Thursday, July 27, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 17 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 17 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Chae Gyung menunggu ayahnya di luar setelah eksekusi Seo Noh. Tuan Shin terkejut melihat Chae Gyung disana, kan sudah ia katakan jangan kembali apapun yang terjadi.

"Apa ini alasan Ayah menyuruh kami pergi? Mereka memberi beras kepada rakyat yang kelaparan. Semua yang mereka lakukan adalah mengekspos pejabat yang korupsi dari informasi yang mereka dapatkan. Bahkan jika mereka punya rencana lain, Mereka tidak sampai seperti itu. Mereka sudah mengatakan akan bubar."

"Jika aku tidak melakukan ini, Raja pasti merasa hancur karena merasa dikhianati."

"Raja sudah melewati batas. Dan Ayah.. membelanya hanya karena dia Raja. Apa ini karena aku? Apa semua ini terjadi,  supaya kami kembali?"


Chae Gyung langsung berlari ke istana. Tuan Shin akan mengejarnya tapi seseorang memanggilnya, melapor bahwa ada masalah.


Chae Gyung sampai di istana tepat saat Yeok dibawa oleh prajurit kerajaan. Im Sa Hong yang ada disana menyuruh Prajurit untuk menangkap Chae Gyung juga karena Chae Gyung adalah istri pemberontak.

"Apa yang terjadi, Pangeran?" tanya Chae Gyung panik karena dua prajurit memeganginya.

"Lepaskan tanganmu dari dia!" Bentak Yeok sambil berontak.


Im Sa Hong: Penjarakan Pangeran di Biro Investigasi Kerajaan dan bawa istrinya ke kantor dinas malam.

Yeok memastikan agar Chae Gyung tidak mempercayai siapapun. Ia tidak melakukan apapun.


Chae Gyung bertanya pada Im Sa Hong dengan nada tinggi, apa lagi ini? Apa yang Im Sa Hong lakukan kali ini?

"Pangeran Jin Seong baru saja mencoba membunuh Raja. Beraninya kau menaikkan suaramu? Kau tidak mengerti apa yang sedang terjadi?" Jawab Im Sa Hong lalu menyuruh Prajurit membawa Chae Gyung ke kantor.


Yeok dimasukkan ke dalam sel tahanan. Ia memikirkan kembali apa yang terjadi tadi, bagaimana Yung menancapkan pedangnya ke perutnya sendiri.

"Anda.. ingin mencoba untuk membunuhku. Kau akan membunuhku.. dengan segala cara?" Gumam Yeok.


Chae Gyung di tinggalkan di kantor dinas malam sendirian. Ia mengingat perkataan Yung bahwa ia harus membayar karena tidak menepati janjinya. Lalu ingat kata Yeok tadi kalau Yeok tidak melakukan apapun, Chae Gyung harus percaya padanya, jangan yang lain.

"Yang Mulia. Apa ini hukuman yang kau katakan?" Gumam Chae Gyung.


Tuan Shin mengunjungi Yung yang saat ini tengah diobati Nok Soo. Tuan Shin bertanya bagaimana keadaan Yung? Dan apa yang terjadi sebenarnya? Ia langsung berlari kesana setelah mendengar Yung diserang.

"Kenapa? Apa kau terkejut karena.. aku lebih baik dari yang kau kira? Ini semua terjadi.. karena kau tidak bisa menangkap Pangeran Jin Seong. Aku sendiri yang membuat alasan dan bukti bagimu untuk menangkap pengkhianat itu."


Tuan Shin melotot terkejut, apa mungkin... Yung melanjutkan, sekarang Tuan Shin tidak bisa mengatakan kau tidak memiliki alasan atau bukti untuk menangkap Pangeran Jin Seong lagi, Bukankah begitu?

Tuan Shin memandang Yung terkejut. Yung merasa aneh dengan tatapan itu, Mengapa Tuan Shin menatapnya dengan hina begitu?

"Beraninya kau.. melihatku seperti itu?!"

"Apa.. kondisi Anda baik-baik saja?"

"Aku tidak ingin mendengarmu. Pergilah!! Ini semua terjadi karena kau tidak memenuhi kewajibanmu. Oleh karena itu, kau harus bertanggung jawab. Lepaskan posisimu sekarang, dan tinggallah di rumahmu. Kau tidak bisa.. meninggalkan rumahmu tanpa izinku."

"Saya akan.. mengikuti perintah Anda."

Tuan Shin pun manit, ia meneteskan airmata.


Ibu SUri syok mendengar Yeok ditahan, ia harus pergi ke Biro Investigasi Kerajaan sekarang. Dayang memintanya tenang, soalnya Biro Investigasi Kerajaan tidak mengizinkan siapapun untuk masuk.

"Siapa yang berani menghentikanku?! Siapa?!!"

"Ibu Suri..."

"Tidak mungkin. Ini pasti salah. Yeok tidak mungkin melakukan sesuatu yang ceroboh."


Para Menteri demo memohon kebaikan Yung agar Yeok diijinkan tetap hidup. Im Sa Hong ber-ckk, "Kalian sangat berusaha keras. Tidak akan ada yang mendengarkan kalian."


Yeok mimpi buruk, ia teringat saat Seo Noh dieksekusi, lalu saat ia hampir mati ketika remaja dan terakhir apa yang Yung lakukan dengan pedangnya.

Yeok terbangun dengan nafas ngos-ngosan.


Raja datang berkungjung bersama Im Sa Hong dan Ki Ryong.

"Bagaimana aktingku?" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Yung.

Yeok berteriak histris di dalam selnya. Ia seperti sangat menyesal.


Yung bertanya lagi, apa Yeok ingin bertanya mengapa ia melakukan ini? Yung menjawab, ia butuh alasan kuat untuk membunuh Yeok. Ia butuh alasan untuk membunuh Yeok dan menunjukkan pada dunia sehingga tidak ada yang menyebut nama Yeok di depannya dan menghapus nama Yeok selamanya.

"Kau tidak bisa menutupi langit dengan tanganmu. Itu tidak akan bisa menghapus keberadaanku. Bagaimana kau bisa melakukan sesuatu yang mengerikan ini? Bagaimana? Aku tidak akan pernah... memaafkanmu." Teriak Yeok.

"Memaafkanku? Lucu sekali. Siapa yang memberimu kesempatan untuk melakukan itu? Bagaimana bisa kau melakukannya saat aku akan segera membunuhmu? Aku akan menempatkanmu di tiang gantung ketika pagi, dan menghancurkanmu berkeping-keping."

"Kau harus membunuhku. Jika tidak, aku yang akan membunuhmu, Hyungnim."

"Kau belum berubah. Kau hanyalah Raja yang tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun. Kau selalu berteriak sangat keras dengan matamu itu. Berapa kali kau harus mati dulu.. supaya menjadi dewasa?"


Yeok bertanya dimana Chae Gyung? Im Sa Hong menjawab kalau Chae Gyung berada di kantor dinas malam.


Yung mengintip Chae Gyung. Kepala Kasim beranya pada dayang yang menjaga Chae Gyung soal keadaan hae Gyung.

"Dia tampak sangat sedih. Dia belum bergerak dari posisi itu sejak tadi malam. Dia bahkan tidak meminum airnya." Jawab Dayang.


Yung masuk ke dalam. Chae Gyung bangkit, langkahnya lemas untuk memberi hormat pada Yung.

"Beraninya seorang istri pengkhianat berperilaku semaunya? Kau tidak bisa memutuskan mati atau hidup.. sampai aku memutuskan untuk memaafkanmu atau membunuhmu."

"Yang Mulia..."

"Itulah hukuman yang kuberikan padamu."

Chae Gyung meminta Yung membunuhnya saja. Yung menjawab itu terlalu mudah, ia akan memikirkannya  lagi setelah ia menyaksikan kematian suami Chae Gyung.

"Aku akan menghukumnya.. besok pagi di depan Souimun."

"Yang Mulia!"

"Apa? Apa kau meminta untuk tidak membunuhnya?

Chae Gyung diam sebentar, ia lalu berkata, karena perintah Yung, ia tiba-tiba menjadi istri pengkhianat. Yung tidak bisa mengatakan kalau Yung tidak bertanggung jawab tentang hal ini. Karena itu, demi ia dan keluarganya, tolong cabut status pengkhianatan Pangeran. Pengkhianatan adalah kejahatan serius yang bisa membunuh tiga generasi. Sejak ia menikahi Pangeran, ia dan keluarganya harus menjadi budak atau mati.

"Ya. Kau masuk akal juga. Ini juga salahku. Lalu apa yang harus aku lakukan? Jika aku mengasingkanmu, aku tidak tahu kapan kau akan kembali."


Chae Gyung berlutut, ia berjanji akan tinggal disisi Yung selmanya. Selama ia berada disisi Yung sebagai sandera, Pangeran tidak akan bisa berperilaku ceroboh.

"Sandera?"

"Aku akan tetap bertahan sampai Anda merasa lega, bahkan jika aku harus bertahan seumur hidup. Aku akan tetap di sisimu selamanya."


"Jika aku membiarkan dia hidup dengan mempercayai kata-katamu, Bagaimana jika kau melarikan diri, atau bagaimana jika dia datang untuk menyelamatkanmu? Aku tidak bisa.. mempercayaimu lagi. Aku tidak bisa mempercayaimu hanya dengan kata-kata saja. Aku harus mengambil langkah lebih jauh. Baik. Aku akan memotong urat kakinya. Jika aku memotong urat kakinya, dia tidak akan mudah pergi. Lalu dia tidak akan bisa bermimpi untuk memberontak."

Chae Gyung jelas tidak setuju dengan keputusan Yung itu. Tapi apa daya, Yung menjelaskan kalau itu hukuman yang diberikan kepada pencuri, bukankah itu hukuman yang cocok bagi Yeok yang mencoba untuk mencuri apa yang menjadi miliknya.

"Tahtaku.. Rakyatku.. dan hidupku. Jika kau tidak suka itu, maka dia harus mati."

"Tolong biarkan dia hidup." Jawab Chae Gyung.


Berita hukuman Yeok sampai pada Park Won Jong dan yang lain. Myung Hye terkejut, bagaimana Yeok nantinya bisa hidup setelah hukuman itu? Urat kakinya akan dipotong, artinya.. dia akan cacat seumur hidup.

Suk Hee: Haruskah kita membantu dia keluar? Bagaimana jika Raja berubah pikiran, dan mengatakan dia akan membunuhnya bukan hanya melumpuhkan pergelangan kakinya.

Gwang Oh: Tidak, tidak akan terjadi masalah lain. Nyonya Shin dan Ibu Suri masih berada di istana.

Park Won Jong: Kita harus menemukan cara untuk membiarkan dia hidup, tidak peduli apapun.


Hari penghukuman Yeok akhirnya tiba. Chae Gyung ketakutan melihat Yeok diikat begitu.


Yeok awalanya menurut, tapi saat melihat Chae Gyung ada disana, ia memberontak. Ia berkata pada Yung bahwa istrinya tidakmelakukan apapun, jadi tolong biarkan Chae Gyung pergi.

"Dia adalah istri pemberontak. Ini adalah hukumannya. Jadi dia harus melihat.. kau membayar kesalahanmu dengan matanya sendiri. Dengan begitu, kalian berdua.. tidak akan pernah bermimpi melakukan sesuatu yang aneh."

"Yang Mulia!! Tidak, Hyungnim. Ini.. terlalu berat baginya. Tolong. Tolong. Tolong.."

Chae Gyung hanya bisa menangis, Yeok menyuruhnya pergi. Yung menyerahkan semuanya pada Chae Gyung, mau pergi atau tinggal.

"Saya akan melihatnya." Jawab Chae Gyung berusaha kuat.

"Dia bilang akan melihatnya."


Im Sa Hong: Lee Yeok.. telah melakukan pengkhianatan dengan menyakiti Raja. Namun, dia adalah putra almarhum Raja, dan anggota keluarga kerajaan. Jadi dia tidak bisa dihukum mati. Karena itu, pergelangan kakinya akan dipotong. Lakukan.


Algojo yang akan melakukan memotong urat kaki Yeok berpesan agar Yeok menahannya, dan mulut Yeok disumpal kain. Yeok terus melihat Chae Gyung.


Chae Gyung tidak sanggup melihatnya, ia menggenggam rok-nya kuat-kuat sambil menutup matanya. Sementara itu, Yung meliatnya dengan ekspresi datar. Tapi lama-lama Chae Gyung membuka matanya.

Narasi Chae Gyung: Aku harus melihatnya. Dengan begitu, aku tidak akan pernah lupa. Aku akan ingat apa yang terjadi hari ini. Aku akan mengingat segala kebrutalanmu. Aku akan mengingat rasa sakit Pangeran... dan kebodohanku.


Yeok dipulangkan setelah hukuman itu dan ia dirawat dua orang tabib kerajaan beserta teman-temannya, juga bibi pengasuh.


Chae Gyung dikurung disebuah ruangan,

Suara Im Sa Hong: Pemberontak Lee Yeok akan dilarang bertemu anggota keluarga kerajaan lain secara pribadi. Nyonya Shin, istri pemberontak akan dikurung di istana terpisah sampai kesetiaannya terbukti.

Ibu Suri juga dilarang keluar istana.

Suara Im Sa Hong: Pangeran Jin Seong akan digulingkan, dan garis keturunannya bukan lagi keturunan bangsawan. Status keluargamu tidak akan pernah dipulihkan kembali.


Yeok akhirnya sadar, Gwang Oh dan Suk Hee bertanya, apa Yeok tahu dimana ia sekarang. Yeok tahu, ia ada di rumahnya sekarang.

"Dan... Dimana Chae Gyung?" tanya Yeok.Suk Hee dan Gwang Oh hanya bisa saling pandang. Yeok bertanya lagi, "Apa dia kembali ke keluarganya?"

"Dia di istana. Dia dikurung disana. Dia memutuskan untuk melakukan itu.. agar kau hidup." Jawab Gwang Oh.

"Siapa? Mengapa?"


Yeok langsung bangun, ia akan berdiri tapi sakitnya kaki tidak bisa ia tahan. Yeok tersenyum, tapi matanya berkaca-kaca. Ia hanya bisa berteriak kesal sambil memukul lantai.


Kasim Song mendatangi Chae Gyung bersama para dayang yang membawakan berbagai perhiasan cantik untuk Chae Gyung. Semua itu adalah kiriman dari Yung.

"Taruh saja dan pergilah." jawab Chae Gyung lemah.

Chae Gyung bertanya pada kasim Song sebelum kasim Song pergi, apa ada orang lain yang ingin menemuinya? Ayah, Ibu, atau.. Pangeran?

"Tidak ada." Jawab Kasim Song lalu pamit.


Yeok terbangun dan tiba-tiba ada Chae Gyung disampingnya. Yeok terkejut, bagaimana Chae Gyung bisa datang?

"Kau terluka. Bagaimana bisa aku tidak kesini?"


Chae Gyung membatu Yeok duduk, lalu ia mengobati luka Yeok. Chae Gyung merasa luka Yeok sudah baikan, ia bersyukur.

"Aku ragu. Coba lihat lagi. Aku masih merasa kesakitan." kata Yeok.

"Yang sakit bukan pergelangan kakimu, tapi hatimu. Untuk membuat sakit hatimu hilang, kau harus membawaku pulang secepat mungkin. Kau mau.. meninggalkan aku sendirian terus?"

"Bagaimana bisa aku melakukan itu? Kita sudah bersama sekarang."

"Ini hanya mimpi. Kita bisa duduk bersama.. karena ini hanya mimpi."

"Tidak." Yeok gugup dan langsung memegang tangan Chae Gyung.

"Jadi.. cepatlah sembuh."

"Tidak, jangan pergi, Chae Gyung. Hmm? Tidak."


Yeok akan menyentuh wajah Chae Gyung tapi mendadak Chae Gyung menghilang dan ia hanya menyentuh udara. Yeok melihat sekeliling dan tidak ada siapapun disana, perban lukanya juga masih rapat, padahal tadi Chae Gyung membukanya.


Bibi pengasuh membawakan sarapan untuk Yeok. Bibi Pengasuh menasehati karena tahu Yeok terus mimpi buruk, "Tidak ada gunanya memulihkan tubuhmu. Hatimu yang harus sembuh terlebih dahulu."

Bibi pengasuh lalu menyuruh Yeok cepat makan tapi Yeok malah menatapnya tajam.

"Kenapa Anda menatapku seperti itu?"

"Kau pasti.. sangat membenciku. Aku membuat Chae Gyung menderita."

"Itu tidak perlu ditanya. Aku sangat membencimu. Aku tidak bisa berbohong. Namun.. Anda satu-satunya orang yang bisa dipercaya Agasshi, jadi aku harus mempercayaimu juga."


Sebelum tidur, Ibu Suri mengingat penjelasan Park Won Jong,

"Setidaknya, aku sudah membeli algojonya terlebih dahulu, dan dia tidak memotong uratnya. Butuh waktu baginya untuk sembuh, tapi dia bisa berjalan."

Ibu Suri menangis, meratapi nasib anaknya itu.


Yung kembali minum-minum dan ia mendatangi Ibu Suri dalam mabuknya. Yung bercerita, ia bertemu Yeok dalam mimpiku lagi dan seperti biasa, ia membunuhnya lagi.

"Anda tahu betapa mengerikannya dia. Meskipun aku terus membunuhnya, dia muncul lagi dan lagi. Jika Anda menemukan cara untuk membunuhnya, tolong beritahu aku. Jika tidak, aku yang akan mati dulu."


"Ini semua.. salahku. Lima tahun yang lalu bahkan sekarang, aku yang membuat Yeok mati. Aku mengatakan akan memutus hubungan ibu dan anak, tapi aku masih percaya padamu saat kau mengatakan kau akan mengampuni Yeok. Setidaknya, pada saat itu, aku.. tidak hanya menjadi ibu Yeok, tapi Ibumu juga. Namun, Kau mengkhianati kepercayaanku dan membuat Yeok dalam bahaya, dan juga sekarang. Di masa sekarang atau masa depan, kau akan kehilangan orang yang kau cintai karena kepribadianmu dan kekejamanmu. Kau akan menghabiskan sisa hidupmu dengan sendiri dan penyakitan."


Yung menangngkat tangannya, siap memukul Ibu Suri tapi ia bisa menahannya.

"Jika kau ingin hidup, kau harus.. menutup mulutmu." Peringatan Yung lalu ia pergi. Ibu Suri barulah bisa bernafas kembali.


Yung mengingat perkataan Ibu Suri.

"Kau ibuku? Tidak. Kau tidak pernah menjadi Ibuku. Kau selalu peduli dengan Yeok. Aku harus membalas kejahatan yang dialami ibuku." Jawab Yeok.


Im Sa Hong datang karena dipanggil Yung.

"Bawa semua wanita yang membuat ibuku mati sekarang juga." Perintah Yung.


Yung memerintahkan anak-anak untuk memukuli ibunya sendiri.

"Sejak hari itu, Raja mengubah dirinya menjadi monster." Narasi Chae Gyung.


Mereka tidak tega, jadi Yung sendiri yang memukuli Ibu-ibu itu.

"Tidak ada yang bisa menghentikannya, dan kemarahannya sudah tidak terkendali. Pertumpahan darah yang luar biasa sering terjadi diistana."


Yung memaksa semua tahanan untuk minum racun.

"Ibuku meminum racun, dan meninggal dengan semua organ tubuhnya yang rusak. Bagaimana mungkin aku.. membiarkan kalian hidup?"

"Semua Menteri takut.. Joseon akan jatuh."


"Rakyat.. telah kehilangan.. negara dan Raja yang melindungi mereka."

Nok Soo mengajak Chae Gyung minum teh bersama. Nok Soo bertanya, apa Chae Gyung takut karena Yung membunuh kedua selir kerajaan karena ada hubungannya dengan Mantan Ratu. Dan sekarang Chae Gyung tidak bisa menjamin keamanan Ibu Suri.


"Kau terlalu berlebihan. Apa tujuanmu memberitahuku ini?" Bentak Chae Gyung.

"Apa maksudmu? Aku pikir kau bosan tinggal di sini, jadi aku di sini untuk memberi tahumu apa yang terjadi di luar."

"Aku tidak membutuhkannya. Jangan pernah menemuiku lagi."

"Bagaimanapun dia itu ibu Pangeran Jin Seong. Aku harus memberitahumu tentang Ibu Suri."

"Ibu Suri juga Ibu Raja. Beraninya kau..."

"Apa kau masih.. tidak mengenal Raja? Jangan pernah meminta Raja.. untuk menyelamatkan hidup Ibu Suri. Raja tidak sama seperti sebelumnya."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...