Wednesday, August 9, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 15

Sinopsis The King Loves Episode 15

Sumber Gambar: MBC


Rin datang-datang menjawab pertanyaan Won pada Jang Eui mengenai pernikahan Jeon. Rin menjawab bahwa pernikahan kakaknya hari ini. Hari ini keluarganya datang ke rumah Menteri Eun sambil membawa surat lamaran. Rin meminta Won untuk menghentikannya.

"Apa kau sungguh ingin menghentikannya?"

"Aku sangat menyedihkan. Aku tidak bisa melakukan apapun. Tolong hentikan dia, Jeoha."

"Baiklah. Aku mengerti."


Won lalu meminta Kasim Kim untuk menyiapkan banyak penjaga karena ia harus keluar, ia harus terlihat seperti Putra Mahkota. Namun baik- Kasim Kim maupun Jang Eui tidak langsung menjalankannya.

"Ada apa?" Tanya Won.

"Yang Mulia telah mengizinkan pernikahan ini. Menghentikan pernikahan ini berarti anda membangkangnya."

"Aku tahu."

"Dia pasti sangat marah."

"Rin juga tahu itu. Itulah mengapa dia berkeliaran selama enam hari ini, karena mencoba menghentikan pernikahan itu dengan sendiri sampai bibirnya menjadi pucat. Bukankah begitu, Rin? Kau jangan ikut. Kau nanti bisa dapat masalah. Aku yang akan mengurus ini."


Dan begitulah, Won mendatangi rumah Menteri Eun. Won meminta Kanselir agar lamaran ini dihentikan dan pernikahannya dibatalkan.

"Apa kau tahu.. berapa banyak harta yang dimiliki oleh Menteri Keuangan?"

"Seja Jeoha, pernikahan ini sudah diizinkan oleh Yang Mulia."

Kasim Kim membawakan daftar kekayaan Menteri Eun dan Won membacanya di depan semuanya.

"Dia memiliki 40.000 vila dengan bahan pertanian di seluruh penjuru negeri, 10.500 kg biji-bijian yang dipanen dari tanah itu setiap tahun, 2.500 pelayan di seluruh penjuru negeri, 6 besi meteor, 5 armada, dan sekitar 20 kapal dengan masing-masing armadanya."

Kilas Balik..


Rin lah yang memberi daftar harta yang dimiliki oleh Menteri Keuangan. Ron mencari tahunya dengan buru-buru, jadi kemungkinan masih ada yang belum ia ketahui.

Rin juga mendapatkan daftar harta yang akan diberikan pada Jeon setelah pernikahan.

Kilas Balik selesai...


Won: Aku dengar banyak harta yang akan diserahkan setelah ia menikah. Armada di Sungai Yeseong, 12 vila, dan 750 kg gandum.

Won bertanya pada Menteri Eun, apa keluarga Kanselir mengancamnya. Lalu beralih ke Kanselir, apa semua harta Kanselir belum cukup? Kenapa Kanselir tiba-tiba menjadi serakah?


Won mendekati Jeon, "Jumlah tentara yang kau latih di Gunung Yoam pasti semakin banyak. Kau pasti membutuhkan uang untuk memberi mereka makan. Namun, Mengapa kau memerlukan banyak tentara?"

"Aku tidak mengerti mengapa anda mengatakan hal yang tidak sopan ini. Ini adalah hari dimana aku memberikan hadiah pernikahan kepada calon istriku."

"Apa kau menyuruh tentaramu untuk melawan Seja Jeoha atau Yang Mulia?"

"Jeoha, mengapa anda.."


"Mengapa kau membuatku ragu padamu? Kau membuatku khawatir. Itulah mengapa.." Won berjalan mendekati San, "aku ingin menghentikan ini. Jika harta Ayahmu menjadi miliknya, maka itu bisa menimbulkan masalah bagiku. Kau boleh membenciku. Tapi aku menyarankan untuk menjauh dari pria seperti dia."


San kabur setelah lamaran itu dibatalkan. San mengelabuhi Bi Yeon dan ayahnya sangat marah.


