Thursday, June 1, 2017

Sinopsis Lookout Episode 7

Tags

Sinopsis Lookout Episode 7

Sumber Gambar : MBC


Bujangnim Oh dipanggil Geumsajangnim Yoon karena kemunculan Soo Ji itu.

"Saya tidak mengerti alasan ia mendadak muncul. Pasti akan lebih baik kalau dia juga mati sebagaimana anaknya. Tolong jangan khawatir. Saya akan segera menangkapnya." Janji Bujangnim Oh.

"Tangkap dia diam-diam tanpa menarik perhatian masyarakat."

"Saya mengerti. Kali ini, saya akan esktra hati-hati agar insiden masa lalu tidak terulang."


Polisi beserta detektif yang dipimpin Soon Ae segera bergerak untuk memburu Soo Ji. Soo Ji yang saat ini sudah menjalankan kembali motornya bertanya dimana van itu pada Bo Mi.

"Bukan itu masalahnya. Wajahmu terekam di CCTV! Polisi akan memburumu."

"Auh, dimana posisinya?" Paksa Soo Ji.

"Kita sudah melaporkannya pada polisi. Mereka akan segera menemukannya."

"Polisi? Mereka akan datang? Datang tidak?!"

"Belum."

"Mereka datang. Polisi. Tapi, mereka memburumu." Jawab Soo Ji.


"Kau harus kabur. Mereka akan sampai dalam lima menit." Pinta Bo Mi.

"Bagaimana dengan anak itu? Ada yang menghampirinya?"

"Kau sungguh ingin tertangkap? Saat Yoon Shi Wan hidup bahagia setelah membunuh, kau bisa tahan mendekam dalam penjara?"

"Tidak. Aku bahkan tak ingin memikirkannya."

"Makanya, lekas lari sekarang juga! Kau pikir, kami bisa bertahan kalau kau tertangkap?"

"Tapi anak itu sendirian. Dia mungkin sedang menunggu seseorang datang menyelamatkannya. Kalian pun pernah kehilangan orang yang dicintai. Kalian pun pasti pernah berpikir keadaan akan berbeda jika mereka terselamatkan. Tapi, bagaimana bisa kalian mengabaikan anak itu? Aku tidak bisa meninggalkannya seperti ini."


Soo Ji pantang menyerah, ia bahkan sampai harus melewati trotor agar bisa terbebas dari mobil-mobil polisi.


Kyung Soo berpihak pada Soo Ji, yang nanti ya urusan nanti pokoknya yang sekarang beres dulu. Bo Mi masih diam saja. Kyung Soo menggertak, apa Bo Mi mau orang lain merasakan luka yang pernah mereka alami?

AKhirnya Co Mi memberi laporan, "Lurus saja. Dalam 10 menit, kau bisa menangkap van itu."

"Aku akan mengurus hambatan lainnya. Bersiaplah, siaga, jalan!"

Karena gangguan lampu lalu lintas yang diretas Kyung Soo mobil-mobil polisi terjebak hingga tidak bisa mengejar Soo Ji. Soon Ae marah-marah pada semuanya.


Soo Ji kehilangan Van itu di depan sebuah gedung. Sayangnya Bo Mi hanya bisa mengendalikan CCTV di jalan raya tidak di gedung itu. Kyung Soo menjelaskan, sebenarnya bisa meretas CCTV dalam gedung, tapi bahkan dengan kemampuannya, akan makan waktu setengah hari, untuk memeriksa sistem dan memasang gangguan keamanan.

"Kita tidak punya waktu." Jawab Soo Ji lalu memutuskan masuk ke gedung itu.


Bo Mi memantau di luar gedung dan van itu belum muncul jadi kemungkinan besar van itu masih ada di dalam gedung.

Saat Soo Ji naik, ia berpapasan dengan van itu. Soo Ji merasa aneh, mereka bisa saja memotong jalan agar tak terkejar olehnya. Jadi pasti ada alasan mereka datang keana.

Soo Ji teringat rekaman itu, bahwa Woo Sung memerintahkan Myung Hoon untuk membawanya kesana, hanya itu. Soo Ji laly bertanya pada Kyung Sooo, apa Woo Sung bisa mengemudikan truk? soalnya ia rasa, Kim Woo Sung punya alasan tertentu memilih dia.

"Kim Woo Sung barusan dapat pesan. Dari Choi Myung Hoon. Truk. Truk pendingin. Anak itu di dalamnya." Kata Kyung Hoon setelah membaca pesan itu.


Soo Ji menggedor setiap truk yang ia temui tapi banyak baget. Kyung Soo membantu mencari tahu ciri-ciri truk milik Woo Sung.

"Oke, ada corak Harimau di tempat duduk supir. Tahulah, corak kesukaan para Ibu." Jelas Kyung Soo.


Soo Ji mengerti dan segera mencarinya. Ia menemukan truk itu dan langsung menggedor box-nya. Di dalam Sae Bom kedinginan, ia merintih memanggil ibunya.


Soo Ji melihat sekeliling untuk merusak pintu box itu. Ia menemukan palu tapi malah pegangan palunya yang putus saat ia gunakan. Sementara Sae Bom sudah pingsan di dalam. Soo Ji hampir putus asa, tapi kemudian ia melihat rantai.


Do Han mendapat laporan kalau anak itu ada di gudang. Ia mengerti dan langsung menuju ke sana.


Soo Ji menghubungkan pintu box dengan motornya menggunakan rantai.Rencananya adalah menarik intu itu menggunakan motornya. Awalnya tidak berhasil tapi kemudian ia teringat Yu Na, jadilah semangatnya membara dan ia berhasil merusak pintu box itu.


Soo Ji cepat-cepat menghampiri Sae Bom. Ia memanggil Bo Mi dengan Yu Na, ia menghangatkan Sae Bom dengan jaketnya lalu menggendong Sae Bom ke luar.


Soon Ae sampai di depan gedung, ia mengarahkan tim-nya untuk mengepung gedung itu.


Sementara Do Han memilih jalur lain. Ia pergi ke arah yang tepat jadi ia yang pertama melihat Sae Bom.

"Kau baik-baik saja? Sebentar lagi, polisi akan datang."

"Dia habis dari sini."

"Apa?"

"Seorang Ahjumma menyelamatkanku."

"Ahjumma?"


Soo Ji masih mencari Woo Sung yang malah ke supermarket.

"Dia menemui istrinya. Aku sudah merestorasi e-mailnya. Istrinya bekerja di supermarket. Wah... bajingan ini obsesif sekali. Dia dapat laporan setiap jam atas kegiatan istrinya, juga siapa saja yang ditemuinya. Dia ini delusional atau pencemburu berat? Apakah itu sebabnya istrinya pergi?" Jelas Kyung Soo.

"Entahlah, tapi aku yakin bukan hanya uang asuransi yang dia inginkan. Se Bom hanya umpan. Dia sebenarnya menargetkan istrinya." Simpul Soo Ji.


Woo Sung memasang kamera CCTV di mobil box-nya rupanya. Ia kesal karena Se Bom segera ditemukan.


Ia langsung menemui osterinya dan menunjukkan rekaman saat Se Bom meringkuk kedinginan di truk pendingin.

"Istriku masih cantik rupanya. Kenapa sulit sekali seorang suami ingin bertemu istrinya?"

"Apa yang kau lakukan pada Se Bom?"

"Semakin kau keras kepala... Se Beom akan semakin menderita. Ikut aku dengan tenang, Sayang."

Istri Woo Sung pun langsung meninggalkan pekerjaannya untuk mengikuti Woo Sung.


Kyung Soo mencoba menghubungi nomor istri Woo Sung yang tersimpan di ponsel Woo Sung tapi ternyata nomor itu sudah dipakai orang lain, dan ia malah kena marah oleh orang itu.

"Seorang pria menjawab teleponnya dan berteriak padaku." Kata Kyung Soo.

"Dia ingin menghindari Kim Woo Sung, wajar dia mengganti nomornya."  Jawab Soo Ji.

"Bagaimana sekarang? Dia harus tahu anaknya baik-baik saja agar dia juga selamat. Bagaimana kalau terlanjur terjadi sesuatu?"

"Sudah terlambat. Dia naik mobil Kim Woo Sung. Cepat telepon polisi. Ini saatnya menangkap dia." Jelas Bo Mi.

"Wanita itu mungkin tidak tertolong jika menunggu." Sanggah Soo Ji.

"Kekacauan macam apalagi yang akan kau buat?"

"Dialah yang bikin masalah. Aku hanya menangkap psikopat sepertinya."

"Sekarang ini kau mulai berbuat sesuka hatimu."

"Bo Mi tak akan memberitahuku. Kyung Soo yang manis, maukah kau memberitahuku dimana tempat kerja istrinya Kim Woo Sung?"

"Kalau itu yang kau tanyakan, tentu kujawab."

"Hei!"


Eun Joong akting sakit untuk bisa keluar. Aktingnya gak banget,tapi atasannya tetap mengijinkannya keluar untuk menemui dokter.


Kyung Soo menelfon Soon Ae saat tak ada orang. Dimana saat ini Soon Ae sedang dalam mobil untuk mengejar Soo Ji.

"Timjangnim, bisa minta tolong?"

"Ya, tapi sekarang aku sedang sibuk."

"Ini darurat. Lee Seung Hee, istrinya Kim Woo Sung. Aku semestinya janji bertemu dia, tapi mendadak tidak bisa menghubunginya."

"Apa?"

"Kurasa, terjadi sesuatu antara dia dengan Kim Woo Sung."

"Aigoo... sialan. Anu, barusan saja... anak Kim Woo Sung yang diculik berhasil diselamatkan."

"Apa?"

"Kalau begitu, kau harus lekas menemukannya. Kurasa, Kim Woo Sung menemukan dia."

"Tapi, saat ini bukan hanya Geomsanim yang buru-buru. Aku juga."

"Masalah ini tidak boleh diketahui Geomsajangnim. Hanya kau yang bisa kupercaya saat ini."

"Aey, intinya adalah, kalau kau bilang hampir mati sekarang, situasi kami pun tak ada bedanya!"

"Kenapa sebenarnya kau buru-buru begitu?"


Soon Ae terpaksa menjawab kalau ia sedang mengejar Soo Ji. Eun Joong kaget mendengar Soo Jimuncul.

"Aku juga tidak memahami situasinya, tapi yang menyelamatkan anak Kim Woo Sung adalah Soo Ji." Jelas Soon Ae.

"Tunggu, kalau begitu... Apakah Jo Hyeongsanim (detektif) juga tahu soal hubungan antara Yoon Seung Ro dan Kim Woo Sung? Dia mungkin memburu Kim Woo Sung untuk mengungkap hubungan antara mereka. Sekarang kau dimana? Aku juga akan ke sana."


Seung Hee berjanji akan melakukan apapun perintah Woo Sung, asalkan Se Bom diselamatkan, Se Bom juga masih puteri Woo Sung.

"Kau ingin Se Beom selamat? Kalau begitu, kau matilah. Jika kau rela mati, aku akan menyuruh mereka melepas Se Beom."

"Apa maksudmu itu? Kenapa kau melakukan ini padaku?"

"Kau mengatakan pada Jaksa bahwa aku pembunuh."


Seung Hee tak merasa bersalah karena itu memang kenyataannya. Woo Sung sendiri yang menceritakan semuanya padanya saat mabuk. Woo Sung bilang membunuh seorang pria. Woo Sung mengingatkan kalau ia hanya meracau saat itu!

"Jangan berbohong lagi, hentikan! Aku tak bisa membesarkan Se Beom sebagai anak seorang pembunuh."

"Kalau begitu, ini berita buruk. Bagaimanapun, aku akan membesarkannya sebagai anakku. Sekarang ini, setelah mendengar Se Beom diculik, kita dalam perjalanan menyelamatkannya. Karena kita orangtuanya, tentu kita khawatir. Kemudian, kita terlibat kecelakaan mobil. Aku cukup beruntung bisa selamat, namun kau? Kau harus mati."

Seung Hee menarik sabuk pengaman tapi macet.


Seung Hee teriak-teriak dari dalam mobil, sementara Woo Sung mulai menggebut, kejadian yang sama saat episode pertama.


Soo Ji terus mengebut bahkan sampai menerobos lampu merah. Bo Mi sudah memperingatkan itu berbahaya, untungnya tidak terjadi apa-apa, Soo Ji hanya kena marah pengendara lain.

"Noona! Berhentilah membuatku jantungan." Kyung Soo memohon.

"Kau sudah tertinggal jauh dari mereka. Kau tidak mungkin menyusulnya. Gong Kyung Soo, ada ide?"

"Cih, sebelumnya kau memanggilku idiot."

"Ini tak akan berhasil. Kyung Soo-ya, ada cara membuat mobil mereka melambat?"

"Noonimdeul (kakak-kakak)... kenapa begini padaku? Aku memang cowok berbakat, tapi mana mungkin menghentikan laju sebuah mobil begitu? Suruh aku melakukannya setelah memberiku tongkat sihir!"


Tapi sebuah ide muncul di kepala Kyung Soo, ia menggunakan ponsel Woo Sung yang terhubung ke mobil untuk memanipulasi mobil. kap mobil depan Woo Sung terbuka dan mobil tidak bisa ia kendalikan. Kecelakaan pun terjadi tapi mobil Woo Sung berhenti.


Ada sebuah truk yang melacu tepat ke arah mobil Woo Sung. Seperti di episode satu juga, Soo Ji menggunakan motornya untuk menghentikan laju truk itu. Ia menabrakkan motornya untuk mengganjal roda truk.


Ada sebuah truk yang melacu tepat ke arah mobil Woo Sung. Seperti di episode satu juga, Soo Ji menggunakan motornya untuk menghentikan laju truk itu. Ia menabrakkan motornya untuk mengganjal roda truk.

Woo Sung tidak sadarkan diri, Seung Hee menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri tapi pintunya terhalang bodi truk. Ia diam-diam akan mencoba keluar lewat pintu belakang tapi Woo Sung keburu bangun dan menyeretnya keluar.


Soo Ji beraksi, ia menendang Woo Sung hingga terpental. Seung Hee terlepas dari cengkramannya dan segera menjauh.

"Siapa kau? Kau siapa?!" bentak Woo Sung.

"Pemburu bajingan sepertimu."

"Kau.... detektif yang waktu itu."

"Tidak lagi."

Soo Ji memukuli wajah Woo Sung saking kesalnya.


Bo Mi memintanya berhenti dan segera menjauh karena polisi sudah datang. Ia mengingatkan dia itu Kim Woo SUng bukan Yoon Shi Wan. Orang yang menculik Se Beom, bukan Yu Na.

"Kau harus lari! Kumohon!" Pinta Kyung Soo.


Tapi semua terlambat, karena polisi keburu datang beserta Do Han dan Eun Joong. Soo Ji malah menyandera Woo Sung.

"Kita bertiga pernah bertemu seperti ini sebelumnya. Akhirnya kembali ke masa lalu. Bukan begitu? Tapi, aku ingat ada yang berbeda. Sekarang kau masih berakting sebagai detektif... Apa... Jo Soo Ji-ssi?" Do Han membuka pembicaraan dengan nada sangat sombong.

"Kau hanya Jaksa bodoh dan masih tetap dipekerjakan. Jang Do Han, baj* kau!"

"Aku sudah melakukan banyak hal buruk, tapi tidak ada yang lebih mengesalkan dibanding dihina di depan mata!"


"Jo Hyeongsanim (detektif)..." Eun Joong berusaha membujuk.

"Detektif apanya? Dia itu kriminal sekaligus buronan." Sela Do Han.

"Hyeongsanim, jangan dengarkan dia. Sekarang, tolong hentikan. Apa yang Hyeongsanim lakukan ini... hanya akan membuat Yu Na sedih jika mengetahuinya. Bagaimana bisa Hyeongsanim menjadi buronan? Bagaimana bisa kau menjadi pelaku percobaan pembunuhan? Aku memahami tindakanmu saat ini. Biar aku saja yang menyelesaikan." Bujuk Eun Joong.

"Geomsanim (jaksa) tak akan bisa... menyelesaikan ini sendirian."

"Meski begitu, aku akan tetap mencoba."


Do Han menyadari polisi bersenjata semakin mendekati Soo Ji, karena tidak ingin Soo Ji tertangkap, ia pun berinisiatif mendekati Soo Ji duluan. Semua orang melarangnya tapi ia membentak, ia lah penanggungjawab investigasi ini!

"Kau bukan satu-satunya Jaksa di sini." bentak Eun Joong.

"Kim Geomsanim. Aku yakin wilayah ini bukan yuridiksimu.

Do Han membisiki Soo Ji, apa Soo Ji pikir Woo Sung layak menjadi sandera? Bunuh saja dia!

"Lalu, bagaimana dengan baj* sepertimu? Gara-gara dulu kau melepaskan Kim Woo Sung, hari ini dua orang hampir kehilangan nyawa mereka!"

"Aish... beraninya kau sok jadi pahlawan?!!"


Do Han melirik para polisi itu. Sekarang ia bahkan menutupi Soo Ji dari jangkauan mereka.

"Jika kau buronan, bersikaplah layaknya buronan! Berhentilah bikin kacau begini untuk menghancurkan karirku!"

"Jika Jaksa sepertimu bersikap selayaknya Jaksa, aku pun yakin tak perlu bersikap sejauh ini. Ini semua karena kalian tidak bisa... dan tak ingin menangkap para penjahat. Aku menangkapnya menggantikan kalian!"


Soo Ji melemparkan Woo Sung pada Do Han lalu melarikan diri. Semua mengejar Soo Ji, sampai akhirnya Soo Ji tertabrak mobil. Tapi Soo Ji malah menghilang. Do Han puas sepertinya.

1 komentar so far

Mba diana terima kasih sudah nulis sinopsis ep 7 nya. Keren drama nya bikin deg degan ditunggu sinopsis ep 8 nya...semangat nulisnya mba...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...