Wednesday, August 30, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 26

 
Sumber Gambar: MBC


Won ke Istana Ibunya setelah bicara dengan Rin tadi. Ia masih ada di sana saat Kasim Choi mengabari ratu kalau Raja baru saja berangkat ke Gunung Dora.

"Kalau begitu, bawa kunci Naebanggo. Karena dia pergi, aku yang akan mengurusnya."

"Sepertinya Raja membawa kunci itu. Saya bertanya pada orang yang menyimpan kuncinya, dan dia bilang tidak ada dengannya setelah dia memberikannya kemarin."

Ratu mengerti dan menyuruh Kasim Choi menjauh.


Ratu berkata akan pergi ke tempat berburu, akan mendapatkan kunci itu tidak peduli apapun. Won melarangnya karena yakin Boo Yong sedang bersama Raja, Ratu tidak perlu melihatnya.

"Para prajurit akan mulai goyah."

"Jangan khawatir. Aku akan mencari cara lain."


Ratu lalu memberi surat yang dulu ia ambil saat menyekap San. Ratu yakin San pasti ingin membuat penawaran pembebasan Ayahnya karena menyembunyikan identitas dirinya.

"Apa ini daftar harta Ayahnya?" Tanya Won sambil membuka surat itu.

"Seja."

"Sepertinya.. kita bisa meminjam beberapa pasokan."

"Pengantinmu. Dia butuh persetujuan akhir dariku. Bahkan jika kau memilih siapa yang kau mau, kau tidak bisa menikahinya jika aku tidak setuju."

"Apa yang Omamama pikirkan?"

"Latar belakang dan sifat pengantinmu itu penting. Tapi.. lebih dari itu, Kita harus mempertimbangkan bagaimana dia bisa membantumu. Aku tidak ingin reputasimu rusak. Kita perlu mencari satu cacat terkecilpun."


Rin menunggu di luar, tapi saat Won keluar ia tidak mengatakan apapun hanya menatap Rin sekilas.


Saat mereka berjalan keluar gerbang istana Ratu, Jang Eui datang, mengabari kalau San ada di istana. Won langsung berlari ke tempat San berada.

San tersenyum pada mereka berdua. San memperkenalkan diri pada Won dengan memanggilnya Seja Jeoha.

"Aku Eun San. Guruku mengirimku untuk membantu apa yang aku bisa." San lalu menunduk.

San juga tak lupa menyapa Rin, "Tuan Rin, kita bertemu lagi."


San menunjukkan daftar orang-orang yang direkomendasikan Guru Lee. Mereka hebat namun diabaikan karena kekurangan koneksi. Mereka bisa membantu jika ditempatkan di kantor yang relevan. Won malah menanyakan kenapa San berpakaian seperti itu, apa itu pakaian Guru Lee?

San tidak menanggapi, ia tetap menjelaskan apa yang dibilang Guru Lee, "Dia juga mengatakan kau harus menjaga gudang tempat menyimpan gaji pengawalmu."


Won menjawab kalau itu sudah terlambat. Guru Lee sudah memprediksi, San lalu memberikan titipan Guru Lee berupa surat. Won bertanya apa itu. San menjawab, 1.000 karung gandum dan 200 blok perak

"Apa ini?" Ulang Won.

"Hasil yang kami terima dari sewa ladang di Gimje dan kios di Namdaega--"

"Lupakan."

"Ayahku mengirim--"

"Aku ini Putra Mahkota. Aku memang membutuhkan, tapi--"

Rin menyela, meminta Won untuk menerimanya saja.

San mengaku bahwa ia ada permintaan. Won langsung mengijinkannya padahal belum rahu apa permintaan San.

"Aku belum mengatakannya." Kata San.

"Katakan dan aku akan mengabulkannya."

"Kau bilang akan menemukan siapa yang membunuh Ibuku."

"Ya."

"Tarik kembali."

"Aku tidak boleh mencarinya?"

"Ya."

"Kau memintaku.. untuk tidak melakukan apapun."

"Ya."


Rin menyela bahkan tidak peduli Won menegurnya, "Kau akan menyerah? Kau menghiraukan hal lain untuk mengejar pria bertato itu. Apa bisa kau menyerah begitu saja?"

San menjawab kalau semua itu permintaan ayahnya. Won mengerti, ia tidak akan mencarinya dan ia menyuruh Rin diam soalnya ia hanya mengabulkan permintaan San.


Jeon keluar dari rumah saat malam dan tanpa ia tahu San diam-diam membuntutinya.


Jeon pergi ke rumah gibang dan disana ia disambut oleh Moo Suk. San melihat semua itu. Moo Suk lalu membawa Jeon masuk ke sebuah ruangan, sementara ia berjaga di luar.


San akan ikut masuk tapi Rin menariknya untuk sembunyi. Moo Suk mengecek sekali lagi baru setelah itu kembali masuk ke dalam.


Rin sudah tahu apa yang akan terjadi jadi ia memutuskan untuk mengikuti San. Rin mengajak San ikut dengannya, ada orang yang harus San temui.

"siapa?" Tanya San.

"Kau hanya perlu.. ikut aku." Tegas Rin.


Moo Suk keluar lagi, untungnya San dan Rin sudah pergi.


Rin mengajak San menemui Gae WOn dan Yeom Bok. Gae Won protes, setiap kali ia ingin melupakan kejadian itu, Rin selalu datang dan bertanya hal itu padanya. Rin membentak, menyuruh Gae Won mengatakan apa yang Gae Won katakan padanya.

"Mengapa aku harus menceritakannya ketika aku sama sekali tidak bangga dengan apa yang aku lakukan?" Tanya Gae Won.

"Katakan sebenarnya, sekarang!"

Gae Won menyuruh Yeom Bok saja yang cerita kali ini. Yeom Bok menolak karena setiap kali ia membicarakan hal itu, ia mimpi buruk berhari-hari. Ia melihat orang-orang yang sudah mati.

San memotong perdebatan mereka, bertanya apa mereka berdua berada di Sungjukjae?

"Hari itu, kami berada di sana bersama para perampok. Kami bukan perampok seperti mereka. Ini sangat menarik. Anda.. anak kecil yang ada disana waktu itu, bukan?"

"Kau melihatku?"

"Ya. Ada dua gadis kecil. Hari itu, seorang pria berbaju hitam terbang di sana membunuh semua pengawal. Dia tampak seperti iblis yang memegang pedang. Salah satu anak itu terluka. Lalu.. Orang-orang itu datang."

Rin menyahut, "Kakakku."

Yeom Bok melanjutkan cerita Gae Won, "Kakak Tuan ini terkejut aat melihat anak itu terluka, dan dia berlari kearahnya. Anak itu Anda, bukan?"


Rin berkata kalau Gae Won melewatkan sesuatu, San penasaran, apa itu?

"Cuma.. sampai disitu." Gae Won berbohong.

Rin emosi, "Dulu kau tidak mengatakan ini."

"Dulu? Apa yang aku katakan?"

"Pembunuh dan kakakku.. saling kenal. Mereka melihat satu sama lain."

"Tidak."

"Apa?"

"Anda pasti salah dengar. Aku tidak pernah mengatakan itu."


Rin mengancam Gae Won untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Waktu itu Anda juga mencoba memukulku. Anda teriak. Itu sebabnya aku mengatakan apapun yang ada di pikiranku. Bukan begitu, Yeom Bok-ah?"


Jang Eui melapor pada Won, ia sudah melakukan sesuai perintah Won untuk menyuruh Gae WOn dan Yeom Bok berbohong pada Rin.

"Kerja bagus." Kata Won, "Pedagang garam itu?" Tanya Won lagi.


Jang Eui menjelaskan kalau Jin Gwan yang pergi untuk memberitahunya. Ia lalu bertanya, apa Rin juga akan mendatanginya?

"Ya. Dia keras kepala dan akan melakukan semua yang dia bisa."

"Mengapa.. Anda melakukan ini? Saya tidak mengerti."

"Aku juga tidak. Aku tidak mengerti diriku sendiri."


Rin lalu membawa San ke pedagang garam itu, ia menjelaskan kalau Won juga menangkap pedagang garam yang ternyata bekerja sebagai suruhan Song In.

"Jeoha membuatnya menjadi agen ganda."


Sambil melihat si pedagang garam menutup kiosnya Rin menjelaskan, "Dia mengatakan Song In dan kakakku sering bertemu. Dan.. Ia melihat pria dengan tato ular. Aku akan membawanya. Tanyakan apapun yang kau mau."


Rin akan pergi tapi San menahan tangannya, Apa yang sedang Rin lakukan sekarang ini? Rin menjawab bahwa ia membantu San.

"Aku mencari orang yang membunuh ibuku delapan tahun lalu."

"Aku tahu."

"Kau tahu.. mengapa aku menolak bantuan Seja Jeoha?"

"Kenapa?"

"Orang-orang yang aku cari.. terlibat dengan kakakmu. Kau bisa terlibat."

"Apa kau kasihan padaku?"

"Mereka licik. Mereka bahkan menipu Raja."

"Dan kau akan.. menangkap mereka sendirian?"

"Aku punya rencana."

"Apa?"

"Kau tidak perlu tahu. Ini masalah pribadiku, jadi biar aku yang mengurusnya."


San melangkah pergi dan giliran Rin yang menahan tangannya. Rin hanya ingin San mengetahui, mengapa mereka melakukan ini, jadi San tidak boleh menyerah.

"Aku akan mencari tahu.. dan mengakhirinya.. untuk memulai lagi dari awal. Dengan begitu.. apa aku bisa berhenti merasa bersalah, menikmati makanan enak dan aku suka.. dan melanjutkan hidupku?" Tanya San.


Ternyata dari tadi Moo Suk hanya sandiwara, ia tahu Rin dan San sembunyi dan terus mengikuti mereka.


Moo Suk melaporkannya pada Song In, bahwa San dan Rin bersama sepanjang malam. Song In bertanya, Siapa yang mereka temui dan apa yang mereka bicarakan? Moo Suk tidak tahu karena tidak melihat dari dekat sehingga tidak mendengarnya, mengingat mereka adalah petarung yang hebat.

"Putra Ketiga Kanselir.. dan Putri Tuan Eun. Dan... Sekarang aku mengerti kelemahan Seja Jeoha."


Song In mengingat saat Rin dan Seja jalan bersama.

"Wang Rin selalu berada di sisinya. Teman yang paling bisa dipercaya Seja. Untuk memisahkan dia dari Seja... Itu sepertinya menyenangkan. Bahkan sekedar mendiskusikan masa depan Goryeo dengan beberapa orang bodoh."


Won sudah bertemudengan daftar orang rekomensasi Guru Lee.


Song In melanjutkan, "Mereka sangat dekat sehingga aku tidak pernah berani memisahkan mereka. Sekarang, aku tahu caranya. Aku memang tahu kalau Seja punya perasaan padanya, tapi.. Tuan Rin juga?"

Moo Suk bertanya, apa yang akan Song In lakukan pada Jeon.


Moo Suk menjelaskan, Jeon semakin khawatir dari hari ke hari. Jeon datang setiap hari untuk bertanya tentang rencana Song In.


Song In: Apa yang harus aku lakukan? Membuang yang tua dan membawa yang muda? Mana yang akan menjadi Raja dan bisa melayaniku dengan baik?

Moo Suk: Tuan Rin sangat setia. Apa dia akan berpihak padamu?

Moo Suk: Jika tidak ada orang yang bisa ia datangi, maka dia akan setuju.


Jeon sudah mabuk berat dan salah satu Gisaeng yang menemaninya mengambil tanda pengenal keluarganya, bentuk kupu-kupu.


Kasim Choi menghadap Ratu dengan membawa hasil perintah Ratu untuk mencari tahu apa kekurangan keluarga Kanselir. Ia mendengar rumor aneh.

"Rumor saja tidak cukup."

"Bagaimana jika ada saksi dan bukti? Anda mau mendengarnya?"

"Aku tahu kau memang berbakat."

"Terima kasih, Ratu."


Won dan San membaca banyak dokumen dan mencatat yang penting. Won bertanya, bagaimana dengan Kim Do Kyung? San menjelaskan, Kim So Kyung menerima tanah setiap 2 atau 3 tahun, ia melihat catatan pajaknya tadi.

San mencari catatan itu tapi tak menemukannya. Won menunjukkan itu ada di buku ketiga di tumpukan sebelah kiri San. San tak menyangka kalau Won ingat semuanya.

San melakukan kesalahan lagi, kuas yang ia gunakan menulis tidak ia letakkan padahal sibuk membuka buku itu, jadi tintanya menetes ke kertas. San bingung membersihkannya dan ia malah tak sengaja menjatuhkan kuas itu ke lantai.


San mengaku, ia sebenarnya tidak ceroboh seperti ini, ia hanya kurang tidur semalam.

"Anggap saja begitu." Kata Won.


San akan pergi, Won bertanya tujuannya. San menjelaskan, saat wanita pergi sendiri dilarang tanya tujuannya kemana.


San berpapasan dengan Rin yang berjalan masuk, Rin bertanya mau kemana San. San menjawab ia hanya mau keluar sebentar.

"Jika kau mau pulang, aku akan mengantarmu." Kata Rin.

"Aku tidak akan pulang. Kita belum selesai."

"Kau yakin?"

"Aku ingin cari angin. Kepalaku sakit."

"Ayo. Aku akan menemanimu."

"Tidak, terima kasih. Aku tidak apa-apa."

"Tidak bisa."


Won lalu memanggil Rin untuk mendekat. Rin mengatakan apa yang San lakukan semalam, San pergi seorang diri. Won mengingatkan, wanita itu perlu waktu sendiri.

San lalu keluar meninggalkan mereka berdua.


Rin menjelaskan pada Won, semalam San pergi kerumah Song In. Rin takut kalau San bertemu pria bertato itu. Rin mengaku pernah bertarung dengan pria itu dan pria itu lebih hebat darinya. Sikap San sangat tempramental, Jika dia menemuinya--

"Aku mengirim pengawal untuk mengikutinya. Aku akan melindunginya."

"Aku terlalu berlebihan."


Tiba-tiba dayang Jo datang menemui WOn karena diutus Ratu. Won bertanya untuk apa.

"Untuk membawa Tuan Rin." Jawab Sayang Jo, lalu melanjutkan pada Rin kalau Rin harus datang sendiri.


San masih ada di sekitar ruangan Won dan ia melihat Rin bersama Dayang Jo keluar dari sana. San lalu menarik salah satu pengawal untuk bertanya.


San bertanya, apa mereka akan ke Wonseongjeon? Pengawal itu menjawab kalau mereka akan ke ruang interogasi.


Rin sampai di ruang interogasi dan ia dikepung oleh beberapa pengawal. Ratu datang dan Rin memberi salam.


Seseorang lalu di tuntun ke sana, dia adalah bandit yang disetori senjata oleh Gae Won dan Yeom Bok 8 tahun lalu. Ratu menyuruh bandit itu mengatakan apa yang dikatakannya tadi, kata demi kata.


"Delapan tahun lalu, Aku memimpin sekelompok bandit. Suatu hari, seseorang mendatangi kami. Mereka menyuruhku untuk merampok seseorang."


"Mereka ingin merampok pedagang Menteri Keuangan. Jadi aku mengumpulkan sekitar 20 pria. Aku mengumpulkan mereka sendiri. Mereka mempercayaiku saat masuk kesana, tapi mereka semua mati. Aku juga hampir mati. Aku hampir tidak bisa hidup. Maksudku, jika anda mengganggap ini yang namanya hidup."


Sementara itu, Won masih sibuk membaca dokumen-dokumen. Tapi mendadak menatap ke arah pintu.


Bandit itu melanjutkan, "Mereka menuduh kami. Mereka ingin terlihat seperti perampok yang mengambil barang mereka. Mereka memanfaatkan kami."

Ratu bertanya, apa bandit itu mengatakan bahwa dia melihat orang yang memberi perintah itu? Bandit itu membenarkan.

Ratu lalu menunjukkan tanda pengenal keluarga Jeon, apa benar dia adalah pemilik tanda itu. Bandit menjelaskan, orang itu bilang akan membayar setelah pekerjaan selesai, jadi ia meminta tanda itu untuk jaga-jaga.


Ratu menunjukkan tanda itu pada Rin, apa Rin mengenalinya? Ratu memberikannya pada Furutai lalu Furutai memberikannya pada Rin. Rin terkejut melihatnya.

"Sepertinya itu simbol kupu-kupu keluargamu. Bagaimana menurutmu?" Tanya Ratu lagi.

Bandit: Mereka akan membunuh kami semua. Dan mereka membunuh satu persatu dari kami. Mereka bahkan membunuh orang yang coba melarikan diri setelah dipukul. Mereka menikam orang-orang kami berulang kali.


Ratu kembali memanggil Rin untuk segera menjawab pertanyaannya tadi.

"Ini.. simbol keluarga kami." Kata Rin pada akhirnya.


Rin memandang ke samping dan ternyata ada San disana yang ia yakin sedaritadi mendengarkan interogasi itu. San mulai berkaca-kaca.


Rin akan mendekati San tapi para pengawal menahannya. San memandang Rin tapi hanya sebentar lalu pergi. Ratu melihat semua itu dan hanya diam saja. 


Won keluar dari ruangannya dan Jin Gwan terlihat buru-buru mendekat. Jin Gwan melapor bahwa Rin ditahan di ruang interogasi.

"Ratu memerintahkan pengawalnya untuk mengirim tentara ke rumah Kanselir." Lanjut Jin Gwan.

"Apa maksudmu?"

"Itu karena Sungjukjae.."

Won lalu memanggil Yong Je, pengawal bayangan yang ia tugaskan untuk mengawal So Hwa. Won bertanya dimana So Hwa karena ia tidak melihatnya disekitar sana. Yong Je menjawab kalau San mengikuti Rin.


San pergi ke rumah Rin dengan mantap, ia diam-diam mencari Jeon dan setelah menemukannya ia membuntutinya. Jeon merasa ada yang mengawasinya tapi saat ia menoleh, tidak ada siapapun.


San mengawasi Jeon dari jauh, ia sudah siap dengan pisaunya. San sudah siap mendekati Jeon, tapi ada orang yang menariknya.


Dia adalah Won. Won menarik San ke tempat aman dan ia membuang pisau San. 

"Aku menemukan pria yang membunuh Ibuku."

"Dia kakak Rin."

"Semuanya akan berakhir jika aku membunuhnya."

"Tidak."

"Ini satu-satunya cara aku bisa mengakhirinya."


San memaksa untuk pergi mendekati Jeon lagi dan Won langsung menariknya ke pelukannya. Won tidak bisa membiarkan San karena itu akan menyakiti San.

"Jangan lakukan itu. San-ah."

*Ini pertama kali Won memanggil nama asli San, bukan So Hwa lagi. San pun diam, hanya menangis di pelukan Won.

3 komentar

Makasih recapnya... aku pikir San itu juga suka sama Won, tapi perasaan itu coba dia tahan karena takut melukai perasaan Rin Dan Dan... San tau kalo Dan itu cinta banget ama Won 😣... rumit yaaa. San pernah bilang kalo saat berada di dekat Won dia jadi gugup, gak nyaman dan gagal fokus😅 ini bisa jadi indikasi kalo Won ada juga dihati San☺. Di episode ini aku juga ngerasa Won yang sangat egois. Dia pengen tetap San ada dalam jangkauannya. Aku harap Won akan lebih belajar untuk mencintai lebih baik lagi. Rin yang malang, semenjak tahu alasan San menolak menikah dengan Won. Rin jadi pede dan bersikap terbuka pada San. Rin berusaha keras menjaga keluarganya dan persahabatannya dengan Won.untuk itu Rin berkorban sangat banyak.

Menurut q kurang menarik aja drama ini,,,lebih menarik drama cina the eternal love sama don'n kiss me

Won berusaha menjaga harga dirinya di depan San. Won berusaha untuk tidak menerima bantuan apapun dari ayah San. padahal Won butuh banget pasokan dana untuk membiayai pasukan yang sudah direkrutnya. sementara Ratu udah liat kalau San adalah calon yang tepat untuk Won dari segi kepribadian, sifat sampai kontribusi (finansial) yang bisa Won gunakan untuk melancarkan usahanya jadi raja. Won itu bisa sabar banget ngadepin San tapi kalo San di colek waduh... tempramentnya menakutkan serem banget. tetep semangat nonton drama ini dan baca recapnya. walaupun pake nyesek, pilu, bayangin akhirnya kalo Won gak jadi ama San. kayaknya sih ceritanya bakal berakhir Won dan San akan saling mencintai tapi gak bisa bersatu. atau malah San gak milih siapa-siapa. atau berdasarkan sejarah Nantinya Won akan jadi raja (nikah sama putri dari yuan seperti ayahnya, tapi istri Won malah bikin Won ancur-ancuran) lalu dikudeta ayahnya sendiri udah gitu dibuang ke negeri Yuan. aku sih berharap saat dibuang ke Yuan itulah Won bisa ketemu lagi sama San dan tinggal di sana selamanya ( disejarah juga Won menolak untuk kembali jadi raja dan meninggal di Yuan ) yah semoga aja skenarionya bisa kayak gitu.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...