Monday, July 3, 2017

Sinopsis The Best Hit Episode 13

Sinopsis The Best Hit Episode 13

Sumber Gambar: KBS2


Hyun Jae mengejutkan semuanya karena jatuh tepat di atas meja persembahannya. Ji Hoon dan Gwang Jae mengenalinya lalu membangunkannya. Ji Hoon mengenalkan Hyun Jae sebagai temannya.

"Oh, oh. Aku pernah melihatmu sebelumnya. Dia teman Ji Hoon." Imbuh Gwang Jae.

"Oh, halo. Jadi, aku sedang mencari kamar mandi tadi, dan pintu kamar atas terkunci." Jelas Hyun Jae.

"Ya, bisa saja. Kau temannya. Itu bisa saja terjadi." Jawab Gwang Jae.


Ji Hoon menarik Hyun Jae untuk keluar tapi ponselnya ketinggalan, maka Hyun Jae berbalik untuk mengambilnya dan saat itu Bo Hee melihat wajahnya.

"Hyun Jae. Kau bukan... Yoo Hyun Jae, 'kan?"

"Apa? Apa maksudmu? Ada apa denganmu?" Tanya Gwang Jae.

"Maksudku, dia sangat mirip dengannya."

"Dia tidak terlihat... Dia tidak mirip dengannya. Dia tak terlihat mirip dengannya."

"Oh, aku selalu mendengar orang-orang mengatakan aku mirip dengannya. Tidak, aku bukan dia." Jelas Hyun Jae.

Ji Hoon menjelaskan kalau Hyun Jae sedang kesusahan jadi tinggal bersamanya di atas. Soon Tae kesal, karena selama ini ia merasa dihantui, tak tahunya ternyata Hyun Jae yang selama ini ia lihat.

"Maaf, aku seharusnya memberitahu Anda." Ucap Ji Hoon lalu menarik Hyun Jae keluar.


Gwang Jae meminta mereka melupakan kejadian tadi dan mulai merayakan ulangtahunnya. Mal Sook sangat senang akhirnya ada kue krim. Bo Hee masih penasaran dengan Hyun Jae.

"Berapa umurnya? Dia sangat mirip dengan Hyun Jae."

"Hentikan."

Lalu Gwang Jae menyuruh mereka menyanyi lagu ulang tahun.


Setelah itu, Gwang Jae meniup lilin dan tak sengaja menemukan kartu magang Ji Hoon. Tanpa berkata apa-apa ia langsung keluar.


Ji Hoon menegur Hyun Jae, Hyun Jae pikir siapa sampai pergi kesana. Hyun Jae hendak menjelaskannya tapi Ji Hoon tidak mau dengar.

"Sudah kubilang jangan pernah keluar."

"Aku mencoba membantumu. Kau seharusnya berterima kasih."

"Kau tahu apa yang kau sudah perbuat?"

Oh ya, Woo Seung dan Drill keluar untuk menyaksikan pertengkaran mereka itu.


Hyun Jae juga kesal, Kenapa Ji Hoon harus menyembunyikan fakta bahwa Ji Hoon adalah seorang trainee? Semua ini terjadi karena Ji Hoon menyembunyikan
fakta itu.

"Hei, kau seharusnya bilang "Ayah, Ibu. Aku tak mau jadi PNS. Maaf, tapi aku ingin jadi penyanyi. Itulah mengapa aku sibuk. Aku akan sukses dan membuat kalian bahagia". Apa susahnya mengatakan itu? Kenapa kau tak bisa mengatakan itu pada mereka?"

"Pergi dari tempat ini."

"Apa? Hei. Kau sudah lupa? Aku sakit karenamu."

"Kurasa... kau baik-baik saja."

"Tidak, aku tak baik-baik saja."

"Apa kau sudah lupa?"

Ji Hoon lalu naik ke atas.


Ternyata maksud Gwang Jae adalah ID card itu. Gwang Jae menanyakan saol lesnya. Ji Hoon hanya bisa minta maaf.

"Sejak kapan? Sejak kapan kau memulainya?"

"Sudah 3 tahun."

"Kau... tahu apa artinya ini? Hah?"

"Maafkan aku."

Hyun Jae akan membantu menjelaskan tapi Gwang Jae menepis tangannya.


Gwang Jae memutuskan, Ji Hoon harus berhenti mulai besok dan mereka harus bicara.

"Ayah, tunggu. Aku tak mau berbohong selama ini. Maaf, tapi kali ini...

"Tidak."

"Aku ingin melakukannya. Aku tahu.. Aku belum debut..."

"Apa ini yang mau kaulakukan?"

"Ya."

"Kau sudah melakukannya selama 3 tahun. Tapi kau tak ada kemajuan. Hentikanlah. Carilah sesuatu yang lain. Ini bukan jalanmu."

"Ayah."

"Lakukan perintah Ayah."


Drill dan Woo Seung tak sengaja terdorong keluar karena pintu sudah tak bisa menahan mereka. Gwang Jae heran, kenapa mereka jam segitu ada disana.

"Kita disini untuk mengunjungi Ji Hoon." Jawab Woo Seung tapi Gwang Jae tidak percaya karena dandanan mereka.

"Dia tinggal bersamaku. Dia Drill. Dia trainee juga. Woo Seung tidak punya tempat tinggal. Maafkan aku, Ayah. Aku tak bermaksud membohongi Ayah. Aku tetap ingin menjadi trainee. Izinkan aku. Maafkan aku."

"Kita bicara lagi. Kalian berdua pulanglah. Terutama kau (Hyun Jae)!"

"Ayah."

"Berhentilah. Aku takkan mengatakan apapun lagi."

"Ayah."


Hyun Jae bicara pada Gwang Jae, apa semua itu karena uang? Gwang Jae terkejut mendengarnya. Hyun Jae tidakpaham, Ji Hoon bilang ingin melakukannya tapi kenapa Gwang Jae tidak mengizinkannya? Ji Hoon ingin jadi penyanyi dan Gwang Jae bisa membantunya, tapi kenapa Gwang Jae memaksanya jadi PNS? Apa karena uang?

"Hei, sadarlah. Aku tahu ingatanmu menghilang, tapi Ji Hoon tetaplah puteramu. Kau mau dia hidup sepertimu?"

"Ya. Kenapa tidak? Baguslah karena kau membicarakannya. Dia puteraku. Itulah mengapa pikirannya kalah dengan instingnya. Kau tak lihat? Setiap saat dia ingin menahan diri dia tahu bakatnya sudah ada dalam dirinya, dan dia tak bisa mengendalikannya. Dia benar-benar puteraku. Bocah itu..."


Gwang Jae memukul kepala Hyun Jae kesal, hati kalau bicara. Ji Hoon itu adalah puteranya. Hyun Jae kesal, tadi Gwang Jae sendiri yang bilang kalau Ji Hoon itu puternya.

"Kau pikir kita bahagia hidup seperti ini?"

"Itu..."

"Bo Hee tidak bisa menyebut Ji Hoon adalah puteranya. Aku juga kesusahan, begitupun dengan Ji Hoon. Lupakan. Jangan katakan apapun."

"Kenapa Bo Hee tidak bisa menyebut Ji Hoon puteranya? Kenapa?"

"Diamlah. Pergilah dari sini. Terlalu berbahaya."

"Tidak. Semua orang yang tahu kenapa aku ke tahun 2017... semuanya ada disini. Tolong aku, Gwang Jae."

"Aku jadi begini karena membantumu. Dan kau mau aku membantumu lagi? Enyahlah."

"Aku harus menemukan uang itu kembali. Uang yang kita dapat dari album pertamaku. Uang yang kutinggalkan di masa lalu. Aku yakin uang itu ada disini. Hei, itu dua juta dollar. Ayo temukan uang itu."


Bo Hee masih kepikiran Hyun Jae. Berapa kalipun ia berpikir, Hyun Jae sangat mirip dengan Hyun jae yang ia kenal 20 tahu lalu.

"Apa maksudmu dia sangat mirip dengannya? Sudah 20 tahun berlalu. Aku tak percaya kau masih ingat wajahnya. Kau yang bilang sendiri. Kalau kau akan melupakan Hyun Jae setelah upacara peringatan. Benar, 'kan? Jangan pernah menyebut namanya lagi."


Gwang Jae masuk. Soon Tae menanyainya apa yang terjadi kenapa tadi mendadak pergi.

"Maafkan aku. Sebaiknya Anda tidur sekarang."

Mereka lalu masuk kamar masing-masing.


Gwang Jae memandangi ID Card Ji Hoon juga cincin yang hendak ia berikan untuk Bo Hee.


Ji Hoon sendiri di luar. Woo Seung menghampirinya, tapi saat Woo Seung mengajaknya bicara Ji Hoon tidak menjawab.

"Apa kau mau sendiri?"

"Ayahku... bukan Ayah kandungku."

"Aku tahu. Kita sudah lama berteman."

"Kudengar dia pergi meninggalkanku dan Ibuku dan pergi melarikan diri. Mereka bilang dia pria egois tak bertanggungjawab. Ini pertama kalinya aku ingin melakukan sesuatu, namun aku tak bisa. Tak peduli seberapa keras aku mencoba. Aku ingin memperlihatkan pada pria yang mereka sebut Ayahku bahwa aku baik-baik saja tanpanya dengan menjadi seseorang yang sukses. Itu memang kekanak-kanakkan, tapi aku ingin melakukan balas dendam padanya."


Hyun Jae nungging di atas kasur. Drill menanyainya heran.

"Aku hanya... Aku mencoba untuk mengingat kembali. Kau sudah lupa? Aku kehilangan ingatanku." Jawab Hyun Jae.

Kilas Balik...


Hyun Jae ingat membawa uang itu ke studionya (kamar Ji Hoon saat ini). Tapi ingatannya cuma sampai disitu.

Kilas Balik Selesai...


Drill heran, kenapa Gwang Jae terus menyuruhnya pergi. Hyun jae tidak menanggapinya, ia heran uangnya itu pasti ada disana dan karena Driil terus menganggunya ia menyuruh Drill pergi.


Tapi bukannya mengusir Drill, ia malah yang terusir karena Drill lebih kuat darinya.


Hyun Jae pun bergabung dengan Woo Seung dan Ji Hoon di luar. Ji Hoon sudah mewanti-wanti agar Hyun Jae tidak bicara padanya. Hyun Jae tertawa, ia tidak bicara apa-apa kok.


"Siapa kau? Siapa kau tiba-tiba datang di kehidupan orang lain dan membuat kekacauan?" Tanya Ji Hoon.

"Apa hidupmu baik-baik saja? Dari apa yang kulihat, kau tak hidup bahagia. Kudengar kau kuliah di Seoul National University. Tapi kau tak mau mengikuti jalan yang membosankan. Lalu kenapa kau belajar? Benar. Kalau kau mau jadi penyanyi, lakukanlah. Kau terlalu pintar. Itu masalahmu. Mungkin kau mirip Ayahmu. Hahahah. Bagaimanapun, semua orang buat salah. Kau tak perlu ujian untuk jadi penyanyi. Lakukanlah saja. Ciptakan lagu dan koreografimu sendiri."


Ji Hoon iri, pasti mudah jadi Hyun Jae, semua dibuat mudah,

"karena dia pikir tidak perlu pakai otaknya sama sekali." Sahut Woo Seung.

"Diamlah." tegur Hyun Jae.

"Apa yang dia katakan masuk akal juga. Mungkin lebih baik begitu. Yakinkan Ayahmu dan lakukanlah."

"Woo Seung, kau pikir aku frustasi juga?"

"Apa?"

"Itu yang kalian pikirkan."

"Yah... Kurasa kau sedikit frustasi."

Hyun Jae tertawa, lihatkan? bahkan teman selama 20 tahu saja mengatakan Ji Hoon sangat frustasi.

"Sepertinya kalian sudah berteman baik." kata Ji Hoon.

"Apa katamu? Kekanak-kanakkan." balas Woo Seung.

"Lupakan. Aku akan membiarkannya saja. Puas?" Jawab Hyun Jae.

"Aku kekanak-kanakkan secara alami." Aku Ji Hoon.

Kilas Balik...

J2 memenangkan Golden Cup. lalu mendadak Hyun Jae bilang ingin pindah agensi.


Soon tae kelabakan karena uang hadiahnya dibawa oleh Hyun Jae lalu mendadak menghilang.

Kilas Balik selesai..


Mal Sook mengigau, "Tidak, aku bisa memakan semuanya. Aku bisa melakukannya.

"Aigoo. Kau membuat hidupmu kesusahan juga."


Gwang Jae memutuskan untuk menyewakan kamar atap dan Ji Hoon bisa tidur di kamarnya bersamanya. Ji Hoon tidak mau, tapi ia tidak mau mengatakan alasannya, pokoknya tidak mau.

"Aku akan tetap pada pendirianku." Putus Gwang Jae.

"Kenapa kau begini?" Tanya Soon Tae.

"Aku punya alasan kenapa aku melakukan ini tiba-tiba."


Ji Hoon pun menjelaskan. Pertama ia minta maaf karena Soon Tae harus sedikit menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan implan. Sebenarnya, ia tidak belajar untuk persiapan ujian PNS, ia tak melakukan ujian baru-baru ini.

"Oh, ya. Ibu, apa Ibu bisa menyiapkan beberapa makanan pendamping? Aku tinggal dengan ketiga temanku di atas. Aku ingin memberikan mereka sedikit makanan."

"Ayah, izinkan aku dan teman-temanku tinggal sementara di atas. Mereka semua orang baik. Aku akan sarapan dengan mereka."


Drill heran, Ji Hoon tak sarapan bersama keluarganya. Tiba-tiba Bo Hee memanggil dari luar. Karena sudah kebiasaan, Drill pun sembunyi di almari.


Bo Hee masuk, tapi ia heran karena tidak ada siapa-siapa disana. Ji Hoon lalu membuka almari.

"Apa kau Sunbae-nya?" tanya Bo Hee.

"Augh, bukan.. Aku temannya, MC Drill."

"Kau sepertinya komedian."

"Apa? Bukan."

Bo Hee menanyakan dimana yang lain. Ji Hoon menjelaskan kalau satunya sedang keluar.


Woo Seung keluar dari kamar mandi. Bo Hee kelihatan senang melihatnya, bahkan menanyakan kabar ibu Woo Seung. Drill bertanya, apa Bo Hee mengenal Woo Seung.

"Yah... Ibumu adalah stylist-ku dulu."

"Maaf, aku ada urusan... jadi minta bantuan padanya..."

"Aku akan kaget kalau ternyata kau orang lain. Syukurlah, rupanya itu kau. Kalian dulu bahkan pernah mandi bersama. Tak apa."

Bo Hee lalu mengajak mereka makan makanan yang ia bawa. Woo Seung menolaknya karena ia ada wawancara, makanya buru-buru.


Bo Hee melihat pakaian Woo Seung yang sama sekali tidak cocok. Ia lalu minta bantuan gadis-gadis untuk merubah tampilan Woo Seung. Mereka tidak hanya memilihkan baju tapi meriasnya juga.


Hyun Jae benar sedang di luar, ia menunggu Gwang Jae yang menyuruhnya turun tapi Gwang Jae nya malah gak muncul-muncul. Ia menelfonnya tapi tidak diangkat. Lalu Bo Hee tiba-tiba muncul, ia pun refleks sembunyi.

"Apa? Apa dia menyuruhku keluar supaya aku tak bertemu Bo Hee? Dia sangat berhati-hati juga."


Tak lama kemudian Woo Seung turun dengan dandanan yang berbeda. Hyun Jae mendekati Woo Seung dengan tatapan aneh. Woo Seung bertanya, apa ia kelihatan aneh?

"Aku bukan pria yang suka bohong."

"Lalu apa?"

"Kau cantik."

"Apa kau baru menyadarinya? Baiklah, jangan hanya berdiri saja disana. Naiklah, cuci piring dan bersihkan kamar."

"Kenapa?"

" Apa kau sudah lupa?"

Woo Seung menunjukkan janji Hyun Jae. Hyun Jae pun menurut. Sebagai gantinya Woo Seung berjanji akan mentraktir makan malam jika dapat pekerjaan ini.


Ji Hoon turun juga, Woo Seung mengajaknya berangkat bersama. Namun Ji Hoon malah melongos saat melihat Hyun Jae.


Hyun Jae bertanya pada Drill mau kemana Ji Hoon dan Woo Seung kok berangkat bersama?

"Woo Seung pergi wawancara."

"Dia cepat juga rupanya."

"Dan itu di Star Punch Entertainment."

"Apa? Dia mau jadi penyanyi juga?"

"Bukan. Kurasa mereka butuh pemagang baru. Kuharap dia tak diterima. Aku tak mau melihatmu di agensi itu juga."

Hyun Jae memukul kepala Drill kesal.


Hyun Jae selesai mencuci piring dan beres-beres. Ia lalu mengeluarkan pagernya, aneh sekali, ia ingat pager itu berbunyi disana.


Ia lalu mencari-cari sinyal siapa tahu pagernya berbunyi lagi. Namun malah berpapasan dengan Bo Hee.


Bo Hee bertanya, ngapain Hyun Jae itu. Hyun Jae berbohong kalau ia sedang olahraga. Tidak ding.. ia mengambil sarung tangan, berkata akan mencuci piring.


Bo Hee keatas untuk menjemur selimut dan ia tampak sangat kesulitan. Hyun Jae menawari bantuan tapi Bo Hee menolaknya tapi Ji Hoon tidak tega, ia pun membantu Bo Hee.

"Maaf membuatmu kaget kemarin."

"Oh? Ya. Ya, aku sedikit kaget. Hei, kau suka roti? Roti buatan kami sangat lezat. Kau mau?"

Hyun Jae sangat senang tapi ingat kalau Gwang jae pasti marah.


Pada akhirnya, Bo Hee memberi Hyun Jae beberapa potong roti.


Mal Sook dan Soon Tae ada disana, mereka menatap Hyun Jae penuh selidik.


Soon Tae dan Mal Sook lalu mendekati Hyun Jae, Kau benar-benar Hyun Jae. Saat kau tersenyum, sudut bibirmu naik. Kau benar-benar Hyun Jae. Kau Hyun Jae, 'kan?

"Bukan aku."

"Kau berbohong. Hei, aku sudah hidup lama untuk mempelajari orang lain. Kau bisa mengelabui orang lain, tapi tidak denganku. Kau, katakanlah yang sejujurnya. Aku tahu segalanya."

"Aku bukan dia. Sundae..."

"Hei, kau menyebutku "Sundae' barusan? Lihat. Aku benar. Hyun Jae selalu memanggilku Sundae. Kau ketahuan sekarang."



Gwang Jae pulang bersama gadis-gadis. Hyun Jae takut-takut melihat Gwang Jae. SOon Tae mengatakan pada Hyun Jae kalau itu adalah Hyun Jae, buktinya Hyun Jae memanggilnya Sundae.

"Kurasa Anda salah dengar. Apa Anda bisa menjaga tokonya sebentar? Aku ada rapat bersama Bo Hee."

"Rapat apa?"

"Bo Hee mendapat tawaran iklan."

"Benarkah? Bagus."

1 komentar so far

terima kasih banyak mba diana sudah lanjutin sinopsis the best hit nya..ditunggu sinopsis ep selanjutnya.Semangat nulis nya ya...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon