Friday, June 30, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 10 Part 2

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 10 Part 2

SUmber Gambar: KBS2


Yeok kembali ke Istana dan ternyata ia dicar-cari oleh Yung sejak tadi.


Yung tengah berendam, ia terus menanyakan apa Yeok sudah kembali. Kepala Kasim berkata belum, mereka mengirim seseorang ke tempat Ibu Suri setiap delapan menit, tapi dia belum kembali.

"Apa artinya mereka sedang bersama?" Kesal Yung.

"Mereka akan menikah. Anda harus membiarkannya." Jawab Nok Soo.


Yeok akhirnya menghadap. Yung bertanya, kenapa Yeok basah kuyup? Apa Yeok kehujanan?

"Astaga, aku sudah mencoba mengeringkannya. Anda masih melihatnya? Teman-temanku memainkan sebuah lelucon padaku jadi aku jatuh ke sungai."

"Kau seperti anak-anak yang selalu bersenang-senang."

"Teman-temanku sangat nakal."

"Apa kau mau masuk?"

Yeok menolaknya, jika ada yang ingin Yung katakan, ia akan menunggu di Seoyeonjeong.


Nok Soo terkejut melihat rekasi Yeok. Yeok sekarang menjadi lebih sombong setelah tumbuh dewasa, padahal ia pikir dia hanya kekanak-kanakan seperti anak kecil. Yung terpengaruh dengan ucapan Nok Soo itu.


Yung dan Yeok berlatih panahan bersama. Yung bertanya apa semuanya berjalan dengan lancar saat Yeok mempersiapkan pernikahannya?

"Iya. Saya akhirnya mendengar Chae Gyung mengatakan "ya" hari ini."

"Tidak buruk juga."

"Bagaimana bisa disebut pria jika saya tidak bisa melihat isi hatinya?"


Yung meminta Yeok mengatakan alasan sebenarnya ingin menikahi Chae Gyung. Yeok menjawab sambil memanah, alasan satu-satunya adalah Chae Gyung.

"Katakan alasan sebenarnya."

"Chae Gyung adalah... wanita yang keras kepala. Dan dia.. juga sangat licik. Itu bukan semuanya. Dia menggoda orang asing tanpa berpikir dahulu. Dan dia sangat murahan dan nakal. Dia... sangat bodoh. Dia... sangat menyusahkan. Sangat menyusahkan."

Yeok mengatakan semua itu dengan mengingat pertemuannya keduanya dengan Chae Gyung, tapi mungkin masksudnya adalah untuk memanas-manasi Yung saja.


"Apa itu alasannya?"

"Iya. Bukankah itu yang membuatku menjadi satu-satunya pria... yang bisa menanganinya?"


Yeok kembali melesatkan panahnya, kali ini Yung memanah tepat di target Yeok tadi. Ia berharap Yeok akan berbahagia namun mukanya bersungut-sungut.

 
"Aku menembak targetmu malam ini. Tapi lain kali itu akan menjadi "hatimu". Kau akan membayar karena menginginkan apa yang kumiliki."

 
"Anda bisa menembak targetku kapan saja. Tunggu dan lihat. Saya akan mengambil semuanya kembali, dimulai dengan Chae Gyung."


Pulang dari istana, Myung Hye minum-minum sendiri sambil menangis.

Kilas Balik...


Ibu Suri menenangkan Myung Hye, Chae Gyung hanya akan bersama Yeok sampai revolusi mereka berhasil.

"Saya berterima kasih Anda mengingatnya, Yang Mulia. Sampai Pangeran Jin Seong bisa mengambil mahkota dari kakaknya. Saya akan melakukan apapun. Saya bisa melakukannya walaupun harus menderita."

"Kau juga wanita. Aku tahu kau pasti marah. Namun, kau mengesampingkan itu terlebih dulu. Kau sangat berani dan aku bangga padamu."

Kilas Balik Selesai...


Myung Hye akan menuang kembali minumannya tapi botolnya sudah berpindah tangan. Seo Noh mengambil botol iti.

