Wednesday, July 19, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 1

Sinopsis The King Loves Episode 1

Sumber Gambar: MBC


"Seorang anak terlahir dari pasangan Raja Goryeo dan Putri Yuan. Pada usia 3 tahun, anak itu menjadi putra mahkota. Semua orang menundukkan kepala pada anak itu. Bagi anak itu, istana dengan lapisan dinding-dingnya adalah keseluruhan dunia. Aku selalu sendiri."


Suatu hari, Kasim memanggilnya setelah menyiapkan baju karena Raja memanggil. Tapi ia tidak ada di kamarnya.

"Pada usia 12 tahun, aku bertemu temanku. Temanku memberitahuku, "Ada dunia di luar Istana, orang-orang hidup di sana. Maukah kau kesana denganku?" Lalu dia menggenggam tanganku."


Saat ini Wang Won (Putera Mahkota) dan Wang Rin (sahabatnya) menuju suatu tempat dengan berkuda. Sampai disana, mereka melihat orang-orang bermain Bokyeokgu (Polo kaki). Salah satu pemainnya adalah Eun San dan dua sahabat itu sama-sama terpesona pada Eun San.


Bola Bokyeokgu terlempar ke pohon lalu memantul ke kaki Rin dan Rin mengopernya ke Won, tapi Won malah menahannya.

San menghampiri mereka, bertanya ada tujuan apa mereka kesana. Rin menjawab kalau mereka datang untuk bertemu Dongangeosa. San menunjukkan arah tempat penerimaan tamu, ia menyuruh mereka menunggu disana dan meminta bolanya.

"Kami tidak punya banyak waktu jadi kami harap bisa menemuinya segera." Kata Won terkesan sombong.

"Guru hanya menemui orang yang ia kehendaki. Jadi pergi dan tungggu disana sampai ia berkehendak." Jawab San.

"Tidakkah kau dengar? AKu bilang aku tidak punya banyak waktu."

"Kau datang ke permainan suci dan menginjak bola kami. Bahkan menggunakan banmal (bahasa informal) pada orang asing?"

Rin menyela, ini hanya kesalahpahaman. Namun Won menyahut, kenapa harus repot-repot memilih bahasa pada seprang wanita? Won meminta San untuk mengatakan dimana Guru sekarang karena ia akan lengsung kesana.


San hendak mengambil bolanya dengan tongkat Bokyeokgu tapi Won menggulirkan bola ke arah lain dengan kakinya. San masih sabar dan mencoba mengambil lagi dengan tongkatnya, tapi WOn malah menandang tongkatnnya sampai lepas dari pegangannya.

San tak bisa lagi sabar, ia menarik baju Won dan menyudutkannya di pohon. Won mungkin tidak mengerti kata-kata seorang wanita karena tidak pernah mempelajarinya. Haruskah ia mengatakannya dengan perlahan?

"Kembalihah. Sekarang!"


Pegangan tangan San kuat juga, jadi Won harus menggunakan tenaganya untuk melepaskannya, jadi terkesan kasar. Won jadi serba salah. Sementara San tidak terima, ia memukul Won tapi beberaa kali Won berhasil menghindar.

Sampai akhirnya ia bisa menyudutkan Won kembali. Cara San menyurutkannya mengingatkannya pada seseorang.

"YAA!"

"Apa?"

"Kau.."

"Kenapa?"

"Kau tak kenal aku?"

"Omong kosong."


Won berhasil menyudutkan San balik dan ia menatap lurus ke mata San. "Kita pernah bertemu sebelumnya. Aku tahu dirimu."


Rin kayaknya agak gimana gitu melihat mereka berdua dekat.

"Ini adalah ceritaku yang mencintaimu lebih dari diriku sendiri."


Masa lalu. Seseorang masuk ke kandang elang lalu melepaskan elang satu per satu. Ternyata orang itu adalah Wang Won saat masih berusia 12 tahun.


Raja Goryeo (Wang Young / ayah Wang Won) hendak pergi berburu sepertinya dan semua menteri berbaris menyambutnya. Ada Putri Wonsung (putri Yuan / Ibu Wang Won) juga.

Raja bertanya, apa elangku (elang khusus untuk berburu) belum siap juga?


Won menggunting tali yang mengingat elang itu dan elang itu terbang bebas ke langit, menuju ke atas perkumpulan orang-orang yang sedang menyambut Raja. Mereka mengenali tanda di kaki elang itu yang merupakan tanda Raja, jadi elang itu adalah elang Raja.

-=The King Loves=-


Won berlari menuju Raja, mengatakan dengan bangga kalau ia sudah melepaskan semua elang pemburu dari kandang.

"apa?"

"Maka dari itu, Abamama (Ayahanda) tidak perlu pergi berburu lagi. Rakyat tidak akan marah pada Anda lagi."

"Siapa yang... marah padaku?"

"Semua orang bilang.. karena hobi memburu Anda, rakyat..."


Putri Wonsung menyahut, ia lah yang mengatakan semua itu pada Won. Karena menurutnya Raja terlalu sering pergi berburu.

"Untuk berburu, Anda membakar lahan pertanian Rakyat. Dan Anda mengambil ayam dan anjing Rakyat untuk memberi makan elang pemburu. Itulah kenapa saya takut Rakyat akan marah pada Anda."


Raja tersenyum, lalu meminta Won mendekat, bangka karena puteranya memikirkan para Rakyat tapi matanya gak tulus. Won balas tersenyum sambil memandang ibunya. Won pun mendekati ayahnya tapi Ibunya kayak gak rela.

"Won-ah. Orang-orang itu adalah rakyatku. Kau hanyalah keturunan campuran dari orang barbar. Seorang kasta rendahan."


Won jelas terluka, Putri Wonsung juga. Oh ya, Wang Rin juga mendengar dan melihat itu. Raja lalu meniup terompet mini dan secara ajaib elang pemburunya kembali dan hinggap di tangannya.


Semua orang pergi termasuk Ratu Wonsung.


Kasim mendekati Won yang masih sendirian di atas. Won membentak mereka untuk pergi, ia ingin sendirian.

"Kubilang kalian semua pergi."

Maka para Kasim pun mundur.


Won menjatuhkan guntinya, ia menangis. Ada orang yang mendekat. Won menyuruhnya pergi tapi orang itu tidak berankal. Won lalu menoleh dan ternyata orang itu adalah Rin.

Rin memberi Won gula-gula.

"Kau tidak dengar perintahku?!"

"Saat aku memberi ini pada adikku yang menangis, dia berhenti menangis."

"Kau tidak sopan. Beraninya kau... siapa yang menangis?"

"Aku juga memberi adikku gula-gula saat dia marah. Karena itu hatinya jadi tenang."

Won menanyakan siapa Rin, Rin mengenalkan dirinya, ia Wang Rin, putra ketiga dari Pejabat Investigasi yang tinggal di Jiangseungdong.

"Jiangseungdon... Apa ada rakyat yang tinggal di sana?"

"Maaf?"

"Aku bertanya apa ada rakyat di desa itu!"

"Rakyat ada dimana-mana selain istana ini."

Pertemanan Won dan Rin dimulai dari ini.


Para Kasim memanggil-manggil Won karena tidak ada dimana-mana. Ada dua orang yang mengamati mereka dari atap.


Won mengendap-endap bersembunyi dari semua orang untuk bertemu dengan Rin. Rin menyentuh tangan Won tapi Won langsung menepisnya. Rin paham, Won adalah Putra Mahkota.

Lalu Rin membuka bungkusan yang ia bawa, di dalamnya adalah baju. Rin menyuruh Won untuk memakainya karena mereja akan keluar istana. Tapi Won hanya memandanginya saja.

"Apa mungkin... Anda tidak bisa memakainya?"


Won membantahnya lalu menyuruh Rin memakaikan itu padanya. Rin yang tidak tahu caranya malah melukai Won. Won kesal, ia mengambil pakaian itu dan akan memakainya sendiri tapi Rin tidak mengijinkan jadi mereka berebutan.


Beberapa saat kemudian mereka sudah berlarian di pasar.

"Ayo lomba lari sampai ke jembatan Sandae." Ajak Won.

"Bagaimana jika saya menang?"

"Aku akan memberimu pedang naga kecil."

"Benarkah?"

"Hah, itu sebabnya kau tidak akan pernah menang."

"Kita harus mulai bersama! Tunggu aku!"


Saking kepinginnya menang, Won sampai menabrak gerobak orang. Orang itu marah dan menjewer Won. Rin melindungi Won dengan mendorong orang yang menjewer Won. Tapi malah ia yang dijadikan sasaran.

Won tak sengaja melihat ujung tombak menyembul dari gerobak mereka. Mereka panik karena menyadari Won melihat itu, lalu mengancam tapi Won dan Rin berhasil lari.


Mereka tidak bisa membiarkan Won dan Rin kabur tapi Won dan Rin sangat lincah, jadi bisa lolos sengan cepat dari kejaran keduanya.


"Kau lihat itu bukan? Di gerobak tadi?" Tanya Won.

"Mereka membawa tombak."

"Mereka bahkan bukan prajurit.. Bagaimana bisa rakyat biasa memiliki senjata begitu banyak?"

"Haruskah kita meminta orang untuk menyelidikinya?"

"Mengapa?"

"Apa?"

"Mengapa kita harus meminta seseorang untuk melakukan tugas yang menyenangkan itu?"

"Jeoha.."


Won dan Rin mengikuti kedua orang tadi. Dua orang tadi membawa senjata itu pada kelompok preman sepertinya. Bahkan Ketua disana menawari dua orang itu untuk ikut mereka merampok.

"Mengapa kau membutuhkan seluruh orang?" tanya orang itu.

"Kita akan merampok pedagang Eun Young Baek."

"Eun Young Baek?"

"Ssst!"

"Kau tidak dengar, penjaga rumah mereka lebih kuat dari pada penjaga Raja? Katanya mereka berlatih tiga hari sekali. Dimana akal sehatmu?"

"Yang kita lakukan hanya memindahkan barang. Kita punya ahli perang. Ghost."

"Ghost? Kenapa aku belum pernah melihat mereka? Baiklah. Pergilah jika ingin sekarat. Aku akan tetap hidup di sini."

"Menyedihkan. Satu gulungan sutra dari pedagang akan cukup untukmu selama satu tahun."


Teman orang itu membujuk untuk ikut saja demia segulung sutera.


Won dan Rin mengintip mereka jadi mereka juga mendengar semuanya.

"Eun Young Baek..."

"Mereka pasti berbicara tentang Menteri Eun." Jawab Rin.


Rombongan pedagang Eun Young Baek melintasi hutan. Di dalam tandu ada Eun San dan Ibunya. Eun San membuka tandu, berkata ada ibunya kalau disana adalah tempatnya.

"Kita tidak punya waktu untuk main-main." Jawab Ibu.

"Ibu terus saja. Aku akan pergi dengan Bi Yeon dan menyusul nanti!"

"Ayahmu sedang menunggu."

"Aku menanam seikat biji raspberry di sana tahun lalu! Aku hanya memeriksa apa itu tumbuh dengan baik. Aku hanya ingin melihatnya."


Song In bicara pada Wang Jian."Satu-satunya anak dan putri Menteri Eun.. Jika aku tidak salah, namanya San. Tahun depan dia akan berusia 12 tahun, dan saat dia berusia 13 tahun, larangan nikah akan dimulai. (ketika Istana mengumumkan bahwa putra mahkota sedang mencari pengantin wanita, wanita berusia 14-20 dilarang menikah sampai larangan itu dicabut). Jadi Menteri Eun akan berusaha sekuat tenaga untuk menikahkannya di tahun depan."


Wang Jian menyimpulkan, jadi jika San belum menikah pada usia 13 tahun... tidak ada yang tahu kapan dia bisa dipilih sebagai penghormatan kepada Yuan?

"Kudengar itulah sebabnya dia sudah mulai menimbang pilihannya di antara kandidat untuk menjadi pasangan putrinya."

"Jika kita terus seperti ini.. Apa menurutmu aku akan punya kesempatan?"

"Apa saranku pernah salah?"



Won dan Rin semakin mendekati kelompok itu. Rin mengajak Won untuk pergi sekarang. Won belum mau, ia masih ingin melihat sebentar lagi.

Rin menarik Won kesal, "Mengapa kau tidak mendengarkanku?"

Won menepis tangan Rin kasar, "Dan mengapa kau semakin tidak sopan?"


Rin mengajak Won jongkok, takut ketahuan. Rin menyuruh WOn pulang dungan pengawalnya, sementara ia akan melaporkan semua itu ke kantor Pemerintah Daerah.

"Aku ingin tahu." Paksa Won.

"Tahu apa?"

"Seberapa kuat Eun Young Baek."

"Kenapa kau ingin tahu itu?"

"Dia lebih kaya dari Raja, dan memiliki angkatan bersenjata lebih kuat dari Raja. Aku ingin melihat seberapa kuatnya dia."

"Jadi kau akan duduk dan menyaksikan puluhan perampok yang bersiap merampok mereka?"

"Jangan khawatir. Pengawalku dapat melawan sepuluh dari perampok tersebut."


San akhirnya mendapat ijin dari ibunya tapi ibunya meminta 4 pengawal untuk ikut bersama mereka juga San harus memakai jubah.

"Aku tidak mau." Jawab San tapi ia tidak bisa membantah ibunya.


Song In menjelaskan, "Setahun sekali, istri Menteri pergi ke rumah keluarganya. Hari ini mereka pulang. Kelompok geng itu mengira mereka membawa barang mahal. Mereka akan menyerang kelompok tersebut. Kau akan jadi penolong di sana, dan yang perlu kau lakukan hanyalah menyelamatkan San, gadis itu. Tapi ingat satu hal, Hilangkan semua dan apa yang mungkin mencurigakanmu. Tidak ada yang selamat.. lebih baik."


Saat Eun San dan Bi Yeon pergi, para perampok mendekati rombongan Nyonya Eun. San sangat antusias, ia berlari kencang. Karena jubah dan hiasan rambut menyulitkannya, maka ia menyuruh Bi Yeon memakainya.


Para perampok menunggu di lokasi yang tepat dan saat rombongan Nyonya Eun mendekat, mereka menyerbu beramai-ramai. Won dan Rin melihat semua itu dan dibelakang mereka ada pengawal Won.


Semua orang menyerang tapi dua orang yang membawa tombak tadi tetap sembunyi.

"Sembunyi. Sembunyi di sini. Kita akan menonton pertunjukan, lalu makan popcorn."


Nyonya Eun menyadari apa yang terjadi di luar, ia tampak tegang. Pengawal Nyonya Eun memperingatkan kalau kereta itu adalah milik Menteri Eun, jadi menyingkirlah jika masih mau hidup.

Tanpa diperingatkan begitu pun mereka sudah tahu dan sudah persiapan, jadi langsung menyerang saja.


Won kagum, bagaimana Menteri Eun melatih para engawal? Kok bisa mereka menjadi sangat kuat begitu?

"Lihat! Lihatlah teknik pedang mereka! Sama sekali tidak ada kekurangan. Mereka menembus, merobek, dan menangkis."


Tiba-tiba ada dua pisau melesat entah dari mana. Satu mengenai pengawal dan satu lagi mengenai kereta, untung tidak tembus ke dalam.

Lalu meluncurlah tiga orang berpakaian serba hitam dari atas pohon bambu. Ketua perampok berseru, Ghost mereka datang.

Ada satu yang paling menonjol diantara mereka. Mereka menghabisi semua pengawal.


Won tidak bisa membiarkan itu, ia memanggil dua pengawalnya, Sang Jo dan Soo Sung untuk membantu mereka tapikeduanya hanya diam.

"Jeoha, keselamatan Anda adalah prioritas kami." Jawab Sang Jo.

"Mereka dalam bahaya. Mereka akan mati di tangan para perampok!" Kata Won dan ia akan mendekat tapi Sang Jo menahannya, mereka akan kembali ke Istana.


Seorang prajurit tak sengaja menyaberkan pedangnya mengenai lengan Ghost itu dan robek. Ghot itu memiliki tato di tangannya, tato ular. Ghost itu marah, ia langsung menghabisi satu-satunya pengawal yang tersisa itu.


Pintu kereta terbuka sedikit, lalu Ghost yang lain membukanya lebar. Ghost utama terkejut karena Nyonya Eun di dalam hanya seorang diri.

"Kenapa dia tidak ada di sini? Putrimu." Tnaya Ghost.

Nyonya Eun melihat tato si Ghost. Ghost langsung menodongkan pedang dan tak lama kemudian menyayatnya.


Ghost dan dua anak buahnya berlari mencari Eun San.


San berhasil menemukan gingseng liar dan ia sangat antusias walaupun gingseng itu baru berumur satu tahun. Bi Yeon hanya mengiyakan saja apa yang San bilang, ia malah sebenarnya.

"Aku akan menanamnya di sini satu tahun lagi dan tahun depan aku akan memindahkannya ke ladang kita dan menanamnya di sana. Dan jika sudah dua tahun.. Ooh aku sudah mencium baunya! Aku mungkin lebih kaya dari Ayahku! Apa yang harus aku lakukan?"


Gosht menemukan mereka, tapi ia fokus pada Bi Yeon yang memakai jubah dan hiasan rambut San.


Pengawal tahu mereka adalah penjahat, lalu mengajak San dan Bi Yeon berlari. Mereka lari ke hutan bambu dan kahinrya terkepung.


Ghost mundur, membiarkan dua pengikutnya untuk melawan 4 pengawal.


Won, Rin dan kedua pengawal Won mendekati rombongan Nyonya Eun dan semuanya meninggal. Tapi beruntung Nyonya Eun masih hidup, Nyonya Eun memanggil-manggil San.


Won menyuruh pengawalnya untuk mengeluarkan Nyonya Eun dan memanggilkan ke tabib.

"Mohon tunggu sebentar. Kami akan memanggil orang untuk menyelamatkan Anda!" Kata Won.

Won lalu meminta pengawalnya untuk memanggil tabi. Tapi sebelum itu, Nyonya Eun memegang tangan Won.

"Putriku, Eun San..."

"Putri Anda, San?"

"Tolong selamatkan dia."

"Dimana putri Anda?"

"Putriku, San... Tolong sampaikan pesanku padanya..."


Semua pengawal berhasil dihabisi. San mengambil salah satu pedang pengawalnya dan dengan berani ia menodongkannya pada Ghost, "Jika kau butuh uang, katakan. Kau akan mendapatkannya jika kau membiarkan kami."


San tak sengaja melihat tato ular milik Ghost dan Ghost menyadari itu.

"Mata itu melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihat."


Ghost akan menyerang San tapi Bi Yeon menggunakan tubuhny sebagai tameng, jadilah Bo Yeon yang terluka.

San panik dan menangis, "Bagaimana ini..."

Ia menatap tajam Ghost. Ghost mengangkat pedangnya siap menebasnya juga.

1 komentar so far

Drama yang aku tunggu2. Semangat ya nulis sinopsisnya :)

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon