Friday, July 7, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 12 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 12 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Chae Gyung terkejut melihat darah segar mengalir di tangan Yeok hingga kata Yung mengenai Yeok yang menipunya kembali menganggu pikirannya.


Ibu Suri melihat Yung mengernyit memegangi dadanya. Sepertinya juga menyadari luka di pelipis Yung.

Yeok baru tahu tangannya bersadar saat akan minum, ia langsung mengusapnya.

Seo Noh pergi menemui ayahnya. Anak dan bapak itu sangat haru bisa bertemu satu sama lain. Namun ayah Seo Noh tampaknya sakit parah, batuk-batuk gitu.


Seo Noh tidak sadar kalau Gi Ryong mengikutnya. Ternyata semua itu rancangan Im Sa Hong.

"Jika mereka sungguh tidak tahu dimana juru tulis Mereka akan mencarinya untuk mencari tahu tentang dokumen rahasia tersebut. Jika mereka sudah tahu di mana juru tulis itu, mereka akan menyadari bahwa surat itu palsu. Kemudian anaknya akan pergi mencari ayahnya untuk memastikan dia aman dan baik-baik saja."


Setelah upacara pernikahan, Yeok bicara denga Tuan Shin. Tuan Shin menjelaskan, Ibu Suri menginginkan pernikahan ini dan Raja mengaturnya. Namun ia harap, pernikahan ini bukan salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu, ia berharap pernikahan ini akan menjadi pernikahan biasa.

"Saya mengerti maksud Anda."

"Sekarang, kehidupan Chae Gyung ada di tangan Anda. Jadi tolong, hiduplah seperti menantu saya, sebagai suami Chae Gyung, dan sebagai adik Raja. Saya mohon pada Anda."


Sementara itu, Chae Gyung bicara dengan Ibu Suri. Ibu Suri merasa nasib Chae Gyung dan puteranya sangat lucu. Mereka menempuh perjalanan panjang untuk mencapai ini semua.

"Orang mengatakan... Semua kebenaran akan kembali pada akhirnya. Fakta bahwa kami bersama-sama setelah sekian lama adalah bukti... bahwa kami sungguh ditakdirkan seperti ini. Saya memberitahu Anda bahwa saya tidak akan mengulangi kesalahan bodoh itu. Karena itu... tolong lupakan kejadian dimasa lalu. Jika Anda memiliki dendam... tolong lupakan itu, Ibu Suri."

"Seorang wanita harus hidup menuruti Ayahnya saat lahir, menuruti suaminya saat menikah, dan ketika sudah tua mereka harus hidup sesuai dengan kemauan anaknya. Bisakah aku mempercayaimu untuk hidup sesuai dengan kemauan anakku dan bertentangan dengan kemauan Penasihat Negara Kedua?"

"Iya. Semua yang saya pelajari dan terima dari Ayah akan saya gunakan dan praktekkan dengan suami saya mulai sekarang."


Dayang mengumumkan Tabib dari klinik Kerajaan sudah datang. Saat pintu dibuka, Chae Gyung melihat Yeok berjalan tergesa ke luar.


Yeok heran, karena pasukan Yung tadi tidak mengejarnya. Ia mendengar pimpinan menyerukan untuk berhenti.

"Mereka berhenti menyerang kami. Mereka mengejar yang lain." Kesimpulan Yeok.


Yeok akan berlari ke luar tapi Chae Gyung memanggilnya. Yeok menoleh, berkata kalau ada sesuatu dan berjanji akan kembali.

Pengasuh kembali mencandai Chae Gyung, "Dia melarikan diri tepat setelah menikah. Mungkin dia memiliki wanita lain."

"Bibi."

"Jika tidak, itu kabar baik."


Chae Gyung kembali pada Ibu Suri. Ibu Suri menanyakan tujuan Yeok terburu-buru begitu. Chae Gyung menjawab tidak tahu. Lalu Ibu Suri meminta Tabib mulai pemeriksaan.


Yeok kembali ke rumah pegadaian, ia menanyakan dimana Seo Noh. Yang lain menjawab Seo Noh belum kembali, kenapa?

"Ini mencurigakan, mereka berhenti menyerang kita dengan cepat. Kita mungkin bukan target mereka." Lata Yeok. Ia curiga Seo Noh lah taeget utama.


Suasana sedikit lega saat Seo Noh kembali, tapi ia sendiri. Ayah Seo Noh pergi saat Seo Noh membeli makan dan hanya meninggalkan surat. Yeok langsung merebut surat itu.

"Apa kau lihat mereka melakukan hal lain? Apa kau yakin tidak dibuntuti?" Tanya Yeok.

"Tidak, aku tidak melihat apapun."

"Apa dia sungguh pergi seperti ini?"

"Apa? Dia pergi? Dia tidak memberi tahu kita tentang dokumen rahasia itu." Tanya Suk Hee.

"Ya benar. Dokumen rahasia. Apa dia tidak mengatakan apapun saat melihatmu?" Tanya Gwang Oh.

"Kita tidak memiliki waktu." Jawab Yeok.

Suk Hee merasa aneh, ayah Seo Noh bahkan tidak mencari anaknya. Tapi kenapa malah pergi begitu cepat?


Ayah Seo Noh ditangkap saat akan minum di sungai serta akan mencuci sapu tangannya yang penuh darah dari batuknya.


Saat Nok Soo merawat luka Yung, Ibu Suri datang. Ibu Suri membawa obat-obatan, hendak mengobati luka dipelipis Yung.


Ibu SUri bertanya, kenapa Yung sampai terluka begitu? Yung berbohong kalau ia terluka saat sedang berburu. Yung pikir itu rusa yang lemah, tapi ia tahu itu sebenarnya serigala.

"Jadi... Apa kau menangkap serigalanya?"

"Aku akan segera menangkapnya. Ketika aku menangkapnya, aku akan mengulitinya dan memberikan pada ANda, Ibu Suri."


Ibu Suri akan memakaikan obat tapi Yung menolaknya, Ibu Suri tidak perlu lagi berperan sebagai Ibu, pergi saja. Ibu SUri pun berdiri dan pergi.


Ibu SUri langsung bicara pada Park Won Jong. Ibu SUri tidak tahu apa yang ada di pikiran Yung, bahkan sekarang ada luka di wajahnya, tapi dia tetap diam.

"Apa dia mungkin tahu tentang dokumen rahasia itu?" Tebak Park Jong Won.

"Aku merasa... Dia bertekad untuk segera menjatuhkan Yeok."

"Saya telah menyogok seorang wanita di istana secara diam-diam. Dia akan melapor kepada jika ada yang aneh. Mari kita tunggu."


Chae Gyung pulang ke rumah mereka (rumah hadiah Yung). Ia sangat lelah, jadi ia bersumpah ini akan menjadi pernikahan satu-satunya dalam hidupnya.

Saat ia merenung, kata-kata Yung terngiang lagi, apa lagi tadi sikap Yeok sangat aneh. Tapi ia menggeleng dan  menepisnya.


Pengasuhnya datang membawakan minuman, lalu membantunya melepas mahkotanya, tidak usah menunggu Yeok karena kasihan pada Chae Gyung.

"Memakai ini hanya menyakiti lehermu. Dia baru saja menjadi suamimu..."

"Hentikan. Banyak yang aku pikirkan."

"Dia bertingkah seperti telah lama menikah denganmu. Aku tahu dia tampan, tapi jika dia selingkuh, aku akan mematahkan kakinya."

Kasim Song memanggil dari luar. Chae Gyung cuek karena mengira Yeok yang datang tapi ternyata Yung yang datang.


Yung membawakan hadiah untuk Chae Gyung yang tadi kelupaan. Itu adalah kotak obat dan salep.


Chae Gyung berterimakasih,  tapi kenapa Yung mempersiapkan semua itu? Yung mengatakan kalau Yeok sedang terluka parah sekarang dan ia percaya kedepannya Yeok juga akan sering terluka. Chae Gyung juga melihat luka Yung, ia bertanya apa Yung dan Yeok berkelahi?

"Berkelahi? Siapa maksudmu? Yeok dan aku?"

"Orang mengatakan kakak beradik tumbuh dalam perkelahian."

"Kakak beradik? Apa Yeok... juga terluka?"

"Saya tidak melihatnya dengan jelas setelah menikah. Apa Anda sungguh datang jauh-jauh kesini untuk memberikan itu?"


Tentu saja tidak, Yung mengingatkan akan janji yang Chae Gyung buat sebagai mata-matanya.

"Haruskah saya mendapatkan kepercayaan Pangeran terlebih dahulu? Untuk mengetahui tentang seseorang kita harus mendapatkan kepercayaannya
terlebih dahulu, jadi..."

"Haruskah kau mendapatkan kepercayaan Yeok terlebih dahulu sebelum mendapatkan kepercayaanku? Pertama kau harus membuktikan... kau tidak akan menaatiku dan melaksanakan tugasmu sebagai mata-mata. Kemarin aku mengunjungi pegadaian Yeok yang sering dikunjunginya. Sesuatu yang aneh terjadi di sana. Ketika aku pergi kepegadaian... Aku lihat Yeok tidak ada di sana. Tapi sejam setelah aku pergi, aku mendengar Yeok keluar dari pegadaian itu. Budak ku yang berjaga-jaga disana, mengatakan bahwa tidak ada yang masuk di pegadaian itu. Bagiku... Pegadaian itu sangat mencurigakan. Apa kau tidak mau tahu apa yang Yeok sembunyikan?"


Yeok berpesan, mereka harus harus berhubungan dengan istri siput dan cari ayah Seo Noh untuk berjaga-jaga. Lalu Yeok menanyakan tentang Tuan Yoo, apa sudah menemukan Gisaeng favorite-nya.

"Kami akan melakukannya sebelum hari itu tiba." jawab Suk Hee.

"Yeok, jangan khawatir tentang Yoo Ja Gwang dan Ayah Seo Noh. Kau harus pulang. Ini malam pernikahanmu." Imbuh Gwang Oh.

Seo Noh tersenyum saat Yeok melihatnya, bilang kalau ia baik-baik saja dan mengucapkan selamat pada Yeok walau terlambat.

"Aku akan menyerahkannya pada kalian." Kata Yeok lalu berjalan ke atas.


Gwang Oh dan Suk Hee menyarankan Yeok untuk membawa bunga karena jika Yeok mengecewakan istrinya di malam pertama, Yeok akan berada dalam masalah selamanya.

"Terima kasih banyak." Jawab Yeok tersenyum. Cuma Myung Hye seorang yang tidak kelihatan senang.


Yeok diam-diam masuk ke kamarnya,tapi ia dikejutkan oleh Chae Gyung yang tiba-tiba menyalakan lilin saat ia tiba didalam.

"Kau terlambat... dan kau membawaku bunga sebagai cara untuk minta maaf." kata Chae Gyung acuh.


Chae Gyung lalu mengambil bunga itu untuk dimasukkannya pada pot.

"Anu... aku merasa tidak enak. Kau sudah ganti baju. Bukankah aku seharusnya membantumu ganti baju dan membuka hiasan kepala?" Kata Yeok.

"Sejak kapan kita khawatir dengan adat istiadat?"

"Itu sebelum kita menikah. Sekarang kita sudah menikah..."

"Ah... Jadi kau terlambat karena sudah menikah. Apa kau rindu akan kebebasan?"

"Chae Gyung-ku, sepertinya kau tahu sekali cara menggoda."

"Aku tidak ada apa-apa dibandingkan denganmu, Pangeranku."

"Apa kau mengatakan... Pangeranku?"


Chae Gyung menunjukkan hadiah dari Yung, kotak obat-obatan. Chae Gyung bertanya, apa Yeok sakit atau terluka?

"Tidak."

Chae Gyung kesal dan langsung menutupkotak obat itu dengan keras. Lalu ia keluar untuk menyiapkan makan malam.


Yeok berpikir, apa jangan-jangan Chae Gyung tahu tentang lukanya?


Chae Gyung sakit hati karena Yeok kembali tidak jujur padanya.


Yeok akan mengobati lukanya, tapi Chae Gyung tiba-tiba masuk. Yeok mencoba menyembunyikannya tapi tidak berhasil. Chae Gyung menarik tangannya lalu mengobatinya dengan cemberut.


Yeok: Kau ingat gua itu, bukan? Ini yang waktu itu. Karena itu panah beracun, lukanya... sering terinfeksi.

Chae Gyung: Iya. Aku tidak mengatakan apapun. Bahkan jika kau mengatakan... uka ini bukan dari gua itu... tapi dari beberapa tahun yang lalu. Karena aku bisa membuat diri sendiri untuk mempercayai orang lain. Aku hanya percaya dengan hati dan kata-kata dari orang yang ingin aku percaya.


Yeok tersentuh dengan kata-kata Chae Gyung itu.

Chae Gyung: Tapi... Aku tidak bisa... menghentikanmu untuk terluka. Jadi jika kau bisa... tolong jangan pulang kerumah dengan terluka. Bukan untukmu tapi untukku. Karena itu lebih menyakitkan bagiku.


Yeok memegang tangan Chae Gyung, ia hendak memeluk Chae Gyung tapi pengasuh memanggil karena makanannya sudah siap, gak jadi deh...


Seo Noh membaca surat dari ayahnya.

"Ayah minta maaf, Seo Noh-ah. Ayah meninggalkanmu sekali lagi. Takdir orang seperti kita berada di tangan orang-orang di atas kita. Kau mengikuti keyakinanmu untuk melindungi Pangeran Jin Seong. Ayah berharap kau tidak goyah. Kuatlah dan ikuti jalannya. Kau adalah anakku yang berharga dan mengagumkan. Yah sangat berterima kasih, dan juga sangat "

Seo Noh sedih mengingat pertemuan singkat mereka, bahkan ayahnya membelikannya baju.


Myung Hye datang, mengambil jubahnya tapi ia terus mentap Seo Noh.

"Kenapa kau terus menatapku? Apa karena ini (menunjuk surat)? Ini hanyalah sebuah surat yang ditinggalkan Ayahku. Jika kau tidak percaya.."

"Aku tidak mengatakan apapun."


Myung Hye akan pergi tapi ia berkata, "Aku yakin dia pergi dengan selamat."

"Maaf?"

"Aku yakin Ayahmu pergi dengan selamat. Jadi sebaiknya jangan khawatir."

Seo Noh kelihatan agak tersenruh. Jadian aja deh.. hahaha..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...