"Kembalikan. Jangan berpura-pura peduli padaku sekarang. Apa kau pikir aku marah Orabeoni menikah dengan orang lain? Kembalikan. Ayolah,, minuman sebanyak ini tidak akan membunuhku.:

"Bukan itu. Mata-mata yang kita kerjakan untuk Kepala Sekretaris Kerajaan mengirim pesan. Dia menemukan gudang rahasia."

"Kita harus pergi."


Chae Gyung mematut dirinya di cermin. Ia malu-malu gimana gitu. Pengasuhnya masuk dan terkejut melihat ranting ada di rambut Chae Gyung. Chae Gyung melepasnya dan menyembunyikannya, tapi pengasuhnya berhasil mengambilnya.


"Tidak ada tanda apapun. Apa kau berlatih menggunakan binyeo (tusuk rambut) di rambutmu?"

"Aku akan segera menikah.

"Agasshi. Kau tidak boleh mempercayai pria dengan mudah. Itu tidak mudah."

"Aku mengujinya dan..."

"Bagaimana dengan wanita? Apa dia sungguh lajang?"

"Tentu saja."

"Apa kau yakin?"

"Tentu..."


Chae Gyung mengingat Myung Hye, ia jadi tidak yakin Yeok singgle. Ia tidak bisa berdiam diri, ia akan keluar untuk menemui Yeok.


Yeok ke rumah tempat latihan, ia terkejut melihat yang lain tidak ada di sana dan hanya Seo Noh yang ada.

"Wakil Komandan (Park Won Jong) butuh mereka untuk melakukan serangan." Jawab Seo Noh.


Yeok langsung mendatangi Park Won Jong di rumah pegadaian. Yeok kesal karena Park Won Jong membawa anak buahnya tanpa izin?

"Apa yang harus saya lakukan? Besok, Kepala Sekretaris Kerajaan akan mengosongkan gudang rahasia. Anda belum kembali dan malam sudah tiba. Saya memutuskan untuk mengambil barang terlebih dahulu dan melaporkan nanti kepada Anda."

"Wakil Komandan!"


Myung Hye bergabung bersama mereka (Suk Hee, Gwang Oh dan dua mata-mata). Gudang rahasia itu ternyata adalah tempat milik Raja. Raja sampai menggusur 10 rumah untuk membangun tempat itu, hanya karena ia suka pemandangannya.

Mereka melumpuhkan penjaga, lalu bergegas masuk ke dalam.


Yeok masih tidak teriman, bagaimana kalau mereka tertangkap? Park WOn Jong menjelaskan, pengorbanan perlu dilakukan untuk sesuatu yang lebih besar.

"Mereka temanku, anak buahku!"

"Iya. Keponakan saya juga ada di antara mereka."


Mereka memeriksa seluruh isi gudang dan menemukan apa yang mereka cari. Benda itu di curi dari Tang.


Park Won Jong menulis nama menteri yang kehilangan hartanya. Salah satunya adalah Tuan Yoo yang kehilangan hiasan batu giok keluarga selama tiga generasi. Jika dia mendapatkannya kembali, dia akan melompat gembira.

"Apa kau ingin mengembalikan semuanya?" Tanya Yung.

"Apa yang diambil secara tidak sah harus dikembalikan. Para Menteri akan berterima kasih pada "istri siput"."

"Jika begitu... rakyat adalah pemilik yang sah. Kau memanfaatkannya untuk mengumpulkan kekayaanmu."


"Pangeran. Kita disini bukan untuk menjadi pencuri yang benar. Para menteri adalah orang di Joseon yang lebih penting dari rakyat jelata. Semakin banyak dukungan yang kita miliki semakin sedikit masalah yang kita dapatkan ketika revolusi Anda berhasil."

"Jika mereka telah bekerja dengan keras untuk mendapatkan dukungan rakyat. Bangsa kita tidak akan berantakan sekarang."

"Anda benar. Tapi... Pikirkan itu. Anda bisa menebusnya dengan membuat pemerintahan yang bijaksana saat Anda berkuasa. Sekarang, Anda bisa menggunakan semuanya untuk menjadi Raja. Sama seperti Anda menggunakan Putri Penasihat Negara Kedua."


Gi Ryong menyadari ada yang masuk gudang mereka. Ia lalu mengikuti pencuri itu sampai kembali ke markas.


Seo Noh tidak bisa berdiam diri disana, ia rasa harus pergi untuk memeriksa mereka. Yeok setuju dan ia akan ikut bersama.


Namun keduluan oleh kembalinya mereka. Yeok kesal, bagaimana bisa mereka pergi tanpa ijinnya. Lalu ia bertanya, apa mereka baik-baik saja?

Suk Hee dan Gwang Oh nyengir, mereka menunjukkan hasil jarahan mereka.


Myung Hye bicara berdua dengan Park Won Jong, membahas soal Yeok yang masih sangat lemah. Park Won Jong pikir dia memang ditakdirkan begitu, masih berhati lembut sama seperti dulu.

"Semua karena Chae Gyung. Dia merusaknya. Dia menjadi seperti sekarang. Dia akan menjadi lebih buruk lagi setelah menikah." Kata Myung Hye.

Park Won Jong menyuruh Myung Hye untuk mengawasi mereka dengan ketat. Myung Hye sudah bersiap untu itu, ia akan meminta seseorang memata-matainya.


Lalu Park Won Jong membahas soal Seo Noh, bisakah dia berjumpa Ayahnya? Apa Myung Hye yakin dia tidak berbohong?

"Dia tidak selicik itu. Apa yang Anda lihat itulah yang terjadi."

"Ini aneh. Kau tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada pria lain."

"Aku melakukan tugasku."


Gi Ryong melihat dua mata-mata masuk ke rumah siput. Ia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memberitahu Im Sa Hong.

Duam mata-mata masuk ke rumah siput membawa barang dari gudang rahasia. Mereka tidak tahu kalau mereka sedang diikuti.


Yeok di ruang rahasia menatap rencananya untuk menggulingkan Yung.


Yeok mengingat rencana Park Won Jong tadi. Setelah kertas perjanjian yang ditulisnya itu penuh dengan nama orang yang mau mendukung Yeok, mereka harus memberontak.

"Tapi sebelum kita melakukannya... Kita harus menyingkirkan mereka yang tidak mau menandatangani janji itu (Park Won Jong menunjuk nama Shin Su Geun). Mereka harus memutuskan siapa yang akan mereka dukung. Bagaimana Anda mengaturnya?"

Yeok mengepalkan tangannya menatap nama Yung.


Chae Gyung akan ke rumah pegadaian dan ia melihat Im Sa Hong serta anak buahnya menuju kesana juga.


Yeok memikirkan saran Park Won Jong yang hendak menyingkirkan para menteri jika tidak menandatangani janjinya.


Seseorang datang. Seo Noh mengintipnya ternyata Gi Ryong, ia lalu menyuruh semuanya bersembunyi. Mereka masuk ke ruang rahasia membawa barang-barang itu.


Yeok terkejut, ada apa? Suk Hee berbisik kalau ada orang datang. Sementara itu di luar Gi Ryong terus mengetuk. Di dalam, Gwang Oh dan Seo Noh pura-pura sedang minum-minum.


Gi Ryong menerobos masuk. Yeok siap keluar dengan pedangnya. Di belakang G Ryong masuklah Im Sa Hong. Gwang Oh menegur, mereka tidak bisa seenaknya mendobrak pintu tempat bisnisnya tengah malam begini.

"Aku di sini karena pencuri yang mencuri barangku." Kata Im Sa Hong.

"Apa yang anda bicarakan?"

"Kau terlihat familiar. Iya. Kau teman Pangeran Jin Seong, bukan? Itu berarti Pangeran sering datang kesini."

"Jika anda ingin tahu tentang Pangeran, pergi dan tanyalah orang-orang di istana."

"Aku tidak ingin banyak bertanya tentang dia."


Im Sa Hong menuju pintu ruangan rahasia. Seo Noh sudah was-was, lalu Gwan Oh menutupi pintu rahasia itu. Ia pura-pura membersihkan dokumen yang ada disana.


Seo Noh mengingat Gi Ryong. Gi Ryong sadar Seo Noh manatapnya dengan aneh, ia langsung menghunus pedangnya.

"Kau pernah bertemu denganku sebelumnya?"

Yeok akan keluar tapi Suk Hee menghalangi.

Seo Noh berbohong, menjawab tidak pernah bertemu dengan Gi Ryong sebelumnya. Im Sa Hong lalu mendekat, ia melihat SeoNoh mengepalkan tangannya.


Chae Gyung datang, Apa yang sedang terjadi? Semua orang terkejut melihat kedatangan Chae Gyung, termasuk Yeok.

"Kita bertemu lagi disini." Kata Im Sa Hong.

"Mengapa anda mengacau usaha mereka? Anda ingin bermain-main?"

" "Bermain-main"? HAHAHA Aku mencari beberapa pencuri. Orang-orangku mengatakan mereka melihatnya datang ke sini. Aku tidak mengerti.. kemana pergi jejaknya. Ada 2 kemungkinan. Satu... Ada pintu belakang. Dua... Ada ruang rahasia."


Im Sa Hong akan menuju pintu rahasia lagi. Dibalik pintu itu, Yeok sudah siap dengan pedagnya. Chae Gyung maju, bertanya kemungkinan ketiga.

Chae Gyung melirik Gi Ryong, berkata kalau Gi Ryong bisa saja salah karena dia tidak memiliki penglihatan yang bagus.

"Apa?!" Gi Ryong tidak terima.


Ia akan mengancam Chae Gyung dengan pedangnya tapi Chae Gyung bergerak cepat, ia menggunakan sesuatu untuk menangkis pedang itu. Dan dengan cepat pedang itu berhasil ia rebut dari Gi Ryong.

Chae Gyung langsung meletakkan pedang itu ke leher Im Sa Hong. Bersamaan dengan itu ia juga ditodong beberapa pedang dari pengawal Im Sa Hong.


Yeok sudah tidak tahan lagi mau keluar tapi Suk Hee selalu melarangnya.


Chae Gyung mengancam, "Jika anda menyerang orang lain tanpa bukti lagi saya tidak akan tinggal diam."

"Kau tahu cara menggunakan pedang?"

"Ayah saya yang mengajarinya. Jadi saya bisa melindungi diri dari eng pengganggu."

" "Geng pengganggu"? HAHAHA Aku permisi."

Im Sa Hong lalu keluar diikuti yang lain. Semua orang pun bisa bernafas lega. Mereka bersyukur Chae Gyung menyelamatkan mereka.


Im Sa Hong menyadari sesuatu melihat teman Yeok dan Chae Gyung ada disana. Gi Ryong melapor kalau salah satu dari mereka berada bersama Pangeran Jin Seong di atas kapal.

"Apa namanya Seo Noh? Aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat." Gumam Im Sa Hong.


Chae Gyung keceplosan, ia berharap bisa mencolok mata Im Sa Hong. Gwang Oh dan Seo Noh menatapnya tak percaya. Chae Gyung pun kembali berkata dengan lembut.

"Aku bertanya-tanya mengapa dia sangat mengerikan."

Yeok tersenyum karenanya.

Seo Noh sebenarnya khawatir Gi Ryong mengingatnya. Chae Gyung bertanya, memangnya kenapa?

"Aku adalah anak buronan. Pangeran Jin Seong diasingkan karena membantu Ayahku melarikan diri. Jika dia sadar siapa aku, dia akan menggunakan itu untuk melawan Pangeran. Itulah mengapa... Aku berpura-pura tidak mengenalimu."

"Jangan khawatir. Aku akan pastikan dia tidak mengganggumu."


Chae Gyung kembali tanpa bertemu Yeok. Ia menggerutu, kenapa semuanya perpihak pada Yeok. Tapi tanpa ia tahu Yeok sedang mengikutinya saat ini.

Chae Gyung kepikiran kata-kata Seo Noh tadi, ia memutuskan ke suatu tempat dulu sebelum pulang.


Im Sa Hong malapor pada Yung soal apa yang ia temukan.

"Mereka menyebutnya sebagai pegadaian tapi mereka tidak berurusan dengan barang mahal. Klien utama mereka bukanlah bangsawan. Mereka tampaknya berurusan dengan rakyat jelata."

"Aku ragu dia menyembunyikan identitasnya supaya bisa menjalankan pegadaian."

"Pegadaian pasti tujuan utamanya."

Nok Soo menyarankan Yung untuk meminta Chae Gyung menginvestigasi pegadaian itu. Im Sa Hong bertanya, apa yang akan terjadi jika mata-mata yang Yung kirim tidak lagi bekerja untuk Yung? Im Sa Hong memberitahu kalau ia bertamu Chae Gyung di pegadaian itu. Chae Gyung tampak dekat dengan orang-orang di sana seolah dia sudah mengenal mereka bertahun-tahun.

"Ketika saya mencoba masuk kedalam dia bahkan menghentikanku. Mengapa kita bisa mempercayainya?"


Chae Gyung ternyata datang ke istana untuk bertemu Yung dan ia menyapa Yung saat Yung sedang berjalan bersama Im Sa Hong dan Nok Soo.

"Yang Mulia. Saya datang karena ada yang ingin di katakan."

Yung lalu mengajak Chae Gyung jalan-jalan.


Chae Gyung bertanya, apa Yung masih ragu pada Yeok? Juga, apa ada yang bisa dilakukan untuk menghilangkan keraguan Yung itu?

"Apa menurutmu.. Aku meragukan Yeok tanpa alasan?"

"Tidak. Memang fakta bahwa tindakan Pangeran membangkitkan kecurigaanmu."

"Lalu?"

"Jadi... Saya meminta Anda untuk memberitahu apa yang bisa dilakukan untuk meringankan kecurigaan Anda dan membuktikan kesetiaan Pangeran. Dia akan... menjadi suami saya. Saya ingin melindunginya."


Yung marah mendengarnya, bagaimana bisa Chae Gyung melindungi Yeok? Bagaimana Chae Gyung bisa menghilangkan kecurigaannya pada Yeok dan bagaimana Chae Gyung membuktikan kesetiaan Yeok? Apa yang bisa Chae Gyung lakukan? Apa yang Chae Gyung punya?

"Yang Mulia."

"Kau... hanya seorang wanita. Beraninya kau... menghinaku didepan wajahku."

Chae Gyung langsung menunduk, "Maafkan saya. Jika saya melewati batas..."

"Mengapa? Mengapa kau hanya berbicara tentang dia?"

"Yang Mulia."

"Kau berdiri di depanku. Kau berada dalam jangkauan lenganku. Kau melihat mataku. Mengapa kau... hanya berbicara tentang Yeok?"


Yeok melihat mereka dari jauh. Yung merasa sudah gila, ia hampir membiarkan Chae Gyung menikah dengan pria lain. Ia... adalah Raja. Sebagai penguasa Joseon... tidak ada yang tidak bisa ia miliki.

"Karena itu... aku akan mendapatkanmu."


Yung memeluk paksa Chae Gyung. Ia bahkan menciumnya. Yeok berkaca-kaca menyaksikan itu.

5 komentar

Ditunggu2 banget, suka..suka beud
Makasih unnie

Mba diana di lanjut nulis sinopsis the best hit nya ya. Ttp semangat nulisnya..terima kasih

Wahhhhhh wahhhhhhh raja ama chae gyung wahhhhhh
Kok lebih suka ngeliat raja ama chae gyung ya hahahahahahahaaha

Lanjut donk Sinopsis The Best Hit ep 13,14,15 :) makasih ;)

Gua sakit hati euy 😭😭😭 Raja tega bgt itukan cinta pertama nya lee yeok 😡

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon