Thursday, August 3, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 19 Part 1

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 19 Part 2

Sumber Gambar: KBS2


Yeok dilantik menjadi Raja. Bukan hanya para menteri dan pejabat yang ada disana menyaksikan itu, beberapa orang biasa juga diundang. Atau mereka istri siput ya?

Yeok membacakan keputusan untuk menurunkan Yung, "Hingga hari ini, Raja telah kehilangan rasionalitasnya. Politik dan hukuman menjadi semakin kejam. Kita tidak punya cara untuk melindungi rakyat yang membutuhkan. Syukurlah keluarga kerajaan mengetahui kehancuran ini dan mereka mengangkatku menjadi Raja.

Aku tidak memiliki alasan untuk melepaskan tahtaku. Jadi, sekarang aku ambil kembali tahtaku."

Semua orang bersorak untuk Yeok. Yeok memutuskan untuk menghukum semua pejabat yang korup dan memanfaatkan rakyat. Dan Yeok membebaskan rakyat yang ditahan dengan alasan tidak masuk akal selama pemerintahan Yung.

"Aku akan mengedepankan rakyat jadi semua bebas mengutarakan pendapatnya." Janji Yeok.


Myung Hye mengunjungi makam Seo Noh, ia menyampaikan kalau Yeok sudah menjadi Raja seperti yang Seo Noh harapkan.

"Tapi.. aku tidak yakin apa dia bisa hidup bahagia bersama Shin Chae Gyung seperti yang kau harapkan juga."


Yeok duduk di kursi Raja, ia memikirkan bagaimana reaksi Yung saat ia menurunkannya semalam.

"Kau akhirnya menjadi Raja. Kuucapkan terimakasih padamu, balas dendamku akhinya komplit. Aku ingin membuatmu menderita sepertiku saat kau menduduki tahta itu."


Chae Gyung memasuki aula dan Yeok langsung turun mendekati Chae Gyung. Yeok langsung memeluk Vhae Gyung.

Chae Gyung menguatkan diri untuk menusuk Yeok dengan pisau yang sudah ia siapakan, tapi ia tidak mampu dan Yeok memergokinya.


Yeok menarik tangan Chae Gyung ke dadanya. "Ini adalah jantungku, tusuklah."

Yeok mendorong tangan Chae Gyung untuk menusuknya tapi Chae Gyung menarik tangannya jadi dada Yeok hanya tergores dan pisau itu dibuang Chae Gyung.


Chae Gyung bertanya, apa Yeok yang memerintahkannya (untuk membunuh kedua orang tuanya). Yeok menjawab, terlepas dari siapa pelakunya, pasti mereka melakukannya demi membantunya untuk naik tahta.

"Jadi.. ini salahku. Aku tidak bisa menepati janjiku. Jika kau mau balas dendam, tolong bunuhkah aku."


Yeok berlutut di depan Chae Gyung, ia menangis begitu pula Chae Gyung. Chae Gyung langsung bebalik pergi dari sana.


Yeok masih menangis, sungguh sangat merasa bersalah. Tangisnya pedih banget.


Chae Gyung kembali ke kamarnya, ia memandangi tangannya yang hampir membunuh Yeok tadi. Ia menangis, menyesal.


Yeok buru-buru menyembunyikan pisau yang ada di lantai, ia lalu memanggil Kasim Song. Kasim Song melihat luka di dada Yeok, terkejut. Yeok cepat-cepat menutupi lukanya dan meminta Kasim Song diam.


Yeok memerintah Kasim Song untuk membakar jubah yang ia kenakan hari ini.


Yeok menyimpan piasu Chae Gyung dilacinya. Yeok memegang dadanya yang terluka.


Chae Gyung membuka laci dibawah cerminnya, dari sana ia mengeluarkan tusuk rambut batang hadiah dari Yeok. Ia mengingat hari itu, dimana Yeok melamarnya menggunakan tusuk rambut batang itu.


Chae Gyung tak bersemangat, ia duduk sambil memeluk lutut. Bibi pengasuhnya datang, menyampaikan kalau Yeok mengirim orang untuk Chae Gyung.


Orang itu adalah Kasim Song. Kasim Song membawa Chae Gyung ke sebuah ruangan, disana ada persembahan dengan dua nisan, nisan ayah dan ibu Chae Gyung.

Kasim Song menyampaikan perintah Yeok, bahwa Ayah dan Ibu Chae Gyung harus dihormati sebagai keluarga Chae Gyung bukan sebagai pemberontak.


Kasim Song: Juga, kapanpun Anda merindukan orangtua Anda, Anda bisa datang kemari.

Chae Gyung menangis, mengingat pesan ayahnya kalau ia bukan lagi putri ayahnya melainkan Istri Yeok dan harus patuh apa kata Yeok.

"Ibu.. Ayah.. Menantu kalian pasti merasa sangat bersalah. Dia mencoba sangat keras untuk minta maaf dan membuatu merasa lebih baik."


Yeok sedang melamun dan saat itu kasim Song mengumumkan kedatangan Chae Gyung.


Yeok sangat senang dan langsung menuju pintu. Ternyata Chae Gyung membawa obat-obatan. Yeok langsung menyuruhnya masuk.


Chae Gyung minta ijin untuk melihat luka Yeok, lalu ia membuka baju Yeok.


Chae Gyung mengobati luka itu lalu memasang perban. Yeok sangat kikuk sampai ia lupa bernafas.

"Kau boleh bernafas." kata Chae Gyung.


Setelah selesai, Chae Gyung menunjukkan cangkang kerang yang ayahnya genggam saat meninggal. Chae Gyung yakin seseorang sengaja meletakkan itu di genggaman ayahnya untuk memisahkan mereka.

"Kenapa kita.. harus selalu melihat orang-orang meningggal, terluka, saling mencurigai, dan saling membenci? Suami dan istri harusnya bersama, jadi mereka bisa saling memperhatikan dan saling menghibur, Tapi kenapa kita selalu saling menodongkan pisau?"

Yeok menyalahkan dirinya, itu karena ia bukan suami yang baik. Karena ia bukan pria baik dan karena ia adalah Raja.


Chae Gyung membenarkan, Yeoak adalah Raja. Dan Yeok harus menjadi Raja yang bisa melakukan apapun, jadi.. jangan lagi menundukkan pela, jangan buat aku menangis lagi.

"Aku tidak akan dikontrol oleh siapapun mulai sekarang, aku hanya akan mendampingimu, Raja negeri ini, akau akan berdiri kuat disampingmu. Itulah balas dendamku pada orang yang sudah membunuh ayah ibuku dan yang mencoba mengontrol kita. Jadi.. Kau harus menjadi Raja yang kuat untuk melindungi kita.

"Akan kupastikan itu." Jawab Yeok.  Kemudian ia mengganggam tangan Chae Gyung.


Suk Hee dan Gang Oh diangkat menjadi pejabat. Suk Hee sebagai komandan militer dan Gwang Oh sebagai Sekretaris kerajaan. Mereka berdua bersujud pada Yeok karena kemurahan hatinya itu.


Yeok mendatangi keduanya dan memaksa mereka untuk berdiri lagi. Yeok meminta bantuan mereka ini bukan sebagai Raja tapi sebagai teman untuk mengembalikan Desa yang dihancurkan sebagai ladang berburu Raja terdahulu, mulailah dari Dongjeokjeon.

"Pindahkan makam Seo Noh dan ayahnya ke kampung halaman mereka di Dongjeokjeon. Itu adalah pesan terakhir Seo Noh. juga.. tuangkan minuman ke makam mereka, katakan kalau Nak Cheon akhirnya menjadi Raja dan dia sudah membantu banyak untuk negeri kita."

Suk hee dan Gwang Oh terharu mendengarnya, mereka berjanji pasti akan menyampaikan hal itu.


Bibi pengasuh juga diangkat menjadi Dayang.


Kepala Kasim membantu Yung berkemas. Yung melihat kotak surat Ayah Chae Gyung.

"Hanya ini.. satu-satunya milikku." kata Yung.

Kepala Kasim mengerti dan ia pun mengemasnya.


Park Won Jong buru-buru menghadap Yeok setelah dipanggil, ia penasaran, ada apa Yeok memanggilnya.

"Aku memanggilmu untuk melihat daftar menteri baru. Apa  sudah sesuai atau ada yang terlewat.

"Apa Anda sudah selesai mendatanya?"

"Lihatlah dulu."


Park Won Jong pun membuka dokumen yang diberikan Kasim Song dan membacanya.

"Pejabat Kerajaan dibagi menjadi 4 kelas. Kelas pertama ditempati oleh Park Won Jong, Sung Hee Ahn, Yoo Soon Jeong, Yoo Ja Gwang, dan lain-lain. Park Won Jong idiangkat menjadi Penasehat Negara ketiga. Yoo Soon Jeong diberi gelar Tuan Cheong Cheon. Sung Hee Ahn dingkat menjadi menteri Personalia. Yoo Ja Gwang diberi gelar Tuan Mu Ryeong. Namun, Park Won Jong..."

"Teruskan!"

Intinya Park Won Jong bergerak sediri tanpa printah Yeok jadi harus dihukum. Park Won JOng bersujud, ia membela diri, kalau saat itu Tuan Shin dibiarkan ke istana pasti rencana mereka akan gagal.

Yeok tidak menerima alasan itu, Tuan Shin adalah mertuanya dan walaupun ia datang ke istana toh gerbangnya sudah di tutup, tidak mungkin Tuan Shin bisa bertemu Yung.

"Bagaimanapun juga, kau telah membunuh mertuaku. Kau sudah berani melawanku. Melawan perintah Raja. Kau melangkahi otoritasku. Apa kau tidak merasa pantas mati?"

"Yang Mulia. Saya harap Anda tidak terjun ke jalan yang sama seperti Raja terdahulu. Anda tidak bisa mengabaikan pendukung ANda seperti ini. Anda tahu sendiri bahwa Anda tidak akan bisa menduduki Tahta itu sendirian."

"Aku sangat tahu dan itulah mengapa aku tidak akan mengumumkan ini pada Rapat Kerajaan. Sebagai gantinya, kau menyelamatkan dirimu sendiri dari kematian hari ini. Kau mendapatkan pengampunan karena kontribusimu itu tapi aku tidak akan menunjukkan belas kasihan lagi."

"Terimakasih.. atas kemurahan hati Anda."


Saat keluar, Park Won Jong berpapasan dengan Chae Gyung. Park Won Jong memuji Chae Gyung cocok dengan jubah dangui dan Tusuk Rambut phoenix. Ia harap tidak ada masalah dalam penobatan Chae Gyung nanti.

Chae Gyung tersenyum menanggapi sindiran Park Won Jong itu, ia lalu memberikan obat yang ia bawa pada Bibi Pengasuh.

Chae Gyung membalas, semua akan terjadi pada waktu yang tepat. Park Won Jong mengulang, waktu yang tepat?

Park Won Jong lalu menyinggung soal Ratu dan Raja yang diturunkan akan menuju tempat pengasingan mereka hari ini, apa Chae Gyung tahu? Chae Gyung tersenyum, tentu saja ia tahu, ia seorang keluarga kerajaan sekarang jadi ia harus tahu segala sesuatu.

"Tapi Nyonya Shin.. Tidak, Ratu. Anda harus tahu apa yang akan terjadi pada pemerintahan kerajaan dan keluarga kerajaan jika Anda terus disamping Raja seperti saat ini."


Chae Gyung berani mengancam, ia lebih mengkhawatirkan satu orang yang akan merasa sangat kesulitan jika ia tetap disisi Raja.

"Oleh karena itu.. Aku sunggug-sungguh berharap orang itu bisa menjadi orang yang dibutuhkan negara ini, dan orang yang bisa Yang Mulia andalkan. Maka itu satu-satunya cara aku bisa membiarkannya tetap diposisinya."

"Akankah cukup jika saya menjadi seloyal ayah Anda, yang tetap setia pada Raja hingga menghadapi bahaya saat Rajanya diturunkan?"

"Berhenti menghina ayahku"

"Menghina? Saya hanya menghormati kesetiannya."

"Wakil Komandan!"

"Saya akan menjadi Penasehat Negara Ketiga sekarang. haha, Saya permisi."


Kasim Song mengumumkan kedatangan Chae Gyung. Chae Gyung menyuruh Yeok minum obatnya biar cepat sembuh. Yeok langsung meminumnya tanpa protes.


Yeok memberitahu, Yung dan keluarganya akan pergi ke lokasi pengasingan hari ini. Ia akan memrintahkan orang-orang mengawal mereka dengan baik jadi Chae Gyung tidak perlu khawatir.

Chae Gyung kelihatan tidak senang.


Sebelum pergi, Yung balik melihat sekali lagi Istana yang selama ini ia tinggali.


Ratu berlari-lari mengejar Yung tapi ia hanya bisa melihat Yung dari belakang, ia terlambat. Akhirnya ia memberi salam dari gerbang.

"Mohon.. tetap Sehat, Yang Mulia."


Chae Gyung menatap kosong keluar. Bibi Pengasuh datang, memberitahu kalau Yung baru saja berangkat.

"Bagaimana dengan Bibiku? Apa dia baik-baik saja?"

"Ya.. Dia akan tinggal di Istana ini sampai malam ini. Dia harus berangkat besok pagi."


Park Won Jong dan yang lain menentang Chae Gyung menjadi Ratu, mereka tidak bisa mengangkat keluarga pemberontak sebagai Ratu.


Yeok lalu melemparkan sebuah buku pada mereka. Itu adalah buku por* yang Yeok baca semasa remajanya, dimana ia adalah seorang Pangeran.

"Disana tertulis, orangtua-orangtua dan anak-anak terlahir dari pasangan-pasangan suami istri. Seorang raja dan pengikutnya ahir setelah orangtua-orangtua dan anak-anak. Artinya, pasangan suami istri adalah pondasi dari kependudukan dan pondasi pemerintahan Raja. Agar bisa memerintah dengan politik yang benar, aku akan menciptakan keharmonisan hidup bersama keluarga istriku. Kalian harus menghormati hal ini dan mematuhi keputusanku. Ada yang keberatan?"

Menteri personalia menjawab tidak, mewakili yang lain. Yeok langsung menobatkan Chae Gyung sebagai Ratu dan akan mengumumkan tanggal upacara penobatannya nanti, ia meminta mereka untuk mengingatnya dan segera bersiap.


Yeok menunjukkan keputusannya pada Ibu Suri ia harap Ibu SUri jugamendukung Chae Gyung. Soalnya Istana ini sudah penuh dengan musuh Chae Gyung.


"Seluruh Menteri menolaknya sebagai Ratu? Jadi kenapa kau memilih melindunginya dan menjadikan para Menteri sebagai musuhmu?"

Yeok menjelaskan, Chae Gyung menyerahkan hidupnya dan telah kehilangan kedua orangtuanya untuk melindunginya. Jika Yeok tidak bisa membalas apa yang telah Chae Gyung lakukan maka tidak ada gunanya ia menjadi Raja.

Ibu Suri hanya bisa mendesah pasrah.


Bibi Pengasuh menemani Chae Gyung jalan-jalan. Bibi Pengasuh berpendapat, bukankah lebih baik Chae Gyung tetap di kamar saja.

"Benar juga."

"Semuanya pasti terlewati. Waktu berlalu dengan sangat cepat. Setelah beberapa kedipan mata, wajah Anda akan dipenuhi kerutan dan perut Anda akan mulai mengendur. Lihatlah saya ini.. haha. Dengan berlalunya waktu, saya yakin hati Anda akan menemukan kedamaian."

"Apa benar, akan begitu?"

"Tentu saja. Apa saya pernah bohong?"

Chae Gyung tersenyum, "Tidak."


Saat kembali ke kamarnya, Chae Gyung mendengar para pelayan bergosip tentangnya. Mereka keberatan memanggil Chae Gyung Ratu karena belum dinobatkan resmi, terlebih para menteri juga menolaknya. Mereka menebak Chae Gyung akan menggunakan puteranya untuk balas dendam seperti yang dilakukan Ibu Yung.

Bibi Pengasuh akan menegurnya tapi Chae Gyung melarang dan alhirnya mereka berhenti saat menyadari kehadiran Chae Gyung.Chae Gyung tak memperdulikan mereka tapi Bibi Pengasuh tidak bisa tinggal diam.


Yeok dengan senyum lebar berjalan menuju ruangan Chae Gyung bersama kasim Song.


Yeok kesana untuk membawa Dokumen penobatan Chae Gyung sebagai Ratu.

"Ratu?" Ulang Chae Gyung.


Yeok lalu membacakan dokumen utu dan Chae Gyung berlutut di depannya. Chae Gyung terharu mendengar suara lantang Yeok dalam membacanya.

Chae Gyung bersujud hormat pada Yeok tapi Yeok malah membalasnya bersujud. Chae Gyung dan yang lain terkejut melihatnya.


Yeok membantu Chae Gyung berdiri.

"Ratuku. Terimakasih.. untuk selalu disisiku."

Chae Gyung tersenyum haru dan yang lain mengucapkan selamat pada Chae Gyung.

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...