Thursday, July 20, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 15 Part 2

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 15 Part 2

Sumber Gambar: KBS2


Yung terbangun. Ia melihat bayangan Yeok di depannya sedang tersenyum.Ada kilasan saat Yeok kecil memainkan musik untuk Yung.

"Seharusnya aku... membunuhmu saat itu." Kata Yung.


Yung lalu melemparkan botol alkohol ke arah bayangan Yeok dan botol itu pecah berserakan di lantai. Yung tersadar, ini belum terlambat. Belum terlambat!


Yeok ke ruangan rahasia. Mereka semua menyingkirkan dokumen yang bertahun-tahun mereka kumpulkan dihadapan Yeok.

Suk Hee: Bagaimana kau bisa melakukan ini? Apa kami tidak ada artinya bagimu?

Yeok: Aku minta maaf.

Gwang Oh: Bahkan jika kau ingin memberikan semuanya.. Kau.. setidaknya harus membicarakannya dengan kami. Bagaimana dengan yang lain? Siapa yang mempertaruhkan nyawa untuk membuatmu menjadi Raja?


Yeok berlutut, ia minta maaf karena tidak menepati janji untuk menjadi Raja bagi mereka. Maaf karena sudah melarikan diri dan tidak bertanggung jawab. Sungguh maaf atas apa yang telah ia lakukan...

"Tapi untuk pertama kalinya dalam hidupku.. aku bahagia. Setelah menyerahkan surat rahasia yang membuat Hyung-nim dan aku berpisah, aku merasa bebas. Dan juga, setelah memberitahu Chae Gyung semuanya.. Aku akhirnya merasa hidup.



Aku baru sadar sekarang. Demi mencapai tujuan atau kedudukan yang tinggi.. Aku mencoba untuk mengambil alih takhta sehingga bisa membalas dendam. Namun.. Aku tidak seharusnya menjadi Raja karena alasan seperti itu. Hmm?

Dan juga.. Aku ingin mempercayai Hyungnim sekali lagi."


Seo Noh membantu Yeok berdiri, ia mengerti bagaimana perasaan Yeok. Namun, ia tidak bisa mengikuti keputusan Yeok.

"Bagimu, Raja dalah keluargamu sebelum dia menjadi Raja. jadi kau masih kasihan padanya. Tapi bagiku.. Bagi kami.. Raja adalah pembunuh yang membunuh keluarga kami. Dia Raja yang tidak becus dan menganiaya rakyatnya. Jadi aku akan terus bersama istri siput. Bahkan jika kami tidak bisa menggulingkan Raja.. Kami harus tetap waspada padanya.

Kau boleh pergi. Jika kau disini, kau hanya membuat kami dalam bahaya."


Pengawal memberitahu Park Won Jong dan Myung Hye kalau Tuan Shin sudah tahu mengenai ruang rahasia di pegadaian. Myung Hye terkejut, apa maksudnya?

"Tuan Shin telah menyelidiki istri siput secara diam-diam. Dia menyamar sebagai salah satu dari kami dan menyelinap masuk ke ruang rahasia kita."

"Lalu?" Tanya Park Won Jong.

"Pangeran membiarkannya pergi."

"Apa kau mengatakan Penasihat Negara Kedua sudah tahu semuanya tapi dia diam saja?"

"Jika dia mengatakan pada Raja tentang Pangeran Jin Seong.. Keterlibatannya dengan istri siput, dan pengkhianatannya.. Itu akan membuat putrinya dalam masalah." Kata Myung Hye.

"Tapi kau ingat siapa Penasihat Negara Kedua itu? Dia adalah Menteri yang terdekat dengan Raja dan dia diperintahkan untuk melindungi Raja dan takhtanya. Aku yakin dia tidak akan merahasiakan pegadaian karena putrinya."

"Jika begitu, mari kita lakukan seperti yang disuruh Ibu Suri."

"Apa dia mengatakan sesuatu secara spesifik?"

"Dia menyuruhku untuk menghentikan Eoraboni pergi dengan menggunakan kelemahannya."

"Kelemahannya."

 
"Yeok ingin melakukan pemberontakan karena dia merasa dikhianati oleh saudaranya yang mencoba membunuhnya. Itu membuatnya terobsesi untuk mempertahankan hidupnya serta kehidupan orang yang dia cintai. Dan obsesinya inilah kelemahan Yeok."
Kata Ibu Suri.

"Itulah mengapa.. hal-hal tak terduga seperti ini terus saja terjadi. Dia kehilangan kendali saat seseorang terancam atau terluka."

"Jadi aku yakin tidak akan sulit untuk menanganinya mulai sekarang. Kita harus membuatnya mengerti. Dia harus menjadi Raja untuk melindungi bangsanya."


Myung Hye menyarankan untuk membuat masalah antara Tuan Shin dan Raja. Ketika Raja tahu Tuan Shin tidak melaporkan tempat persembunyian istri siput, Raja akan merasa dikhianati. Dan jika dilihat dari karakter Raja, ia yakin Raja akan mengancam Tuan Shin.

Park Won Jong setuju, Lalu Yeok akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Tuan Shin dan keluarganya.

"Dia tidak akan bisa bermimpi untuk pindah ke desa." Tutup Myung Hye.


Park Won Jong menemui Im Sa Hong, ia membawa sebuah hadiah.

"Hubunganmu dengan Penasihat Negara Kedua tidak terlalu baik."

"Penasihat Negara Kedua? Apa mungkin... Kau ingin mengatakan kelemahannya?" Tanya Im Sa Hong.

"Sebenarnya..."


Im Sa Hong langsung mengadukannya pada Yung. Im Sa Hong bilang Tuan Shin berpihak pada pemberontak tersebut. Jadi Yung tidak boleh membiarkan Tuan Shin tetap disisinya.


Yung menangkap banyak orang lalu ia jadikan sasaran latihan memanah. Yung melakukan itu sebagai pelajaran karena orang-orang berani menentang perintahnya untuk meruntuhkan rumah-rumah itu?

Tuan Shin membujuk Yung agar berhenti membunuh, toh ini tidak penting untuk Yung.

"Tidak penting? Aku harus memperkuat tempatku sebagai Raja. Aku tidak pernah tahu, mana orang-orang yang tidak taat dan memberontak melawanku."

"Mereka tidak memiliki kekuatan atau memberontak untuk menjatuhkan takhta Anda."

"Kau benar. Mereka tidak berdaya dan tidak bisa memberontak. Namun.. "


Yung mengarahkan panahnya pada Tuan Shin, "Kau yang melakukan itu. Kau memiliki kekuatan dan kesempatan memberontak."

"Yang Mulia. Saya tidak ada apa-apanya selain hanya Menteri Anda."

"Lalu mengapa kau tidak memberiku surat rahasia itu?"

"Saya tidak tahu. Jika saya tahu, saya pasti sudah membawanya."


Yung menurunkan panahnya, ia meminta Tuan Shin membuktikan bahwa dia tidak memiliki niat untuk memberontak.

"Tangkap istri siput. Dan buktikan kalau Pangeran Jin Seong adalah pemimpin mereka."

"Surat rahasia itu sudah dibakar dan Pangeran Jin Seong akan pergi. Bahkan jika Pangeran Jin Seong pemimpin mereka.. Kelompok mereka tidak memiliki kekuatan atau alasan apapun."

"Kau benar. Mereka tidak memiliki kekuatan atau alasan. Itulah alasan mengapa mereka harus dibawa. Aku harus membunuh mereka semua."

"Yang Mulia. Tolong biarkan Pangeran Jin Seong pergi."

"Aku tidak memintamu untuk menangkap Pangeran Jin Seong. Aku menyuruhmu pergi dan menangkap istri siput!"


Chae Gyung berniat membantu Bibi pengasuh berkemas, tapi bagi bibi ia malah membuat semuanya berantakan. Bibi pengasuh pun menyuruhnya diam.


Chae Gyung tersenyum melihat cincinnya. Bibi pengasuh merasa tidak pernah melihat cincin itu sebelumnya, apa itu hadiah. Chae Gyung menyiyakannya sambil memamerkan pada Bibi.

"Hadiah mengejutkan. Tapi dia mengatakan sudah menyiapkannya beberapa waktu lalu."

"Aigoo... Kalian berdua melakukan semua yang dilakukan pasangan."

Kilas Balik..



Chae Gyung bangun duluan dipenginapan itu, ia tersenyum sambil membereskan pakaian yang berantakan. Dan ia melihat cincin di katong kacang. Ia akan memakainya sendiri tapi tidak jadi.

"Pengasuhku yang mencopot hiasan rambutku. Paling tidak, dia seharusnya memasangkan cincin dijariku."


Chae Gyung lalu membangunkan Yeok, meminta Yeok untuk memasangkan cincin itu ke jarinya. Yeok terkejut, bagaimana Chae Gyung menemukannya?

"Ya, aku menemukannya sendiri. Kau bisa memasangnya." Jawab Chae Gyung.

Yeok lalu memakaikan cincin itu ke jari manis Chae Gyung.

Kilas Balik Selesai...


Bibi pengasuh mendekat, ia ingin mencoba cincin itu. Chae Gyung tentu saja tidak mengijinkannya. Pertengkaran mereka terhenti saat ada orang dari Istana datang.

"Apa dia di sini untuk memberimu izin?" Tebak Bibi pengasuh, tapi Chae Gyung kelihatan tegang.


Yeok beres-beres barang-barangnya dan saat ia tidak melihat Suk Hee memasukkan sesuatu ke dalam kantongya.


Yeon melihat kruk-nya dengan tatapan sedih. Gwang Oh berujar, ia ragu bila Ibu Suri atau Wakil Komandan akan menyerah melakukan pemberontakan.


Myung Hye datang. Karena Yeok ada disana, Myung Hye langsung menyampaikan pesan Ibu Suri.

"Kau mendapatkan izin untuk pergi hari ini. Dia ingin.. melihatmu sebelum kau pergi."

"Izin?"

"Iya."


Suk Hee: Mereka menyetujuinya dengan cepat.

Yeok: Aku harus pergi ke istana. Sampai jumpa di persimpangan. Ini mungkin yang terakhir kalinya. Mari kita minum.


Sebelum pergi, Myung Hye menatap Seo Noh.


Tuan Shin memimpin pasukan kerajaan untuk menangkap istri siput.

"Kita menerima info bahwa siput istri yang memberi beras kepada orang miskin dan menyebabkan keresahan publik dengan mengekspos pejabat yang korupsi dan melakukan pengkhianatan. Kita akan menyerang markas mereka dan menangkap mereka untuk bertanggung jawab. Kalian harus mengikuti dan menjalankan perintahku."


Malam ini, istri siput masih melakukan pekerjaan mereka.


Dayang memberitahu Ibu SUri bahwa Tuan Shin memerintahkan beberapa prajurit kerajaan.

"Dimana Yeok? Apa dia ada di pegadaian?" Taya Ibu Suri.

"Nona Myung Hye pergi untuk menjemputnya."

"Aku harap dia membawanya ke tempat yang aman."


Myung Hye berjalan bersama Yeok menuju istana, tapi ia kelihatan tidak tenang.

Kilas Balik..


Park Won Jong menjelaskan, untuk membuat perangkap seperti itu, mereka harus mencari sesuatu yang menguntungkan. Dan mereka juga harus mendapatkannya dari itu.

"Aku pikir sekarang saatnya.. au keluar dari istri siput. Raja dan Kepala Sekretaris Kerajaan akan mengejar mereka. Kita harus mengantisipasi kerugian kita dan menyingkir." Lanjut Park Won Jong.

"Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya?"

"Aku pikir kita bisa memberi mereka Seo Noh. karena Ayahnya sudah meninggal, dia tidak lagi berguna."

Kilas Balik Selesai...


Myung Hye gemetar sambil menggugut jarinya.


Chae Gyung dipanggil untuk menemui Raja.

"Kau tahu mengapa aku memanggilmu?"

"Tidak."

"Kau membuat sebuah keinginan. Suamimu memberikan surat rahasianya. Apa lagi yang bisa aku lakukan selain memberikan itu? Itu adalah janji seorang Raja."


Yung menulis dokumen lalu membubuhkan stempel kerajaan.


Yung menggulung dokumen itu lalu memberinya pada Chae Gyung. Chae Gyung langsung berlutut, berterimakasih atas kemurahan hati Yung. Tapi Yung tidak melepaskan tangannya dari dokumen itu.

"Aku menepati janjiku.. Tapi kau tidak. Kau harus membayarnya."


"Berapa?"

"Penasihat Negara Kedua.. telah menemukan tempat persembunyian istri siput, tapi menyembunyikannya dariku. Untuk menguji kesetiaannya, aku memerintahkan misi untuk memusnahkan istri siput."


Tuan SHin dan para prajurit mendatangi pegadaian. Tuan Shin meminta mereka untuk menggeledah setiap sudut.


Sementara itu, di ruang rahasia, Seo Noh, SUk Hee dan Gwang Oh membereskan semuanya.


Im Sa Hong mendatangi Tuan Shin, ia memuji usaha Tuan Shin, lalu apa Tuan Shin menemukan tempat persembunyian mereka?

"Jika sudah, aku pasti langsung menyingkirkannya." Jawab Tuan Shin.

"Ya Ampun. Seandainya Raja dengar.. dia pasti sangat kecewa. Dari apa yang aku dengar.. Kau masuk ke tempat persembunyian mereka sambil menyamar."

"Siapa yang memberitahumu?"

"Seseorang memberiku hadiah. Tidak ada jalan untuk kembali sekarang. Menantu atau anak perempuanmu? Kau bisa memilih satu. Jika kau menangkap Pangeran Jin Seong dan membawanya pada Raja.. Aku yakin dia akan memaafkanmu dan anak perempuanmu. Tapi.. Jika kau mencoba melakukan sesuatu yang bodoh dengan menyelamatkan mereka berdua.. Kau tidak akan bisa keluar dari kehidupan ini."


Yung melanjutkan, jika Tuan Shin kembali dengan tangan kosong lagi, ia tidak bisa mempercayai kesetiaannya. Ia harus membuat perintah.

"Haruskah aku menghukum Ayahmu dan keluargamu.. karena berkhianat?"

"Yang Mulia."


Dan Yung melepaskan pegangannya dari dokumen itu, "Lalu.. Izin untuk pindah ke desa.. tidak akan terjadi. Apa aku salah?"

"Apa saya.. yang membuat Anda seperti ini?"

"Iya."

Chae Gyung mengingat apa saja yang oernah ia lakukan bersama Yung dan apa yang ia katakan padanya. Chae Gyung menangis, Kenapa Yung peduli dengan orang sepertinya? Mengapa Yung mengambil jalan yang menyiksa seperti ini?

"Saya tidak bisa tinggal bersama Anda." Tegas Chae Gyung.

"Tapi kau datang. Kau masuk ke hati dan pikiranku. Aku tidak bisa membiarkan orang lain memilikimu."

"Anda yang melakukannya. Anda memberi perintah.. dan menikahkan saya dengan adik Anda."

"Aku menyesal melakukannya, jadi.. aku harus mengurusnya sekarang."


Yeok menyadari Myung Hye tidak fokus dan terus menggigit jari.

"Ada tinta di tanganmu. Apa kau menulis pengumuman lagi?" Tanya Yeok.

Kilas Balik...


Myung Hye menulis banyak pengumuman, "Pangeran Jin Seong adalah Raja sejati". Myung Hye lalu menyelipkan pengumuman itu ke dokumen istri siput diam-diam.

Seo Noh memergokinya tapi ia sudah selesai dan Seo Noh tidak melihat apa-apa.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Seo Noh.

"Tidak ada apa-apa."

Kilas Balik Selesai...


Yeok yakin Myung Hye telah menyembunyikan sesuatu. Myung Hye menyuruh Yeok pergi, Yeok akan tahu nanti.

"Bagaimana dengan yang lain?"

Yeok tidak mengikuti Myung Hye pergi, malah berbalik ke pegadaian. Myung Hye terpaksa mengejarnya.


Para prajurit menggeledah di ruang atas. Seo Noh dan yang lain masih beres-beres di bawah. Tak sengaja Seo Noh menemukan pengumuman yang Myung Hye tulis.

"Pangeran Jin Seong adalah Raja sejati. Almarhum Raja meninggalkan surat perintahnya."

Seo No melarang mereka membawa apapun keluar soalnya ada yang aneh, lalu ia menunjukkan pengumuman itu.

Gwang Oh: Tidak. Siapa yang melakukannya? Jika mereka menemukan ini.. Istri siput akan tamat.


Yeok sampai ke pegadaian tapi ia terlambat karena semua prajurit sudah mulai menggeledah.

Yeok: Jika kau ingin memperbaiki kesalahanmu.. Kau harus melakukan apa yang aku katakan.


Mereka membakar beberapa pengumuman yang berhasil mereka temukan. Dan saat mereka akan pergi Yeok datang.

"Kalian harus lari. Prajurit di mana-mana." kata Yeok.

Mereka bertiga berlari keluar, semetara Yeok masih ada di dalam. Yeok menemukan satu pengumuman itu, ia langsung membakarnya.


Tuan Shin tiba-tiba ada di belakang Yeok menodongkan pedang.


"Sekarang.. Prajurit akan menggeledah tempat persembunyian istri siput itu." Jelas Yung.

"Apa yang bisa saya lakukan untuk mereda kemarahan Anda?

"Kau akan segera tahu. Kau akhirnya.. akan datang padaku."


Tuan SHin memberitahu Yung kalau Im Sa Hong pasti akan segera menerobos masuk.

"Kau harus pergi." Kata Tuan Shin.

"Jika kau membiarkanku pergi.. Kau akan mendapat masalah."

"Jangan pernah datang kesini lagi. Pergilah dengan Chae Gyung secepat mungkin. Inilah.. yang terakhir bisa aku lakukan sebagai Ayah Chae Gyung dan Ayah mertuamu. Pergi!"


Im Sa Hong menemukan tempat Rahasia itu dan sekelebat melihat Yeok. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Yeok.


Im Sa Hong: Kau melakukan suatu kesalahan.

Tuan Shin akan menjawab tapi Gi Ryong menodongnya dengan pedang.

Sialnya, Im Sa Hong menemukan pengumuman itu.


Yeok berkumpul dengan yang lain, ia memberitahu kalau ini adalah jebakan dan meminta mereka pergi ke tempat persembunyian.

"Kirimkan kabar kepada yang lain. Jika ada yang tertangkap, mereka akan dibunuh, mengerti?"


Yeok lalu berlari ke rumah, ia akan melakukan apa yang Tuan Shin perintahkan.


Im Sa Hong membawa Tuan Shin ke hadapan Yung dengan mengikat tubuh Tuan Shin. Chae Gyung terkejut melihat ayahnya, begitupula Tuan Shin, terkejut melihat Chae Gung ada disana.

Im Sa Hong: Yang Mulia. Tuan Shin Su Geun membantu pengkhianat melarikan diri. Ini bukti bahwa istri siput ingin melakukan pengkhianatan.

Im Sa Hong memberikan pengumuman itu pada Yung. Yung kesal dan meremas pengumuman itu.


Yung: Apa kau.. sungguh mengkhianatiku?

Tuan Shin: Yang Mulia.

Chae Gyung: Ayah.. Yang Mulia.

Yung: Seperti yang kita janjikan, aku harus mengambil hidupmu. Tentu saja.. Chae Gyung harus mati terlebih dahulu.

Tuan Shin: Yang Mulia!!


Komentar:
 Kenapa mereka bahagianya cuma sebentar doang? Gak bisakah diperpanjang, writer-nim? Jaebal!

Gak tahu lagi apa yang harus dilepaskan Yeok kali ini untuk menyelamatkan Chae Gyung. Ingat kan terakhir kali ia melepaskan tahta, sekarang apa lagicoba yang bisa ia lepaskan?

Episode ini benar-benar menunjukkan karakter yang sebenarnya setiap peran, terutama Yung. Yung beneran keji banget, ia harus darah. Yung memang memiliki alasan untuk membunuh semua orang itu, alasannya sendiri. Tapi bagi orang lain, Yung membunuh tanpa asalan, Yung gila!

Kematian kasim itu benar-benar menakutkan. Coba kalian dengar sendiri bagaimana tawa Yung melihat Kasim tergelepar, psiko banget.

Salut pada Seo Noh, ia tidak serta merta mengikuti Yeok. Ia tetap melakukan apa yang ia percaya meskipun ia tahu itu tidak akan mengubah dunia.

Yeok harus menghadapi apa yang dipilihnya sekarang, ia mengorbankan terlalu banyak untuk Chae Gyung, bukan hanya tahtanya tapi juga impian semua orang yang ada di sisinya.

4 komentar

sedih banget...
terimaksih sinopsisnya :)

ya ampun. kenapa semakin menakutkan baca lanjutannya

Aigo,,,, ntar gimana eps selanjutnya ya...

Beda sm kisah yoo ah in di chicago typewriter yahh... Dia tetep milih pengikut nya ketimbanv nolongin cinta nya.. Tp akhir nya mati juga 😢

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon