim Eun Joong ke sana?"

"Ya. Saya rasa, anaknya Lee Shin Hyuk adalah Pendeta itu. Jika Anda ingin lebih yakin, apakah perlu dilakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Jang Geomsa?"


Eun Joong masuk ke ruang perawatan ayah Do Han, ia menjelaskan pada Gwan Woo bahwa kondisi ayah Do Han sudah stabil, tapi dokter juga tidak tahu kapan beliau akan siuman.


"Pasti berat untuknya." Kata Gwan Woo.

"Dia seperti ini akibat tindakanku. Padahal dia tidak ada hubungan dengan kasus ini."

"Kadang kala, mereka yang tidak bersalah... selalu terluka."

"Kurasa, sulit bagi Jang Geomsa untuk datang. Aku akan menemaninya sampai siuman."

"Tidak. Untuk sekarang, aku adalah anak dari orang ini."

"Aku tahu sedikit tentang kalian berdua. Bisakah kau memberitahuku yang dipikirkan oleh Jang Geomsa? Aku sedikit banyak turut andil pada situasi ini. Aku ingin menemukan solusi."


Soo Ji membawakan Do Han minuman, ia melarang Do Han memikirkan apapun hari ini. Soo Ji awalnya akan pergi setelah memberikan minuman itu tapi kemudian ia berbalik dan duduk disamping Do Han.

"Apa kau sangat dekat dengan ayahmu?


"Selama ini... dia selalu di sisiku. Saat aku kena marah akibat nakal, tanpa sepengetahuan Ibu, dia menenangkanku. Kemudian... dia ikut dimarahi oleh ibuku. Appa suka memancing, jadi kami sering pergi bersama. Di sana.. aku belajar memasang umpan, juga belajar mengolah ikan.

Saat itu, dia adalah orang yang tahu segalanya, dan tidak takut melakukan apa pun. Aku masih mengingat langit malam itu.. bersama dia aku menatap air pantai yang gelap, seolah baru kemarin rasanya. Aku masih ingat tatapan bahagianya seperti anak-anak. Saat itu, cukup pergi bersamanya saja... sangat membahagiakan."


Paginya, Do Han sudah bersikap seperti biasa,ia bertanya pada Eun Joong mengenai penggilannya semalam, apa Eun Joong begitu merindukannya melihat banyaknya panggilan Eun Joong semalam?

"Ayahmu, sudah sadar petang tadi. Bapa bilang kondisinya sudah jauh lebih baik. Ayo kita bicara sebentar." Ajak Eun Joong.


Do Han bertanya, sejak kapan Eun Joong tahu. Eun Joong memberitahu soal rekaman black box itu yang sekarang ada di tangan Yoon Seung Ro.

"Sudah jelas. Kau menyerahkannya ke Kongres Chae untuk menangkap Yoon Seung Ro, tapi mungkin Kongres Chae malah bernegosiasi."

"Mereka sudah mendapatkan Oh Bujang. Aku mendengar dari Bapa kalau itu juga perbuatanmu."

"Kalau kau sudah tahu semuanya, kenapa seorang Kim Geomsa sepertimu tidak langsung menangkapku?"

"Sampai aku mendapatkan Yoon Seung Ro, aku akan membiarkanmu bebas. Kaulah yang semestinya melaporkan aku, Park Bujang, dan Kongres Chae. Jika kau lakukan, rekaman black box itu tidak akan ketahuan."

"Waktu itu kupikir bisa memanfaatkanmu sementara waktu. Aku tidak menyangka ketahuan begini."


Eun Joong menanyakan apa yang akan Do Han lakukan sekarang, mengingat Yoon Seung Rosudah mencurigainya. Do Han perlu memikirkannya.

"Aku sudah mendengar rencanamu. Yoon Seung Ro... Yakin kau bisa menangkapnya?"

"Aku masih memiliki satu momen krusial tersisa."

"Bila ini berhasil, apakah Jo Hyeongsanim bisa kembali?"

"Ya... seharusnya."

"Baiklah. Itu cukup bagiku."

"Kim Geomsa. Apa yang kau pikirkan?"

Eun Joong tidak menjawabnya, malah pergi begitu saja.


Soo Ji mengamati di luar rumah sakit, ia mengabari Gwan Woo kalau Byung Jae baru saja masuk ke dalam, jadi ia meminta Gwan Woo untuk berhati-hati. Gwan Woo langsung berlari menuju ruang perawatan ayah Do Han.


Byung Jae mendapat sample rambut ayahnya Do Han dari petugas polisi yang berjaga. Ia melihat Gwan WOo datang, maka ia cepat-cepat naik lift.


Gwan Woo melihatnya tapi sesaat sebelum pintu lift tertutup. Byung Jae langsung menghubungi kenalannya untuk meminta tes DNA.


Eun Joong menelfon Soon Ae, ia meminta Soon Ae datang ke ruangnnya karena ada yang ingin ia katakan.


Se Won memanggil Shi Wan, tapi Shi Wan mengabaikannya karena disana tidak terekam CCTV. Se Won kecewa.


Saat di lab Komputer Shi Wan kembali mendekati Se Won. Shi Wan pura-pura sedang mencari Se Won dari tadi. Shi Wan membawa dua snack, ia ingin makan itu bersama Se Won.


"Aku pikir tadi kau mengabaikanku, saat melihatku di sana tadi."

"Di sana? Kapan?"

"Kau tidak melihatku? Kita saling bertukar pandang."

"Benarkah? Aku tidak melihatmu. Semestinya kau memanggilku."

"Kurasa, aku salah paham. Omong-omong, aku juga punya."

Se Won mengeluarkan snack miliknya, ia juga punya dua.


Tujuan Eun Joong memanggil Soon Ae ke ruangannya adalah untuk menyerahkan diri. ialah... yang memberikan Soo Ji informasi. Kasus Miseo-dong dan Kim Woo Sung, ialah yang memberinya informasi.

"Aey, omong kosong macam itu dengan wajah datar begitu? Kau sedang bosan, ya?"

"Orang yang mengirim foto para tersangka ke Miseo-dong Apartment... adalah aku. Kasus Kim Woo Sung pun aku melakukan hal yang sama."

"Anu, kau pikir aku tidak mengenalmu? Kau sangat menjunjung tinggi kebenaran sampai mencoba menangkap sendiri wanita yang kau cintai. Kau... Kau melakukan apa?"

"Aku orangnya."


Do Han bergegas ke ruang interogasi. Ia lalu meminta semua detektif keluar, ia hendak bicara berdua dengan Eun Joong.

Do Han mematikan kamera dan perekam sebelum masuk menemui Eun Joong di ruang interogasi.


Do Han mengatai Eun Joong tidak waras, apa Eun Joong tahu arti semua perbuatannya ini? Eun Joong malah tersenyum. Do Han membentak, Eun Joong ini coba menghancurkan karirnya sebagai jaksa?!

"Aku akan menghancurkan Geomsajang dulu. Kau bilang aku tidak akan pernah berhasil menangkapnya dengan metodeku. Perkataanmu benar. Metodeku tidak berhasil. Sebab itu, aku akan bekerja sama denganmu. Tangkaplah Yoon Seung Ro. Lalu, bantu Jo Hyeongsanim pulang ke rumah."

"Jadi, kau memintaku menjebakmu? Kau pikir, kau bisa?"

"Aku menjebak diriku sendiri. Tapi, hanya sampai rencanamu berhasil. Setelah itu, kau harus mengakui semua tindakanmu."

"Menyesali ini tidak ada gunanya."

"Aku tahu."

"Kau tidak akan bisa mundur."

"Aku tidak akan melakukannya."

