Tuesday, August 8, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 14

Sinopsis The King Loves Episode 14

Sumber Gambar: MBC


Pesta Chaeryun dimulai, San menari dengan Won.


Rin menari dengan Dan tapi kemudian memberikan pitanya untuk Jin Gwan.


Jeon ke pesta juga dan kayaknya mencari-cari San. Rin lalu menghampirinya. Jeon terkejut karena Rin sendirian, ia lalu keluar dengan buru-buru.


Rin menatap San yang sedang menari bersama Rin dan sekilas San menatap balik Rin tapi kemudian fokus menari lagi.


Won bernarasi: Sekarang, saat aku mengingat tahun-tahun sebelumnya, hari ini adalah hari dimana semuanya dimulai. Teman yang kupercaya lebih dari diriku sendiri.. mulai menipuku, diantara cintaku dan diriku, ternyata ada jurang tidak bisa diseberangi. Merekalah satu-satunya teman yang kupunya.. dan satu-satunya cinta yang kumiliki. Sekarang, saat aku mengingat tahun-tahun sebelumnya. Pada hari ini, aku tidak tahu apa-apa. Karena hanya aku yang tidak tahu apa-apa, aku tersenyum.


Won melihat San dan Rin sedang ngobrol berdua. Ia pun menghampiri mereka dan bertanya mereka sedang ngobrolin apa.


San menjawab kalau ia akan pulang. Won melarangnya karena pestanya baru akan berakhir subuh nanti. San menjawab kalau ia sudah dijemput. Won menjawab kalau nanti Soo In (Rin) bisa mengantar San.

Rin dan San saling pandang. Won lalu meralat kata-katanya, ia juga bisa mengatar San nanti. Won lalu mengajak San minum.


San menjelaskan, Won tidak boleh minum hanya sedikit, melainkan harus menghabiskan semuanya sampai mabuk. Maka dari itu, Won menarik San untuk mengajaknya menghabiskan minuman.


San menyadari Won masih menggunakan gelasng lusuhnya, ia menyuruh Won untuk membuangnya, karena itu kotor dan tidak cocok untuk Won.

"Tak usah pusing, ini milikku." jawab Won.


"Dan.. Jangan habiskan terlalu banyak waktu bersama, kalian akan cepat bosan. Tapi.. jangan berkelahi juga. Cobalah untuk akur." Saran San.


Won: Apa yang kau lakukan? Gunung Duta jaraknya kurang dari satu hari perjalanan. Apa perpisahanmu selalu sedih begini?

San: Dan..

Won: Kami akan berkunjung kapanpun kami mau.

San: Jangan datang, karena jalanan terlalu licin.

Won: So Hwa-ya.


San lalu memandang Rin, menunduk pamit. San juga pamit pada Won, ia harusnya tidak boleh membiarkan para penjemputnya menunggu. San pun melanglah pergi.


Won bertanya pada Rin, kenapa San aneh begitu, apa bertengkar dengan Rin?

"Aku harus pergi ke suatu tempat." Kata Rin.

"Untuk apa?"

"Urusan keluarga."


Jin Gwan melepas sepatu Dan lalu membaliknya, katanya ada tanahnya. Dan pikir ada kerikilnya karena rasanya sangat sakit. Jin Gwan lalu memakaikannya lagi ke kaki Dan.


Jang Eui datang, menyampaikan kalau Rin pergi karena urusan mendadak, jadi Jin gwan bisa mengantarkan Dan pulang.  pergi karena ada urusan mendadak.

"I.. Ini perintah Seja Jeoha." Kata Jang Eui.

Dan terkejut mendengar nama Seja disebut-sebut, ia sumringah tapi kemudian Jang Eui menjelaskan kalau Won juga tergesa-gesa pergi. Dan kecewa. lagi-lagi Won pergi tanpa menyapanya. Jang Eui pamit, karena harus pergi juga.


Ternyata Jin Gwan tadi belum sempat memakaikan sepatu Dan.


