Friday, June 9, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 4 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 4 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Yung bertanya, kenapa yeok melakukan semua itu dan Yeok menjawab ia melakukannya untuk mendapatkan tahta.

"Hati seseorang seperti hati para dewa. Bagaimana bisa anda mempertahankan tahta jika anda masih mengabaikan mereka? Jika anda menghukumnya tanpa menyelidiki alasan di balik itu... Maka orang-orang akan meninggalkan Anda." Lanjut Yeok.

"Apa kau mencoba mengajariku sekarang?"

"Mencius mengatakan ini adalah tugas rakyat kepada Raja untuk memastikan dia tidak membuat kesalahan selama masa pemerintahannya."

"Aku mengerti. Aku bertanya-tanya mengapa kau tidak sopan begini. Itu karena kau membaca buku orang aneh itu. Kau berani bicara kepadaku karena kau berpikir bisa mengubah Raja saat dia salah. Tugas rakyat? Kau menggunakan Mencius sebagai alasan untuk menjadi Raja dan menggantikanku."

"Yang Mulia, bagaimana bisa aku... Anda mungkin berpikir sesuka hati. Anda tidak akan mendengar apa pun yang aku katakan. Bagaimana aku bisa mengubah cara pikir anda?"

"Sepertinya kau benar-benar... ingin mati."


Yeok tetap berani menjawab, Yung adalah Raja bangsa ini, jadi Yung bisa melakukan apapun yang diinginkan.

"Apa yang sedang kalian lakukan? Penjarakan dia segera." Teriak Yung.


Yeok diseret ke penjara, sementara Im Sa Hong yang sedaritadi ada di sana tersenyum menang.


Tuan Shin memberitahu Chae Gyung bahwa Yeok sedang dipenjara sekarang dan hukumannya akan diputuskan dalam beberapa hari.

"Pangeran juga dipenjara? Apa dia akan dicambuk juga? Tidak peduli apapun yang ia lakukan... dia masih Pangeran. Dia adalah adik Raja." Chae Gyung terkejut.

"Dia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak pernah dilakukan seorang adik Raja. Dia menantang otoritas Raja. Dia akan dihukum karena mengabaikan otoritas yang mana kejahatan itu sama beratnya dengan pengkhianatan."

"Tidak mungkin. Aku yakin Raja akan menyelamatkannya. Dia akan membantu Pangeran."

"Jika Raja berada di sisi Pangeran Jin Seong hanya karena dia adiknya maka kewenangannya akan dipertanyakan. Anggota Keluarga Kerajaan lainnya akan meningkatkan kekuasaannya. Mereka akan bangkit untuk berkhianat dengan Pangeran Jin Seong sebagai kepala mereka. Oleh karena itu, Raja akan... menghukum Pangeran Jin Seong. Itulah kedudukan seorang Raja dan tugas berat pemegang takhta."


Yeok baru memikirkan apa yang ia katakan tadi saat sudah didalam sel dan tampaknya ia menyesal, oa terlalu larut dalam berpikir sampai tidak menyadari Ibu Suri datang.

"Kenapa kau melakukan itu?"

"Ibu."

"Berhenti mengatakan omong kosong tentang Orang yang tidak berdosa, tidak boleh mati. Apa alasanmu melakukannya sejauh ini?"

"Aku... tidak begitu yakin. Tidak banyak yang aku ingat. Yang aku tahu, aku berada di sini. Aku hanya memiliki satu hal di pikiranku. Jika aku melarikan diri tanpa melakukan apapun... Aku tidak akan pernah bisa menunjukkan muka pada teman-temanku lagi. Aku terlalu malu... untuk hidup dengan percaya diri. Paling tidak yang bisa aku lakukan adalah bertanggung jawab... atas sesuatu yang telah aku lakukan."

"Temanmu? Anak laki-laki rendahan dan anak perempuan Shin Su Geun?"

"Ibu."

"Aku mengerti. Hal ini karena kau ingin membuat calon istrimu terkesan, Jadi kau bertindak impulsif begini. Itu saja yang kau pedulikan."


Im Sa Hong menegur Nok Soo karena kehilangan si juru tulis. Menurut Im Sa Hong, Nok Soo terlalu menggunakan banyak umpan untuk menjebak Yeok.

"Setelah Pangeran mati, tidak masalah jika juru tulis membawa surat itu... Atau jika almarhum Raja dihidupkan kembali. Semua tidak ada gunanya."

"Agar rencanamu berhasil... Kita harus mengambil kesempatan ini untuk membunuh Pangeran Jin Seong. Apa kau menemukan cara untuk melakukannya?"

"Iya. Aku akan meminta Raja untuk membebaskan Pangeran."


