Thursday, June 22, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 7 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 7 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Chae Gyung memeluk Nak Cheon dari belakang setelah yakin kalau Nak Cheon adalah Yeok. Chae Gyung menangis, kenapa Yeok membohonginya? Kenapa Yeon menyangkalnya?


Myung Hye tak sengaja melihat mereka, ia cemburu. Ia akan menghampiri mereka tapi melihat gerombolan Ki Ryong mendekat. Maka ia pura-pura terjatuh untuk mengalihkan mereka.


Yeok dan Chae Gyung menyadari kehadiran Ki Ryong, lalu Yeok menarik Chae Gyung berlari.

Ki Ryong dan anteknya menghujani Yeok dan Chae Gyung anak panah. Chae Gyung terserempet di bahunya sementara Yeok tertancap di punggungnya. Untungnya mereka masih bisa sembunyi.


Yeok mematahkan anak panah yang menancap di punggungnya, Chae Gyung melihatnya ngeri. Chae Gyung menanyakan kenapa mereka si kejar? Siapa orang-orang itu sebenarnya?

"Ini karena kau ikut campur urusanku." Jawab Yeok.

Chae Gyung akan membatu Yeok dengan lukanya, tapi Yeok menahan tangannya. Ternyata Yeok cuma mau melindunginya dari orang-orang Ki Ryong yang menemukan mereka.


Yeokmelawan beberapa orang yang hendak menangkap mereka. Chae Gyung juga ikut membantu seadanya, ia mempraktekkan cara menggunakan pedang yang diajarjan ayahnya.


Setelah orang-orang itu berhasil dilumpuhkan, Yeok kembali menarik Chae Gyung untuk berlarri.


Tapi setelah sampai di pinggir sungai, Yeok melepaskan tangan Chae Gyung lalu berjalan menjauh. Chae Gyung kesal, ia menghampiri Yeok dan menggandengnya menuju sebuah gua.


Disana Yeok mencabut anak panah itu. Chae Gyung khawatir, ia langsung merobek rok-nya untuk menutup luka Yeok itu. Yeok sempat tidak mau tapi Chae Gyung memaksanya.

"Kenapa kau berbohong padaku? Berapa lama kau akan berbohong begini? Apa kau tidak merasa bersalah padaku... padahal aku selalu disekitarmu? Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Aku sangat khawatir selama beberapa hari ini. Tidak. Bertahun-tahun, bukan berhari-hari. Kau tahu apa yang telah aku alami? Aku tidak tahu kau masih hidup dan baik-baik saja..."

"Apa aku terlihat baik-baik saja? Mengapa aku berpura-pura tidak mengenalmu? Berapa lama aku akan berbohong? Aku akan berbohong kepadamu selamanya jika aku bisa. Aku akan berpura-pura tidak mengenalmu. Kau bodoh, keras kepala, suka mencampuri urusan, dan sembrono. Lihat apa yang terjadi. Kapan pun aku bersamamu, aku mendapatkan masalah!"

"Apa kau sungguh tidak merindukanku?"

"Menurutmu?"

Chae Gyung menangis. Yeok juga meneteska airmata sebenarnya, tapi segera ia hapus.


Yeok mengakui, ia memang Pangeran Jin Seong,  Lee Yeok yang dulu. Sebelum ia diserang oleh pembunuh bayaran ketika pengasingan.

"Pembunuh?"

"Aku ditembak oleh anak panah... ditusuk dengan pedang... lalu jatuh dari tebing. Seharusnya aku sudah mati. Tapi aku masih hidup. Ini sebuah keajaiban."

"Siapa... yang melakukan itu padamu? Kau bisa... meminta kakakmu untuk membantu."

"Karena ide naifmu... aku hampir mati. Jika kau ingin aku mati lagi... Pergi dan mintalah orang-orang untuk menyelamatkanku."


Im Sa Hong ke biro militer, ia menunjukkan tanda Kuasa dari Raja.

"Aku butuh pasukan untuk menangkap pencuri! Periksa semua orang sebelum mereka melewati pintu gerbang mulai sekarang!"

Kemudian beberapa tentara kerajaan dikerahkan untuk mengikutinya.


Kwan-kawan berpencar mencar Yeok. Lalu mereka melaporkannya pada Myung Hye. Yeok tidak berada di lembah timur.


Chae Gyung selesai merawat luka Yeok. Yeok melihat bahu Chae Gyung terluka tapi ia tidak membahasnya. Chae Gyung malah tersenyum, ia bersyukur karena orang yang ia sukai lagi adalah Yeok. Ia khawatir telah jatuh cinta dengan orang yang aneh.

"Mari kita tetap bersama... sampai matahari terbit. Karena ini akan menjadi yang terakhir. Saat pagi tiba... Aku tidak akan memanggil namamu lagi. Aku tidak akan merindukanmu atau menunggumu. Janjiku untuk menunggumu... sudah tidak berlaku sekarang." Ujar Chae Gyung.


Myung Hye dan yang lain melihat Im Sa Hong serta tentara kerajaan di hutan. Myung Hye memerintahkan yang lain untuk bergegas, mereka harus menemukan Yek sebelum orang-orang itu.


Chae Gyung membuat api unggun, juga menumbuk daun obat untuk luka Yeok. Yeok saat ini tertidur dan ia menempelkan tumbukan daun itu pada luka Yeok.

Chae Gyung hendak menyentuh wajah Yeon tapi ia tidak bisa. Ia teringat kata Yeok semalam.


Chae Gyung membawa kain bekas yang ia gunakan untuk merawat Yeok pergi.


Chae Gyung mencuci kain itu di sungai, ia juga mengambil daun obat lagi. Namun tiba-tiba Ki Ryong menodongnya dengan pedang, Ki Ryong menanyakan dimana Yeok saat ini.


Suk Hee dan Gwang Oh melihat Chae Gyung dibawa oleh Ki Ryong. Mereka tegang.


Suk Hee dan Gwang Oh akan mengikuti mereka tapi bingung juga karena hanya berdua, sedangkan jika memanggil yang lain takut akan terlambat.

Sementara itu, Myung Hye mengambil daun obat yang ditinggalkan Chae Gyung tadi.

"Apa ada yang terluka?" Tanya Myung Hye.

"Iya... Dia mencuci perban berdarah, tapi..." Jawab Gwang Oh.

"Itu artinya dia ada di sekitar sini. Ini daun ekor kadal. Ini hanya tumbuh didekat sungai."

"Lalu mengapa mereka menuju ke gunung yang berbatu?" tanya Suk Hee.


Ternyata Chae Gyung sengaja membawa Ki Ryong dan anteknya menjauhi sungai. Ki Ryong tahu Chae Gyung berbohong tapi sudah terlambat karena mereka sudah sangat jauh. Ki Ryong langsung memukul Chae Gyung dan membentaknya untuk memberitahu dimana Yeok.


Tiga orang bermasker mendekati Yeok di dalam gua. Yeok masih belum sadar betul jadi ia tidak bisa melawan banyak, akhirnya orang-orang itu membawanya.


Ki Ryong melapor pada Im Sa Hong kalau mereka belum menemukan Yeok, tapi mereka membawa Chae Gyung sebagai gantinya.


Im Sa Hong tertawa melohat Chae Gyung, "Lihat siapa ini. Putri Sekretaris Utama Kerajaan, Shin Su Geun."


Chae Gyung dimasukkan dalam penjara. Ia teringat kata-kata Im Sa Hong tadi, "Aku dengar seorang bangsawan sepertimu membantu pencuri melarikan diri. Dimana dia?"

Chae Gyung menghubungkannya dengan kata-kata Yeok semalam.


Yung terkejut mendengar Chae Gyung ditangkap. Im Sa Hong menjelaskan kalau Chae Gyung ada hubungannya dengan pria yang Yung cari. Chae Gyung bersamanya sepanjang malam, membohongi Pengawal Kerajaan dan membantu pria itu melarikan diri.

"Tetapi tetap saja. Bagaimana kau bisa memasukkan dia ke dalam penjara?"

"Yang Mulia, sebenarnya, orang itulah pencuri hadiah di kapal."

"Pencuri hadiah dikapal? Itu berarti kapal tersebut bukan terperangkap karena badai."

"Saya mohon maaf, Yang Mulia. Terlalu kasar untuk memberitahu Anda tentang ini..."

"Jadi pria yang mirip Pangeran Jin Seong itu yang mencuri hadiah, dan... Chae Gyung tidak sadar, lalu membantunya, dan ditangkap."

"Kita perlu menyelidiki lebih lanjut untuk melihat apa dia sadar atau tidak sadar akan perbuatannya."

"Aku akan mendengarnya dari Chae Gyung sendiri."


Yung lalu menemui Chae Gyung di Biro militer. Chae Gyung membatah, tidak mungkin Nak Cheon mencuri hadiah Raja. Pria itu... hanya seorang pedagang.

"Pedagang itu menipumu."

"Saya tidak ditipu!"

"Lalu... Ceritakan semua yang kau ketahui tentang dia. Aku akan membiarkanmu pergi... begitu kita mendapatkannya."

"Saya tidak tahu apa-apa. Kami hanya kebetulan bersama-sama."

"Kau tidak tahu apa-apa?"

"Tidak."

"Satupun?"

"Tidak."

"Apa kau ingin menipuku? Beraninya kau berbohong padaku? Apa ini karena Yeok? Apa kau mencoba menipuku... karena pria yang mirip dengan Yeok?"

"Dia mungkin salah tuduh. Seseorang mungkin mencoba menjebaknya."

"Siapa orang yang akan merencanakan skema untuk menjebaknya?!"

"Saya mohon maaf, Yang Mulia. Tidak ada yang ingin saya katakan lagi."


Yung menceritakan hasil pertemuannya dengan Chae Gyung pada Im Sa Hong. Chae Gyung tidak akan melakukan ini cuma karena dia mirip dengan Yeok. Chae Gyung bahkan membelanya dengan mengatakan, dia mungkin salah tuduh.

"Yang Mulia, semuanya akan menjadi jelas begitu kita menangkap pencuri itu. Untuk saat ini, Nona Shin satu-satunya cara yang kita punya untuk menemukannya. Biarkan semua orang diluar dan didalam Ibukota tahu bahwa Nona Shin ditangkap..."

Yung memanggil Kepala Kasim, bertanya bagaimana kabar Ibu SUri saat ini.


Ibu Suri saat ini sedang merangkai sesuatu bersama ibu-ibu istana. Ibu-ibu itu heran kenapa Ratu tidak ikut bersama mereka?

"Sesuatu yang memalukan telah terjadi di keluarganya, jadi saya percaya beliau terbaring di tempatnya." Jelas Nok Soo.

Ibu-ibu itu membahas mengenai Chae Gyung yang ditangkap pihak militer kerajaan. Selema itu, Nok Soo memperhatikan reaksi Ibu Suri. Tapi Ibu Suru tenag-tenag saja, malah menyayangkan karena harus mendengar kabar buruk dihari yang baik seperti hari ini.

Ibu SUri lalu meminta Dayang-nya untuk memberikan bola-bola yang dirangkainya tadi pada Ratu.


Yungk mengunjungi tempat Ibu SUri dan ibu-ibu tadi. Ibu Suri kelihatannya sangat senang, beliau tertawa terus.

kepala Kasim menjelaskan pada Yeok bahwa mereka sedang membuat bola tepung berwarna untuk dipakai atau digantung di pintu untuk menakuti roh-roh jahat. Setiap tahun selama Yudujeol, para wanita dari Istana dan Ibu Suri melakukan hal itu.

Yung lalu berbalik pergi, saat itu Ibu Suri melihatnya.


Yung kembali berlatih panahan. Ia membayangkan rekasi Ibu Suri tadi yang kelihatan sangat senang.

"Apa kau... mencoba menipuku?" Gumamnya.


Nok Soo bersama Im Sa Hong tak jauh darinya. Nok Soo melapor pada Im Sa Hong bahwa Yung curiga Pangeran Jin Seong masih hidup. Sampai Yung pergi melihat Ibu Suri.

"Apa Ibu Suri tahu?" Tanya Im Sa Hong.

"Itu anak laki-lakinya satu-satunya. Tentu saja dia tahu. Biasanya... Dia akan mencoba untuk memburukkan nama Raja setelah mencari tahu tentang penangkapan Nona Shin. Tapi dia akan tetap tenang."

"Karena itu... Raja menjadi yakin."


Yung sangat kesal, Ia menarik tali busur sampai putus dan melukai tangannya. Semua orang khawatir, tapi ia malah pergi.


Yung menuju tempat lukisan Ayahnya. Ia kembali teringat titah ayahnya, kalau ia harus menyerahkan tahta saat Yeok dewasa.


Nok Soo dan Im Sa Hong menyusulnya. Yung tahu kalau Im Sa Hong lah yang dulu membunuh Yeok tanpa iznnya. Dan sekarang Yeok yang ia pikir sudah mati hidup kembali.

"Manakah kejahatan yang menurutmu lebih parah? Aku mengabaikannya saat itu karena... Aku ingin merasakan kebebasan yang belum pernah aku rasakan bertahun-tahun. Keinginan almarhum Ayahku... Ibuku, Ratu yang diturunkan. Prasangka Menteri karena aris keturunan yang kotor... Semua penyebab kegelisahan dan kemarahan telah menghilang bersama dengan anak itu.

Namun... semua itu akan kembali. Sekarang mereka katakan aku mencoba untuk membunuh adikku sendiri."

"Maafkan saya, Yang Mulia." Ucap Im Sa Hong.


Yung memegang pundak Im Sa Hong, "Aku akan menyerahkan semua ini kepadamu sepenuhnya. Jadi ingatlah ini. Pada hari kebebasanku berakhir... kau akan kehilangan kekayaan, kekuatan, reputasi, dan segala sesuatu yang kau punya."

"Saya akan mengingatnya, Yang Mulia." Jawab Im So Hong sembari bersujud.


Yung pergi, Nok Soo lalu bertanya apa yang akan Im Sa Hong lakukan sekarang. Im Sa Hong tidak punya pilihan. Agar bisa hidup, ia harus membunuh yang lain seperti yang selalu ia lakukan.


Gambar wajah Yeok memenuhi seluruh negeri, serta disampingnya adalah gambar wajah Chae Gyung.

"Sekitar hari ke delapan bulan Juni, pria ini mencuri hadiah dari tiga provinsi di Selatan. Dia menggunakan Nona Shin untuk melarikan diri dari pasukan Kerajaan. Jika dia tidak menyerah sampai tanggal 30 pukul 7 malam, Nona Shin akan dituduh melakukan kejahatannya dan akan menerima hukuman berat."


Suk Hee dan Gwan Oh melihat pengumuman itu, mereka menangkap maksud semua itu, yaitu menginginkan Yeok ke Istana.

"Yeok tidak akan tinggal diam." Yakin Gwang Oh.


Yeok tersadar, ia sekarang berada di sebuah gudang. Ia mengintip ke luar dan disana banyak penjaga.

"Tidak! Chae Gyung! Chae Gyung! Tidak!" Teriaknya dengan mulut dibungkam.


Ayah dan Ibu Chae Gyung mengunjungi di penjara. Chae Gyung minta maaf karena telah membuat ibunya terkejut. Ibunya menangkan, Chae Gyung pasti akan segera dibebaskan. Dan saat itu terjadi, Ibu mengajak Chae Gyung pindah ke Geochang bersama. Lupakan soal pernikahan, mereka akan pergi ke Geochang dan hidup dengan damai.

"Kapan pun kau memaksakan sesuatu... Itu tidak benar. Aku pernah meninggalkanmu di Geochang. Tapi kemudian kau harus hidup dengan hukum Joseon."


Ayah Chae Gyung menjelaskan kalau Biro militer memasang pemberitahuan yang mengatakan jika dia tidak muncul sampai tanggal 30, mereka akan menghukum Chae Gyung sebagai gantinya. Apa dia akan menyelamatkanmu? Lalu...

"Tidak. Dia tidak boleh datang. Dia bukan pencuri. Dia hanya menyelamatkanku dari bahaya."

"Jika dia tidak melakukan kejahatan, mengapa dia melarikan diri dan mengapa kau membantunya bersembunyi?"

"Kita bisa mati bahkan jika tidak melakukan kejahatan."

"Dia bisa datang ke sini dan membuktikan dia tidak bersalah."

"Aku melihat seorang pria yang tidak bersalah harus mati. Aku melihat seorang pria tidak berdosa dikejar-kejar. Hanya karena kau tidak bersalah bukan berarti kau akan aman."

Ibu gantian bertanya, apa Chae Gyung mau menerima hukumannya? Chae Gyung mengiyakan, ia akan dihukum sebagai gantinya.

Ibu: Shin Chae Gyung!

Chae Gyung: Aku yang salah. Ayah! Ibu! Aku akan menerima hukumannya. Aku akan menerima hukumannya. Aku tidak akan pernah membiarkan seseorang mati atau terluka karena aku.


Ayah dan Ibu Chae Gyung menanyai pengasuh Chae Gyung, apa saja yang terjadi pada Chae Gyung sejak Chae Gyung pindah ke Hanyang?

"Seperti yang Anda tahu... Saya tiba di sini beberapa saat setelah dia. Tapi, saat saya bertemu Nona Shin lagi... Dia bersikap berbeda dari sebelumnya. Dia terus mengatakan kalau dia melihat hantu. Dia bilang hantu itu mirip seperti Pangeran."

"Maksudmu Pangeran Jin Seong?" Tanya Ibu.

"Dia pergi ke pegadaian untuk menemukan pria itu. Keesokan harinya, dia menghabiskan waktu seharian di Gunung Inwang."

Ayah memberitahu ibu kalau kuburan Pangeran Jin Seong ada di Gunung Inwang. Ibu menyimpulkan, apa Chae Gyung menjadi seperti itu karena ada sesuatu dengan Pangeran Jin Seong? Pangeran Jin Seong yang sudah mati itu?


Ayah dan Ibu Chae Gyung menemui ratu besoknya. Taun Shin meminta Ratu untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa karena Raja dan Putra Mahkota bisa berada dalam bahaya.

Ratu: Apa maksudmu, Orabeoni?

Tuan Shin: Dia bukan hanya seorang pencuri. Orang yang Chae Gyung lindungi... yang dicari Raja... yang diobsesi oleh Ketua Sekretaris Kerajaan... adalah orang yang sama. Dia adalah Pangeran Jin Seong.

Ratu: Bagaimana bisa? Pangeran Jin Seong sudah mati. Ibu Suri dan aku mengadakan pemakamannya.

Tuan Shin: Anda melanggar adat istiadat dan mengkremasinya.

Ratu: Ibu Ratu adalah seorang Buddhis (Penganut Buddha) yang setia jadi dia sangat ingin anaknya yang mati bisa bereinkarnasi. Apa dia mengkremasinya untuk menyembunyikan bahwa itu palsu?

Nyonya Shin: Penjaga makam di gunung Inwang mengatakan... Ibu Ratu tidak pernah mengunjungi makam kecuali untuk ritual peringatan. Peringatan kematiannya beberapa hari yang lalu tapi dia tidak mengunjungi makam itu.


Ayah dan Ibu Chae Gyung menemui ratu besoknya. Taun Shin meminta Ratu untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa karena Raja dan Putra Mahkota bisa berada dalam bahaya.

Ratu: Apa maksudmu, Orabeoni?

Tuan Shin: Dia bukan hanya seorang pencuri. Orang yang Chae Gyung lindungi... yang dicari Raja... yang diobsesi oleh Ketua Sekretaris Kerajaan... adalah orang yang sama. Dia adalah Pangeran Jin Seong.

Ratu: Bagaimana bisa? Pangeran Jin Seong sudah mati. Ibu Suri dan aku mengadakan pemakamannya.

Tuan Shin: Anda melanggar adat istiadat dan mengkremasinya.

Ratu: Ibu Ratu adalah seorang Buddhis (Penganut Buddha) yang setia jadi dia sangat ingin anaknya yang mati bisa bereinkarnasi. Apa dia mengkremasinya untuk menyembunyikan bahwa itu palsu?

Nyonya Shin: Penjaga makam di gunung Inwang mengatakan... Ibu Ratu tidak pernah mengunjungi makam kecuali untuk ritual peringatan. Peringatan kematiannya beberapa hari yang lalu tapi dia tidak mengunjungi makam itu.


Ibu Suri memberikan sebotol pil pada Myung Hye. Itu adalah pil yang ia dapat setelah mendengar Yeok sudah mati. Hanya satu pil saja bisa membunuh orang. Ia meminta Myung Hye memberitahu hal ini pada Yeok.

"Jika dia menjadi sentimental dengan masa kecilnya dan datang ke Biro Investigasi Kerajaan untuk menyelamatkan anak itu, Aku akan minum pil ini dan mati!"

Park Won Jang: Ibu Suri.

Ibu Suri: Ini bukan hanya ancaman. Aku lebih suka mati lebih terlebih dahulu sebelum melihat anakku mati untuk kedua kalinya.

Ibu SUri lalu memegang tangan Myung Hye, "Kaulah yang menyelamatkannya. Setelah hari itu, hidupnya bukan miliknya sendiri. Kau harus mengingatkannya akan hal itu."

"Ya, Ibu Suri."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...