San berjalan sambil melamun sampai ia tertabrak orang yang membawa barang.

"Setelah aku bertemu mereka pertama kali, aku seharusnya tidak bertemu mereka lagi. Itulah.. yang dilakukan seseorang untuk menyembunyikan jati dirinya. Namun, Saat-saat itu membuatku bahagia dan juga terluka dan aku terjebak disini."

"Aku akan pergi meninggalkan mereka. Tidak apa-apa jika aku bertahan satu hari lagi. Aku ingin tetap seperti ini."



San melanjutkan jalannya sampai ia sampai di depan penginapan milik Won dan Rin.

"Sehari lagi. Hanya sehari lagi. Aku bahagia dan dan juga kesakitan. Orang yang selalu tersenyum padaku menyimpan sesuatu yang menyedihkan, dan itu membuat hatiku sakit."

 
"Dan orang yang berada di sampingnya selalu menghindar untuk menatapku. Saat aku menatapnya, dia selalu menghindar. Dan itu membuat hatiku sakit."

 
"Siapa dari mereka yang membuat hatiku lebih sakit?"


Saat San akan kembali, ia bertemu dengan Rin. San bertanya, kenapa Rin ada disana. Rin ternyata sudah mengikuti San dari tadi.

"Mengapa?"

"Aku khawatir. Aku takut kau akan tertabrak ketika dijalan atau tersandung."

"Aku seharusnya tersandung saja. Aku ingin melihat bagaimana reaksimu."

"Aku tidak akan bisa menghentikanmu. Aku pasti masih jauh."

"Tapi.. Dia ternyata Seja Jeoha."

"Iya."

"Sepertinya dia belum tahu siapa aku."

"Aku belum bisa memberitahunya.. sekarang."


San tahu pasti pasti Rin yang memhon pada Won untuk datang karena Won belum tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Rin membenarkannya.

"Dia adalah temanmu."

"Iya."

"Teman Seja Jeoha, siapa kau sebenarnya?"

"Aku putra Kanselir."

"Kalau begitu.. kau Tuan Muda Ketiga?"

"Iya."

"Aku tidak mengenalimu dari awal, dan bersikap sangat kasar. Bagaimana ini?"

"Kami sudah membohongimu."

"Maafkan aku."

"Aku minta maaf."

"Aku sudah mengucapkan selamat tinggal, jadi aku akan pergi."


Tapi San berbalik lagi, ia masih ada satu pertanyaan. Rin sejak awal berbicara padaku dengan sopan bahkan disaat ia hanya seorang pembantu, mengapa?

"Karena kau.. wanita yang dicintai Tuanku. Dia mencintaimu dari awal bertemu."

San pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.


Won dipanggil oleh Ayahnya. Ia takut-takut dan ragu untuk kesana, bagaimana kalau besok saja. Kasim Kim mearang, soalnya Raja bilang sekarang.

"Baiklah, aku akan datang sekarang. Aku akan datang.  Apa aku membuat kesalahan? Aku seharusnya pulang dengan bangga."


Tapi kayaknya Won bukan dipanggil Raja tapi Permaisuri. Dan kebetulan sekarang ada Raja di ruangan Permaisuri. Raja marah-marah pada Permaisuri tapi Permaisuri sih santai saja, malah sengaja menjatuhkan barang-barang keramik.

"Kau tahu siapa Hong Kyu? Dia mempertaruhkan nyawanya untuk melawan dan membunuh pemberontak demi Ayahku. Dia mempertaruhkan nyawanya demi aku dan Ayahku. Dia mengawalku jika ada kunjungan kenegaraan, dan menjaga kamarku semalaman saat aku kedinginan. Saat aku sakit, dia juga tidak makan. Dia adalah pria terhormat yang memiliki banyak kontribusi. Beraninya kau mengirim putrinya sebagai persembahan!"

Won awalnya akan keluar lagi, tapi Kasim Kim segera menutup pintu.


Raja mendekati permaisuri, tidak mengerti kenapa Permaisuri melakukan itu padanya, kenapa?!!


Permaisuri tidak menjawab, ia malah menyambut Won yang barusan ia lihat. Won pun maju dan memberi hormat.

Raja mendekati Won, apa Won juga tahu apa yang Permaisuri lakukan pada Hong Kyu dan putrinya? Permaisuri mencambuknya dengan cambuk baja sehingga dia tidak bisa berjalan, menyita hartanya, dan sekarang, dia ingin mengasingkannya.

"Kau pasti sudah tahu. Kalian berdua bekerjasama dengan baik. Kau pasti sangat sibuk melakukan hal yang sama seperti Ibumu tersayang dan merusak pernikahan orang lain."

"Aku datang ke sini karena ingin berbicara dengan Apamama tentang itu. Melihat Omamama.."

"Apa kau punya hati nurani?"

"Ya, aku punya."

"Kau memanggil anak Kanselir sebagai teman terbaik seumur hidupmu supaya kau bisa mengendalikannya. Kau tidak pernah peduli dengan perasaan temanmu."


Permaisuri malah tertawa, ia terkejut, sejak kapa Raja peduli dengan teman Seja dan bahkan khawatir?

"Ibu yang jahat dan anak yang pantang menyerah. Aku jadi sangat takut!" Teriak Raja lalu membanting dokumen yang tadi ia bawa. Setelahnya Raja keluar dengan kesal.


Permaisuri menjelaskan, ia memberi peringatan kepada Kanselir beberapa waktu yang lalu.

"Apa Ibu mengatakan sesuatu kepada Rin?" Tanya Won.

"Tidak, tapi pada adiknya. Saat aku bertemu dengannya secara kebetulan."

"Dan?"

"Aku pikir Ayahnya akan datang setelah dia menerima pesanku. Dia sangat licik. Aku tidak tahu dia akan melawanku dengan menggelar pernikahan. Aku terkejut. Sepertinya aku telah dikalahkan. Bagaimana kau bisa tahu perasaanku dan membatalkannya untukku?"


Won lalu membuka dokumen yang ayahnya banting tadi, itu adalah daftar nama-nama wanita yang akan dikirim ke Yuan dan Dan masuk dalam daftar itu.

"Apa Dan akan dikirim?" Tanya Won.

"Itu tidak akan terjadi. Mereka sudah merencanakan pernikahan."

"Kenapa Ibu melakukan ini?!"

"Sudah aku katakan, ini hanya peringatan belaka. Dia mengabaikanku, tidak menaatiku, dan membuatku menempatkan putrinya dalam daftar yang dikirim. Salahkan saja Ayahnya."


Jeon memukul Rin kuesal, ia tahu Rin hanyalah anjing yang mengibas-ngibaskan ekornya pada Seja, bahkan jika situasi berbahaya sekalipun, tapi apa Rin juga akan menyerahkan adik mereka sendiri.

"Seja Jeoha tidak tahu tentang itu. Dan-nie.."

"Berhenti berbicara tentang Seja! Apa yang dia katakan? Kali ini, dia akan mengirim adik kita sebagai bukti kesetiaanmu. Lalu apa yang akan dia inginkan lagi nanti?"


Kanselir masuk tanpa bertenaga. Jeon menjelaskan kalau Rin masih belum sadar apa yang dia lakukan dan meminta ayahnya untuk mengatakan sesuatu. Katakan pada Rin untuk bicara pada Seja Jeoha.

"Aku baru saja mendapat pesan dari utusan kerajaan. Dan-nie.. ada didalam daftar persembahan." Jawab Kanselir, Jeon memukul-mukul meja dengan kesal.


Rin mendekati ayahnya, ia akan memeriksanya. Kanselir menjelaska, nama Dan sudah masuk kedalam daftar dan jika daftar itu dikirim ke Yuan, maka tidak akan ada jalan keluar.

"Pasti ada jalan keluar."


Rin tetap akan pergi tapi Ayahnya berteriak padanya, "Satu-satunya jalan keluar adalah menikahkan kakakmu. Mereka tidak akan bisa mengirimkan seseorang dari keluarga yang akan menggelar pernikahan!"


Won kembali ke ruangannya, ia sangat kesal, ia memaki-maki, "Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku? Dia mengatakan semua yang dia mau, dan tidak mendengarkan apa yang aku katakan."


Sementara itu, Kasim Kim sibuk memaksanya untuk makan. Won lalu memanggil Jin Gwan dan Jang Eui,tapi yang datang hanya Jang Eui dan satu orang lagi.

"Dimana Jin Gwan?"

"Dia tidak enak badan hari ini."

"Apa dia dirumah Kanselir?"

"Iya."

"Apa dia marah karena Dan akan dikirim?"

Jang Eui mengangguk. Won menanyakan dimana Rin. Jang Eui akan memanggilnya, awalnya WOn setuju tapi ia memutuskan untuk pergi sendiri dan meminta Kasim Kim untuk mengambil bajunya.

"Dimana So Ah?" Tanya Won selanjutnya.

"Aku tidak menemukannya."

"Apa dia tidak ada di Gunung Duta?"

"Penjaga kita sudah mengawasi selama berhari-hari. Mereka yakin dia tidak pergi kesana."

"Lalu kemana dia?"

"Aku juga bingung kemana perginya di... Aku akan terus mencarinya."

"Apa Rin tahu?"

"Aku tidak bertanya padanya."

"Aku harus menemuinya. Aku akan berbicara dengannya."

"Kami akan mengantarmu."


Tapi kemudian Won ragu, "Apa yang harus aku katakan? Aku menganggap mereka sebagai temanku. Lalu apa aku dimata mereka? Mereka datang dan pergi dengan mudah. Mereka semua mengatakan ini yang terbaik untukku. Mereka menipuku dan meninggalkanku. Ketika aku bertemu dan melihat wajah mereka, apa yang harus aku katakan?"


Rin menjaga Dan yang masih tertidur. Tapi Dan terbangun saat mendengar suara gemericik air, Rin memeras handuk yang akan ia gunakan untuk mengompres Dan. Dan memanggil kakaknya dan akan bangun tapi Rin memaksanya untuk berbaring saja.


Dan berkata kalau ia mimpi indah tapi Rin malah membangunkannya. Rin menyuruh Dan kembali tidur, ia akan diam.

"Aku tidak ingat mimpinya. Aku sudah lupa."

"Tidak apa-apa. Mimpi yang indah akan datang setiap malam. Kau pasti akan bisa bermimpi lagi."

Dan mengaku kalau ia takut. Rin mencoba bercanda, apa Dan melihat serangga yang memiliki banyak kaki lagi? Dan hanya takut pada sesuatu yang memiliki banyak kaki, apapun yang lebih dari empat kaki.

"Jika.. aku pergi untuk persembahan Yuan, aku tidak akan bisa kembali, bukan? Aku tidak akan bisa melihat Ayah atau kalian berdua lagi, bukan?"


Rin tidak mampu memandang Dan, ia pura-pura memalingkan muka untuk memeras haduk, "Itu baru akan terjadi jika kau pergi kesana. Mengapa? Kau ingin pergi?"

"Aku tidak mau pergi."

"Kalau begitu jangan pernah pergi. Kau tidak akan pergi. Aku akan membantumu." Janji Rin.

"Bagaimana?"

"Rahasia."

Dan menangis dan Rin mengusap airmatanya.


Song In mendatangi rumah Menteri Eun dengan membawa pengawal.

"Song In, Putra Sekretaris Asisten Kerajaan, berada disini untuk mengawal Nona Muda San." Kata Song In.

"Mengawalnya? Apa yang kau katakan pada larut malam begini?" Tanya menteri Eun sedikit meninggikan suaranya.

"Yang Mulia.. ingin menemuinya. Dia mengirim penjaga dan kereta, lalu memintaku untuk mengawalnya. Dia hanya ingin menemui Nona Muda San. Jangan menahanku. Kami harus sampai di sana sebelum tehnya menjadi dingin."


Akhirnya San terpaksa pergi. Namun sebelumnya, ayahnye berpesan agar San tidak melepaskan cadarnya apapun yang terjadi. Jika ada yang tahu bahwa San tidak memiliki bekas luka, Menteri Eun tidak tahu apa lagi hukuman San kali ini.


Bi Yeon menyarankan agar ia saja yang pergi menemui Raja. Jika ia yang pergi, mereka bisa melihat bekas luka di wajahnya bahkan jika ia disuruh melepas cadar.

"Tidak akan bisa. Song In ada disini untuk menjemputnya. Dia di sini untuk mengawasi jika seandainya kita melakukan sesuatu." Jawab Ayah San dalam narasinya.


Setelah bersiap, San menemui Ayahnya. Menteri Eun memperingatkan sekali lagi, Raja pasti akan menyuruh San membuka cadarnya, jika itu terjadi..


San memotong ayahnya, "Apakah Seja Jeoha ada disana?"

"Seja Jeoha?"

"Bagaimana jika.. aku ternyata mengenal Seja Jeoha, dan ada yang tahu bahwa aku menyembunyikan identitas. Apa yang akan terjadi padanya?"

"Apa kau mengenal Seja Jeoha?"

"Kami.. telah saling mengenal."

"Bagaimana bisa.."

"Lalu apa yang akan terjadi padanya?"

"Dia akan dihukum karena melanggar hukum dengan menyembunyikanmu."


San akhirnya sampai di Istana. Song In akan membantunya turun dari kereta tapi ia melewati uluran tangan Song In begitu saja.


Won tidak jadi menemui Rin, ia menunggu di ruangannya sambil memainkan alat musik. Seseorang datang, Won menduga itu Rin, ia langsung pura-pura sibuk membaca tapi mulutnya menggerutu, "Si bodoh itu. Kenapa dia tidak datang lebih awal? Dia tidak tahu aku menunggunya."

Namun yang datang adalah kasim.


Rin sampai di istana, ia melarang Jin Gwan mengatakan pada Won kalau ia di Istana, tapi ia sadar, percuma saja ia minta tolong pada Jin Gwan.

"Aku harus melaporkan padanya." Jawab Jin Gwan.

"Kalau begitu ini akan menjadi laporan terakhirmu. Ini bukanlah tempat di mana kau bisa masuk tanpa izin."

"Tuan Muda, apa anda berpikir.."

"Aku lebih suka kau tidak tahu apa yang ada dipikiranku."


Rin ternyata pergi menemui Permaisuri.


Kasim tadi sepertinya menyampaikan pesan Raja agar Won datang ke ruangannya.


Di ruangan itu sedang ada jamuan makan, ada Jeon, San, dan Asisten Sekretaris Kerajaan (Ayah Song In). Sementara itu, disamping Raja duduklah Boo Yong.


"Pemuda ini hendak memberikan surat lamarannya pada wanita itu, tapi mereka diganggu. Jadi aku memanggil mereka untuk menghiburnya. Dan aku memanggilmu disini karena menurutku ada yang ingin kau katakan. Kau bisa membuat alasan atau meminta maaf. Lakukanlah sesuatu."

"Saya mengerti."

Won akan duduk di meja yang kosong tapi Raja menghentikannya, Won harus menuangkan  minuman sebagai permintaan maaf.


"Jeon, kau bisa duduk. Kalian tidak memiliki ikatan keluarga, dan kau lebih tua. Duduklah, dan ambil gelasnya." Kata Raja.

Jeon pun duduk dengan senang hati, Raja lalu mempersilahkan San untuk duduk juga karena San hampir menjadi pengantin Jeon. Bukan hanya itu, Raja juga menyuruh Sekretaris Asisten Kerajaan untuk duduk.

"Saya yakin Seja Jeoha melakukan ini karena dia tidak tahu apa-apa. Atau mungkin dia memang tidak mengerti." Kata Sekretaris Asisten Kerajaan.


Won kesal dengan omongan Sekretaris Asisten Kerajaan itu tapi ia mencoba bersikap biasa saja, ia berkata akan menuangkan segelas minuman sebagai permintaan maaf. Tidak hanya segelas, ia bisa melakukan ini sepanjang malam.


Boo Yong membawakan teko minuman untuk Won tapi Won malah mencari yang lain. Won mendekat ke meja San, dimana ada botol minuman disana, dan San mencoba menyembunyikan wajahnya dari Won.

Boo Yong pun kembali dengan canggung dan Won menuangkan minuman untuk Jeon.

"Apa Ibumu yang menyuruh untuk melakukan itu?" Tanya Raja.

"Omamama tidak tahu apa-apa tentang ini."

"Lalu mengapa kau melakukan itu?"

"Aku sungguh merasa bosan."


Sekretaris Asisten Kerajaan berdehem, Won lupa untuk menuangkan minuman padanya, lalu ia mendekatinya dan menuangkan minum.

"Bukankah aku masih lajang? Ini juga membuatku merasa  Dan juga, aku masih mabuk karena malam sebelumnya. Aku pasti sudah gila." Won membuat-buat alasan.


Raja bertanya pada Sekretaris Asisten Kerajaan, apa Sekretaris Asisten Kerajaan bisa mengatur ulang pernikahan yang dibatalkan Won ini?

"Saya bisa melakukannya, tapi saya khawatir rumor buruk akan beredar. Orang akan mulai membicarakan hubungan Yang Mulia dan Seja Jeoha. Dan juga.. Kita memiliki utusan dari luar negeri. Apa yang akan mereka pikirkan? Dan apa yang akan mereka katakan saat kembali ke Yuan? Dan juga, bagaimana jika Kaisar Agung, Kakek Seja Jeoha berada disini? Pikirkan situasi ini."


Won kembali menjawab, "Sebenarnya, Aku rasa ini terjadi karena aku peduli pada semua wanita negeri ini. Aku dengar wanita ini memiliki sedikit bekas luka di wajahnya yang cantik itu. Dan sejujurnya, Hyeongnim bukanlah orang yang baik hati. Aku tahu dia akan marahsetiap kali melihatnya. Apa menurut Anda ini hanya akan menghancurkan keluarga kita? Itulah mengapa.."


Boo Yong keceplosan (tapi aku yakin ia sengaja), "Anda tidak perlu khawatir tentang.."


Raja penasaran dengan apa yang akan dikatakan Boo Yong, ia pun menyuruh Boo Yong melanjutkannya.

"Saya seharusnya tidak memotong pembicaraannya."

"Aku mengizinkanmu untuk bicara. Katakan."

"Saya mendengar tabib sering membicarakan ini. Mereka bertanya-tanya apakah Putri Menteri Keuangan seharusnya bertemu tabib yang bisa menyingkirkan bekas luka yang dalam dan mengerikan yang ada di wajahnya. Mereka berbicara tentang keajaiban itu."


Raja bertanya pada San, "Aku dengar kau memiliki bekas luka dalam yang harus kau sembunyikan selama hidupmu. Apa kau sudah menyingkirkannya? Bisakah kau menunjukkan wajahmu?"

Mata San gemetar saat Raja memintanya, apalagi Jeon menyuruhnya untuk menunjukkan wajahnya seperti permintaan Raja.

4 komentar

Makin seru deh..Ditunggu yah sinopsis selanjutnya.Makasih udah bikin sinopsisnyaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Makasih recapnya perasaanku nonton drama ini seperti naek roller coaster diatas laut udah jungkirbalik pake terombang ambing lagi πŸ˜… ditunggu recap selanjutnya.... tetap semangat

Makasih recapnya perasaanku nonton drama ini seperti naek roller coaster diatas laut udah jungkirbalik pake terombang ambing lagi πŸ˜… ditunggu recap selanjutnya.... tetap semangat

"Siapa dari mereka yang membuat hatiku lebih sakit " apa itu sama ajja dengan siapa dr mreka yg lbh aku sukai 😭
Dan jawaban'a mungkin ada saat rin blang karna kau.. Wanita yg di cintai tuanku, waktu rin blang kya gt pasti san sakit bgd krna sbnar'a bkan itu jawaban yg san inginkan dr rin 😭😭 arghhh sotoy bgd sihh gue

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...