Saturday, July 15, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 14 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 14 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Chae Gyung terkejut mengingat siapa itu Myung Hye. Ia ingat saat Yeok dulu megatakan bahwa dia punya seorang wanita.

"Kenapa kau..." Batin Chae Gyung.

Chae Gyung berbalik hendak pergi tapi Myung Hye memanggilnya. Myung Hye berlutut meminta Chae Gyung mengijinkannya untuk melayaninya.


Yeok kembali, ia bertanya pada Kasim Song apa Chae Gyung ada di rumah. Kasim Song mengiyakan, juga memberitahu kalau Ibu Suri tadi mampir.

"Ibuku? Kenapa dia di sini?"

"Kudengar dia datang memberi Anda tanggal penyempurnaan pernikahan."


Chae Gyung tidak menjawab Myung Hye, ia bertanya dalam hati siapa Myung Hye sebenarnya dan apa hubungan Myung Hye dengan Yeok, apa niat Myung Hye mendekatinya, apa karena surat rahasia?

Myung Hye membujuk bahwa ia bisa melakukan apa saja. Chae Gyung memaksakan senyum, ia menerima Myung Hye.


Yeok masuk, memanggil Chae Gyung. Mata Chae Gyung penuh dengan air mata, ia melihat Yeok sebentar lalu beralih melihat Myung Hye.

Myung Hye berdiri, memberi salam pada Yeok seakan baru bertemu dengan Yeok. Chae Gyung menjelaskan, mulai hari ini Myung Hye akan melayaninya. 

"Salam, Saya Jjong Ah."


Yeok tidak mengatakan apa-apa. Ia menarik Chae Gyung keluar. Chae Gyung bertanya kemana mereka akan pergi.

"Di suatu tempat dimana aku bisa merasa nyaman." Jawab Yeok, masih terus menarik paksa Chae Gyung.

Chae Gyung menepis tangan Yeok, "Kau menyakitiku."

Yeok sadar dan minta maaf, tapi saat ia akan mendekat, Chae Gyung memalingkan wajahnya. Yeok hanya mengulangi kata maafnya lagi.


Ibu Suri kembali mengundang Tuan Shin untuk minum teh. Ibu Suri memikirkan apa yang Tuan Shin katakan terakhir kali, ia mengabaikan nasib anak-anak dimana Mendiang Raja telah memberkati mereka. Oleh karena itu, ia mulai berharap mereka berbahagia seperti yang Tuan Shin sarankan. Jadi ia pergi ke rumah mereka dan memberi mereka tanggal penyempurnaan pernikahan. Jika mereka memiliki bayi, mereka tidak akan bisa berpisah. Jika sesuatu terjadi pada salah satunya, maka yang lain akan menderita. Jadi... dalam setiap situasi apapun, mereka harus saling menjaga.

"Iya. Diluar daripada itu, mereka berdua seharusnya tidak melakukan sesuatu yang akan merugikan yang lain. Tidak ada yang mau melakukan apapun untuk membahayakan keluarga mereka dengan sengaja."


Yeok mengantar Chae Gyung ke rumah orang tua Chae Gyung, ia menyuruh Chae Gyung tinggal disana. Chae Gyung tidak mau, ia kan sudah menikah jadi harus tinggal di rumahnya sendiri.

"Tolong tinggal di sini hari ini. Aku harus mengurus beberapa hal. Kau belum melihat orang tuamu sejak kita menikah."

"Apa kau mengkhawatirkanku sekarang?"

"Tidak. Aku khawatir tentang diriku sendiri. Aku akan merasa lebih nyaman jika tinggal di sini."


Chae Gyung masuk ke halaman rumahnya, ia akan melangkah masuk tapi berbalik lagi. Untunglah ibunya keluar dan melihatnya, lalu memanggilnya.

"Chae Gyung-ah, Mengapa kau di sini?"

"Apa maksud Ibu? Apa aku tidak boleh berkunjung?"

"Ibu senang kau disini."


Sepertinya Yeok akan ke Istana.


Dua menteri menanyai Tuan Shin, apa ada yang meninggal kemarin. Tuan Shin belum menerima laporan.

"Tidak akan ada laporan. Karena siapa yang dilaporkan dan orang yang melaporkan, keduanya bisa dipenggal." Jawab Wakil Menteri Personalia (yang kurus).

Im Sa Hong datang, ia berdehem menghentikan mereka. Lalu kasim mengumumkan kedatangan Raja.


Yung masuk dan berhenti di depan Wakil Menteri Personalia, mengatakan kalau ia di sana hanya untuk memberi penghargaan hari ini karena ia merasa tidak enak badan.

"Aku membaca puisi yang kau tulis tentang pemburuan malamku. Itu sangat mengesankan. Aku ingin kau menulis puisi yang lebih hebat lagi.. jadi aku akan menunjukmu sebagai Petugas Komisi. Selamat."

"Yang Mulia, Saya---"

"Terima apapun yang kuberikan padamu, baik itu promosi atau penurunan pangkat."


Yung membisikinya, "Dengan cara itu kau bisa bertahan hidup."


Yung keluar diikuti Im Sa Hong dan menteri yang lain. Di aula tinggal Tuan Shin, Wakil Menteri Personalia dan Mentari yang tadi bertanya pada Tuan Shin. Tuan Shin berkata pada Menteri Personalia kalau ia akan pergi menemui Yang Mulia.

"Tidak. Jika Anda berbicara, Anda akan terluka."


Salah satu menteri datang, ia ingin ikut Tuan Shin menemui Raja jika Tuan Shin jadi menemui Raja. Tuan SHin menanyakan alasan menteri itu.

"Raja telah memintaku untuk menemukan cara menangkap istri siput. Dia mengizinkanku untuk menggunakan pasukan."


Wakil Menteri Personalia berteriak, melarangnya. Pasukan kerajaan harus dikerahkan disaat ada perang, tidak boleh digunakan untuk balas dendam pribadi.

"Aku tidak ingin membalas dendam. Ini hanya menangkap pemberontak." Jawab menteri itu.

Tuan Shin bertanya, apa menteri itu sudah menemukan cara untuk menangkap istri siput. Menteri itu tidak bisa karena Im Sa Hong saja tidak mampu menangkap mereka, ia cuma akan memerintahkan pasukan kerajaan untuk melakukan inspeksi dan patroli.

"Bagaimana kau bisa menangkap mereka dengan metode bodoh seperti itu?!" Tanya menteri gemuk tadi lalu pergi disusul Wakil Menteri Personalia.

Tuan Shin: Jika kau ada masalah, Aku akan meminta Raja untuk membiarkanku melakukan pekerjaan itu.

Menteri: Kau bersedia? Aku akan membiarkanmu menggunakan semua pasukanku.


Suk Hee dan Gwang Oh mendapat informasi dari satu pelanggan bahwa adapegadaian yang mirip dengan milik mereka. Tapi pegadaian itu hanya membeli satu informasi, Istri Siput.


Tuan Shin adalah pemilik pegadaian itu dan ia menerima informasi dari orang yang menjalankan pegadaian itu.

"Urutkan mereka berdasarkan waktu dan tempat. Tandai kejadian yang terjadi pada jam dan tempat yang sama." Perintah Tuan Shin.

"Baik Tuan."


Istri Siput juga berhasil mendapatkan informasi apa saja yang pegadaian Tuan Shin terima. Kebanyakan itu hanya cerita warga mengenai bagaimana Istri Siput membantu mereka. contohnya, "Setelah aku keluar, ada beras. Saat itulah ayam berkokok tiga kali."

Suk Hee tertawa, dengan informasi seperti itu tidak mungkin istri siput bisa tertangkap. Mimpi saja.

Gwang Oh: Tidak. Wakil Komandan sedang dalam masa percobaan. Raja selalu mengawasi kita. Kau tak pernah tahu jika ini akan mempengaruhi kita. Kita harus berjaga-jaga.


Tuan Shin pulang, ia tersenyum melihat Chae Gyung ada disana.


Chae Gyung makan sambil ditunggui ayah dan ibunya. Ibu Chae Gyung terus bertanya beberapa hal. 

"Apa kau menyiapkan makanan untuk Pangeran? Apa kau tidak apa-apa?"

"Ya, benar."

"Kau terlihat kurusan. Apa ada yang terjadi?"

"Tidak, Ibu."

"Jika kau tidak selera makan, kau harus minum air madu yang Ibu berikan. Makanannya jadi dingin. Kenapa kau tidak makan?"

Ayah Chae Gyung menjawab, itu smeua karena Chae Gyung selalu menjawab pertanyaan Ibu jadi tidak sempat makan. Semua tersenyum, Ibu tidak bisa menguranginya soalnya ada banyak hal yang ingin ia tanyakan.

Ibu: Pasti menyenangkan jika Pangeran disini juga. Apa dia sangat sibuk?

Chae Gyung mencicipi salah satu lauk, "Hmmm Enak. Bukan Ibu yang buat, 'kan?"

"Aigoo, Chae Gyung."


Yeok menemui Ibu Suri, menyuruh Ibu Suri cepat membawa Myung Hye kembali.

"Kau selalu mengatakan mereka adalah rekan kerjamu, teman dan keluarga. Kau berpura-pura sangat menghargai orang-orangmu. Namun, Apa kau tidak melihat Myong Hye, siapa yang menyelamatkan hidupmu dan siapa yang seperti keluargamu? Dia mencoba semua yang dia bisa untuk membantumu."

"Ibu."

"Raja mengatakan ini... Penasihat Negara Kedua dan Chae Gyung ada di sisinya. Karena itu, bagaimana aku bisa mempercayainya? Jadi..."

"Hyungnim salah. Chae Gyung adalah istriku dan keluargaku."

"Kau salah."

"Aku akan membayar kesalahanku. Jadi biarkan Chae Gyung."


Yeok melangkah keluar. Ibu Suri membentaknya, apa yang bisa Yeok lakukan untuk mengubah Tuan Shin berada dipihak mereka? Yeok tidak menjawabnya, hanya pamit pergi.


Chae Gyung memikirkan perseteruan antara Yeok dan Yung. Ibunya datang membawakan camilan.

"Aigoo. Sangat jelas sekali kau ini pengantin baru. Apa kau merasa ingin keluar? Apa menurutmu ada sesuatu yang terjadi pada suamimu? Jangan malu. Ibu juga seperti itu."

"Maaf?"

"Ketika kita baru menikah, sulit untuk berpisah walau hanya 15 menit."

Ibu menyuruh Chae Gyung makan tapi Chae Gyung malah berdiri, Chae Gyung merasa cemas meninggalkan Yeok di rumah sendirian, ia akan pulang.


Myung Hye akan memasang hiasan dinding tapi tangannya sakit saat ia angkat tinggi. Myung Hye kembali teringat saat Raja melukai tangannya itu karena Chae Gyung.


Chae Gyung pulang. Myung Hye langsung memasang senyum manis. Chae Gyung menanyakan dimana Yeok. Bibi pengasuh mengatakan kalau Yeok belum pulang.

Bibi pengasuh tahu kalau Chae Gyung pasti lelah, ia lalu menyuruh Myung Hye untuk memanaskan air untuk manci Chae Gyung.


Myung Hye diam-diam memasukkan dua pengawlanya ke rumah. Apa lagi rencananya?


Myung Hye masuk ke kamar mandi dengan membawa beberapa kelopak krisan untuk Chae Gyung. Ia akan membantu Chae Gyung mandi tapi bibi pengasuh menghalanginya.

Chae Gyung: Aku hanya butuh bibi disaat aku mandi.

Myung Hye pun keluar dengan terpaksa.


Bibi pengasuh lalu menurunkan tirainya. Myung Hye diam-diam mengintip dari celah pintu.


Di dalam Chae Gyung mendengar suara aneh, kemungkinan ia tahu bahwa ia sedang diawasi.

Myung Hye tidak bisa melihat apa-apa dari luar karena terhalang tirai.  


Yeok melihat Myung Hye mengintip, ia lalu menarik Myung Hye menjauh, Chae Gyung mendengar langkah kali mereka. Yeok menyuruh Myung Hye segera pergi dari sana.

"Aku sudah katakan pada Ibu, jadi jangan berpikir untuk membuat alasan."

"Kau pikir aku mau melakukan ini? Kau tahu apa yang aku alami untuk melindungimu?"

"Aku tahu kau begini untuk membantuku. Aku akan berpura-pura tidak tahu, jadi mari kita akhiri ini."

"Kau berpura-pura tidak tahu demi dirimu sendiri."

"Kau benar. Jadi... saat fajar menyingsing, tolong tinggalkan tempat ini. Tolong."


Chae Gyung keluar, ia mengintip Yeok dan Myung Hye yang sedang bicara berdua diam-diam. 

Myung Hye tidak mau karena ia rasa Chae Gyung punya surat rahasia itu, ia dengar Chae punya tato. Melihat reaksi Yeok, Myung Hye berpikiran kalau Yeok sudah tahu dan Yeok tidak menyangkalnya.

"Kau sudah tahu selama ini? Sejak kapan?"


Yok sudah tahu dari awal karena Ayah Seo Noh mengatakan semuanya.

"Sepertinya Mendiang Raja percaya wanita itu (Chae Gyung) akan melindungi Anda."


Myung hye kesal, kenapa selama ini Yeok tidak memberitahu mereka. Yeok membentak, ia yang akan mengurus semuanya. Chae Gyung shock mengetahui bahwa Yeok sudah tahu semuanya. Chae Gyung pun kembali ke kamar mandi.


Myung Hye: Jika kita tidak mengambil cara ini, Chae Gyung akan berada dalam bahaya yang lebih besar.

Yeok: Apa yang kau bicarakan?

Myung Hye: Bagaimana jika seseorang dengan paksa mencoba mengecek tatonya? Menurutmu apa yang akan terjadi?

Yeok: Beraninya kau.

Myung Hye: Jika itu terjadi, darah ada di tanganmu, bukan urusanku. Jika kau mencoba menghentikanku, Pamanku atau Ibu Suri harus mencari cara lain. Kau harus menyerahkannya kepadaku jika kau tidak mau Chae Gyung terluka. Aku akan menjaganya. Jadi jangan khawatir.

Andwe!!!!!!!!!


Myung Hye meninggalkan Yeok yang saat ini frustasi berat.

"Chae Gyung-ah. Apa yang aku lakukan padamu?"


Chae Gyung kembali ke kamar mandi dan langsung masuk ke bak mandi dengan pakaian utuh. 


Nok Soo mengatakan soal langkah Ibu Suri yang mencurigakan. Ibu pernah mengatakan tidak akan ada penyempurnaan pernikahan. Tapi hari ini Ibu SUri pergi ke rumah mereka dan memberi mereka tanggal penyempurnaan tersebut.

"Aku tidak tertarik pada kehidupan pengantin baru."

"Saya minta maaf. Tapi saya percaya... Nona Shin ada hubungan dengan surat rahasia tersebut."

"Apa?"



Myung Hye memsukkan sesuatu (racun?) ke teko minuman Chae Gyung lalu membawanya ke kamar Chae Gyung. Pengawalnya melumpuhkan dayang yang berjaga, lalu ia menggantikan dayang itu dan memasukkan satu pengawalke dalam kamar Chae Gyung.


Yeok menunggu Chae Gyung di depan kamar Chae Gyung.

"Kau akan bertemu aku nanti. Kau tidak harus datang jauh-jauh kemari." Kata Chae Gyung.

"Tolong jangan salah paham. Aku tidak ada maksud apa-apa."

"Lalu?"

"Aku hanya... ingin datang padamu."


Yeok memperhatikan orang-orang yang mengawasi mereka, "Orang-orang sedang melihat kita. Aku harus melakukan ini supaya kita terlihat seperti pengantin baru."

Yeok lalu menggendong Chae Gyung menjauh dari sana.


Myung Hye sudah menunggu lama tapi Chae Gyung tidak masuk-masuk. Ia lalu menyuruh pengawalnya pergi.


Yeok membawa Chae Gyung ke kamarnya sepertinya. Yeok menyayangkan kepulangan Chae Gyung, harusnya Chae Gyung menginap di rumah orang tuanya saja agar bisa beristirahat.

"Aku wanita yang sudah menikah. Aku harus bersama suamiku."

"Kau pasti lelah. Kau harus tidur."

"Bagaimana dengan penyempurnaan pernikahan itu? Ibu Suri datang ke sini hari ini."

"Lain kali saja. Bukankah itu penting? Surat rahasia. Kau harus menemukan surat rahasia itu."


Bibi pengasuh menata sepatu keduaya di luar, ia kelihatan bahagia.


Yeok tidak mengerti apa yang Chae Gyung bicarakan itu. Chae Gyung membentak, apa Yeok mau berpura-pura tidak tahu lagi?

Batin Yeok: Dia sudah tahu. Kalau dia adalah wanita surat rahasia itu.


Chae Gyung berbalik dan melepas bajunya, tapi Yeok tidak mau melihat punggungnya.

Chae Gyung tahu itu, ia pun menyuruh Yeok melihat, "Apa kau menginginkan ini dariku?"

Yeok melihatnya dan ternyata tato itu sudah hangus.


Sebelumnya, Chae Gyung meminta bibi pengasuh untuk menghilangkan tato itu dengan besi panas.

Batin Yeok: Dia sudah tahu itu semua dan juga takdir itu. Sementara aku berpura-pura tidak tahu, dia sudah tahu.

Seok menahan tangisnya, "Kapan dan bagaimana kau bisa tahu?"

Chae Gyung berbalik, "Itu tidak penting. Aku tidak tahan lagi. Tahu semuanya tapi berpura-pura tidak ada apa-apa. Curiga tapi berpura-pura tidak ada apa-apa. Cemas tapi berpura-pura tidak ada apa-apa. Aku tidak bisa melakukannya lagi. Aku pikir... kepercayaan dan cintku bisa mengubah seorang pria dan hasratnya. Aku terlalu naif dan bodoh. Bahkan jika kau mendekatiku dengan niat yang tidak jujur, Aku pikir kau akan berubah pikiran. Pada akhirnya.. kupikir ketulusanku akan mampu mengubahmu. Aku terlalu bodoh, bukan?

"Chae Gyung-ah."


"Jangan... panggil namaku. Ketika kau... memanggil namaku... hatiku meleleh. Aku menjadi tertipu. Aku mengatakan pada diriku sendiri... jangan tertipu atau terpedaya. Tapi aku terus berharap... bahwa apa yang aku ketahui, aku lihat dan aku dengar semuanya adalah kesalahpahaman.

Pangeran. Kau siapa? Kenapa kau datang padaku? Kenapa kau tidak bisa menjawab? Apa karena kau sudah terlalu banyak berbohong?"


Yeok berjalan ke belakang Chae Gyung, melihat kembali luka bakar Chae Gyung untuk menghapus tato itu. Ia tidak bisa lagi menahan tangisnya.

"Aku... minta maaf, Chae Gyung-ah. Ini semua salahku. Mari kita pergi. Seperti yang kau katakan... Mari kita pergi dan tinggal di Geochang, Chae Gyung."

"Kau tahu apa yang membuatku sangat sedih? Aku tidak bisa lagi... percaya kata-katamu. Sebaiknya kau meminta surat rahasianya."

Yeok menggelengkan kepalanya. Tidak!


Myung Hye menemukan dimana Chae Gyung dan Yeok. Ia menangis karena mereka menggunakan kamar yang sama.


Nok Soo melankutkan, "Ibu Suri memastikan Nona Shin menggunakan ruangan terpisah, tapi dia tiba-tiba membiarkan penyempurnaan mereka. Dia pasti sudah mendapatkan informasi baru bahwa Nona Shin mungkin ada hubungannya dengan itu. Dia ingin memeriksa ini melalui penyempurnaan pernikahan ini."

"Ibu adalah wanita yang jahat. Dia akan mengeksploitasi Chae Gyung sepenuhnya. Tapi tanpa mengetahui itu, Chae Gyung malah memilih Yeok bukannya aku. Si bodoh itu."

"Yang Mulia, Anda mau diam saja? Jika Nona Shin benar-benar wanita yang memiliki tato itu, kita harus mendapatkan surat rahasia sebelum mereka menemukannya."


Chae Gyung kembali ke kemarnya, ia melihat selimut sudah disiapkan untuk mereka. Chae Gyung menangis mengingat ajakan Yeok tadi.

"Ayo kita... pergi. Seperti yang kau katakan, Mari kita pergi dan tinggal di Geochang, Chae Gyung."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...