Saturday, July 8, 2017

Sinopsis Lookout Episode 27

Tags

Sinopsis Lookout Episode 27

Sumber Gambar: MBC


Kongres Chae menanyakan identitasnya sebagai Jaksa di Kejaksaan Negeri Seoul dan bawahan Yoon Seung Ro. Do Han membenarkan itu. Lalu Kongres Chae bertanya, kenapa Do Han bersaksi untuk melawan Yoon Seung Ro dalam jajak pendapat ini?

"Saya, atas perintah Kepala Kejaksaan, telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum negara. Hal itu bertentangan dengan hukum dan nurani saya, sebab itu sekarang saya ingin memperbaikinya."

"Memang apa yang sudah kau lakukan?"

"Saya terlibat dalam beberapa kasus, yaitu Kasus Miseo-dong, kasus ibu rumah tangga yang hilang, dan juga kasus kematian anak dari atap gedung tahun lalu."

"Ketiga kasus itu adalah kasus yang telah lewat namun tengah diinvestigasi ulang. Memang apa hubungan antara ketiga kasus tersebut?"

"Ketiga kasus itu dan Kepala Kejaksaan Yoon Seung Ro saling berhubungan hingga kemudian ditutup. Kepala Kejaksaan juga menginstruksikan saya terlibat
secara ilegal dalam ketiga kasus tersebut."

"Bisa tolong jelaskan lebih spesifik?"

"Permulaannya, dalam kasus Miseo-dong, sebenarnya Kejaksaan dapat dengan mudah menangkap pelaku. Namun, ia mengizinkan pergi Tentara Amerika yang merupakan komplotan dalam kasus tersebut. Dan baru-baru ini, setelah kami akhirnya menangkap pelaku utama, bahkan setelah lima tahun, ia menginstruksikan secara pribadi agar penyidikan dihentikan."

"Menurutmu, apa kiranya alasan ia memberi perintah seperti itu?"

"Saya rasa, dahulu dimulai akibat pemilihan presiden. Ia mungkin khawatir kandidat dari partai berkuasa akan terkena dampak negatif apabila terdapat masalah yang berkaitan dengan Militer Amerika."


Pihak pembela Yoon Seung Ro menyimpulkan, apa maksud Do Han itu Yoon Seung Ro yang merupakan sosok yang loyal terhadap penguasa sehingga dia mengintervensi peradilan dengan jabatannya.

"Maafkan saya, namun ada alasan kuat sehingga saya yakin begitu." Jawab Do Han.

Lalu orang itu memohon untuk memasukkan saksi, mantan Jaksa Oh Kwang Ho.


Pengacara Oh diminta untuk mengkonfirmasi pengakuan Do Han tadi. Pengacara Oh mengatakan bahwa pengakuan Do Han tadi adalah kebohongan. Sejauh yang ia ketahui, Yoon Seung Ro tidak melakukan kesalahan apa-apa selaku seorang Jaksa. Menuduhnya terlibat dalam politik tidaklah berdasar, cukup keterlaluan juga.

"Terlebih, Jaksa penanggung-jawab dalam kasus Miseo-dong lima tahun lalu adalah saya. Dibanding Jaksa Jang, saya lebih mengetahui soal itu. Saat itu, beliau memang masih Kepala Departemen, namun dia tidak pernah menekan kami dalam penyidikan kasus tersebut. Dan juga, kepada keluarga korban, karena tidak bisa menangkap pelaku sebenarnya lebih awal, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Maafkan saya."

Bo Mi tidak menganggap itu permintaan maaf karena Pengacara Oh masih berbohong.


Kongres Chae bertanya, bagaimana Do Han bisa mengenal detektif Nam Byung Jae. Do Han mejelaskan bahwa mereka rekan dalam Tim Investigasi Khusus untuk menangkap Jo Soo Ji.

"Itu yang terlihat dari luar. Namun berdasar informasi darimu, orang itu, atas perintah dari Kepala Yoon, telah melakukan sesuatu secara rahasia. Bisa katakan apa itu?"

"Kepala Kejaksaan memerintahkan Nam Byung Jae untuk membunuh Jo Soo Ji, bukan memenjarakannya. Saya juga merupakan bagian dari rencana tersebut."

Orang-orang mulai ribut. Yoon Seung Ro akhirnya membantah klaim Do Han Itu. Tapi Do Han belum selesai, "Baginya yang tengah menjadi kandidat sebagai Jaksa Agung, Jo Soo Ji merupakan batu sandungan. Masa lalu Kepala Kejaksaan terus diungkit olehnya. Sebagaimana rumor yang beredar di internet, pelaku asli dalam kasus Kim Woo Sung, juga kasus Miseo-dong, ditangkap oleh Jo Soo Ji. Itu alasan ia harus dibunuh. Dia menjadi sandungan untuk melangkah ke kursi Jaksa Agung."


Partai pembela Yoon Seung Ro menerima klaim itu tapi ia menuntut Do Han untuk menunjukkan bukti, bukan hanya omongan saja. Do Han tidak memiliki bukti karena pesuruh Kepala Kejaksaan, ia hanya memiliki diri serta ingatannya belaka.

Semua orang menertawakan Do Han, Sebagai seorang Jaksa, bagaimana bisa Do Han menggiring opini seluruh negeri terutama di gedung Kongres ini dengan pengakuan tidak berdasar tanpa disertai barang bukti yang memadai?

"Segala sesuatu berkaitan Kepala Kejaksaan pasti akan berakhir tanpa jejak seperti ini. Sebagaimana dalam kasus Lee Shin Hyuk, saksi yang terbunuh, Lee Eun Ja-ssi, oleh Nam Byung Jae, begitulah cara jejaknya dihapuskan."


Kongres Chae tertarik, Yoon Seung Ro menginstruksikan Detektif Nam Byung Jae untuk membunuh, begitu?

"Ya. Kemudian ketika Detektif Nam ditangkap saat hendak membuang mayatnya, Kepala Kejaksaan takut Detektif Nam akan membuka mulut, jadi dia menggunakan anak dan istri Detektif Nam sebagai ancaman. Ia kemudian dirancang seolah bunuh diri akibat rasa bersalah pada keluarga."


Yoon Seung Ro menjelaskan, Byung Jae itu tidak lebih dari polisi korup yang ketakutan bahwa korupsinya akan terungkap, lantas bunuh diri. Byung Jae meneleponnya meminta tolong, namun ia sudah menyuruhnya taat pada hukum. Hatinya terluka akan kematiannya, namun iamenjamin bahwa investigasi kasus korupsinya tetap dilanjutkan.


Soon Ae melihat jalannya jajak pendapat di sebuah rumah sakit dan disampingnya ada sesorang yang berbaring.


Kongres Chae meminta Komisioner mengingatkan kandidat dan sakasi bahwa mereka dapat dihukum atas sumpah palsu. Bukan hanya itu, semua pernyataan yang mereka keluarkan, kemudian dapat menjeratnya secara pidana.

"Kandidat Yoon. Jaksa Jang Do Han. Kalian berdua yakin telah mengatakan yang sejujurnya?" Tanya Komisioner. Baik Do Han maupun Yoon Seung Ro mengiyakannya.


Selanjutnya Kongres Chae menanyakan soal Soo Ji. Kenapa Soo Ji (yang merupakan buronan) begitu terobsesi akan korupsi Yoon Seung Ro? Apakah seperti yang dia katakan bahwa ini disebabkan kematian putrinya bukanlah kecelakaan?

Do Han membenarkan. PUtera Yoon Seung Ro, Yoon Shi Wan telah membunuh Jo Yu Na. Dan Kepala Kejaksaan memerintahkannya menutup kasus itu tanpa ada masalah. Dan ia, mematuhi perintahnya.


Yoon Seung Ro menyela, kasus itu tidak ada saksinya dan kasus itu tidak dipersidangkan. Hanya demi menjatuhkannya, nama putranya lantas dimanfaatkan untuk mengungkit kasus tersebut oleh Do Han dan Kongres Chae. Ia sungguh menyayangkannya.

"Jaksa Jang dan Kongres Chae. Kalian berada dalam jajak pendapat. Banyak orang menyaksikan kita. Ini merupakan acara yang amat penting. Kasus yang tidak terdapat bukti maupun saksi... kalian gunakan menjeratku, apakah itu dapat dibenarkan?

Komisioner. Dan semua yang hadir di Kongres ini. Tidak pernah sekalipun demi memenuhi hasrat pribadi, saya menyalahgunakan kekuasaan saya. Saya selalu mendedikasikan diri demi menjaga kepercayaan... yang telah diberikan oleh rakyat negeri ini.

Sebagaimana klaim kedua orang ini, bila demi meraih posisi sebagai Jaksa Agung ini... saya melakukan satu saja pelanggaran, atau bila ada bukti konkrit atas hal tersebut, sekarang juga saya akan mundur dari jajak pendapat ini.

Namun hingga saat ini, klaim mereka tidak lebih dari teori konspirasi tanpa adanya bukti, maupun saksi."


Do Han mengakui, "Tanggal 5 Mei 2016, Yoon Shi Wan membawa putri Detektif Jo Soo Ji, Jo Yu Na, ke atap gedung dan saya menyaksikannya sendiri."


Semua jelas terkejut, terlebih Soo Ji, Kyung SOo dan Bo Mi.


Orang-orang mengingatkan, Jika Do Han ada di TKP, berarti Do Han bertanggung-jawab karena membiarkan Yoon Shi Wan melakukan pembunuhan. Membiarkan pembunuhan, apa Do Han mengakuinya?

"Ya. Saya... isa saja menghentikan Shi Wan melakukan pembunuhan. Saya bisa mencegah kematian Yu Na. Namun, saya tidak melakukannya."


Do Han dimakai semua orang karena telah membiarkan pembunuhan terjadi, semua orang mengutuknya. Karena suasana terlalu ribut, Komisioner menunda Jajak pendapat dan akan dilanjutkan besok.


Kyung Soo tak mengerti, sebenarnya Do Han hendak melakukan apa lagi demi menangkap Yoon Seung Ro?

Bo Mi: Terlebih, dia mengatakannya secara terbuka. Resiko yang ia tanggung setelahnya sangatlah besar, namun dia mengungkap semuanya. Meski aku yakin tetap sulit untuk memaafkan dia.

Soo Ji: Setahun lalu, rekaman CCTV yang kalian kirim padaku, masih ada, 'kan?

Kyung Soo: Kurasa begitu. Tapi kenapa menanyakannya sekarang? Mau memeriksa ada tidaknya dia di sana? Aku mengerti, akan kuperiksa.


Soon Ae yakin Do Han mengarang kesaksiannya itu untuk menjatuhkan Yoon Seung Ro. Pasti begitu.


Eun Joong menemukan ponsel Nam Byung Jae di laci kamar ayahnya. Ayahnya memergokinya saat ia akan keluar. Eun Joong tidak ,emyembunyikan apa-apa, ia malah bertanya kenapa ponsel Byung Jae ada disana?

"Lalu? Kau menggeledah ruanganku?"

"Abeoji harus menjawab dulu pertanyaanku. Seharusnya ponsel ini berada di tangan keluarga mendiang. Kenapa justru ada di laci Abeoji?"

"Aku hanya terlalu sibuk jadi lupa menyerahkannya, itu saja. Aku menyimpannya dan nanti akan kuberikan pada keluarganya."

"Lalu, bagaimana dengan catatan itu? Kelihatannya semacam password. Kenapa Abeoji memiliki catatan itu? Abeoji... Alasan aku menghormati Abeoji bukanlah karena Abeoji hidup sempurna tanpa melakukan kesalahan. Namun karena Abeoji selalu berusaha di jalan yang benar. Aku harap hanya karena ingin menghapus satu kesalahan ketika menjadi hakim, Abeoji tidak mengambil keputusan yang fatal."

"Ya, kau benar. Aku akan mengurusnya. Aku membuat kesalahan."


Ayah Eun Jong mengambil ponsel itu lalu membawanya masuk ke kamarnya lagi. Eun Joong mengintip saat ayanhnya kembali memasukkan ponsel itu kedalam laci.


Kongres Chae menyesal, Sekalipun tidak ada yang bisa menggantikan Oh Bujang sebagai saksi, semestinya ia tidak menempatkan orang yang tidak ia kenal dan tidak dapat dikonfirmasi segala sesuatunya seperti Do Han, sebagai saksi di sana. Kalau Do Han hendak mengatakan sesuatu yang semengejutkan itu, seharusnya katakan dulu padanya. Karirnya sekarang dipertaruhkan juga karena Do Han!

"Aku akan memastikan Kongres Chae tidak terseret karenanya."

"Lalu, apa kesaksianmu tentang Yoon Shi Wan benar adanya? Kali ini, adakah cara untuk membuktikan kesaksianmu?"

"Ada. Para korban. Apakah bila mereka semua datang, aku akan dipercayai?"

Lalu Do Han undur diri.


Kyung Soo menunjukkan CCTV itu tapi tidak terlihat ada Do Han disana.

Bo Mi: Entah saat kami memeriksa, posisi CCTV sudah disesuaikan, atau rekaman itu sendiri sudah di edit.


Soo Ji tidak bisa berdiam diri disana. Ia akan memastikan , apa Do Han sungguh menyaksikan kematian Yu Na? APa sungguh Do Han tidak melakukan apa-apa?


Gwan Woo menyaksikan berita kehebohan Jajak pendapat karena pengakuan Do Han. Setelahnya, ia membetulkan selimut ayah Do Han.


Saat akan keluar, Eun Joong menelfon mengajaknya bertemu.


Soo Ji menghubungi Do Han tapi lama sekali baru diangkat.

"Di mana kau?"

Do Han saat ini ada di Gereka Gwan Oh, tak lama kemudian Soo Ji datang.


Soo Ji langsung saja, apa benar Yu Na didorong oleh Yoon Shi Wan dari atap gedung dan Do Han sungguh menyaksikannya?

"Oh. Itu benar."

"Lalu? Jawab aku! Kenapa kau melakukannya? Kenapa baru sekarang kau mengatakannya? Kenapa kau baru mengungkapkannya?I"


Karena Do Han tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Do Han tidak bisa lagi membuat alasan.

"Selama ini kau menutup mulutmu, tapi sekarang... Sekarang? Kau pikir aku akan memaafkanmu setelah kau mengungkapkan kebenarannya? Kau mengaku hanya untuk membuat dirimu sendiri merasa lebih baik?! Tidak akan kumaafkan. Sekalipun Yu Na kembali hidup, kau... tidak kumaafkan."


Di luar, Gwan Woo memanggilnya. Soo Ji sudah malas bertemu Gwan Woo karena Gwan Woo sama saja dengan Do Han.

Soo Ji akan pergi tapi Gwan Woo menahannya sebentar.


Di depan rumah Yoon Seung Ro dipenuhi reporter yang hendak meliput.


Nyonya Park berdiam di dalam bersama Shi Wan, mereka menyaksikan berita di TV. Nyonya Park menyuruh Shi Wan masuk saja ke kamarnya.

"Aku membaca artikelnya di internet." Jawab Shi Wan.


Yoon Seung Ro pulang, mengatakan semua akan baik-baik saja. Nyonya Park bertanya, tidak akan terjadi apa-apa pada Shi Wan kan?

"Kita lihat saja besok." Jawab Yoon Seung Ro lalu masuk kamarnya. Shi Wan tertawa karenanya membuat Nyonya Park semakin takut.



Selanjutnya, Yoon Seung Ro menghubungi Ayah Eun Joong, bertanya kapan akan memberikan ponsel Byung Jae padanya.


Shi Wan mengetik pesan untuk Se Won dan ia mengirimnya. Sembari menunggu jawaban, ia membuka kotak musik di meja.


Se Won terkejut membaca pesan dari Shi Wan itu.

"Kau sedang apa? Kau pergi tanpa pamit. Terjadi sesuatu?" 

Sebenarnya gambar yang Se Won lihat itu adalah gambar Shi Wan mendorong Yu Na dari atas gedung.


Kabetulan Soon Ae baru pulang. Se Won langsung menemuinya. Se Won akan menceritakan semuanya tapi SOon Ae mendadak mendapat telfon dan bergegas keluar lagi.

"Se Won-ah, Eomma benar-benar minta maaf. Tapi, aku akan segera kembali. Kunci pintunya dan tidurlah, mengerti?"


Bo Mi masuk ke kamar Soo Ji dan ternyata Soo Ji belum tidur. Bo Mi bertanya, apa Soo Ji sudah bertemu Daejang? Apakah yang Daejang katakan saat jajak pendapat itu benar?

"Benar."

"Tapi, bukankah dia kembali untuk menyelamatkan Yu Na? Awalnya dia juga tidak tahu, 'kan?"


"Aku, setelah Yu Na-ku meninggal seperti itu, pergi ke sekolah Yoon Shi Wan dan menodongkan pistol padanya. Seandainya Timjangnim tidak menahanku, peluru pasti sudah menembus kepalanya. Saat itu, aku... sanggup melakukan apa saja pada Yoon Shi Wan, tidak peduli apa pun resikonya. Jang Do Han pun begitu. Demi membuktikan ketidakbersalahan ayahnya, dia sanggup melakukan apa saja.

Saat memikirkan bagaimana dia memperlakukan Yu Na-ku, aku bahkan tidak merasa membunuhnya akan cukup. Namun perasaanku yang dapat memahami dirinya, yang membuatku gila."


Kyung Soo mendengar semua itu dari luar.


Gwan Woo masuk ke dalam gereja, tapi ia hanya memandangai Do Han dari belakang saja.

Sementara itu, Soo Ji menghabiskan malam ini dengan berpikir dan berpikir.


Do Han datang ke gedung Jajak pendapat beriringan dengan Yoon Seung Ro. Mereka berdua sama-sama dikerumuni para reporter.


Kongres Chae mengingatkan Do Han kalau mereka berada di perahu yang sama sekarang. Jadi kalau ada sesuatu, sebaiknya Do Han katakan sekarang saja.

"Tidak akan menarik kalau kukatakan sekarang."

"Jang Geomsa, kita ini berada di perahu yang sama. Aku tidak akan mengizinkanmu berbuat sesuka hati, mulai saat ini."

"Tidak mengizinkan?"

"Segala kesalahan yang telah kau perbuat, aku akan pastikan kau bertanggung-jawab atas semua itu."

"ika memang semua kesalahan memiliki harga yang layak, dan juga... aku bisa membayarnya, maka aku... pasti sudah termaafkan."


Ayah Eun Joong pergi pagi-pagi, berkata akan mengembalikan ponsel Byung Jae seperti permintaan Eun Joong.

"Baiklah, hati-hati." Kata Eun Joong.


Pertanyaan pertama untuk Do Han adalah alasannya mengawasi Shi Wan sampai menyaksikan kejadian Yu Na waktu itu.

"Yoon Shi Wan, kepada teman sebaya maupun yang lebih muda, sering melakukan pelecehan verbal maupun tindak kekerasan. Saat anak-anak itu akibat tindakan Yoon Shi Wan terluka secara mental ataupun fisik, keluarga Kandidat Yoon Seung Ro memberi mereka uang tutup mulut."

"Lalu, kalau kau berada di TKP saat itu, kenapa kau membiarkannya terjadi?"


Seorang wanita: Apakah menurutmu ada hal yang lebih penting dibandingkan nyawa seseorang? Cepat jawab aku, Saksi! Apa lagi yang lebih penting dibanding nyawa seseorang?!

Seorang Pria: Kau terus saja diam setiap kali kami mengajukan pertanyaan yang tidak kau inginkan. Kalau kau bersikukuh tutup mulut begitu, kenapa tidak sekalian saja berhenti sebagai saksi?

Pria lain lagi: Saksi, apakah tidak masalah bagimu bila menyimpulkan kedatanganmu ke sini sebagai upaya memfitnah Kandidat Yoon? Bila memang kau memiliki dendam pribadi terhadap Kandidat Yoon, lalu kenapa juga kau bekerja untuknya? Itu tidak masuk akal, Saksi.

Do Han: Saya... bisa menjelaskan semuanya.


Soon Ae menuju suatu tempat, berkata bahwa ia hampir sampai.


"Saya... tidak memiliki cara lain untuk membuktikan kesalahan Kepala Kejaksaan Yoon Seung Ro, kecuali menjadi whistle-blower. Ayah saya, Lee Shin Hyuk-ssi, tidak bersalah... dan merupakan ayah biasa bagi keluarganya.

Ayah saya... mendadak ditahan sebagai mata-mata, dan akibat hal itu, kehidupan ayah saya beserta keluarga kami sepenuhnya kacau balau. Namun, satu-satunya bukti bahwa dia adalah mata-mata... hanyalah kesaksian, yang dia berikan usai diancam dan disiksa."


Yoon Seung Ro membantahnya, tidak ada penyiksaan dan juga, selain kesaksian tersebut, ada juga kesaksian dari petugas administrasi di kantornya. Lee Shin Hyuk jelas-jelas adalah mata-mata.

Do Han membenarkan, Yoon Seung Ro pun mengatakan hal yang sama di persidangan. Yoon Seung Ro adalah Jaksa pertama yang ia lihat seumur hidup, dan ia tidak akan pernah melupakannya. Ia telah berusaha membujuk saksi, yang juga merasa tidak tenang atas pernyataan palsunya, Lee Eun Ja-ssi, untuk hadir dalam banding.


"Butuh waktu 10 tahun... bagi anak kecil seperti saya menjadi dewasa. Untuk membuktikan ketidakbersalahan ayah saya, menjadi seseorang yang dapat melakukan sesuatu untuk ayah saya, membutuhkan waktu 10 tahun. Namun, Lee Eun Ja-ssi tidak dapat hadir di persidangan. Dan beberapa waktu lalu, dia baru kembali kepada keluarganya, setelah menjadi tengkorak dalam sebuah tas.

Banding tersebut dibatalkan. Orang yang telah membiarkan pembunuh satu keluarga bebas berkeliaran dan memerintahkan pembunuhan kepada Lee Eun Ja-ssi yang ingin mengungkap kebenaran, kemudian beralasan itu demi kebaikan hukum dan negara adalah Kepala Kejaksaan Yoon Seung Ro. Untuk membuktikan segala kesalahan yang telah ia lakukan, demi meraih kekuasaan, satu-satunya cara yang bisa saya lakukan hanya mendekatinya, menjadi bagian kejahatannya, lalu menjadi whistle-blower."


Yoon Seung Ro mulai gelisah dan ia banyak minum.

Do Han: Bila melalui pengakuan saya... kejahatan Yoon Seung Ro dapat terungkap ke publik, dan ketidakbersalahan ayah saya beserta para korban lainnya dapat dibuktikan, dengan senang hati... saya menerima semua hukuman.


Yoon Seung Ro kembali membantahnya, kedengarannya memang nyata, namun semua itu bohong. Terdakwa atas kasus mata-mata, Lee Shin Hyuk, bukanlah ayah Do Han.

Yoon Seung Ro menunjukkan hasil tes DNA antara Do Han dan Lee Shin Hyuk yang sudah dipalsukan.

"Kasus yang disebutkan oleh Jaksa Jang Do Han, termasuk kasus Miseo-dong, serta kematian Lee Eun Ja-ssi, terdapat kesaksian bertentangan, juga kematian para saksi." Jelas Yoon Seung Ro.

Do Han menyela, itu karena Yoon Seung Ro telah bernegosiasi dengan Oh Kwang Ho dan membunuh Nam Byung Jae.

"Saya berupaya menutupi kasus itu tidak lebih dari fitnah belaka. Jaksa Jang, tidak peduli apa pun itu, bawakan saja buktinya. Tidak bisa, 'kan? Kenapa dia tidak menunjukkan apa-apa? Itu karena semua yang dia katakan, tidak lebih dari karangan belaka."


Yoon Seung Ro lalu menunjukkan rekaman CCTV dalam kasus Yu Na. "Terlihat dua anak naik, lalu hanya satu anak yang keluar. Dan CCTV lain di sekitar situ rusak. Tidak ada rekaman Jaksa Jang berada di sana. Artinya, agar dapat berbohong, dia telah menghapus rekaman tersebut. Kita semua saat ini, telah ditipu oleh seorang paranoid yang yang juga merupakan pembohong ulung. Seorang anak yang mengubah identitas demi membalas dendam ayahnya, tidak lebih dari khayalan Jaksa Jang belaka."

Do Han berkaca-kaca mendengarnya.


Bo Mi mulai khawatir, bagaimana kalau Yoon Seung Ro benar-benar menjadi Jaksa Agung?

Kyung Soo: Mungkinkah Daejang kali ini akan berhasil di sana? Kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya sekarang.

Soo Ji: Aku harus pergi sekarang.

Kyung Soo: Noonim, mau ke mana?


Yoon Seung Ro minta maaf karena tidak mampu mengontrol stafnya dengan baik. Komisioner bertanya, apakah ada penyanggahan atau kesaksian tambahan?

Semuanya diam. Komisioner memutuskan untuk menutup Jajak pemdapat Yoon Seung Ro, tapi keajaiban datang. Nam Byung Jae muncul.


Do Han mampu tersenyum lagi.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...