Friday, September 29, 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 18


Sumber Gambar: MBC


Hyun terlambat satu langkah dari Jae Geol, ia sekarang hanya bisa melihat Jae Geol dan Eun Jae bersama. Lalu Young Eun datang dan mengambil minuman dari tangannya.

"Sepertinya dia mengalahkanmu. Mereka pasangan yang lebih baik diluar dugaanku. Haruskah kita bersulang juga?" Ajak Young Eun, tapi Hyun memilih kembali ke dalam.


Eun Jae menarik tangannya. Jae Geol mengegaskan kalau semua itu benar, tapi Eun Jae hanya diam saja. Jae Geol bertanya, Eun Jae masih tidak percaya?

"Baiklah. Aku tidak akan menyangkal sesuatu yang kusaksikan sendiri, tapi aku masih tidak bisa mengakuinya. Aku akan memikirkannya meskipun demikian. "Ada hal-hal yang ilmu pengetahuan pun tidak bisa membuktikannya sekarang. Bolehkah tetap menganggapnya salah?" "

"Astaga, ini cukup memotivasi. Baiklah. Aku akan membuktikan semuanya padamu secara ilmiah."


Eun Jae tanpa sadar tersenyum dan Jae Geol memujinya terlihat cantik. Eun Jae langsung menghapus senyum di wajahnya.

"Kau terlihat jauh lebih cantik saat kau tersenyum."


Tapi bukannya bilang terimakasih atau semacamnya, Eun Jae malah kabur.


Ambulan datang untuk membawa Harabong ke RS Geoje Jeil, dimana Dokter Jung datang sendiri atas perintah khusus dari Direktur Kim.

"Dari ayahku?" Ulang Jae Geol.

"Bagaimana hubungan dia dengan pasien? Siapa dia? Kenapa Direktur sangat peduli padanya? Siapa dia?"

"Anda harus menanyakan pada ayahku. Aku juga ingin tahu jawaban darinya. Tolong rawat dia."

"Itu tergantung pada caramu bersikap."


Setelah ambulan pergi, Jae Geol mendapat telfon, katanya ada masalah.

"Apa maksudmu? Apakah ada masalah dengan Pak Park Soo Bong?" Tanya Eun Jae.

"Bukan itu.."


Masalahnya adalah Ibu Jae Geol menempatkan sebuah ranjang di kamar Eun Jae. Jae Geol lalu menjelaskan pada Eun Jae kalau ibunya memang suka berlebihan, ia akan mengurusnya sekarang.


Jae Geol menghentikan ibunya yang sedang merapikan selimut dan bantal. Jae Geol berkata kalau ibunya jelas melanggar privasi Eun Jae.

"Astaga, lepaskan aku. Dia akan sakit kalau melindungi privasinya. Dia punya tanggung jawab yang sangat besar. Setidaknya dia harus tidur dengan nyenyak."

"Ibu!"


Ibu langsung bertanya langsung pada Eun Jae, apa yang ia  lakukan ini berlebihan? Jae Geol yang menjwabnya, tentu saja! Bantuan yang tidak diminta bukanlah sebuah bantuan.

Tapi Eun Jae berlawanan dengan Jae Geol, ia malah menunduk mengucapkan terimakasih.

"Tidak apa-apa, kan? Syukurlah. Akutidak membelinya. Aku membuatnya sendiri agar kau bisa tidur dengan nyaman."


Ibu lalu mendekati Eun Jae, meminta untuk mencoba berbaring. Eun Jae hanya duduk dan membelai ranjang barunya itu. Ibu lalu duduk bersama Eun Jae.


"Oh sayang. Kau pasti memikirkan ibumu. Aku tahu raut wajah itu. Itulah wajah.. yang aku lihat setiap hari di cermin. Bolehkah aku memelukmu? Aku juga.. kehilangan seorang anak. Aku ingin memelukmu."


Eun Jae pun mau dipeluk Ibu Jae Geol dan di bahu Ibu, ia menangis. Jae Geol juga turut sedih melihatnya.


Jae Geol meminta ibu menunggu disana sebentar, ia mau mengambil mobil dulu.


Eun Jae mengucapkan terimakasih pada Ibu tapi ibu melarangnya, harusnya Ibu yang mengucapkan terimakasih pada Eun Jae karena Eun Jae menerima hadiahnya tanpa mengeluh.

"Tidurlah dengan nyenyak, dan jangan lupa makan."

"Baik."

"Dan.. berkunjunglah ke rumahku lain kali. Aku sebenarnya tidak terlalu buruk dalam memasak."

"Tapi.. Terima kasih untuk tempat tidur dan tirainya. Tapi ijinkan aku membayar untuk lacinya?"

"laci? Aku tidak membelinya."


Ternyata yang membelinya adalah Won Gong atas saran Perawat Pyo keran Eun Jae sudah bekerja siang dan malam, Eun Jae tidak bisa tidur di lantai dengan kantong tidur.

Eun Jae lagi-lagi tanpa sadar tersenyum. Perawat Pyo dan Won Gong sampe berhenti dengan apa yang mereka kerjakan.

"Apa? Kau senang? Kau masih mencoba untuk kembali?" Tanya Perawat Pyo.

"Tidak, aku suka berada di Rumah Sakit Kapal."

"Benarkah? Aku pikir juga begitu."


Won Gong menyadari ekspresi Eun Jae yang sepertinya ada masalah. Eun Jae membantahnya dan pamit. Perawat Pyo memintanya makan dulu sebelum pergi, mereka akan memasak sesuatu yang akan membuat menantu terkesan.

"Apa?"

"Kami memanggang Gizzard shad. Dokter Kwak pergi untuk membelinya. Dia tidak akan lama. Makanlah dengan kami, lantas pergi."

"Sebentar lagi waktunya giliran jagaku. Selamat makan."


Perawat Pyo merasa Eun Jae akan menyakiti dirinya sendiri karena Eun Jae jarang makan tepat waktu.

"Aku sama sekali belum pernah melihat dia beristirahat bulan ini." komentar Won Gong.

"Kupikir itu karena hutang."

"Setengah gajinya disita bahkan sebelum dia dibayar."

"Itu masuk ke bank. Kupikir dia berurusan dengan rentenir saat ini."

"Apa? rentenir?"


Hyun melihat Eun Jae di halte bis, tapi hanya melihatnya saja, tidak mendekat, hanya duduk di mobilnya saja.


Eun Jae benar-benar bekerja sangat keras. Keadaan UGD malam ini sangat ramai.


Sementara itu, Jae Geol mengunjungi Harabong seperti janjinya tadi.


Hyun di kamarnya berpikir tentang jawaban Eun Jae tadi saat ia bertanya apa Eun Jae dingin kepadanya karena Ibunya. Ia tidak bisa tidur, walaupun sudah jam 2 dini hari.


Hyun memutuskan keluar.


Saking lelahnya, Eun Jae sampai tidak sadar sedang mimisan. Untung ada Jae Geol yang bertindak cepat.


Eun Jae lalu membersihkan darang hidungnya di toilet. Dan saat keluar dari sana, Jae Geol menariknya ke ruang olah raga.

"Aku tahu Ayah tidak punya belas kasihan, tapi ini keterlaluan. Bagaimana bisa dia menyusahkan seorang dokter begitu sering?"


Jae Geol lalu melepas sepatu Eun Jae dan memasangkan pemijit kaki.

"15 menit! Selama itulah siklusnya berlangsung." Dan Jae Geol menjelaskan ini itu selama memasangnya dan saat ia menoleh pada Eun Jae, Eun Jae sudah merebahkan kepalanya di sofa.

Jae Geol tersenyum, EUn Jae ternyata sudah beristirahat.


Hyun keluar tadi menuju rumah sakit dan kebetulan, ia melihat Jae Geol dan Eun Jae sedang berdua.


Hyun kembali ke mobilnya lagi dan memutuskan pergi menjenguk ayahnya. Hyun datang bertepatan saat ayahnya mengingat semuanya. Ayah sedang mengerjakan sesuatu.

"Apa itu?"

"Aku mendapatkannya dalam surat hari ini. Ini dari Dokter Song Eun Jae."

Hyun melihat buku itu lalu bertanya, apa ayah akan menjawabnya? Ayah pasti melakukannya, sebisa mungkin! Hyun lalu memberikan buku Eun Jae pada Ayah dan Ayah mulai menjawab satu per satu pertanyaan Eun Jae.


Hyun: Dokter Song Eun Jae.. selalu membawamu kembali padaku. Tetapi aku.. mengambil ibunya dari dia. Tapi aku tidak boleh menyerah, Ayah. Aku tidak boleh.


Ayah: Kau tidak boleh menyerah. Sampai saat terakhir, dokter.. (disini ingatan ayah hilang lagi, akhirnya melanjutkan seingatnya) ..tidak boleh menyerah pada pasiennya. Karena dari saat itu.. Anda bukan lagi seorang dokter.

Hyun menahan tangisnya.


Hyun kemudian membawa ayahnya jalan-jalan keluar dan ayahnya masih memegang buku Eun Jae.


Jae Geol pulang ke rumah orang tuanya, ia kesana untuk membawa barang-barang ke rumah sakit.

Jae Geol: Terima kasih. Aku datang untuk berterima kasih juga. Terima kasih sudah merawat Harabong.


Direktur Kim: Kau tidak perlu berterima kasih padaku. Anggota keluarga memang saling membantu.

Jae Geol lalu pamit, tapi Direktur Kim tiba-tiba minta sarapan. Ibu bertanya pelan-pelan, apa Jae geol boleh ikut sarapan bareng?

Ayah tidak menjawabnya, pura-pura sibuk membaca koran. Ibu mengedip pada Jae Geol, tanda kalau Ayah mengijinkan.


Akhirnya kesampaian juga keluarga Jae Geol duduk bersama untuk menyantap sarapan. Ayah dan Jae Geol tiba-tiba berbicara bersamaan.

Ibu: Omo! Kalian berdua melakukan telepati sepagi ini?


Ayah menyuruh Jae Geol mengatakannya duluan. Jae Geol tak mau, ia menyuruh ayah duluan saja. Akhirnya Ayah membentaknya, jangan membuatnya mengulanginya!

"Ini tentang Dokter Song. Dia bekerja terlalu keras di UGD." Kata Jae Geol.

"Lantas? Kau mengeluh? Kau akan memprotes majikan yang kejam?"

"Tidak, bukan begitu."

Ayah menjelaskan, ia tidak meminta Eun Jae untuk bekerja sangat keras. Eun Jae sendiri yang menginginkannya. Eun Jae tampaknya punya masalah. Masalah uang, sepertinya. Lebih dari setengah gajinya disita setiap bulan.

"Kau ingin mengurusnya?" Tawar ayah.


Ibu terkejut, apa maksud ayah itu? Ayah tidak tahu apa yang terjadi, tapi Eun Jae bukan tipe pembuat masalah. Menurut ayah, itu masalah keluarga Eun Jae. Maka mereka bisa mengatasinya demi Eun Jae.

"Sayang, maksudmu--" Sela ibu tapi Ayah mengkodenya untuk berhenti.

"Bagaimana menurutmu tentang dia? Aku ingin menyambutnya ke dalam keluarga kita."

Ibu memprotes, "Kau tidak bisa mengatakan sesuatu seperti itu secara mendadak."



Ibu bukannya tidak setuju, tapi apa tidak sebaiknya menanyakannya dulu pada Jae Geol?

"Syukurlah. Ayah dan aku sepakat hanya sekali." Kata Jae Geol.

"Kau akan berusaha?" Tanya Ayah.

"Ya, dengan sekuat tenaga."

"Kalau begitu mari kita undang dia."


Ibu kembali protes, kenapa sangat terburu-buru? AYah menegaskan, ibu ini, ya atau tidak? Ibu langsung bilang ya, ia setuju.

Ayah akan mengambil telur gulung tapi sumpitnya bertabrakan dengan Jae Geol. Sebanrnya selara Jae Geol ini sama persis dengan ayahnya, Lucu deh mereka kalau bersama gini.. XIXIXI


Staff Rs kapal kembali beroprasi seperti biasa. Eun Jae dan Hyun bertugas di luar sementara Joon Young dan Jae Geol tetap di Kapal.

Perawat Pyo masuk ruangan Jae Geol, ia tertarik karena Jae Geol sangat ramah pada pasien hari ini. Ia penasaran, apa Jae Geol salah makan?

"Apa maksudmu? Menjadi ramah itu baik. Kita hanya hidup sekali." Jawab Jae Geol.


Hyun berpapasan dengan Eun Jae setelah mengobati pasien. Ia menangkap Eun Jae yang menerima suap! Tapi becanda kok, ada pasien baik hati yang memberi Eun Jae bingkisan.


Hyun lalu membawakannya untuk Eun Jae. Hyun bertanya, jam berapa Eun Jae ke UGD-nya? Eun Jae menjawab ia tidak ada jadwal kesana hari ini.

"Kalau begitu.. haruskah kita makan malam bersama? Ada hal yang ingin kukatakan."

"Maaf, aku tidak bisa. Aku punya janji penting."


Ternyata janji Eun Jae adalah bersama Young Eun. Eun Jae bertanya, kenapa Young Eun mengajaknya bertemu?

"Jangan terburu-buru. Minum teh dulu." Kata Young Eun.

Woo Jae menghubungi Eun Jae, tapi Eun Jae malah mematikan ponselnya. Walaupun Young Eun memintanya untuk mengangkatnya.


Ada telfon masuk di asrama RS Kapal, Hyun yang mengangkatnya. Itu telfon bukan untuk Hyun dan karena orangnya tidak ada disana, Hyun menyuruh si penelfon mengatakan saja apa maunya.

"Siapa?" Tanya Hyun terkejut.


Hyun berlari keluar, ia menelfon seseorang tapi ponselnya mati. Kemungkinan Eun Jae karena memang ponsel Eun Jae dimatikan.


Young Eun bertanya, apa Eun Jae tidak ingin kembali ke Seoul untuk bekerja? Bagaimana dengan Rumah Sakit Sewoon? Tidak seperti Rumah Sakit Daehan Seoul, tapi itu salah satu dari lima rumah sakit terbaik di Korea. Young Eun menyuruh Eun Jae memikirkannya, ia bisa memasukkan Eun Jae kesana.

"Bagaimana? Siapa orang itu (kenalan Young Eun)?" Tanya Eun Jae.

"Kakak Ayahku anggota direksinya. Tidak akan sulit. Dia sangat menyukaiku."

"Kau terlalu dermawan."

"Aku tidak menjadi dermawan. Aku melakukan ini demi diriku sendiri. Bukankah ini saling menguntungkan? Aku  menyingkirkan wanita dari pandangan Oppa.. dan kau dapat pekerjaan di sebuah rumah sakit besar."


Eun Jae langsung berdiri, ia akan pergi. Young Eun mengartikan sikap EUn Jae itu sebagai penolakan dan EUn Jae membenarkannya dengan tegas.

"Apa alasanmu? Kenapa kau ingin tinggal di sebuah kapal lusuh?"

"Jaga ucapanmu. Bagi penduduk pulau, kapal ini penyelamat mereka."

"Itu sebabnya kau ingin tinggal?"

"Betul."

"Kau ingin tinggal di kapal rumah sakit.. atau tinggal di dekat Oppa?"


Young Eun memaksa Eun Jae untuk menjawabnya, apa Eun Jae menyukai Hyu? Dan Eun Jae membenarkannya.

"kau sungguh-sungguh?"

"Tentu saja. Jika aku punya rencana.. untuk menyertakan cinta dalam hidupku. Dokter Kwak akan berada di ujung lain."

"Apa maksudmu?"

"Kau harus lega karena ku tidak tertarik pada cinta."

"Kau.. kau tidak tertarik pada cinta?"

"Haruskah kujelaskan? Kita tidak cukup akrab untuk aku menjelaskannya."


Eun Jae lalu pergi meninggalkan Young Eun.

Eun Jae terus jalan sampai matahari akan terbenam.


Hyun ke rumah sakit dan disana keadaannya sudah kacau. Ada banyak pasien yang diantar ambulan, juga banyak reporter.

Hyun menerobos masuk ke dalam.


Eun Jae saat ini membeli soju dan saat membayar, ia mendengar berita di TV tentang kecelakaan.

"Oh Hee Jung, seorang pekerja buruh 42 tahun. Song Woo Jae, seorang mahasiswa 28 tahun--"

Eun Jae meminta Pemilik toko untuk memperbesar suara TV-nya.

"..Song Woo Jae, seorang mahasiswa 28 tahun, Jang Seok Nam, 45 tahun.."

Eun Jae shock mendengar nama adiknya disebut, ia sampai menjatuhkan kantung belanjaannya dan botol sojunya pecah.


Eun Jae langsung berlari keluar, ia menyetop taksi atau apalah itu yang bisa membawanya segera ke rumah sakit. 


Tuh! benar kan? Jadi yang tadi Hyun telfon adalah Eun Jae. Sekarang Hyun bilang pada perawat kalau tadi ia mendapat telfon, ia mencari SOng Woo Jae. Perawat menunjuk petugas yang informasi.


Eun Jae sudah mendapat taksi, ia menghubungi Woo Jae tapi ponselnya mati. Ia terus mencoba tapi tetap tidak berhasil. Eun Jae panik sekali. Eun Jae hanya bisa meminta Ahjusshi supir agar lebih cepat.


Eun Jae akhirnya sampai di rumah sakit, Ia memeriksa setiap pasien untuk mencari adiknya. Dan di pojokan ia melihat Hyun disamping ranjang seorang pasien yang diselimuti kain putih dari ujung kepala sampai ujung kaki.

9 komentar

Dutunggu kelanjutannya. Gomawoyo unnie. Hwaiting

Terus lanjutin mba......keren
Mba sama drama china teh journey dong tolong lanjutin plisss

Gomawo unnie๐Ÿ˜˜salut cepet banget update nya๐Ÿ˜Š

D tunggu kelanjutan cerita y, seruuu...

Sbnrnya aku kepo berat neh..penyakit ayah Hyun itu aslinya apa sih namnya apa gitu.. author bs bantu jawab..makasih y..maaf selama ini cm silence reader

Alzhaimer = menurunnya daya ingat, biasanya ingatnya cma yang dulu-dulu aja, kejadian yang baru-baru ini dilupain.. lebih jelasnya cari di wikipedia aja ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Dokter song nih cwek materius susah ditebak hatinya sbenarnya dia suka siapa?apa jae goel atau kwak hyun. Apalgi dia bilang dia gak tertarik namanya cinta aneh tu cwek. Kalo sandainya menikah sama jae goel berati bukan karena cinta pasti karena harta kan bisa dapt rumah sakit ayah nya jae goel kan anaknya ahli pengobatan korea. Memperbaiki garis keturunan kali ya. Sikap dinginnya itu loh bikin greget.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜š
EmoticonEmoticon