Tuesday, September 12, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 6 Part 2


Sumber Gambar: CTV

Shao Xi dan Li Zheng sudah baikan, Li Zheng mengatakan alasannya menjauhi Shao Xi. Li Zheng juga sudah mulai mengingat masa lalunya. Untuk Jin Li, ia semakin gencar mendekati Shao Xi. 


Li Zheng melihat Shao Xi mengeluarkan sepatu hadiahnya dari rak, sepatu itu masih ada noda darahnya. Ia teringat saat SHao Xi bilang bahwa dengan berlari, Shao Xi bisa membanggakan orang tuanya. Li Zheng mengepalkan tangan.


Keesokan harinya, Shao Xi mencari sepatunya itu tapi tidak ada dimana-mana, semua bingung. Lalu Li Zheng muncul, mengatakan kalau ia sudah membuangnya. Shao Xi sangat terkejut.

"Li Zheng, kenapa kau membuang sepatu Shao Xi?" Tanya Ibu.

"Ada darahnya, jadi aku membuangnya."

Semuanya terdiam, Shao Xi kesal, ia akan keluar untuk mencarinya.


Li Zheng menghentikannya, mengatakan kalau Shao Xi tak mungkin menemukan sepatu itu. Shaoa Xi tak menjawab, namun ia menghempaskan tangan Li Zheng dan tetap berjalan kemuar.

"Li Zheng, ikutilah dia." Suruh Ayah.


Shao Xi pergi ke tempat pembunagan akhir dan mencarinya. Li Zheng meminta Shao Xi kembali ke rumah, ingat keadaan kaki Shao Xi, nanti Li Zheng yang akan mencarinya.

"Pergi! aku akan mencarinya sendiri!" Bentak Shao Xi, Li Zhneg pun terdiam.

Shao Xi kembali mencari sambil menangis. Shao XI mengatakan, Li Zheng bisa tak menjenguknya di Rumah Sakit meskipun mereka tinggal serumha, Li Zheng juga bisa mengabaikannya tapi bukan berarti Li ZHneg bisa membuang miliknya! 


Li Zheng mengambil kruk Shao Xi, ia mohon agar Shao Xi berhenti mencari. Shao Xi menjelaskan kenapa ia marah, karena ia tak mengerti, toh itu cuma sepatu biasa yang harusnya ia lupakan, tapi kenapa ia malah menggali sampah seperti sekarang! kurang kerjaan!

"aku tahu. Itu karena sepatu itu pemberian dari aku. Jangan mencarinya lagi. aku tahu di mana aku membuangnya." Kata Li Zheng.


Li Zheng kemudian mengali sampah dibantu Shao Xi untuk menemukan sepatu itu. Li Zheng menemukannya dan Shao Xi menga,bilnya dari Li Zheng lalu membawanya pulang ke rumah.


Shao Xi mencuci sepatunya sambil menggerutui Li Zhneg, "Yan Li Zheng, kau sangat bego. Beruntung kau, aku belum bisa memukulmu sakrang, kan? Hati-hati! Jangan datang meminta maaf padaku. aku tidak akan pernah memaafkanmu! aku tidak ingin memaafkanmu."

Ibu memanggil dari luar, menyuruhnya keluar dan berhenti menangis.

"Siapa yang menangis aku tidak menangis!" Bantah ShaoXi lalu mengusap matanya, tapi ia lupa tangannya penuh busa, jadinya matanya pedih. HAHAHA, Shao Xi kembali menggerutu, kenapa ia selalu sial?


Li Zheng datang ke depan pintu kamar mandi dan ia melihat Ibu dan Yah disana. Ibu tersenyum tapi Li Zheng tidak mengatakan apapun dan memilih pergi.

Ayah mengajak ibu bicara berdua, ada yang ingin ia diskusikan dengan ibu.


Shao Xi masih belum bisa menghilangkan kekesalannya. Sekarang ia tiduran dikamarnya setelah selesai mencuci sepatu dan menjemurnya di balkon.


Namun, Shao Xi menemukan ada yang baru dikamarnya, karakter boneka yang ia koleksi sekarang sudah lengkap, ia tak sadar kapan ia berhasil mendapatkan seri terakhir itu.


Esoknya, Li Zheng mengantarkan sarapan ke kamar Shao Xi. Shao XI bertanya jutek, kemapa ayah-ibunya? Li Zheng menunjukkan catatan yang Ibu tinggalkan, katanya mereka harus mengurus bisnis, jadi mereka menitipkan Shao XI pada Li Zheng.

Li Zhneg juga memberikan pertanyaan+jawaban tes Matematika minggu lalu, ia menyuruh Shao Xi mempelajarinya jika punya waktu. Shao Xi memukul buku iyu dari tangan Li Zhang sampai bukunya jatuh ke lantai.

Tapi Li Zheng tidak marah, Li Zheng mengambil buku itu dan meletakkannya di meja. Sebelum pergi, Li Zheng menyuruh Shao Xi memanggilnya saja jika ingin ke kamar mandi atau butuh sesuatu.


"Yan Li Zheng, berhenti di sana! Apa sebenarnya yang salah? kenapa aku merasa sejak aku mengalami kecelakaan mobil, kau aneh sekali? Saat aku di rumah sakit, kau sangat sibuk. Tidak apa-apa kalau kau tidak datang menjengukku. Tapi kenapa kau tidak di rumah saat aku pulang? kau menghindariku dan membuang sepatuku tanpa alasan. Apa kau membenciku?"

Li Zheng langsung berbalik, tidak! Ia sama sekali tidak membecnci Shao Xi. Shao Xi pun kembali mempertanyakan alasan Li Zheng berubah?


"Di hari aku mengalami kecelakaan, semua orang menghibur dan menyemangatiku. Hanya kau yang berdiri jauh dariku. kau bahkan pergi saat menyadari aku melihatmu. aku bahkan tidak tahu apa yang salah denganmu. Katakan padaku! Jika aku berbuat salah padamu, aku dapat meminta maaf."

"kau tidak melakukan kesalahan."

"Kalau begitu kau lah yang salah. kau harus meminta maaf padaku."

"aku minta maaf. akulah yang tidak melindungimu dengan benar.. hingga kau mengalami kecelakaan mobil."

"kenapa kau meminta maaf untuk itu? kau harus meminta maaf karena tidak memperlakukanku sebagai teman! Jika kau menganggap ku sebagai teman, maka ketika temanmu mengalami kecelakaan mobil, Apa kau bahkan tidak mengatakan satu hal yang menunjukkan rasa pedulimu terhadap mereka? Bahkan sekarang pun, hal pertama yang kau obrolkan denganku adalah catatan dan soal ujian. Kakiku sedang terluka. kenapa aku peduli dengan hal-hal itu? "Apa kakimu sakit?" "Apah kau merasa lebih baik? Cepat sembuh ya". Apa hal-hal itu sangat sulit untuk kau katakan? dan, hal yang paling harus kau minta maaf padaku, adalah hal yang sudah kita setujui bahwa kita akan selalu menjadi keluarga dan teman. Jika kau tidak melakukan itu, bukankah seharusnya kamu minta maaf padaku?"

"Maa--"


Tiba-tiba suara perut Shao Xi berbunyi dan Shao Xi mengeluhkan perutnya yang sakit. Li Zheng bingung, samai akan memanggil ambulans.

"Ambulans apa? Bawa aku ke kamar mandi." Kata Shao Xi.

Li Zheng paham dan langsung menggendong Shao Xi.


Li Zheng sudah mendudukkan Shao XI di kloset, tapi ia malah berdiri di depan Shao Xi. Sambil menahan sakit peruntnya, SHao Xi menyuruh Li Zheng keluar. Li ZHeng baru ngeh dan langsung berjalan keluar lalu menutup pintu.

"Yan Li Zheng! anggap saja kau tidak mencium atau mendengar apapun!" Bentak Shao Xi.

"aku tidak mendengar atau mencium apapun." Jawab Li Zheng.


Li Zheng kemudian membawa Shao Xi ke dokter, dokter bertanya apa yang Shao X makan pagi ini?

"Hari ini.. aku tidak makan apapun pagi ini. Tapi untuk sarapan kemarin, aku makan omelet basil dan sandwich babi cincang, pancake goreng dan susu kedelai. Untuk makan siang, aku makan Nabeyaki Udon, sepotong daging babi goreng, semangkuk Bibimbap, dan beberapa es krim. Sore hari, aku lapar. Jadi, aku makan bihun tiram dan apel. Untuk makan malam, aku makan daging babi dan telur donburi bersama dengan semangkuk salad. dan... Itu sudah semua sepertinya."


Li Zheng dan Dokter saling pandang, Shao Xi tak mengerti, kenapa? Dokter menjelaskan kalau Shao XI kebanyakan makan jadinya diare. Dokter bahkan bercanda kalau SHao Xi bisa mengikuti kejuaraan makan, Li Zheng tersenyum lebar mendengarnya, senyum terlebarnya selama drama ini tayang.


Li Zheng menggendong Shao Xi pulang, ia minta maaf. SHao Xi menjawab akan memikirkannya dulu karena Li Zheng mempunyai banyak kesalahan padanya,

"Apa kau meminta maaf karena telah mengabaikanku dan tidak memperlakukanku sebagai teman, atau apa kau meminta maaf karena telah membuang sepatuku?"

"Untuk semuanya."

"aku tidak ingin memaafkan mu dengan mudah. Jika kau benar-benar ingin meminta maaf, kau harus memberitahu ku kenapa kau memperlakukanku seperti itu."


Li Zheng menjelaskan apa yang ia pikirkan dari kemarin, jika ia tidak mengajak Shao Xi keluar hari itu, Shao Xi pasti tidak akan mengalami kecelakaan. Jika terus melihat SHao Xi, mka ia selalu merasa bersalah, jadi ia memilih menghindar. Maaf. Dan.. ia membuang sepasang sepatu itu karena ia takut sepatu itu akan membuat Shao Xi memikirkan kenangan yang tidak bahagia, ia tidak ingin Shao Xi bersedih, tapi yang ada malah membuat Shao Xi menangis. Maaf.


Shao XI malah mengacak-acak rambut Li Zheng, gemez. Shao Xi memutuskan untuk memaafkan Li Zheng karena Li Zheng sudah membantunya menemukan seri boneka yang terakhir.

Kilas Balik...


Li Zheng melihat SHao Xi mengamati boneka-boneka kecil, ia tidak mengerti apa itu. SHao Xi kesal, ia tidak pernah mendapatkan seri yang terakhir walaupun ia sudah membali banyak minuman. Ternyata semua itu adalah hadiah dari minuman.

Kilas Balik selesai...


Shao Xi tahu kalau itu Li Zheng tapi Li Zheng tak menjawabnya. Shao Xi heran, berapa banyak minuman yang Li Zheng beli sampai bisa menemukan seri yang terakhir? Ia saja sudah beli 120 botol.

"Tidak banyak." Jawab Li Zheng.

"Sungguh? Kau luar biasa! Tapi kau kan tidak suka minuman itu, kau pasti membuangnya ya? Boros!"


Kenyataannya, Li Zheng juga membeli banyak dan harus meminum semuanya. Namun semua itu terbayar karena ia mendapatan boneka seri terakhir.


Untuk makan malam, mereka makan bubur sambil nonton film. Li Zheng memesan pizza tapi ia makan sendiri karena Shao Xi cuma dibolehkan makan bubur sama dokter.


Akhirnya mereka tiduran di sofa.


Selanjutnya ada adegan seperti mimpi, tapi gak paham ini mimpi siapa atau dua-duanya bermimpi sama.

Shao Xi mengatakan tidak akan memakai sepatu itu lagi, Li Zheng menjawab ia tahu. SHao XI membantahnya Li Zheng tak tahu, sampai hari dimana ia bisa berlari secepat sebelumnya, ia baru akan memakainya lagi dan kembali berlari.

"aku akan menunjukkan bahwa kau mungkin pintar, tapi kau tidak bisa menebak semuanya dengan benar. >aku akan membuktikan padamu." LanjuBaik. aku akan menunggu kau untuk memakainya dan membuktikan kepadamu." Lanjut Shao Xi.

Li Zheng kemudian meletakkan sepatu itu di depan Shao Xi, "Oke.. akau akan menunggumu memakainya kembali untuk membuktikannya padaku."


SHao Xi tersenyum, Li Zheng juga. Lalu mereka jalan bersama.


Shao Xi: Juga, aku terluka bukan karena kamu. Berhenti menyalahkan diri sendiri.

Li Zheng: Baik.
 



Hari pun berganti. Li Zheng menemui ayah untuk berterimakasih, ia tahu ayah-ibu sengaja keluar dari rumah agar ia memiliki kesempatan untuk baikan dengan Shao Xi. Ayah senang mendengar usahanya berhasil.

Li Zheng lalu minta maaf, ia yang membawa Shao Xi keluar hari itu tapi gagal menjaganya.


"Li Zheng, kau seperti ayahmu."

"aku seperti ayahku?"

"iya. kau dan ayahmu suka menanggung semuanya sendiri. Kapan pun sesuatu terjadi, dia akan menyalahkan dirinya terlebih dahulu. Dia merasa pasti melakukan sesuatu yang salah sehingga keadaan akan berubah seperti itu. Li Zheng, kau harus tahu ini. Ini bukan salahmu. Berhentilah menyalahkan diri sendiri, ya?"

Tanpa bisa dibendung, airmata Li Zheng mengalir mendengar ayah membicarakan ayahnya. Ayah menepuk pundak Li Zheng, seorang pria itu tidak menangis.


Li Zheng mengeluarkan foto buram itu dan memandanginya. Berbekal cerita Ayah tadi, ingatannya perlahan muncul saat memandangi foto itu.


Li Zheng kecil tak berani mendekati ayahnya yang terdiam. Ibunya menghampiri, kenapa Li Zheng tak mendekati ayahnya?

"Karena Ayah marah sama Li Zheng."

"Ayah merasa sudah membiarkan Li Zheng yang paling berharga terluka. Ayah bukan marah pada Li Zheng tapi pada dirinya sendiri." Kata Ibu.

Ibu melanjutkan, Li Zheng nanti akan mengerti kenapa ayah begitu saat menemukan seseorang yang penting bagi Li Zheng.

"Pergilah peluk ayah, maka ayah akan baik-baik saja!"


Li Zheng pun berlari pada ayahnya dan apa yang ibunya katakan memang benar. Ayah pun kembali ceria. Lalu mereka bertiga berfoto.


Li Zheng mengerti sekarang, "Ayah. Sebenarnya aku sama seperti ayah."

Dan berlahan, foto yang buram itu jadi jelas dimata Li Zheng.


Jin Li datang ke rumah dan ia dengan sangat berani meminta Ayah memainggilkan Shao Xi, karena barusan ia menjenguk ke rumah sakit tapi Shao Xi nya sudah pulang

"kau punya nyali? Siapa yang kau suruh untuk panggil Shao Xi? Apakah Shao Xi tuan budakmu yang keluar hanya karena kau memintanya?"

"Saya sudah terlanjur membeli barang jadi saya putuskan datang ke sini untuk memberikannya pada SHao Xi."

"Peduli? kau adalah orang yang baik hati? Berhenti berpura-pura! Jangan berpikir bahwa aku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Katakan padaku! kau memiliki maksud lain pada Shao Xi, kan?"


Ibu keluar karena suara ribut ayah. Ibu lebih lembut, menjelaskan kalau Jin Li hanya ingin menjenguk Shao Xi, jangan berlebihan ah!

"Bu Zhong, jujur saja. Saya sedang PDKT sama Shao Xi." Bisik Jin Li.

Ayah mendengarnya dan siap melayangkan pukulan, untung Ibu sigap menghentikannya. Ibu menjelaskan, Shao XI sedang istirahat, jadi sebaiknya Jin Li pergi dan datang lagi lain waktu.


Jin Li setuju, ia lalu menitipkan apa yang ia bawa pada Ibu untuk diberikan pada Shao Xi.

Ayah-Ibu sudah kembali masuk dan Jin Li juga sudah naik motornya. Tapi tiba-tiba Jin Li turun dan memanggil-manggil Ibu, Ibu-Ayah kembali keluar dengan kesal, terutama ayah.

"Saya ingin mengatakan.. kaki Shao Xi terluka. ANda berdua pasti sibuk. Bagaimana kalau saya tinggal di rumah anda untuk mengurus Shao Xi?"

"aku bisa memenuhi keinginanmu jika kamu ingin mati. Jangan berpikir untuk tinggal di rumahku dan tidur dengan anak perempuanku. Apa kau menginginkan asetku?" Bentak ayah.

"Saya belum di tahap itu dengan Shao Xi."

"Lebih baik begitu!"

Ibu menjeskan mereka bisa menjaga Shao Xi sendiri, mereka tidak membutuhkan bantuan Jin Li. Juga, mereka tidak  bisa mengijinkan orang asing tinggal di rumah. Tapi.. Jin Li bisa bekerja di toko, dengan begitu Jin Li bisa selalu melihat Shao Xi.

"Baik. saya akan berangkat kerja besok. Sampai jumpa, Bu Zhong." Kata Jin Li senang, lalu ia pergi.

Ayah sebenarnya menentang tapi kalah lah sama Ibu.


Li Zheng ke toko dan ia disambut oleh Jin Li. Ayah menjelaskan dengan kesal kalau Jin Li berkerja di toko mulai hari ini.


Shao Xi lalu kesana juga bersama Ibu, Li Zheng dan Jin Li berebutan membantu. Ibu menjelaskan pada Shao Xi kalau Jin Li sangat pengertian, Jin Li merasa bersalah karena turut menyebabkan Shao Xi terluka jadi Jin Li bersedia bekerja suka rela di toko sampai SHao Xi pulih 100%.

Jin Li menanyakan bagaimana kaki Shao Xi? Sudah baikan? Sebenarnya Jin Li selalu menghubungi Shao Xi selama ini tapi Shao Xi tidak merespon, jadi ia nekat datang ke rumah Shao Xi.


Ibu menjelaskan apa kata dokter tadi, fisioterapi Shao Xi menunjukkanprogress yang bagus tapi Shao Xi masih tidak diijinkan lari dan melompat untuk ujian nanti, takutnya akan terlukan lagi dan jika terjadi Shao Xi harus dioperasi.

"Dokter tidak mengatakan bahwa aku tidak bisa." Kata Shao Xi.

Tapi Ayah bilang tidak usah, tidak apa Shao Xi mengulang tahun depan, pokoknya kesehatan Shao Xi harus nomor 1. Shao Xi memaksa, ia bahkan belum mencoba bagaimana ayah bisa memutuskan ia tidak bisa?


Shao Xi lalu bertanya pada Li Zheng, apa menurut Li Zheng ia juga lebih baik tidak ukut ujian? Li Zheng menjelaskan, masih ada cara lain agar Shao Xi bisa masuk Universitas, Shao Xi seharusnya bisa menggunakan skor pertandinggannya yang sudah terkumpul selama ini, ia akan memikirkan bagaimana caranya.


Sementara itu, Jin Li geleng-geleng, lalu angkat tangan, berkata kalau ia setuju Shao Xi ikut ujian saja.

Note: Ini drama On-Going (baru tayang 7 episode saat sinopsis ini dibuat), tayang seminggu sekali setiap hari minggu tapi baru ada link download-nya selasa/rabu, jadi bentrok sama drama lain (The King Loves & Hospital Ship), jadi aku baru bisa menulisnya sabtu-senin, ditambah kalau akhir pekan aku agak malas buka laptop XD, jadi harap sabar ya.. Pasti dilanjut kok!

3 komentar

lanjut minπŸ‘ŠπŸ‘ŒπŸ‘πŸ’ƒπŸ˜˜

Wah tambah seru.. Nih.. Semangat ya.. Di lanjut.. Thanks you😁

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...