Saturday, August 12, 2017

Sinopsis I am Episode 3

Tags

Sinopsis I am Episode 3


Annie melihat orang berpakaian serba hitam itu dan orang itu juga melihat Annie. Orang itu akan mendekati Annie, dan Anni mundur beberapa langkah.


Orang itu terhalang anak-anak saat akan menyeberang menuju Annie dan tiba-tiba Annie hilang.


Ternyata Annie ditarik Eun Woo untuk bersembunyi. Mereka diam sampai orang itu pergi.


Eun Woo bertanya, siapa orang itu? Annie balik beretanya, kenapa Eun Woo kesana? Eun Woo menjawab kalau ia hanya lewat.

"Kenapa kau terkejut? Apa kau mengenalnya?" Tanya Eun Woo lagi.

"Dia orang jahat."

"Siapa?"

"Ayah."

"Oh, orang itu. Bagimu dia ayah."


Kedua teman Annie kembali dari toilet, mereka heran melihat Annie bersama cowok. Eun Woo lalu pamit. Mereka bertanya, siapa cowok itu. Annie gugup mau menjawab apa, akhirnya ia bilang, Oppa.

"Oppa? abang kandung? Apa dia punya pacar?"

"Yah untukku saja. Perkenalkan padaku."


Annie pulang dan dibelakangnya ada Ju Yeon bersama Sang Ki. Sang Ki menyapa Annie, ternyata mereka saling kenal.

Sang Ki kesal, "Kenapa tak katakan saja, "Hei Sangki kau datang?" Kenapa kau selalu bicara banmal?"

Ju Yeon menjelaskan pada Annie kalau Sang Ki itu pacarnya. Sang Ki mengajak Annie pergi, Annie tidak bisa tinggal disana. Annie tidak mau dan Sang Ki memaksa.


Akhirnya Annie berdiri dibelakang Ju Yeon. Ju Yeon menegur Sang Ki untuk berhenti, lalu ia bertanya lembut pada Annie, Annie mau tinggal bersamanya, kan? Annie mengiyakan dan Ju Yeon melarang Annie pergi kalau begitu. Ju Yeon menyuruh Annie masuk saja, ia yang akan mengurus Sang Ki.


Sang Ki memprotes Ju Yeon, tidak perlu memperlakukan sesuatu seperti itu. Ju Yeon kesal karena Sang Ki menyebut Annie, sesuatu.

"Pergi! Lain kali saja kita bicara." Lalu Ju Yeon masuk.


Di dalam, Ju Yeon hati-hati mendekati Annie, "Annie. Apa kau sakit hati? Itu karena dia yang kurang mengerti. Jangan khawatirkan itu. Tidak apa-apa. Eonni ada disini. Eonni akan melindungimu jadi tak perlu khawatir lagi."

"Eonni."

"Ya, katakan?"

"Aku harus menonton itu."

"Hah?"

"Aku rasa harus menonton itu. Karena gadis-gadis banyak membicarakannya."


Ju Yeon mengerti, ternyata ia sudah salah paham, ia mengira Annie sakit hati tapi malah serius nonton konser Boyband.

"Aigoo.. Apa aku harus buat makanan atau tidak? Aku ke dapur dulu."


Saat Ju Yeon akan bangkit Anni bicara, Ju yeon tidak perlu cemas, Kang Sang Ki memang selalu seperti itu, ia tidak cemas.

Ju Yeon lega mendengarnya dan langsung memeluk Annie, "Auh kau buatku takut. Kau sangat cantik. Kau sangat mengagumkan! Terima kasih, Annie. Kenapa kau sangat cantik?"


Eun Woo pulang dan heran melihat kakaknya begitu. Ia bertanya, mereka bukan sedang melakukan apa yang ia pikirkan, kan?

Ju Yeon memberi pelajaran pada adiknya itu, ia menjewernya sampai ke kamar. Annie cuma bengong saja melihatnya.


Teman Cowok Annie memberinya hadiah boneka. Annie bertanya tanpa ekspresi, apa itu?

"Um.. Kencan yuk?"

Semua anak-anak di kelas bersorak, Huuuuuu...

Cowok itu melanjutkan, "Aku memasukkan nomor telpon disitu. Jadi pikirkan dan telpon aku ya." Cowok itu bahkan mengirimi Anni "hati" dari jari tangannya.


Setelah cowok itu keluar, dua teman Annie menggodainya, gimana? Annie akan berkencan atau gak?

"Dia bukan tipeku." jawab Annie.

Teman-teman Annie sibuk membuka kotak hadiah itu, sementara Annie sibuk dengan bonekanya, ia mungkin heran, bentuk apa itu?


Annie bahkan berlatih cara membuat "hati" dari jarinya.


Berita Annie ditembak cowok langsung tersebar. Cewek yang naksir cowok itu (namanya Jun Su) tidak terima dan melabrak Annie.

Si rambut pirang memperingatkan, Jun SU itu miliknya jadi jangan sentuh dia kecuali Anni mau mati ditangannya.


Teman Annie datang, membela Annie dan menyuruh mereka bertiga pergi.

"Hei, kenapa kau ikut campur? Kau tak tahu kau hanya sok hebat?"

Teman yang satu lagi datang, "Hei! Siapa kalian? Mau mati?"


Salah satu dari mereka bertiga ada yang akan memukul teman Annie tapi Annie menahan tangannya. Dan dia berusaha melepaskan tangannya tapi tidak bisa padahal genggaman Annie tampak tidak begitu kuat.


Ju Yeon datang, "Apaan ini?"

Teman Annie mau menjelaskan semuanya tapi Ju Yeon memotong, ia menyuruh Annie melepaskan tangan gadis itu. Teman Annie lalu menjelaskan kalau mereka bertiga yang memulai mengajak bertengkar. Ju Yeon menyuruh mereka semua mengikutinya.


Akhirnya mereka semua dihukum untuk mengangkat tangan. Teman Annie membela diri, mereka tidak salah, mereka diprovokasi.

"Oho.. Itu hanya alasan. Kenapa kalian berkelahi? Angkat tinggi-tinggi."

Lalu bel masuk kelas berbunyi. Ju Yeon harus meninggalkan mereka karena ia harus mengajar. Ia memperingatkan mereka, jangan berani-berani menurunkan tangan sampai ia kembali.


Kedua teman Annie langsung menurunkan tangan saat Ju Yeon tidak kelihatan tapi Annie masih saja mengangkat tangannya. Temannya bertanya, apa tangan Annie tidak sakit?

"Lenganku belum pernah sakit sebelumnya."

"Kau bisa menurunkannya. Buk Guru tak ada disini."

Mereka berencana untuk bolos, mereka tak bisa di sini untuk sesuatu tak mereka lakukan. Ayo pergi, Saat besok datang, mari pikirkan besok.

"Eonni akan marah nanti."

"Ayo pergi! Ya, ayo pergi.Kita tidak akan mati. Annie, ayo pergi!"


Mereka sangat senang karena akhirnya bisa bolos tapi tidak dengan Annie.

"Eonni pasti marah."

"Tidak apa-apa. Jangan khawatir tentang hal itu. Karena kita mungkin akan mati besok mari bermain seperti hari ini adalah hari terakhir hidup kita. Go, go, go!"


Pertama, mereka mengunjungi permaianan mesin capit tapi mereka selalu gagal. Annie penasaran, ia mencobanya dan dalam  sekali coba Annie langsung berhasil. Annie bahkan berhasil mendapatkan semua boneka di mesin capit.


Kedua mereka ke tempa karaoke. Annie awalnya hanya duduk saja, tapi saat temannya menariknya ikut, ia langsung nge-dance dengan sangat baik hanya dengan mendengarkan musik.


"Siapa kau? Kupikir kau idol grup."

"Itulah ingin kukatakan. Di mana kau belajar menyanyi dan menari?"

"Di televisi." Jawab Annie.

"Gila, kau gila. Apa kau jenius?"

"Seharusnya kau coba di girl group. Jadi aku tak perlu kuliah dan bisa menikahi opaa BTS."

"Apa kau gila? Meraka akan lari jika lihat wajahmu."


Saat kedua teman Annie saling mengejek Annie terdiam dan perlahan-lahan ia tersenyum, kali ini beneran senyum. Annie kelihatan manis sekali. Teman-teman Annie sampai terkejut karena mereka baru kali ini melihat Annie tersenyum begitu.


Annie bergumam, "Ini namanya kebahagiaan. Aku suka kalian."

"Aku merinding."

"Apa itu gaya Amerika? Itu sangat imut."


Di suatu malam, Annie berlari dikejar orang berpakaian hitam itu dan Annie memanggil-manggil Eun Woo.


Eun Woo membuka matanya, ia kembali bermimpi dan panggilan Annie tadi adalah panggilan karena membangunkannya.


Eun Woo terkejut karena posisi Annie tadi. Annie menjelaskan kalau Ju Yeon menyuruhnya untuk membangunkannya.

"Aku tak mau makan. Pergi."

"Dia bilang kau untuk keluar."

"Aku tidak mau makan."

Annie menjewer Eun Woo, seperti apa yang selalu dilakukan Ju Yeon.

"Apa yang kau lakukan?"

"Aku harus melakukan ini agar kau mau makan."


Eun Woo ketawa, "Hei. Kau benar-benar seperti bayi. Kau sangat lucu."

Eun Woo mengelus rambut Annie dan itu membuat Annie sedikit malu tapi Annie masih saja mencewer Eun Woo.

"Annie-ya. Aku akan pergi jadi lepaskan telingaku."

Annie pun melepaskannya dan mengajak Eun Woo makan lalu ia cepat-cepat keluar.


Eun Woo memegangi telinganya, ia bergumam, hampir saja kehilangan telinganya itu.


Eun Woo membawa Annie bertemu dengan Seul Bi. Sebenarnya ia terpaksa karena Kakaknya ada urusan. Eun Woo menjelaskan siapa Annie dan kenapa ia membawa Annie ke kencan mereka. Untunglah Seul Bi pengertian.

"Tentu saja. Sepertinya aku punya adik perempuan. Annie, percaya padaku. Aku akan buatmu bersenang-senang."

"Seperti yang diharapkan, Seulbi berbicara secantik dirinya."


"Aku cantik? Katakan betapa cantiknya aku."

"Aigoo seulbi sangat cantik. Kau sangat lucu."

Annie tidak suka Eun Woo memanjakan Seul Bi begitu dan ia langsung mengatakannya, "Tidak! Tidak!"

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon