Saturday, July 15, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 14 Part 2

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 14 Part 2

Sumber Gambar: KBS2


Park Won Jong menemui Wakil Menteri Personalia di rumahnya karena mereka sama-sama sedang dihukum. Wakil Menteri Personalia tidak mengerti, Bangsa sudah tidak stabil, bagaimana bisa Raja menjaga kestabilan dengan duduk di sana menikmati pembicaraan manis orang-orang jahat itu?

"Indera Raja telah lama pergi."

"Wakil Komandan, itu pernyataan yang berlebihan."

"Menurutmu mengapa Kepala Sekretaris Kerajaan tetap bersama Raja meskipun terjadi semua penderitaan ini? Dia ingin Raja dibutakan dan mati lalu menempatkan Joseon di bawah kakinya."

"Apa kau punya rencana?"

"Jika punya, kau mau mendengarkanku? Apa pendapatmu tentang Pangeran Jin Seong?"


Istri siput sedang melakukan tugas menyebarkan beras diam-diam. Tnpa mereka tahu, Tuan Shin sedang menyamar dan bergabung dengan mereka. Mereka bahkan membawa Tuan Shin ke ruang rahasia di pegadaian.


Yeok memikirkan perkataan Yung pada Chae Gyung.

Yung: Dia pikir... Begitu dia menemukan surat rahasia itu, dia bisa memiliki takhta dan melindunginya.


Sebelum ke sana, Chae Gyung bertanya dengan penuh penekanan, "Kenapa aku harus memberimu surat rahasianya? Aku menanyakan alasan mengapa kau harus menjadi Raja."
Yeok memegang kepalanya, pusing.


Istri Siput kembali, saat mereka akan membuka maskernya Tuan Shin membentak agar mereka berhenti.

SUk Hee: Mengapa? Haruskah kita tetap memakai masker?

Tuan Shin membuka maskernya. Yeok mengenalinya, lalu semua menodongkan pedang pada Tuan Shin. Yeok menahan mereka semua.

"Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?" tanya Yeok.


Gwang Oh memerintah Seo Noh untuk memeriksa, apadi luar ada pasukan kerajaan. Seo Noh akan keluar tapi Tuan Shin berkata, ia sendiri di sana, ia tidak memberitahu siapapun. Belum.

"Tapi tetap saja, aku akan mengeceknya." kata Seo Noh.


"Anda pasti ingin tahu bagaimana saya menemukan tempat ini dengan cepat."

Yeok menebak, apa Tuan Shin menemukan mereka dengan informasi menyedihkan itu (informasi dari pegadaian Tuan Shin).

"Jika Anda membacanya satu per satu, semua itu tampak tidak berarti. Namun, begitu dikumpulkan sekitar 100 lembar, semua itu memberikan sesuatu yang bisa Anda gunakan. Saya mengumpulkan ratusan sampai ribuan dan ribuan sampai puluhan ribu. Saya bisa dengan mudah menemukan jalan istri siput."

"Apa kau menunggu kami di jalan dengan menyamar?"

"Anda harus berhenti. Anda harus segera membubarkan istri siput."


Suk Hee dan yang lain akan maju tapi Gwang Oh menghalangi. Yeok menjawab, ia tidak bisa melakukan itu. Selama kekejaman Raja berlanjut, pekerjaan mereka juga akan berlanjut.

"Anda tidak bisa melakukan ini sendiri. Apa yang akan Anda lakukan jika tejadi sesuatu!"


Chae Gyung memegangi tusuk rambut ranting itu. Chae Gyung membatin,

"Mengapa kau ingin menjadi Raja? Apa kau harus menjadi Raja?"

Chae Gyung mengingat saat upacara pernikahan mereka, lalu saat Yeok berbohong padanya soal luka itu.

"Bisakah kau... hidup seperti Pangeran saja?"

Seo Noh kembali, dan seperti kata Tuan Shin, tidak ada orang diluar.

Tuan Shin yakin tidak akan ada apa-apa karena ia menemukan tempat persembunyian Yeok. "Anda dengan berani melanjutkan rencana bahkan setelah Raja mengunjungi Anda tepat dimata Anda. Saya yakin Anda akan menemukan tempat lain untuk bersembunyi. Tapi hanya ada satu tempat untuk menenangkan hati Anda. Dimana menurut Anda? Dimana tempat yang bisa menenangkan hati Anda aat ini?! Apa menurut Anda itu takhta?"

Tuan Shin memberitahu, Secepatnya... akan ada pengawal yang berjaga dimalam hari keluar dan masuk Ibukota. Itu karena pengumuman untuk memberontak. Dan juga, akan ada langkah untuk menghancurkan istri siput. Tuan Shin menyuruh Yeok untuk membubarkan istri siput sebelum itu terjadi dan pergi ke pedesaan bersama Chae Gyung.

"Jika Anda tidak bisa melakukan itu.. Anda harus meninggalkannya. Saya tidak bisa membiarkan putri saya menjadi istri seorang pemberontak."


Tuan Shin akan keluar tapi ia kembali ditodong pedang. Yeok membentak mereka. Seo Noh bertanya, apa sungguh Yeok akan membiarkan Tuan Shin lolos. Suk hee menambahi, dihadapan mereka itu adalah Penaishat Negara Kedua. Dia adalah pemimpin keluarga Ratu dan segala urusan kerajaan.

"Ya, percaya Nona Chae Gyung dan mempercayai dia adalah dua hal yang berbeda." Imbuh Seo Noh.

"Lalu apa kau mengatakan akan membunuhnya? Dia adalah ayah Chae Gyung, Ayah mertuaku, dan Menteri setia bangsa ini. Dia bukan seseorang yang membiarkan orang
yang tidak bersalah mati. Jadi aku akan berpura-pura tidak melihat wajahmu. Jika... ini menimbulkan masalah, aku akan menyalahkan dia. Jadi... biarkan dia pergi."

Semua orang masih belum menurunkan pedang mereka. Akhirnya Yeok berteriak, "Ini perintah!"

Barulah mereka membiarkan Tuan Shin pergi.


Tuan Shin pulang dalam keadaan pucat. Nyonya Shin khawatir, apa yang tarjadi? kenapa Tuan Shin berpakaian seperti itu?

"Air. Ambilkan aku air."

Namun saat Nyonya Shin akan keluar, penjaga memberotahu dari luar bahwa ada orang dari kerajaan datang. Tuan Shin heran, malam hari begini?


Yeok memikirkan kata Tuan Shin tadi bahwa ia hanya bisa mempercayai satu orang. Orang itu adalah Chae Gyung, istrinya.


Seo Noh dan yang lain masuk, mengabari kalau Tuan Shin dan yang lain keluar dengan aman. Mereka tahu Tuan Shin adalah ayah mertua Yeok tapi ini terlalu bahaya, jika Park Won Jong mendengar, ini akan menjadi masalah.

Suk Hee: Kita harus berhenti atau membuat Penasihat Negara Kedua bungkam. Pilih salah satu.

Yeok: Kenapa kau tidak bertanya... Mengapa aku menjadi Raja?

Suk Hee: Fakta bahwa kau memikirkan itu berarti kau adalah seorang Pangeran.

Gwang Oh: Para dewa dan rakyat berbalik melawan Raja. Bahkan pejabat korupsi yang tidak peduli dengan siapa yang berkuasa selama mereka memiliki gelar juga menolak Raja. Apa kau butuh alasan lain?

Seo Noh: Kau setidaknya memikirkan kehidupan orang lain. Kau bertanggung jawab melindungi mereka. Jika kau menjadi Raja.. semua rakyat Joseon akan menjadi milikmu. Kau hanya melakukan apa yang perlu kau lakukan.


Yeok: (menggeleng) Bagaimana jika... aku tidak bisa melindungi orang yang paling berarti dalam hidupku?


Chae Gyung tidak bisa memejamkan matanya barang sedetik, ia terus mendengar suara-suara. Apalagi saat ini ia diculik.


Yeok: Chae Gyung khawatir setiap hari akan bahaya yang akan menimpanya. Dia mempercayaiku dan tinggal terkurung di rumah kami. Kakakku mengawasi kami.. dan sekarang Ibuku mengirim seseorang untuk mengawasinya.

Suk Hee: Apa? Siapa?

Yeok: Myong Hye bersama Chae Gyung.

Suk Hee: Jika kau meninggalkan mereka berdua akan ada perang.

Gwang Oh: Myong Hye sangat menakutkan. Apa istrimu baik-baik saja?

Seo Noh bertanya, apa Ibu Suri juga yang mengirim Myung Hye ke penjara? Yeok terkejut, penjara apaan?


"Itu... Myong Hye dikurung di penjara. Aku pikir dia ada di sana untuk memastikan Chae Gyung tidak berbicara tentang kita."

"Ini tidak bisa terjadi."

Yeok langsung pulang.


Tapi saat sampai, Chae Gyung sudah tidak ada disana dan semuanya berantakan. Bibi pengasuh dan Kasim Song masuk tak lama setelahnya. Bibi pengasuh terkejut, malam ini adalah malam penyempurnaan mereka. Seandainya ia tahu Yeok keluar, ia akan berjaga-jaga.


Yeok menyadari sesuatu, ia mengancam Kasim Song.

"Puluhan pelayan tinggal di sini bersama kami dan tidak ada yang mendengar orang yang menculik istriku?"

"Pangeran..."

"Apa itu perintah Raja?"

"Iya. Ketua Sekretaris Kerajaan mengatakan... ini adalah perintah Raja."


Myung Hye ke Ruangan Rahasia mencari Yeok tapi ia terlambat, hanya ada Seo Noh disana. Myung Hye bertanya-tanya kemana Yeok pergi, soalnya Chae Gyung juga tidak di rumah.

"Benarkah... kau bersama Chae Gyung Agassi dengan melakukan penyamaran? Di dalam penjara.. Apa kau di sana untuk membunuhnya?"

"Kenapa kau bertanya tentang itu? Kenapa tiba-tiba kau bertanya?"

"Apa aku benar? Aku sudah mengatakannya pada Yeok."

"Apa?"

"Dan kali ini... Kau akan melakukan hal yang sama lagi?"


Myung Hye tidak menjawabnya dan memilih pergi.

Seo Noh: Aku kasihan padamu.

Myung Hye hanya berhenti sebentar lalu pergi.


Jadi orang dari kerajaan tadi untuk memanggil Tuan Shin ke istana. Saat akan masuk kantor kerajaan, Im Sa Hong mencegatnya.

"Hati-hati, Tuan Shin. Hidupmu bergantung pada setiap kata yang kau ucapkan."

"Apa yang kau lakukan kali ini?"

"hehehe... Seperti yang selalu aku katakan, aku tidak akan melakukan sesuatu dengan rencana licik. Kau dan putrimu yang membuatnya sendiri."


Tuan Shin memberi salam untuk Raja. Yung bertanya, apa Tuan Shin sungguh menipunya?

"Saya tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan."

"Pantas saja. Saat pertama kali melihat kau berbicara dengan ibuku, aku sudah memiliki firasat buruk."

"Yang Mulia."

"Sejak kapan kau tahu tentang Pangeran Jin Seong? Kau sudah tahu dia masih hidup sebelum dia datang ke sini dengan mencuri hadiahku? Aku mengerti. Kau rupanya sudah tahu. Aku tidak yakin, namun kau sudah tahu pasti. Kau tahu semuanya namun kau menipu dan mempermainkanku."


Tuan Shin berlitut minta maaf, ia sama sekali tidak bermaksud mempermainkan Yung. Ia hanya memiliki kecurigaan dan belum yakin. Jadi ia ragu-ragu melapor kepada Yung. Im Sa Hong tersenyum senang.

"Apa lagi yang kau tahu? Apa kau tahu rencana dia? Kau tahu apa yang akan dia lakukan? Bagaimana dengan ini? Chae Gyung, anak perempuanmu. Di tubuhnya... Apa ada tato?"

"Yang Mulia. Mengapa Anda bertanya seperti itu?"

"Aku mendengar tempat surat rahasia itu ditato di tubuh wanita. Mungkinkah wanita itu.. Chae Gyung? Jika iya, maka kau dan Ayahku telah berencana untuk menempatkan Pangeran Jin Seong... naik takhta sejak 20 tahun lalu. Dengan mentato anak dari salah satu Menteri, itulah perkiraanku."

"Yang Mulia, Anda salah. Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Mohon percayalah."

"Benarkah? Itu bukan Chae Gyung?"

"Tidak, bukan dia."

"Aku tidak mempercayaimu lagi."


Im Sa Hong ikut bicara, ia akan membawa seseorang yang akan menjelaskan semuanya. Bisakah ia memasukkan orang itu? Yung mempersilahkannya.

Orang yang dimaksud adalah Chae Gyung dan dia masuk bersama Nok Soo. Sementara itu, Yeok memacu kudanya secepat mungkin menuju Istana.


Chae Gyung tidak mengerti, apa yang membuat Yung begitu agresif? Apa Yung akan merasa tenang jika surat rahasia itu hancur? Bisakah Yung kembali ke masa lalu?

"Jika surat itu hancur... maka pemerintahanku akan aman dan Yeok tidak akan lagi serakah."

Tuan Shin: Yang Mulia, putri saya tidak tahu apa-apa.

Yung: Itulah mengapa kami mengkonfimasinya di sini. Apa kalian sungguh tidak tahu apa-apa atau kalian menipuku?


Nok Soo menawarkan untuk membuka pakaian Chae Gyung dan Yung mengijinkannya. Tuan Shin keberatan tapi Nok Soo lebih mendengarkan Yung, Nok Soo membuka paksa pakaian Chae Gyung, tapi Chae Gyung marah.

"Beraninya kau menyentuhku. Menjauhlah!"


Tuan Shin akan menolong puterinya tapi ia dihalangi pengawal Yung. Nok Soo melihat Yung tapi Yung malah menyuruhnya melanjutkan.


Chae Gyung mengerti, ia yang akan melakukannya sendiri. Jika Raja harus melihat sendiri dan jika ni satu-satunya cara untuk membebaskan diri maka ia akan menunjukkan padanya.


Namun belum sempat Chae Gyung melakukannya, Yeok datang. Yeok menyerang para pengawal lalu melindungi Chae Gyung.


Yeok menoleh pada Chae Gyung, ia berbisik kalau sekarang sudah tidak apa-apa. Chae Gyung bertanya, apa yang akan Yeok lakukan? Yeok hanya menunduk meyakinkan sambil mengencangkan pegangannya pada lengan Chae Gyung.


Yung: apa yang kau lakukan? Kau datang tanpa memberitahu.

Yeok: Saya akan memberi.. hadiah perpisahan. Istri saya membuat permintaan pada Anda. Dia meminta Anda untuk membiarkan kami pergi.

Yung: Apa yang kau bicarakan sungguh menjengkelkan. Kau ingin menjadi Raja.


Yeok: Saya tidak seperti Anda. Saya tidak ingin menjadi Raja dengan mengorbankan... orang yang saya cintai. (mengatakannya sambil memandang Chae Gyung).


Yung kesal mendengarnya, ia turun dan menghunus pedang yang dibawa pengawal pribadinya. Yeok mengeluarkan Surat rahasia itu dari balik bajunya. Im Sa Hong berteriak, menyuruh pengawal untuk membunuh Yeok.


Yeok: Diam! Lihatlah surat rahasia Almarhum Raja!

Semua orang meliat surat itu.

Yung: Surat rahasia? Apa kau sungguh... menemukannya dan membawanya ke sini?

Yeok lalu membaca isi Surat itu dengan lantang, "Saat Pangeran Jin Seong sudah dewasa, Lee Yung akan menyerahkan tahta kepada Pangeran Jin Seong dan mendukung dia dalam melakukan tugasnya."

Yung: Ayahku sebenarnya... Aku akan membunuh kalian semua. Kalian semua!


Yung siap menebas semuanya tapi Tuan Shin menghalangi. Yung tidak bisa, tidak boleh melakukan itu.

Yung melihat Chae Gyung, "Apa kau... Apa kau sungguh memberikan dia surat rahasia itu? Bukan untukku... tapi untuk Yeok?"

Chae Gyung hanya menangis. Yung melihat Tuan Shin, "Kau sungguh... menginginkan dia menjadi Raja?"

"Tidak, Yang Mulia. Itu sama sekali tidak benar. Terserah apa yang dikatakan Ayah Anda, Anda lah satu-satunya dan hanya Anda."


Yung tidak peduli, ia mengangkat pedangnya lagi dan kali ini Im Sa Hong yang menahannya.

"Yang Mulia! Tolong tenang. Ini belum berakhir. Bahkan jika itu surat rahasia Almarhum Raja, harus diautentikasi."


Yeok menjawab itu tidak perlu, ia disana hanya untuk mengambil apa yang menjadi miliknya.

"Sudah saya katakan, Saya akan meninggalkan ibukota bersama Chae Gyung."

Yung menurunkan pedangnya, "Apa?"

"Dewa-dewa... yang memutuskan siapa yang menjadi Raja. Iya. Seperti yang Anda pikirkan... Chae Gyung memiliki surat rahasia itu. Saya pikir... ni adalah kesempatan terakhir para dewa mengasihani Anda. Ini adalah bukti bahwa mereka mengharapkan sesuatu dari Anda. Orang-orang... hidup layak dimana mereka tidak akan membutuhkan istri siput. Ini mungkin cara dewa memohon untuk mengubah cara pikir Anda! Itulah yang diyakini Chae Gyung."

Kilas Balik...


Chae Gyung memberikan surat Rahasia itu pada Yeok. Ia meminta, bisakah Yeok memberikan Raja satu kesempatan terakhir? Toh Raja adalah kakak Yeok sendiri.

"Percayalah padanya dan bantu dia menjadi Raja yang hebat. Bukankah tugasmu sebagai orang-orangnya untuk... memberinya waktu? Berjanjilah padaku. Sampai kau menemukan alasan mengapa kau harus menjadi Raja... Katakan kau tidak akan menggunakan ini untuk naik takhta."

"Mengapa kau memberi aku ini?"

"Apa yang kau lakukan mengharuskan kau mempertaruhkan nyawamu. Aku memberikannya padamu sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan hidupmu."

Kilas Balik Selesai...

Seperti permintaan Chae Gyung, Yeok akan memberi Yung satu kesempatan  terakhir.

"Aku, Pangeran Jin Seong, Lee Yeok... akan menerima wasiat almarhum Ayahku dan naik takhta."

Kebayangkan paniknya semua orang. Namun Yeok melanjutkan, "Dan sekarang... Aku menyerahkannya kembali pada kakakku.


Yeok memastikan Juru Tulis Raja untuk mencatatnya. Juru tulis itu menjawa, "Ya, yang Mulia!" dengan gemetar. Yeok lalu menarik Chae Gyung pergi.


Yung tidak bisa membiarkan mereka. Ia menarik tangan Yeok lalu menodongnya dengan pedang.

"Bagaimana jika... aku tidak memberi izin?"

"Bunuh saya. Tapi walaupun Anda membunuh saya, Anda tidak akan mendapatkan apapun. Saya akan menjadi hantu... dan tinggal dengan Chae Gyung."


Yung melihat Chae Gyung, tapi Chae Gyung melihat Yeok, ia sadar sekarang bagaimana cara Chae gyung melihat Yeok. Yung lemas dan tangannya takmampu lagi mengangkat pedang itu.


Yeok pun menarik Chae Gyung kembali untuk keluar dari sana.

Komentar:

Nafas dulu... adegan terakhir bener-bener bisa bikin lupa nafasa saking tegangnya. heheheh. Sama sekali gak nyangka Yeok akan mengorbankan tahta demi cinta, gak berpikir kalau Yeok adalah pria semacam itu, melihat usaha gigihnya untuk melakukan pemberontakan.

Tapi menurutku, itulah jalan terbaik untuk dirinya. Chae Gyung dan Yung. Yeok bener-bener menjelma menjadi pahlawan romantis yang rela melepaskan semuanya demi untuk bersama Chae Gyung. Bapeeerrrr!

Sempet kesel juga sih sebenernya waktu tahu kalau Yeok terus diam sampai sejauh ini. Namun terlepas dari semua usaha Myung Hye untuk merenggangkan mereka, aku senang Chae Gyung memilih untuk mengonfirmasinnya pada Yeok langsung dengan berani, seperti dirinya selama ini.

Yeok merasakan perasaan terluka saat melihat Chae Gyung memilih membakar kulitnya sendiri untuk menghilangkan tato itu sama seperti yang dirasakan Chae Gyung dulu saat melihat bekas lukanya. Indah lihatnya, mereka berbagi rasa sakit dengan memikirkan apa yang telah mereka mendapat bekas luka itu.

Setuju dengan pilihan Chae Gyung untuk menyerahkan surat rahasia itu pada yeok, artinya ia membebaskan Yeok untuk memilih takdirnya sendiri. Chae Gyung juga ingin menentukan takdirnya sendiri dengan cara menghapus tato itu dari tubuhnya.

Yeok pada akhirnya mendapatkan kepercayaan Chae Gyung dengan cara yang benar, dan mungkin suatu hari nanti, Chae Gyung lah yang akan meminta Yeok untuk naik tahta.

Sementara itu, Yung kehilangan kepercayaan Chae Gyung sebagai penguasa yang baik. Khawatir Yung benar-benar akan hancur sepenuhnya karena ia kehilangan Chae Gyung.

Tapi aku bersyukur, Yeok akahinya membuka pandangan Yung bahwa tidak ada yang bisa dilakukan Yung untuk memisahkan mereka, sekalipun itu adalah kematian.

Tapi muncul dugaan lagi, Yung bisa saja akan menggunakan segala cara untuk memisahkan keduanya bagkan jika ia harus mengorbankan tahtanya. Soalnya Yung bukan tipe orang yang bakalan lapang dada menerima kebahagiaan Yeok dengan Chae Gyung.

Satu hal yang aku sayangkan, Yung tidak bisa mempetcayai satu-satunya otang yang mempercayainya tanpa syarat (Tuan Shin). Tuan Shin sebenarnya lebih mencintai Yung dibanding ALmarhum Raja, dan benar-benar percaya pada kembampuan Yung untuk menjadi Raja yang baik.

Yang Yeok buktikan hari ini adalah bahwa ia mempercayai kepercayaan orang lain padanya, sementara Yung malah memutus orang-orang yang paling setia padanya. Maklum sih, itu adalah karakter sejati mereka masing-masing. Yung adalah seorang yang kehilangan orang-orangnya saat berusaha melindungi kekuasaannya. Sementara Yeok adalah tipe orang yang rela membuang kekuasaannya saat berusaha mempertahankan orang-orangnya.

3 komentar

So sweeeeeeeeeeet!n i always agree with your definition saranghae unnie :-)

So sweet banget. Ngk bisa bayangin kalau mereka bakal terpisah pada akhirnya. Andweeeee.... Coba happy ending. #ngarep.com

Sayangnya ini akn mengikuti sejara raja jungjong yg berarti mrk akn berpish dan pd akhurnya taht membuat org buta.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...