Dayang Jo mendekati Dan, bertanya apa Dan benar Putri kanselir. Dan membenarkan, tapi ada apa? Tiba-tiba ada dua orang pengawal mendekati mereka. Jin Gwan udah was-was aja tuh.


Yeom Bok dan Gae Won menemukan cara untuk kabur tapi mereka ketahuan oleh Rin, yang entah kenapa berdiri di atas pagar.


Mereka berdua kembali seolah tidak terjadi apa-apa tapi Rin menangkap mereka. Rin bertanya, 7 tahun lalu mereka bersama para perampok itu, kan? Gae Won membantahnya mereka tidak kesana. Tapi tentu saja Rin tidak mempercayai mereka, ia sedikit menyakiti Yeom Bok dan Yeom Bok langsung mengaku.


Lalu anak-anak bayangan melapor pada Won bahwa Rin membawa Gae Won, namun berpesan akan membawanya kembali. Yeom Bok ditinggal disana.

"Dia (Gae Won) benar-benar tidak punya pilihan. Otakku sangat tidak berguna. Aku tidak ingat apapun. Aku hanya akan menjadi beban."Aku Yeom Bok.

"Dia (Rin) bertanya sekitar tujuh tahun yang lalu?" Tanya Won.


Jang Eui datang, mengabari kalau Rin juga membawa Dol Bae dari dalam sumur.

"Aku akan meminjamnya." Kata Rin.


Jang Eui melanjutkan bahwa Rin bilang akan segera mengembalikan Dol Bae. Sambil menuang tehnya, Won bertanya apa tindakan mereka selanjutnya.

"Saya mengirim dua orang untuk membuntutinya."

"Pastikan dia tidak menyadarinya."

"Saya memilih dua orang yang berbakat, seperti yang Anda perintahkan."

"Ada sesuatu yang ingin disembunyikannya dariku. Aku harus berpura-pura tidak tahu.. untuk sekarang.. sampai aku tahu apa itu."


Oh.. ternyata tadi hanya Permaisuri yang ingin bertemu dengan Dan. Permaisuri bertanya, apa Dan menikmati pestanya. Dan mengiyakan sampai-sampai ia lupa waktu.

"Kuharap orang-orang yang berpesta di luar istana juga bersenang-senang." Kata Ratu.

"Saya dengar pesta ini jauh lebih boros dibanding tahun lalu. Berbagai permainan, tarian, pertunjukan, dan lentera. Setiap orang yang berkumpul mengagumi pemandangannya."

"Kau cantik dan juga cerdas. Kau akan langsung paham tanpa banyak berpikir."


Permaisuri berhenti dan memandang Dan, mengatakan bahwa kedamaian dan kemakmuran Goryeo harus terus berlanjut untuk tahun-tahun mendatang. Dan menjawab, itu semua karena kebijakan Raja, para arkyat terberkati karenanya.


Lalu Permaisuri mengkode Kasim Choi, Kasim Choi paham dan mengkode pihak militer yang ada dibawah (di lantai bawah) mereka.

Dan diajak Permaisuri untuk melihat dengan detail penyiksaan terhadap kriminal. Permaisuri menjelaskan, dia adalah putri Hong Kyu. Hong Kyu  menyuruh putrinya mencukur rambut agar tidak dikirim ke Yuan. Dan ngeri melihat kejamnya penyiksaan itu.

"Dia berpura-pura menjadi seorang biarawati Budha. Dia menolak tuduhan tersebut. Dia bilang ayahnya tidak tahu apa-apa dan dia melakukannya sendiri. Dia masih belum mengaku." Sambung Kasim Choi.

"Buddha yang Maha Penyayang. Apakah seseorang yang sangat mencintai ayahnya sampai-sampai melakukan sesuatu seperti ini sendirian? Goryeo berutang kedamaian pada Yuan atas perlindungan yang diberikannya. Mereka tidak mematuhi perjanjian tersebut. Dia mengancam kedamaian kita untuk menyelamatkan nyawa putrinya. Apa yang harus kulakukan?" Tanya Permaisuri.


Permaisuri lalu merangkul Dan untuk melihat lebih intens, "Aku harus memberi contoh pada mereka sehingga hal ini tidak pernah terjadi lagi. Semua aset Hong Kyu akan disita. Bagaimana dengan gadis itu? Dia tidak bisa dikirim sebagai penghormatan ke Yuan. Apa dia akan dikirim sebagai pembantu?"


Rin melapor pada ayahnya mengenai apa yang ia selidiki bahwa Jeon bekerja sama dengan perampok dan membunuh Istri Menteri Eun. Rin bahkan membawa saksi, Gae Won dan Dol Bae. Rin menyuruh Gae WOn untuk mengatakan seperti apa yang tadi dikatakan Gae Won padanya.

"Jadi tujuh tahun yang lalu, di Sungjukjae.." Gae Won akan mulai menjelaskan tapi Rin menyela.

"Istri Menteri dan pria-pria itu. Kau lihat siapa yang membunuh mereka, kan?"

"Ya. Pedangnya.. Dia.. Dia seperti Tuan Zhao Yun."

"Kau bilang kau melihatnya berbicara dengan saudaraku."

"Agasshi itu terluka. Putra kedua Anda muncul, Jadi saya pikir untuk menyelamatkannya. Tapi.. saya rasa mereka bekerja sama."

"Mereka saling mengangguk?" Tanya Kanselir.

"Ya, karakter Zhao Yun dan putra Anda, mereka saling menunduk seperti tuan dan pelayan di rumah ini." Gae Won bahkan mempraktekkan bagaimana mereka saling menangguk.


Selanjutnya, Rin menyuruh Dol Bae untuk bicara, Tuan Dol Bae adalah Putra (dalam translate sebelumnya disebutkan sepupu, jadi gak tahu mana yang benar) dari Asisten Sekretaris Kerajaan, Song In, kan?

Dol Bae masih diam saja. Lalu Rin membisikinya, apa Dol Bae ingin selamanya hidup di dalam sumur itu?

"Tidak."

"Kau tahu Song In, kan?"

"Ya."

"Kenapa dia bersama saudaraku?"

"Mereka merencanakan pemberontakan bersama. Itulah sebabnya mereka selalu bersama."


Selanjutnya, Kanselir mengajak Rin bicara berdua, ia menyimpulkan bahwa semua kejadian ini hanya untuk merencanakan pengkhianatan? Rin membenarkan, tapi yang paling penting sekarang, Rin meminta ayahnya untuk menghentikan pernikahan itu soalnya yang Jeon inginkan hanya uang mereka. 

"Saudaramu tidak mengatakan itu. Dia bilang bahwa dia menunggu tujuh tahun agar larangan pernikahannya berakhir."

"Dia tidak punya perasaan pada Agasshi di keluarga itu! Itu sebabnya.."

"Aku akan.. bicara dengan saudaramu dulu. Kita lanjutkan setelah aku melakukannya."

"Ayah"

"Tunggu disini."

"Dia akan berbohong padamu.."

"Aku sudah menyuruhmu untuk menunggu di sini!!!!"


Saat Kanselir akan berbicara dengan Jeon, datanglah Jin Gwan yang membawa Dan dalam keadaan pingsan. Jeon juga keluar karena ada ribut-ribut.


Dan akhirnya sadar dan pengasuhnya memberinya obat. Sementara kanselir hanya bisa melihatnya dari luar dengan sedih.


Jeon yakin betul kalau ini adalah ancaman, ancaman dari Permaisuri yang meminta Kanselir berada dipihaknya.

"Apakah Dan akan dimasukkan.. ke daftar persembahan?"

"Itulah yang dia katakan di depan wajah Dan. Dia bilang itu satu-satunya cara untuk menjaga negeri ini."

"Aku tidak bisa mengirimnya."

"Tentu saja tidak."


Kanselir akan pergi pada Permaisuri, jika Permaisuri menginginkannya, ia akan datang. Jeon menghalangi jalan ayahnya. Kanselir tidak peduli, ia akan berlutut di depan Permaisuri jika perlu, bahkan bila harus memohon berhari-hari, ia akan tetap melakukannya.

"Itulah yang diinginkannya. Dia ingin Anda berada di bawah kakinya."

"Kenapa tidak?! Dia adalah ibu negeri ini!"

"Itu berarti Anda akan memunggungi Yang Mulia."

"Aku tidak peduli."

"Ada jalan keluar. Anda bisa bergerak melalui pernikahanku."

"Apa?"

"Pernikahan adalah perayaan besar. Mereka tidak bisa mengambil seorang persembahan dari sebuah keluarga yang sedang berpesta seperti itu. Langit membantu kita."

Jeon memohon, ia tidak bisa menikahi wanita lain selain San.


Kanselir lalu menemui Rin ditempat menunggu tadi, mengatakan bahwa Menteri Eun tadi siang datang. Rin bertanya, apa untuk membahas pernikahan?

"Ya. Tapi dia bertanya sesuatu yang aneh. Apa putrinya.. berteman denganmu?"

Kilas Balik...


Menteri Eun jujur, ia meminta Kanselir untuk menanyakan perasaan Rin pada putrinya.

Kilas Balik selesai...


Kanselir menodong Rin, apa Rin memiliki perasaan khusus pada San? Apa Rin tidak ingin Jeon menikahi San karena ia yang ingin menikahi San?

"Semua yang kau katakan hari ini dan para saksi itu.. Apa kau melakukan ini karena kau ingin menikahinya?

Kilas Balik..


Sebelum Won datang menegur mereka yang sedang bicara berdua. San berterimakasih pada Rin, San memang meminta Rin untuk merahasiakan semuanya tapi ia tidak menyangka Rin melakukannya. Ia pikir, Rin akan menceritakan semuanya pada Han Cheon (Won).

"Aku tidak bisa memberitahunya." Jawab Rin.

"Dia tidak akan diam saja jika mendengar semuanya. Dia bukan tipe orang yang akan menahan diri. Benarkan?"

"Bagaimana.. dengan aku?" Batin Rin.

"Kuharap.. dia tidak pernah tahu. Kuharap dia tidak pernah tahu dan bisa melupakan semua tentangku suatu hari nanti."

"Sekali saja.. bisakah kau mencoba mencaritahu.. bagaimana perasaanku?"

"Sepertinya.. aku akan mengenakan penutup wajah ini seumur hidup. Aku yakin dia tidak akan pernah tahu dimana dan bagaimana aku hidup."

"Aku tahu, Aku.."


Rin tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Won keburu datang dan menegur mereka.

Kilas Balik Selesai...


Kanselir membentak Rin, apa Rin mengenal San dan Rin membenarkannya.

"Sejak kapan? Saudaramu bilang dia mengenalnya sejak tujuh tahun yang lalu."

"Aku.."

"Apa kau.. juga punya perasaan padanya? Tidak kan?"


Rin teringat bagaimana Won bilang kalau Won mencintai San dan ingin Rin membawa San padanya. Rin berkaca-kaca, "Dia.. bukan seseorang.. yang bisa aku sukai."

"Syukurlah." Jawab Kanselir.

"Tapi dia tidak boleh menikah dengan Hyeongnim. Itu tidak mungkin terjadi. Yang Hyeongnim ingin lakukan hanyalah melawan Putra Mahkota.."

"Akan kuurus ini."

"Ayah.."

"Aku mengerti semua yang kau katakan. Kita akhiri saja."


Setelah Ayahnya pergi, Rin hampir tumbang kalau tidak berpegangan pada tiang. Rin memegang dadanya yang ngilu.


Kasim Kim menjelaskan pada Won bahwa Rin mencoba mencegah pernikahan Jeon dengan Putri Menteri Keuangan itu dengan segala cara.

"Tentu saja dia melakukan itu. Begitu saudaranya menguasai uang Menteri Keuangan, dia akan memburuku lebih dulu. Dia akan terjebak di tengah-tengah itu. Tapi, dia tidak bisa menghentikan itu sendiri. Kudengar Kanselir Wang sedang bekerja."

"Itu kemarin."

Kilas Balik..


Kanselir memberikan laporannya pada Raja, bukan laporan sih tapi permohonan izin untuk pernikahan Jeon. Raja sangat senang mendengarnya dan langsung memberi izin.

Kilas Balik Selesai..


Won tahu, ibunya pasti tidak akan suka. Kasim Kim menjelaskan apa yang ia dengar bahwa Permaisuri membalik meja sesaat setelah mendnegar kabar pernikahan Jeon.

"Dimana Rin?"

"Dia tidak datang. Sudah lima hari.."

"Enam hari. Apa dia ada di Geumgajeong?"


Jang Eui menjawab tidak, setelah Rin mengembalikan para saksi ke tempat mereka, Rin menghilang.

Won kesal pada Rin, apa Rin takut ia akan menyakiti Jeon? Apa yang Rin coba lakukan tanpa memberitahunya?!

"Haruskah saya mencarinya?" Tanya Jang Eui.

"Dia harus datang sendiri."

"Memang, tapi.. kita perlu tahu di mana dia berada."

"Apa dia tidak ada di rumah?"

"Tidak. Dia menghilang saat malam pesta itu, dan sejak saat itu dia tidak kelihatan."

"Dimana So Hwa?"

"Dia pasti sudah kembali."

"Kau bilang kau tidak melihatnya."

"Dia tidak terlihat di mana-mana. Tidak ada di dalam rumahnya atau di luar."


Won yang kesal ditambah lagi oleh Kasim Kim yang mengikat ikat pinggangnya terlalu kencang. Ia marah, lalu bertanya pada Jang Eui kapan tanggal pertunangan Jeon.

Suara Rin menjawab, "hari ini."

Won tampak lega karena akhirnya Rin datang.


Rumah San mulai dihias untuk menyambut kedatangan keluarga Jeon.


Sementara itu, San sudah memakai gaun cantik dan riasannya juga sudah selesai. Namun, tanpa sepengetahuan siapapun, San menyelipkan pisau di pinggang dan kakinya.


Bi Yeon datang membawakan perhiasan yang dikirim Menteri Eun untuk San pakai. Bi Yeon kembali menangis, San sudah tahu Bi Yeon akan begitu jadi ia menyuruh Bi Yeon pergi sejak kemarin-kemarin.

"Jikapun aku harus pergi, aku harus mempersiapkan pernikahan Anda terlebih dahulu. Aku harus melakukannya untukmu. Siapa lagi coba yang bisa melakukan ini?"

San tersenyum, "Oke, aku mengerti."

"Saat Anda menerima lamaran dan mengirimkan kembali jawabanmu, Anda tidak akan pernah bisa menariknya kembali, kan? Itu berarti Anda harus menikah dengannya, kan? ini akhirnya, kan?" *(Saat keluarga pria melamar, keluarga wanita tersebut harus merespon.)

San menunduk lemas, ia rasa begitu.


Bi Yeon datang membawakan perhiasan yang dikirim Menteri Eun untuk San pakai. Bi Yeon kembali menangis, San sudah tahu Bi Yeon akan begitu jadi ia menyuruh Bi Yeon pergi sejak kemarin-kemarin.

"Jikapun aku harus pergi, aku harus mempersiapkan pernikahan Anda terlebih dahulu. Aku harus melakukannya untukmu. Siapa lagi coba yang bisa melakukan ini?"

San tersenyum, "Oke, aku mengerti."

"Saat Anda menerima lamaran dan mengirimkan kembali jawabanmu, Anda tidak akan pernah bisa menariknya kembali, kan? Itu berarti Anda harus menikah dengannya, kan? ini akhirnya, kan?" *(Saat keluarga pria melamar, keluarga wanita tersebut harus merespon.)

San menunduk lemas, ia rasa begitu.


Bi Yeon mengambil masker San, apa San sungguh akan menggunakan masker itu selamanya? Akan selamanya menyembunyikan wajah rupawannya?

San mengambil masker itu lalu memakainya, matanya berkaca-kaca.


Rombongan keluarga Jeon datang dengan membawa hadiah lamaran.


Namun tiba-tiba prajurit kerajaan datang. Mereka mengamankan jalan. Dan dibelakang mereka muncullah Won bersama para kasimnya.


Semua terkejut melihat kedatangan Won. Won berhentitepat di depan San untuk menghadap ayah San. San sangat terkejut melihat Won berpakaian seperti itu dan datangnya dengan iring-iringan pula.


"Kudengar ini adalah hari yang membahagiakan bagimu." Kata Won pada Menteri Eun.

"Saya bersyukur karena Anda sudah mengunjungi rumah sederhana kami."

"Aku tahu.. tidak pantas bagiku untuk menerobos masuk seperti ini."

"Apa Anda punya perintah, Seja Jeoha?"


San tambah terkejut lagi mendengar siapa Won sebenarnya. Won menoleh ke arah Jeon dan tatapannya melewati San, tapi San buru-buru menundukkan kepala.


Won lalu menatap Kanselir. Kanselir menunduk sopan pada Won.

"Aku sangat ragu tentang sesuatu. Ibuku juga memintaku untuk mencari. Jadi.."

Kanselir memotong, apa yang membuat Won sangat ragu tersebut?


Won mendekati San yang masih tidak mau memandangnya. Tapi perlahan San mengangkat wajahnya dan memandang Won.

***

Rin.. kamu kok setia banget sih.. nasib jadi second lead ;(

BTW, semua ost di drama ini enak didengar, atau cuma aku doang ya yang ngerasaain? Banyak ost baru sebenarnya tapi yang dilirs baru 4 dan favorit aku adalah ost part 3.

Oh ya, soal novel itu aku gak tahu dimana carinya, aku cuma pernah baca salah satu komentar orang yang pernah baca novelnya dan dia ngasih spoiler berdasarkan ending novelnya. Tapi kayaknya di drama korea jarang banget second lead male dapetin lead female. Jadi kemungkinan besar San pasti berakhir dengan Won, toh San juga sukanya sama Won. Sedih aja lihat Rin nyesek gitu dan baru kali ini aku lebih suka sama second lead sebuah drama.

7 komentar

Sedih banget liat Rin,, πŸ˜₯πŸ˜₯
Berharap san sama rin aja.. Sama2 goryeo.. Ditunggu lanjutannya

Makasih recapnya... pelan pelan aku mulai simpati nih sama penderitaannya rin 😒 kasian banget cowok ganteng dan baik gitu kok dianggurin πŸ˜₯ semoga aku gak kena second lead syndrome... πŸ˜… gejalanya sih udah keliatan.aku akan berusaha belain san biar gak terlalu patahati...

This comment has been removed by the author.


Walaupun aku kasihan sama rin.. aku tetep seneng banget won datang ngelamar san.. 😚terima kasih rin atas pengorbananmu..😚

Karakter won kuat banget salut sama siwan πŸ‘ karakter kesepian, posesif, meledak-ledak agak sakit 😣 apalagi kalo lagi kesel... beda ama rin yang pinter nyembunyiin perasaan/introvert agak poker face. Pokoknya suka banget lah ama drama ini... recap ini seperti pencerahan ditengah hutanπŸ˜… disaat tersesat nonton drama tanpa sub makasih πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Yg eps smalam blm ada ya? Keyinggalan stengah eps. Pas nnton tau2 won sdah mghdap ayahx dsruh mnta maaf krn sdh mngganggu acra nikahanx joen

Yg eps smalam blm ada ya? Keyinggalan stengah eps. Pas nnton tau2 won sdah mghdap ayahx dsruh mnta maaf krn sdh mngganggu acra nikahanx joen

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon