Friday, July 21, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 16 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 16 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Yung geram setelah membaca pengumuman itu, bahwa Yeok adalah Raja sejati. Ia marah pada Tuan Shin, apa Tuan Shin benar-benar mengkhianatinya. Tuan Shin dan Chae Gyung menatapnya mohon ampun.

"Seperti yang kita janjikan.. aku harus menghabisi hidupmu. Bukan hanya hidupmu saja. Aku akan membunuhmu dan istrimu. Tentu saja.. Chae Gyung yang harus mati terlebih dahulu." Kata Yung.

Tuan Shin mohon supaya Yung membiarkan Chae Gyung, karna Chae Gyung tidak ada hubungannya dengan ini. Chae Gyung tidak mau, ia akan tetap bersama Tuan Shin.

Tuan Shin menunduk memohon pada Yung untuk mengabulkan permohonannya.


Akhirnya Chae Gyung dikeluarkan. Chae Gyung keluar bersama dokumen ijin ia bisa tinggal di desa bersama Yeok, tapi ia menangis.

Yung berkata, ia telah menunjukkan belas kasihan pada Chae Gyung dan sekarang giliran Tuan Shin. Ia akan bertanya sekali lagi, apa Tuan Shin sungguh membiarkan Pangeran Jin Seong melarikan diri?

"Yang Mulia. Saya.. telah dituduh (sambil melirik Im Sa Hong). Memang benar saya menyelidikinya sendiri tentang istri siput, dan menemukan tempat persembunyian mereka. Namun, masih ada tempat persembunyian lainnya, jadi saya menunda melaporkan ini karena saya ingin temukan pemimpin mereka, untuk menangkap mereka sekaligus. Saya tidak pernah bermaksud menipu Anda dengan cara apapun. Namun.. Ini kesalahan saya karena tidak berhati-hati pada orang yang ingin menjebak saya."


Im Sa Hong membantah, Tuan Shin telah berbohong, tidak ada tempat persembunyian lain!

Tuan Shin lalu memerintahkan prajurit untuk mengambilkan peta Ibukota, ia akan menandai tempat-tempat itu. Yung memberi perintah prajurit itu untuk mengambilnya.

Kilas Balik..


Sebelum pergi, Yeok merancang rencana bersama Tuan Shin. Yeok meminta Tuan Shin mencari rumah peristirahatan Im Sa Hong. Setelah itu.. cari rumah yang akan dihancurkan di Hoyeonbang dan Yeonhwabang.

"Orang - orang kami sedang membuat tempat sembunyi untuk istri siput sekarang. Dalam beberapa jam.. akan tercipta banyak tempat sembunyi seantero kota."


Semua itu dilakukan atas perintah Myung Hye. Myung Hye melakukannya sesuai perintah Yeok, untuk menebus kesalahannya.

Yeok memerintah Myung Hye untuk menghancurkan bukti apapun yang mengatakan pegadaian adalah tempat persembunyian mereka. Atau.. mereka harus membuat tempat sembunyi yang berbeda di seluruh negeri.


Prajurit telah memeriksa seluruh tampat yang ditandai Tuan Shin dan mereka membawabukti yang ada disana kehadapan raja.

Kepala Kasim menjelaskan kalau semua itu adalah artikel yang kemungkinan besar adalah milik istri siput. Terutama di ruang penyimpanan rumah besar di Dumulpo, mereka menemukan sebuah buku yang menulis daftar Menteri yang korupsi.


"Jadi, Penasihat Negara Kedua mengatakan yang sejujurnya. Siapa pemilik ruang penyimpanan di Dumulpo?" tanya Raja.

"Itu milik... Kepala Sekretaris Kerajaan." Jawab Kepala Kasim.

Im Sa Hong membantahnya, itu tidak mungkin, itu pasti jebakan. Tuan Shin menyela, ada yang menuduhnya dan itu juga yang ia alami.

"Seseorang.. telah meninggalkan bukti untuk menangkap istri siput. Seseorang yang tidak kita ketahui dan melarikan diri. Mungkin saja.. dia bertujuan untuk membunuh siapapun dengan membuat orang menjadi seorang pemberontak tanpa bukti apa-apa."

Tuan Shin mengambil pengumuman yang tadi dibaca Yung, menjelaskan kalau Istri siput selalu menaruh cap di pengumuman mereka dan meninggalkan cangkang kerang. Tapi dalam pengumuman itu tidak dicap.

"Maksudmu... Pegadaian itu bukan tempat sembunyi mereka?" tanya Im Sa Hong.

"Jika itu tempat sembunyi mereka, itu artinya rumahmu juga tempat sembunyi mereka. Berapa jauh kau ikut dalam hal ini?"

"Yang Mulia. Jangan dengarkan apa yang dia katakan."

Yung membentak, ia tidak ingin mendengar mereka berdua. Yung menyimpulkan, Tuan Shin ingin mengatakan bahwa mereka tidak bisa memastikan hanya dari bukti yang mereka temukan hari ini. Kalau begitu, Yung memrintahkan Tuan Shin untuk melanjutkan pencarian sampai menemukan bukti yang pasti.

"Aku akan memberimu satu kesempatan lagi.. sampai kau berhasil."


Yeok mendatangi rumah Park Won Jong. Yeok marah pada Park WOn Jong karena sudah bersikap rendahan. Park WOn Jong menjelaskan kalau semua itu adalah salah paham.

"Salah paham? Aku telah mendengar semuanya dari Myong Hye, Tapi kau bilang ini salah paham?! Kau ingin Raja yang seperti apa? Seseorang yang menggunakan kehidupan orang lain untuk menyelamatkan hidupnya sendiri?"

Yeok menegaskan, ia tidak ingin menjadi Raja dengan melakukan hal seperti itu.

Park Won Jong menjelaskan, ini adalah politik dan takhta. Setelah waktu berlalu, Yeok akan belajar bahwa beberapa hal tidak bisa dilakukan dengan hanya prinsip dan keyakinan.


"Jika prinsip dan keyakinan seseorang telah hancur, Lalu apa gunanya menjadi Raja?! Itu akan membuat seseorang menjadi kejam. Kau harus mengurus.. masalah istri bekicot saat ini. Pastikan semua orang aman tanpa ada yang dikorbankan. Kau harus menanganinya."


Di rumah Park Won Jong ada beberapa menteri dan jelas merea mendengar Yeok tadi. Mereka terkesan mendengar Yeok mengatakan apa yang dia inginkan, terlepas dari kenyataan dia terancam.

"Dia masih terlalu idealis." jawab Park Won Jong.

"Apa kau tidak bangga padanya? Dia begitu teguh meski hampir meninggal beberapa kali. Aku rasa sifat almarhum Raja turun dengan Pangeran Jin Seong." Kata Menteri Personalia.


Tuan Shin kembali ke rumah dan ia membawa Lencana Kerajaan, artinya Tuan Shin telah menerima perintah Raja. Tuan Shin memasukkan lencana itu lalu masuk ke dalam.

Nyonya Shin sangat khawatir, ada Chae Gyung juga disana. Nyonya Shin bertanya, apa yang terjadi, kenapa Tuan Shin ditangkap?

"Jangan khawatir. Ini salah paham." Jawab Tuan Shin.


Tuan Shin menjelaskan, berkat Yeok, ia jadi aman sekarang. Chae Gyung terkejut mendengarnya.


Chae Gyung bicara berdua dengan ayahnya. Tuan Shin

mengakui, ia sudah berbuat dosa pada Raja, seharusnya

ia tidak berbohong sebagai pelayannya, tapi ia

melakukannya. Meskipun itu ia lakukan untuk membuat

Chae Gyung tetap aman. Sejatinya ia adalah

Menteri negara ini, tapi ia telah membantu penjahat

demi alasan pribadi. Ia pantas dihukum.

Chae Gyung minta maaf. Tuan Shin bertekad, sekarang untuk membayar kesalahannya, ia akan mengurus negara ini bersama Raja. Ia akan melakukan yang terbaik agar pemerintahan berjalan dengan baik.

"Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan sebagai Ayah. Mulai sekarang, kau harus mematuhi Pangeran Jin Seong.. dan hanya hidup sebagai istrinya."


Chae Gyung menggeleng, tifak mau. Sebelum ia menjadi istri Pangeran Jin Seongm ia adalah putri Ayah dan Ibu.

"Sekarang tidak lagi."

"Setelah kau menikah dengan Pangeran kau harus kuat untuk bertahan hidup. Dan juga.. Jika kau harus memutuskan hubungan dengan orang tuamu, Itu juga takdirmu."

"Ayah."

"Tinggalkan Ibukota secepat mungkin. Apapun yang terjadi, jangan pernah kembali. Itulah yang terbaik untukmu, Pangeran.. Raja.. dan keluarga kita."


Yeok kembali ke rumah, tapi di kamar mereka semuanya berantakan. Yeok mengingat perintah Tuan SHin untuk pergi ke desa secepatnya bersama Chae Gyung.


Yeok keluar bersamaan dengan sampainya Chae Gyung. Yeok langsung memeluk Chae Gyung setelah Chae Gyung keluar dari tandu.

"Apa kau baik-baik saja? Kau darimana saja? Apa kau dengar tentang Ayahmu? Atau..."

Chae Gyung megang tangan Yeok, memintanya untuk pelan-palan saja karena ia ada disana.


Chae Gyung memberikan surat dokumen itu pada Yeok. Yeok heran karena Raja cepat sekali menyetujuinya. Ia bertanya, apa Tuan Shin baik-baik saja?

"Iya. Dia memberitahuku bahwa kau telah menyelamatkannya."

"Aku tidak menyelamatkannya. Sebaliknya, kita aman berkat Ayahmu. Dia hampir terkena masalah besar."

"Aku juga takut."

"Maafkan aku."

"Ini semua sudah berakhir. Ayahku ingin.. kita meninggalkan kota dan tidak pernah kembali."

"Iya. Istri siput akan segera bubar. Begitu aku pergi.. Hyungnim akan merasa lebih baik. Semuanya akan kembali seperti biasa."

"Kita tidak punya waktu duduk disini. Banyak hal yang harus kita lakukan sebelum pergi."

Chae Gyung segera bengun untuk mempersiapkan semua.


Tuan Shin melamunkan perintah Yung tadi.

 
Yung memerintahkannya untuk memenggal kepala salah satu istri siput supaya pemimpinnya keluar. Tuan Shin mengingatkan, mereka tidak tahu siapa istri siput itu.

"Siapapun yang mendapat bantuan dari istri

siput.. berarti itu anggota mereka." Jawab Yung.

"Yang Mulia, saya mohon belas kasihan Anda. Mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah."

"Tidak bersalah? Bisakah kau memastikan kalau mereka yang mendapat bantuan dari pemberontak.. tidak ingin memberontak juga? Jika kau mencari 10 rumah di kota, Setidaknya setengah dari mereka pasti menerima

bantuannya. Tidak akan sulit untuk menemukan kaki tangan istri siput."



Chae Gyung membawa beberapa gulung kain ke kamar. Ia menjelaskan kalau ada banyak kain di rumah orang tuanya tapi ia hanya membawa beberapa saja.

"Beberapa?" tanya Yeok.

Chae Gyung memukul-mukul pundaknya karena kesal.


Yeok paham, ia langsung berdiri dan memijat Chae Gyung.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Chae Gyung.

"Aku melakukan tugasku sebagai seorang suami."

"Kau seharusnya melakukan ini." (sambil menunjuk gulungan kain itu).

Yeok akan mengambilnya tapi Chae Gyung menghentikannya.


Karena Yeok sedang berdiri, Chae Gyung menyuruhnya untuk menegakkan tubuh dengan benar. Chae Gyung mengukur tubuh Yeok, karena mereka akan melakukan perjalanan jauh, ia pikir Yeok setidaknya membutuhkan satu buah pakaian yang nyaman lagi.


"Kita akan berangkat besok pagi." Yeok mengingatkan.

"Aku bisa begadang semalaman."

"Aku takut itu tidak akan bisa dipakai."

Chae Gyung memelototinya, lalu kembali mengukur, saking asyiknya, ia tidak sadar telah menginjak kaki Yeok.

Yeok bicara, "Ngomong-ngomong.. Jika kau melihat lemariku, aku sudah punya banyak baju. Kau bisa tahu ukuranku dengan melihat salah satu bajunya. Apa ini harus dilakukan?"

"Kau pintar juga."

"Kau sungguh tidak tahu? Tapi aku ragu."

"Maaf?"

"Meskipun kau sudah tahu, kau tetap mengukurku

karena..."

"Itu tidak benar."

"Apanya yang tidak benar?"

"Serius, itu tidak benar."

"Ya. Aku akan percaya."


Yeok mengajari Chae Gyung mengukur dengan tangan. "Ingat aku. Aku lebih tinggi dari padamu, sekitar satu jengkal. Lenganku lebih panjang sekitar setengah jengkal."


"Aku lebih besar sekitar dua jengkal." Ia mengukurnya sambil memeluk Chae Gyung.

"Sama seperti makananmu sangat enak meskipun kau bukan juru masak yang ahli.. Aku juga akan terlihat keren memakai pakaiannya nanti karena kau yang membuatnya terlepas dari berapa ukurannya. Bahkan jika terlalu pendek atau terlalu panjang. Terlalu besar atau terlalu kecil. Aku akan memakainya tanpa protes."

"Aku tahu kau sangat pintar. Aku harus belajar darimu.."

Dan mereka saling tertawa.


Yung kembali mabuk-mabukan. Mungkin ia begadang lagi di perpustakaan. Saat ia akan keluar, ia mendengar dua kasim membicarakannya.


Kasim 1 (yang kurus): Apa kau dengar tentang surat rahasianya? Surat rahasia yang ditulis almarhum Raja? Saat Pangeran Jin Seong..

Yeok mendengar suara Ayahnya dengan sangat jelas, "Saat Pangeran Jin Seong tumbuh dewasa, berikan takhta kepadanya."


Yung membuka pintu dan langsung mencekik kasim 2 sampai pingsan. Kasim 1 ketakutan, ia bersujut mohon dimaafkan.

Yung menyuruhnya untuk diam. SSttt! Lalu Yung melangkah tanpa dosa.


Yung kembali ke kamarnya dan Nok Soo melayaninya. Yung menjewer telinganya sendiri, ia bilang kalau akhir-akhir ini ia sering mendengar hal-hal aneh. Nok Soo menurunkan tangan Yung karena nanti bisa menyakiti telinganya sendiri.

"Dan juga.. Apa kau melihat isi surat rahasia itu?" tanya Yung.

"Surat rahasia?"

"Dia mengatakan aku harus memberikan tahtaku untuk Pangeran Jin Seong saat dia dewasa. Kenapa Ayahku meninggalkan barang seperti itu? Kenapa? Apa kurangku? Kau tidak berpikir begitu?"

"Ya, Yang Mulia. Ini hanya..."

"Kau tahu.. Mengapa ini bisa terjadi?" Yeok menyuruh Nok Soo mendekat, ia lalu berbisik, "Ini karena.. tahta Ibuku diturunkan. Semua orang merendahkanku karena tahta ibuku diturunkan. Ayahku meninggalkan surat rahasia karena tidak mempercayaiku. Surat rahasia? Apa aku baru saja mengatakan.. surat rahasia?"


Yung menutup mulutnya tak percaya. Nok Soo panik, ia meminta Yung minum air dulu tapi Yung malah menepis tangannya.

"Siapa yang membuatku seperti ini? Siapa orang-orang yang menurunkan ibuku? Cepat panggil Kepala Sekretaris Kerajaan. Aku harus tanyakan padanya."

"Ya, Yang Mulia."


Nok Soo langsung menyampaikannya pada Im Sa Hong. Nok Soo merasa ini kesempatan bagus untuk mendapat kembali kepercayaan Raja.

"Sepertinya banyak yang akan mati." Im Sa Hong tertawa.


Semua barang sudah di kemas dan mereka menyuruh pengantar barang berangkat duluan.


Chae Gyung kembali ke dalam rumah, ia mengamatinya. Chae Gyung memikirkan kata ayahnya tadi malam, ia hampir menangis.

Yeok mendekatinya dan merangkulnya, mengajaknya untuk meninggalkan semua hal sedih dan menyakitkan disana.


Yeok menggandeng Chae Gyung dan mereka berjalan keluar bersama.


Seo Noh minum-minum sendiri. Ia memikirkan semuanya. Lalu ingatannya menuju pada Myung Hye yang melakukan sesuatu di ruang rahasia pegadaian.


Lalu saat ia menemukan pengumuman itu ditumpukan dokumen mereka. Seo Noh hanya bisa menghela nafas berat.


Seo Noh mendengar keributan di luar. Ia keluar dan melihat orang-orang ditangkap oleh prajurit kerajaan.

"Kau sudah menerima beras dari istri siput, bukan?" Tanya prajurit.

"Kami tidak menerimanya."


Mereka dipaksa ikut. Seo Noh awalnya akan diam saja tapi ia tidak tega. Ia menghajar prajurit itu lalu membebaskan orang yang ditangkap.


Gwang Oh dan Suk Hee juga melihat orang-orang yang ditangkap secara paksa karena menerima beras dari istri siput.


Suk Hee akan menyelamatkan mereka tapi Gwang Oh menahannya. Saat ini Suk Hee harus tenang. Semua itu adalah rencana Tuan Shin untuk menangkap mereka.

"Aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu kita tidak bisa mempercayai pejabat tinggi manapun. Aku tahu Penasihat Negara Kedua bersama mereka. Tidak peduli apa yang dikatakan Yeok, Kita seharusnya membunuh Shin Su Geun, bukan?" Sesal Suk Hee.


Tuan Shin mendatangi Kepala polisi, ia menunjukkan Lencana Kerajaan yang dimilikinya.

"Ini perintah untuk menangkap semua istri siput. Mulai malam ini.. Kau harus mengontrol akses ke semua gerbang kota. Hanya mereka yang memiliki tanda dari pemerintah yang diizinkan untuk keluar masuk."

"Maka itu akan menyulitkan orang-orang untuk mencari nafkah, jadi mereka akan mengeluh. Apa Anda mengatakan untuk melarang mereka?"

"Jika kita melakukan itu.. Beberapa penjahat akan menemukan cara untuk pergi. Sampai kita menemukan orangnya, kita harus tahan dengan ketidaknyamanan ini."


Yeok mengajak semuanya untuk istirahat sebentar. Yeok menyinggung, kenapa Chae Gyung tidak bersiul lagi?

"Sudah lama aku tidak bersiul. Karena kapan pun aku bersiul.. itu membuatku memikirkanmu."

"Kau tahu bagaimana cara aku bertahan?"

"Itu..."


Chae Gyung mengingat kata Yung kalau Yeok diselamatan oleh Myung Hye. Ia cemberut, ia yakin Yeok pasti bisa bertahan sendiri.


"Kau yang menyelamatkanku. Siulanmu menyelamatkanku. Aku bahkan bersiul.. saat hampir mati. Lalu Myung Hye mendengar suara itu. Dialah yang merawatku.. Tapi sesungguhnya, orang yang menyelamatkanku.. dalah dirimu. Jadi... Jangan memikirkan Myung Hye lagi."


Chae Gyung puas mendengarnya tapi ia tetap gengsi, "Aku bahkan tidak bertanya. Kenapa kau tiba-tiba

mengatakannya? Apa kau merasa bersalah?"

"Tidak, kita pernah mengatakan.. kalau tidak boleh ada rahasia di antara kita. Tapi kau tidak pernah bertanya tentang dia, jadi aku merasa khawatir."

"Sejujurnya.. Aku takut bertanya. Aku takut dia melakukan hal yang lebih banyak dariku. Aku takut dia lebih penting dariku."

"Bagaimana itu bisa terjadi? Aku sungguh ingin memberitahumu.. kalau aku hidup karenamu. Aku takut mengatakan itu padamu.. ketika aku masih seorang pengecut dan pembohong.. karena aku pikir kau tidak akan percaya padaku."

"Iya. Aku mulai melihat, sedikit demi sedikit.. ketulusanmu."


Tuan SHin melihat semua orang yang dipenjarakan gara-gara menerima beras dari istri siput. Mereka memohon agar dilepaskan.

"Apa kau mengenal istri siput?" tanya Tuan Shin.

"Aku pernah mendengar mereka.. tapi aku belum pernah melihatnya. Tuan, tolong selamatkan kami."


Im Sa Hong datang, ia menyindir Tuan Shin, berharap kalau Tuan Shin tidak lagi membebaskan mereka. Im Sa Hong tersenyum.

"Aku akan menangkap mereka semua. Kau bisa mengeksekusi mereka. Ha Ha Ha. Tidak perlu berterima kasih padaku karena sudah menyelesaikan masalahmu."  Lanjut Im Sa Hong.


Park Won Jong mendatangi Im Sa Hong, tidak percaya atas apa yang sudah dilakukan Im Sa Hong, padahal ia sudah memberinya informasi yang bagus.

"Jika kau ingin kehilangan ekormu, kau harus melakukannya dengan sempurna." jawab Im Sa Hong santai.

"Apa kau ingin membunuh semua orang yang tidak berdosa itu?"

"Jika ini membuat pemimpin mereka terganggu, Aku yakin dia akan menunjukkan dirinya sendiri."


Myung Hye menunggu kepulangan Park Won Jong dan saat yang ditunggu datang, ia langsung menanyakan kabar  terbaru, ia menyampaikan kalau Ibu Suri sangat khawatir.

"Aku seharusnya mengatasinya sampai tuntas. Dimana Seo Noh?" tanya Park Won Jong.

"Apa ada cara lain?"

"Ini adalah jebakan untuk menangkap Pangeran. Sampai Pangeran muncul, ini tidak akan pernah berakhir."


Menteri yang menggulingkan Ibu Yung dipanggil Yung dan mereka keluar dengan digotong prajurit. Mereka dieksekusi.


Im Sa Hong melapor pada Yung, "Orang-orang yang melawan pengangkatan kembali Ratu adalah Lee Haeng, Park Gwang Hyung dan Kang Hyung. Mereka yang mendukung Ratu untuk diturunkan adalah Yoon Pil Sang, Han Chi Hyuk dan Han Myung Hoi. Kebanyakan dari mereka sudah meninggal."

"Meskipun mereka sudah mati.. Mereka pasti memiliki makam."

"Apa Anda ingin melakukan eksekusi anumerta (eksekusi bagi orang mati)?"

"Jika mereka melakukan dosa besar, mereka harus membayarnya bahkan jika sudah meninggal. Keturunan mereka harus dihukum karena dosa nenek moyangnya, jadi bakarlah  mereka... Tidak. Bunuh saja."

"Iya. Saya akan menuruti perintah Anda."

*Yung bisa-bisanya makan dengan lahap.


Seo Noh menyaksikan orang-orang yang dieksekusi karena istri siput.

Tuan Shin membacakan keputusan Raja, "Eksekusi mereka karena memiliki niat jahat pada Raja."

Algojo pun melakukan tugasnya dengan mengeksekusi mereka satu per satu.

Seo Noh mengepalkan tangannya marah, "Lihatlah ini, Hyungnim. Raja tidak akan berubah."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...