Saturday, August 26, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 3 Part 2



Sumber Gambar: CTV


Saat makan malam bersama, Li Zheng dan Shao Xi kelihatan banget canggungnya. Ibu bertanya, apa mereka berdua bertengkar, mereka berdua kompak menyangkalnya. Tapi Ibu dan Ayah malah makin curiga.


Ibu memperhatikan tangan Shao Xi yang sudah tidak mamakai gelang benang merah itu.

Ibu teringat penjelasan Guru Yue'er. Gelang benag itu sangat kuat, tidak mungkin bisa putus.

"Jika dia (Shao Xi) ingin berkencan dengan laki--laki, dia akan memutusnya sendiri. Kau harus hati-hati dengan laki-laki di sekitarnya."




Ibu mengajak Shao Xi bicara berdua, tentu saja saat Ayah tidak ada. Tapi mereka tidak tahu kalau ayah menguping.

Ibu menanyakan soal gelang benang merah Shao Xi yang tampaknya sudah Shao Xi putus, apa Shao Xi sedang berkencan? Shao Xi membantahnya, ia hanya merasa alergi dengan gelang itu makanya ia potong.

"Sungguh? Kau tidak diam-diam pacaran kan?"

"Tidak mungkin. Jangan bicara tidak masuk akal. Jika ayah dengar, pasti akan sangat marah."


Shao Xi menarik Xiao Yu yang akan kabur darinya di depan kedai burger. Shao Xi memamerkan kemesraan mereka di depan teman-teman. Tpai Xiao Yu terus berusaha kabur sampai mohon Shao Xi untuk melepaskannya.

"Sejak semua orang tahu kau menyukaiku, kemanapun aku pergu, mereka akan memberhentikanku. Mereka bahkan mengencingiku di toilet. Kau punya banyak musuh, aku sungguh tidak bisa bersamamu."


Shao Xi tidak menanggapi itu, malah mengajak Xiao Yu memesan. Xiao Yu tidak mau tapi Shao Xi memaksanya agar mau memesan.

Tanpa mereka tahu, ayah Shao Xi sedang mengawasi mereka dari seberang jalan.

"Beraninya kau mengencani putriku?! Mati kau!!"


Ayah datang ke kelas Shao Xi, marah-marah pada Xiao Yu karena berani mengencani putrinya.


Shao Xi panik dan langsung meminta ayahnya pergi. Ayah tidak mau, ia menjelaskan apa yang tadi ia lihat di depan kedai burger. Ayah memaksa untuk mendekati Xiao Yu.


Xiao Yu tidak tahan lagi, ia membanting buku di meja, CUKUP! Xiao Yu menjelaskan kalau ia bukanlah pacar Shao Xi, cewek yang ia sukai bukan Shao Xi, cewek yang ia sukai adalah Li Ru Ping.


Ayah dan semua teman-teman bingung dengan Xiao Yu. Lalu Xiao Yu mendekati Ru Ping untuk menyatakan perasaannya. Xiao Yu sudah menyukai Ru Ping sejak mereka kelas 5 SD.

Tapi.. Ru Ping menolak Xio Yu, alasannya karena Xiao Yu bukan tipenya. Ru Ping suka cowok yang tinggi, cool dan arogan.


Teman-teman menertawai Xiao Yu. Xiao Yu malu dan segera keluar kelas. Ayah memanggilnya, mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, Xiao Yu bisa menemukan gadis lain, tapi itu malah membuat teman-teman makin ngakak.


Li Zheng tak sengaja mendengar Dao Mao bicara dari atas. Ia memutuskan sembunyi. Dao Mao membicarakan soal Shao Xi yang ingin menghentikan rumor soal dia menyukai Li Zheng dengan memaksa Xiao Yu untuk pura-pura menjadi pacarnya, tapi akhirnya Xiao Yu malah mempermalukannya.

"Zhong Shao Xi pastas mendapatkannya. Aku dari dulu tidak suka dia. Dia selalu berpkir bahwa dia adalah bos. Aku memberinya peringatan dengan membaca Diary-nya di kelas. Selanjutkan, aku tidak akan membiarkan dia begitu saja."

"Lalu bagaimana kau akan mengatasinya?"

"Dia pikir dia bisa bertarung. Satu orang melawan 4 orang."

Dao Mao berencana menjebak Shao Xi untuk datang ke tempat sepi dimana tidak ada orang yang bisa menolong.


Saat di lapangan basket, Dao Mao bermain dengan kedua pengikutnya tapi pengikutnya tidak bisa mengimbangi permainannya jadinya ia memarahi mereka.


Saat itu Li Zheng datang, menantangnya main satu lawan satu. Dao Mao sih oke-oke saja menerimanya.


Rui ping buru-buru memberitahu Shao Xi kalau Li Zheng menantang Dao Mao main basket. Shao Xi terkejut dan langsung berlari ke lapangan.


Sampai disana, Li Zheng dan Dao Mao sudah bermain, dimana Li Zheng bisa mengungguli Dao Mao dan membuat semua anak-anak bersorak heboh.


Dao mao tidak mengerti, apa sebenarnya yang Li Zheng mau. Li Zheng minta maaf dan mengulurkan tangan, ia tidak sengaja menyenggol Dao Mao sampai jatuh. Dao Mao kesal, tapi ia menerima permintaan maaf Li Zheng dengan menerima uluran tangan Li Zheng.

Dao Mao lalu menawari Li Zheng minum.


Saat Dao Mao mengambil air, Li Zheng melihat Shao Xi tapi ia hanya diam saja. Dao Mao kembali dengan membawa air, Li Zheng mengajaknya untuk tanding lagi lain waktu.


Saho Xi mendengar itu dan ia meninggalkan lapangan.


Rui Ping menggerutu, Li Zheng itu sangat aneh, sudah jelas Dao Mao membully Shao Xi tapi bukannya memberi pelajaran malah berteman dengannya. Apa Li Zheng bahkan peduli dengan perasaan Shao Xi?

"Buat apa juga dia peduli perasaanku? Bukan urusanku juga dia mau berteman dengan siapa."

"Sungguh kau tidak peduli? bukannya kau masih menyukainya?"


Shao Xi akhirnya mengakui kalau Li Zheng hanya menganggapnya adik laki-laki. Tapi Shao Xi kemudian meyakinkan Rui Ping kalau ia baik-baik saja, ia orangnya mudah melupakan dan tidak pedulian, jadi Rui Ping tenag saja.


Shao Xi berpapasan dengan Li Zheng tapi ia tetap asyik ngobrol dengan Rui Ping tanpa memandang Li Zheng sedetik pun.


Sementara itu, setelah melewati Shao Xi, Li Zheng berhenti dan berbalik memandang Shao Xi.


Li Zheng mengingatkan, besok mereka ada ujian, apa Dao Mao sudah belajar. Dao Mao mengaku, ia tidak belajar sama sekali, tapi ia mengakui kalau nilainya jelek selama ujian sebelumnya jadi ia harus menaikkan nilainya kali ini.

"Jika kita tahu soalnya pasti akan mudah."


Dao Mao tahu dimana tempat Guru menyimpan soal ujian mereka, ia mendengar bahwa 2 minggu sebelum ujian, soal ujian diserahkan pada Direktur Xu untuk disimpan di brankas.

"Aku tahu kode brankas soal."

"Hah?! Bagaimana bisa?"

Beberapa waktu lalu, Li Zheng membantu guru di kantor dan tidak sengaja melihat Direktur Xu membuka brankas itu. Dao Mao tak percaya, mana mungkin Li Zheng ingat hanya dengan sekali lihat?

"Kau tidak percaya padaku? Bagaiman jika aku beneran tahu?"


Li Zheng pulang telat, jadi semua makan malam duluan. Saat Li Zheng pulang, Shao Xi tiba-tiba menyudahi makannya. Li Zheng tahu Shao Xi sengaja menghindar darinya.


Di kamarnya Shao Xi tiduran, ia hampir menangis, ia menghibur diri sendiri kalau ia baik-baik saja.

Shao Xi lalu melupakan semuanya dengan bermain game.


Di tempat lain, ada cowok yang juga sedang memainkan game, seperti yang Shao Xi mainkan. Tapi cowok itu kurang ahli jadi baru sebentar sudah game over.  Temannya yang memakai kemeja biru menertawainya.


Si kemeja biru mengingatkan, kan sudah dibilangi untuk mengunjungi situs web game itu dan membaca panduannya. Cowok itu sudah mebacanya tapi tetap saja gagal.

"Tapi ada komantar dari akun "Takeshi Kaneshiro Nan'gang District" yang dibantah oleh akun "Yidao Qincheng", katanya panduan itu ada yang salah. Yidao Qincheng tidak membalasnya, tapi Takeshi Kaneshiro Nan'gang District terus berkomentar agar Yidao Qincheng muncul untuk berkompetisi dengannya."


Teman mereka yang sedari tadi hanya diam saja membaca majalah akhirnya bicara, dia adalah Wang Jin Li (Second lead male). Jin Li meminta ponsel cowok yang main tadi, ia melanjutkan game dan dalam sekejap bisa langsung naik level.

Jin Li mengaku, ia adalah Takeshi Kaneshiro Nan'gang District. Kedua teman tidak percaya mana mungkin?


Lalu si kemeja biru membaca semua komentar dan akhirnya Yidao Qincheng membalas komantar Takeshi Kaneshiro Nan'gang District, berterimakasih atas panduannya.

Jin Li terkejut, ia tertarik dengan Yidao Qincheng itu.


Yidao Qincheng adalah akun Shao Xi dan saat ini ia sedang bingung mau membalas komentar Jin Li bagaimana, jadi akhirnya ia hanya menulis kalau ia setuju dengan panduan Jin Li.

Jin Li membuat akun baru dengan nama "Pemain baru wanita", ia meminta bantuan Shao Xi untuk game baru. Shao Xi berpikir, haruskah ia bantu.

Akhirnya Shao Xi menulis balasan, "Apa kau baru kali ini main game? Mari berteman?"
Jin Li menulis balasan, "Terimakasih, Yidao Qingcheng, aku mengandalkanmu untuk panduan selanjutnya."


Jin Li menebak Yidao Qingcheng adalah cowok karena langsung mengajaknya berteman saat ia menggunakan akun cewek.


Li Zheng mengetuk pintu kamar Shao Xi. Sebenarnya Shao Xi masih ingin menghindari Li Zheng tapi ia memutuskan untuk membukanya.


Namun Shao Xi tidak membuka penuh, hanya sebagian, mereka bicara dengan sekat daun pintu. Li Zheng memberikan buku untuk Shao Xi, ia sudah menandai semua buku itu.

"Ujian sudah dekat, berhentilah main game." Lalu Li Zheng kembali ke kamarnya.


Shao Xi teringat taruhan mereka jadi ia memutuskan untuk belajar dengan giat.


Saat di sekolah pun Shao Xi masih terus belajar tidak seperti biasanya. Rui Ping sampai heran, apa Shao Xi beneran belajar? Ada apa gerangan?

"Kau tidak bahagia? Kau tidak mau cerita? Apa Kau belajar agar anak-anak tidak membicarakanmu lagi?"

"Siapa juga yang pura-pura? Aku sungguh-sungguh ini, karena.."

Shao Xi tiba-tiba tersenyum. Rui Ping penasaran, karena apa Shao Xi belajar keras?


Shao Xi cuma mengatakan kalau alasannya karena ujian sudah dekat. Tapi tentu saja Rui Ping tidakpercaya dan terus memaksa Shao Xi untuk cerita.


Shao Xi mengganti topik, ia menutup bukunya dan mengajak Rui Ping ke kantin. Selama perjalanan, Rui Ping terus memaksa Shao Xi untuk cerita.


Sampai akhirnya Shao Xi hampir bertabrakan dengan Li Zheng. Mereka saling menatap canggung. Lalu Dao Mao menyusul Li Zheng, mengajak Li Zheng pergi karena ada yang ingin ia bicarakan.  Shao Xi hanya menatap mereka yang pergi.


Rui Ping menyimpulkan, jadi alasan Shao Xi belajar keras adalah Li Zheng? Shao Xi kembali menutup mulut Rui Ping agar diam.


Shao Xi akhirnya menceritakan semuanya. Rui Ping mengingatkan, Li Zheng membuat taruhan itu sebelum tahu kalau Shao Xi menyukainya. Shao Xi juga  paham itu, tapi janji tetaplah janji.

"Saat aku membuka buku yang ia berikan semalam, semua penuh dengan catatannya. AKu pikir, dia juga tidak lupa dengan janjinya."


Rui Ping tidak bermaskud apa-apa, tapi pernahkan Shao Xi berpikir bahwa perasannya hanya sepihak? lalu apa yang akan Shao Xi lakukan nanti?

"Terserahlah! Dari awal aku sudah tahu kalau perasannku hanya sepihak."


Shao Xi: Tapi.. kenapa aku selalu merasa kalau dia seperti apa yang aku pikirkan? Kami tidak saling mencari jalan keluar. Dia tidak bilang kalau dia tidak menyukaiku jadi kami bisa kembali seperti dulu. Tapi kami malah seperti ini, kami sama-sama tidak tahu apa yang harus dibicarakan. Kami seperti orang asing atau hanya tidak memiliki keberanian untuk saling memandang.


Dao Mao mulai beraksi, ia mengintip ruang Guru dan ternyata Direktur Xu ada di dalam. Li Zheng punya ide, ia memancing Direktur Xu untuk keluar kantor.


Setelah ia berhasil, ia memberi tanda Dao Mao untuk masuk ke ruang guru.


Dao Mao membuka kode brankas seperti apa yang Li Zheng katakan dan ia berhasil. Dao mao lalu memotret kunci jawaban soal ujian dan meletakkan kembali ke dalam berankas.


Dao Mao keluar tepat saat Li Zheng dan Direktur Xu kembali. Li Zheng minta maaf sudah salah, padahal ia yakin tadi melihat seseorang menjahili mobil Direktur Xu.

Direktur Xu agak curiga, tapi Li Zheng dengan lihai bisa meyakinkannya.


Shao Xi akan berhenti belajar tapi ia melihat catatan taruhannya, jadinya ia membuka bukunya kembali sambil mendengarkan musik agar tidak mengantuk.


Di kamarnya, Li Zheng juga sedang mendengarkan musik, lagu yang sama, Close to you. Li Zheng memandangi tiket bioskop yang sudah ia beli jauh-jauh hari.


Saat ujian tiba, Shao Xi bisa mengerjakan soal ujian dengan tenang dan lancar. Sama halnya dengan Dao Mao.


Hasil ujian diumumkan dan Saho Xi mendapat peringkat 87, ia senang bukan main karena peringkatnya naik drastis. Ia akhirnya bisa masuk 100 teratas.


Li Zheng melihat rekasi Shao Xi itu, tapi saat Saho Xi melihatnya, ia langsung pergi.

Rui Ping bertanya, menurut Shao Xi, Li Zheng masih ingatkah dengan taruhan mereka? Shao Xi tidak peduli Li Zheng mau ingat atau tidak yang penting ia sudah berusaha keras jadi harus dirayakan.


Dao Mao dipanggil ke kantor guru. Mereka curiga ada yang mencuri kunci soal ujian jadi mereka mengacak soal ujian tapi hanya Dao Mao yang menjawab persis seperti kunci soal yang belum mereka acak.

Dao Mao membantah, semua itu bisa saja hanya kebetulan. Guru membantah, itu bukan hanya untuk satu mata pelajaran tapi semuanya, apa Dao Mau masih mau bilang semuanya hanya kebetulan?

Guru menakut-makuti, mereka bisa membawa berkas soal itu ke kantor polisi untuk mengecek sidik jarinya. Jika ada sidik jari Dao Mao maka Dao Mao bisa diproses hukum.

Direktur Xu tidak tahu bagaimana Dao Mao membuka kode brankas, tapi dao Mao salah meletakkan posisi kunci jawaban yang awalnya di atas menjadi di bawah. Dao Mao keceplosan, ia sudah meletakkannya seperti semula kok.

Namun akhirnya Dao Mao menyesal dengan apa yang ia katakan.


Shao Xi dandan untuk nonton bersama Li Zheng, ia memakai lipstik, parfume dan bando, juga memakai gaun yang ibunya belikan.


Shao Xi hampir saja lupa dengan tiketnya. Ia lalu kembali untuk mengambilnya. Tiket itu ditinggalkan i Zheng di mejanya.

Ada catatannya, "Selamat karena menjadi 100 teratas. Sesuai janjiku, aku akan mentraktirmu nonton fil. Besok jam 1.30, jangan sampai telat."

Ibu melihat Shao Xi yang akan pergi dengan dandanan cantik. Ibu menanyakan kemana Shao Xi akan pergi. Shao Xi menjawab hanya mau nonton.

Ibu berpesan agar Shao Xi pulang cepat, jangan sampai ayah melihat Shao Xi berpakaian seperti itu nanti kalau tidak mau ayah curiga.


Ibu curiga, semua ini tidak mungkin hanya kebetulan, Li Zheng akan nonton bersama Shao Xi, kan?

"Ibu berpikir terlalu jauh, siapa juga yang mau nonton dengannya?"


Li Zheng menunggu Shao Xi di depan gedung bioskop, tapi yang datang malah Dao Mao.


Shao Xi keluar dari gedung bioskop dengan mata sembab. Saat itu, ia melihat Li Zheng malah bersama Dao Mao.


4 komentar

Semangat terus yah nulisnya chingu..😍😍😍😍😍😚😘

Semangat terus yah nulisnya chingu..😍😍😍😍😍😚😘

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...