Thursday, August 3, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 19 Part 2

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 19 Part 2

Sumber Gambar: KBS2


Park Won Jong uring-uringan mengingat perintah Yeok bahwa Mendiang Tuan Shin diberi gelar kehormatan dan Chae Gyung dinobatkan sebagai Ratu.


Myung Hye kembali dan menghadap Park Won Jong. Park Won Jong mendengar Myung Hye ke makam Seo Noh lagi, ia mengingatkan kalau ini bukan waktunya mengenang kekasih?

Myung Hye bertanya, apa yang terjadi. Park Won Jong menyampaikankalau Yeok menobatkan Chae Gyung sebagai Ratu dan upcara pengangkatannya akan dilaksanakan beberapa hari lagi.

"Iya." Jawab Myung Hye lemas.

"Apa kau menyerah menjadi Ratu?"

"Aku tidak bisa mengubah pikirannya. Dia sudah tahu terlalu banyak. Kita harus mencari cara lain untuk menjadikan keluarka kita terhormat."

"Kehormatan keluarga tidak penting sekarang! Kau bisa saja dipenggal!"

"Dipenggal?"

"Jika Shin Chae Gyung menjadi Ratu dan melahirkan seorang putra, dia akan berada dipusat kekuasaan. Kau pikir, dia akan membiarkan kita hidup.. kita yang sudah membunuh orangtuanya. Begitu dia berkuasa, dia akan langsung menghancurkan kita. Kita harus menyerangnya sebelum dia menyerang kita duluan."


Myung Hye ke kamarnya dan ia mengeluarkan ikat pinggang Seo Noh.

"Seo Noh-ya.. aku tidak bisa membiarkan ini. AKu harus tetap hidup."


Kepala Kasim (Kasim Kim) membawakan air untuk Yung. Ia memaksa Yung untuk minum biar tidak pingsan. Yung dengan suara lemasnya berterimakasih pada Kasim Kim.

"Ratu dan anak-anakku?" tanya Yung.

Kasim Kim memberitahu kalau mereka sudah berangkat ke lokasi pengasingan. Lalu Yung bertanya soal Tuan Shin?"

"Itu.."

Yung mengambil gelasnya dan mulai minum tapi Kasim Kim menjelaskan kalau Tuan Shin dibunuh di hari itu. Yung tidak jadi minum, ia menjatuhkan gelasnya.

"Apa yang barusan kau bilang?" Yung meyakinkan sekali lagi.

"Tuan Shin dan Istrinya.. keduanya sudah meninggal." 


Yung berdiri terkejut, kenapa juga Tuan Shin harus meninggal. Padahal ia sengaja mengirimnya pergi jauh untuk berjaga-jaga hal ini akan terjadi. Ia ingin memanggil Tuan Shin kembali berkali-kali tapi ia selalu manahan diri.

"Mohon tenangkan diri Anda, Yang Mulia."

"Apa Yeok yang melakukan ini? Apa pemberontak yang membunuh mereka?"

"Saya mohon maaf. Saya tidak tahu, Yang Mulia."

"Bagaimana dengan Chae Gyung? Apa ia baik-baik saja?

"Saya dengar.. mereka berencana untuk menggulingkan Ratu."

Yung tak percaya mendengarnya, ia kembali duduk, lemas.


Pengawal Yung di luar dilumpuhkan oleh Istri Siput (suruhan Park Won Jong pastinya). Kasim Kim keluar dengan wajah ketakutan ia memberitahu kalau Yung ada di dalam.


Orang-orang itu langsung masuk dan menodong Yung dengan pedang. Yung membentak, siapa yang menyuruh mereka itu.

"Jangan sedih. Anda tidak akan meninggal sendirian." Jawab orang itu.

"Apa Yeok yang memerintahmu?"

"Seletah kami membunuh Anda, kami akan membunuh Nyonya Shin dan seluruh keluarga Anda."


Yung melawan mereka dan ia terluka dibagian perut, tertusuk tapi untunglah ia masih bisa kabur.


Yung berhasil bersembunyi di hutan, tapi kayaknya ini jebakan karena orang-orang itu membiarkannya lari walaupun mereka melihatnya, sayangnya Yung tidak tahu hal itu. 

Yung kesal pada Yeok, "Kau berani-beraninya membunuh Orang-orangku? Apa Penasehat Negara Kedua belum cukup?"


Yeok berkunjung ke kamar Chae Gyung, disana Chae Gyung sudah menyiapkan makanan Kerajaan untuknya.

"Sudah kuduga, pasti sesuatu berbeda terjadi di Istana ini. Para dayang pasti sibuk sejak pagi."

"Aku menyuruh semua dayang pergi dan masak seua makanan ini sendiri sejak pagi buta."

"Ratu yang memasak semua ini?"

"Iya. Tapi bibi membantu sedikit sih."


Chae Gyung memberikan sumpit pada Yeok tapi dayag yang berdiri disamping Bibi Pengasuh menyela, ia harus mencicipi terlebih dahulu semua makanan itu, sudah peraturan.


Selagi dayang mencicipi, Yeok bertanya, apa Chae Gyung jadi pulang hari ini. Chae Gyung tersenyum, ia akan pulang utuk membersihkan semuanya. Yeok merasa harus menemani Chae Gyung kesana tapi Chae Gyung melarannya, cukup hati Yeok saja yang menemaninya.

"Kalau begitu, ijinkan aku mengantarmu sampai ke gerbang Istana." Yeok sambil mengulurkan tangannya.

Chae Gyung tersenyum, ia meletakkan sumpit di tangan Yeok itu dan menyuruh Yeok cepat makan.


Chae Gyung memindahkan piring lauk untuk Yeok tapi dayang menegurnya. Chae Gyung tidak boleh memindahkan semua piring lauk tanpa ijin Yeok. Chae Gyung pun meletakkanya kembali.

"Kelihatannya, hari-hari menyenangkan kita sudah berakhir. Setuju?" Tanya Chae Gyung.

"Aku setuju."


Yeok jadi mengantar Chae Gyung sampai ke depan gerbang. Chae Gyung belum terbiasa semua orang menyapa Yeok begitu, ia menyarankan Yeok untuk berganti baju dulu karena jika Yeok berjalan dengan jubah kebesarannya itu, dayang-dayang akan merasa tidak nyaman.

"Aku memakainya dengan sengaja."

"Maaf?"

" "Aku adalah Raja negeri ini dan wanita disampingku ini adaah Ratuku. Jadi pastikan untuk menghormatinya". Aku ingin mengatakan pada seluruh pelosok negeri. AKu ingin semua orang di istana ini tahu tentang wanita cantik disebelahku."


Chae Gyung melepaskan gandengan tangan Yeok, ia tak mengerti kenapa yeok berusaha sekeras ini. Mereka akshirnya bersama disini, Yeok akhirnya menjadi Raja. Tapi kenapa Yeok melihatnya penuh kekhawatiran dibanding saat Yeok masih menjadi seorang pangeran?

"Aku begitu ya?"

"Apa anda khawatir padaku? Apa Anda takut aku akan membencimu? Apa Anda takut akau akan meninggalkanmu? Jika bukan itu semua.. Apa Anda takut apa yang aku katakan dan lakukan selama ini adalah kepalsuan?"

"Ini kulakukan karena aku tahu bahwa ini bukan kehidupan yang kau inginkan. Kulakukan karena aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. Itulah kenapa aku sangat khawatir."


"Aku tidak bisa bohong bahwa aku 100% merasa nyaman. Namun, jangan terlalu khawatir atau gelisah. Sekarang hanya Anda satu-satunya yang aku miliki. aku.. akan tetap disini."

"Iya. Aku sudah menunggu untuk mendengar kau mengatakan hal itu. Sekarang setelah aku mendengarnya, aku merasa lebih tenang."


Yung menyamar sebagai orang biasa dan datang ke rumah Chae Gyung. Tapi ia hanya melihat dua nisan disana. Yung terharu menyadari betapa setianya Tuan Shin padanya.

Tapi Yung tidak bisa merap lama-lama karena ia mendengar diluar ada suara.


Chae Gyung melangkah masuk ke dalam rumahnya walau itu berat. Bibi Pengasuh khawatir, apa Chae Gyung akan baik-baik saja sendirian?

"Ya. Tidak ada banyak yang perlu dibersihkan, aku akan cepat. Bibi bisa ke pemakaman saja."

"Kalau begitu saya juga akan cepat."

Bibi Pengasuh pun segera ke pemakaman.


Chae Gyung menangis mengingat ayah dan ibunya. Di ruangan itu mereka biasa makan bersama tapi sekarang hanya ada nisan mereka disana.


Yung menunjukkan dirinya, Chae Gyung jelas terkejut.

"Apa kau baik-baik saja? Aku kan sudah memperingatkanmu. Jika Yeok menjadi Raja, kau tidak akan bahagia."


Yung tiba-tiba roboh karena menhan sakit di perutnya.


Yeok memberi penghormatan pada mendiang Tuan dan Nyonya Shin.


Saat itu, Suk Hee minta bertemu dengannya. Suk Hee menjelaskan kalau Yeok kabur dalam perjalanan ke lokasi pengasingan. 

"Apa maksudmu dengan kabur?"


Park Won Jong membawa pasukannya ke rumah Chae Gyung.


Sementara itu di dalam, Chae Gyung mengobati luka Yung. Chae Gyung tidak mengerti mengapa Yung kabur, Chae Gyung mengingatkan bahwa hukuman Yung nantinya adala eksekusi.

"Aku diserang. Mereka mencoba membunuhku, keluargaku."

"Membunuh Anda? Siapa?"

"Bukankah sudah jelas? Ini adalah perbuatan Yeok dan para pendukungnya. Mereka baru bisa tidur nyenyak jika aku mati. Bukan hanya aku, tapi kau, istriku, dan anak-anakku juga tidak luput. Aku mendengar mereka dengan sangat jelas."

Tapi kemudian Yung tersenyum, menyadari kalau ini jebakan.


Tepat saat itu, mereka mendengar suara Park Won Jong dari luar yang memberi perintah pasukannya untuk menangkap pengkhianat di dalam.


Yung dan Chae Gyung panik. Yung menjelaskan, setelah ia mendengar berita kematian Tuan Shin, ia kehilangan akal, ia kehilangan kepekaan dirinya, makanya ia bisa masuk dalam perangkap mereka begini.

"Aku dengar mereka mau menggulingkanmu. Mereka hanya akan berhenti jika aku mati dan kau lenyap. Mereka akan melakukan apapun untuk menyingkirkan penghalang." Kata Yung.


Park Won Jong tersenyum melihat ada sepatu Chae Gyung diluar.


Chae Gyung menjelaskan kalau ada kuda di pintu belakang, ia menyuruh Yung kabur dan kembalilah ke lokasi pengasingannya.

"Dan kau? Apa yang akan kau lakukan?"

"Jika Anda kabur dengan selamat, Anda bisa menyelamatkan kita."


Chae Gyung lalu keluar, membentak Park Won Jong, apa-apaan semua ini. Park Won Jong menjelaskan, Yung kabur setelah menghabisi pengawalnya dan ada saksi yang meluhat kalau Yung masuk ke dalam rumah Chae Gyung, jadi ia minta ijin untuk melakukan penggeledahan. 

"Aku satu-satunya di dalam."

"Jika Anda ketahuan melindungi penghianat, Anda bisa dituduh sebagai komplotan mereka. Apa Anda tidak keberatan?"

Park Won Jong menyuruh prajuritnya masuk tapi Chae Gyung melarangnya karena ia sedang mengadakan upacara peringatan kematian Orangtuanya. Park Won Jong tidak peduli dan tetap menyuruh mereka masuk.


Namun saat seorang prajurit masuk, Yung langsung menusuknya dengan pedangnya. Yung pura-pura menyandera Chae Gyung agar mereka semua mundur.

Park WOn Jong berkoar-koar kalau mereka adalah komplotan dan Ratu melinduni penghianat.

Yung meletakkan pedangnya di leher Chae Gyung, mengancam, jika Park Won Jong meninggikan suara lagi Chae Gyung akan langsung tewas.


Yung akan menunggang kuda dan mengajak Chae Gyung kabur bersamanya. Chae Gyung tidak bisa. Yung mengingatkan kalau Park Won Jong menginginkan kematian Chae Gyung bukan dirinya, jebakan ini untuk Chae Gyung bukan untuknya.

Para prajurit satu per satu meloncati pagar. Yung menyuruh Chae Gyung bergegas.

"Mereka tidak bisa dengan mudah membunuhku. Anda cepatlah pergi, Cepat!" perintah Chae Gyung.


Yeok tidak punya pilihan lain, ia cepat-cepat pergi tapi dua anak panah prajurit berhasil mengenai punggungnya.


Park Won Jong menyuruh prajuritnya untuk mengejar Yung, semantara ia menoleh menatap Chae Gyung curiga.


Yung berhasil lolos dari kejaran Prajurit. Ia bersembunyi disebuah gubuk tapi ada yang melihatnya. Orang itu membawa pedang.


Chae Gyung dimasukkan ke dalam sel oleh Park Won Jong. Park Won Jong menyampaikan kalau Chae Gyung akan dibawa ke istana segera. Chae Gyung membentak, apa Park WOn Jong berencana membunuh seluruh keluarganya? Ia mengingatkan kalau Raja tidak akan pernah membiarkan hal itu terwujud.

"Tentu saja tidak, tapi apa kau pikir kita tidak memikirkan rencana soal itu? Saat kau disandera dulu, Raja terdahulu sering mengunjungimu. Istri siput akan menulis pengumuman itu dan akan menyebarkan Rumor. Raja terdahulu dan Ratu saat ini terlibat hubungan asmara. ck ck. Dia adalah suami bibimu."

"Tutup mulutmu. Siapa yang akan percaya rumor tidak masuk akalmu itu?"

"Kita akan mengetahui itu jika rumor sudah menyebar."

"Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau sangat gigih dengan trik-trikmu itu?"

"Jika kau mengakuinya, kami akan menghukummu karena sudah membantu penghianat tanpa menyebarkan rumor. bukankah itu akan lebih mudah untuk suamimu? AKan lebih mudah jika dia tidak harus dihadakan pada rumor bahwa istrinya terlibat hubungan asmara dengan kakanya sendiri. Apa aku salah?"

Setelah mengatakannya, Park Won Jong segera keluar.


Yeok masuk ke ruang rapat dan langsung menuju pada Park Won Jong, bertanya dimana kakaknya. Park WOn Jong menjalaskan kalau mereka kehilangan Yung, tapi mereka sudah menyisir area jadi pasti tak lama lagi bakalan ketemu.

"Bawa dia padaku. Ratuku hanyalah korban."

"Kalaupun begitu, kita harus mendengarkan pengakuan dari Ratu secara langsung disini."

"Apa kau ingin.." Yeok berhenti sebentar memperhatikan reaksi para menteri, lalu ia melanjutkan, "Apa kau ingin menginterogasinya dihadapan publik?"

"Ha ha ha. Jika Ratu tidak bersalah, kita harus mengungkapnya saat semua orang hadir. Dengan begitu nama baik Ratu akan segera pulih."

Para Menteri setuju dengan usul Park Won Jong itu dan memohon Yeok mengijinkannya.


Ibu Suri terkejut mendengar Yung kabur, apalagi tuduhan bahwa Chae Gyung membatu Yung dan saat ini sedang dibawa ke Istana oleh Park Won Jong. Ibu Suri sampai akan jatuh pingsan. saking shock-nya. Ibu SUri meyalahkan Chae Gyung, karenanya mereka semua berada dalam bahaya.


Dalam perjalanan ke Kantor Kerajaan, Chae Gyung memikirkan peringatan Yung kalau Park Won Jong bukan menjebak Yung melainkan menjebaknya.


Yeok menunduk pada Chae Gyung karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk Chae Gyung. Park Won Jong memulai investigasinya, apa Chae Gyung tahu soal Yung yang kabut dalam perjalanan menuju lokasi pengasingan?

"Ya." Jawab Chae Gyung.

"Anda pikir siapa yang membatunya? Apa mungkin, itu Anda, Ratu?"


Yeok membentak, saat itu Chae Gyung ada di rumahnya menjalankan tugas sebagai seorang anak dan tidak mungkin Chae Gyung tahu kalau Yung bakalan pergi kesana.

"mungkin saat Ratu masuk ke rumahnya, Raja terdahulu sudah bersembunyi di sana. Apakah Anda mengatakan bahwa semua ini murni kebetulan?"

Park Won Jong menambahkan kalau mereka menemukan obat-obatan di dalam, hal itu mungkin hanya jika Chae Gyung mengobati luka Yung.

Yeok cemas karena para menteri sudah mulai bisik-bisik. Ia kembali membentak Park Won Jong karena mengatakan omong kosong.

"Saya mohon maaf untuk mengatakannya, tapi ini bukan hanya imajinasi saya saja. Rumor mengenai Raja terdahulu dan Ratu sudah tersebar kedalam istana."

"Rumor apa?"

"Saat Ratu disandera di Istana dulu.."

Yeok menyela, ia naik darah, ia langsung menghunus pedang dan meletakannya di leher Park Won Jong. Apa Park Won Jong mau mati?


Semua menteri berlutut, memohon Yeok agar tenang.

Chae Gyung tidak bisa diam lagi. Ia membenarkan semua klaim Park Won Jong. Semua menteri kembali bisik-bisik.


Yeok sontak menoleh ke arah Chae Gyung. Chae Gyung melanjutkan, ia membatu Yung dalam pelariannya. Yeok kecewa mendengar pengakuan Chae Gyung itu.


Orang tadi mendekati Yung. Yung setengah sadar melihat orang itu samar-samar, ia menganggapnya Chae Gyung.

"Chae Gyung-ah. Bahaya.. larilah!"


Yeok tidak percaya, apa maksud Chae Gyung itu?

"Anda pikir.. saya tidak akan melakukan apapun setelah melihat bagaimana orangtua saya terbunuh? Apa anda pikirm saya akan memaafkan pelakunya dan hidup dalam diam? Anda pikir Anda dapat dukungan saya, begitu? Anda salah. Anda mencoba mengambil hati saya dengan menenangkan saya tapi itu tidak berhasil. Anda benar-benar melukai hati saya yang paling dalam. Saya hanya wanita bodoh yang datang dan pergi jika Anda inginkan. Saya ini penurut. Anda pikir dapat pergi jauh dengan membunuh kedua orangtua saya. Kenyataan itu menyadarkan saya."

Batin Yeok: Chae Gyung-ah, kau akan ada dalam bahaya. Berhentilah!

"Saya memutuskan untuk menunjukkan pada Anda bahwa saya bukan wanita gampangan. Saya ingin menunjukkan dengan siapa sebenarnya Anda berhadapan. Ya.. karena itu saya.. membantu Pangeran Yeonsan melarikan diri."

"Berhenti. Berhentilah!" kata Yeok lamas.



Batin Chae Gyung: Tidak, inilah cara memutus semua kerumitan yang semakin membelit.

"Orangtua saya dan saya.. hanya akan melayani satu Raja. Saya tidak pernah mengatakan akan melayani Anda sebagai Raja."

Yeok lemas sampai menjatuhkan pedangnya. Ibu Suri masuk tepat saat itu dan langsung menampar Chae Gyung.


Ibu Suri menegur Yeok yang hanya diam saja membiarkan Chae Gyung bicara ngawur. Yeok harus segera menghukum Chae Gyung.

"Ibu."

"Dia mengakui telah berkhianat. Kita tidak bisa membiarkannya menghina Anda dengan terus berdiam diri. Beraninya dia membantu seorang pengkhianat melarikan diri."

Yeok menangkan ibunya agar jangan langsung menyimpulkan, semua ini hanya kesalah pahaman. Yeok memerintahkan pengawal untuk membawa Ratu ke..


Ibu Suri memotongnya, Yeok tidak boleh begitu, mengatakan kalau Chae Gyung mantas mati. Yeok harus menjadikan Chae Gyung contoh yang tidak baik dan mengadilinya seadil mungkin agar tidak ada lagi yang bisa sekurang ajar Chae Gyung.

"Penggal dia!" Perintah Ibu Suri.

"IBU!!!" bentak Yeok.

Tapi semua Menteri setuju dengan Ibu Suri dan meminta Yeon untuk menghukum Chae Gyung.

Batin Chae Gyung: ini.. adalah akhir hubungan kita, Yang Mulia.

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...