Friday, August 25, 2017

Sinopsis The King LovesEpisode 24

 
Sumber Gambar: MBC


Benar ternyata, San akan memegang lukanya dan Rin menahannya karena nanti bisa terinfeksi. Mereka jadi canggung, lalu Rin melepaskan tangan San.

Setelahnya, Rin keluar dan meminta San beristirahat.


San tertidur, samar-samar ada yang menghapus airmatanya. San membuka matanya dan ia melihat Won.

"Kau begitu lagi. Menangis ketika tidur."

"Han Cheon-ie?"

"Ya, ini aku."

"Ini pasti mimpi."

"Ini bukan mimpi."


San kembali menutup matanya tapi ia membukanya lagi kala teringat sesuatu, ia harus mengembalikan barang oemberian Han Cheon, burung. baru setelah itu, San benar-benar kembali tertidur lagi.


San terbangun saat matahari sudah terik. Ia melihat baskom yang semalam Rin gunakan untuk merawat lukanya. San lalu keluar, Jin Gwan menghampirinya mengatakan kalau Won sudah menunggu.


San berjalan ke lokasi dimana Won menunggu dan sepanjang perjalanan itu Won menyamai langkahnya sambil melihatnya, sayangnya ia tidak tahu.


Lalu Won memanggilnya, bertanya apa San tidurnya nyanyak? San tersenyum mendekati Won. Ia akan membungkuk memberi hormat tapi Won melarangnya, ia tidak suka.

"Tidurmu nyenyak?" Ulang Won.

"Aku tidur dengan nyenyak."

San melihat sekeliling, Won langsung memberi tahu kalau Rin pergi menemui mereka, Ayah San Menteri Keuangan, dan Guru Lee. Mereka menuju ke tempat guru Lee dan Won mengirim beberapa penjaga bersama mereka, jadi mereka akan aman.

"Bagaimana cara aku bisa membalas--"

"Jangan bicara begitu. Aku tidak mau mendengarnya."

"Apa itu perintah Seja Jeoha?"

"Ya."


Mereka jalan berdua, Won mengulangi cerita San, jadi orang-orang yang menyergap San adalah Song In dan Pria bertato ular. San menambahi, Wanita yang disamping Raja juga berada di pihak mereka.

"Ok Boo Yong." Kata Won.

"Mereka ingin anak Kedua Kanselir menggantikan posisimu."

"Itu sudah dari dulu."

"Lalu? Mengapa kau disini sekarang? Raja sangat marah."

"Dia ingin menurunkanku."

"Benar."


Won berhenti, bertanya apa yang harus ia lakukan? San tidak mengerti apa maksud Won. Won mengingatkan, ia sudah memberi San hak untuk membunuhnya, jadi San harus memutuskan ini.

"Memutuskan apa?"


"Tempatku sebagai Putra Mahkota. Apa aku harus memberikan padanya? Dan apa kita harus... pergi bersama disisa hidup kita? Aku datang untuk menanyakan itu. Kita bisa pergi ke samudera dan pegunungan. Dan mengunjungi negara-negara jauh."

"Jeoha--"

"Wine yang terkenal. Kita bisa mencari dan mencicipi semuanya. Bukankah itu perjalanan yang menyenangkan? Haruskah kita melakukan itu?"


San tidak langsung menjawabnya, ia melihat di belakang Won ada seorang yang mengintip, cuma kelihatan rolnya sedikit sih tapi San langsung tahu kalau itu adalah Dan.


San akhirnya menjawab: "Jika Seja Jeoha goyah, maka itu akan menjadi malapetaka". Lalu aku diberi perintah, "Bantu dia. sehingga dia tidak goyah".

"Tidak goyah?"

"Ya."

"Kau akan membantuku?"

"Tentu."


San akan mengembalikan sesuatu tapi Won menyela, mengajaknya pergi, ia butuh bantuan San. San mengeluarkan tusuk rambut burung dari lengan bajunya.


Dan berkaca-kaca melihat mereka berdua pergi.


Kasim Kim dan dua kasim bawahannya membawakan makanan dan obat untuk Won. Kasim Kim mengumumkan kedatangan mereka, lalu ia menyruuh kedua Kasim pergi.


Kasim Kim membuka tirai tempat tidur Won, ia mulai bersandiwara.

"Aigoo. Anda tidak bisa bangun? Anda harus bangun dan makan, Jeoha~~" Padahal yang ia peluk adalah guling.

"Ratu yang menyiapkan bubur ini sendiri. Tolong dimakan. Jeoha~" Padahal ia yang melahapnya sendiri.


Won, Rin, dan San sedang di markas mereka menyantap nasi sup buatan Ahjumma, mereka memuji nasi sup itu sebagai nasi sup terenak di Goryeo.


Tiba-tiba Jin Gwan datang membawa seseorang. Dia adalah saudara seperguruan San dan mereka senang sekali bisa bertemu.


Won dan Rin cemburu melihat kedekatan mereka, apalagi pake pegang-pegang dan peluk-peluk.


San merangkul saudaranya itu dan mengenalkannya pada Won-Rin. Mereka semua ingat satu sama lain. Won adaah yang dikalahkan San saat main hoki dan Rin adalah sahabat Won.

Won: Yaa Yaa Yaa! Kalian tidak merasa kepanasan berdekatan begitu?

San dan saudaranya hanya tertawa.


Suara Won: Jika kau bisa mengatasi tentara Eungyang dan Yongho, pasti akan mudah.
San dan Saudaranya pergi ke markas tentara Eungyang untuk bertemu dengan Saudara yang mereka kenal.

Suara San: Saudaraku ini akan bertindak sebagai utusan Guru Lee. Semua orang pasti mengenal Guru kami setidaknya pernah bertemu sekali. Kami memiliki saudara tentara Eungyang. Dia salah satu Asisten Komandan, dan dia memberi kami berita buruk.

Suara San: Pengawal Raja memiliki lebih banyak makanan dan senjata daripada mereka, tapi barak pangkalan lain seperti tentara Eungyang tidak pernah dipasok.


San melanjutkan dalam rapat, "Mereka memiliki sedikit makanan, pakaian, dan senjata. Ruang Perburuan mereka memiliki hak untuk mendistribusikan persediaan.

Won menanggapi, "Mereka adalah pengawal Apamama dan orang-orang jahat.

Saudara San menyahut, "Mereka menjual persediaan di pasar, dan tentara diberi makan biji-bijian yang sudah lama.

San menyela, "Bukalah karung, dan akan keluar cacing dan kutu.

Sambung Saudara San, " "Mereka memberi kita protein dengan gandum". Itulah yang mereka pikirkan. Ha Ha Ha."


San melanjutkan, terkadang agar mereka bisa makan, mereka terpaksa mencuri. Mereka melepas seragamnya, dan memakai masker seperti pencuri.

"Apa mungkin--" Sela Rin.

"Mereka mencuri milik Pengawal Raja. Para Komandan menutup mata mereka."

"Dengan bantuannya, pa bisa kejadian langka itu terjadi malam ini?" Tanya Won.

"Apa?" San heran.


Won bicara pada pengawalnya, "Pengawal kami cukup terkenal.

Jang Eui:  Sangat terkenal. Mereka sangat terampil. Seberapa bagus mereka?

Jin Gwan: Mereka berpindah seperti bayangan. Mereka tidak pernah terlihat.

Pengawal bayangan yang senior: Itulah mengapa... kami disebut bayangan.

Jang Eui: Raja mengirim orang-orang terbaiknya untuk melacak mereka.

Jin Gwan. Tapi dia tidak menemukan bayangannya.

Pengawal bayangan yang senior: Itulah mengapa... kami disebut bayangan.


tentara Eungyang kembali melakukan penyerang pada kelompok yang membawa bahan makanan, mereka harus mencuri agar bisa makan.


Sementara itu, di depan jalan mereka ada Jin Gwan dan Jang Eui yang sedang berdebat soal menu makan malam hari ini.


Mereka berbalik dan melihat para tentara Eungyang. "Tangkap pencuri ini."

Mereka menyuruh Jin Gwan dan Jang Eui menyingkir tapi tentu saja tidak mau, akhirnya mereka bertarung.


Pengawal bayangan lain muncul, mereka memblokir jalan para tentara yang mau kabur.

"Siapa kau?"

"Apa kau.. pernah mendengar pengawal bayangan?"

Dan mereka semua langsung dilumpuhkan.


Ada satu tentara yang mau kabur dan ia malah bertemu dengan Rin.

"akan menyandera teman-temanmu. Beritahu Komandanmu. Jika dia tidak menemui kami hari ini, maka Pengawal Raja akan menemuimu."

"Kami hanya pencuri. Kami tidak memiliki Komandan."

"Aku yakin kau punya. Komandan Tentara Eungyang. Jika Tuanku mendengar apa yang terjadi, dia pasti akan bingung. Tentara Eungyang berpakaian sebagai pencuri untuk mencuri persediaan Pengawal Raja."

"Tuan pengawal bayangan berarti..."

"Sebelum matahari terbenam hari ini. Datanglah ke Geumgajeong."


Rin melepaskan tentara itu dan tentara itu langsung lari untuk menemui Komandannya. Tentara itu meninggalkan tombaknya dan Rin memperhatikan tombak itu.


Sementara itu, Komandan Tentara Yongho, Eo Min Taek sedang sibuk di rumah Gibang.

Suara San: Dia mengurus Ruang Perburuan. Tidak itu saja, Dia dengan mudah mengambil apa yang dimiliki anak buahnya. Dia bahkan membayar lebih kurang dari bayaran kecil yang mereka dapatkan karena berbagai alasan.


Suara San: Lim Chi Young bertugas di bawahnya sebagai Jendral. Ada banyak cerita menarik tentangnya. Setiap hari, dia merendam beras tentaranya dengan air. Sehingga Komandan tidak bisa menerimanya. Dia memihak anak buahnya.


Suara San: Karena itu, dia dipenjara, dihukum, dan diturunkan pangkatnya.


Won menemui Lim Chi Young yang saat ini sedang mengasah pedangnya.

"Jenderal Lim Chi Young."

"Itu benar namaku, tapi tidak dengan pangkatnya. Kau siapa?"


Lalu pengawal bayangan menampakkan diri. Lim Chi Young mengenali mereka, Apa mereka... pengawal bayangan?

"Sudah kuduga, kau mengenalinya."

"Anda... Seja Jeoha?"

Lim Chi Young langsung berlutut diikuti tentara yang lain.


Won mengulurkan tangannya. Lim Chi Young bingung tapiakhirnya ia memberikan tangannya juga. WOn lalu menarik Lim Chi Young untuk berdiri.


Komandan Tentara Eungyang datang ditemui oleh Ahjumma. Tapi setelah Komandan memperkenalkan namanya, bibi malah menguap luebar sambil berjalan ke dalam.

"Beraninya kau?!"


Won kemudian turun, ia memuji Komandan yang merupakan orang baik, Komandan bisa saja tidak peduli pada pengawalnya.

"Seseorang menyebut nama Seja Jeoha dan mengancam mereka."

Lim Chi Young muncul, Komandan Heran, kenapa Lim Chi Young ada di sana. Lim Chi Young mengatakan bahwa pria yang di depan Komandan itu adalah Seja Jeoha.

"Komandan Tentara Eungyang Ko Sung."

"Jeoha.!"

"Aku membutuhkan tentaramu. Bisakah aku memakai tandamu? (Komandan memiliki tanda khusus)."

"Tidak bisa."

"Untuk satu hari?"

"Bolehkah aku mengajukan pertanyaan?"

"Tentu."

"Apa anda merencanakan pemberontakan?"


Won menunjukkan tombak para tentara komandan yang ditinggal di bukit tadi, "ini adalah tombak para tentaramu. Ujungnya terlepas, jadi diikat dengan kain. Kapan terakhir kali kau mendapat senjata baru?"

"Musim semi lalu."

"Gaji?"

"Empat bulan lalu."

"Dan makanan?"

"Jika anda merencanakan pengkhianatan... saya tidak akan tinggal diam. Saya akan melindungi Raja--"


Won menyuruh Komandan melindungi Raja, tapi mereka harus menyingkirkan orang-orang bersama Raja. Dengan begitu Komandan bisa melindungi Raja dan bangsanya sambil menikmati makan tiga kali sehari dan senjata dengan ujung yang tajam.

"Anda ingin... menyerang orang-orang Raja?"

"Ya."

"Dengan tanda khususku?"

"Dan Komandan Lim."

" "Komandan Lim"?"

"Ah.. Aku baru saja menangkap Komandan Tentara Yongho. Dia adalah Komandan baru. Kau mau meminjamkan otoritasmu? Hanya satu hari."


Saat Ratu sedang bermain baduk, Kasim Choi mendekati. Kasim Choi mengatakan mengenai perintah tertulisnya sudah selesai kemarin dan tinggal diberikan.

 
"Pengumuman itu ditulis pada malam hari. Saya yakin Raja akan menerimanya hari ini. Dia memberi perintah pagi ini. Akan ada rapat dewan yang dihadiri semua orang."




Ratu: Dengar! Jika kau ingin tahu apa yang direncanakan oleh aku dan anakku, tanyakan saja langsung.

Kasim:  tidak berani melakukan hal seperti itu.


Won mengetuk pintu kamar So Hwa tapi tidak ada jawaban. Jang Eui datang, menjelaskan bahwa San sudah pergi bersama saudaranya untuk menemui Guru mereka.

"Tanpa mengucapkan selamat tinggal?"

"Mereka pergi pagi-pagi sekali. Dia memintaku untuk mengatakan, "Semoga semuanya berhasil". Dia juga memintaku memberikan ini."


Jang Eui pamit dan Won membuka titipan San itu. ternyata adalah tusuk rambut hadiahnya.

"Dia mengingatkanku pada seekor burung. Dia singgah, dan pergi dengan mudah tanpa melihat ke belakang."


Won turun, Rin mengatakan semuanya sudah siap. "Ayo" ajak Won. "Saya akan mengawal anda." balas Rin. Mereka lalu kemuar bersama.


Para tentara yang sudah dikuasai Won menyerbu istana Raja. Won berjalan dengan percaya diri memasuki Istana Raja.


Song Bang Young gugup melihat semua itu, ia lasngsung berlari mengabari Raja.

"Tentara Eungyang dan Yongho mengelilingi istana kita."

"Apa katamu? Apa yang dilakukan anak buahku?"

"Mereka tidak bisa melawan para tentara itu. Saya yakin beberapa barak tentara lain bergabung dengan pasukan mereka."

"Bergabung? Dengan siapa? Untuk apa?"


Won pun masuk bersama para peringgi tentara dan pengawal bayangan, ada juga kepala utusan Yuan. Raja dan Song Bang Young panik.

"Itu... Si bodoh itu..."

"Apa tidurmu nyenyak, Apamama?"

"Kau..."


Won melihat dokumen di meja Raja, bertanya apa itu pengumuman yang Raja buat untuk menurunkannya? Raja langsung mengambil dokumen itu dan memeluknya, ini... ini pemberontakan.

"Tidak ada orang di luar? Aku dikelilingi oleh para pengkhianat! Tangkap mereka!"

Kepala Utusan membentangkan dokumen di meja Raja, "Anda hanya perlu membubuhkan tanda tangan, Raja."

Song bang Young ketakutan, ia langsung bersembunyi di belakang tempat tidur raja.

Raja menghadapi semua seorang diri, "Kau mau membunuhku?"

"Kenapa anda berpikir demikian?"

"Aku ayahmu. Aku ayah kandungmu."

Won lalu meminta Kepala Utusan untuk menjelaskan pada Raja karena sepertinya Raja salah paham.

"Perintah ini berisi, Anda harus membantu Seja Jeoha untuk menjadi penerus anda. Seja Jeoha sudah tumbuh dewasa, dan sekarang saatnya dia belajar memerintah. Kami meminta anda memberikan takhta untuk sementara waktu dan memberi anakmu gelar sesuai statusnya jadi anda bisa menguji seberapa terampilnya dia. Itulah yang akan aku katakan pada Tuanku, Kaisar Yuan."


Won menambahi, "Para Menteri yang dipimpin oleh Kanselir, Para murid yang dipimpin oleh Guru Lee Seung Hyu. juga.."


Won meminta Rin maju dan membuka kotak yang dibawanya. Won mengeluarkan seluruh isi kotak itu, semuanya adalah tanda dari Komandan tentara yang mendukungnya juga tanda milik pejabat lainnya.

"Mereka semua... percaya bahwa aku harus memiliki kesempatan ini. Bagaimana menurutmu, Apamama?"

Raja langsung lemas terduduk.

 
"Dan aku akhirnya membuat kandang burung untuk burungku. Sangat besar supaya dia tidak tahu itu ada, Dan sangat cantik sehingga dia tidak ingin meninggalkannya."


Won memanggil Rin, "Ikut denganku."

Won lalu keluar dari ruangan Raja diikuti yang lain.


Won mengajak Rin berkuda menuju pegunungan dimana bunga-bunga bermekaran sepanjang jalan.


Sementara itu, San sudah ada di gunung itu untuk memetik beberapa bunga.

"Hari itu, burungku singgah sejenak di antara bunga merah jambu yang mekar di mana-mana."


Won dan Rin datang, San melihat mereka dan tersenyum.

"Saat aku melihatnya tersenyum, aku tahu.. aku pasti akan membuang semuanya untuk mendapatkan dia."


San mengendap-endap dibelakang Won, ia mengkode Rin untuk diam. San lalu meletakkan mahkota bunga di kepala Won.

"Aku mungkin harus meninggalkan temanku.. dan bahkan diriku ( Tahta Seja). Aku akhirnya akan meninggalkan semuanya."


Rin tak bisa menahan tawanya dan akhirnya Won sadar ada sesuatu di kepalanya, ia akan melepasnya tapi San dan Rin kompak melrangnya.

"Tapi.. Aku tidak bisa menahan diri."


San kembali mengambil bunga, Won dan Rin memanggilnya. San tiba-tiba mengeluh sakit lalu ia tidak kelihatan.

Won dan Rin kaget dan berjalan mendekat tapi mereka tidak menemukan San.


San tiba-tiba muncul dan langsung merangkul lengan keduanya.

"Hari itu. Hari dimana kami merasa kesakitan.. hanyalah sebentar."

The End..

Begini saja akhirnya Hahahaha, biarlah San tidak memilih siapapun, jadi mereka bisa hidup bertiga sebagai teman, tidak ada yang saling menyakiti. Hidup bahagia selamanya..

*Tapi ini masih lanjut kok, masih ada 16 episode (4 minggu lagi).

4 komentar

setuju kak.. dah segitu aja biar gak ada konflik yg nyeseeekin hati.. :)

Setiap baca recap dan nonton drama ini emang nyesek banget tapi belum afdol kalo belum liat kiss scene 😅 siapa yang bakal dapet first kiss dari san 😆 sebenarnya metafora dari bird cage-nya Won adalah keinginan dia jadi raja yang baik. Bisa bikin negara yang indah dan nyaman buat San. Gila romantis banget... Rin itu lembut, sopan, guanteng, dan setia wah pokoknya idola banget lah. Tapi tokoh Won yang ekspresif dan meledak-ledak juga gak kalah menggoda. Won yang ambisius, ahli strategi tapi hatinya lembut dan bersedia berbuat apasaja untuk orang yang dicintainya... wah drama ini bikin hati dan pikiranku berkabut mikirin kelanjutan ceritanya. makasih untuk recapnya. Tetap sehat ya mba diana

Aku coba pahami obsesi Won Pada San. Aku ngerti Won tumbuh sendiri tanpa sentuhan cinta yang wajar dari kedua orang tuanya. Dari kecil ditanamkan dalam benak Won oleh ibunya kalau dia harus cepat jadi raja agar posisinya tidak diambil orang. Won yang malang tidak bisa membedakan cinta dan obsesi beda sama Rin yang tumbuh wajar ada ayah yang membimbingnya dan ada adik yang sayang padanya. Aku yakin Won akan belajar mencintai San lebih baik lagi. Aku tetap dukung kebahagiaan Won yang malang, biarpun kemungkinan besar San gak bisa bersama Won. Aku harap San bisa bales cinta Won. Aku gak tega liat puppy eyes-nya Won ☺. Aku juga gak berharap sesuatu yang buruk terjadi pada Rin. Semoga mereka bertiga bisa melewati ini semua dan tetap jadi sahabat selamanya.

Aku coba pahami obsesi Won Pada San. Aku ngerti Won tumbuh sendiri tanpa sentuhan cinta yang wajar dari kedua orang tuanya. Dari kecil ditanamkan dalam benak Won oleh ibunya kalau dia harus cepat jadi raja agar posisinya tidak diambil orang. Won yang malang tidak bisa membedakan cinta dan obsesi beda sama Rin yang tumbuh wajar ada ayah yang membimbingnya dan ada adik yang sayang padanya. Aku yakin Won akan belajar mencintai San lebih baik lagi. Aku tetap dukung kebahagiaan Won yang malang, biarpun kemungkinan besar San gak bisa bersama Won. Aku harap San bisa bales cinta Won. Aku gak tega liat puppy eyes-nya Won ☺. Aku juga gak berharap sesuatu yang buruk terjadi pada Rin. Semoga mereka bertiga bisa melewati ini semua dan tetap jadi sahabat selamanya.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon