Wednesday, August 16, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 20

Sinopsis The King Loves Episode 20

Sumber Gambar: MBC


Song In mengatakan kalau Ratu menahan San dan sepertinya Ratu menaruh harapan tinggi saat San memasuki istana. Song In juga menceritakan cerita ayam yang San ceritakan, San menyuruhnya menunggu setiap pagi untuk memanen telur, Apa Menteri Eun yang menceritakan kisah itu pada San?

"Dia ingin menceritakannya, dan aku bilang padanya kalau itu tidak ada gunanya."

"Kau benar. Satu telur sehari tidak memuaskanku."

"Itulah kelemahan putriku. Dia pikir semua orang manusia (maksudnya orang baik)."

"Aku mau kau.. menyerahkan semua asetmu. Lalu aku akan berbicara dengan Raja untukmu. Kau akan mendapatkan kembali gelarmu dan hak untuk mengelola asetmu seperti sebelumnya."

"Dan putriku?"

"Maaf. Masyarakat akan memperhatikannya. Aku tidak bisa merusak reputasi Raja dengan membuatnya melakukan pengecualian."

"Aku harus memberimu segalanya dan kau tidak bisa menyelamatkan anakku?"

"Apa kau mau kehilangan semua yang kau miliki dan diasingkan? Aku tahu kau sedang tidak sehat. Bisakah kau bertahan hingga ke rumah barumu?"

Menteri Eun hanya tertawa.


Bi Yeon mengendap ingin menguping pembicaraan Menteri Eun dan Song In, namun ia terpeleset. Untung ada Moo Suk yang menangkapnya jadi ia tidak jatuh.


Tapi Bi Yeon cepat-cepet berdiri lagi. Moo Suk akan pergi tapi Bi Yeon menahan tangannya. Bi Yeon tahu pasti Moo Suk datang bersama Song In kan?

"Nonaku tidak pulang tadi malam. Sejak dia pergi ke istana, dia belum pulang. Tuanku tidak akan memberitahuku apapun. Aku sangat khawatir. Apa kau tahu sesuatu?"


Moo Suk hanya diam saja, ia melihat tangannya yang dipegang Bi Yeon. Bi Yeon mengerti dan langsung melepaskannya.


Tiba-tiba pasukan kerajaan menyerbu masuk ke rumah Menteri Eun. Koo Hyung tahu hal itu dan ia segera kabur.


Menteri Eun mengeluarkan dokumen, ia punya rumah kecil di Sokcho dan dokumen itu adalah akta rumah itu, ia memberikannya pada Song In. Disana juga ada sebuah paviliun kecil. Pemandangannya cukup indah.

"Ini semua yang kupunya. Sisa asetku sudah dibagikan."

"Apa kau menyebut ini sebuah lelucon?"

"Aku meninggalkan segalanya untuk putriku. Jadi.. bukan aku yang harus kau selamatkan tapi putriku, San."


Song In menyuruh semua prajurit untuk mencari keseluruh penjuru ruangan, ia yakin aset Menteri Eun pasti ada di suatu tempat.

Tapi bukan hanya rumah utama Menteri Eun yang menjadi sasaran penggeledahan, melainkan seluruh setiap toko dan rumah milik Menteri Eun. Menteri EUn tidak mungkin membakar berkas itu, pasti berada di suatu tempat.


Menteri Eun ditangkap. Bi Yeon dan pelayan lain menangisinya.


Bi Yeon berusaha mengikuti Menteri Eun tapi ia malah di dorong oleh pengawal. Moo Suk terus memperhatikannya, ingin menolong tapi tidak bisa.

Song In memberinya tugas untuk menemukan Koo Hyung. Namun sebelum pergi, Moo Suk sempat melihat Bi Yeon sekali lagi.


Raja kesal mengetahui bahwa putranya sudah memiliki 2 dari 3 wanita yang bersal dari keluarga terkuat. Kanselir sangat dihormati dan jika Won berhasil menikahi putranya, semua akan berpihak pada Won. Lalu Menteri Keuangan yang memiliki tanah 20% dari seluruh negeri, putrinya adalah kekasih Won maka kekayaannya akan jatuh ke tangan Won.

"Seharusnya aku tahu ada yang salah ketika Seja memanggilnya dan mencoba menyelamatkannya. Bukan gadis itu, tapi kekayaan ayahnya."

"Orang-orang berkata Menteri Eun menyerahkan semua asetnya kepada putrinya. Artinya putrinya itu berjalan diatas angin. Saya mau dia. Saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk mendapatkan bantuannya."

"Jadi.. dimana gadis itu?"

"Dia tampaknya disembunyikan."

"Dimana?"

"Ada yang bilang di istana Seja. Ada yang bilang di tempat Ratu."


Pengawal Raja langsung menyerbu istana Seja. Kasim Kim panik dan segera memberitahu Won. Won memanggil Jang Eui.

"Kita sudah dikepung. Ada pengawal di depan, dan tentara di belakang." Jelas Jang Eui.

"Pengawal dan tentara Raja?"

"Raja pasti mengirim mereka. Anda akan segera dihukum."


Jin Gwan datang, mengabari kalau Menteri Eun ditangkap dan rumahnya digeledah.

Won menyimpulkan, semua itu terjadi karena Raja sudah tahu siapa San dan saat ini Raja sedang mencarinya. Jang Eui menyarankan agar Won pergi sebelum Raja menangkapnya tapi Won menolak, ia tidak akan pergi. Baik Jang Eui, Kasim Kim maupun Jn Gwan tidak setuju, tapi mereka bisa apa coba.


Won memerintah Jang Eui, "Temui Rin. So Hwa sedang bersama Ibuku. Rin pasti bisa masuk. Katakan padanya untuk membawa dia dan lari."

"Apa Ratu akan membiarkannya pergi?"

"Tentu."


Raja memerintah pengawalnya: Awasi istana Seja. Sejak aku memberi perintah, tidak boleh ada yang masuk atau keluar dari istana Seja. Ingat itu.

Dan untuk Song Bang Young Raja perintahkan untuk mencari sendiri wanita itu di istana Seja.

"Bagaimana dengan Ratu?" Tanya Song Bang Young.

"Jika dia tidak bersama Seja, aku sendiri yang akan mencari di istana Ratu."

Raja heran, apa yang akan dilakukan Won dengan semua harta Menteri Eun?


Won menyuruh Jin Gwan pergi ke Geumgajeong. Raja tidak boleh tahu apa yang ada di sana.


Song Bang Young mengatakan pada Raja soal Geumgajeong, yang konon katanya menjadi tempat Seja berlatih bersama para pengawalnya tapi.. ada rumor yang mengatakan tempat itu memiliki skala yang lebih banyak.

"Lebih banyak?"

"Menurut sumber terpercaya, jumlah tentara di sana melebihi jumlah tentara Anda."


Sementara tugas kasim Kim adalah untuk membantu Won berdalih.


Won keluar bersama seorang wanita (ini Kasim Kim kayaknya). Won kesal, kenapa di Istananya sangat berisik?

Song Bang Young datang, menjelaskan bahwa ini perintah Raja bahwa Won harus tetap di dalam dan menunggu perintah Raja selanjutnya. 

"Dia adalah tamu ku. Aku ingin mengobrol dengannya tetapi kalian sangat berisik."

"Apa aku boleh bertanya siapa dia?"

Won langsung mengajak wanita itu masuk. Song Bang Young yakin kalau wanita itu adalah San.


Sementara itu, Rin dan Jang Eui bergegas menemui Ratu dengan menghindari para pengawal. Namun akhirnya mereka berhasil masuk dengan bantuan dua orang dayang Ratu.


San masih tertidur saat Ratu datang, namun San segera menyadari bahwa Ratu datang, jadi ia berdiri dan memberi hormat dengan sopan.

Ratu bisa membayangkan betapa tidak nyamannya disana karena tidak ada kursi maupun ranjang. San sama sekali tidak merasa begitu, malah disana bagaikan istana dibanding tempat tinggalnya dulu. Tapi San kemudian sadar, disana memanglah istana.

"Aku ingin duduk dan berbicara denganmu."


San lalu menggelar jubahnya sebagai alas duduk Ratu. Ratu sepertinya tersentuh dengan perlakuan kecil San itu.


Para pengawal menyerbu Geumgajeong tapi hanya ada Ahjumma disana yang sedang bersantai memakan mandu. Pengawal menemukan banyak mandu, ia bertanya untuk siapa mandu sebanyak itu.

Ahjumma menunjuk dirinya sendiri santai. Pengawal tidak sabaran dan memaksa Ahjumma untuk jujur. Ahjumma malah bercanda, jika mau katakan saja, ia akan menjualnya pada pengawal.

"Dimana mereka?"

"Oh mandu? Di atas tungku."


Mereka menemukan pintu terlarang itu dan Ahjumma berusaha menghalau mereka untuk membuka pintu itu, tapi apa daya, ia hanya seorang wanita, sendirian pula.

Namun disana kosong mlompong, semua ruangan juga kosong.


Koo Hyung sampai di pasar depan Geumgajeong dan ia harus sembunyi-sembunyi untuk menghindari pengawal kerajaan. Tak sengaja mereka bertemu Gae Dong dan Yeom Bok.

Gae Dong: Apa yang kau lakukan di sini?

Yeom Bok: Tidak ada siapa-siapa di sana. Semua orang sudah melarikan diri.

Gae Dong: Seperti yang kau lihat, penginapan sedang tidak menerima pelanggan.

Koo Hyung: Kau tahu kemana pergi mereka?

Gae Dong: Tahu atau bisa juga tidak.

Yeom Bok: Kami bekerja di penginapan. Kami bersembunyi untuk saat ini, tapi kami tinggal di sana.

Koo Hyung: Apa Putra Ketiga Kanselir ada disini? Aku ingin menemuinya, dan dia sudah pergi.

Yeom Bok: Kanselir? Dia pasti yang tinggi itu.

Gae Won: Kenapa kau ingin tahu? Kami memang tahu banyak tapi--

Koo Hyung: Itulah yang dikatakan Nona-ku. Bila semuanya gagal, pergi temui dia. Apa kalian kenal dengan So Hwa? Dia... Putri Menteri Keuangan.

Gae Dong: Sungguh?


Song Bang Young masuk ke ruangan Won dan Won jelas menegurnya. Bang Young menunjukkan surat perintah Raja, isinya semua orang dilarang masuk ke istana Seja. 


Bang Young mengawasi wanita itu, "Sampai Raja mengeluarkan perintah lebih lanjut, tidak ada seorangpun, kecuali Anda, Seja Jeoha, harus tetap tinggal disini."

Bang Young lalu membuka penutup kepala wanita itu dan benar saja, dia adalah kasim Kim. Ia dan pengawalnya langsung keluar.


Ratu bertanya, apa San sama sekali tidak tahu kalau Han Cheon itu adalah Seja?

"Memikirkan tentang hal itu saja langsung membuatku menggigil. Aku memperlakukannya dengan tidak baik, dan sangat kasar. Jika Anda melihat kami, Anda mungkin akan menggantungkanku dengan kepala terbalik." Jawab San blak-blakan.

"Tapi, Dia tidak suka menjadi Seja sejak kecil."

"Sepertinya begitu. Dia tampak lebih senang saat berada di luar istana."

"Kau tidak suka dia ketika didalam istana?"

"Iya. Dia mengenakan pakaian mencolok, san seperti--"

San sadar sudah keceplosan, maka ia langsung berhenti. Ratu menjelaskan, ada seorang pengrajin bernama Baek Do. Dia sangat berbakat dalam membuat aksesoris.


Ratu mengeluarkan jepit rambut itu, "Dia mengatakan.. Seja pernah menyuruhnya membuat ini."

"Iya."

"Mengapa kau meninggalkan ini?"

"Aku berpikir ingin mengembalikannya."

"Mengembalikan?"

"Dia akan segera menikahi wanita lain. Aku seharusnya tidak menyimpannya."


Ratu bertanya, apa yang Seja katakan saat menyerahkan jepit rambut itu? San mengatakan kalau Seja selalu mengejeknya, "Kau terlihat aneh. Itu tidak cocok untukmu".

"Kau mengganggap Seja seperti apa? Siapa Seja.. bagimu?" Tanya Ratu lagi.

"Sebelum menjadi Seja Jeoha--"

"Iya?"

"Aku ingin dia.. menjadi temanku selamanya. Aku iri padanya dan persahabatan dia dengan Tuan Rin. Aku ingin menjadi bagian dari mereka."


Sakit Ratu kambuh lagi. San mengira Ratu terkena gangguan pencernaan jadi ia memijit tangan Ratu dan menepuk-nepuk punggung Ratu.

"Apa yang kau lakukan?" Bentak Ratu sambil menepis tangan San tapi San tetap melanjutkannya.

"Tariklah napas dalam-dalam. Tarik napas dalam-dalam, dan hembuskan perlahan-lahan. Jangan terlalu banyak pikiran. Orang mengatakan bahwa kekhawatiran dan banyak pikiran tidak akan memecahkan masalah. Anda hanya akan menyakiti diri sendiri."

"Beraninya kau!"


San langsung sadar dan menjauhkan diri dari Ratu. Ratu kesusahan berdiri jadi San membantunya, tapi cepat-cepat menjauh lagi.

Ratu memberikan kembali jepit rambut itu pada San. San menerimanya dan Ratu kemudian memanggil Rin.


Pintu dibuka dan Rin masuk bersama Jang Eui. Ratu menyuruh Rin membawa San, lalu keluar.


Rin mendekati San, bertanya apa San terluka. San menjawab tidak, ia tidak dipukul sama sekali. Rin lalu berkata kalau mereka harus pergi.

"Menarik sekali. Kau selalu datang kapanpun aku tertangkap."

"Kita mungkin harus lari. Gantilah bajumu." Kata Rin sambil menyerahkan baju ganti.


Rin lalu mengajak Jang Eui balik badan supaya San bisa ganti baju. Rin bahkan sampai menjedotkan kepala Jang Eui ke tembok karena menoleh kebelakang.

Rin: Kau tidak bisa pulang. Gunung Duta sepertinya juga berbahaya.

San: Bagaimana dengan Ayahku?

Rin: Jeoha sedang mencarinya. Dia menyuruhku untuk menemukan tempat berlindungmu terlebih dahulu. Apa kau memiliki tempat persembunyian?

San: Bagaimana dengan Bokjeonjang?

Rin: Tidak.

San: Kalau begitu aku akan mencukur kepalaku dan menjadi biarawati. Atau aku akan berdandan dan bersembunyi di rumah Gisaeng.


San selesai ganti baju tapi besar sekali. Rin menjelaskan kalau itu bajunya, ia ambil dengan tergesa-gesa.

Rin kembali mendekati San, ia menggunakan tali rambutnya untuk mengikat celana San agar tidak terlalu panjang.

"Aku bersyukur, kau tidak dipukul, dan kau tidak terluka." Aku Rin.


Furutai kembali seperti janjinya pada penjaga gerbang. Ternyata ia membawa Guru Lee bersamanya.

Tapi saat penjaga memeriksa kereta Furutai, isinya kosong. Furutai turun dan memeriksanya sendiri dan memang keretanya kosong.


Pengawal Kerajaan juga mendatangi Istana Ratu. Sementara San dan Rin serta Jang Eui melarikan diri, Dayang Jo dan yang lain menghadang pengawal sebelum mulai memeriksa seluruh ruangan.


Rin memimpin pelarian mereka dan saat ada pengawal Rin mengkode mereka untuk bersembunyi.


Rin memberikan pisau hadiah San untuk San, ia pikir San akan membutuhkannya.

"Apa kau mengembalikannya padaku?"

"Aku meminjamkan untukmu sebentar."


Mereka keluar dari persembunyian dan tiba-tiba pengawal mengepung mereka. Rin melarang San maju ke depan, tetap sibelakngnya saja.

"Apa menurutmu semuanya akan berjalan sesuai keinginanmu?" Tanya San sambil menghunus pisaunya.


Rin maju bersama San melawan beberapa pengawal. Sementara itu, Jang Eui melindungi mereka dari nelakang. Sebelum melawan Jang Eui bertanya, mereka bertarung untuk menang atau melarikan diri?

"Tentu saja, untuk melarikan diri." Jawab Rin.


Akhirnya mereka bisa melarikan diri dengan mudah. Lalu mereka bertemu Kasim Choi yang menawari jalan keluar.

Tanpa curiga, mereka mengikuti Kasim Choi, sementara Jang Eui tetap tinggal untuk menghalau jika ada pengawal yang mengikuti mereka.


Jalan keluar yang Kasim Choi tunjukkan memang sepi dari para pengawal tapi hanya berlangsung beberapa detik sampai kemudian mereka dikepung oleh pengawal dan Kasim Choi segera mengunci pintu keluar mereka tadi.


Ternyata di depan mereka ada Raja dan Bang Young.

"Eun San si penjahat. Ini perintah Raja. Mengapa kau tidak berlutut?" Kata Bang Young.

San akan maju dan Rin mau mencegahnya tapi tidak bisa. San pun pada akhirnya tetap berlutut pada Raja.


Namun, tiba-tiba Won datang dan langsung berlutut bersama San.

"Aku memerintahkan Seja untuk tetap tinggal di tempat itu." Kata Raja pada Bang Young.

"Dan saya juga sudah mengatakan padanya." kata Bang Young.

"Beraninya kau menentang perintahku?!"

"Bisakah Apamama mendengarkanku sebentar?"

"Apa karena wanita jalang itu?"

"Aku bisa menjelaskan semuanya."

"Banyak orang yang sudah mengatakan padaku untuk berhati-hati denganmu dan mencurigaimu. Tapi aku tidak mendengarkan mereka. Ketika mereka mengatakan kau menembakkan panah kearahku, Aku tidak pernah berpikir anakku berani melakukan itu. Namun, Apa yang akan kau lakukan kali ini?"

"Apamama."

"Bawa wanita jalang itu..."


Bang Yuong menyela, "Pikirkan harta Menteri Keuangan."

Raja berbalik pada Bang Young dan menunjuk-nunjuk Bang Young, "Mengapa dengan hartanya? Apa menurutmu aku tidak bisa menjadi Raja tanpa harta itu? Semua kekayaan di Goryeo adalah milikku."


Raja memerintah penjaga lagi untuk membawa San dan memasukkannya dalam daftar yang akan dikirim. Dua pengawal membawa San tapi Won membentak mereka.

"Apa yang sedang kalian lakukan?"

San mengkode Won untuk berhenti. Raja tidak menyangka Won bisa melakukan itu, ia sampai tidak bisa berkata-kata.

Won tidak peduli, "Apa kalian ingin mati? Lepaskan dia!"

Raja: Itu perintahku.

Won: Kau tidak mendengarku? Lepaskan dia!


Raja langsung berlari dan memukul Won. Won tersungkur, untung ada Rin yang menolongnya.

Raja berapi-api menatap Won, "Kau... Apa kau... ingin mati... di tanganku?"

Won malah tersenyum. Rin dan San seakan tak percaya melihatnya.


11 komentar

Hadeeuh makin seru ceritanya...gak sabar nunggu next episode....fighting nulis recapnya

makin kesini aku makin bingung mau dukung yang mana. semuanya sedih semuanya bikin baper Rin, Won, San, bahkan Dan. bahkan Ratunya yang aku pikir kejam ternyata punya sisi lembut. adegan ngobrol ratu ama San paling aku suka. Ratu keliatan nyaman banget. kalo nonton drama ini rasanya sakit, sedih, tapi indah. perjalanan cinta segitiga, ugh baper banget. gak sabar nunggu senin -selasa tetap semangat recapnya

Aku setuju. Film ini keren banget. Makasih udah dibuatin sinopsisnya. Mudah untuk memahami jalan cerita jg

Kok hatiku kyk tersayat2 gtu ya 😭😭 ngebayangin andaikan diposisi itu aaaa ngga kuat... Berharap semua memilik akhir yg bahagia. Ngga tega rasanya kalo ada yg sad ending 😥 terimakasih sinopsisnya. Ditunggu kelanjutannya 😘

Deg degan bacanya
😅 😅 😅 😅 😅

Penasaran siapa yang sebenernya dicintak San. Won atau Rin? Sepertinya San hanya menganggap 2 cowok itu sbg sahabat. Penasaran sama novel aslinya..

Penasaran siapa yang sebenernya dicintak San. Won atau Rin? Sepertinya San hanya menganggap 2 cowok itu sbg sahabat. Penasaran sama novel aslinya..

Rin emang laki-laki yang disukai San, tapi Won adalah pria yang setengah mati berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. semuanya berhak bahagia. tapi sepertinya setelah maraton baca recapnya dari episode 1-20. aku ternyata lebih simpati ama Won. Kalo aku baca sejarah dan googling Won bakal ditinggal mungkin lebih tepatnya ngelepasin San & Rin biar mereka bahagia. kasian banget aku berharap drama ini bakal ngasih kejutan buat kita semua. berharap aja hati San beralih ke Won setelah ngeliat perjuangan dan penderitaannya. Won tengah berjalan menuju jalan yang gelap dan berbahaya menuju kekuasaan yang diinginkan. semuanya dia lakukan untuk melindungi orang-orang yang disayanginnya Won bakal jadi ular yang siap nunjukin sisi tergelapnya. for team WonSan prepare for the worst, there's will be major broken heart, I will prepare a box of tissues

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...