Thursday, July 6, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 11 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 11 Part 1

Sumber Gambar: KBS2

Yung: Aku gila. Aku hampir membiarkanmu menikah dengan pria lain. Aku... adalah Raja. Sebagai penguasa Joseon, tidak ada yang tidak bisaku miliki. Karena itu aku akan mendapatkanmu.

Yung lalu memeluk paksa Chae Gyung, bahkan mendekatkan wajahnya ke wajah Chae Gyung hendak mencium, namun tidak sampai mencium. Akan tetapi Yeok yang melihatnya dari jauh jelas berpikiran kalau mereka berciuman.


Yung menyuruh Chae Gyung menjadi mata-matanya, ia meminta Chae Gyung melaporkan setiap langkah Yeok. Yeok bertekad untuk menjadi pengkhianat. Semua yang Yeok lakukan merupakan skema pengkhianatan.

"Berkhianat?" Ulang Chae Gyung.

"Itulah mengapa aku membiarkan kau menikah dengan Yeok. Kau akan menjadi mataku dan perhatikan Yeok saat kau tinggal dekat dengannya."


Yung bahkan memberi Chae Gyung pisau untuk membunuh Yeok. Lalu bertanya, masih maukah Chae Gyung menilah dengan Yeok?

Chae Gyung meneteskan airmata, "Iya. Saya mau. Namun... Saya tidak akan mengambil pisau ini karena saya tidak membutuhkan ini. Saya menikahi dia untuk menghapus keraguan... antara Yang Mulia dan Pangeran... dan untuk membuktikan kesetiaan Pangeran."


Yeok melihat Ibu Suri mendekat, ia langsung menghampiri dan mengajaknya jalan menuju arah lain.


Yung tak menyangka Chae Gyung bisa sangat mempercayai Yeok sampai berperilaku kurang ajar. Apa Chae Gyung tidak takut mati? Bagaimana jika Chae Gyung salah?

"Lalu... Saya akan mengambil pisau ini. Dengan pisau ini... Saya akan membayar harga untuk kepercayaan yang salah itu."


Yeok melapor pada Ibundanya bahwa Yung sudah mengetahui tentang pegadaian dari Im Sa Hong. Yeok menyarankan agar mereka lekas memberontak.

"Ini tidak seperti dirimu. Kau mengatakan akan naik takhta ketika telah mendapatkan hati dan kepercayaan dari rakyat, menteri, dan keluarga kerajaan."

"Saya bersikap egois."

"Egois?"

"Saya mengabaikan fakta bahwa bangsaku berada dalam bahaya dan mereka yang mempercayaiku... malah ditentang sementara saya melakukan ini. Begitu pernikahan berakhir, saya akan menemui menteri yang kita butuhkan. Ibu... saya akan menemukan surat rahasia itu."

"Itu cara tercepat untuk membujuk mereka?"

Yeok mengangguk.


Yung kembali ke ruangannya. Ia memikirkan kata-kata Chae Gyung tadi. Ia akan dengan senang hati akan menunggu hari Chae Gyung mengambil pisaunya, ia percaya hari itu tidak akan lama.


"Sekarang aku akan menipumu dengan hati-hati. Jika kau tahu yang sebenarnya... kau akan menderita. Kau akan berada dalam bahaya." 

Chae Gyung menyetrika bajunya, ia membatin, "Mulai sekarang... Aku akan melindungi Pangeran tidak peduli apapun."


Rapat pagi ini kembali membahas soal pencuri itu dan salah satu menteri mengatakan bahwa barang yang dicuri sudah kembali. Lalu menteri yang lain juga satu persatu menyampaikan bahwa barang mereka sudah kembali.

Im Sa Hong: Pencurinya belum tertangkap. Tapi barang kalian sudah dikembalikan? Apa menurut kalian para pencuri itu mengembalikan barangnya sendiri?

Park Won Jong: Mengapa pencuri itu melakukan hal yang berbahaya dan tidak berguna?

Salah satu menteri: Mungkinkah itu pasukan istri siput?


Menteri itu memberitahu Yung, dipintu gerbang rumahnya ditemukan kerang. Yung menanyakan siapa itu istri siput.

Menteri yang lain menjelaskan: Sejak tahun lalu, saat kelaparan dan kekeringan melanda seseorang meninggalkan beras untuk mereka yang membutuhkan. Yang saya tahu orang-orang mulai memanggilnya "istri siput".

Menteri lain lagi menambahkan: Saya juga pernah mendengar tentang siput itu. Ada yang mengatakan itu satu orang, ada juga yang mengatakan itu sekelompok orang. Belum ada yang tahu pasti.

Yung: Istri siput itu menemukan barang curian para menteri?

Im Sa Hong: Ini tidak mungkin sekedar amal biasa. Ini perlu diselidiki.

Setelahnya, Im Sa Hong melirik Park Won Jong.


Yung tahu kalau istri siput itu adalah Yeok dan teman-temannya. Im Sa Hong memperongatkan, apa yang Yeok lakukan sama sekali tidak lucu. Yeok memenangkan hati orang-orang dan sekarang memikat para menteri.

"Pangeran Jin Seong.. membuat pergerakan untuk mencuri takhta."

"Siapa yang mengatakan aku akan membiarkan dia mencurinya? Dia sudah memprovokasiku. Aku harus meresponnya. Jadi... Dimana tempat persembunyiannya?"


Yeok dan Seo Noh memikirkan cara untuk merombak rumah pegadaian. Yeok berkata, jika mereka bergerak sekarang pasti Yung akan curiga. Jadi, untuk sekarang mereka akan memblokir pintu ke pegadaian.

"Bagaimana kalau membuat pintu disini?" Tanya Seo Noh sambil menunjuk salah satu sudut.

Lalu mereka mendengar ada yang datang tapi tidak ada suara lagi setelah suara bel.


ternyata yang datang adalah Yung dan itu membuat Suk Hee dan Gwang Oh sangat gugup sampai gemetar.

"Sudah berapa lama kalian membuka usaha?" Tanya Yung.

Jawaban Gwang Oh berbedadengan Suk Hee. mereka manjawab 1 tahun dan 3 tahun. Gwang Oh lalu menjelaskan, toko jahit dibuka tiga tahun yang lalu, tapi gagal dan dibuka kembali sebagai pegadaian setahun yang lalu. Suk Hee membenarkannya.


Yeok melihat-lihat sekeliling, baik Gwang Oh maupun Suk Hee tidak ada yang berani bergerak. Lalu tiba-tiba Park Won Jong dan Myung Hye datang, Park Won Jong bertanya dimana Yeok. Gwang Oh dan Suk Hee mengkode mereka untuk diam tapi Myung Hye terlanjur bicara.

"Aku dengar Kepala Sekretaris Kerajaan..."

Lalu Yung mendekati mereka. Park Won Jong dan Myung Hye langsung memberi hormat.


Yeok dan Seo Noh terkejut mendengarnya. Apalagi Seo Noh memperjelas kalau Yung kemungkinan ada di atas dan saat ini bertemu dengan Myung Hye dan Park Won Jong. Mereka berdua pun siaga di depan pintu rahasia.


Yung: Wakil Komandan, Aku sudah tahu kau berada di belakang orang-orang ini. Kau tidak perlu gugup. Namun.. sangat menarik melihat orang baru. Kau pasti keponakannya.. dan putri dari penjahat Yoon Yeo Pil.

Myung Hye: Ini saya, Yang Mulia. Saya pernah bertemu dengan Anda dan Ibu Suri.

Yung: Benarkah? Di tempat Ibu Suri? Kudengar kau lahir saat Ayahmu berada jauh di pengasingan. Aku dengar.. masa kecilmu sangat sulit. Apa kau membantu Yeok demi keluargamu? Apa menurutmu, kau dan keluargamu bisa kembali seperti dulu begitu Yeok mendapatkan kekuatan?

Myung Hye: Tidak, Yang Mulia. Saya pernah menyelamatkan hidup Pangeran dan menjadi temannya. Saya tidak memiliki motif tersembunyi.


Myung Hye dan Park Won Jong langsung berlutut minta ampun.

Yung ikutan jongkok mensejajari mereka, "Lalu orang yang memberi tahu Ibu Suri diam-diam pasti kau (Park Won Jong) juga."

Myung Hye menjelaskan, "Ibu Suri baru tahu tentang dia. Saya menghubunginya begitu Pangeran sudah sadar."

Yung: Bagaimanapun... Ibu Suri pasti sangat menyayangimu. Kau adalah penyelamat nyawa anak kesayangannya. Ini semua menjadi menarik. Yeok memiliki kekasih. Dia bertindak seolah hanya mencintai Chae Gyung. Kau pasti merasa sakit melihat Yeok menikah dengan wanita lain.

Myung Hye: Tidak.

Yeok puas mendapat informasi itu, ia lalu keluardarisana dengan senyum.


Yung mengerti sekarang, jadi Myung Hye lah yang bersama Yeok selama lima tahun terakhir. Ia memberitahu orang-orangnya, didalam ada 4 orang, wakil Komandan, seorang wanita dan dua orang laki-laki.

"Pangeran Jin Seong tidak ada di sana. Mulai sekarang, jika Pangeran Jin Seong... Tidak. Jika ada yang masuk atau keluar pegadaian ini, laporkan semuanya padaku."


Yeok menyindir Park Won Jong, "Apa yang akan kau lakukan sekarang? Berkat harga dirimu dan upaya dogmatismu... Dia tahu tentang pegadaian ini. Ketua Sekretaris Kerajaan dan Raja datang ke sini seolah-olah ini adalah rumahnya untuk mematai kita. Dan dia akan menyudutkan setiap orang."

"Saya minta maaf."

"Jangan bertindak melampaui otoritasmu mulai sekarang. Apapun itu... Jika ada sesuatu yang akan dilakukan dengan istri siput, laporkan kepadaku sebelum kau bertindak."


Suk Hee bertanya, haruskah mereka memindahkan tempat persembunyian? Gwang Oh membantahnya, jika mereka tergesa atau melakukan sesuatu yang tidak bergun 'mereka' akan tambah curiga. 'Mereka' akan berpikir mereka melarikan diri atau bersembunyi karena memiliki sesuatu untuk disembunyikan.

Seo Noh: Iya. Nak Cheon dan aku sedang mendiskusikan langkah selanjutnya. Untuk sementara, kita akan menghentikan pertemuan di ruangan ini. Istri siput akan melakukan pertemuan di kebun bambu. Itu lebih aman.


Yeok menambahi, sementara mereka melakukan itu, ruang rahasia itu akan diberi pintu keluar dan membeli rumah tepat di luar sana untuk memikirkan cara melakukan perjalanan di bawah tanah.

Yeok lalu menunjukkan denah yang sudah ia buat.

Yeok: Ada sebuah rumah di sisi belakang. Namun, jalan menuju jalan besar berlawanan arah. Tidak akan ada yang akan menduga kedua rumah ini terhubung.

Gwang Oh: Orang mengatakan, itu tempat paling gelap. Jika tidak ada yang menemukan ruangan ini, ini akan menjadi yang teraman. Kita bisa menunjukkan kepada mereka jika kita sedang membuka usaha. Namun istri siput masih bisa beraksi. Dalam hal ini, mereka tidak akan mencurigai kita.

Park Won Jong: Ya, untuk saat ini, sepertinya ini solusi terbaik. Dan juga, aku akan membeli rumah ini di bawah nama orang lain.


Chae Gyung sedang berbelanja kebutuhan pernikahannya bersama Ibu dan pengasuhnya. Tapi ibunya yang menetukan semua yang hendak dibeli.


Chae Gyung meminta pengasuhnya untuk menghentikan ibunya karena barang yang mereka beli sudah sangat banyak juga mahal-mahal.

"Aku yakin dia tidak ingin melakukan itu. Nyonya seperti itu demi Ibu Suri." Jawab pengasuh.

Nyonya Shin khawatir, ia bahkan tidak pernah mengajari Chae Gyung menjahit., bagaimana jika Ibu Suri menemukan kesalahannya?

"Apa yang bisa kita lakukan? Tidak peduli berapa banyak aku mengajarinya, dia tidak akan bisa. Ini bukan salah Anda, Nyonya." Jawab pengasuh.


Park Won Jong datang ke rumah Tuan Shin membawakan surat dari Ibu Suri untuk besan.

"Aku selalu penasaran. Tidakkah Anda lebih dekat dengan Yang Mulia? Apa yang membuatmu menjadi begitu dekat dengan Ibu Suri?"

"Mendiang Raja memintaku untuk menjaga Ibu Suri serta Pangeran Jin Seong."

"Bisakah aku percaya bahwa kau akan setia sama seperti pada Raja?"

"Apa Anda... curiga dengan kesetiaanku sekarang?"

"Ini hanya pertanyaan yang aku tanyakan karena aku khawatir kau mungkin memiliki motif tersembunyi dalam membantu Pangeran Jin Seong."

"Apa Anda merasa... Anda tidak memiliki motif tersembunyi?"


Tuan Shin menanyakan maksud Park Won Jong itu. Park Won Jong menjelaskan, Tuan Shin kan juga tahu dari awal bahwa Pangeran Jin Seong masih hidup. Namun, Tuan Shin tetap diam tanpa memberitahu Raja. Tidak menutup kemungkinan, Raja juga akan kecewa saat tahu Tuan Shin tidak memberitahunya.

"Aku hanya mengambil langkah mundur karena putriku diduga terlibat. Aku tidak memiliki motif tersembunyi. Namun, itulah yang membuat mereka berdua menikah. Seperti yang dikatakan Ibu Suri... Aku rasa mereka benar-benar ditakdirkan untuk itu."

"Anda benar."

"Bagaimanapun... Tolong jaga putriku."

"Anda tidak perlu meminta. Aku juga minta bantuan Anda."


Saat Chae Gyung pulang dari berbelanja, ia melihat Kepala Kasim Raja tengah menunggunya di depan rumah.

"Yang Mulia mengirim saya." Kata Kepala kasim.


Yeok keluar dari rumah pegadaian. Tapi ia tidak sadar sedang diawasi. Gwang Oh lalu menyusulnya keluar. Sebenarnya Yung menitipkan sesuatu pada Gwang Oh untuk Yeok.


"Raja memintaku untuk memberikan ini. Dia memintamu untuk datang ke tempat itu." Kata Gwang Oh.

Yeok membuka surat itu, yang ternyata isinya adalah peta menuju lokasi yang ditentukan.


Yung juga memanggil Chae Gyung kesana dan Chae Gyung sampai bersamaan dengan Yeok.

"Chae Gyung-ah. Aku pikir Hyungnim ingin bertemu kita berdua."

"Apa kau tahu kenapa?"

"Kita akan tahu nanti."

Yeok lalu menggandeng Chae Gyung masuk kesana.


Yung ada didalam ternyata bersama beberapa kasim dan dayang. Yung bertanya, apa mereka suka rumah itu? Rumah itu adalah hadiah pernikahan darinya untuk mereka berdua dan orang-orang yang disana akan melayani mereka berdua mulai sekarang.


Yung: Jangan khawatir tentang hal lain dan fokus pada persiapan pernikahan.

Chae Gyung: Yang Mulia, ini terlalu banyak. Tolong ambil kembali.

Yung: Terlalu banyak? Pangeran dan putri Penasihat Negara Kedua akan tinggal disini. Kalian mau menolak hadiah dari Raja?

Yeok mengkode Chae Gyung untuk menerimanya saja.


Yeok memeriksa rumah itu dan di setiap pintu minimal ada satu orang, tidak eduli mau itu dayang atau kasim.


Kepala Kasim disana adalah Kasim Song. yeok bertanya, apa tugas Kasim Song.

"Tugas saya adalah melayani Anda dan Nona Shin." Jawab Kasim Song.

Batin Yeok, "Kau menerobos ke pegadaian dan membuat Chae Gyung memata-mataiku. Selain itu, kau juga mengawasiku. Kau sebut ini hadiah?"

Yung menjelaskan pada Chae Gyung, Kasim SOng akan melapor padanya setiap hari. Jadi ia bisa memeriksa, Chae Gyung berbohong atau tidak.

"Apa Anda menyuruh saya melapor setiap hari?"

"Iya."

"Aku akan mengatur tempat untukmu di Istana."

"Berapa lama bagi Anda untuk mempercayai Pangeran?"

"Sampai aku mati."

"Apa ada sesuatu yang tidak saya ketahui? Anda tidak pernah begitu keras pada saya atau Pangeran."

"Jangan... berpura-pura kau tahu tentang aku. Kau tidak tahu apa-apa tentang aku atau Yeok."


Chae Gyung tidak mengerti, apa maksud Yung bahwa ia tidak tahu? Yung balik bertanya, kalau begitu.. apa yang Chae Gyng ketahui? Apa yang telah Yeok lakukan dan dengan siapa Yeok bergaul?

"Saya tahu. Saya sudah mendengar semuanya."

"Kalau begitu.. Kau pasti tahu dengan wanita yang menyelamatkan Yeok."

"Wanita?"

"Aku rasa kau tidak tahu. Kau selalu.. menjadi wanita yang menyedihkan. Kau selalu tertipu oleh Yeok."


Yung mendapat laporan kalau Yeok keluar dari rumah pegadaian. Ia heran, soalnya saat ia disana Yeok tidak ada, ia khawatir orangnya itu salah lihat.

"Bukan hanya saya. Semua penjaga juga tidak melihat dia masuk, Tapi kami hanya melihat dia keluar."

"Itu berarti... Ada pintu masuk yang lain atau... Dia menggali lubang tikus."


Yung mengajak Yeok minum teh bersama. Yung menyarankan yeok untuk menutup pegadaian itu, soalnya dari yang ia lihat pegadaian itu tidak menghasilkan banyak uang.

"Saya... menjalankan pegadaian itu bukan untuk menghasilkan uang."

"Lalu? Apa itu taman bermainmu? Berpura-pura itu sebagai tempat pegadaian. Apa kau bersembunyi di suatu tempat di dalamnya dengan pengikutmu untuk bersekongkol dan akan memberontak padaku?"

"Saya tidak tahu apa yang sudah Anda dengar. Tapi itu salah paham."

"Salah paham?"

"Tentu saja. Saya tahu saya ditakdirkan untuk dicurigai dan diselidiki. Seperti Anda ditakdirkan untuk menjadi curiga dan menyelidiki semua orang."

"Kau diawasi karena tindakanmu yang mencurigakan. Tapi kau berpikir karena itu takdirmu. Kau telah berubah.. menjadi sedikit pengecut."


Yeok tertawa, berterimakasih atas 'pujian' Yung itu. Menjadi pengecut berarti ia  menjalani hidup dengan baik. Ia pangeran Joseon yang seharusnya tidak melakukan apapun.

"Benar. Semakin pengecut dirimu, maka semakin aman dirimu dan orang-orangmu. Aku rasa itu membuatmu memiliki kekuatan untuk menjadi pengecut."

"Terima kasih atas pengertian Anda."


Yung keluar dari rumah itu, "Topengnya menjadi lebih kencang. Tidak buruk juga. Saat Chae Gyung mengambil topeng itu darimu, pengkhianatannya akan jauh lebih besar."

Yung lalu memacu kudanya kembali ke istana.


Yeok mengajak Chae Gyung jalan berdua. Yeok tahu Chae Gyung tidak nyaman dengan orang-orang disana karena semua berasal dari istana. Yeok pun menyuruh Chae Gyung membawa orang-orang yang Chae Gyung percaya. Chae Gyung mengerti.


Chae Gyung merasa seperti mimpi tapi sekarang ini kenyataan.

"Apanya?" Tanya Yeok.

"Kau tahu... ini dan itu. Dan juga menikah. Jadi... Ini kesempatan terakhirmu. Jika kau menyembunyikan sesuatu atau jika kau belum memberi tahuku sesuatu, kau harus memberitahuku sekarang. Jika kau memberitahu sekarang, aku akan memaafkanmu. Begitu kita menikah, kau tidak akan punya kesempatan."


Yeok balik memperingatkan, ini belum terlambat bagi Chae Gyung, ini kesempatan terakhir Chae Gyung. Jika Chae Gyung takut, jika Chae Gyung menyesali keputusannya, Chae Gyung bisa berhenti sekarang. Pergilah darinya.

"Mengapa kau mengatakan itu?"

"Aku mengatakan ini untukmu."

"Begitu kita menikah, aku akan menjadi orang asing bagi keluargaku. Kau akan menjadi satu-satunya yang bisa aku percaya. Pada saat seperti ini, kau harus mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku. Kau harus memelukku dan bersikap baik kepadaku. Apa kau... tidak mencintaiku? Apa kau tidak mau menjawabku?"


Yeok: Jika dengan kata-kata sudah cukup... Aku akan mengatakannya ratusan dan ribuan kali. Tapi kata-kata saja tidak memiliki kekuatan.

Chae Gyung: Di situlah semuanya dimulai. Kau harus mengungkapkannya dengan kata-kata terlebih dahulu... Lalu tunjukkan dengan perbuatanmu. Jika kau melakukannya, itu akan menjadi... kehidupan pasangan suami istri yang berbahagia. Tidak perlu melakukan banyak hal untuk mencintai orang lain. Kau akan terus seperti itu. Apa aku benar?

Chae Gyung meninggalkan Yeok, tapi Yeok tidak mengejarnya.


Chae Gyng kesal, Yeok melakukannya lagi, mengatakan sesuatu yang tidak ada dalam hatinya. Chae Gyung kembali teringat kata-kata Yung bahwa ia selalu menjadi wanita menyedihkan yang tertitu oleh Yeok.

"Yang Mulia. Aku tidak tertipu olehnya. Aku menunggunya."


Yeok sebenarnya khawatir, tapi saat mendengar langkah kaki Chae Gyung kembali, ia malah berjalan menjauh. Namun Chae Gyung lebih cepat dan menarik tangannya.

"Aku akan membiarkanmu pergi."

"Kenapa?"

"Kau berbicara lebih banyak dengan matamu daripada mulutmu. Aku tidak akan kecewa jika kau tidak menjawabku... atau jika kau tidak mengungkapkan cintamu. Aku akan mengajarimu begitu kita mulai hidup bersama."


Chae Gyung mulai dengan cara menggandeng tangan Yeok. Yeok tersenyum karenanya.


Yeok sebenarnya kepikiran dengan kata-kata Chae Gyung tadi. Tapi berbohong adalah satu-satunya senjata yang ia gunakan untuk melindungi Chae Gyung. maaf T.T

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...