"Baiklah. Kalau itu yang kau inginkan, aku akan memanfaatkanmu semaksimal dan sepenuhnya. Dan akan kutangkap... Yoon Seung Ro."


Byung Jae mendapat telfon dari Yoon Seung Ro, tak lupa ia merekamnya sebelum bicara. "Ya, saya hanya memerlukan DNA Jang Geomsa. Saya akan menyusup ke rumahnya dan..."


Byung Jae terpaksa menghentikan telfonnya karena melihat ada Do han dibelakangnya.


Do Han lalu mendekat, "Apa yang kau katakan pada Geomsajangnim? Aey, padahal aku membawakan Nam Hyeongsa informasi bagus. Belum resmi, jadi simpan untuk dirimu sendiri. Ini untuk disampaikan saja pada Geomsajangnim. Kim Geomsa dan Jo Soo Ji terakhir kali bertukar informasi tentang ibu rumah tangga yang hilang tahun 2007 itu. Tapi, dalang kasus itu, Nam Hyeongsa, 'kan?"

"Omong kosong macam apa itu?"

"Bukan saatnya untuk menyangkal. Ada video di internet, dan sekarang, Kim Geomsa mengaku. Kasus itu, mungkin akan di investigasi ulang. Apa kau sudah melenyapkan semua bukti?"

"Auh, kau benar-benar aneh. Apa pun kata Kim Geomsanim, aku tidak terlibat. Pikirkan saja soal dirimu sendiri."

"Tentu saja. Aku tidak bisa menyelamatkan orang yang bersikukuh melompat dalam bara api. Aey, pria malang."

"Apa?"

"Anu, Geomsajangnim pasti menyalahkanmu atas kasus itu. Kau pasti mengenal Geomsajangnim lebih baik dariku, tapi... jangan memercayai dia. Pengunduran diri Oh Bujang pun ide orang itu. Aku harap kau membersihkan jejakmu dan menjaga integritasmu."


Do Han menghubungi SOo Ji, ia sudah memprovokasi Byung Jae, jadi dia akan segera bergerak. Soo Ji harus tetap mengawasi dia.

"Jangan mencemaskan aku dan tangkap saja Yoon Seung Ro. Ini mungkin kesempatan terakhir kita."


Kyung Soo beres-beres, Bo Mi menanyakan tujuannya tapi Kyung Soo diam saja. Kyung Soo malah menelfon Soo Ji.

"Noonim, aku ikut denganmu. Aku lelah terus menunggu di sini." Kata Kyung Soo dan tanpa pamit, ia langsung pergi.


Do Han mengatakan pada Yoon Seung Ro kalau Eun Joong lah orangnya. Baru saja, Eun Joong menyerahkan diri. Selama ini Do Han tidak bisa mengatakannya karena tidak ada bukti, tapi Do Han selalu menyelidikinya. Do Han rasa Eun Joong kemudian menyadari dan merasa tertekan.

"Bukankah Kim Geomsa dan Jo Soo Ji akrab?" Tanya Yoon Seung Ro.

"Ya. Bukan hanya itu, dia dan Kongres Chae pun terus berkomunikasi."

"Apa pun yang dilakukan Tim Investigasi Gabungan, Kongres Chae selalu protes. Begitu rupanya dia dapat informasi."

"Dan juga, rekaman black box itu telah dimanipulasi. Itu umpan untuk mendekati Kongres Chae."

"Kau pasti sangat kesal."

"Tidak. Saya tidak memiliki kekesalan karena selalu berhati-hati."

"Begitukah?"

"Sekalipun kesal, inilah kebenarannya."

"Info yang dia bocorkan pada Jo Soo Ji... apakah yang terakhir adalah Kasus Miseo-dong?"

"Ya, benar."

"Aku mengerti."


"Selama ini, aku.. salah menilai Jang Geomsa."

"Cukup untuk saya selama kesalahpahaman sudah diluruskan."

"Mulai sekarang, kuharap kita bisa bekerja sama lagi seperti dulu."

Do Han hanya tersenyum.


Yoon Seung Ro menghubungi Byung Jae, tidak perlu melakukan tes DNA pada Jang Do Han. Byung Jae mengerti, ia bertanya lagi adakah yang lain lagi?

"Tidak ada."

"Saya mengerti."

"Sekalipun Jang Do Han menyuruhku hati-hati, dia (Yoon Seung Ro) tidak ingin memberitahuku yang dia ketahui? Dia bisa meloloskan diri  kapan saja ia mau. Untungnya selama ini aku selalu merekamnya." Gumam Byung Jae setelah menutup telfon.


Soo Ji mengawasi mobil Byung Jae dari CCTV, ia hendak mengikuti Byung jae saat mobilnya bergerak tapi Kyung Soo masuk ke mobil.

"Bukankah ini mobilnya Nam Byung Jae?" Tanya Kyung Soo.

"Oh, benar."


Byung Jae bergegas menuju suatu tempat, ia memastika tidak ada mobil yang mengikutinya. tapi ternyata Soo Ji dan Kyung Soo tetap mengikutinya.

Bo Mi mengomando, tetap jaga jarak, selama jaraknya aman, Byung Jae tidak akan curiga.

Soo Ji: Aku mengerti.


Do Han memaksa masuk ke ruangan Yoon Seung Ri, ada hal darurat yang perlu ia laporkan.

"Itu, kasus ibu rumah tangga yang hilang tahun 2007, apakah benar Nam Hyeongsa terlibat? Dalam interogasi Kim Geomsa, hal itu diungkit ke permukaan. Sekarang, Nam Hyeongsa mendadak hilang. Tim sedang mencarinya."

"Apa maksudmu dia hilang?"


"Saya rasa, dia takut interogasi Kim Geomsa akan mengungkap sesuatu. Saya rasa, dia pergi melenyapkan mayatnya. Jo Soo Ji akan mendapatkan informasi ini dan memburunya. Jika dia tertangkap di TKP, Geomsajangnim bisa tersudut, itulah yang saya takutkan."

"Kenapa kau berkata begitu? Tentu, saya yakin Geomsajangim tidak terlibat, tapi jika Nam Hyeongsa tertangkap, kasus mata-mata Lee Shin Hyuk akan terungkit juga. Lalu, meski segalanya tidak masuk akal, penyiksaan yang kala itu dipermasalahkan akan digunjingkan lagi. Jajak pendapat Jaksa Agung tidak lama lagi."


Yoon Seung Ro langsung menghubungi Byung Jae yang saat ini tengah berada di tepi sungai hendak membuang sesuatu di dalam koper besar. Selalu sebelum bocara, Byung jae menekan tombol rekam.

"Sekarang kau di mana?" tanya Yoon Seung Ro.

"Saya sedang di luar."

"Aku harap kau tidak bersikap bodoh."

"Saya mengerti."

"Aku menyuruhmu mematuhi instruksiku."

"Ya, sebab itu saya melakukan semua yang Geomsajangnim katakan. Saya menyiksa dan membunuh seseorang."

"Aku menyerahkan itu padamu."

"Ya, dan begitulah saya mempertahankan pekerjaan saya sampai sekarang. Tapi bila terjadi kesalahan, hanya saya yang menanggungnya. Bukan begitu? Itu sebabnya Anda begitu tenang."

"Apa maksudmu?!"

"Jang Geomsa mengatakan semuanya pada saya tentang yang Geomsajangnim lakukan pada Oh Bujang."


Refleks Yoon Seung Ro memandang Do Han dan Do Han tersenyum puas.

1 komentar so far

Terima kasih mba diana atas update sinopsis lookout nya..ditunggu sinopsis ep selanjutnya...selamat hari raya idul fitri mohob maaf lahir dan bathin.tetap semangat nulisnya ya mba...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon