Tuesday, June 6, 2017

Sinopsis Lookout Episode 9

Tags

Sinopsis Lookout Episode 9

Sumber Gambar : MBC


Bujangnim Oh sudah sampai di ruangan Geomsajangnim Yoon, tapi ia lama baru bicara. Ia bertanya, apa Geomsajangnim Yoon akan menyingkirkannya, Apa Geomsajangnim Yoon menunggunya bilang akan bertanggung jawab atas semuanya?

"Aku memberimu kesempatan. Kesempatan untuk menyadarai kesalahanmu lalu memperbaikinya." Jawab Geomsajangnim Yoon.

"Artinya aku harus bertanggung jawab untuk segalanya, termasuk melepaskan Kim Woo Sung waktu itu."

Bujangnim Oh teringat nasehat Do Han untuk memberi Geomsajangnim Yoon petunjuk terselubung namun jelas bahwa ia juga memiliki senjata rahasia yang dapat digunakan melawan.

"Aku sudah melakukan yang terbaik untuk melayani Anda. Aku melakukan semua pekerjaan kotor untuk Anda.  Dan ini balasan yang aku dapatkan? Tapi maaf, aku tidak bisa hancur sendiri. Jika aku buka mulut, mungkin mungkin akan sulit bagi Anda untuk menjadi Jaksa Agung."


Geomsajangnim Yoon menuangkan teh untuk Bujangnim Oh, tapi walaupun cangkirnya sudah penuh, ia tidak menyudahinya, sampai Bujangnim Oh kepanasan dan menjatuhkan cangkir hingga pecah.

"Bila dituang terlalu banyak, bisa meluap. Saat itu terjadi, hal itu tidak bisa ditarik kembali. Oh Bujang semestinya tidak menjadikan aku musuh. Kau bisa masih bisa memperbaiki cangkir yang retak, namun tidak berlaku untuk sebuah hubungan."

BujangnimOh sadar apa arti ucapan Geomsajangnim Yoon itu, ia menyesal karena tadi tidak berpikir jernih.

"Cobalah pikirkan baik-baik. Kau selalu bisa membuat keputusan. Namun apa pun itu, akhir segalanya tetap di tanganku." Kata Geomsajangnim Yoon.

Bujangnim Oh akan mengingatnya, lalu ia pamit.


Jin Ki dan Byung Jae menginterogasi Woo Sung, tapi Woo Sung terus mengelaknya.

"Aku sedang diancam oleh wanita itu." Alasan Woo Sung.

"Tapi itu terlalu detail untuk dibantah!"

"Aku tidak tahu. Aku hanya asal bicara saja."


Soon Ae dan Eun Joong ada di ruang pengawas, Soon Ae memberitahu kalau mereka menangkap Choi Myung Hoon, lalu memverivikasi kesaksiannya dengan Woo Sung. Woo Sung mengakui melakukan penculikan serta pembunuhan. Tapi, tidak mau menyebut sosok yang meloloskannya setahun lalu.

"Apa sudah ketemu si pengantar catatan yang ia sebut?" Tanya Eun Joong.

"Aku sudah memeriksa semua CCTV, tapi tidak menemukan apa-apa."

"Baik sosok yang telah meloloskan dia setahun lalu, maupun cara ia melarikan diri saat tengah dipindahkan, kelihatannya sulit mengungkap semuanya."

"Jika Kim Woo Sung dan Yoon Seung Ro tidak bisa dibuktikan memiliki hubungan, segala sesuatu yang sudah dilakukan Soo Ji menjadi sia-sia. Kau ada ide?"

Eun Joong hanya menjawabnya dengan helaan nafas.


Do Han menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Geomsajangnim Yoon. Ia menjelaskan bawasannya meloloskan Woo Sung merupakan idenya. Ia hanya berusaha menutupi kesalahan masa lalu atasannya. Ia akan menyatakan kepada media bahwa itu kesalahannya akibat loyalitas yang salah pada atasan.

"Semestinya, saya sudah mengakhirinya setahun lalu. Saya tidak akan menyebabkan masalah lagi untuk Anda. Atas pencalonan Anda sebagai Jaksa Agung, meski terlambat, saya ucapkan selamat."

Do Han mengakhirinya dengan membungkuk dalam.


Geomsajangnim Yoon bertanya, "Oh Bujang ingin kau singkirkan saja lalu kau ambil posisinya?"

"Geomsajangnim, saya ingin berguna bagi Anda."

"Masalah Kim Woo Sung bisa kutangani. Kau... bisa apa selain bertipu muslihat?"

Do Han menawarkan diri untuk menangkap Soo Ji. Mungkin Geomsajangnim Yoon sudah tahu, semua ini didalangi oleh Jo Soo Ji. Penculikan itu, serta insiden penyanderaan, Jo Soo Ji sengaja memburu Kim Woo Sung. Situasi saat ini mungkin juga perbuatannya.

"Dia... mengincar Anda, Geomsajangnim. Entah tertangkap maupun tidak, dia tetap menyulitkan Anda. Itu sebabnya, Anda membutuhkan orang kepercayaan di tim kepolisian. Anda memerlukan seseorang yang mampu mengatasinya, agar masa lalu terlupakan."

"Jika kuberi kau kesempatan?"

"Jika saya diberikan kesempatan, Jo Soo Ji pasti akan saya tangkap."


Do Han mengamati denah yang ia buat sehubungan dengan kasus-kasus hukum yang berhubungan dengan Geomsajangnim Yoon, tapi masih ada satu yang kosong, siapa orang baru Geomsajangnim?

"Apa aku harus kembali ke rencanaku semula? Atau... aku mengambil jalan pintas saja?" Gumam Do Han.


Pengunduran diri Bujangnim Oh diberitakan. Kyung Soo heran, kenapa bukan Yoon Seung Ro yang mundur? Bo Mi menjawab kalau Bujangnim Oh juga tidak layak menjadi Jaksa. Daripada mengundurkan diri, dia lebih layak dipecat.

"Hei, kau punya dendam pribadi padanya, ya?"

"Dia itu juga orang jahat! Dan dia kelihatan seperti bajingan."

Pemberitaan berlanjut, Bujangnim Oh menyangkal telah menggunakan kekuasaannya untuk membebaskan pelaku setahun lalu. Sementara Geomsajangnim Yoon Seung Ro mengumumkan mereka akan memulai investigasi gabungan antara kejaksaaan dan kepolisian secara resmi.


Soo Ji bergumam, Yoon Seung Ro kali ini lolos lagi. Dalam konferensi pers, Do Han ikut berdiri di samping Yoon Seung Ro yang menyampaikan pernyataan. Yoon Seung Ro menyampaikan kalau Kepolisian dan Kejaksaan baru saja memulai investigasi gabungan, untuk menangkap kriminal Jo Soo Ji.

"Bukannya yang itu Jaksa kasus Yu Na?" Tanya Kyung Soo.

"Benar." Jawab Soo Ji.

"Sekarang dia bekerja untuk Yoon Seung Ro." Imbuh Bo Mi.

"Wah... dia hebat sekali bertahan hidup. Tapi, hidup seperti itu tidaklah baik." Ujar Kyung Soo.


Yoon Seung Ro menyampaikan kalau Soo Ji kemungkinan besar memiliki komplotan dalam menjalankan kejahatannya. Kyung Soo terkejut, bagaimana mereka bisa tahu?

"Sebagaimana Daejang (pimpinan/ketua) kita bilang, segalanya harus tetap terbungkus rapi (aman). Kita harus bersikap tenang sekarang." Kata Bo Mi.

Soo Ji pun mematikan TV, "Dia bilang "komplotan". Tidak ada satupun petunjuk yang mengarah aku memiliki komplotan, dan tiba-tiba dia fokus ke sana."

"Apa maksudmu?" Tanya Bo Mi.

"Pernyataannya tidak masuk akal, kecuali mereka memiliki bukti yang dapat memastikannya. Ada yang memanipulasi laporan investigasi kasusku."

"Kyung Soo, apa kau melakukan sebuah kesalahan?" Tuduh Bo Mi.

"Apa? Tidak. Peretasanku juga tidak simultan." Bantah Kyung Soo.

"Aku tidak percaya padamu."

"Aish... Noonim, kau percaya aku, 'kan?"

Soo Ji mengatakan mereka harus hati-hati untuk sekarang. Kyung Soo heran, memangnya selama ini mereka kurang hati-hati apa coba?

"Bukan begitu. Kalian berdua mungkin dalam bahaya sekarang. Kita tidak tahu berapa banyak yang mereka ketahui. Kita harus hati-hati." Jelas Soo Ji.

 
-= Kilasan =-

Soo Ji menyamar dengan mnggunakan seragam polisi, tapi ia ketahuan dan tertangkap.


Kyung Soo panik karena ia terlacak. Bo Mi juga ikutan panik, apa artinya mereka akan tertangkap sekarang?


Daejang memberi misi baru untuk mereka, sepertinya kasus pembunuhan.


Do Han bergabung dengan tim khusus yang dibentuk untuk menangkap Soo Ji.

[30 Jam Sebelumnya]


Do Han bergabung dengan Investigasi Gabungan. Ia menyindir tim kepolisian, kalau saja mereka sudah menangkap Jo Soo Ji, waktu yang indah ini tidak akan terbuang, dan Geomsajangnim tidak perlu terlibat.

"Kau benar. Ini memang salahku." Jawab Soon Ae.

"Sebab itu, mari kita selesaikan dalam waktu singkat. Hari ini cuacanya sangat berdebu. Saat yang tepat menangkap Jo Soo Ji."


Eun Joong datang-datang bicaranya sudah nyelekit, ia berkata kalau Do Han bergandengan tangan (bekerja sama) dengan Geomsajang dan segala sesuatu Do Han lakukan untuk menjilatnya.

"Kim Geomsa (Jaksa), tidak bisakah bicaramu lebih hati-hati. Untuk apa kau kemari? Mengucap selamat padaku?"

"Kau pikir aku kurang kerjaan?"

"Lalu, apalagi? Kau kan tidak mungkin bekerja di sini. Kantormu tidak di sini, tapi di pinggir kota sana."

"Sampai kemarin memang tidak, tapi mulai hari ini iya."

"Di sini? Sungguh? Apa perkataanku sebelumnya membuatmu memohon pada ayahmu?"

"Hanya kau yang senang bertingkah begitu. Aku kemari untuk menangkap Jo Hyeongsa (Detektif)."


Do Han menertawakannya keras-keras, tidak mungkin Eun Joong menangkap Soo Ji. Ternyata Eun Joong memiliki alasan, ia tidak bisa membiarkan orang seperti Do Han yang menangkapnya.

"Baiklah, bagus. Aku pun tidak akan menyerah atas wanita itu. Ini jadi semakin menarik. Ayo kita bersaing secara sehat. Aku suka hubungan tidak terduga begini." Ujar Do Han sambil mengulurkan tangannya tapi Eun Joong tidak mau menyambutnya.


Seorang jaksa senior datang, ia adalah penanggungjawab tim penangkapan Soo Ji, Park Joon Pyo. Do Han mencium sesuatu yanga mencurigakan, Antara Eun Joong dan Park Joon Pyo.


Soon Ae bertanya, apa yang sebenarnya terjadi pada Eun Joong. Eun Joong menjawab kalau ia tidak bisa membiarkan Soo Ji terus jadi buronan. Soo Ji hanya akan dituduh atas lebih banyak hal. Lalu, akan lebih sulit bagi Soo Ji untuk kembali.

"Aigoo... jadi kau akan menangkap Soo Ji sungguhan?" Tapi kemudian Soon Ae sadar, Jaksa dan Polisi memang tugasnya menangkap buronan.

Kilas Balik...

Joon Pyo mendatangi Eun Joong, mengajaknya untuk pergi ke Seoul bersama. EUn Joong bertanya, kenapa ia harus bersama Joon Pyo.

"Peristiwa tahun lalu, kau tidak ingin balas dendam? Aku akan membantumu. Kita lakukan bersama."

"Sunbaenim? Kau tipe orang yang sanggup mengarang sesuatu untuk menghukum para junior saat atasan menginginkan begitu."

Eun Joong menimum sojunya sendiri tanpa menerima ajakan Joon Pyo untuk bersulang.

Joon Pyo menjelaskan, Saat itu ia tidak memiliki pilihan lain. Mau bagaimana lagi? Baik Eun Joong dan dirinya sama-sama tidak berdaya.

Eun Joong tersenyum, "Tapi, dua orang tak berdaya bisa saling bekerja sama."

"Tapi, satu perintah lagi dari atas, kau akan kembali berubah. Tidak ada yang loyal pada Yoon Seung Ro. Ada yang terang-terangan melawan dia dan ada pula yang membantu dari balik layar."


Joon Pyo menjelaskan, kali ini ia adalah penanggungjawab atas kasus Jo Soo Ji. Ia meninggalkan kartu namanya, jika Eun Joong mau bergabung, tinggal hubungi ia saja.

Kilas Balik Selesai...


Do Han memperhatikan gerak gerik Eun Joong dan ia tersenyum kecut, sepertinya ia menyadari memang ada yang mencurigakan.


Bo Mi melihat foto keluarganya, ia teringat bagaimana keluarganya semua tewas dibunuh dengan keji.

"Maafkan aku. Maafkan aku." Gumam Bo Mi berkaca-kaca.


Bel rumah Bo Mi berbunyi, dari pengantar paket, mereka mendapat misi baru. Bo Mi langsung mengirimnya pada Kyung Soo dan Soo Ji. Bo Mi mengirim sebuah foto dan nomor KTP, lalu pesan dari Daejang.

Ini peringatan pertama dan terakhir. Lakukan sesuai perintah saja.

Kyung Soo bergumam kalau pesan itu dikhususkan untuk Soo Ji.


Bo Mi mempringatkan Soo Ji agar tidak melakukan hal yang kelewat batas karena Daejang sudah mulai mempringatkan. Soo Ji menjawab kalau ia memang "si keras kepala".

"Jangan terlalu percaya diri karena satu misi kemarin." Balas Bo Mi.

Soo Ji berhenti membahas itu, ia menanyakan apa Bo Mi tahu identitas pria di foto itu? Bo Mi tidak tahu tapi Kyung Soo teringat sesuatu.

"Pelaku pelecehan seksual lima belas tahun lalu yang baru tertangkap dan sedang disidangkan. Dia sering muncul di TV." Jawab Kyung Soo.

"Kalau dia terdakwa, mestinya wajah tidak dipublikasikan." Kata Soo Ji heran.

"Itulah bedanya TV dengan internet. Orang-orang seperti Kyung Soo bisa mendapatkan informasi pribadi dengan mudah." Jawab Bo Mi.

"Kyung Soo, kau... Melakukan peretasan lalu mencuri informasi pribadi, kau bisa..." tegur Soo Ji tapi Kyung Soo buru-buru menyelanya.

"Semua orang sibuk membicarakan masa kadaluarsa kasusnya. Aku hanya memantau jalannya investigasi secara online, kok."


Kyung SOo lalu menunjukkan hasil retasannya, biar tidak dimarahi. Sedikit menyombongkan diri, berkatnya mereka sudah mendapatkan yang mereka butuhkan.


Teman-teman Se Won menjelek-jelekkan Soo Ji. Se Won tidak tahan lagi, ia menghampiri teman0temannya itu.

"Dia bukan psikopat. Dia seorang Ibu yang baru kehilangan anaknya." Kata Se Won kesal.


Saat akan keluar, ia berpapasan dengan Shi Wan dan kayaknya ia masih takut gitu memandang mata Shi Wan, jadinya ia selalu menghindari tatapan mata.

Temn Shi Wan nyeletuk, Se Won bicara seolah-olah Yu Na adalah korban pembunuhan. Shi Wan menatapnya tajam, temannya salah tingkah hendak menjelaskan.

Tapi Shi Wan kemudian tersenyum, "Aku mengerti. Tidak usah merasa bersalah."


Teman-teman Se Won yang tadi bergosip lagi, pantasa saja Se Won tidak punya teman. Dan mereka menyebut soal ibu Se Won yang adalah seorang detektif. Shi Wan terkejut mendengarnya.

"Detektif?" Ulang Shi Wan.

"Kau tidak tahu? Dia dikenal suka sekali menceritakan pada ibunya segala sesuatu  yang terjadi di sini. Itu sebabnya tidak ada yang mau berperkara dengan dia."


Shi Wan dijemput ibunya, kali ini ibunya memperkejakan seorang supir, sekaligus orang yang akan mengawal Shi Wan.

"Tahun lalu sudah merekrut seseorang. Sekarang lagi?" Tanya Shi Wan.

"Karena wanita itu kembali lagi. Kecuali ada yang mengawalmu, Eomma tidak bisa tenang." Jawab ibunya.


Nyonya Park ternyata tahu kalau Shi Wan tersenyum saat diinterogasi. Shi Wan juga menunjukkan senyum yang sama saat ini, tapi Nyonya Park tidak menanggapinya. Shi Wan menyadari sesuatu.


Rapat perdana dimulai, Soon Ae menjelaskan identitas Soo Ji juga laporan saksi mata. Eun Joong membatu menjelaskan, Setahun setelah ketidakmunculannya, dia menangkap tersangka kasus terakhirnya, Kim Woo Sung, serta menyerahkan rekaman pengakuan.

"Dia juga mengunggah pengakuan itu di internet, yang kemudian menerima perhatian luas khalayak." Imbuh Byung Jae.


Joon Pyo melanjutkan, Woo Sung bukan pelaku yang memiliki hubungan dengan kasus kematian anak Soo Ji. Lalu muncul pertanyaan, kenapa Soo Ji memburunya?

"Yoon Seung Ro, Kepala Kejaksaan Seoul, beserta Ketua Tim Oh, segala sesuatu yang dapat membuktikan keterlibatan mereka, kelihatannya itulah yang coba dia kejar." Jawab Soon Ae.

"Maksudnya, upaya Kepala Kejaksaan menutupi kasus anaknya yang menjadi tersangka pembunuhan. Kurasa, target utamanya adalah Kepala Kejaksaan." Imbuh Eun Joong.

"Lalu, kenapa ada komplotan yang dibahas dalam konferensi pers?" Joon Pyo kembali bertanya.

"Aku tidak yakin soal itu..." Jawab Soon Ae yang terpotong oleh masuknya Do Han.


Do Han masuk-masuk langsung berkata akan menjelaskan pertanyaan Joon Pyo tadi. Tapi sebelumnya ia bertanya pada Soon Ae, alasan Kepolisian tidak dapat menangkap Jo Soo Ji, apa Soon Ae tahu? Soon Ae tersenyum menjawab tidak tahu.

"Karena kalian mengambil langkah yang salah! Mari kita lihat! Ini semua tidak ada gunanya! Kenapa kau repot-repot melakukannya? Kita semua berpikir komplotan Jo Soo Ji adalah orang yang kita kenal. Sebab itu kita jadi sulit menangkapnya selama setahun terakhir. Namun, bukan kenalannya. Sepenuhnya... orang asing."


Joon Pyo merasa Do Han yakin sekali, ia jadi penasaran apa rencana Do Han. Do Han dengan PD-nya menjawab kalau ia bisa menemukan komplotan Jo Soo Ji dalam satu jam ke depan.

"Bagaimana caranya?" Eun Joong tak percaya.

"Bukan aku. Tim Kejahatan Dunia Maya yang akan melakukannya. Tidak lama lagi pasti mereka akan menangkapku. Aku sudah memasang perangkap. Mereka akan tertangkap sebentar lagi."


Soo Ji menunggu di depan gedung pengadilan. Bo Mi mengawali pembicaraan, bukankah Lee Jang Soo pelaku pelecehan seksual? Kyung Soo membenarkan, 15 tahun lalu. Bo Mi heran, bukannya status kadaluarsa kasus seksual itu 10 tahun. Kyung Soo googling dan ternyata benar.

"Apa tuduhan yang dialamatkan padanya?" Tanya Soo Ji.

"Perampokan dan pemerkosaan." Jawab Kyung Soo.

"Kejaksaan pasti menuduhkan tindak kriminal lain padanya." Lanjut Soo Ji.

Bo Mi tidak mengerti maksud ucapan Soo Ji. Sebelumnya Lee Jang Soo pelaku tindak pelecehan seksual, sekarang menjadi perampok serta pemerkosa. Lalu, bagaimana korbannya mati?

 
[Tahun 2002]

Korban Lee Jang Soo melarikan diri dari gunung. Ia asal saja berlari karena Lee Jang Soo, tidak melihat kanan kiri, akhirnya ada sebuah truk yang menubruknya


Ayah ibu gadis itu pulang larut dan heran mendapati anaknya belum pulang lalu rumah sakit menelfonnya. Saat mereka sampai disana, sang anak sudah tidak bernyawa.


Sang ayah menangis di luar rumah sakit. Ada dua orang dokter yang berbincang dibelakangnya. Oh Ya, nama gadis itu adalah Se In.

"Wah... sungguh aneh sekali. Kenapa celana dalamnya bisa hilang padahal itu kasus kecelakaan?" Kata Doter 1.

"Apa anehnya itu? Belakangan ini banyak orang yang pergi tanpa memakai celana dalam." Jawab Dokter 2.


Ayah Se In lalu pergi ke gunung tempat Se In ditabrak mobil dan ia menemukan celana dalam Se In di sana. Ayah Se In menangis sejadi-jadinya.


[2017]

Bo Mi menyimpulkan, bukankah itu artinya kematian korban juga merupakan tanggungjawab Lee Jang Soo, iyakan? Kyung Soo menjelaskan, hukum tidak menganggapnya begitu. Baik Bo Mi dan Soo Ji kesal mendengarnya.


Ayah Se In keluar dari ruang sidang dengan gontai.

Keputusan Hakim : Di celana dalam korban, ditemukan DNA terdakwa, jadi besar kemungkinan terjadi pemerkosaan. Namun, batas kadaluarsa kasus sudah lewat. Kejaksaan tidak memiliki alasan kuat menghukum atas perampokan serta pemerkosaan. Terdakwa dinyatakan tidak bersalah.
Ayah Se In menangis meratapi keputusan itu.


Kyung Soo menanyakan hasil sidangnya pada Soo Ji. Soo Ji melihat Lee Jang Soo keluar, ia menjawab kalau Lee Jang Soo dibebaskan.

"Apa? Mereka membebaskan pelaku yang baru tertangkap setelah 15 tahun berlalu?" Kyung Soo terkejut.

"Kejaksaan tidak dapat membuktikan tuduhan perampokan serta pemerkosaan terhadapnya." Jelas Soo Ji.

"Hukum tidak berguna itu!" Kesal Bo Mi.

Kyung Soo mengkhawatirkan Ayah So In, ia dengar polisi tidak bisa menangkap pelakunya, jadi Ayah So In menangkapnya sendiri.


Soo Ji mengikuti Lee Jang Soo yang sekarang berbaur dengan banyak orang. Tidak seorangpun sadar baj* macam apa yang tengah duduk di samping mereka. Soo Ji meminta Kyung Soo mencaritahu informasi apa saja mengenai kasus ini. Mereka harus cari cara untuk membuktikan dia bersalah.


Lalu pesan dari Soo Ji masuk ke ponsel Kyung Soo, "Caritahu apakah kasus ini ada hubungan dengan Yoon Seung Ro."

"Noonim, apa yang kau..." Komentar Kyung Soo tapi berhenti karena pesan masuk lagi. "Rahasiakan dari Bo Mi."

Bo Mi bertanya, Soo Ji SMS apaan? Karena Kyung Soo lemah salam berbohong, Soo Ji segera mengalihkan pembicaraan, ia meminta Kyung Soo segera mencari.


Kyung Soo mencari berkas kasus Lee Jang Soo dari dokumen kepolisian. Itu lah yang dimaksud Do Han, jadi Kyung Soo tanpa sadar masuk dalam jebakan.

Joon Pyo mengakui kecakapan Do Han. Tapi Do Han membuat keputusan serta memberi perintah sendirian, Do Han pasti tidak peduli akan tim maupun atasan.

"Tidak begitu. Bujangnim bisa menganggap ini hadiah atas kasus pertama Anda." Bantah Do Han.


Eun Joong curiga, bagaimana Do Han bisa tahu Peretas pasti akan meretas arsip kepolisian,

"Sederhana saja. Aku berpikir, "Mengapa Jo Soo Ji membiarkan video pengakuan itu viral di internet?" Jelas sekali dia tengah meneror lembaga hukum negara. Dan sebuah teror lebih efektif bila mendapat semakin banyak penonton. Sebab itu, kasus Lee Jang Soo yang tengah panas tidak mungkin akan dia lewatkan, sesederhana itu. Aku tahu kau punya banyak pertanyaan, tapi kujawab nanti saja. Kita harus menangkap dulu pelakunya."


Do Han menanyakan proges pada tim cyber dan katanya sebentar lagi mereka akan menemukan posisi Kyung Soo. Do Han menyelinap, ia mengetikkan sesuatu di ponselnya.

"Kau mau kemana? Kau selalu pergi di tengah rapat. Kau perlu melapor setiap menit pada seseorang?" Tegur Eun Joong.

Do Han menelfon seseorang tapi ia masukkan lagi ke saku karena teguran Eun joong itu.

"Kau pasti selalu memperhatikan aku. Kau merasa sedih bila berpisah sebentar saja dariku?" Gurau Do Han.

"Kau terlihat seolah memiliki sesuatu yang lebih penting daripada menemukan hackernya."

"Tidak adalah."

Eun Joong menyarankan untuk mengirim polisi ke rumah terdakwa (Lee Jang Soo). Do Han kembali mengalihkan Eun Joong, mereka ini memburu Jo Soo Ji, bukan penjahat kambuhan seperti itu.

"Kita perlu memeriksa siapapun yang berhubungan dengan kasus ini, begitupun dengan TKP-nya. Petugas polisi harus berpatroli di sekitar area dan siaga penangkapan." Alasan Eun Joong.

"Petugas Kepolisian Republik Korea tidak sepengangguran itu sampai perlu menjaga kriminal sepertinya." Balas Do Han.

"Sebagaimana yang Jang Geomsa katakan sendiri, kalau Jo Soo Ji dan hacker ini berhubungan, itu berarti Soo Ji pun memburu Jang Soo, sebagaimana Kim Woo Sung." Bentak Eun Joong.

Joon Pyo akhirnya menurut pada Eun Joong. Do Han panik dibuatnya.


Do Han ternyata menelfon si pastur (Lee Gwang Soo) dan Gwan Woo mengangkatnya tepat waktu, ia jadi mendengar perdebatan antara Eun Joong dan Do Han serta apa tindakan polisi selanjutnya.

Kilas Balik...


Do Han menghubungi Gwang Woo sebelum rapat dimulai, ia meminta Gwan Woo melakukan rencana cadangan jika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

Kilas Balik Selesai...


Soon Ae melaor kalau ia sudah mengirim petugas patroli ke rumah Lee Jang Soo serta akan dilakukan penyisiran jalanan.


Sementara itu, Soo Ji masih mengikuti Lee jang Soo. Lee Jang Soo adalah seorang supir taksi dan ia menemukan taksinya berdebu.


Kyung Soo mengiriminya kasus yang berkaitan dengan Lee Gwang Soo.

"Kepolisian menganggapnya kecelakaan biasa dan tidak menginvestigasi lebih jauh. Jika ayah korban tidak menemukan celana dalam yang hilang itu, kebenaran akan terkubur selamanya." Jelas Kyung Soo.

"Penyelidikan aslinya sungguh kacau. Lalu, atas dasar apa Kejaksaan mendakwanya perihal perampokan?" Tanya Soo Ji.

"Lee Jang Soo menjual laptop serta Ipod Se In. Aku sudah mencari semuanya, tapi kelihatannya tidak ada dokumen lain."

"Benar, dokumen kasusku pun begitu."


Bo Mi bertanya langkah selanjutnya, Tidak adakah jalan menangkap Lee Jang Soo?

"Kita harus membuktikan perampokannya untuk membatalkan status kadaluarsa kasusnya."

"Bagaimana kita bisa melakukannya sekarang? Hanya ada beberapa hari tersisa untuk membuktikan tindak perampokan serta pemerkosaannya."

"Kita akan segera menemukannya. Pasti ada bukti yang tidak sengaja ia tinggalkan."


Soo Ji turun dari mobilnya, ia memotret plat nomor taksi Jang Soo dan mengirimnya pada Bo Mi, ia ingin Bo Mi. Lalu ia menyuruh Kyung Soo mencaritahu, apa Jang Soo dulunya adalah seorang pemgemudi taksi.


Kyung Soo langsung mancari dan ia menemukan datanya, "Ya, pernah. Tapi sekarang sedang dalam masa skorsing."

Soo Ji diam-diam memasang alat pelacak pada taksi Jang Soo.


Bo Mi mendapat pesan dari Daejang, "Cepat tarik diri kalian dari kasus itu sekarang juga!"

Ia memerintahkan teman-temannya untuk berhenti. Soo Ji heran, bagaimana Bo Mi bisa tahu itu Daejang?

"Selain kalian berdua, hanya Daejang yang tahu nomor ini." Jawab Bo Mi.


Kyung Soo bertanya-tanya, kenapa Dae Jang menyuruh mereka tiba-tiba menarik diri. Laptopnya lalu memberi peringatan.


Tim Cyber sudah menemukan lokasi Kyung Soo ada di Munrae-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul. Joon Pyo segera memerintahkan tim kepolisian untuk bergerak. Do Han kelihatan cemas.


kyung Soo memberitahu yang lain kalau ia berhasil dilacak. Bo Mi takut, apa artinya mereka akan tertangkap sekarang?

"Kepolisian melacak balik IP-ku. Mereka akan segera sampai di sini." Kata Kyung Soo.

Soo Ji menyuruhnya segera keluar, ia akan menjemput tapi Kyung Soo tidak bisa, soalnya kelihatannya polisi juga mengambil data dari servernya. Jika ia tinggalkan polisi akan dapatkan semua informasi tentang merek.

"Apa ada solusi lain?" tanya Soo Ji.

"Aku harus menghapus data proxy server kita." Jawab Kyung Soo sambil utak-atik peralatannya.

"Apa maksudmu itu? Kau yakin bisa melakukannya?" Tanya Bo Mi panik.

"Aku sedang sibuk sekarang."

Bo Mi memperingatkan, ada polisi jadi mereka harus cepat lari. Kyung Soo terkejut, secepat itukah? Tapi ternyata yang dimaksud adalah polisi datang ke tempat Lee jang Soo. Soo Ji segera berlari, tapi ia terkepung, dua jalan keluar di datangi oleh polisi.


1 komentar so far

wuahhh makin seru...ditunggu ep selanjutnya mba. Semangat ya nulisnya.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon