Thursday, July 13, 2017

Sinopsis Lookout Episode 32-FINAL

Tags

Sinopsis Lookout Episode 32-FINAL

Sumber Gambar: MBC


Kyung Soo menanyakan apa yang terjadi terhadap Do Han dan Soo Ji pada Bo Mi, tapi Bo Mi masih diam saja, ia menangis.


Gwan Woo sepertinya juga mendapat firasat, ia tak sengaja menjatuhkan lilin di meja.


Lalu Eun Joong mengabari bahwa Do Han cedera.


Nyonya Park juga mendapat kabar menganai Shi Wan, sekarang kondisinya kritis.

Baik Do Han dan Shi Wan dirawat intensif seperti Yu Na satu tahun lalu.


Gwan Woo datang hampir bersamaan dengan Nyonya Park. Nyonya Park masuk duluan ke ruangan Shi Wan dirawat, sementara Gwan Woo terhenti melihat semuanya di luar.


Soon Ae menunggui Se Won yang masih belum sadarkan diri. Setelah Se Won sadar, ia langsug minta maaf pada Soon Ae.

"Kenapa kau minta maaf?"

"Aku semestinya mendengarkan Ibu."

"Se Won-ah, semua ini salah Ibu. Semua salah Ibu. Ibu semestinya memperhatikanmu. Ibu seharusnya memperhatikanmu dengan baik. Sebab itu, maafkan aku. Ya? Kau pasti sangat ketakutan."

"Eomma."

"Tak apa."


Soo Ji menjenguk Se Won untuk memastikan keadaannya. Se Won baik-baik saja dan ia berterimakasih pada Soo Ji.

"Tidak perlu (minta maaf)." Jawab Soo Ji lalu menggenggam tangan Se Won, "Kau selamat saja aku sudah bersyukur."


Soo Ji lalu keluar bersama Soon Ae. Soon Ae bertanya, apa Do Han masih belum sadarkan diri. Soo Ji mengangguk, iya.

"Soo Ji-ah, aku harus bagaimana untuk--"

"Timjangnim, bisa pinjam ponselmu?"

Soo Ji menghapus rekaman video call Shi Wan. Bila mereka menyerahkan video itu ke Kejaksaan, Soon Ae bisa dapat masalah. Seorang polisi menculik, dan menggunakan pistolnya secara ilegal.

"Maafkan aku." Kata Soon Ae.

"Aku merekamnya... sebagai jaga-jaga untuk mengungkap kejahatan Yoon Shi Wan. Tapi, sekarang tidak perlu lagi. Apa pun yang terjadi hari ini, mari kita lupakan. Timjangnim. Jangan pikirkan hal lain, dan sekarang fokus saja menjaga Se Won di sini."

"Soo Ji-ah. Jaksa Jang akan baik-baik saja, 'kan?"

"Ya."


Saat Soo Ji hendak melangkah pergi, Soon Ae kembali memanggilnya untuk mengucapkan rasa terimakasihnya sekali lagi.


Nyonya Park mengunjungi suaminya di rutan. Ia bertanya, apa bagi Shi Wan, mereka adalah orang tua yang baik?

"Kau tahu? Saat aku masih mengandung Shi Wan, aku... apa saja yang sudah kau lakukan, aku tahu segalanya. Aku melihatmu menyiksa orang-orang tidak bersalah dan memenjarakan mereka. Aku sungguh takut akan sosokmu. Jadi, aku selalu khawatir, sepertimu yang seorang monster, anak kita pun akan sama. Aku bahkan sempat berpikir mengaborsinya saja.

Kurasa, karena itu. Shi Wan kita mengerti betapa mengerikannya rencanaku, saat ia masih dalam kandungan. Pasti sebab itu kini aku dapat hukuman. Aku harus bagaimana? Apa yang akan terjadi pada Shi Wan kita yang malang?"


Soo Ji bergabung dengan Gwan Woo menunggui Do Han. SOo Ji menanyakan bagaimana kondisi Do Han?

"Malam ini... Malam ini, kelihatannya dia tidak akan sanggup bertahan." Jawab Gwan Woo berat lalu pergi.


Soo Ji duduk disamping ranjang.

"Jika akhir hidupmu begini, kenapa selama ini kau hidup seperti itu? Kenapa kau menjalani hidup yang sulit serta berbahaya? Sudah saatnya kau bahagia. Aku memang membencimu sampai mati, tapi... sebanyak itu pula aku berterima kasih padamu. Selama ini, sebagai Daejang kami, kau sudah menjadi yang terbaik."


Soo Ji mengakhirinya dengan menyentuh tangan Do Han, menggenggamnya lebih teoatnya.

== 1 Tahun Kemudian ==


Soo Ji masih melawan banyak penjahat untuk kebaikan. Kali ini tujuannya adalah untuk merebut sebuah USB.


Bo Mi dan Kyung Soo masih berkencan dan mereka masih bekerja sama dengan Soo Ji.

Soo Ji: Aku menemukan USB-nya. Kalian di mana?

Bo Mi: Oh, Unnie. Sekarang kami sedang membuntuti pria itu. Posisi kami akan segera kukirimkan padamu.

Soo Ji: Aku mengerti.


Tanpa Soo Ji sadari ada yang memotretnya diam-diam.


Bo Mi bagian mengalihkan perhatian pria yang dimaksud, sementara Kyung Soo mencuri ponsel pria itu untuk diretas.


Orang yang mengikuti Soo Ji juga mengikuti Kyung Soo-Bo Mi.


Eun Joong tetap menjadi jaksa dan saat ini ia sedang dalam persidangan. Pengacara menyampaikan bahwa klien-nya, Choi Yoo Cheol-ssi, pada saat kejadian, kadar alkohol dalam darahnya adalah 0,001%. Itu merupakan kadar yang didapat dari mengonsumsi minuman soda. Dan karena faktor waktu saat berkendara, mobilnya melaju dengan kecepatan 90 km/jam. Itu masih di bawah batas maksimal berkendara di jalanan menanjak. Pengacara itu lalu memasukkan laporan hasil tes kandungan darah yang dilakukan kepolisian, serta foto dari kamera pengawas kecepatan yang klien-nya lintasi sebagi barang bukti.


Eun Joong membantahnya, "Bukti yang diajukan pihak pembela, tak lantas menyatakan Choi Hoo Cheol tidak bersalah. Sample darahnya diambil dan dilakukan pengetesan kadar alkohol dua empat jam setelah insiden terjadi. Lalu posisi kamera pengawas kecepatan yang diklaim, berada 2 km jauhnya dari tempat kejadian. Yang Mulia Hakim. Jung Je Won-ssi menjadi pengantar parsel dan supir pengganti, 20 jam dalam satu hari. Dia harus membiayai kelima anggota keluarganya. Namun, ia saat ini berada dalam kondisi lumpuh."

Pengacara: Justru sebab itulah dia sering sakit kepala (bekerja terlalu keras). Kelihatannya, dia sering kehilangan kesadaran di belakang kemudi.

Eun Joong: Jangan membuat kesimpulan atau menerka-nerka.

Pengacara: Bukan hanya itu. Jung Je Won-ssi agar bisa menyewa tempat tinggal, berhutang sebesar 35 juta won. Tapi, dia tidak bisa membayar sisanya, dan baru-baru ini kembali meminjam uang dua kali lipat dari sebelumnya. Secara teknis, dia bukan hanya kekurangan finansial, namun juga kehilangan semangat hidup lagi.

Eun Joong: Itu tidak masuk akal. Jung Jae Won meminjam dari lintah darat memang benar adanya, namun... Dia berencana membayar hutang tersebut pada bulan September dengan tabungan yang ia miliki. Dia juga... tengah menanti kelahiran anak ketiga. Semua kebutuhan pun sudah ia beli dari internet. Apa masuk akal bila pria yang disebut depresi tersebut berbelanja kebutuhan calon bayi di internet?

Pengacara: Ini... adalah resep Jung Je Won-ssi dari seorang neuropsikiatri yang belum lama ini ia kunjungi. Jung Je Won-ssi mengidap insomnia akut, sehingga mengonsumsi sebuah obat yang memiliki kandungan bius cukup besar, Zolpidem, selama dua tahun terakhir. Kami sudah mengonfirmasi bahwa dosisnya belakangan ini kian meningkat.


Istri Jung Je Won membantahnya, Jung Je Won tidak pernah mengonsumsi obat itu.

Pengacara: Yang Mulia Hakim. Klien saya, Choi Hoo Cheol-ssi, adalah seorang pemuda dengan masa depan cerah yang lulus dari universitas ternama dan akan segera bekerja di sebuah perusahaan besar. Bila dia kemudian menjadi seorang kriminal akibat pria pengidap depresi, yang memiliki kesulitan keuangan serta ingin mengakhiri hidup, maka saya dengan yakin mengatakan bahwa negeri ini tak lagi memiliki harapan.



Eun Joong menerima USB yang direbut Soo Ji tadi, "Saya ingin mengajukan bukti tambahan. Bahwa hari kejadian, Choi Hoo Cheol tengah berada di klub malam dan mengonsumsi narkoba. Kemudian mengemudi dengan kecepatan mencapai 220 km/ jam, sehingga menabrak Jung Je Won-ssi dari depan. Berikut rekaman black box-nya."

Pria tadi heran kenapa bisa rekaman itu ada ditangan Eun Joong.

Eun Joong akhirnya memenangkan sidangnya.


Bo Mi memberitahu Soo Ji kalau sidangnya sudah selesai.

Soo Ji: Si pengacara berakhir sebagai sampah yang membela siapa saja selama mereka memiliki uang.

Bo Mi: Auh, bagaimana bisa tidak sekalipun dia tertangkap setelah melakukan banyak hal kotor begitu? Dia itu licin sekali seperti belut.

Kyung Soo: Sebab itu, orang-orang seperti dia, kita beri pelajaran.

Bo Mi: Kau pamer lagi. Hati-hati. Kalau para bajingan itu menangkap kita, bisa bahaya.

Kyung Soo: Aiyoo, aku mengerti, jangan mengomel. Noonim, kapan kau pulang?

Soo Ji: Aku harus mampir ke suatu tempat.

Bo Mi: Ke mana?

Soo Ji: Bertemu dengan seseorang.

Bo Mi melihat kalendar di meja. Hari ini adalah hari peringatan kematian Do Han. Bo Mi dan Kyung Soo titip salam pada Soo Ji untuk Do Han.


Pengacara kesal karena ia kehilangan proyek yang sangat besar. Lalu orang yang membuntuti Soo Ji menemuinya.

"Kau ingat Jajak Pendapat Kepala Kejaksaan Yoon Seung Ro tahun lalu?"

"Oh, gara-gara Jang Do Han si psiko itu, dia kehilangan segalanya."

"Benar. Tapi, Jaksa Jang tidak bekerja seorang diri."

"Benarkah? Lalu, apa hubungan kasus itu denganku?"

Orang itu menunjukkan foto yang berhasil ia ambi, "Anak-anak ini yang memberi Jaksa Kim bukti. Hubungi aku kalau kau merasa tertarik. Ada seorang klien. Dia tidak menginginkan seorang pengacara publik."


Do Han membuka pintu kantor Eun Joong, lalu masuk dan meletakkan sesuatu di meja Eun Joong.

"Teman. Setelah dipersalahkan atas semua perbuatanku, kau berakhir menjadi yang nomor satu di Korea. Maaf, ya."

"Sudah kubilang itu bukan demi kau."

"Aey. Aku... mengetahui perasaanmu."

"Kau... sebenarnya mau bilang apa?"

"Hyeong... Aku tadinya ingin memanggilmu begitu, tapi tidak jadi karena aku jadi merinding sendiri. Kita menjalani pelatihan bersama. Kenapa juga aku harus memanggilmu Hyeong seolah kau lebih senior? Aku peserta ujian termuda dan tidak ingin membuat perkecualian meski soal umurmu yang lebih tua. Bukan begitu, Teman? Aku ini... selalu memikirkanmu. Sekarang, terimalah bentuk perhatianku."


Do Han ternyata membelikan Kimbab segitiga untuk Eun Joong. Eun Joong heran, bukannya Do Han tidak makan yang begituan?

"Karena ini untukmu, bukan buat aku."


Ternyata semua itu hanya khayalan Eun Joong saja. Sebenarnya yang membawakan kimbab segitiga adalah rekan jaksanya.

"Geomsanim, Anda tidak suka kimbab segitiga? Saya khawatir Anda lapar, makanya membelinya. Tapi Anda justru memelototi saya."

"Tidak, aku hanya teringat pada seseorang."

"Siapa? Kekasih?"

"Bukan... Seorang teman."


Soo Ji ke gereja dan Gwan Woo menemuinya. Ia berterimakasih karena Soo Ji tidak pernah lupa walau waktu berlalu.

"Orang itu... Memang mungkin bagiku melupakan dia? Setelah aku kehilangan Yu Na, aku hanya teringat satu hal. Setiap kali aku merindukan atau ingin melihatnya, aku teringat akan janji yang kubuat untuk Yu Na. Sekarang, aku sudah memenuhi janji itu. Kini, aku bisa bebas merindukan dia sesuka hati. Sekarang, di samping kenangan tentang Yu Na, aku memiliki kenangan akan seseorang yang lain."


"Aku juga pernah berharap sekali saja, Gwan Woo bisa membebaskanku dari ingatan mengerikan masa kecil kami."

"Apa dia berhasil?"

"Tidak. Juga tidak perlu ia lakukan. Ketika kenangan tentang orang yang kita sayangi terhapus, lalu membuat kita berhenti merindukan mereka, maka kita menjadi kehilangan alasan bertahan hidup."

"Jang Geomsa. Orang seperti apa dia saat muda?"

"Karena ayah tiriku, citra pertamanya... sangat buruk."

"Aku juga. Citra pertamanya... sangat buruk. Buruk. Buruk sekali."


"Benar, 'kan? Gwan Woo, si berandal itu suka pamer dan membual. Sering kali anak-anak lain jadi memukulinya, lalu aku yang pergi--"

-= T A M A T =-






Satu lagi drama Daebak berakhir. Terima kasih sudah setia membaca sinopsis Lookout di blog saya sampai selesai, sampai jumpa di drama-drama Daebak selanjutnya. Annyeong~

10 komentar

Shi wan nya juga mati ya mba??? Terima kasih sudah buat sinopsisnya...ditunggu sinopsis drama lainnya

Agak ga terima sih daejangnya mati hikkss syedih sampe skg ga ilang2, maksih mbak sinopsisnyaa

Kok daejang mati.. Nggak mau, kembalikan daejang ku.. Hiks hiks

This is my first comment on your site. Thank to you, I can read my favourite drama recap.

Keep Going!!!! Fighting!!!

Iz

Harus'a hukuman shi wan di perjelas dia mati apa d penjara...udah gt alesan dia ngebunuh yuna jg g d jelasin secara detail...

wah tamat juga akhirnya.. terimakasih sudah menulis sinopsissnya
dapat salam dari blog aku mbaa, silahkan berkunjung :D
Sinopsis Drama Korea

ga ada kerennya nih film.
masa daejangnya mati.harusnya habis koma sadarlah..
film yg paling menyebalkan!!!! sudah capek nonton ujung2nya sebeL.

Jd gmna..?
Mati ap hidup tu si shi wan x..? 😑

Dihh awal nya aja yang Seru akhirnya jatuh banget . Shi wan gak jelas dihukum atau mati ����

Seenggaknya kasih tau alasan siwan knp bunuh yuna biar tau pokok permasalahannya....endingnya jelek.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...