Friday, June 23, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 8 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 8

Sumber Gambar: KBS2


Ternyata Park Won Jang memiliki mata-mata untuk mengawasi setap rencana Im Sa Hong dan Nok Soo. Jadi ia tahu kalau Chae Gyung akan digantung di alun-alun. Maka dari itu Myung Hye mempunyai pikiran untuk melenyapkan Chae Gyung karena jika tidak, Yeok pasti muncul untuk menolong Chae Gyung.

Myung Hye siap meminumkan racun pada Chae Gyung tapi penjaga menegurnya.


Ternyata penjaga itu adalah Seo Noh yang sedang menyamar. Seo Noh langsung memegangi Myung Hye. Myung Hye menanyakan alasan Seo Noh ada disana.

"Aku datang ke sini... karena khawatir." Jawab Seo Noh.

"Aku pun begitu. Aku khawatir dengan Nak Cheon Orabeoni. Dia mungkin memberitahu pihak berwajib. Aku di sini untuk mengawasinya. Kau berada di sini karena kau tidak bisa berbuat apa-apa. Aku di sini karena alasan yang sama."

Seo Noh tidak percaya, ia menali tangannya dan tangan Myung Hye.  Myung Hye kesal, ia membentak Seo Noh untuk melepaskan ikatan itu. Seo Noh tahu Myung Hye pasti mudah measuk ke dalam sana karena Myung Hye memiliki uang dan koneksi.

"Apa Orabeoni mengizinkanmu untuk berada di sini?"

"Jangan menyebutkan nama dia."

"Aku lihat kau bertengkar dengannya."

Diam-diam Myung Hye memasukkan kembali botol racun itu ke dalam sakunya.


Ki Ryong dan anteknya masuk ke dalam sel, Seo Noh cepat-cepat melepas ikatan dan Myung Hye pura-pura tidur setelah ikatan terlepas. Ki Ryong memerintahkan untuk membawa Chae Gyung.


Myung Hye memperingatkan Seo Noh, "Jangan bertindak bodoh. Satu kesalahan saja, Chae Gyung akan mati. Apa kau mengerti?"

"Tentu saja, aku mengerti."


Chae Gyung dimasukkan dalam kereta tahanan, ia akan dibawa menuju alun-alun. Seo Noh ikut serta mengawal. Chae Gyung bertanya-tanya, mau dibawa kemana ia sekarang?

"Jika kau memberitahuku di mana pencuri itu, aku akan membiarkanmu kembali ke rumah sekarang." Jawab Im Sa Hong.

"Mengapa kau bersikeras untuk menangkapnya?"

"Aku disini untuk menangkap pencuri yang mencuri hadiah untuk Raja. Apa aku perlu alasan lain?"


Seo Noh bagian mengikat Chae Gyung di atas gerbang. Para pemanah jitu bersembunyi mengepung gerbang itu.

"Kau tidak boleh datang. Jika kau datang, kau akan mati." Gumam Chae Gyung.

Seo Noh meminta Chae Gyung untuk minum tapi Chae Gyung menolaknya. Seo Noh memaksa, Chae Gyung harus minum agar bisa bertahan.

"Terima kasih. Tapi aku baik-baik saja."


Im Sa Hong tersenyum melihat Chae Gyung digantung begitu, juga saat melihat para pemanah jitu yang bersembunyi. Ia memerintahkan Ki Ryong untuk menyebar berita secepat dan sebanyak mungkin.

"Dia harus mendengar kabar itu... supaya datang kesini."

"Ya, Ketua Sekretaris Kerajaan. Satu hal lagi... Saya yakin dia tidak akan menunjukkan diri karena racun itu."

"Racun?"

"Saya menembakkan panah yang beracun. Jika dia tidak bisa menetralkan racunnya, maka seluruh tubuhnya akan sakit sekarang."

"Dia telah ditikam dan dilemparkan dari bukit tapi dia hidup kembali. Diracuni atau tidak, kita tidak boleh yakin sekarang. Kali ini, tidak peduli apapun... Aku akan memastikan dengan mataku sendiri jika dia menarik nafas terakhirnya."


Yeok membaca Daftar hadah untuk Raja, seperti katanya pada Ibunya, ia tidak bisa menunggu lagi, ia akan menemukan cara yang tepat. Gwang Oh menghampirinya dan membawakan daftar Hadiah yang lain, ia bertanya kenapa Yeok membutuhkannya?

"Ada yang aku butuhkan."

"Aku telah lama berpikir..."

"Iya?"

"Kau sengaja bertengkar dengan Seo Noh, bukan?"

"Iya."

"Iya?"

"Tidak."

Gwang Oh tidak percaya, Sudah jelas apa yang akan Seo Noh akukan tapi Yeok mengizinkannya. Yeok ingin dia melindungi Chae Gyung di Istananya, kan?


Yeok akan menulis tapi bahunya sakit, ia lalu membuka perban lukanya. Gwang Oh mencium bau perban Yeok itu dan baunya busuk sekali. Ia tidak sadar mengatakan kalau Motherwort mengeluarkan bau busuk saat menetralisir racun.

"Tunggu, apa kau diracuni?" Tanya Gwang Oh.

Suk Hee yang baru datang juga bertanya, "siapa yang diracuni? Apa mungkin. Mereka menembakkan panah beracun padamu?"


Yeok teringat, Chae Gyung juga mendapat luka panah. Gwang Oh mengecek suhu tubuh Yeok dan Yeok demam. Suk Hee langsung keluar lagi untuk memanggil tabib.


Tabib menjelaskan kalau racun itu bisa membunuh Yeok tapi tidak instan, hanya saja akan berbahaya jika tidak dinetralisir. Yeok minta obat penawarnya.

"Kau akan mendapatkan efek samping dari netralisirnya, jadi tidak perlu obat penawar. Kau akan pulih secara perlahan dengan minum obat."

"Ada orang lain yang terkena panah ini."

"Aku bukan Tabib Kerajaan. Aku tidak memiliki obat penawar seperti itu. Butuh waktu setengah hari untuk mencari bahannya dan satu hari lagi untuk meraciknya, jadi setidaknya dua hari."


Seo Noh datang, mengatakan kalau Chae Gyung saat ini tengah digantung untuk memancing Yeok datang menyelamatkannya.


Gwang Oh dan Suk Hee melarangnya kesana, ini semua hanya jebakan. Pasukan kerajaan akan menembaknya bahkan sebelum dia keracunan.

"Itu berarti aku tidak boleh duduk-duduk saja disini. Dia telah diracuni dan digantung di tiang itu. Dia tidak akan bertahan selama 15 menit. Racun itu akan membunuhnya."

Gwang Oh: Itulah mengapa kami mengatakan seperti itu. Oke, katakanlah kau berhasil menyelamatkannya dengan mengorbankan beberapa nyawa orang-orang kita... Bagaimana kau bisa menyelamatkannya tanpa obat penawar itu? Kita tidak bisa merampok ramuan Tabib Kerajaan. Dia mengatakan setidaknya butuh satu hari untuk meraciknya.

Seo Noh: Bahkan jika kau memilikinya, itu tidak akan berguna. Chae Gyung Agassi tidak akan minum setetes airpun. Sepertinya dia bertekad untuk mati.


Pagi pun datang. Chae Gyung masih membuka matanya, ia teringat percakapannya dengan Yeok di gua kemarin. Lalu ia teringat peringatan Yung yang akan membebaskannya jika ia mengatakan dimana Yeok.

"Jika kau ingin aku mati lagi... Pergi dan mintalah pada orang-orang untuk menyelamatkanku." Kata Yeok yang paling terngiang ditelinganya.

"Aku tidak akan melakukan itu. Tidak akan pernah." Tegas Chae Gyung.


Yeok ada di dekat sana memperhatikan Chae Gyung. Ia juga mengamati pemanah yang bersembunti di sekitar sana. Ia lalu teringat kalau Chae Gyung sangat dekat dengan Yung.


Yung masih di tempat semalam dan ia masih minum juga. Yung terus terbayang Chae Gyung dan senyumnya.

"Senyummu juga tidak akan berhasil. Jika kau menolak bantuanku, aku juga tidak akan melindungimu." Gumam Yung.


Tapi tiba-tiba sebuah anak panah tembus dari luar menancap ke majanya.


Yung keluar, mencari si pemanah tapi dia sangat jauh, dia adalah Yeok. Dan Yeok memanahkan satu anak panah lagi sebelum pergi. Sontak semua pengawal Yung langsung berbaris melindungi Yung.


Ternyata di anak panah itu ada suratnya, Yung membacanya.

"Shin Chae Gyung sudah mati di Souimun. Terima kasih telah membunuhnya bukannya membunuh aku."


Yeok terkejut, ia langsung menunggani kudanya, mati? siapa yang mati?


Yeok sengaja membuat Yung mengejarnya, Yung harus cepat sampai di tempat Chae Gyung soalnya.

"Kau mungkin mengira dia tidak akan mati. Tapi sudah saatnya Hyungnim belajar bahwa penilaian dan keputusan salahmu akan membawa akhir yang mematikan."

Chae Gyung sudah sangat lemas, saat-saat manisnya bersama Yeok kembali terputar di kepalanya. Juga saat ia bertemu lagi dengan Yeok kemarin.


Chae Gyung melihat Yeok datang dari kejauhan, ia senang melihatnya.


Tapi kemudian melihat para pemanah bersiap memanah Yeok, ia panik, ia berusaha keras memperingati Yeok, "Jangan datang. Tidak, jangan datang. Tidak."


Tapi Chae Gyung hanya salah lihat. Yang datang adalah Yung bukan Yeok, ia pun lega kemudian menutup matanya.

Yung memerintahkan penjaga menurunkan Chae Gyung.


Yung lalu membawa Chae Gyung ke istana. Yeok menyaksikannya bersama Seo Noh.

"Dia akan baik-baik saja. Itulah kenapa kau mengirim pesan kepada Raja." Ujar Seo Noh.


Tabib menjelaskan kalau Chae Gyung bisa saja mati jika terlambat. Yeok bertanya apa yang terjadi.

"Luka yang disebabkan oleh panah beracunnya sudah terinfeksi dan racun itu menyebar ke sekujur tubuhnya. Tubuhnya tidak bisa menerima karena dia sedang disiksa."

"Selamatkan dia. Kau harus menyelamatkannya."

"Ya, Yang Mulia. Saya akan memberikan obat penawarnya terlebih dahulu."


Saat tabib keluar, Yung memarahi Chae Gyung. Kenapa Chae Gyung bersikeras? Mengapa? Tapi kemudian Yung mengakui kalau semua ini salahnya, ia tidak percaya bisa membiarkan ini terjadi pada Chae Gyung hanya untuk menangkapnya. Tanpa mereka sadari, Yek memperhatikan mereka dari balik tirai jendela.

"Kenapa kau tidak langsung memberitahuku? Yang perlu kau lakukan hanyalah meminta bantuanku!"


Tabib datang membawakan penawarnya. Yung memintanya, ia lalu menguapkannya ke Chae Gyung. bahkan Yung mengusap sisa obat di ujung bibir Chae Gyung. Setelahnya, Yung membelai rambut Chae Gyung.


Ki Ryong mengumumkan kalau ia datang. Yung pun langsung keluar. Yeok memanfaatkan waktu itu untuk mendekati Chae Gyung. Ia menggenggam tangan Chae Gyung.


"Chae Gyung-ah. Aku tidak menyesal karena kau tidak menepati janji. Kau bilang tidak akan menungguku. Namun, kau tetap menungguku. Kau tetap memanggil namaku ribuan kali meskipun kau menyuruhku untuk tidak datang, kau masih menungguku. Apa menurutmu aku tidak tahu?"

Chae Gyung akhirnya membuka mata.


Ki Ryong melapor, ia sudah mencari kemana-mana. Dari tempat itu bahkan sampai istana. Namun, ia tidak dapat menemukan jejaknya.

"Apa kau ingin bermain petak umpet denganku?"

Tiba-tiba terdengar suara sesuatu terbuka dari dalam. Ki Ryong sudah siap dengan pedangnya tapi Yung menahannya. Mereka berjalan mendekati pintu.


"Chae Gyung-ah."

"Yang Mulia."

"Kenapa kau melakukan ini? Apa kau sungguh ingin mati?"

"Kau... juga telah mengalami ini. Sekarang aku akhirnya... bisa membayar hutangku."


Yeok mendengar suara langkah kaki Yung, ia pun cepat-cepat bersembunyi. Yung hanya melihat Chae Gyung disana. Sebenarnya ia berjalan menuju arah Yeok bersembunyi tapi Ratu datang mengalihkannya.


Yung keluar menemui Ratu, ada Ibu Chae Gyung disamping Ratu.

"Yang Mulia. Apa yang terjadi?" Tanya Ratu.

"Dia pasti terluka... saat membantu pencuri melarikan diri."


Yeok menyentuh tangan Chae Gyung sekali lagi dan membenarkan letak selimut Chae Gyung, barulah ia keluar dari Isatana.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...