Friday, August 4, 2017

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 20 Part 2-FINAL

Sinopsis Queen For Seven Days Episode 20 Part 2-FINAL

Sumber Gambar: KBS2


Dalam perjalanannya kesitana, Park Won Jong melihat orang-orang melihat pengumuman itu, ia merasa diatas angin.


Park Won Jong masuk ke ruang rapat dengan percaya diri, tapi para menteri menatapnya aneh. Park Won Jong tidak sempat memikirkan lebih jauh karena Yeok keburu datang.

Yeok menyinggung soal keributan dikota, nampaknya istri Siput menampakkan diri lagi. Yeok sengaja melirik Park Won Jong. Yeok lalu bertanya, apa Park Won Jonng sudah melihatnya?

"Yang Mulia. Itu mungkin bukan hanya kehendak istri siput belaka. Saya melihat rakyat menyatukan hati dan suara mereka dalam perjalanan saya ke Istana."

"Hmm.. Kau melihatnya?"

"Iya. Yang Mulia. Anda mungkin bisa mengabaikan para menteri, Tapi Anda seharusnya tidak mengabaikan permohonan para rakyat."

"Kau benar. Aku seharusnya tidak melakukan itu."

"Kalau begitu.. Akankah Anda menurunkan Ratu.."

Yeok melemparkan pengumuman yang tersebar diibukota malam tadi.


Park Won Jong membaca pengumuman itu dan ia sangat terkejut karena isinya berbeda dari yang ia tulis.

Yeok membaca pengumuman itu keras-keras, "Selama proses mengambil harta Raja Terdahulu, Park Won Jong, Shim Geun Son, Kim Sook Hwa, Choi Sook Won, Jang Son dan masih banyak yang lainnya menggunakan harta itu untuk memperbesar rumah mereka masing-masing dan membangun banyak rumah untuk diri mereka sendiri."


Sebenarnya Yeok dan yang lain menjebak Park Won Jong, mereka membakar pengumuman yang ditulis Park Won Jong dan men ggantinya dengan pengumuman yang Yeok baca saat ini.


"Diduga, Park Won Jong  sering bertemu dengan Jo Gye Hyeong, Kim Su Gyeong dan yang lain untuk menerima suap dari pemerintah daerah untuk menaikkan jabatan mereka. Banyak pihak berwenang sangat menyadari.."

Park Won Jong berlutut, menegaskan kalau ia hanya dituduh tanpa bukti. Yeok lalu menyuruh para saksi masuk.


Dan terakhir, muncullah Myung Hye. Yeok menyindir Park Won Jong, apa kali ini dia juga akan membunuh semua saksi?


Yeok memerintahkan Gwang Oh untuk mencopot Park Won Jong dari jabatannya dan menyita semua kekayaannya, juga untuk mengasingkannya.

"Yang Mulia, ini semua adalah fitnah yang kejam. Saya sedang dijebak." Klaim Park Jong Won.

"Jika dia mengakui kesalahannya dan bertobat, Aku akan berhenti di sini. Namun.. jika dia terus menampik tuduhan itu dan berpura-pura tidak tahu, Aku akan menganggapnya sebagai penghinaan. Dia akan dipenggal dan seluruh keluarganya akan dimusnahkan." tegas Yeok. Gwang Oh menjawab akan melaksanakan semua itu.

Park Won Jong teriak-teriak, Yeok tidak bisa melakukan ini padanya, tapi ia tidak berdaya karena Prajurit segera membawanya.


Chae Gyung akan meninggalkan Istana saat hujan turun. Ibu Suri menghampirinya, bertanya dengan baik apakah Chae Gyung akan pergi?

Chae Gyung lalu memberi penghormatan untuk Ibu Suri.

"Saya minta maaf karena membuat Anda khawatir."

"Tidak perlu meminta maaf."


Ibu Suri bahkan memeri Chae Gyung bingkisan. Ibu Suri menjelaskan, beberapa hubungan mungkin hanya bisa dilindungi dengan perpisahan. Dan yang Chae Gyung bisa lakukan saat ini hanyalah mengawasi Yeok dari jauh.

"Saya.. akan mengingat hal itu."

Ibu Suri mengangguk. Chae Gyung menghormat sekali lagi lalu berjalan pergi.


Yeok akan menemui Chae Gyung dengan wajah sumringah tapi langsung berubah terkejut saat melihat kediaman Chae Gyung sepi. Ia berlari ke kamar Chae Gyung dan disana kosong, tidak ada apa-apa. Yeok terduduk lemas.


Chae Gyung sampai di gerbang istana, ia menoleh sekali lagi untuk yang terakhi, melihat gerbang itu ditutup.  Tapi kemudian ia tersenyum menatap matahari di langit.


Yeok memandangi pita baju Chae Gyung itu.

"Mulai dari sekarang. Aku akan hidup untuk mencintai dan merindukanmu. Aku akan terus hidup untuk lebih mencintai dan merindukanmu."


Chae Gyung juga mengelus pita bajunya.

"Kami menemukan jalan kami sendiri untuk saling melindungi."

Chae Gyung menangis dalam perjalanannya kembali ke rumah.


Yung berjalan ke lokasi pengasingannya dengan kruk yang digunakan Yeok dulu. Belum sampai gerbang rumah ia sudah roboh tapi para Prajurit melihatnya dan membantunya bangun.

"Aku.. tidak pernah lari dan Ratu.. tidak pernah membantuku melarikan diri. Kalian harus menyampaikan hal ini." Kata Yung terbata menahan sakit dan lelah.


Suk Hee menyampaikan kalau Yung sudah kembali tempat pengasingannya. Yung mengirimkan pernyataan tertulis bahwa ia tidak pernah melarikan diri dan bahwa Ratu sudah dijebak.

"Hyungnim.. pasti juga ingin menyelamatkan Chae Gyung."


Yung sangat lemah, dalam gerakan lamban ia mengambil surat yang ditulis Tuan Shin untuknya. Ia akan membacanya tapi matanya kabur. Ia lalu membawanya ke dekat hendela tapi masih tidak jelas, bahkan ia sampai melobangi jendela.


Yung lalu membaca surat itu di luar.

"Cuaca saat ini sangat panas, tidak peduli mau siang atau malam. Jadi saya khawatir dengan kesehatan Anda. Anda selalu merasa lebih lelah di musim panas. Anda harus mengurangi minum alkohol, dan lebih banyak mengonsumsi makanan sehat serta mengonsumsi obat herbal untuk mendapatkan lebih banyak energi. Saya memikirkan dan merindukan Yang Mulia.. siang dan malam. Saya berharap kesungguhan keinginan saya ini akan menyentuh hati Yang Mulia."


Yung melangkahkan kakinya ke halaman tapi baru beberapa langkah ia tumbang, untung Yeok datang tepat waktu dan memeganginya hingga tidak jatuh ke tanah.


Yung terkejut dan melepaskan Yeok, tapi ia tidak bisa melihat Yeok dengan jelas. Ia harus memejamkan matanya beberapa kali baru bisa mengenali kalau itu adalah Yeok.

Yung ingin menyentuh wajah Yeok tapi ia kesulitan karena lukanya. Yeok lalu mengambil tangan kakaknya itu dan menyentuhkannya ke wajahnya.

"Aku datang. Aku datang untuk melihatmu, Hyungnim."

Yung tersadar, ia langsung menarik tangannya dan mengusir Yeok. a menuduh Yeok hanya ingin menghinanya saja.


Yung akan kembali masuk tapi ia kembali roboh. Yeok bergegas untuk menolongnya.


Yeok menunggui Yung sampai sadar, ia juga memerintahkan pengawal untuk menyiapkan obat Yung. Sampai akhirnya Yung sadar, tapi Yung tidak bisa melaihat apapun.


"Semuanya.. tidak ada artinya. Tidak ada artinya." ratap Yung.

Yung hanya ingin membuktikan bahwa keputusan Ayah mereka itu salah. suatu hari, ia membuka matanya dan melihat dirinya telah berubah menjadi seorang tiran, persis seperti apa yang ayah mereka katakan.

"Aku seperti ibuku, yang menempatkan diri dalam bahaya karena dibutakan oleh rasa cemburu. Yeok-ah. Aku.. tidak membencimu. Aku hanya benci bayanganku di matamu dan di mata Chae Gyung juga aku melihat bayangan yang sama seperti dimatamu. Aku terlalu malu untuk menatap matamu. Itulah sebabnya aku berusaha membunuh kalian berdua. Itulah sebabnya aku berusaha menghancurkan kalian berdua. Aku hanya.. benar-benar membenci.. dan kesal pada diriku sendiri. Aku akhirnya berhasil memisahkan kalian berdua. Itulah Kenapa.. aku dihukum seperti ini."


Nafas Yeok tersenggal, Yeok mulai khawatir, lalu ia membatu kakaknya bersandar.

Yung melanjutkan, "Aku akan menerima sisa hukumanku setelah.. aku mati."

Yung melihat bayangan ayahnya sedang mengulurkan tangan padanya. Yung tersenyum, akhinya ayahnya bersedia mengulurkan tangan padanya.

Yeok melihat ke arah Yung melihat tapi tentu saja ia tidak melihat apapun.


Yung pun menghembuskan nafas terakhirnya. Yeok menangis sedih memeluk kakaknya.

"Kenapa Kau cepat sekali meninggalkanku? Kumohon.. istirahat dengan tenang. Tinggalkan dunia ini.. tanpa kebencian apapun atau penyesalan."


Chae Gyung mengunjungi Bibinya dengan membawakan makanan ringan. Saat ini bibinya sedang menjahit baju hangat untuk Raja Terdahulu dan Putra Mahkota. Sampai

"Aku tidak bisa.. memberinya hadiah ulang tahun." Sesal  bibi.

Chae Gyung berkata akan membantu. Sampai akhirnya Bibi Pengasuh masuk, menyampaikan kalau Raja Terdahulu sudah wafat.


Yeok pergi berkuda dengan pengawalnya.


Chae Gyung memberi penghormatan terakhir untuk Yung diikuti Bibi pengasuh.


Ibu Ratu juga sudah mendengar kabar itu. Ia lalu mengeluarkan tusuk rambut dari laci. Ibu Suri menangis.


Tusuk rambut itu adalah hadiah dari Yung yang masih remaja. Saat itu, baik Yung maupun dirinya sangat senang dengan hadiah itu. Yung bahagia memberikannya dan Ibu SUri bahagia juga menerimanya.


Ibu Suri melepas tusuk rambutnya dan menggantinya dengan hadiah Yung itu. Ibu Suri mengingat saat Yung berbaring dipangkuannya. Saat itu Yung ingin bertukar tempat dengan Yeok, biarlah Yeok menjadi Raja sehingga ia bisa menjadi suami Chae Gyung dan putra Ibu Suri.

"Yang Mulia, dikehidupan selanjutnya, terlahirlah sebagai putriku. Maka aku akan sangat menyayangimu. Yang Mulia."

Ibu Suri sangat terpukul dengan kepergian Yung yang mendadak ini.


Yung berhenti di depan rumah Chae Gyung, berkata kalau kudanya mungkin lelah jadi ia mengajak semuanya istirahat sebentar.


Kasim Song masuk ke dalam, mengabari Chae Gyung bahwa Yeok ada di luar.

"Beliau berkata kudanya lelah dan mengajak istirahat sebentar."

Chae Gyung meminta mereka menunggu, ia akan membuatkan makanan kuda.


Kasim Song lalu memberitahu Yeok kalau Chae Gyung saat ini sedang memasak untuk kuda mereka.

"Untuk kuda? lalu bagaimana denganku? Apa dia tidak menanyakanku?"

Kasim Song hanya bisa menunduk.


Saat Chae Gyung masak, Yeok berjalan masuk ke halaman.


Chae Gyung keluar tapi karena ia melihat Yeok, ia pun masuk kembali. Yeok menyadari Chae Gyung ada disana, ia pun mendekat.

"Chae Gyung-ah."


Chae Gyung mengulurkan mangkuk berisi makanan kuda, meminta Yeok untuk memberikan itu pada kudanya. Chae Gyung tidak menunjukkan dirinya, hanya mengulurkan tangan. Chae Gyung minta maaf karena tidak bisa menyapa Yeok. Yeok sengaja menyentuh tangan Chae Gyung tapi malah membuat Chae Gyung terkejut dan menjatuhkan mangkuknya.


Chae Gyung minta maaf dan bergegas untuk membuatnya lagi tapi Yeok menghentikannya dengan kata-katanya, tidak bisakah Chae Gyung menunjukkan wajahnya, toh hanya daun pintu yang memisahkan mereka. Apakah Chae Gyung ingin ia pergi seperti ini?

" "Tidak". Cukup ucapkan satu kata itu, maka aku akan membuka pintu ini dan berlari padamu. Aku akan memelukmu."


"Apakah Anda lupa? Saling melihat, Saling bersama, saling berpelukan, bukan satu-satunya cara untuk mencintai. Kita tidak seperti orang lain. Kita tidak tinggal bersama. Kita tidak saling bertemu. Begitulah cara kita berjanji untuk tetap setia satu sama lain. Apakah Anda sudah menyerah?"


Yeok akhirnya menyerah dan memilih pergi. Chae Gyung merenung, ia tidak bisa.


Ia pun berlari keluar dan memanggil Yeok. "Suamiku! Pangeran! Suamiku!"

Yeok mendengar panggilan Chae Gyung itu dan menoleh.


Mereka berlari menuju satu sama lain dan saling berpelukan.

"Aku tidak bisa Chae Gyung-ah. Aku tidak bisa hidup begini."

"Jangan Pergi. Ayo kita hidup bersama."


Baju buatan Chae Gyung jadi juga, tai terlalu kecil untuk Yeok. Walaupun begitu, mereka tidak terlalu memusingkan itu.


Merekapun menjalani kehidupan bersama dengan sangat manis.


Yeok cemas menunggu Chae Gyung melahirkan. Bibi Pengasuh keluar dan memberitahu kalau anak mereka sudah lahir, seorang putra. Yeok jingkrak-jingkrak masuk ke dalam.


Tiba-tiba saja mereka sudah memiliki dua anak dan bibi tetap menjadi pengasuh mereka. Yeok dan Chae Gyung sangat bahagia bersama dua buah hati mereka.


Yeok tidur dengan tersenyum karena Chae Gyung ada disampingnya.


Tapi saat ia bangun, Chae Gyung hilang. Dan kenyataannya, ia tidur sendirian, di Istana. Semua itu hanya mimpi.


Chae Gyung menulis surat untuk Yeok, sebagai jawaban atas permintaan Yeok untuk rujuk.

"Yang Mulia. Aku sangat berterima kasih atas tawaran Anda ntuk mengembalikan posisiku. Tapi.. Anda sudah menjadi ayah seorang anak laki-laki. Jika aku kembali sebagai Ratu Anda. Putra kita kelak akan terlibat perebutan tahta seperti Anda dan kakak Anda. Anda.. pasti tidak ingin apa yang terjadi pada ANda akan terjadi pula pada anak-anak Anda, kan?"


Chae Gyung meminta bantuan Bibi Pengasuh untuk mengukur tubuhnya. Ia akan membuat baju Yeok dengan menggunakan ukuran yang diajarkan Yeok dulu.

Bibi pengasuh kesal, "Ya ampun.. Pinjam salah satu pakaiannya. Kenapa susah-susah melakukan ini?"


Tapi akhirnya pakaian itu jadi juga dan Yeok menerimanya dan langsung memakainya untuk jalan-jalan malam.


Chae Gyung juga keluar malam itu dan mereka menatap bulan yang sama dari tempat berbeda.

"Aku tahu Anda sangat menderita dan sangat takut. Kita tidak boleh menciptakan tragedi seperti itu lagi. Aku tahu bahwa Anda berusaha kuat untuk kita berdua dan itu sudah cukup."

(1544, 38 tahun kemudian)
(39 tahun Pemerintahan Raja Jung Jong)


Chae Gyung akhirnya dikembalikan menjadi Ratu tapi ia sudah tua. Ia tetap memakai cincin hadiah Yeok dan Yeok juga bersiap dengan baju haadiah Chae Gyung, walaupun kesehatannya sudah semakin memburuk.


Chae Gyung akan masuk ke ruangan dimana Yeok sudah menunggunya.


Tapi yang diperlihatkan wajahnya adalah wajah Chae Gyung saat ini.


Lalu tiba-tiba berubah menjadi versi remaja mereka. Yeok sudah menunggu Chae Gyung dan saat Chae Gyung tiba, ia langsung menyuruh Chae Gyung duduk disampingnya.


Chae Gyung heran, kapan Yeok sampai? Yeok kembali memanggil Chae Gyung kotoran burung, bertanya apa Chae Gyung sudah lama menunggu?

"Cih.. Aku jadi terbiasa menunggumu."


Kembali ke versi dewasa mereka. Chae Gyung menggenggam tangan Yeok dan mereka saling menandangi satu sama lain. Yeok lalu menyentuh wajah Chae Gyung dan Chae Gyung melakukan hal yang sama.


"Apa Aku terlambat?" Tanya Chae Gyung.

"Tidak. Kau tidak terlambat sama sekali."

"Pasti sangat sulit selama ini. Aku bangga pada Anda. Anda.. melakukannya dengan baik sampai sekarang."

"Aku tahu kau menungguku. Dan dengan begitu aku berhasil. Aku tahu kau selalu ada untukku. Aku juga.. melakukan apa yang harus aku lakukan."


Yeok berbaring dipangkuan Chae Gyung dan memejamkan mata.

"Sekarang.. aku akan tinggal di sisi Anda. Sekarang.. Anda bisa beristirahat dengan tenang di rumah."

"Aku akhirnya pulang."

"Aku Mencintaimu. Aku Mencintaimu. Aku Mencintaimu. Suamiku."
Chae Gyung mengatakan cinta dengan tiga kalimat berbeda tapi bermakna sama.

"Sekali saja sudah cukup."
 
== T A M A T ==

15 komentar

Aaaaaaaaaaaa!daebak bingit c!best drama in the middle year i think

Makasih sinopsis nya kak,akhirnya tamat juga,tp menurutku ending nya kurang greget,meskipun pada akhirnya mereka bersama lagi,tp untuk sampai ke titik itu lamaaaaaaa bgt,butuh perjuangan😭😭

Ohh yaa ampun kirain beneran ternyata cuma Mimpi :(, kirain Sed Ending ternyata Happy Ending :) emng Yeok menikah lagi kok dy punya anak laki2 dri istri yg berbeda :/, berarti dri Chea Gyung ada anak ny donk :/#Binggung wah bakal susah Move On dre drama ini tpy klo penganti drama ini bagus bisa deh Move On hehehe :D di tunggu sinopsis2 selanjutnyaa ;)

dr sejarah nya yeok pny anak tp bukan dr chae gyung dr istri nya yg kedua kl di drama ini myung he yg jadi ratu pengganti chae gyung..smp yeok meninggal chae gyung ga dipulihkan nama nya raja im jong selanjutnya mau pulihin tp keburu meninggal jg..chae gyung meninggal 13 thn setelah yeok meninggal di pengasingan nya

Yaah udh happy ending g terasa,makasih tuk sinopsis nya mba d tunggu projek baru nya.

😭😭😭 endingnya bikin bercucur euy...

berarti punya anak dan rujuk chae Gyung itu cuman mimpi...kenyataannya mereka tetep hidup masing2..

Aku awalnya bingung liat akhir drama ini, tapi abis baca disini jadi ngerti. drama terbagus yg aku lihat

masih ada yg janggal
endingnya tidak memuaskan..
tapi salut untuk author ny baik bangettttt ☺☺☺☺☺☺

gak bisa move on πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Menjelang episode akhir bikin mewek hihi, perjuangan yg panjang bagi chae gyung dan yoek jalani utk bisa bersama bener" cinta abadi. Gomawo min udah bikin sinopsisnya ;)

Drama ini berpotensi bikin banjir.. πŸ˜‚πŸ˜

Loh, itu di suratnya kayaknya chae gyung bilang anak anda, itu anak pangeran sama chae gyung kan? Bukan cuma mimmpi kan?

Endingnya masih kurang srek.. Itu sad apa happy ending? Disitu kenyataannya mereka ttap hidup sendiri2, maunya mereka tetap bersama dan punya anak. Endingnya nggakk sesuai dengan perjuangan mereka. Baper mulu kalo ingat itu, kasihan Chae Gyung-nya

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon