Thursday, July 13, 2017

Sinopsis Lookout Episode 31

Tags

Sinopsis Lookout Episode 31

Sumber Gambar: MBC


Tak lama setelah Soon Ae dan Soo Ji naik, Shi Wan keluar dari tempat persembunyiannya. Shi Wan memasang kamera di tangga jadi ia bisa mengamati siapa yang datang.


Shi Wan juga melihat mobil Do Han, ia tersenyum, "Para pemain memasuki arena."


Soon Ae tidak sanggup menembak Soo Ji.

Soo Ji: Timjangnim, dengar aku. Hal yang paling aku benci dari kematian Yu Na adalah pada detik-detik Yu Na-ku akan jatuh dari atap, betapa dia ingin bertemu denganku. Dia pasti sangat ketakutan. Setiap kali aku memikirkannya...


Soo Ji: Mengingat bagaimana saat itu aku tidak ada untuk Yu Na-ku, membuatku begitu marah pada diri sendiri. Sampai mati pun, aku tidak akan bisa memaafkan diriku. Timjangnim tidak akan pernah memahaminya. Timjangnim, aku dengan segala kekuatanku, demi menyelamatkan Yu Na, akan aku lakukan segalanya. Apa pun itu. Bahkan meski itu Timjangnim, aku akan sanggup membunuhmu. Maka itu, Timjangnim. Tolong jangan khawatir terhadapku. Turuti saja kemauan baj* itu. Bagaimanapun juga, sejak awal aku yang ia inginkan. Kalau aku mati, Se Won akan selamat.

Soon Ae: Soo Ji-ah.

Soo Ji: Sekarang ini pikirkan betapa ia ingin ibunya ada di sana, pikirkan tentang Se Won!


Se Won berbicara lirih, "Eomma. Maaf selama ini selalu kasar padamu. Aku sangat merindukanmu."


Soon Ae berdiri dan menodongkan pistolnya kembali pada Soo Ji. Soon Ae mengakui, ia sangat buruk dalam menjadi Ibu, amat sangat. Tapi ia tidak bisa membiarkan Se Won mati seperti ini, 'kan? Soon Ae tidak akan memohon pengampunan dari Soo Ji. Jadi ia mohon Soo Ji yang mengerti dirinya. Soo Ji mengangguk pasti.

"Benar. Harus begitu. Jangan membuatku kecewa lagi." Kata Shi Wan.


Do Han berlari ke atas, Bo Mi memintanya agak cepat karena sesuatu mungkin akan terjadi pada Soo Ji. Kyung Soo akan kesana juga tapi Do Han melarang.

Do Han: Untuk jaga-jaga, kau tetap di sekolah saja. Jo Soo Ji... aku yang akan menyelamatkannya.


Soo Ji memejamkan matanya, siap ditembak tapi Soon Ae kembali gagal, ia tidak bisa. Soo Ji menarik tangan Soon Ae yang membawa pistol, ia bahkan akan menarik pelatuknya tapi Soon Ae bisa mencegahnya. Mereka pun saling berebut dan ponsel Soon Ae terjatuh.


Tak lama kemudian terdengar suara letusan pistol. Soon Ae shock karena Soo Ji tertembak. Do Han baru sampai dan ia terlambat karena Soo Ji sudah tumbang.


Do Han membangunkan Soo Ji, Soo Ji tidak boleh mati seperti itu.


Baik Kyung Soo dan Bo Mi mendengar suara tembakan itu. Mereka berpikir, Soo Ji terluka. Kyung Soo langsung mempercapat langkahnya.


Shi Wan tersenyum, ternyata Soon Ae lebih baik dari yang ia duga.


Untunglah Soo Ji membuka matanya, bertanya bagaimana Do Han bisa menemukan mereka. Do Han menahan darah keluar dari luka Soo Ji, ia tak menjawab pertanyaan Soo Ji.


Shi Wan: Dia masih hidup? Jo Soo Ji masih hidup?!


Bo Mimendengar suara Shi Wan itu melalui telfon Do Han, ia lega karena Soo Ji masih hidup. Kyung Soo juga lega setelah mendapat kabar dari Bo Mi.


Do Han melarang Soo Ji bergerak dulu. SHi Wan marah, ia pun menjalankan kembali timer bom yang sempat ia pause.


Nyonya Park kembali ke kamar Shi Wan, ia mencari gambar yang dulu ia sembunyikan tapi sudah tidak ada. Lalu ia memutuskan untuk melihat gambar di bingkai besar di sana.


Nyonya Park terkejut melihat gambar Shi Wan sedang mendorong Yu Na. Tambah terkejut saat ada gambar, Shi Wan menyekap seseorang diatap sekolah. Nyonya Park langsung menghubungi polisi.

Nyonya Park: Seseorang disekap di atap SMU Sanyeong!


Soo Ji teringat sekarang, waktu itu yang menyelamatkannya juga Do Han, kan?

Do Han: Lukamu tidak terlalu dalam. Sebab itu, sebaiknya jangan banyak bergerak.


Soon Ae lalu menggantikan Do Han menahan tubuh Soo Ji. Soon Ae menjelaskan, ia tidak bisa membunuh Soo Ji.


Shi Wan: Jadi, rekanmu lebih penting daripada putrimu? Jin Se Won... benar-benar anak yang malang sekali. Yah, bagaimanapun Ahjumma sudah memutuskan. Kurasa, kau tidak akan menyesalinya.

Do Han mengambil ponsel Soon Ae, ia bicara dengan bertatap muka dengan Shi Wan.

Do Han: Hei, baj* pengecut! Apa yang sudah kau lakukan pada Se Won?

Shi Wan: Aku baj* pengecut? Lalu, kau sendiri? Saat aku mendorong Yu Na dari atap gedung, kau sendiri menyaksikannya di sana. Jang Do Han Geomsanim. Seperti saat itu, seharusnya kau duduk dan menyaksikan saja. Berhentilah sok pahlawan.

Soo Ji meminta Soon Ae membangunkannya. Do Han memperingatkan Shi Wan, kKali ini, rencana Shi Wan tidak akan berjalan mulus. Permainan sialan Shi Wan itu... selesai sampai di sini.

Shi Wan: Kau pikir begitu?


Polisi membawa tim penjinak bom ke sekolah Se Won. Kyung Soo menyadap walkie talkie mereka. Ia heran, adahal tidak ada siapa-siapa di atap sekolah. Kyung Soo menatap gedung sebelah, "Jangan-jangan..."


Soon Ae: Yoon Shi Wan! Lakukan semaumu. Aku tidak bisa membunuh orang lain demi putriku. Se Won-ku pun tidak akan senang bila aku melakukannya.

Soo Ji merebut ponsel Soon Ae dari Do Han, "Kau menginginkan aku. Berhentilah melukai orang lain! Ada sebuah bom? Omong kosong! Mana mungkin seorang pelajar bisa membuat bom?"


Do Han mendapat telfon dari Jin Ki, mengabari kalau di atap sekolah, Se Won disekap bersama sebuah bom. Ibu Shi Wan sendiri yang melaporkannya. Sebenarnya, ia ingin menghubungi Soon Ae tapi ponselnya sibuk terus. Do Han tidak bilang kalau ia sedang bersama Soon Ae, ia hanya bilang akan menghubungi Jin Ki jika sudah menemukan Soon Ae.


Do Han memberitahu Soo Ji dan Soon Ae kalau Se Won disekap di atap sekolah bersama bom. Soon Ae pucat mendengarnya.

Shi Wan: Sekarang kau memercayaiku?


Kyung Soo mengawasi jalannya pemeriksaan dari gedung sebelah. Ia heran, apa ini tidak berlebihan? Tidak ada tanda-tanda keberadaan sebuah bom.

Bo Mi: Baj* satu itu mampu membuatnya. Begitu bajingan itu tertangkap, akan kubunuh dia.

Kyung Soo: Tapi, paling tidak, Ibunya Yoon Shi Wan tidak separah itu. Dia melaporkannya sendiri.


Nyonya Park tidak tenang di rumah, ia memeluk foto Shi Wan kecil, sambil memikirkan apa yang terjadi selama ini.

"Maafkan Ibu. Maaf." Nyonya Park menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada puteranya.


Waktu tinggal 2 menit, Shi Wan mengingatkan mereka untuk bergegas.

Do Han mengambil ponsel dari Soo Ji, ia menuju tepi. "Aku yang akan mati. Semuanya terjadi karena aku. Baik masalah Yu Na, maupun ayahmu. Mari akhiri ini dengan kematianku."

Shi Wan tidak mau, itu tidak menyenangkan. Tapi kemudian ia setuju, asal Do Han mengikuti instruksinya.

Soo Ji: Apa yang sedang kau lakukan?

Do Han: Aku harus bagaimana?

Shi Wan: Tulis surat wasiat. Tulis bahwa ayahku mengatakan kebenaran. Bahwa kau pembohong dan pembual. Bersama dengan Detektif Nam, kau memanipulasi rekaman suara itu. Namun, sekarang kau sudah menyadari kekeliruanmu itu. Sebab itu, kau bunuh diri.


Do Han akan menulis surat wasiat pada buku catatannya tapi Soo Ji menahan tangannya. Do Han hanya menatap mata Soo Ji, ia melepaskan tangan Soo Ji, lalu mulai menulis surat wasiat.


Jaksa bawahan Eun Joong memperlihatkan berita terkini mengenai penyekapan Se Won. Eun Joong langsung menhubungi Soon Ae, tapi tentu saja ponselnya sibuk.


Polisi menyisir lokasi dengan detektor dan mereka menemukan sesuatu dan akan segera masuk.

Bo Mi menyuruh Kyung Soo untuk cepat keluar dari sana. Kyung Soo menjawab Bo Mi tapi suaranya tersendat-sendat. Bo Mi menanyakan keberadaan Kyung SOo sekarang.

"Aku di gedung sebelah. Kurasa, ini dia." Jawab Kyung Soo, ia lalu berlari mencari ruangan.


Se Won sudah menutup matanya, waktu tinggal 1 menit 15 detik.


Polisi berhasil membuka pintu gudang, tapi hanya menemukan petasan disana. Jebakan!


Kyung Soo menemukan  ruangan, ia mendekati pintu ruangan itu dan menemukan sesutau, pengacau sinyal.

"Itu sebabnya ponsel Se Won tidak berfungsi." Lanjut Kyung Soo.

"Kalau begitu, Se Won tidak berada di sekolahnya.."

"Dia di sini."


Se WOn sebenarnya sudah ke atap sekolah tapi ia melihat Shi Wan di atap gedung sebelah, makanya ia menuju atap gedung sebelah.

Ia masuk ruangan itu lalu Shi Wan menguncinya dan meletakkan pengacau sinyal di atas pintu.


Selanjutnya, Shi Wan kembali ke atap sekolah dan memasang jebakan.


Kyung Soo menggedor pintu memanggil-maggil Se Won. Waktu terus berjalan, kali ini tinggal 51 detik.


Semua menunggu Do Han menyelesaikan surat wasiatnya. Lalu Jin Ki menelfon, mengatakan kalau Se WOn tidak ada di atap gedung sekolah. Soon Ae lemas mendengarnya.

Shi Wan: Kau mencoba berbohong demi menyelamatkan Se Won. Sayang sekali.

Do Han: Apa keuntungan yang kau dapat dari semua ini?

Shi Wan: Apa yang kudapat? Entahlah. Kesenangan?


Soon Ae meneriaki Shi Wan, "Yoon Shi Wan, kau!!! Kalau Se Won-ku mati, kau juga mati! Kalau dia hidup, kau tetap mati! Bagaimanapun caranya, kau harus mati! Mengerti kau?"

Shi Wan santai menanggapinya, Soo Ji saja tidak bisa membunuhnya dan Soon Ae tidak bisa membunuh Soo Ji bahkan demi puterinya sendiri.

DO Han: Katakan, di mana Se Won!

Shi Wan: Kuberitahu kalau kau meloncat.


Do Han melemparkan buku catatannya, ia siap meloncat tapi Soo Ji menariknya. Shi Wan menginginkannya! Jangan melakukan hal yang bodoh!


Shi Wan: Begitu ponsel itu mati, semuanya tamat. Ahjumma, aku sudah memberimu cukup waktu. Tapi, orang itu masih saja membuang waktu.


Soon Ae sudah gak karuan mendengarnya, ia panik bukan main. Soo Ji mengambil keputusan, ia menyingkirkan DO Han lalu menolcat. Do Han sigap, ia berhasil menarik tangan Soo Ji.

"Lepas."

"Tidak bisa."

"Aku tidak bisa membiarkan Yoon Seung Ro ataupun Yoon Shi Wan. Tolong jangan buat kematian Yu Na sia-sia."

"Mari tetap hidup... dan tangkap mereka."

"Jang Do Han. Video call dengan Shi Wan itu terekam. Itu bisa jadi bukti di pengadilan."

"Kalau kau mati seperti ini, Yu Na juga akan sangat sedih."

"Kumohon lepaskan!"

"Kubilang tidak bisa!"


Soon Ae hendak membantu Do Han tapi Shi Wan memanggilnya. Soon Ae mengambil pistolnya dan mengarahkannya pada Shi Wan. Shi Wan menunjukkan timer-nya, tinggal satu detik lagi dan ia mem-pause-nya.


Pegangan Do Han sudah hampir lepas, tapi kemudian ia menggunakan tangan satunya untuk menarik SOo Ji keatas. Soo Ji pun selamat.


Kyung Soo berusaha membuka pintu ruangan itu, tidak mudah memang, ia membutuhkan beberapa detik. Ia terkejut melihat Se Won tidak sadarkan diri. Tapi Se Won belum sepenuhnya pingsan.

"Maafkan aku." Kata Se Won lalu ia pingsan.


Kyung Soo melihat ada bom disana dan timer-nya tinggal satu detik lagi. Ia langsung membawa Se Won keluar.


Soo Ji merang Soon Ae membunuh Shi Wan. Shi Wan dengan santai memberitahu Soon Ae, bahwa orang yang seharusnya Soon Ae todong pistol bukanlah dirinya tapi Soo Ji.


Shi Wan: Jika kau tidak menembak sampai hitungan ketiga, aku tidak tahu lagi yang terjadi selanjutnya. Satu. Dua.


Do Han mendapat telfon dari Bo Mi kalau Se Won sudah ditemukan di gedung sebelah sekolah.

"Bagaimana Se Won? Se Won selamat?"

"Dia pingsan karena kehabisan oksigen, tapi dia baik-baik saja."


Shi Wan samapi pada hitungan ketiga dan ia melanjutkan timer-nya. Do Han bertanya pada Bo Mi, suara apa itu.

"Bomnya... meledak." Jawab Bo Mi.

"Apa? Bomnya meledak?"

Soon Ae terduduk lemas, sementara Shi Wan tersenyum puas.


Se Won selamat kok, saat ini sedang dibawa ke rumah sakit. Tapi Kyung Soo tidak kelihatan, juga tidak menjawab panggilan Bo Mi, membuat Bo Mi khawatir.


Tapi tak lama, Kyung Soo menampakkan diri didepan CCTV.

"Kau baik-baik saja?"

"Tentu. Kau pikir aku sudah mati?"

"Lalu suara ledakan tadi apa?"

"Begitu aku keluar dari sana, mendadak meledak. Auh, hampir saja."

"Aku khawatir, tahu!"

"Makanya, selagi aku masih hidup, baik-baik padaku. Ah, bagaimana keadaannya? Semua baik-baik saja?"

"Unnie selamat. Aku harus mengatakan pada Daejang kalau Se Won selamat."


Hari sudah gelap, semuanya diam. Shi Wan memecah keheningan dengan suara tawanya.


Bo Mi mengabari Do Han bahwa Se Won selamat dan sekarang dibawa ke rumah sakit.

"Aku mengerti. Kerja bagus semuanya." jawab Do Han.

"Bo Mi? Apa katanya? Se Won bagaimana?" Tanya Soo Ji.

"Dia selamat."


Shi Wan tidak senang mendengar kabar itu. Soo Ji terharu, ia hendak memeluk Soon Ae tapi Shi Wan tiba-tiba berlari ke arahnya.

Do Han mengerti maksud Shi Wan, ia mendorong Soo Ji menjauh dan menerima Shi Wan, merea berdua terlempar ke bawah.


Soo Ji dan Soon Ae terkejut bukan main, tapi wajah Do Han datar-datar saja. Soo Ji teringat perbuatan Do Han selama ini, baik kejahatannya maupun kebaikannya.

(NOOO!!! DAEJANG!!!)

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...