Wednesday, August 30, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 28


Sumber Gambar: MBC


Menteri Eun sedang menulis sesuatu di rumahnya dan ia kembali merasa sakit di dadanya, ia langsung meminum obatnya. Kayaknya penyakit Menteri Eun makin parah.

 

Koo Hyung datang mengatakan kalau Rin datang. Sebenarnya ia kesal sih, ngapain juga Rin datang berkunjung, ia mengusulkan untuk meminta Rin kembali.


Namun, Menteri Eun keluar untuk menemui Rin. Rin langsung berlutut di hadapan Menteri Eun. Rin menyampaikan bahwa keluarganya mengakui telah melakukan kejahatan yang tidak termaafkan pada keluarga Menteri Eun.

"Negara sudah mengatakan keluargamu tidak bersalah." Jawab Menteri Eun.

"Kami mengakui bahwa itu.. sebuah kejahatan."

"Kau tidak melakukan apa-apa."

Menteri Eun mendekati Rin dengan maju beberapa langkah, lalu menyampaikan bahwa keadaan putrinya sedang tidak baik. Ia bertanya, apa Rin ingin mengunjunginya?


Koo Hyung lalu membawa Rin ke tempat San dan meninggalkannya.


Rin menatap pintu di depannya, ia bicara menghadap pintu itu. Ia berterimakasih pada San karena berkat San keluarganya terselamatkan.

"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa berterima kasih. Aku tidak akan memohon kau memaafkanku. Tapi aku khawatir.. karena aku dengar.. Ratu memanggilmu sebelum kau bersaksi. Kau menentang perintahnya, bukan?"


Tanpa Rin sadari, San ternyata ada di belakangnya. Rin tetap melanjutkan kata-katanya, ia khawatir San akan diperlakukan dengan buruk oleh Ratu setelah kejadian ini. Rin harus melindungi San dengan cara apapun yang ia aku bisa, tapi ia harus pergi. Jadi--


San akhirnya bersuara, bertanya Rin mau kemana. Rin berbalik menatap San. San bertanya lagi, kenapa Rin akan pergi. Rin menjawab, ia diangkat sebagai Jenderal, ia akan ditempatkan di Provinsi Jeolla.

"Kapan kau pergi?"

"Sesegera mungkin."

"Semoga.. Perjalananmu aman."


San akan masuk ke kamarnya tapi Rin menahan tangannya. Rin bertanya, apa San baik-baik saja. San berkaca-kaca, menjawab ia tidak baik.


"Jangan sakit." Kata Rin dan San hampir saja menangis.

San lalu memandang tangannya. Rin menyadari dan segera melepaskan tangan San.


San menatap Rin, berkata bahwa Rin tidak melakukan kesalahan apapun, malah melakukan yang sebaliknya, Rin menangkapnya saat ia jatuh... dan menyelamatkannya saat ia ditangkap. Saat ia menangis, Rin menunggunya.

"Tapi.. Saat hari Ibuku meninggal, Kami naik kereta dalam perjalanan pulang dari gunung. Aku memegang Ibuku dengan erat, dan tubuhnya sangat dingin. Aku tidak bisa melupakannya. Itulah sebabnya.. kenapa aku merasa tidak bisa dekat denganmu dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa."

Rin mengerti.


San lalu masuk ke kamarnya dan Rin menatap punggungnya. Ternyata, Menteri Eun dan Koo Hyung mengawasi mereka dari jauh. Setelah San ke kamarnya, Menteri Eun menghela nafas berat.


Won rapat membahas kenaikan pangkat beberapa pejabat dan siapa saja yang harus diberhentikan, tapi tiba-tiba Jin Gwan masuk untuk melaporkan sesuatu.

Jin Gwan melapor bahwa Rin mengunjungi Menteri Eun, ia rasa itu untuk meminta maaf.


Pengawal San melapor pada Won bahwa San dan ayahnya baru saja pergi untuk mengunjungi makam istrinya. Won bertanya dimana Rin.


Lalu Won ditemani Jang Eui melihat dimana Rin berada. Jang Eui menjelaskan kalau Rin dilarang memasuki istana. Jang Eui khawatir, Won tidak akan mengirimnya pergi kan? Mengingat Rin akan ditugaskan ke Provinsi Jeolla dan Won kemungkinan hanya bisa bertemu dengan Rin setahun sekali.

"Ratu mengabulkan permintaan Anda."


Won mengingat kembali perkataan ibunya mengenai pandangan Rin pada San dan sebaliknya. Namun sebenarnya ia juga melihat pandangan mereka saat di tempat Interogasi.


Won lalu melempar kerikil ke kaki Rin agar Rin menyadari keberadaannya.


Won mengajak Rin ke sebuah paviliun dibawah pohon besar. Won bertanya, apa Rin ingat saat mereka dikejar oleh anjing liar. Rin menyambung, mereka memanjat pohon itu. Won menyambung lagi, anjingnya tidak mau pergi, waktu itu ada tiga anjing. Rin kembali menyambung, saat itu Won ketiduran di atas pohon, nekat sekali.

"Karena kau menjagaku.. sampai pengawalku menemukan kita." Jawab Won.

"Lalu.. kenapa Anda suka melarikan diri dari para pengawal?"

"Karena aku bersamamu. Karena kau selalu ada."


Won baru menyadari, hidup Rin mulai berantakan sejak bertemu dengannya. Rin tidak lagi mengunjungi tempat kesukannya, tidak lagi makan makanan kesukaannya, dan tidak lagi menemui orang yang disukai, pokonya semuanya. Rin selalu mengutamakan dirinya.


Namun itu belum seluruhnya, Ratu selalu melihat Rin dengan tatapan seolah ingin membunuh. Won mengaku, ia takut hanya dengan melihatnya. Rin bercanda, ia juga hampir mati beberapa kali.

"Harusnya aku membiarkanmu pergi lebih awal? Mungkin kau akan melakukannya dengan lebih baik. Kau bisa saja menunggangi kuda dan menembakkan panah ke arah yang kau inginkan. Dan menyukai siapapun yang kau inginkan."

"Jika aku tidak suka bersamamu, aku akan melakukan semua yang kubisa untuk meninggalkanmu."

"Katakan padaku jika kau tidak ingin pergi. Ibuku--"

"Aku ingin pergi."

"Bodoh!"






Rin akan mengelilingi Goryeo dan akan mencatat semuanya, lalu ia akan menceritakannya pada Won jika Won berjenan mendegarkan.

"Lalu.. siapa yang akan menarikku jika aku memanjat pohon untuk menjauh dari anjing liar lagi?"

"Anda bukan anak kecil lagi."

"Siapa yang akan menyembunyikan.. fakta kalau Ibu So Hwa dan orang-orang itu.. mati karenaku?"

"Lupakan saja."

"Akulah yang seharusnya pergi karena menyebabkan kematian mereka semua, bukan kau."

"Aku sudah melupakan segalanya."

"Aku tidak tahu harus berkata apa. Bagaimana dia akan menatapku.. saat aku memberitahu padanya tentang ini."

"Jangan beritahu dia. Jangan beritahu dia demi aku. San-ie Agasshi.. harus melupakan segalanya, bantu dia melakukannya. Kumohon, Jeoha."


San membawa bunga dan makanan untuk persembahan di makam ibunya. Ia menata semua itu sendiri. San menangis, meminta maaf ada Ibunya.


Sementara itu, Menteri Eun dan Koo Hyung ada di belakangnya.


Tiba-tiba Won datang bersama Jin Gwan dan Jang Eui. Menteri Eun terkejut melihat Won, tapi Won melarangnya untuk mengatakan apapun.


Won lalu memberi penghormatan pada Ibu San.


Won memuji, ibu San dimakamkan di lokasi yang indah. San menjelaskan, ibunya menyukai tempat itu karena bisa melihat danau. Won tiba-tiba memutuskan, mulai sekarang ia menyukai tempat itu juga. Ia mengajak San datang kesana lagi secara berkala karena ia menyukai tempat itu.

"Bukankah kau sibuk? Kenapa kau disini?"

"Untuk menemuimu."

"Kenapa?"

" "Kenapa"? Gurumu mengirimmu untuk membantuku, dan kau malah pergi. Kau membuatku datang padamu, dan kau bertanya "kenapa"?"


San sudah berencana, ia akan segera kembali, ia hanya ingin mengatakan sesuatu pada ibunya.

"Aku mau melakukan sesuatu. Eun San! Mulai sekarang, kau harus tinggal bersamaku."

San akan protes, tapi Won tidak memberinya kesematan.


Won menyampaikan, San bisa memutuskan dengan cara apapun, jika San menginginkan gelar, ia akan memberikannya. Jika San ingin menjadi temannya, ia ana memperlakukan San seperti itu. Tapi.. jika San menolak mendengarkannya, ia akan memenjarakannya dan mengurungnya.


Moo Suk lewat di depan Koo Hyung, tapi Koo Hyun anteng-anteng saja, tidak curiga sama sekali.


Lalu Moo Suk lewat belakang Jin Gwan dan Jang Eui. Jang Eui merasakannya jadi ia memeriksa, tapi kehilangan jejak.


Moo Suk sebenarnya sembunyi dan mengawasi San dan Won dari sana.  


San menyampaikan, Guru Lee memberinya satu misi, untuk membantu Won mengambil langkah pertama. Lalu-- Won memotong dengan mengatakan kalau Rin akan pergi.


San menanggapi, ia sudah tahu itu. Won berkata lagi kalau ia tidak bisa menghentikan Rin. San mengerti.

"Aku juga tidak bisa membiarkanmu pergi. Menjadi Putra Mahkota dan Raja yang hebat, bagi negara dan dunia ini. Itu tidak penting."

"Jeoha."

"Tetaplah bersamaku. Aku akan membuatmu tetap disini dan menunggu sampai kau melihatku."


Won membelai rambut San lembut, lalu ia mengaku, ia punya sikap yang mengerikan tapi ia sangat sabar. Lihat saja, ia akan menunggu dan menunggu. setiap kali San berbalik kebelakang, ia akan berada di sana.


Menteri Eun mengunjungi Kanselir.


Sementara itu Bi Yeon kencan dengan Moo Suk.


Kanselir merasa tak enak, harusnya ia yang mengunjungi Menteri Eun, ia tidak tahu bagaimana harus berterima kasih. Jika San tidak memberi kesaksian tidak bersalah pada Jeon--

Menteri Eun menyela, "aku ragu kalau dia tidak bersalah. Dia bersalah, tapi putriku memutuskan untuk melepaskannya. Dia menolak untuk balas dendam atas apa yang ia tunggu selama delapan tahun ini.

"Apa kau mengatakan kalau anakku penyebab kematian istrimu?"

"Apa kau tahu alasannya?"


Bi Yeon mengatakan pada Moo Suk kalau tuannya bicara dengan Kanselir. Ia ragu akan semudah itu, mengingat San hampir menikah dengan Wang Jeon.

Bi yeon memberikan kue buatannya untuk Moo Suk dan ia bertanya bagaimana rasanya menurut Moo Suk, enak? Moo Suk menangguk.

"Kalau begitu bisakah kau senyum?" Pinta Bi Yeon dan Moo Suk pun menunjukkan senyumnya.

"Tuanku akan menjual anak buahnya jika itu bisa menyelamatkan putrinya. Bukan begitu. Pokoknya, dia harus mendapatkan apapun yang ia mau. Aku dengar dia menyembunyikan hartanya."

"Hartanya?" Moo Suk mulai tertarik.


Dan menemui Koo Hyung di luar, bertanya apa Koo Hyung adalah pelayan di rumah San dan Koo Hyung membenarkan. Dan bertanya lagi, apa menteri Eun ada di dalam, Koo Hyung kembali membenarkan, mereka sedang berbicara.


Dan lalu meminta pelayannya memberikan kudapan, ia akan mengantarkannya langsung pada Menteri Eun sebagai balasan karena Menteri Eun sudah menyelamatkan keluarganya.


Dan sudah mendekati pintu, hendak mengetuk tapi terhenti kala mendengar pembicaraan ayahnya dan Menteri Eun di dalam.


Menteri Eun membahas Rin dan San. Menteri EUn tahu, hari-hari yang dihabiskan oleh Rin di sana bagaikan siksaan dan apa yang putrinya lakukan kemarin pasti membuat Ratu marah, masa depan putrinya terancam.

"Apa anda punya rencana? Aku akan mendengarnya." Tanya Kanselir.

"Bagaimana kalau.. menikahkan anak-anak kita dan mengirim mereka pergi jauh? Ratu berasal dari Yuan, jadi mereka tidak bisa pergi ke sana. Aku sedang memikirkan suatu tempat di luar sana. Aku punya orang-orang yang bisa menyiapkan rumah di Saracen."

"Pernikahan kerajaan berarti menambahkan nama ke daftar wanita kerajaan. Itu sebabnya setiap pernikahan membutuhkan persetujuan Ratu."

"Begitu kita berdua sepakat untuk ini, Aku berencana untuk mengunjungi Ratu."


Dan membeku mendengar semua itu, sampai Jin Gwan muncul dan memanggilnya, heran kenapa ia ada di sana.


Dan lalu berbalik menuju Jin Gwan dengan linglung. Jin Gwan meminta nampan kudapan yang dibawa Dan, takut akan jatuh mungkin.

"Aku punya pesan untuk Tuan Rin. Apa yang terjadi?"

"Aku tidak tahu."

"Tentang apa?"

"Apa aku harus bahagia, atau sedih? Jin Gwan!"

"Ya, Agasshi."

"Aku mungkin tidak bisa melihat kakakku lagi. Tapi jika dipikirkan kembali.. aku sangat lega. Apa yang harus aku lakukan?"


Song In kembali melapor di tempat yang sama, "Kita sangat beruntung. Aku pikir Tuan Eun dan putrinya akan mengacaukan semuanya, Tapi sekarang, aku bisa memanfaatkan mereka lagi. Kita bisa menggunakan mereka untuk menjauhkan Seja Jeoha dari Ratu.. dan membuat alasan bagi Lin untuk datang pada kita."


Orang itu adalah Raja ternyata yang sepertinya sedang dalam keadaan lemah dan hanya Boo Yong yang bersamanya.

"Rin anak yang baik. Dia sangat menghormatiku. Buat Won.. melepaskan tahtanya sendiri." Kata Raja lemah.

"Tentu. Aku tidak akan memberi kesempatan Yuan untuk menolak. Seja Jeoha akan menurunkan tahtanya sendiri."

"Rin anak yang baik."

"Benar. Dia akan melayani anda dengan setia."


Batin Song In: Jadilah raja wayangku (Raja yang bisa diatur-atur) dan tusuk hati anakmu.
*Aku yakin Raja begitu karena obat/ramuan yang selalu Boo Yong bakar untuk Raja.


Rin membawa sebuah dokumen saat keluar dari kantor inspektur dan tiba-tiba Moo Suk menunjukkan dirinya.


Rin mengeluarkan pisaunya sambil berjalan mendekati Moo Suk, Rin bertanya apa Moo Suk kesana untuk mengaku? Ia mengingatkan bahwa disana itu adalah kantor inspektur.

"Aku di sini untuk membawamu." Jawab Moo Suk.

"Apa aku harus ikut denganmu?"

"Apa Anda tidak mau tahu siapa yang menunggumu?"

"Tidak. Tapi aku harus menangkapmu dengan tanganku."

"Menteri Keuangan berada dalam bahaya. Ikutlah denganku."

Rin yang sudah siap menghunus pisaunya kemudian memasukkannya lagi dan mengikuti Moo Suk.


Kasim Choi menemui Ratu, menyampaikan bahwa Menteri Eun ingin menemuinya untuk membicarakan daftar wanita kerajaan. Kasim Choi ragu menyampaikannya tapi Ratu memaksa.


AKhirnya Kasim Choi menjelaskan, ini tentang pernikahan, antara Eun San dan TWang Rin. Menteri Eun ingin meminta izin Ratu untuk menikahkan mereka.

Ratu tertawa tak percaya.


Sementara itu, Menteri Eun menunggu di ruang yang disediakan. Seseorang datang dan membakar sesuatu, kaya menyan gitu.

Orang itu adalah Boo Yong, setelah asap mengepul, Boo Yong menutup hidungnya dengan kain. Itu racun kan?


San kembali membantu Won dengan pekerjaannya, Tapi San terlalu sibuk dengan yang lain membuat Won cemburu. Won berdehem beberapa kali untuk mengkode San tapi San tidak menanggapinya.


Lalu Jin Gwan datang, membisikkan sesuatu pada Won. Won terkejut dan melihat San.


Ia akan pergi tapi menoleh menatap San sekali lagi. Namun akhirnya WOn tidak mengatakan apapun hanya pergi begitu saja, tapi ia kelihatannya sangat panik.


Won marah pada Jin Gwan karena tidak memberitahunya lebih awal. Jin Gwan tidak tahu menteri EUn akan bergerak secepat ini. Jang Eui lalu bergabung dengan mereka, berkata kalau Menteri Eun sudah berada di Wonseongjeon.


Dada Menteri Eun semakin sesak, ia mengeluarkan obatnya tapi Boo Yong mengambil obat itu lalu keluar. Menteri Eun memohon agar Boo Yong memberikan obatnya tapi Boo Yong tidak peduli.


Menteri Eun akhirnya roboh dan sangat kesakitan tapi Boo Yong dengan santainya berjalan keluar.


Won-Jin Gwan-Jang Eui bergegas ke tempat Menteri Eun menunggu.


Sementara itu, San akan menulis sesuatu tapi pikirannya tidak enak, ia melamun dan akhirnya ia meneteskan tinta ke kertas yang akan ia tulisi dan entah kenapa San merasa harus melihat keluar.


Won sampai disana, namun ia sudah terlambat. Jin Gwan keluar lagi untuk memanggil tabib kerajaan, sementara Jin Gwan memeriksa keadaan Menteri Eun.

Won shock melihatnya, ia mendekat dan memanggil-manggil menteri Eun, bertanya kenapa Menteri Eun berbaring disana? apa yang terjadi?

.
Won memeriksa denyut nadi Menteri Eun dan sudah tidak ada. Won menolak percaya, ia yakin ia salah lalu menyuruh Jin Gwan memeriksanya.

"Jeoha. Sudah terlambat."

Won takut, ia terus berusaha menyadarkan Menteri Eun, tapi sia-sia, tangan Menteri Eun bahakan terkulai lemas, sudah tidak berotot.

4 komentar

Makasih recapnya 😍 seru banget dan bikin pilu. Won mulai diserang dari segala arah song in durjana... dia mastermind dibalik semua kekacauan ini. Won emang ahli strategi tapi gak berpengalaman ngadepin politik kerajaan yang kotor. Aku penasaran sama kelanjutan ceritanya. Bakal segelap apa Won ngadepin tikus song in yang durjana. Kematian ayah Eun San bisa jadi titik balik Rin yang akan lebih aktif berusaha melindungi San. Semoga Rin gak nyebrang ke tetangga sebelah dan mengkhianati Won. Aku juga nunggu saat San sadar akan perasaannya ke Won... (hadeuh mungkin gak yaaa😳)

Sejujurnya aku takut kalo San dan Rin jadi musuhan ama Won.... 😢 secara gak langsung Won yang menyebabkan kedua orang tua San meninggal 😨

Aku maunya san jadian sma won... Kasian won.. Bnyak berkorban.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...