Nok Soo akan menceritakan hal ini kepada para dayang, kasim, pembantu lainnya, dan para wanita yang melayani istana. Tentu saja, Ibu Suri akan melakukan langkah pertama.


Banyak menteri dan pejabat istana bersujud di depan Yung untuk meminta Yung memaafkan Yeok. Itu adalah bagian rencana Nok Soo, jadi Yung akan mengira semua orang mendukung Yeok.

Yung bahkan menerima banyak petisi untuk mengampuni Yeok dan ia murka. Nok Soo sudah memprediksi itu, lalu... Yung pasti ingin membunuh Yeok.


Im Sa Hong setuju dengan rencana itu, tapi ia ingin mengambahkan satu orang lagi dalam rencana mereka. Shin Chae Gyung, mereka harus menghilangkan kekuasaan Sekretaris Utama Kerajaan.

"Saya akan melakukan seperti yang anda katakan." Jawab Nok Soo.


Chae Gyung tidak bisa diam saja, ia  mengerti semua yang Ayahnya katakan tapi hatinya mengatakan tidak bisa melakukan itu.

Jadi saat fajar belum muncul, Chae Gyung menyelinap keluar rumah untuk menuju istana.


Chae Gyung berkata pada penjaga kalau ia dari rumah Sekretaris Utama Kerajaan. Ia adalah putri Sekretaris Utama Kerajaan, Shin Su Geun, dan ia keponakan dari Ratu.

"Apa kau mengatakan kau putri Sekretaris Utama Kerajaan?" Tanya pihak keamanan.

"Iya. Aku harus menemui Ratu sekarang."

Setelah Chae Gyung masuk, Ki Ryong menyuruh anak buahnya untuk melapor pada Nok Soo.


Ayah Chae Gyung baru menyadari kalau Chae Gyung pergi keistana saat matahari sudah tinggi, ia berusaha mendahului uterinya itu menggunakan kuda.

"Tidak, Chae Gyung. Tolong jangan terburu-buru." Batin Ayah Chae Gyung.


Di Istana, para menteri yang bersujud memohon pengampunan Yung masih bertahan walau sudah tuga hari berlalu. Yung yang awalnya akan ke padepokannya jadi berbalik saat melihat mereka.


Chae Gyung harus mengendap-endap agar tidak tertangkap, tapi tak sengaja ia malah menabrak Yung. Para pengawal Yung langsung menodongnya dengan pedang.


Yung memperhatikan Chae Gyung sejenak dan ia langsung mengenali siapa Chae Gyung. Chae Gyung senang melihat Yung adalah orang yang ia kenala, tapi ia tidak sadar sejenak kalau Yung ternyata adalah seorang raja. Saat sadar, Chae Gyung langsung bersujud pada Yung.


Chae Gyung memohon agar Yung memaafkan Yeok. Tuan Shin sampai di Istana tapi ia terlambat karena puterinya sudah bertemu dengan Raja.


Tuan Shin lalu menemui Yeok di penjara. Ia mendengar kalau Yeok melakukan semua itu dengan putrinya, ia ingin memastikan apa itu benar adanya.


Yung menjamu Chae Gyung, ia mendengar cerita Chae Gyung kalau Chae Gyung adalah teman Yeok. Chae Gyung sekali lagi memohon Yung untuk memaafkan Yeok.

"Apa kau... melakukan ini karena berpikir aku tidak akan memaafkan dia?" Tanya Yung.

"Bukan begitu..."

"Lalu... Apa menurutmu ini masalah sepele, jadi bisa selesai dengan pengampunan dariku?"

"Tidak, Yang Mulia."

"Lalu... Apa yang ingin kau katakan?"

"Yang Mulia, pasti juga ingin bersikap baik dengan adik Anda. Malam itu, Anda pergi berenang di sungai yang dingin karena Anda juga menderita. Itu semua karena anda peduli dengan Pangeran."

"Orang yang mengkhianati kepercayaan dan usahaku... adalah Yeok."


Tuan Shin menunjukkan surat putusan untuk Chae Gyung. Disitu dikatakan bahwa Yeok hanya membantu Chae Gyung, dan Chae Gyung lah biang keladi semua ini, jadi Chae Gyung menjadi satu-satunya yang harus dihukum.


Yeok teringat perkataan Ibu SUri kemarin. Ibu SUri menuduh Chae Gyung penyebab semua ini walaupun Yeok membantahnya tapi Ibu Suri tetap bersikeras.

"Katakan jika wanita itu yang melakukannya. Katakan kau menurutinya karena dia putri Sekretaris Utama Kerajaan dan karena ada pembicaraan tentang pernikahan."

"Ibu."

"Ratu... dan kerabatnya akan berusaha menyelamatkan wanita itu. Mereka akan mencoba mengubur kejadian tersebut. Hanya dengan begitu kau bisa bertahan."


Tuan Shin menjelaskan kalau Chae Gyung telah datang menemui Raja dan ia terlambat untuk menghentikannya.

"Dengan putusan itu... Chae Gyung lah yang akan dihukum bukan Anda."

"Siapa itu? Siapa yang mengatakan aku membawanya keluar dengan dia? Apa menurutmu aku akan melakukan hal seperti itu dengan seorang wanita? Kenapa dia pergi menemui kakakku? Apa yang coba dia lakukan? Aku harus menemui kakakku. Penjaga. Penjaga!"

"Saya berhutang budi pada Anda, Yang Mulia."


Chae Gyung memohon agar Yung menghukumnya juga, ia ingin dihukum bersama Yeok. Chae Gyung membawa surat Yung waktu itu, ia ingin menggunakannya kali ini.

"Jika kau ingin membuat sebuah keinginan. Mengapa tidak memintaku untuk memaafkannya?"

"Saya ingin melakukan itu... Tapi apa saya bisa? Saya tahu Anda juga menderita. Saya tahu tidak mudah bagi Anda untuk memaafkannya. Tapi jika saya dihukum juga... Ketakutan Pangeran Jin Seong akan berkurang dan kesengsaraan Yang Mulia akan berkurang."

"Betapa menyedihkannya dirimu."


Yung bangkit dari duduknya, ia memberikan Surat putusan yang ditulis untuk mengadili Chae Gyung. Yung menjelaskan, di putusan itu Yeok mengakui kalau semua ini terjadi karena Chae Gyung, jadi semua Menteri menegaskan bahwa Putri Sekretaris Utama Kerajaan, Shin Chae Gyung harus dihukum.

"Jika itu benar Tidak hanya kau tapi Ayah dan keluargamu akan dipenggal." Lanjut Yung.

Chae Gyung menganga mendengarkannya, apalagi saat ia membaca sendiri surat putusan itu.


Yeok datang saat Chae Gyung masih disana. Yeok melihat bahwa Chae Gyung sudah membaca putusan itu.


Sementara di luar, ada Tuan Shin yang tadi mengantar Yeok. Lalu Ibu Suri datang, beliau akan masuk tapi Tuan Shin melarangnya.

"Ibu Suri. Jangan lakukan apapun. Itulah satu-satunya cara agar Pangeran Jin Seong bisa hidup."


Yung menanyakan pengakuan Yeok mengenai Chae Gyung, apa benar Chae Gyung adalah temannya?

"Temanku? Anda tahu apa yang harus aku alami karena dia? Dia ikut campur dengan semua yang aku lakukan. Aku menyuruhnya untuk mengurus urusannya sendiri dan pergi... Tapi dia masih mendekat padaku dan menyulitkanku. Insiden beras itu bisa saja tidak ketahuan, tapi dia ikut campur dan terjadilah hal seperti ini."

Chae Gyung tak menyangka Yeok akan mengatakan itu.


Yeok lalu meraih Chae Gyung dan menatapnya tajam. "Sudah kukatakan untuk mengurus urusanmu sendiri! Sudah kukatakan jangan pernah muncul lagi. Apa menurutmu aku akan berterima kasih? Kau hanya ingin membuat dirimu sok baik!"

"Lalu bagaimana denganmu? Anda mencoba menyalahkan orang lain..... Sepertinya itu benar. Anda benar-benar... Pangeran, Anda benar-benar... ngin mencoba menyalahkanku."


Yeok mengambil putusan itu dan berlagak membacanya, "Lalu... Apa menurutmu aku mau mati sendiri?"

"Bagaimana Anda bisa mengatakan itu semua kesalahanku?"

"Iya."

"Apa Anda mengatakan akulah yang bersikeras melakukannya meskipun Anda mencoba menghentikanku?"

"Iya."

"Lalu akulah yang mencoba menyalahkanmu?"

"Kau tidak setuju?!"

"Pangeran!"

Yeok memalingkan pandangannya dari Chae Gyung membuat Chae Gyung sangat terluka.


Chae Gyung keluar ruangan itu tanpa tenaga, ternyata ayahnya sudah menunggu di luar.

"Ayah..." panggil Chae Gyung lirih.


Yeok memohon pada Yung, ia bersedia diturunkan, ia akan mencopot gelarnya sebagai pangeran dan semua hak istimewanya. ia tidak keberatan jika harus hidup sebagai pria tanpa nama. Jika Yung menyuruhnya untuk menjadi petani di gunung, ia akan melakukannya.

"Tolong... Tolong bebaskan aku."

"Apa kau akan bertanggung jawab sendirian?"

"Karena aku melakukan semuanya seorang diri."

"Apa menurutmu aku akan percaya itu?"

"Mohon percayalah... untuk saat ini."


Tibalah waktu pengadilan. Yung memrintahkan yeok dan Chae Gyung menghadapnya dihadapan para menteri. Im Sa Hong disini sebagai moderator.

Yung: Sebelum kita membahas hukuman Pangeran Jin Seong... Aku ingin memverifikasi apa Chae Gyung ada hubungannya dengan kejadian tersebut.

Im Sa Hong: Menurut surat ini, Kaulah (Chae Gyung) yang mencuri beras dari Dongjeokjeon dan orang yang membantu kaburnya penjahat dari Biro Investigasi Bureau. Apa itu benar?


Chae Gyung memandang ayahnya sebelum menjawab dan ayahnya mengangguk, tumpahlan airmata Chae Gyung. Lalu ia teringat penjelasan Yung bahwakeluarganya juga akan terkena imbas dari perbuatannya ini. Kemudian Chae Gyung memandang Yeok, sementara itu Im Sa Hong mendesaknya untuk segera menjawab. Chae Gyung masih belum buka mulut, ia teringat kata-kata menyakitkan Yeok tadi di depan Yung.

"Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa-apa tentang itu. Saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak melakukan apa-apa." Akhirnya Chae Gyung berbohong, ayahnya lega mendengarnya.


Giliran Yeok yang memberikan pernyataan, ia membenarkan ucapan Chae Gyung, ia mengakui telah melakukan semua itu seorang diri. Ia akan menerima hukuman apapun.

"Pangeran!" Chae Gyung terkejut mendengar pengakuan palsu Yeok itu.

Raja memerintahkan Tuan Shin untuk membawa puterinya keluar.


Chae Gyung membelot, ia tidak mau, ia tidak mengerti kenapa Yeok berbohong? Ia tidak tega Yeok harus menanggung semua ini sendiri.

Yeok menangis dan Yung melihatnya.


Chae Gyung mengerti sekarang, pasti ayahnya tahu semuanya. Ia tidak menyangka ayahnya akan sejahat ini.

"Pangeran, Raja dan ayah, kalian bertiga sangat jahat. Kenapa Ayah melakukan ini? Mengapa?!"


Saat itu, Ibu Suri datang. Dengan muka bersungut-sungut beliau menegur Chae Gyung, "Apa kau mencoba menyelamatkan diri sendiri? Kau menyudutkan anak laki-lakiku sampai mati dan menyelamatkan diri sendiri!!! Aku... tidak akan pernah melupakan hari ini."

Setelah mengatakannya Ibu SUri langsung pergi lagi. Oh iya.. Ratu juga ada disana sejak tadi.


Yeok kembali di kurung. Sementara itu, Chae Gyung mengawasi Biro Investigasi kerajaan, dimana Yeok dikurung dari luar.


Chae Gyung teringat lamaran Yeok saat menggendongnya kemarin. Sementara Yeok memegang cincin tanda janji Chae Gyung padanya.


Ibu Suri mengundang Yung untuk makan, ia khusus memasak semua makanan itu sendiri.

"Ibu tidak perlu melakukan ini."

"Jangan salah paham padaku. Kita sudah berjanji untuk bertemu setengah bulan yang lalu."

Selama Yung makan, Ibu Suri tidak mengatakan apapun, ia mengingat perkataan Tuan Shin untuk tidak melakukan apapun karena hanya itu cara agar Yeok tetap bisa hidup.


Tapi saat Yung selesai dan akan keluar, ia tidak bisa tahan lagi, ia memohon agar Yung tidak membunuh Yeok, ia akan memberitahu Yeok untuk hidup dengan tenang.

"Jadi... Ibu berpikir... ku akan membunuh Yeok."

Ibu SUri langsung melepaskan bahu Yung.

Yung: Aku masih menganggapmu sebagai Ibuku. Sejak Ibu membesarkanku. Namun... Sekarang aku yakin... Ibu tidak menganggap begitu. Ibu... hanya... Ibunya Yeok seorang.

Ibu Suri: Yang Mulia, itu salah paham. Aku tidak bermaksud...

Yung: Aku akan mengampuninya. Namun... Ini akan menjadi akhir dari hubungan kita. Ibu dan anak, atau saudara laki-laki. Aku tidak ingin dipusingkan oleh ikatan keluarga. Aku... hanya akan hidup sebagai Raja Joseon.

Ibu Suri: Lakukan apa yang Anda mau.


Yung keluar dengan kesal, sebenarnya ia hanya butuh pengakuan bahwa Ibu Suri juga mengakui bahwa ia juga adalah anaknya. Tapi sayangnya Ibu Suri tak mengatakannya tadi.

Apa begitu sulit untuk mengatakan... kalau aku juga anakmu?


Ibu Suri menegaskan, semua tidak akan berjalan sesuai cara Yung karena ia tidak akan tinggal diam.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon