Wednesday, July 26, 2017

Sinopsis Operation Love Episode 3

Sinopsis Operatoin Love Episode 3

Sumber Gambar: Dragon TV


==EPISODE 3==
Aku Sama Sekali Tidak Bisa Membiarkan Seseorang Mengakui Perasaannya Dulu

Xiao Lai dan Xiao Duan menghadang sepeda Luo Hu. Lalu You Li datang, menghentikan mereka berdua karena bikin malu saja. You Li menjelaskan kalau dia yang mengundang Luo Hu untuk mengajarinya berenang.


Xiao Duan pura-pura baik di depan You Li, jadi ia tidak bisa menghalangi Luo Hu masuk. Luo Hu masuk bersama You Li. Xiao Duan menyalami Xiao lai, ia tidak akan melupakan bnatuan Xiao Lai tadi.

Xiao Lai belum paham apa yang terjadi, ia lalu ingat, ia harus menghentian Tian Tian agar tidak bertemu Luo Hu di kolam renang. 


Xiao lai lalu berlari ke depan asrama putri, ia memanggil-manggi Tian Tian. Tian Tian keluar dan kesal dengan Xiao Lai yang teriak teriak begitu. Xiao Lai mengajak Tian Tian ke perpustakaan untuk menemaninya belajar.

Tian Tian tidak mau karena ia akan berenang, ia juga sudah belajar selama 2 jam jadi matanya sudah perih.Ia butuh olah raga.


Xiao Duan menatap sebal Luo Hu yang melatih You Li berenang.


Tian Tian mendapat ide, ia akan menyusul Xiao Lai 1 jam kemudian, habis ia renang. Xiao lai tetap memaksa, ia ingin Tian Tian mengajarinya, soalnya Tian Tian kan pintar.

Tian Tian menuduh Xiao Lai merencanakan sesuatu bersama Xiao Duan dan hao Nan. Ia memperingatkan, ia tidak akan jatuh pada jebakan mereka. Xiao Lai bersumpah kalau ia tidak melakukan apa-apa tapi Tian Tian masih tidak percaya.


Guru Da Xiong datang, menjelaskan kalau olah raga itu baik untuk siswa, jadi ia mempersilahkan Tian Tin untuk berenang.

Tian Tian menuju ke kolam renang dan Xiao Lai akan mengikutinya tapi Guru Da Xiong menghentikannya, memintanya untuk menggunakan pakaian renang terlebih dahulu.


Xiao Lai tak peduli, ia tetap menggunakan seragam saat ke kolam renang. Disana ia memanggil You Li, menyuruhnya untuk mendapatkan Luo Hu sesegera mungkin.

Xiao Lai menjelaskan kalau ia, Tian Tian dan Luo Hu itu pernah menjadi teman sekelas dan kali ini Luo Hu datang bukan karena You Li tapi karena Tian Tian.

You Li tidak percaya, ia menanggap Xiao Lai membohonginya, tapi kebohongan Xiao Lai itu gak bermutu. You Li bahkan bersedia mengajari Xiao Lai untuk berbohong kalu ia senggang, tapi kali ini ia sedang sibuk.

"Aku gak bohong! Ini beneran! Apa yang bisa membuatmu percaya padaku?"


You Li membisiski Xio Lai. Ia percaya, meskipun Luo Hu menyukai Tian Tian, tapi saat itu ia belum hadir, Luo Hu belum mengenalnya. Kali ini ia akan mengajari Luo Hu bagaimana itu menyukai seseorang dengan benar.

"Wuah.. kau sama sekali tidak bisa serius." keluah Xiao Lai saat You Li meninggalkannya.


Tian Tian akhirnya datang, ia membawakan You Li sebotol jus jeruk. Ypu Li menyuruh Tian Tian buru-buru ganti, ia saja sudah hampir bisa berenang.


Xiao Lai menaraik Tian Tian. Tian Tian menolaknya jadinya mereka berdua tercebur ke dalam kolam. Luo Hu turun tangan, ia membantu Tian Tian keluar, membantu Xiao Lai juga sih.


Guru Da Xiong memarahi Xiao Lai karena ceroboh. Meskipun Xiao Lai tidak peduli dengan keselamatannya sendiri, tapi bagaimana dengan keselamatan orang lain?

Tian Tian membela Xiao Lai, tadi ia yang terpeleset jadi semua ini bukan salah Xiao Lai. Guru Da Xiong tak percaya, Tian Tian tidak perlu menyalahkan diri begitu.

Guru Da Xiong lalu menyuruh Xiao Lai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Xiao Lai malah memprotes Guru Da Xiong karena pilih kasih. Xiao Lai malah mendapat ceramah.


Tian Tian batuk-batuk, Guru Da Xiong akhirnya berhenti dan menyuruhnya istirahat. Xiao Lai batuk-batuk juga agar diijinkan istirahat juga. Tapi Guru Da Xiong kembali memarahinya, namun pada akhirnya berhenti karena frustasi sendiri.


You Li mendatangi Xiao Lai kesal, tahu gak usahanya untuk membuat Luo Hu datang? Tapi apa?! Xiao Lai malah mengacaukan semuanya! Padahal ia khusus meminta seseorang untuk memesankan baju renang di Paris.

Xiao Duan membela diri, kejadian di kolam tadi tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Xiao Lai harus bertanggung jawab seorang diri.

Xiao Lai pun minta maaf atas tadi, You Li tidak mau menerimanya. Tian Tian membela, Xiao Lai tidak sengaja tadi dan sekarang Xiao Lai malah demam.

You Li juga sedikit kesal pada Tian Tian, karena Tian Tian tidak bilang kalau dia dan Luo Hu itu teman satu kelas. 


Luo Hu datang dan langsung menyindir Xiao Lai. You Li ingin bicara pada Luo Hu tapi Luo Hu memintanya menhannya dulu soalnya ia mau bicara dengan Tian Tian.

"Tian Tian, kau kalah!"


Tian Tian takut, ia teringat taruhan sepihaknya dengan Luo Hu tempo hari. Karena Luo Hu menang jadi Luo Hu bisa menciumnya.


Xiao Lai ingin bicara dengan Tian Tian tapi ia batuk-batuk. Hao Nan lalu mengajaknya ke klinik, Tian Tian juga ditariknya.


You Li minta ijin lagi, bisakah ia bicara sekarang? Luo Hu mengijinkannya, bicara tentang apa? Tapi Xiao Duan menginterupsi, mengajak You Li untuk segera belajar.

You Li menepis tangan Xiao Dua kesal, ia kembali bicara pada Luo Hu.

"Saat berenang berdua tadi, semua orang melihat kita dengan tatapan iri. Aku rasa kita cocok satu sama lain."

"Sungguh? kenapa aku tidak mersakannya juga?"

"Kau bisa merasakannya mulai sekarang."


Xiao Duan kembali menginterupsi dan Ypu Li mengusirnya.


Tian Tian ingin minum jus jeruk tapi habis. Xiao Lai lalu meminta yogurt, ia sok mau mentarktir mereka tapi uangnya kurang. Hao Nan menerogoh saku tapi ia juga hanya ada uang satu koin. Jadilah Tian Tian yang membayar untuk mereka.


Xiao Lai ingin bicara soal Luo Hu tapi ia kesulitan. Hao Nan lalu menterjemahkannya. Luo Hu ingin menemui Tian Tian, tapi You Li ingin menemui Luo Hu dan Xiao Lai tidak ingin Luo Hu membuat masalah pada Tian Tian.

Xiao terpesona, Hao Nan sangat akurat, sungguh direktur yang sempurnya (Hao Nan menjadi direktur di masa depan). Tapi Hao Nan jelas tidak paham apa maksud Xiao lai itu.

Tian Tian menegur mereka yang kembali membicarakan hal yang tidak berguna. Xiao Lai membenarkan, ini adalah waktu crusial bagi mereka, harusnya mereka serius belajar. Tapi lihat You Li itu, malah memusingkan hal yang tidak penting.

Tian Tian tersenyum, ia merasa Xiao lai sungguh telah banyak berubah ke arah lebih baik. Tian Tian menyemangati Xiao Lai untuk lebih rajin belajar agar peringkatnya naik.


You Li memarahi Xiao Duan karena terus mengikutinya sepanjang hari. Xiao Duan hnay menunduk saat You Li marah begitu.


You Li memanggil Tian Tian, ia sudah mendeklarasikan perang, ia tidak akan berhenti sampai ia sukses. Tian Tian mengingatkan, You Li baru beberapa kali bertemu dengan Luo Hu.

You Li mengakui, ia tahu Luo Hu menyukai Tian Tian tapi kan Tian Tian tidak menyukai Luo Hu. Ia meminta Tian Tian membantunya saja. Tian Tian membujuk You Li untuk fokus belajar dulu, tidak telat kok memikirkan soal pacaran setelah lulus nanti.


Xiao Lai mendapat pesan dari Luo Hu yang mengajaknya bertemu, tapi ia menolak.


Saat pulang sekolah, Xiao Lai melihat Luo Hu di depan sekolah mereka. Luo Hu ternyata sedang menunggu Tian Tian. Xiao Lai bertanya, bukannya Luo Hu akan ke luar negeri segera tapi kenapa masih mencari Tian Tian?

"Apa dia memberitahumu?" Tanya Luo Hu.

Xiao Lai lalu bertanya tujuan Luo Hu mengajaknya bertemu. Luo Hu tersenyum, kenapa Xiao Lai sangat lemah. Ia tahu Xiao lai menyukai Tian Tian sejak dulu, tapi kenapa gak nembak-nembak?

"Kenapa kau yang sewot?"

"Tentu bukan urusnkau. Karena kita pernah sekelas selama 3 tahun, aku menantangmu. SIapa yang kalah tidak boleh mendekati Tian Tian, berani?"


Xiao lai hanya diam saja. Luo Hu kembali tersenyum, ia tahu betul kalau Xiao Lai tidak akan pernah berani.

Tapi Xiao lai menahan tangan Luo Hu, bertanya apa yang mau Luo Hu pertaruhkan. Xiao Lai menerima tantangan Luo Hu.


Luo Hu mengajak Xiao Lai tanding berbagai permaianan, dance, lempar bola basket, tembak-tembakan, balapan dll. Xiao Lai berhasil unggul.


Xiao Lai senyum-senyum sendiri sambil menatap Tian Tian saat sesi belajar mandiri. Guru Da Xiong memergokinya lalu menceramahinya.


Xiao Lai pun serius belajar dan saat ia menoleh ke bangku Tian Tian, orangnya tidak ada. Xiao Lai lalu bertanya pada You Li, kemana Tian Tian. You Li mengatakan kalau Guru Da Xiong memanggil Tian Tian keluar.


Xiao Lai berpikir, waktu itu banyak yang keluar untuk melakukan peregangan. Dan kebetulan giliran Tian Tian untuk memantau mereka. Kebetulannya lagi, Tian Tian bertemu dengan Luo Hu yang sedang menunggunya, dan kejadian itu terjadi.


Xiao Lai tidak bisa membiarkannya, ia harus mencegah Tian Tian bertemu dengan Luo Hu. Ia pun bergegas keluar. You Li mengikutinya.


You Li tidak mau sebelum Xiao Lai menjelaskannya. Xiao Lai tidak punya waktu untuk menjelaskan, ia akan memanggil Xiao Duan dan Hao Nan sebagai bala bantuan.

"Aku tetap tidak mau." Jawab You Li.

"Kau akan menyesal nanti."

Xiao Lai lalu berlari kembali ke kelas.


Xiao Lai berhasil membawa Xiao Duan dan Hao Nan keluar kelas. Xiao Lai sangat berharap pada mereka, tapi jangan sampai kerahuan. Mereka meyakinkan.


Xiao Lai berlari mencari Luo Hu tapi tidak ketemu. Ia berpapasan dengan You Li tapi juga belum menemukan Luo Hu. Xiao Lai tidak putus asa, pokoknya mereka harus menemukannya.


Bayangan Luo Hu mencium Tian Tian terus terbayang, tapi hal  itu membuat Xiao Lai teringat lokasinya, dibawah lampu.


Xiao Duan dan Hao Nan menuju pengendali listrik, tapi di kunci. Hao Nan terpikir, ia lalu mengajak Xiao Duan langsung ke bawah lampu saja.


Sementara itu, Luo Hu ada di sebelah gawang dan Tian Tain berjalan mendekatinya. Luo Hu lalu menghampirinya. Teman Tian Tian bertanya, ada keperluan apa Luo Hu kesana, nampaknya kok gak penting.


Xiao Duan dan Hao Nan memanjat tiang lampu untuk menyalakannya (mungkin). Sementara itu, seorang guru akan membuka kunci pengendali lampu.


Tian Tian pamit karena ia sibuk tapi Luo Hu menarik tangannya. Xiao Lai melihat itu, ia langsung berlari ke sana.


Xiao Lai mendorong Tian Tian menjauh, lampu dinyalakan, dan kita melihat Xiao Lai lah yang dicium Luo Hu. Semua orang terkejut, apalagi Guru Da Xiong menyaksikan mereka.


Xiao Duan dan Hao Nan ketahuan memanjat. Besoknya Xiao Lai, Xiao Duan dan Hao Nan dihukum dan nama mereka sipampang di madin sekolah.

You Li iseng menggambar apa yang mereka lakukan malam itu di kertas pengumuman, semuanya ketawa karenanya.

 
"Masa muda selalu menyebabkan kita untuk melakukan sesuatu di luar imajinasi dan mungkin akan menjadi lucu setelahnya. Tapi seua itu membuat kenangan masa muda semakin terkenang."

"Meskipun namaku ada di papan pengumuman, tapi setelah berpikir bagaimana aku melindungi ciuman pertama Tian Tian, aku merasa itu seimbang."


Tian Tian bertanya, kenapa Xiao Lai tampak sangat gembira. Xiao Lai hanya tersenyum.


Xiao Lai dan Tian Tian mengantar Luo Hu ke Bandara. Luo Hu hendak memeluk Tian Tian tapi Xiao Lai cepat-cepat menghentikannya.

Tian Tian menyarankan Luo Hu untuk memeluk Xiao Li saja, toh Xiao Li adalah ciuman pertama Luo Hu.  Luo Hu bertanya, bagaimana rasa ciumannya.

"Berhenti!" Xiao Lai lalu memberikan ice cream yang ia bawa.

"Kau mencuri ciuman pertamaku dan mungkin.. itu menjadi ciuman pertammau juga."

"Berhentilah bicara."


Luo Hu membisiki Xiao Lai, ia tidak akan mengalah dari Xiao Lai lain kali soal Tian Tian. Jadi ia meminta Xiao Lai waspada dan cepat bergerak.


You Li juga datang, bersama Xiao Duan tentunya. You Li pingin melihat semua memegang ice cream, lalu Luo Hu memberikan ice cream-nya untul You Li.


You Li berterimakasih tapi ia juga punya hadiah untuk Luo Hu.

"Meskipun kau datang ke sisiku di waktu yang salah. Tapi.. kau juga memberi kami kenangan yang tak terlupakan. Hobimu sangat aneh. Kau bisalah jadi teman baikku."


Xiao Duan juga melihat album hadiah You Li itu dan ternyata ada fotonya juga.

"Simpan itu sebagai kenangan. Kau bisa tunjukkan itu pada pacarmu di masa depan kalau ada cewek cantik yang menyukaimu, cewek yang penuh gemerlap cahaya."


Tian Tian lalu menyarankan untuk mengambil foto bersama. Luo Hu senang mengenal mereka semua.

Tian Tian dan You Li sengaja mengerjai Xiao Lai dan Luo Hu. Dan saat blizt kamera menyala, Xiao Lai kembali ke masa depan.


Masih di pesta makan-makan dan di perlihatkanlah foto hasil jepretan waktu itu.


Narasi Xiao Lai: Meskipun aku kembali tapi aku tetap tidak memiliki banyak kesempatan untuk menyatakannya.

Pria malaikat mengembalikannya ke dunia paralel. Pria malaikat menjelaskan, mudah memang menulis pada kertas kosong tapu menyembuhkan hati dari goresan itu sangat sulit.

"Aku tidak berpikir akan hal itu, aku hanya menjalaninya saja." jawab Xiao Lai.

Pria malaikat mengakui, Xiao Lai kali ini selangkah lebih maju, Xiao Lai berusaha keras untuk melindungi pertemanan mereka.

"Bagaimanapun juga harapanku padamu tidak berhenti disini."

"Aku juga berharao Tian Tian akan tahu perasaanku juga."


Pria malaikat menjelaskan, malaikat itu kalau disandingkan dengan manusia sangat menyedihkan. Pria malaikat hanya bisa menikmati makanannya. Xiao Lai lalu meminta bantuan Pria Malaikat lagi.


Pria Malaikat mengembalikannya ke dunia sebetulnya, kali ini ia melihat foto saat pesta ulang tahun. Xiao Lai tidak ingat kapan foto itu diambil dan kenapa Tian Tian cemberut.


Hao Nan menjelaskan kalau Xiao Lai penyebab masalah lagi hari itu dan Tian Tian marah.

1 komentar so far

lanjut ke episode 4 dong mbak.. lebih seru dramanya dari versi jepang dan korea. hehe.. menurutku

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon