Thursday, August 10, 2017

Sinopsis Manhole Episode 1 Part 1

Tags

Sinopsis Manhole Episode 1 Part 1

Sumber Gambar: KBS2


Seekor kunang-kudang tiba-tiba melesat cepat bak meteor membelah kota Seoul.


Kunang-kunang itu terbang diatas rumah, tepatnya dua buah rumah yang berdempetan.  Di salah satu rumah itu ada seorang pemuda yang sedang menuang minuman kedalam gelas.



Pemuda itu menatap ke rumah sebelah, dimana seorang ibu sedang bersamaputrinya yang akan menikah. Ibu menyuruh putrinya tetap disana sampai pengantinpria datang. 


Narator:  Bong Pil, 28 tahun. Dia sudah belajar untuk ujian PNS selama 3 tahun. Pusat cerita ini dan karakter utama.


Kunang-kunang tadi terbang menuju Pil dan Pil menangkapnya tapi tidak kena.  Kunang-kunang itu pun terbang menjauh dengan cepat/


"Cintaku menghilang seperti bintang jatuh. Seperti wine gingseng ayahku yang berusia 20 tahun, saat orang-orang membuat wine, mereka mengharapkan wine itu akan tambah manis seiring bertambahnya usia. Tapi cinta yang tersimpan dihatiku semakin pahit seperti piala yang penuh racun. "


Di bawah ada ribut-ribut, "Beli kotaknya!!" Teriak orang berkali-kali. Putri tadi menengok ke asala suara dan Pil cepat-cepat sembunyi. Tapi sepertinya Putri itu mengenali siapa yang datang, ia langsung merapikan pakaiannya.


"Soo Jin, sudah 28 tahun. Ya, sudah 28 tahun. Aku yakin cinta kita dimulai 28 tahun lalu. Kami lahir hanya berjarak 3 hari di rumah sakit yang sama. Kami telah menggunakan tempat tidur yang sama selama 28 tahun. Aku menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cintaku. Tapi mengejutkan, dia bilang akan menikah dengan pria yang baru ia temui beberapa bulan lalu." 


"Kau hanya mendapatkan satu kesempatan dalam hidup. Hidup tidak pernah mengarah sesuai apa yang kau inginkan."
Di bawah sangat ribut dan Pil sangat geram mendengarnya, ia benci keramaian.


Kunang-kunang tadi melewati sebuah lorong dan masuk ke dalam sebuah lubang got. Entah kenapa tutup lubang itu menyala.

 
-= Episode 1 =-
Cintaku Pergi

Pil marah-marah pada orang-orang yang ramai dibawah itu. Ternyata itu hanya acara lamaran untuk Soo Jin.

"Ahhhhh.. Aku tidak bisa hidup dengan semua kebisingan ini. Apa kau menyewa seluruh kompleks ini? Apa yang ku lakukan larut malam begini? Berani-beraninya kau membuat kebisingan di sini?!"


Pria yang menggunakan topeng cumi-cumi kering meyuruh mengabaikan Pil dan mulai pestanya lagi. Pil tidak berhenti, ia bertanya, jam berapa sekarang?

"Jam 9." Jawab pria bertopeng cumi-cumi.

"Jika sudah jam 9 malam, apa artinya kau boleh memakai benda ini (menyentuh topeng cumi-cumi) dan membeuat keributan di kompleksku? Apa pernikahan sehebat itu? Pernikahan itu adalah pemakaman untuk masa mudamu, bodoh!"

Pria itu mencopot topengnya kesal, siapa sih Pil sampai bicara ngelantur seperti ini.


Soo Jin turun dan memanggil Pil kesal, "Yaaa!!!!"

Narator: Kang Soo Jin, 28 tahun. Seorang Femme fatale di kompleks. Dia adalah cintanya Pil, tapi hari pernikahannya seminggu lagi.

Ibu Soo Jin menyuruh Soo Jin masuk tapi Soo Jin bilang tidak apa-apa. SOo Jin tetap memelototi Pil.

"Yaa! Berhentilah memanggilku." Kata Pil kesal.


Orang tua Pil ada disana, mereka kesal dengan kelakuan Pil itu.

Narator: Mereka adalah orang tua Pil. Seorang Kepala Sekolah yang hampir Pensiun dan Istrinya. Mereka sudah lama menyerah atas putranya.

Ayah Pil melemparkan botol wine 20 tahunnya yang dihabiskan Pil. Pil mundur-mundur sampai menabrak Soo Jung.

"Aku ingat, hari ketika binatang yang tidak pernah tahu cinta.. akhirnya menjadi manusia."


"kelas tiga. Ketika Soo Jin ditugaskan untuk duduk di sampingku, aku menyadari apa itu cinta. Aku ingat saat mengekspresikan perasaanku dengan cara yang radikal namun jujur. Tapi aku terlalu progresif saat itu, dan Soo Jin terlalu konservatif."

Pil menggambar seorang pria telanjang dan seorang wanita disampingnya. Soo Jin diejek teman-teman karena gambarnya dan Soo Jin menangis selama 2 jam setelah duduk disampingnya.

 
"Aku mengatakan padanya bahwa aku akan bertanggung jawab
(tapi Soo Jin malah menampatnya). Sial! Saat itulah semuanya dimulai."

Pagi Hari. Ibu Pil memasak di dapur dan ayahnya menghitung uang di sofa. Sementara itu, Pil bangun, ia mengambil rokok tapi tinggal wadahnya saja, ia melihat dompet tapi isinya kosong.


Pil memanggil ayah dan Ibuanya sambil berjalan turun tapi seketika itu kedua orang tua Pil hilang tanpa jejak. Pil heran, karena berdasarkan suara yang ia dengar tadi, kedua orang tuanya ada di rumah tapi kok mendadak hilang?

"kemana mereka pergi?" Pil bertanya-tanya tapi ia tidak ambil pusing dan segera pergi.


Ternyata ayah dan Ibu pil bersembunyi dibalik rak.


Pil melewati kedai Jus dan pemiliknya menyapa Pil, mereka seumuran. Wanita itu menyinggung soal Pil yang membuat keributan diacara lamaran Soo Jin semalam.

"Itu pasti berita buruk untukmu. Kau selalu disekelilingnya selama ini seperti lalat yang merubungi kotoran."

"Yaa, Isshh!"

"apa? Issshh"

"Mmenjijikan!"

"Tapi memang seperti kotoran."

"Berhenti berbicara tentang kotoran. Hentikan!"

"Okey, Kau pasti sedih. Aku akan membuatkanmu jus. Ambil satu sebelum kau pergi."

Pil menolaknya kesal dan langsung pergi. Wanita itu kesal juga karena Pil kesal padanya padahal ia tak tahu apa-apa.


Narator: Yun Jin Sook, 28 tahun. Dia lahir dan dibesarkan di kompleks Pil. Dia adalah teman yang tahu segalanya tentang Pil.


Pil ke ruang belajar, ia bertanya pada temannya, apa si teman merokok?

"Aku mendengar Soo Jin melakukan upacara kotak." tanggapan si teman.

"Beri aku sebatang, please..."

"Apakah pernikahannya seminggu lagi?"

"Rokok.."

"Aku tidak punya apa-apa untuk dipakai diacara pernikahan."

"Punya rokok gak, bodoh? Lupakan pernikahannya. Apa kau punya rokok?!"


Si teman itu terkejut dibentak Pil, ia lalu memintakan rokok pada yang lain.

Narator: Jo Seok Tae, 28 tahun. Dia telah belajar selama enam tahun. Hidupnya tampak tidak ada harapan.


Pil berhasil mendapatkan sebatang tapi koreknya yang bermasalah, tidak mau mengeluarkan api. Seok Tae curhat, ia dengar tingkat kelulusan ujian PNS tahun ini adalah 268 banding 1, ia rasa akan memasuki 30 tahun sebelum sempat lulus ujian.


Pil menegurnya, apa sejatinya yang Seok Tae pelajari sampai gak lulus-lulus, Seok Tae bahkan berbohong pada Bongbong Pub bahwa Seok tae menempuh ujian bar (hukum).

"Yaa! Semua ujian PNS itu sama. Hakim dan jaksa juga PNS. Lalu kau? Kau kan juga belajar untuk ujian tingkat sembilan." Jawab Seok Tae gugup.

"Yaa! aku belajar untuk menjadi polisi. Kau dan aku benar-benar berbeda."

"Polisi apaan? Bagaimana jika aku belajar keras dan lulus dan kau gagal? aku akan menjadi PNS dan kau akan menganggur. Lalu apa? Maka kau dan aku akan berbeda."

"Sudah kukatakan. Mereka yang tidak berhasil selamanya tidak akan berhasil, itulah kau. Jadi berhenti bermimpi berandal."

"Yaa!, kau juga terlihat tidak akan berhasil. kau telah menyukai Soo Jin selama bertahun-tahun. Tapi dia akhirnya menikahi orang lain."


Namun karena mereka ribut terus dari tadi seorang Ahjusshi yang sedang belajar membentak mereka.

"Beraninya kau pagi-pagi mengganggu orang yang sedang belajar? Enyah saja jika kalian tidak ingin belajar."


Pil berbisik pada Seok Tae, Ahjusshi itu belajar untuk ujian apa? Dan Ahjusshi itu mendengar, "Tingkat tujuh, Ujian Jaksa, kau tahu?!"


Pil makan ramen ditempat Jin Sook dan Jin Sook menyarankannya untuk membunuh mempelai pria. Pil kesal mendengarnya dan langsung meninggalkan ramennya.

"Bagaimana aku bisa membunuhnya? Inilah mengapa.. dia sudah belajar selama enam tahun dan kau menjual jus."

"Yaa! jangan bandingkan kami. Aku adalah CEO Yun, aku adalah seorang pengusaha muda."


Dan juga, Jin Sook kesal karena mereka makan ramen di mejanya, pergisaja ke toserba.

"Terlalu ramai disana." Jawab Seok Tae dan ia mengambil mangkuk ramen Pil yang ditinggalkan.


Jin Sook merangkul Pil, bagaimana coba Pil akan menghentikan pernikahan itu dalam dua hari?

"Aku pasti akan menghentikannya. Lihat saja nanti." Jawab Pil.

"Benar, Pil pasti akan melakukannya, jangan khawatir. Tidakkah kau ingat? Dia jatuh saat akan lomba lari 1000 m. Jadi sekolah kita tidak bisa ikut kejuaraan nasional. Pil sangat hebat dalam menghentikan sesuatu." Sambung Seok Tae.

Pil sudah menunjukkan wajah tak enaknya dengan sindiran Seok Tae itu dan Jin Sook sudah memukul pundak Seok Tae agar berhenti tapi Seok Taenya lemot, Seok Tae malah terus lanjut.

"Juga, dia ahlinya dalam urusan kartu kredit. Dia membayar tagihan kartu kredit lama dengan kartu kredit lain. Jadi jangan khawatir, aku tahu dia."


Pil naik darah, ia langsung memukul kepala Seok Tae yang tengah meminum kuah ramennya, jadi bibir Seok Tae keguyur kuah panas ramen.

"Panas!" Teriak Seok Tae sambil kipas-kipas dengan tangan.

"Apa kalian berdua gila?" Kesal Jin Sook.


Jin Sook membantu Seok Tae mengoleskan salep ke bibir dan dagunya. Sementara itu, si pelaku, Pil, malah asyik minum.

Seok Tae: Yaa, kau sudah banyak mengganggu Soo Jin. Kau, jangankan 28 tahun, 280 tahun menunggu pun tidak akan mendapatkannya. Dasar!  Dia pantas disumpahi.

Jin Sook: Kurasa kulit melepuh belum cukup membuatmu diam, ya?

Seok Tae: Kurasa, aku akan memuntahkan isi perutku juga. Tenggorokanku rasanya ikut terbakar.


Pil bergabung dengan mereka, tenggorokan terbakar itu bukan apa-apa, ia bahkan merasa seakan jantungnya terbakar!

Jin Sook memukul dada Pil, berhentilah mengeluh begitu. Apa Oil ingin ia membawa Soo Jin ke sana? Ingin Jin Sook katakan padanya bahwa Pil mencintai dia?

"Kau kan sudah lama sekali mencintai dia. Setidaknya sampaikan padanya. Biar kuteleponkan."


Pil merebut ponsel Jin Sook, tidak boleh menelfon, tidak ada gunanya mengaku sekarang. Segera, mereka akan melewatkan malam pertama.

Jin Sook: Siapa yang tahu, mereka mungkin sudah malam pertama duluan.

Seok Tae: Benar.

Pil: Ah, malam pertama.. Tidak!!!


Jin Sook memutuskan untuk memberitahu semua orang di lingkungan kalau Pil mencintai Soo Jin, ia berinisiatif menggelar rapat komplek.

"Halo, warga komplek semuanya. Pil telah mencintai Soo Jin selama.."

Pil segera bergerak, ia membekap mulut Jin Sook. Tapi Seok Tae bebas, ia menyebut Pil Gila berkali-kali.


Jin Sook berhasil lepas dari Pil dan lehernya sakit sekali, ia tak menyangka Pil sekuat itu.

"Hei, apakah ada cara untuk mengulang segalanya?" Tanya Pil.


Seok Tae: Atau, tunggu saja mereka bercerai. Mereka yang cepat-cepat menikah, biasanya lekas bercerai juga. Itu namanya takdir. Sedang tren juga.

Pil super kesal, ia akan memukul Seok tae tapi kasihan, akhirnya ia pergi saja. Tapi Jin Sook mewakilinya untuk memukul kepala Seok Tae karena bicara omong kosong.


Jin Sook berakhir minum bersama dengan Seok Tae. Jin Sook kasihan pada Pil, toh wanita di dunia ini bukan hanya Soo Jin. Seok Tae kesal, ia harus melewatkan belajar hari ini gara-gara Pil.

"Kau tidak kunjung lulus padahal sudah belajar enam tahun. Satu hari bolos bukan apa-apa."

"Belajar itu soal tekad, tahu."

Seok Tae membahas soal Jin Sook yang pasti suatu hari nanti akan menikah juga kan? Ia sangat penasaran dengan siapa Jin Sook akan menikah.

"Pastinya bukan kau." Jawab Jin Sook lalu menyambar minuman Seok Tae.

"Hei, hei, aku juga tidak bilang mau menikahimu. Dasar gadis sinting." Seok Tae gugup sampai-sampai ia minum minuman bekas.


Soo Jin adalah seorang fotografer dan saat ini ia sedang digalerinya merawat bunga yang akan ia potret. Ia istirahat untuk melihat fotonya bersama tunangannya.


Seseorang masuk ke galeri.

Narator: Park Jae Hyun, 31 tahun. Apoteker di komplek tersebut. Tunangannya Soo Jin, sekaligus musuh utama Pil.


Soo Jin tidak suka fotonya karena ia tidak tersenyum padahal Jae Hyun senyum lebar sekali.

"Wajahku terlihat kacau. Apa hari itu aku sedang lelah?"

"Kau terlihat cantik. Tidak, lihat ini. Kau tersenyum, tapi coba lihat aku. Aku jadi merasa bersalah karenanya."

"Kau yang mengatur sendiri foto pra pernikahan kita sudah membuatku bersyukur. Kau benar. Kau tampak lebih cantik saat tersenyum."

"Sayang sekali. Aku ingin foto sekali lagi."


Jae Hyun menyinggung soal kipas angin yang rusak disana. Soo Jin menjelaskan, ia menyentuhnya dan mendadak tidak menyala, tangannya itu mudah merusak sesuatu.

"Aigoo.." Jae Hyun pamit karena ia hanya istirahat makan siang, ia akan kembali setelah pulang kerja untuk makan malam bersama.

"Soal kejadian semalam, aku minta maaf."

"Ah, tak apa. Itukan tradisi pernikahan. Sedikit keributan bukan masalah. Tapi temanmu mengerikan. Tunggu satu minggu saja. Aku akan membawamu pergi dari lingkungan aneh ini. Sampai jumpa."

"Ya, sampai nanti."


Soo Jin memandang fotonya yang tergantung di dinding. Ia sedang hormat dan saat ini ia menirukan gaya itu, tapi kemudian ia mendesah.


Saat turun tangga, Young Ju menelfon Jae Hyun, tapi Jae Hyung menghiraukannya.


Disebuah toko rental DVD dan komik, seseorang bernanyi sambil bermain gitar.

Narator: Oh Dal Soo, 29 tahun, Hyeong di komplek. Dulunya dia adalah mahasiswa jurusan film yang pintar. Tapi ya, hanya pintar. Tidak ada lebihnya.

Pil masuk ke sana, yang dikira Dal Soo adalah pelanggan. Sal Soo lalu bernyanyi untuk Pil.

"Itu tentang kisah cinta yang sedih. Kau mau menontonnya. Mirip kisah cintamu. Dua orang yang saling mencintai terpisah akibat impian mereka. Pada akhirnya, si wanita menikah dengan pria lain."

Pil memukulkan sandalnya ke lantai dengan kesal. Dal Soo bertanya, kenapa Pil kesana. Pil menjawab kalau ia hanya lewat dan..

"Jalur yang kau lewati biasanya tidak melewati tempat ini."

"Hyeong, biar aku bertanya sesuatu padamu."

"Tanya saja."


Dal Soo kan sudah menonton banyak sekali film. Di... di dalam film, bagaimana mereka menghentikan sebuah pernikahan?

"Yaa, sadarkan dirimu! Film ya film. Realita jauh berbeda. Bisa-bisa kalau tidak ditahan ya kau kena hajar."

Pil sangat frustasi mendengarnya. Dal Soo mendesah, kenapa Pil tidak menghentikan dia? Bukankah Pil selalu hebat dalam segala sesuatu?

"Aku tidak tahu kalau ia hendak menikah. Aku... aku bahkan tidak dapat undangan pernikahannya."

"Oh-ho, tidak terduga. Sebuah undangan pernikahan."

"Begitulah. Kenapa dia tidak mengirim undangan pernikah padaku."


Bukan itu maksud Dal Soo, tapi ia tidak habis pikir mengapa Pil terobsesi mendapat undangan pernikahannya. Mendapatkan undangannya justru berarti game over. Pil semestinya tahu sebelum dia memutuskan menikah.

"Begitukah? Sial." Pil guling-guling di sofa.

"Semua ini soal mengumpulkan informasi. Kau sudah kalah dalam permainan. Game over."

"Sialan! Aku benar-benar tidak tahu. Aku tahu kalau dia punya kekasih, tapi mana aku tahu kalau dia hendak menikah secepat ini?"


Dal Soo malah nge-rap, "Ingatlah kisah 12 kapal. Jenderal Yi Sun Shin kita hanya memiliki 12 kapal, namun ia tidak menyerah. Permainan belum tamat sekarang. Pergi ke medan kedua, ronde selanjutnya. Ada sebuah film. "Four Weddings and a Funeral (empat pernikahan dan sebuah pemakaman)". Hugh Grant menghancurkan pernikahannya. Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Itulah yang disebut kehidupan. Barusan itu keren juga."


Seorang wanita keluar dari dalam dan langsung bertepuk tangan karena rap Dal Soo keren baginya. Tapi ia tampak sebal melihat Pil ada disana, Pil menjawab kalau ia kesana bukan untuk dia.

Narator: Hong Jung Ae, 28 tahun. Dia bermusuhan dengan Pil. Bersama Dal Soo, dia tinggal dan bekerja bersama selama dua tahun lamanya. Oh, astaga.

Jung Ae bertanya, apakah Soo Jin memberi Pil undangan pernikahan? Kelihatannya, si pengantin pria bertubuh tinggi dan tampan dan penghasilannya besar juga.

"Kenapa juga lelaki tinggi dan tampan akan melakukannya? Kenapa dia menghancurkan masa mudanya dengan menikah?" Tanya Dal Soo.

"Tepat sekali. Dia sinting."


Pil tidak tahan lagi, ia akan pergi tapi balik lagi.

"Hyeong, apa kau tahu? Dia (Jung Ae) peringkat dua dari bawah saat kelas dua."

 
"Itu saat aku SMU. Tiga hari setelah ulang tahunku, yang mana ulang tahun Soo Jin. Aku, untuk Soo Jin, telah menyiapkan kejutan indah. Lalu, aku menyuruhnya datang ke tempat kejutan akan kulakukan."


Pil datang membawa kue ulangtahun dan menyanyikan lagu ulangtahun untuk Soo Jin tersayang. Soo Jin tersentuh kelihatannya dan setelah ia meniup lilinnya ia menanyakan hadiahnya.

"Ini hadiah pertamamu." Jawab Pil sambil memberikan kue ulang tahun itu yang terdiri dari tumpukan choco pie.


Pil mengkode temannya dan tiba-tiba kembang api menyala mengelilingi mereka. Soo Jin pastinya sangat senang dan Pil puas karenanya.

"Dalam bayanganku, perayaan ditutup dengan nyala kembang api yang indah."
Soo Jin tersentuh dan mengucapkan terimakasih pada Pil saat nyala kembang api usai.


Mobil polisi datang menegur mereka karena menyalakan kembang api banyak tanpa ijin. Seok Tae dan satu teman lagi terkejut melihat polisi mereka kabur, jadinya kembang api kembali menyala tanpa terkondisi.

"Hari itu, aku justru membuatnya ke kantor polisi, dan menulis berita acara pemeriksaan (BAP) untuk pertama kalinya. Dan juga, bagaikan sebuah pesta pernikahan, orang tua kami datang bersama ke kantor polisi, jadi bisa kubilang pesta ulang tahun hari itu luar biasa. Itu adalah pesta yang hebat. Apa dia sudah melupakannya?"


Soo Jin naik gunung untuk memotret, pemandangan disana sungguh luar biasa, tapi sayangnya Soo Jin malah lup amembawa kameranya. Ia terus tersenyum mengingat bagaimana perjuangannya sampai ke atas.


Lalu Jin Sook menelfonnya, dimana saat ini Jin Sook sedang bersama Jung Ae. Jin Sook heran karena Soo Jin langsung ketawa saat mengangkat telfonnya.

Jung Ae: Hei, dia pasti sedang bersama calon suaminya. Aku iri sekali.

Jin Sook: Di mana kau?

Soo Jin: Di bukit belakang kota.

Jin Sook: Sedang apa kau di sana?

Soo Jin: Aku ke sini untuk memotret. Tapi, aku justru tidak membawa kameraku. Jadi, aku akan turun lagi.

Jin Sook: Apa katamu? Bagaimanapun, datanglah ke Bongbong Pub. Pesta lajangmu.

Jung Ae: Hei, ini darurat. Darurat.

Soo Jin: Ya, baiklah.

Jin Sook: Dan juga, jangan tertawa-tawa sendiri di bukit. Kau akan mengejutkan orang-orang. Mereka akan mengira kau gila. Cepatlah.


Soo Jin sampai di Bongbong Pub dan sepertinya ia kenal baik dengan pemiliknya.


Soo Jin bergabung dengan Jin Sook dan Jung Ae. Jung Ae mengucapkan selamat atas pernikahan Soo Jin. Pemilik kafe yang membawakan minum menyahut, ia sudah pernah menikah sebelumnya, rupanya biasa saja. Jadi kenapa Soo Jin memilih menikah muda? Kenapa tidak menikmati sebentar lagi masa mudanya? Sayang sekali.

Pemilik kemudain bertanya apa yang mereka pesan dan mereka sama-sama memesan bir, kecuali Jung Ae, karena Dal Soo melarangnya minum bir di luar.


Jung Ae ngadu, Pil datang pada Dal Soo dan bertanya bagaimana cara menghentikan pernikahan Soo Jin. Jin Sook menyahut, Pil juga bertanya padanya.

Soo Jin: Sungguh? Phil selalu saja menghalangi langkahku.

Jin Sook: Sebentar. Jangan bilang dia benar-benar menuruti saranku.

Soo Jin: Apa yang kau katakan padanya?

Jin Sook: Membunuh... calon suamimu.

Soo Jin: Yaa!

Jung Ae: Yaa, itu kan hanya lelucon. Dia tidak waras kalau sungguh melakukannya.


Jin Sook lalu bertanya, kenapa Soo Jin tidak mengundang Pil ke pernikahannya? Soo Jin terkejut, ia mengundangnya kok memlui pos.

Jung Ae: Waenyol~ padahal rumah kalian bersebelahan. Lemparkan saja padanya, cuma butuh tiga detik. Berikan lewat jendela pun bisa.

Soo Jin: Ya, aku tadinya ingin memberikan langsung padanya, tapi rasanya aneh.

Jung Ae: Kenapa?

Soo Jin: Apa?

Jin Sook: Yaa, kenapa lagi menurutmu? Pil kan menyukai Soo Jin bahkan mengejarnya. Jung Ae-ah, dengarkan aku. Kalau kau hendak menikah dengan Dal Soo Oppa, apa kau akan mengundang Goo Gil Oppa?

Jung Ae: Kenapa harus begitu? Suasananya akan menjadi aneh. Aku tidak menyuruh dia menyukaiku dan aku tidak peduli padanya.

Jin Sook: Temanku, seperti itulah dia sekarang.

Soo Jin bergumam, harus bagaimana ia soal Pil.


=Arena Bilyard dan Kafe Internet Pilseung=

Pil datang kesana dan langsung duduk di meja Bilyard.

Narator: Yang Goo Gil, 29 tahun, Hyeong komplek. Kuat sekali dan pemikirannya sangat sederhana. Meski begitu, dia baik. Orang yang sangat baik.

Goo Gil benar-benar paham perasaan Pil saat ini. Pil melihat anak-anak SMU sedang main internet, ia menyesal, kalau saja ia tidak menggila saat seusia mereka, ia tidak akan mengalami situasi seperti ini.

"Aku pun memikirkan hal yang sama. Seandainya dulu aku sedikit lebih pandai. Kau tahu bagaimana perasaanku, kan? Saat aku kehilangan Jung Ae, aku merasakan persis sama sepertimu. Layaknya pria sejati, aku menangis kencang. Lalu, aku mendaftarkan diri ke militer. aat itulah aku menyadari.."

"Berhentilah bicara omong kosong, Hyeong. Apa kau tahu jalan keluar dari situasi ini?"

"Contohnya?"

"Aku.. harus menikahi Soo Jin."


Sontak Goo Gil menjatuhkan bola bilyard yang dipegangnya. Pil merengek, tidak bisakah Goo Gil memberinya saran?

"Kau preman atau bagaimana? Auh, pernikahannya seminggu lagi. Itu tidak baik! Pria sejati tidak berbuat demikian."

"Katakan saja sesuatu padaku, anggap aku preman betulan."


Walaupun begitu, Goo Gil memiliki satu cara, jawabannya adalah kecepatan Pil. Ia ingat saat Pil berada di tim pelari, Pil aadalah lelaki yang dapat berlari sangat cepat. Masalahnya adalah Pil tidak memiliki awal yang benar.

"Lupakan. Lalu aku harus bagaimana?"

"Sebuah ledakan. Sesuatu yang cepat. Tembakan di pernikahan."

"Aish! Kau menjengkelkan sekali."

"Kenapa? Kau tidak lihat pernikahan selebriti? Mereka juga ada tradisi menembakkan pistol. Sebab itu, kau sebaiknya lekas.."


Pil kesal dengan saran ngawur Goo Gil itu, tidak seorangpun yang normal di lingkungannya.

"Kenapa juga aku bertanya pada kalian akan solusinya? Aku sudah gila!"

Pil pergi dengan kesal sampai menabrak pintu.


Seok Tae pulang tapi ayahnya tidak di rumah, ia lalu masuk kamarnya danmelihat undangan di meja. Itu adalah undangan pernikahan Soo Jin untuk Pil.

Seo Tae tertawa saat memasukkan undangan itu ke dalam laci. Ia tersangkanya ternyata.

1 komentar so far

VIDEO NYA ADA GA YA? SENANG YA IDOLA KU KEDUA DUA NYA MAIN DI DRAMA YANG SAMA...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...