Wednesday, August 9, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 16

Sinopsis The King Loves Episode 16

Sumber Gambar: MBC


San turun dari tempat duduknya dan berlutut di lantai menghadap Raja, ia terus menunduukan kepalanya. Raja menyuruh San untuk mengangkat Kepalanya dan melepas cadarnya itu.


Kasim Choi kembali menemui Song In. Song In memperingatkan, mereka harus menghindari orang lain melihat mereka, Kasim Choi tidak boleh berbicara dengannya selama di Istana, soalnya Seja juga ada di sana.

"Tuan Muda Wang Rin, Putra Kanselir Wang, baru tiba di Wonseongjeon."

"Dia datang untuk membela adiknya. Tentu saja, dia kesini. Apa yang dia katakan?"

"Saya tidak bisa mendengar apapun. Permaisuri menyuruh semua orang pergi."

"Jika menurutmu ini mencurigakan, kau seharusnya mendengarkannya tidak peduli apapun yang terjadi."



Permaisuri bertanya pada Rin, apa Rin mau ia menghapus nama Dan dari daftar persembahan? Rin membenarkan, ia mohon Permaisuri untuk melakukannya.

"Apa kau mengatakan ingin melawanku dengan mencoba menghapus daftar wanita persembahan itu? Yang kita lakukan ini adalah membantu mereka dengan
membawanya kepada Yuan. Apa kau ingin melakukan pemberontakan melawan Dinasti Yuan?"

"Kirim saja aku dan jangan adikku."

"Kau? Aku akan pergi ke sana sebagai sandera non-layanan (Anak-anak bangsawan dikirim sebagai sandera non-layanan)."

Permaisuri ketawa ngakak (tapi masih berwibawa) mendengarnya.

"Aku akan pergi ke manapun anda suruh. Aku bisa pergi ke barisan terdepan, atau bahkan bisa pergi untuk membangun benteng atau batu galian. Aku akan pergi ke manapun anda suruh selama anda setuju aku kesana. Sampai anda menyuruhku untuk kembali, maka aku tidak akan kembali."


Permaisuri berdiri mendekati Rin, bertanya apa yang akan Rin katakan pada Seja? Rin harap Seja tidak pernah tahu.

"Jika dia tahu, dia akan menyalahkanku."

"Dia akan menyalahkan anda selama beberapa hari saja, setelah itu dia akan melupakanku."

"Dia akan membenciku kapanpun dia teringat padamu."

"Itu tidak akan terjadi. Dia.. mencintai dan menghormati anda."

"Rin-ah."

"Iya."

"Kau adalah anak yang hebat. Jika kau menjadi Putra Mahkota lalu menjadi Raja, maka kau akan menjadi Raja yang hebat. Kau akan mencintai rakyatmu dan mereka juga akan mencintaimu."

"Itu anggapan yang tidak masuk akal."

"Itulah mengapa.. lebih baik kau pergi saja."

"Iya."

"Jika kau pergi, aku harap kau tidak memberi tahu anakku ke mana kau pergi atau dimana kau tinggal."

"Aku akan melakukannya."


Raja membentak San karena tak kunjung melakukan perintahnya. "Hoho, bukan hanya wajahmu yang terluka, tapi juga telingamu? Aku sudah katakan angkat wajahmu. Kenapa kau menurunkannya?"

Boo Yong maju untuk membantu San. San semakin gemetar, sementara Won tak suka melihat Boo Yong ikut campur. Boo Yong meminta San untuk mengangkat kepalanya dan karena San tidak melakukannya, Boo Yong pun menyentuh pundak San untuk menegakkannya.

"Lepaskan tanganmu. Aku rasa dia bukanlah seseorang yang bisa kau sentuh." Larang Won.

"Saya hanya ingin membantunya. Sepertinya Agasshi ini tidak tahu harus melakukan apa."

Boo Yong siap melepas cadar San, tapi Won langsung menarik tangan Boo Yong dan mendorongnya. Boo Yong terjatuh ke lantai dan tak sengaja menarik gelang Won hingga berceceran di lantai. Boo Yong mengambil gelang itu.

Sekretaris Asisten Kerajaan buka mulut, "Seja Jeoha. Mengapa anda bertindak begitu kasar? Anda sekarang sedang berdiri di hadapan Yang Mulia. Anda harusnya tetap diam. Anda masih tidak sadar."


Won akhinya bicara penuh arti pada Ayahnya, tidak berpura-pura bodoh lagi, "Apamama. Apa Anda sungguh tidak tahu, atau sedang berpura-pura? Mengapa Anda membiarkan orang-orang jahat ini disekitarmu?"

"Itu dia. Kau akhirnya mengatakan apa yang ada di hatimu."

"Mereka telah menutupi mata anda, membisikkan ke telinga anda rayuan manis, dan Apamama menyetujui pernikahan politik demi memperluas kekuasaan mereka. Putra Kedua Kanselir, Wang Jeon, mengambil keuntungan besar dari pernikahan ini. Apa Anda tidak tahu? Dan juga.."


Raja menghiraukan Won, ia malah bertanya pada Boo Yong, apa Boo Yong baik-baik saja dan meminta Boo Yong kembali duduk disampingnya. Raja meminta gelang WOn yang Boo Yong pungut tadi. Raja memegang gelang itu dengan jijik.

"Lihatlah benda yang lusuh ini. Sepertinya aku tahu ini punya siapa."

"Benda ini terlihat tidak berharga. Punya siapa ini?" Tanya Boo Yong.

"Aku tahu. Ini pasti barang yang diberikan wanita rendahan padanya."

"Mengapa Seja Jeoha menyimpan benda semacam ini?"

"Dia ditangkap, dan dimasukkan di ruang interogasi. Dia begitu cengeng sampai-sampai memintaku untuk membebaskannya. Dia mengatakan sesuatu waktu itu. Sesuatu seperti ini, "Dia wanita pertama yang aku sukai dalam hidupku"."


Kontan San memandang Won, matanya penuh airmata. Raja mengulurkan gelang itu pada Won, maka Won pun maju beberapa langkah.

"Jika kau ingin minta maaf, maka kau harus berlutut." kta Raja.


Won melakukan seperti yang Raja perintahkan, ia berlutut. Tapi Raja malah melemparkan gelang itu ke lantai. Won masih bersabar, ia tidak menyahut apa-apa.

"Wanita ini milikku. Kau menyakiti wanita Ayahmu. Maaf saja tidak cukup."


Raja maju mendekati Won, lalu menyiramkan minuman yang tadi dituangkan oleh Boo Yong ke kepala Won. Tidak cukup satu cangkir, Raja meminta Boo Yong untuk menuangkan lagi dan kembali mengguuyur kepala Won.

"Pernikahan Jeon telah disetujui olehku di depan semua menteri dan pejabat. Namun kau membatalkannya di depan puluhan saksi. Kau sama saja dengan menarik kerahku, dan melemparkanku ke tanah. Apa yang telah kau katakan pada suruhanmu dan apa yang akan orang pikirkan sekarang?"


San menangis melihat Won diperlakukan seperti itu oleh ayah kandungnya sendiri dan semua itu karenanya.


Raja jongkok di depan Won, matanya menatap lurus mata Won. "Ada batasan untuk melakukan apa yang kau pikirkan, dan keyakinan bahwa Kaisar Yuan masih ada dibelakangmu. Aku tidak akan diam dengan omong kosong seperti itu lagi. Rasakan pelajaran ini di setiap tulang tubuhmu."


Furutai melapor pada Permaisuri yang saat ini tengah beristirahat sambil mendengarkan musik dan meminum obatnya bahwa Won disiram air oleh Raja. Permaisuri bertanya, dimana wanita itu dan apa yang dilakukannya saat Won berlutut?

"Aku mengintip dari jendela, jadi aku tidak melihatnya."

"Tidak! Dimana dia?"

"Dia berada tepat di samping Raja."

"Lalu anakku.. juga berlutut di depannya?"

"Anda tidak perlu memikirkan ini."

"Anakku yang malang."

"Jika anda mau, aku akan membunuhnya."

"Itu hanya membuat kita tenang selama tiga hari saja. Dia akan mencari penggantinya."


Permaisuri kelihatan sangat lemah saat berada di depan Furutai dan Dayang Jo saja, berarti ia selama ini selalu menguatkan diri jika di luar.

"Anakku tidak menganggapku sebagai ibunya. Dia tidak menganggapku karena dia memang tidak mau. Akulah alasan mengapa dia jadi disalahkan dan sendirian. Dia pasti menyalahkanku. Hidupnya akan lebih baik tanpa aku."


Permaisuri memegang tangan Furutai, "Dia menyukai seorang wanita."

"Seja Jeoha yang anda maksud?"

"Jika aku membawakan padanya, Bukankah itu membuat anakku sedikit senang? Apa dia akan sedikit peduli padaku?"

"Aku akan menemukannya."

"Ya, temukan dia. Anakku sangat kesepian."


Won akhirnya ke penginapan atau lebih tepatnya disebut markas para bayangan? Ia disambut oleh Ahjumma yang bekerja disana. Ahjumma menghitung berapa hari ia tidak datang dan ini adalah hari ke empat dari kedatangannya terakhir kali.

"Apa kau melihat Rin?" Tanya Won.

"Aku belum melihatnya selama tujuh hari ini."

"Jin Gwan?"

"Terakhirnya aku melihatnya tadi malam."

Won juga menanyakan tentang San, wanita yang kemarin duduk di meja ruang depan, minum dan makan dengan lahap, Wanita yang sering mengikutinya. Ahjumma hanya mendesah.

"Beri aku makanan. Aku belum makan siang, jadi aku lapar." putus Won.


Gae Won dan Yeom Bok bergabung dengan para bayangan berlatih. Tujuan Gae Won adalah untuk menguasai cara melempar panah tangan itu, tapi ia tak berbakat.


Lalu Won menyuruh mereka berdua mengikutinya. Won ada tugas untuk mereka berdua.

"Ada sesuatu yang tidak anda tahu, Tuan Muda. Banyak yang harus kami lakukan." Jawab Gae Won.

"Kalian bisa meninggalkan tempat ini."

"Apa tugasnya?"

"Cari seseorang untukku."


Won menyuruh mereka untuk menemukan San, tapi tanpa Won sadari, sebenarnya San ada disampingnya saat ini sedang mengantarkan makanan, tapi cuma sebentar sih, San langsung kembali lagi ke dapur. Yeom Bok mengenali San dan akan memberitahu Won tapi Gae Won menahannya.

"Aku akan membayar mahal kalian." Lanjut Won.

"Berapa banyak? Uang itu harus cukup untuk kami berdua. Jika tidak sesuai dengan standar kami.."

"10 nyang jika kalian mencarinya. Tiga kali lipat jika kalian berhasil."

Gae Won dan Yeom Bok tampak senang. Won makan makanan yang diantar San tadi tapi memuntahkannya kembali karena terlalu asin, ia langsung minum. Gae Won meminta 10 nyang itu dari Won maka mereka akan langsung mencari, tapi Yeom Bok malah bicara ngelantur.

"Bukankah sudah kukatakan padamu, dia tidak bisa memasak makanan."

"Dia?"

"Kau yang mengatakan dia tidak bisa diandalkan. Dia tidak boleh tetap berada disini."


Won sadar siapa yang dibicarakan Yeom Bok, ia langsung berlari ke depan, bertanya pada Ahjumma dimana San. Ahjumma menunjuk dapur dan Won langsung melesat kesana.

"Apa ini?" Tanya Won.

"Aku sedang menyalakan api."

"Bukankah kau katakan akan pergi ke Gunung Duta."

"Aku akan pergi, tapi kudengar Ahjummeoni sedang memasak mandu. Kita membutuhkan api yang besar untuk membuat mandu."


San mendadak batuk-batuk.

"Kau kenapa?"

"Aku terhirup asap."

"Bukan itu maksudku. Cara bicaramu itu."

San baru sadar kalau sedaritadi ia menggunakan bahasa Informal, ia pun mengubah cara bicaranya menjadi informal kembali dan San tidak sadar ada jelaga di bawah hidungnya.

"Katakan sesuatu." suruh Won.

"Apa?"

"Apapun."

"Apa kau sudah mencoba sayuran tumisku? Aku memasakkannya untukmu."

"Apa itu bisa dimakan?"

"Apa itu sedikit asin?"

"Tidak, itu sangat asin."

"Kau tidak bisa menyalakan api ataupun memasak. Diamlah. Siapa yang akan mempekerjakan orang yang tidak bisa melakukan apapun?"


San menjauhkan tangan Won dari wajahnya, ia yang akan mengusapnya sendiri. Mereka berebutan menghapus noda itu dari wajah San.


Mereka berdua keluar dan sampai di sebuah jembatan. Won membicarakan Rin yang ia yakin ingin menghindar darinya.

"Teman seharusnya tidak seperti itu." Lanjut Won.

"Benar."

"Teman adalah saling membutuhkan, dan meminta bantuan."

"Benar."

"Aku berencana ingin menemuinya, Tapi tidak jadi supaya waktu yang aku habiskan untuk menunggunya tidak sia-sia. Dia harus datang menemuiku duluan."

"Benar."

"Ini aneh."

"Iya, ini aneh."


Won memperjelas, ia ini bicara tentang San yang tampak aneh. Selama ini San tidak pernah menurutinya, sama sekali. Won curiga, jangan-jangan San melakukan suatu kesalahan?


San mengalihkan pembicaraan, "Ini aneh. Jembatan ini membuat kita ingin naik diatasnya. Lihat. Kau tidak mau coba? Biar ku coba."

San akan naik ke atasnya tapi Won menariknya.


Won bertanya, selama ini San kemana saja. San menjawab kalau ia hanya jalan-jalan saja, ia tidak ingin kembali ke Gunung karena di Ibukota banyak minuman. San bahkan bertanya apa Won tidak membutuhkan seorang pekerja di Geumgajeong? Ia mempromosikan diri sebagai pekerja yang hebat.

"Tidak." Jawab Won.

"Aku tidak akan minum saat bertugas."

"Aku tidak bisa meninggalkanmu dengan segerombolan pria."

"Aku bisa tinggal di dapur dan memasak."

"Itu bahkan lebih buruk lagi. Tidak bisa pokoknya."


San mengakui, sebenarnya.. ada sesuatu yang ia sembunyikan dari Won. Won tanya apa itu tapi San akan mengatakannya jia ia sudah mampu melakukannya.

"Tidak apa-apa. Aku juga merahasiakan sesuatu darimu." Jawab Won.

"Jangan katakan. Kau tidak perlu mengatakannya."

"Aku akan memberitahumu suatu hari nanti. Bukan sekarang."

"Sampai hari itu tiba.. bisakah aku tetap di sisimu?"

"Kau? Disisiku?"

"Jika kau butuh bantuan untuk bersandar, atau seseorang untuk diajak cerita. Katakan saja padaku, dan aku akan.."


Won langsung mendekatkan wajahnya pada San, ini bebar-benar aneh. San biasanya akan memukulnya jika ia bersikap seperti itu, tapi kok San diam saja, apa San sakit?


Won memeriksa denyut nadi San, tapi normal. Ia memeriksa dahi San, tapi tidak demam. Lalu apa masalahnya.. Saat itulah San memelintir tangan Won membuat Won sangat kesakitan.

Won malah memegang kedua pundak San agar San menatap matanya.

"So Hwa-ya."

"Apa?"

"Ingatlah.. apa yang akan aku katakan."

"Apa itu?"

"Kau adalah yang pertama."

"Pertama apa?"

"Setelah kau tahu rahasiaku dan melihat apa yang aku lakukan dan aku perbuat, kau mungkin tidak akan menyukaiku. Kau tidak akan pernah mengerti. Kau adalah yang pertama. Jangan pernah lupa itu."


Jang Eui dan bayangan temannya itu tersenyum melihat mereka berdua, tapi Jang Eui tiba-tiba melihat seorang berpakaian hitam-hitam membawa pedang mengawasi. Dan orang itu kabur saat Jang Eui melihatnya, Jang Eui pun mengejarnya dan menitipkan Won pada bayangan temannya itu.


Tapi Jang Eui kehilangan mata-mata itu. Sepertinya mata-mata itu adalah Furutai yang mencaritahu siapa wanita yang Won sukai.


Won datang ke rumah Dan dan Dan dengan senang hati menemuinya di luar. Won bertanya, apa Dan tidak punya jubah karena di luar sangat dingin.


Beberapa saat kemudian mereka jalan bersama dengan Dan yang sudah menggunakan jubah. Won bertanya keadaan Dan. Dan heran karena Won bertanya langsung padanya.

"Aku tidak ada bertanya pada kakakmu. Aku belum melihatnya beberapa hari ini."

"Aku juga cuma melihatnya sebentar saja. Ketika aku bangun tidur."


Won menyesal karena sudah terlambat untuk menghapus nama Dan dari daftar persembahan. Seandainya ia lebih cepat, ia mungkin akan menemukan solusinya.

"Tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja." Tapi Dan menahan tangisnya.

"Kau terlihat tidak baik-baik saja?"

"Aku punya waktu lima hari. Saat itulah para utusan akan tiba. Kami harus pergi bersama mereka. Aku senang bisa bertemu denganmu sebelum pergi. Aku senang bisa mengucapkan selamat tinggal sebelum aku pergi."

"Dua hari lagi, Omamama akan menjadi tuan rumah pesta minum teh. Dia akan mengundang wanita dari lima keluarga. Kau mau bergabung dengan kami?"

"Pesta teh yang diselenggarakan oleh Ratu? Lima keluarga?"

"5 atau 6. Kau juga tidak banyak makan. Jadi.. bergabunglah dengan kami."


Won menjelaskan, hari itu ia akan memilih seseorang sebagai Istrinya (Sejabin). Won bertanya pada Dan, padahari itu, jika ia menarik tangan Dan, bisakah Dan menerimanya?

"Apa maksud.."

"Tunggu. Dengarkan aku dulu, Pikirkan tentang ini, lalu jawablah. Bahkan jika kau menikah denganku, aku tidak bisa menganggapmu sebagai Istriku. Bagiku, kau hanyalah adikku."

"Aku tidak peduli."

"Kau tidak akan pernah menjadi yang pertama."

"Tidak apa-apa."

"Kita bersama, tapi kita akan selalu berpisah. Aku tidak akan pernah memelukmu erat-erat. Apa kau tidak keberatan?"

"Aku mengerti. Kau menikahiku hanya.. untuk menyelamatkanku agar tidak dikirim ke Yuan. Aku tidak akan pernah menjadi orang yang kau cintai. Aku tahu itu. Cinta dan wanita pertama bagimu? Aku tidak pernah memimpikan itu. Tetapi tetap saja.. aku sangat senang."

Won tampak lega mendengar jawaban Dan itu.


Acara minum teh tiba dan Dan datang kesana diantar Jin Gwan. Jin Gwan menemani Dan sampai di depan pintu masuk ruangan jamuan.


Dan menjadi yang terakhir datang. Ia langsung memberi hormat pada Permaisuri saat tiba di dalam.

"Kau telah kehilangan berat badan hanya dalam beberapa hari." Kata Permaisuri.

"Terima kasih atas perhatian anda."

"Duduklah."


Won pun masuk setelah semuanya duduk.

"Ya Ampun. Seja pasti merasa takut." Canda Permaisuri dan membuat semuanya tertawa. Permaisuri lalu menyuruh semuanya untuk menyapa Won.

Won tersenyum pada Dan saat berjalan menuju Ibunya.


Permaisuri: Meskipun aku tidak mengirimkan pesan seperti itu, aku yakin kalian semua sudah bisa menebaknya. Salah satu dari kalian akan menjadi pengantin Seja. Seja? Perhatikan baik-baik para wanita ini bukan yang lain.

Won: Anda membuatku malu. Aku akan curi-curi pandang melirik mereka nanti.

Permaisuri: Aku mengirim undangan resmi ke lima keluarga. Apa kau sudah menerima daftarnya?

Won: Iya.

Permaisuri: Kau mengundang Putri Kanselir Wang. Dan aku mengundang satu wanita lagi. Jadi semuanya berjumlah tujuh orang. Di sini, mereka adalah yang paling cantik dan berbakat di Goryeo.

 aling cantik dan berbakat di Goryeo.

Permaisuri menyuruh wanita yang ia undang keluar dan dia adalah San. Won terkejut melihat San ada disana, ia mengenali San sebagai Putri satu-satunya Menteri Keuangan.

"Mengapa Agasshi ini ada di sini?"


"Orang-orang mengatakan wanita ini memiliki bekas luka di wajahnya karena insiden saat kecil. Namun, dia bertemu dengan tabib yang hebat, jadi bekas lukanya sudah hilang. Apa itu artinya tidak ada bekas luka di wajahmu lagi?"


Won membisiki ibunya, "Omamama, wanita ini. Dia adalah orang yang hampir menikah dengan Kanselir.."


Permaisuri memotong omongan Won, ia menyuruh San untuk membuka cadarnya.


San pun tidak punya pilihan lain selain melakukannya karena itu adalah perintah Ibu Negara ini.

Bukan Won saja yang terkejut melihat wajah San, Dan juga.

Komentar:

Kira-kira siapa yang akan Won pilih? Jika Won memilih cintanya, San, maka Dan akan dikirm ke Yuan sebagai persembahan dan sahabat satu-satunya, Rin, juga akan dikirim kesana. Jika Won memilih Dan, maka San akan dimasukkan kembali ke daftar karena lukanya sudah sembuh. Apapun yang Won pilih, semua ada buruknya, jadi gak sabar nunggu episode minggu depan.

Akhirnya San menunjukkan jati dirinya, maka babak baru dimulai. Mungkin ini artinya Won bernarasi kalau sahabat satu-satunya dan cinta satu-satunya mengkhianatinya, artinya menyembunyikan identitas San.

Rin dan Dan adalah sepasang saudara yang sangat menyedihkan, sedih sekali melihat mereka berdua, terutama Rin sih. Kalau menurutku Rin disini yang kesepian, dia berkorban terlalu banyak untuk kebahagian orang lain, ia sangat loyal. Pertama, ia menyerahkan satu-satunya wanita yang ia cintai untuk Won, karena ia mencintai keduanya. Ia menentang keluarganya untuk menjadi pendukung Won. Dan terakhir, ia menyerahkan dirinya sebagai budak untuk menyelamatkan adiknya. Keknya penderitaannya gak ada ujungnya..

Pengennya Rin sama San saja, tapi WonSan juga serasi banget. Drma ini bener-bener bikin baper pokonya.. aku cuma bisa berharap semoga di akhir, semuanya bahagia..

Oh ya, menurut sejarah Won nikahnya sama Dan. Won berhasil menjadi Raja pertama berdarah campuran dan Dan Ratunya.

12 komentar

Kira2 siapa yg akn d pilih oleh won? g sbr nunggu lsnjutan nya,semngt ters mba

Wah... bener-bener roller coaster ditengah laut. Rin itu agak menyedihkan. Dia seperti lilin, selalu berkorban untuk yang lain๐Ÿ˜ขaku maunya belain san aja karena gadis ini pun berhak bahagia๐Ÿ˜ข. Yah kalo emang won akhirnya nikah sama dan seperti dalam sejarah. Berarti san akan jadi selir atau nikah sama rin.๐Ÿ˜ฃ pokoknya aku gak sabat nunggu episode berikutnya makasih recapnya... bacanya sambil sedih bayangin perasaannya tokoh cerita yang ada di drama ini.aku tunggu recapnya minggu depan terimakasih ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ‘Œ

Wah... bener-bener roller coaster ditengah laut. Rin itu agak menyedihkan. Dia seperti lilin, selalu berkorban untuk yang lain๐Ÿ˜ขaku maunya belain san aja karena gadis ini pun berhak bahagia๐Ÿ˜ข. Yah kalo emang won akhirnya nikah sama dan seperti dalam sejarah. Berarti san akan jadi selir atau nikah sama rin.๐Ÿ˜ฃ pokoknya aku gak sabat nunggu episode berikutnya makasih recapnya... bacanya sambil sedih bayangin perasaannya tokoh cerita yang ada di drama ini.aku tunggu recapnya minggu depan terimakasih ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ‘Œ

Bukannya kalo Rin pergi, Dan ga akan pergi yaa? Kan sudah bertukar posisi pas Rin bikin perjanjian sm Ratu. Tapi tetep aja si kasian Dan nyaa, udh dijanjikan bakal jdi sejabin tapi San malah datang menghampiri Won. Yaaaaak gasabar nunggu episod minggu depann u.u Rinnnnkuu:(

Kalo rin pergi dan ga bakal pergi, terus kalau seja milih dan, san mungkin bakal nikah sama kakaknya rin ga akan dikirim ke yuan.

Rin Pria yang Setia dan Rela Berkorban Untuk Orang2 yg Dia Sayangi.San Lebih Cocok Sama Rin,Tapi Sama Won juga Bukan Suatu Masalah sih,buat mimin Semangat Nulis nya dan trimakasih..��

Aku cuma berharap semuanya dapet kebahagiaan mereka masing-masing

Sama ... Mohon mereka semua bahagian !! :-)

Mungkin disejarah won bersama dan.. Tapi.. Bisa saja sejarah berubah

gak sabar nunggu lanjutannya nih

Rin pahlawan banget . Tapi tetep aku sukanya San dgn Won. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜š
EmoticonEmoticon