Thursday, August 17, 2017

Sinopsis Manhole Episode 3 Part 2

Tags

Sinopsis Manhole Episode 3 Part 2

Sumber Gambar: KBS2


Dua orang pria bertampang preman datang ke lingkungan Phil dan sepertinya mereka sedang mencari Phil.


Phil saat ini sedang duduk diatas manhole, "Jadi, aku harus kembali lagi ke masa SMA, menerima dipukuli si Oppa Gereja itu, mendapatkan hidupku sebelumnya, tapi ini bahkan tidak mau terbuka!!! Astaga. Bagaimana aku harus--"

Phil kembalimencoba berbagai cara untuk membuka tutup manhole itu dan saat itu, kedua pria tadi muncul dari lorong dan melihatnya bertingkah aneh. Mereka heran, benar Bong Phil yang mereka cari tapi ngapain Bong Phil begitu?


"Oi, Bong Phil! Kau mau ikut baik-baik, atau perlu kami seret seperti Anjing?"

"Sebentar, kita tidak bisa hanya menyeret dia."

"Benar, kita tangkap dia."

Mereka akan menangkap Bong Phil tapi Bong Phil malah melawan. Bong Phil tanya, siapa yang mengirim mereka. Pria itu tidak menjawab dan Bong Phil melemparnya saja ke tanah.


Sisa satu pria lagi yang membawa alat kejut listrik, tapi dia terlalu takut sama Bong Phil, jadinya mau maju ragu-ragu, sampai Bong Pil menghampirinya duluan dan berhasil mendorongnya hingga ia terkena alat kejut listrik yang ia bawa sendiri. Walaupun yang sudah Phil lempar tadi ikut membantu tapi Phil tetap unggul.


"Kau... kau punya hak..." Kata Pria yang terkena alat kejut listrik.

"Apa?"

"didampingi pengacara."

"Apa katamu?"

"Kau punya hak didampingi pengacara."

"Kau baik-baik saja? Astaga."

Phil baru sadar kalau pria itu tersengat jadi ia menjauhkan alat itu dan pria itu pingsan. Phil menerogoh saku pria itu dan ternyata pria itu adalah seorang polisi.

"Tapi... tapi kenapa Polisi berpenampilan seperti preman? Aish, kenapa mereka tidak memakai seragam seperti polisi Amerika?"


Ternyata mereka tidak sendiri ada mobil polisi yang datang kemudian dan mengejar Phil. Phil pun berlari sekencang mungkin dan ia harus kucing-kucingan dari petugas yang mengejarnya.


Phil akhirnya bisa lolos. Ia istirahat di taman. Phil menganggap semua ini tidak nyata, hanya mimpi belaka.

Dan tiba-tiba Phil melihata Jae Hyun sedang jalan bersama wanita lain, ia pun memutuskan untuk sembunyi.


Wanita itu (yang kemungkinan besar adalah Young Ju) mengajak Jae Hyun ke kafe sebenarnya tapai Jae Hyun inginnya di taman.

"Oh, aku tidak ingin tetangga sekitar melihat kita."

"Kenapa? Memang kenapa mereka tidak boleh melihat kita?"

"Apa? Tentu saja boleh. Hanya saja di sini tenang dan sejuk."


Young Ju membahas soal ciuman pertama mereka dan bertanya kapan Jae Hyun akan datang tapi Jae Hyun ngeles saja. Lalu ia mengajak Ypung Joo pergi ke hotel.


Phil super terkejut, hote? dasar! Ia pun buru-buru mengikuti mereka tapi ia hampir bertabrakan dengan ibu-ibu dan ibu-ibu itu takut melihatnya. Phil harus berhenti untuk menjelaskan kalau ia bukan orang jahat, jadi ia kehilangan mereka.


Phil buru-buru menemui Soo Jin dan Soo Jin juga terkejut saat ia sapa. Phil heran, kenapa sih semua orang takut bertemu dengannya? Tapi itu tak penting, Phil punya kabar yang lebih mengejutkan. Ia mewanti-wanti Soo Jin agar tidak terlalu terkejut.

"Tahu yang baru saja kulihat? Apoteker itu, si berengsek yang akan kau nikahi, dia punya kekasih."

Soo Jin sama sekali tidak percaya, "Apa maksudmu?"

"Lihat, 'kan? Kau tidak tahu, 'kan? Auh, sudah kuduga pasti begini."


Phil menjelaskan, Jae Hyun dan kekasihnya berjanji bertemudi hotel. Phil sampai mempraktekkan kemesraan mereka dengan SooJin dan itu membuat Soo Jin tidak nyaman.

"Wajah si berengsek itu disentuhnya begini... Si bajingan itu tidak boleh melakukannya karena dia sudah bertunangan. Bukan itu yang dinamakan cinta sejati."

"Tapi, bisa kau mundur sekarang? Ini tidak nyaman."

"Soo Jin-ah, kau seharusnya melihat mereka bersama dengan kedua matamu."


Soo Jin akhirnya mendorong paksa Phil sampaiPhil terpental dan pingsan. Namun itu ada baiknya juga karena membuat Phil ingat bagaimana ia bisabolak balik ke masa lalu dan masa depan, selalu tepat pukul 12.


Phil pingsan sampai malam membuat Soo Jin panik.

Batin Phil: Aku pergi saat tengah malam, lalu kembali di siang hari tepat jam 12.

Phil bangun-bangun langsung menyebut 12 jam. Soo Jin bertanya, apa Phil sudah sadar betul-betul. Phil balik bertanya, ia dimana ini? dan jam berapa sekarang?

Phil melihat layar ponselnya dan ia lega, mungkin masih jauh dari tengah malam. Soo Jin takut, bagaimana bisa seorang preman ambruk dengan satu pukulan?

"Ah, aku mendengar suara sesuatu patah." kata Phil.


Soo Jin mengeluarkan kameranya dari dalam tas dan kameranya patah jadi dua. Phil merasa bersalah, ia minta maaf.

"Aku yang memukulmu, kenapa kau minta maaf?"

"Ah, itu... ya.... Kalau saja aku tidak tegang, itu tidak akan sampai patah. Astaga."

Soo Jin malah tertawa karena merasa Phil sangat lucu. Phil juga senang melihat Soo Jin tersenyum begitu, ia membatin, jantungnya berpacu lagi.

"Hei. Kau jangan menatapku seperti itu. Kupukul lagi nanti." Peringatan Soo Jin.


Soo Jin malah tertawa karena merasa Phil sangat lucu. Phil juga senang melihat Soo Jin tersenyum begitu, ia membatin, jantungnya berpacu lagi.

"Hei. Kau jangan menatapku seperti itu. Kupukul lagi nanti." Peringatan Soo Jin.

Phil heran, apa Soo Jin tidak takut padanya, soalnya anak-anak yang lain pada takut.

"Saat menatap matamu itu, aku yakin kau tidak akan memukulku. Tapi, apa maksudmu dengan kekasihnya Jae Hyun-ssi?" tanya Soo Jin.

"Oh, oh, ya, benar. Sadarkan dirimu. Si berengsek itu kejam sekali."

"Hei, Jae Hyun-ku bukan orang seperti itu. Kau pasti salah orang. Tapi, bagaimana kau bisa mengenal Jae Hyun-ssi? Kau kan tidak di sini selama tiga tahun."

"Aku... Aku bahkan bisa menggambar wajahnya sangat baik. Dia itu bagaikan musuh bebuyutanku."

"Apa kau terluka parah? Ka-- Kau baik-baik saja?"


Ada seseorang yang mengawasi mereka lalu melapor lewat telfon.

"Dia dipukuli, jadi sedang di rumah sakit sekarang. Tapi, saya rasa kita perlu mengubah rencana. Saya mengerti."


Saat jalan bersama, Phil hendak merangkul Soo Jin tapi ia tidak mampu. Lalu Phil mengajak Soo Jin jalan-jalan sebentar, mumpung tidak ada polisi berpatroli, cuaca malam ini juga bagus.

"Hei. Pikirmu kau sedang mengencaniku? Kau bersikap seolah kemarin masih bertemu. Berhentilah bersikap keterlaluan. Aku pulang. Kau juga."

"Kenapa? Aku akan mengantarmu."


Soo Jin menolaknya dan ia menunjukkan cincin tunangannya, "Aku sudah bertunangan, tahu. Pergi! Kalau kau punya waktu, datanglah ke pernikahanku."


Phil hanya bisa menatap kepergian Soo Jin. Phil berkata, jika dalam film setidaknya Soo Jin akan menoleh sekali karena ia masih di hatinya. Tapi Soo Jin sama sekali tidak menoleh.

"Aish, dia kejam sekali. Berani-beraninya... si berengsek itu menyelingkuhi gadis hebat sepertinya?"


Namun saat Phil berbalik, Soo Jin kembali. Soo Jin akan memanggil Bong Phil tapi ia tahan.

"Bong Phil. Aku ingin jalan bersamamu, tapi waktunya tidak tepat." gumam Soo Jin.


Phil ke apotek Jae Hyun dan minum banyak minuman gratis. Jae Hyun menegurnya jadi Philprotes, kenapa? katanya gratis?

"Tapi, pelanggan lain juga berhak mendapatkannya. Itu sudah botol ketujuh Anda.

"Hei! Apa kau sangat populer di kalangan wanita? Apa kau berkencan dengan 2-3 wanita dalam satu waktu?"

"Ah... ah... tidak."

"Hei!"

"Ya?"

Terdengar suara sirine polisi jadi Phil harus cepat-cepat kabur. Namun sebelumnya Phil mengingatkan Jae Hyun kalau Jae Hyun akan lebih sering lagi bertemu dengannya.


Si apoteker senior baru keluar setelah Phil pergi, ia takut.

"Kau mengenalnya?"

"Ti-tidak. Tapi, apa maksudnya kami akan lebih sering bertemu?"

"Apa? Entahlah. Tapi, dia tidak terlihat seperti orang baik, 'kan?"


Soo Jin melewati lorong itu dengan ceria dan untung saja ia tidak melihat selebaran tentang Bong Phil.


Namun tiba-tiba suasana jadi seram. Soo Jin menoleh ke belakang dan tidak ada siapa-siapa namun tiba-tiba ada orang membekap mulutnya saat ia melanjutkan jalan.


Phil mengetuk pintu rumah Jin Sook untuk numpang sembunyi tapi malah Seok tae yang keluar dari sana.

"Apa ini? Kenapa kau di sini?"

"Apa? Oh... Jin Sook bilang komputernya rusak. Hei, kau baik-baik saja? Bukankah polisi sedang mencarimu?"

"Hei, itu sebabnya aku di sini. Aku perlu sembunyi di sini sampai pukul 12 malam."


Seok Tae malah berdiri di depan pintu, enggan membuka pintu untuk Phil. Lalu Jin Sook keluar dan ia heran melihat hil ada di sana. Phil pun minta ijin Jin Sook untuk sembunyi, soalnya polisi--

Belum selesai bicara, Phil merasa ada yang aneh, bagaimana Seok Tae bisa tahu kalau ia dikejar polisi? Jin Sook juga bertanya hal yang sama.

Seok Tae asal jawab, ia menebaknya. Jin Sook tidak percaya karena seseorang seperti Seok Tae mana bisa menebak?

"Aku bisa, kok." Kesal Seok Tae.


Phil akan masuk tapi Jin Sook menahannya, bertanya keributan apa lagi yang Phil lakukan sampai polisi memburunya?

"Kau harus menyadarkan dirimu, idiot!"


Orang yang membuntuti Phil tadi menunjukkan diri. Ia mengangkat ponselnya, Phil harus bicara sendiri karena ini menyangkut wanita Phil.


Orang yang bicara itu mengaku bos Phil. Phil menyangkalnya, ia adalah warga merdeka, tidak memiliki bos.

"Astaga, kau sangat lucu, berengsek. Aku menerimamu karena kau pintar berkelahi. Kau tidak bisa lagi melarikan diri dari kehidupan ini sekarang. Apa kau tahu berapa banyak yang sudah aku investasikan untukmu?"

"Investasi? Maksudmu?"

"Hei!!! Kalau kau begini, kau hanya akan terluka. Pengantinmu."

"Pengantin?"

"Pengantimu di sini. Bersama kami. Dia cantik juga. Kurasa, namanya Soo Jin."


Soo Jin terlihat sedang meronta-ronta dipegangi dua wanita dan tiga pria.


Bos: Dia bilang akan segera menikah. Si berengsek ini, kenapa tidak bilang kalau akan menikah? Kita ini bukan orang asing. Baiklah, pesta, pesta. Datanglah, mengerti?

Tapi Bos itu tak tahu dimana ia saat ini. Lalu wanita yang memegangi Soo Jin berteriak, Bongbong. Belum sempat Bos menyampaikan pada Phil, Phil sudah menutup telfonnya lalu membantingnya dengan keras.

Aduh.. itu ponsel milik pria tadi, jadi pria itu segera menyelamatkan ponselnya.


Sementara itu, Phil mengancam pria tadi yang marah-marah pada Phil karena membanting ponselnya padahal cicilannya belum lunas.

"Soo Jin dibawa oleh mereka?" Tanya Phil.

"Kau tahu, kami punya jaringan yang sangat bag--"

Duk! Phil menonjok pria itu hingga tersungkur. Seok Tae dan Jin Sook shock melihatnya.


Phil langsung berlari ke lokasi Soo Jin sambil terus memanggil Soo Jin. Jin Sook memanggil-manggilnya tapi ia hiraukan.

Jin Sook mendekati pria tadi yang ternyata pingsan. Ia menyuruh Seok tae untuk menghubungi polisi.


Ibu Phil kembali dari membuang sampah dan mengeluhkan hujan yang tiba-tiba turun. Ibu khawatir pada Phil dan berharap putranya itu tidak kehujanan.

"Aku yakin dia baik-baik saja."

"Maksudku itu tempat sampahnya. Kalau tempat sampahnya kebanjiran, Nenek pemungut sampah akan kesulitan."

*Phil artinya tempat sampah.

Ayah lega, ia kira ibu membicarakan "sampah" yang mereka kenal. Lalu ayah akan menyuapi ibu buah yang ia kupas tapi mendadak petir menyambar.

"Kenapa cuacanya mendadak begini? Seolah sesuatu yang buruk akan terjadi." Ucap Ibu.


Phil terus berlari menembus hujan. Ia sambil melihat layar di ponselnya, pukul 11:15 sekian. Phil tenang, ia masih punya banyak waktu.


Ia langsung menuju Bongbong melewati terowongan itu. Sampai di depan Bongbong, Phil harus melawan 2 orang penjaga tapi hanya dengan sekali pukul mereka berdua KO.


Phil melihat Soo Jin disekap, ia marah dan langsung menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya.


Bos menyambut Phil dengan ramah tapi Phil malah kasar, siapa Bos itu?

"Apa? Harus bagaimana aku bereaksi sekarang? Dia tanya siapa aku?"

"Lepaskan saja dia. Dia tidak ada hubungan dengan aku."

Soo Jin juga bicara walaupun tidak jelas, "Sudah kubilang kalian salah paham."

Bos bingung, lalu kenapa anak buahnya menculik Soo Jin? Katanya Soo Jin kekasih Phil?!

Phil akan mendekati Soo Jin tapi ia dihalangi. Phil menghela nafas, lalu ia mengancam, jika mereka menyentuh sehelai saja rambut Soo Jin, mereka akn ia hancurkan. Dan juga Phil sibuk, ia harus pergi saat tengah malam.

"Sebab itu, selagi aku bicara baik-baik, pergi saja sana minum soju di hari hujan ini, lalu pulang dan tidur."


Bos bertepuk tangan, Soju bagus juga, ia mengerti. "Kalau begitu, kembalikan. Uang yang kau pinjam. Hari ini. Sekarang. Sekarang juga."

"Aku tidak punya waktu, jadi kita bicarakan nanti. Aku akan membawanya bersamaku."


Tapi saat Phil akan mendekati Soo Jin, ia masih saja dihalangi. Bos memperingatkan tidak perlu membuat segalanya rumit, semua yang di sana sudah kubayar.

"Hei. Kau ingin lihat aku menggila?"

"Hei, hei, Dik. Tenang."

Tapi Phil tidak peduli, ia langsung menghabisi mereka semua.


Dan saat Phil sibuk menghajar anak-anak bayarannya ia menelfon polisi, melaoprkan Phil. Namun si Bos juga tak luput dari hajaran Phil.


Dua orang polisi tadi datang ke rumah Jin Sook dan pria tadi sudah sadar. Polisi tidak percaya dengan pernyataan Jin Sook.

"Jangan tanya pada kami." kata Jin Sook.


Polisi: Hei, kalian. Dia benar sudah dipukul oleh Bong Phil, 'kan?

Seok Tae akan membenarkannya tapi Jin Sook langsung menutup mulutnya. Jin Sook bilang mereka tidak tahu apa-apa.


polisi 1: Sepertinya, preman zaman sekarang semakin nekat, ya?

Polisi 2: Tidak, justru seorang pria menghajar sebuah kelompok. Kekacauan besar macam itu.

Pria tadi pamit, "Ya, jangan khawatirkan aku, silakan urus masalah kalian. Aku baik-baik saja. Sekarang hujan, jadi Soju sepertinya bagus, lalu aku akan pulang."

Jin Sook pun mengajak Seok Tae kembali masuk ke dalam.


Soo Jin dan Phil di kejar-kejar polisi. Mereka harus berlari sangat kencang dan untung saja, Soo Jin bisa mengimbangi kecepatan lari Phil.


Akhirnya mereka mendapat lokasi sembunyi. Phil memastikan Soo Jin baik-baik saja dan Soo Jin mengiyakannya. Phil kembali melihat jam, 11:45


Phil pamit pada Soo Jin, ia harus ke suatu tempat. Soo Jin tak usah khawatir, ia akan segera kembali.

"Phil-ah. Serahkan saja dirimu. Aku akan menjelaskan semuanya. Ayo pergi bersama. Oh?"

"Soo Jin-ah."

"Ya?"

"Kau lihat..."


Suara sirine mobil polisi terdengar mendekat lagi, Phil langsung berdiri tapi Soo Jin menahan tangannya.

"Tetaplah di sini. Segalanya akan baik-baik saja. Kau memercayaiku, 'kan?"

Soo Jin menangguk, Phil pun tega meninggalkannya.


Phil kembali melewati teroeongan itu, "Aku akan kembali lagi. Dan aku akan menerima pukulan di Gereja itu. Maka, segalanya teratasi. Tapi, bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak, mustahil. Tidak akan begitu."


Polisi mengepung Phil dari dua arah terowongan, tapi Phil tidak menyerah, ia mewalawan dan melompati mobil polisi untuk menuju manhole.

Polisi melepaskan tembakan, tapi mendadak waktu berhenti saat tengah malam tepat, peluru polisi pun berhenti tepat di belakang kepala Phil.


Phil satu-satunya yang bisa bergerak dan oa terkejut melihat ada peluru di belakangnya.

"Beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku ingin kembali. Aku sungguh ingin kembali. Aishh.."


Seketika waktu kembali berjalan dan Phil hilang. Semua polisi terkejut, mereka lalu berpencar melihat Phil.


Phil kembali jatuh ke lubang itu tapi kalai ini ia senang, tidak ketakutan lagi.


Phil dari masa depan merasuki Phil di masa lalu yang saat ini sedang tidur di pantai.


Phil terbangun, ia masih belum 100% sadar.

"Apa? Di mana aku? Bukankah ini asrama tim lari?"


Namun kemudian ia sadar kalau ia sedang ada di pantai.

"Apa ini? Apa? Apa ini? Sebentar. Apa? Apa ini? Apa ini? Apa yang terjadi? Di mana lagi aku ini? Ke mana lagi kau membawaku, Manhole sialan!? Auh, aku bisa gila! Ini tidak benar. Bukan ini yang aku inginkan!!!"


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon