Saturday, August 19, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 1 Part 1


Sinopsis Attention, Love! Episode 1 Part 1

Sumber Gambar: CTV


Seorang siswa perempuan sukses menjatuhkan tiga orang temannya yang melawannya. Dan saat satu teman bangun untuk menyerangnya lagi, ia siap mengangkat tinjunya. Tapi suara burung menghentikannya dan sebuah bulu jatuh tepat di telapak tangannya.

Menyukai: Pertama kali aku mengerti arti kata ini waktu itu Aku berusia 17 tahun di musim gugur.

Siswa tadi menatap kawanan burung yang terbang di atasnya dan burung itu terus terbang sampai diatas seorang pria yang memegang tiket pesawat atas nama Yan Li Zheng.

Selama musim gugur itu, aku bertemu denganmu. Pada waktu itu, Dua nama paling konyol di dunia ini, pepata yang membosankan mulai memiliki arti baru. Bertemu denganmu, tidak pernah tahu kesepianku. Akhirnya aku mengerti arti kesepian itu. Awalnya, Aku menyukaimu diam-diam dan itu awal dari kesepianku.

-=Attention, Love! Episode 1=-
Attention, Love!


Di sekolah sedang ada pemeriksaan. Seorang siswa perempuan tidak mau kena razia, FYI, ia menggunakan celana pendek dan legging bukan rok. Maka siswa itu bersembunyi.


Siswa tadi akhirnya memanjat pagar tapi ia ketahuan oleh anggota penegak disiplin sekolah.

"Teman, Kau tidak bisa memanjat dinding di sini. Siapa dan kelas berapa kau?" Tanya petugas.

Siswa itu menoleh dan petugas langsung takut, ia berbalik seolah tidak melihat siapapun.


Siswa wanita tadi turun dan langsung merangkul si petugas, "Selamat pagi, teman sekelasku Xiao Yu. Aku teman sekelas mu, Zhong Shao Xi. Apa Kamu akan memberi ku peringatan?"

"Aku tidak berani. Lanjutkan apa yang Kau lakukan. Pemimpin penegak disiplin sedang mencari ku."


Shao Xi tidak membiarkan Xiao Yu kabur, Xiao Yu memohon agar ia dilepaskan. Shao Xi mengakui, kadang ia sangat membenci petugas penegak disiplin, tapi karena kali ini iapikir akan sangat menguntungkannya.

"Begini saja, Tolong bantu Aku satu hal. Tidak ding, dua hal! Pertama, karena pakaianku tidak lengkap kemarin, namaku masuk daftar, Pergi dan hapus namaku!"

Xiao Yu tidak bisa melakukannya tapi Shao Xi memaksa, pokoknya harus!


Kedua, ia meminta Xiao Yu membantunya memanjat. Ia gagal memanjat tembok karena Xiao Yu dan walau bagaimanapun ia masih perempuan, sangat melelahkan memanjat pagar dua kali.

"Brader Zhong, apa kau sering makan baja? Kenapa kamu begitu berat?"

"Berisik!"


Seorang siswa perempuan dari sekolah lain tiba-tiba mendatangi Shao Xi, ia menyampaikan pesan kalau pimpinannya ingin bertemu nanti siang. Kalau Shao Xi tidak datang, mereka bakal gangguin sahabat Shao Xi, Li Ru Ping.


Shao Xi langsung turun dari punggung Xiao Yu, ia menggertak gadis itu dan gadis itu lari terbirit-birit. Xiao Yu berteriak kalau Shao Xi pasti datang, jadi pastikan untuk menyampaikannya pada pemimpin gadis itu.


Shao Xi memandangi Xiao Yu tak percaya. Xiao Yu berkatam Li Ru Ping tak bisa berkelahi tapi Shao Xi bisa kan?

"Kenapa kau Makin lama Makin banyak bacot ya? Aku makin naik tensi nih!" Kata Shao Xi kesal, ia lalu menyuruh Xiao Yu jongkok lagi agar ia bisa kembali memanjat.


Shao Xi adalah atlet lari dan banyak yang mengidolakan, tapi kebanyakan peremuan, mereka bahkan memberi Shao Xi minuman dan handuk saat usai latihan.

Pelatih mengatakan Shao Xi lumayan bagus, lalu meninggalkannya bersama Xiao Yu.


Xiao Yu hati-hati bertanya, Shao Xi akan pergi kan untuk menemui undangan tadi pagi? tapi Xiao Yu kelihatan sangat sedih.

"Apa kau nggak dengar tadi mereka bakal gangguin Ru Ping? Jika Aku tidak Beri pelahjaran mereka hari ini, maka Mereka masih akan mencari ku di masa depan."

Xiao Yu luega mendengarnya, ia mengira Shao Xi tidak akan datang.


Shao Xi kembali memiting leher Xiao Yu, "Kau tahu siapa yang menyebabkannya kan? Masih berani mengatakannya!"


Rui Ping datang, ia bertanya apa yang mereka bicarakan tapi Shao Yu bilang tidak apa-apa. Shao Xi mengkode Xiao Yu untuk tutup mulut. Ia lalu meninggalkan mereka untuk kembali latihan lari.


Rui Ping memaksa Xiao Yu untuk mengatakannya. Xiao Yu tidak bisa karena ia sudah janji. Rui Ping membujuk dengan sikap manisnya dan ia menjamin kalau dirinya itu jago menjaga rahasia.


Xiao Yu pun luluh, apalagi ia kelihatan suka dengan Rui Ping.


Dan apa yang terjadi? Berita soal Shao Xi yang akan bertarung dengan pemimpin geng perempuan SMA Jin Pai langsung menyebar ke seluruh penuru sekolah. Bahkann para siswa cowok membicarakannya di toilet. 


Bahkan saat Shao Xi keluar gerbang ada yang membicarakannya tepat di belakangnya. Shao Xi kesal, ia lalu memelototi mereka dan mereka langsung diam. Sementara itu, para siswa cewek terkagum-kagum pada Shao Xi.


Shao Xi datang memuni undangan pemimpin wanita SMA jin Pai, ia datang sendiri. Shao Xi menyuruh pemimpin itu untuk mengatakan apa yang ia mau, cepat! ia harus kembali lanjut main game.

"Kenapa gue harus dengerin lu? sementara lu manggil banyak orang datang kesini. Kami hanya tiga orang. Ini sangat tidak adil."


Shao Xi menoleh ke belakang dan teman-temannya berombongan mengisi kursi penonton sambil meneriakkan namanya, mereka juga membawa poster penyemangat.

Rui Ping dan Xiao Yu ada diantara mereka.

Ru Ping: Xiao Shi, kau bisa melakukannya Hanya ada 3 orang. Hancurkan mereka!

Xiao Xi bergumam, Rui Ping ember juga ternyata.


Cewek pemimpin  itu membawa bantuan juga karena Shao Xi juga membawa banyak orang. Ia memanggil kakaknya yang gayanya sama anehnya dengan si adik.

Rui Ping mengejek gaya mereka, apa mereka pikir, mereka itu Idol K-Pop?

Si adik mengadu pada kakaknya yang ia panggil Oppa bahwa Shao Xi mencuri pacarnya. Shao Xi tak percaya mendengarnya, ia lalu menceritakan kronologisnya.


Mereka bertiga mencegat Xiao Yu yang akan lewat. Si pemimpin minta nomor telfon Xiao Yu tapi Xioa Yu bilang tidak punya ponsel, mamanya tidak mengijinkannya menggunakan ponsel.

Pemimpin menanyakan akun FB Xiao Yu tapi Xiao Yu juga tidak punya. Lalu Pemimpin mengajak Xiao Yu jalan-jalan saja biar romantis. Xiao Yu menoleknya karena harus segera pulang.


Merasa ditolak, pemimpin kesal dan mengancam Xiao Yu, ia bisa mengubah wajah Xiao Yu hingga mama Xiou Yu pangling.


Pemimpin siap mengayunkan tinjunya tapi Shao Xi datang tepat waktu dan menahan tangannya. Shao Xi mendorong pemimpin sampai mundur jauh ke anak buahnya. Shao Xi memperingati mereka agar tidak mengganggu teman sekelasnya.

"Lu pikir Lu siapa? Ini bukan urusan sialmu. Gue ini pemimpin SMA Jin Pai tahu!"

Pemimpin itu kembali menyerang tapi Shao Xi bisa menghalaunya lagi.




Pemimpin dan yang lain tidak terima, ia kembali menyerang tapi malah teriakan mereka yang paling kenceng, teriakan kesakitan. Xiao Yu cuma bisa tutup muka.


Shao Xi selesai bercerita. Teman-teman Shao Xi bisik-bisik kalau pemimpin SMA Jin Pai sangat lemah.

"Aku tidak pernah ingin bertengkar. Dia menyerang lebih dulu, jadi Aku bersikap defensif. Juga, Aku melawan kalian bertiga. Apa pantas kalian mempertanyakan keadilan?" Sindir Shao Xi.

Si pemimpin agak malu juga sih tapi apapun itu ia tetap menyuruh Oppa-nya untuk memberi Shao Xi pelajaran.


Si Oppa menyerang tapi Shao Xi bisa melumpuhkannya dengan mudah, Shao Xi bahkan bisa merebut pemukul baseball yang Oppa bawa. Shao Xi berakhir dengan menginjak Oppa dan teman-teman Shao Xi bersorak gembira.

Shao Xi menyuruh semua diam ia lalu memperingatkan geng SMA Jin Pai itu, ia benar-benar tidak suka bertengkar, tapi jika mereka menggertak dengan menggunakan sahabatnya, ia tidak akan tinggal diam. Mengerti?

Si Oppa yang kesakitan menjawab mengerti. Shao Xi pun menjauh dari si Oppa dan pemimpin geng itu mendekati Oppa-nya.


Pemimpin masih tidak terima, ia mengancam akan membalas Shao Xi lebih kejam. Tiba-tiba ada suara dari kejauhan, "Siapa yang berani pada Putri berhargaku?"

Itu adalah ayah Shao Xi, panggil saja Pak Zhong. Pak Zhong mengancam mereka yang berani pada putri berharganya, mereka semua langsung kabur termasuk teman-teman Shao Xi.

"Ayah!" Shao Xi tampak kesal.


Di rumah Pak Zhong menjelaskan, ia sedang dalam perjalanan mengumpulkan teh herbal dan karena ia pikir itu sudah waktu pulang sekolah maka ia pun menjemput Shao Xi karena kebetulan ia ada tak jauh dari sekolah.

"Aku kebetulan lewat di taman itu dan melihat kau sedang diintimidasi. Aku berpikir anak mana yang berani menggertak putriku. Aku menghentikan mobil dan menyuruh Jordan dan Peter keluar dari mobil bersamaku."


Shao Xi meminta ayahnya untuk merubah gaya berpakain dan gaya rambutnya, Itu.. benar-benar terlihat jelek. Pak Zhong lalu meminta pendapat istrinya (Ibu Shao Xi), ia jelekkah?


Ibu Zhong dengan manisnya berkata kalau Pak Zhong gagah dengan penampilan seperti itu, Shao Xi saja yang tidak memiliki mata yang bagus, jadi tidak menyadarinya.

"Hubby, kau sangat tampan, Muah! Muah! Muah!"


Shao Xi capek dengan kedua orang tuanya, satu berpakaian seperti bos mafia, yang satu berpakaian lain tampak seperti seorang nyonya mafia. Siapa coba yang mau berteman dengannya? Dan kelak, bagaimana ia bisa berkencan?

Pak Zhong mendengar Shao Xi menyebut soal kencan, ia bertanya siapa yang kencan? Shao Xi segera membantah, ia tidak kencan kok!

Pak Zhong mengingatkan, Shao Xi itu sudah punya tunangan, jadi jangan macam-macam, harus mentaati adat istiadat.


Pak Zhong lalu menunjukkan foto kakek buyut Shao Xi seperti yang sudah-sudah.

"Sudahkah kau lupa? Kakek buyutmu membuat sebuah harapan pada hari ulang tahunnya yang ke 108 dan itu adalah keinginan terakhirnya."


Saat acara ulanttahun kakek buyut Shao Xi, teman ayah dan ibu Shao Xi juga datang, mereka pasangan suami istri.


Teman wanita Ayah Shao Xi juga sedang mengandung, sama seperti Ibu Shao Xi waktu itu, 3 bulan lagi akan melahirkan. Bedanya teman Ayah mengandung anak laki-laki dan Ibu mengandung seorang putri.

Ayah lalu bertanya, apa mereka sudah menyiapkan sebuah nama untuk calon anak mereka.


Si ayah bayi putra bertanya pada kakek, apa nama yang baik untuk putra mereka. Kakek menunjuk perut Ibu bayi putra, ia bilang Li Zheng (Perhatian), lalu menunjuk perut Ibu Shao Xi, ia bilang Shao Xi (santai). Kakek mengatakannya dengan gaya militer dan mengakhirinya dengan melakukan hormat.


Tapi ayah bayi putra suka dengan nama itu, Li berarti kuat dan Zheng berarti berdiri tegak, kalau digabung dengan nama marga mereka jadi Yan Li Zheng.


Ibu Shao Xi juga menemukan arti lain, Shao berarti gadis mudan dan Xi seperti di pagi saat fajar. Seorang gadis di pagi saat fajar, sungguh romantis, Zhong Shao Xi.


Selanjutnya kakek diwawancarai, ditanya apa harapan kakek di acara ulang tahunnya. Kakek menjawab ingin Li Zheng dan Shao Xi bersama. Dan setelah itu tiba-tiba kakek menghembuskan nafas terakhir. Semua orang panik dibuatnya.


Shao Xi lalu menjelaskan apa yang terjadi setelah kakek buyutnya meninggal yaitu ayahnya menganggap ucapan terakhir kakek itu adalah harapan terakhirnya. Jadi sebelum ia dilahirkan, ia sudah memiliki tunangan dan karena tunangannya itu.. 


Ayah Shao Xi tidak mengijinkan Shao Xi berteman dengan anak laki-laki, ayah mengusir anak laku-laki itu dengan berkata bahwa Shao Xi sudah memiliki tunangan.


"Sejak Aku masih kecil, adegan absurd ini berulang kali terjadi. Dan Aku berulang kali mendapat pandangan tajam dari anak laki-laki. Ayahku mencuci otakku dengan mengatakan bahwa setiap pria di luar sana jahat. Jika seorang pria datang, aku perlu memukul KO mereka. Agar Aku tidak dibully, Aku belajar Taekwondo, Jeet Kune Do, Judo, Akido dan apapun apapun itu yang berakhiran -Do, aku telah mempelajari semuanya."


Sejak kecil Shao Xi sudah sangat kuat dan ia bisa dengan mudah mengalahkan lawan-lawannya dalam latihan, tidak peduli bahkan jika lawannya seorang anak laki-laki. Pelatihnya berkata pada ayah kalau Shao Xi nanti bisa mewakili negara untuk kompetisi bela diri.


"Sejak saat itu, setiap pria menatapku dengan aneh. Sepertinya mereka takut padaku. Dan kemudian semua gadis mengidolakanku. Itu aneh sekali rasanya dan aku menjadi orang yang paling aneh."

"Kejadian yang lebih serius terjadi di hari pertama aku masuk SMP. Aku tidak akan pernah melupakannya. Orang tuaku datang ke sekolah bersamaku dan itu membuatku sangat malu."


Ibu menitipkan SHao Xi pada ibu guru dengan gaya seksi dan manjah biasa. Sementara ayah, seperti mengancam ibu guru, jika ada orang yang mencoba mendekati Shao Xi segera hubungi dirinya, ia akan melawan mereka semua.


"Semua orang di sekolah menatapku dengan aneh. Saat Aku lulus SMP, aku ribut dengan teman sekelas. Mereka semua mengira aku putri seorang preman. Siapa pun yang berani menggangguku akan hancur oleh ayahku."


Shao Xi ke kamarnya setelah bicara dengan ayah ibunya tadi di bawah. Ia menyadari, semua itu adalah penyebab ia tidak memiliki banyak teman dan tidak ada satu pun pria yang berani menyukainya.

Shao Xi mengambil salah satu novel koleksinya. Ia terkadang berpikir, apa sesuangguhnya yang disebut cinta itu dan bagaimana perasaan menyukai seseorang itu serta bagaimana rasanya disukai balik oleh orang yang ia sukai?


Shao Xi membayangkan drama yang ia tonton.

"Aku ingin tahu, Ketika Li Da Ren memeluknya, mengapa Cheng You Qing menjadi sangat gugup sampai lupa bernafas? Bahkan lupa detak jantung mereka. (Dari Drama: In Time With You)."


"Saat Hao Meng meraih tangannya untuk melarikan diri, Cai Huang Zhen akan merasa selama ia mengikutinya, ia tidak akan takut pada akhir dunia. (Drama-Marry Me Or Not)."


"Orang yang membuat jantungku lupa berdetak dan bernafas ketika dia memelukku. Ketika akhir dunia tiba, aku tidak akan takut asalkan aku memegang tangannya. Akankah dia benar-benar muncul? Mengapa aku berpikir terlalu jauh untuk dia yang ditakdirkan menjadi milikku untuk muncul?"


Saat Shao Xi lagi enak-enak melamun tiba-tiba ibunya mengetuk pintu. Shao Xi kesal ia bilang sedang belajar dan tidak mau diganggu. Ibu malah senang dan menerobos masuk, ingin tahu apa yang putrinya sedang pelajari. Tapi ibu kecewa saat melihat Shao Xi membaca novel.

Ibu lalu menyuruh Shao Xi segera ganti baju karena Le Zheng akan datang. Shao Xi heran, siapa?

"Tunanganmu!"

"Ah.. sudah bagus ia tinggal di Jepang, kenapa dia balik?"


Ibu melihat sekeliling dan adapakaian dimana-mana, ibu marah, cewek kok kamarnya berantakan. Shao Xi kesal karena ibunya marah-marah saja. Ibu membalas, kalau gak mau dimarahi ya yang rapi dong?


Ibu mengingatkan, ini kali pertama mereka kembali bertemu setelah sama-sama dewasa, meskipun dulu mereka sering kali bertemu dan Shao Xi sangat menyukai Li Zheng karena Li Zheng lucu.

"Hah? Jangan bicara begitu. Aku tak pernah melakukannya."

"Terang saja kau tak ingat. Waktu itu, kalian masih sangat kecil. Kalian bisa saling mengenal lagi sekarang."

Ibu menyuruh Shao Xi memakai gaun yang dulu ia belinya, gaunnya sangat cantik katanya. Shao Xi tak mau, kenapa juga ia harus menggunakan gaun hanya untuk bertemu dengannya?

Ibu kesal, ia memperingatkan Shao Xi, terserah mau pakai atau tidak tapi yang pasti Shae Xi akan menyesalinya tadi. Ibu lalu keluar dan menyuruh Shao Xi cepat turun.

Shao Xi menggerutu dalam hati, kenapa kenyataan sangat berbeda dengan novel sih?


Ayah sudah menunggu Shao Xi sejak tadi, Ayah sangat antusias saat Shao Xi turun, Ayah menjelaskan kalau anak temannya yang selalu ayah sebutkan sudah datang.

"Kalian sering bertemu sebelumnya dan Kakek buyutmu mengatur pernikahan ini. Tunanganmu, Yan Li Zheng."


Shao Xi awalnya malas, tapi saat melihat wajah Li Zheng, ia langsung melongo. Jatuh cinta.

1 komentar so far

Semangat... Aku mau ngikuti sampai tamat.. Tolong ya 😆😅😇😇

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...