Saturday, September 9, 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 6


Sumber Gambar: MBC 

-=EPISODE 6=-
Aku Akan Kembali


Eun Jae terus berusaha untuk mengembalikan detak jantung pasien tapi ia gagal. Kepala Kim mengumumkan waktu kematian pasien, dan langsung keluar dengan kesal.


Eun Jae melihat wajah pasien kesakitan pasien itu.


Kepala Kim menjelaskan pada keluarga pasien, mereka  melakukan yang terbaik, tapi pasien meninggal saat operasi.

"Apa? Apa ini? Anda bilang itu cuma operasi sederhana. Dan dia bisa pulang besok. Tapi bagaimana.. Mengapa dia.." Jawab nenek.

"Komplikasi yang membuatnya lemah, dan dia tidak bertahan selama operasi. Saya sungguh minta maaf."

Kepala Kim hanya menjelaskan itu pada nenek lalu pergi. Nenek menangis, cucunya bingung, apa yang terjadi pada ibu?


Nenek hanya menangis dan tiba-tiba nafas sang cucu jadi sesak. Untung Eun Jae datang dan segera memberi pertolongan pada sang cucu.


Eun Jae masuk ke ruangan Kepala Kim. Kepala Kim menegaskan, pasien Kim Hye Mi meninggal karena komplikasi, titik.

"Anda tahu betul penyebab kematiannya bukan hanya komplikasi."

"Lalu? Apa yang harus kita lakukan?"

"Minta maaf pada keluarganya, dan berikan kompensasi."

"Apa? Song Eun Jae, kau.. Kenapa kau tiba-tiba peduli?"


Kepala Kim turut berduka Ibu Eun Jae meninggal, ia bisa dimengerti, kehilangan orang yang dicintai secara tiba-tiba bisa mengubah cara pandang Eun Jae melihat pasien, ia tahu alasan Eun Jae itu.

"Sekarang, ayo kembali kerja. Kau sudah punya tujuan yang jelas."

"Tapi--"

"Aku juga punya rasa peduli. Aku tidak suka begini. Tapi kita tidak bisa membiarkan rasa itu malah menghancurkan sesuatu. Haruskah kita berkeliling mengatakan Kepala Kim Do Hoon membunuh pasien dengan pisau bedahnya? Apa yang kita dapatkan dari itu?"

"Profesor--"

"Itu tidak akan menghidupkan pasien. Tapi.. jika kau menutup mata, kita bisa menyelamatkan yang lain. Tentu saja, posisimu akan jauh lebih kuat. Diamlah, dan lanjutkan kerjamu. Itu juga yang terbaik untukmu. Song Eun Jae, kau.. akan mengganti posisiku. Bukan begitu?"


Eun Jae keluar dari ruangan Kepala Kim sambil memikirkan apa yang kepala Kim tadi katakan. Ia belum tahu harus berbuat apa.


Lalu Eun Jae masuk ke ruangan perawatan putri Kim Hye Mi. Nenek menjelaskan bahwa paru-paru cucunya lemah sejak lahir. Walau demikian, putrinya sangat kuat dan ceria.

"Saat dia mendengar putrinya tidak akan bertahan sampai usia 10, dia tidak pernah menangis. Saat suaminya kabur karena tidak tahan merawat anaknya yang sakit, dia bahkan tidak goyah. Dia makin kuat. Dia.. bertekad melindungi anaknya. Jadi.. bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa? Dia meninggal. Aku tidak percaya dia meninggal sebelum anaknya."

Eun Jae membulatkan tekad, ia menjelaskan semuanya pada nenek.


Sebagai balasannya, Eun Jae ditampar oleh Kepala Kim. Tapi Eun Jae tidak merasa bersalah karena ia hany mengatakan kebenaran pada wali pasien.

"Saya tidak pernah membantah Anda. Saya akan operasi kapanpun anda suruh. Saya tidak peduli jika tidak menerima kredit apapun, tapi saya tidak bisa menipu pasien atau keluarga mereka. Karena.. sejak saat itu, saya bukan lagi seorang Dokter."

"Yaa! Song Eun Jae!"


Eun Jae tetap bicara, karena hanya dokter yang bisa menjelaskan itu, "Mengapa aku terlambat?" "Mengapa aku tidak melakukan sesuatu sebelum pasien meninggal didepanku?" "Kenapa ini harus terjadi?"

"Dokter? Kau senang membawa-bawa nama dokter? Kau senang melawan rekan yang juga gurumu? Keluar. Aku tidak membutuhkanmu disini. Aku tidak membutuhkan orang sombong. Keluar dari sini!"

Eun Jae pun memberi hormat dan keluar dari sana.


Ternyata Won Gong menjelaskan semua itu pada Tim RS Kapal, berkat Eun Jae keluarga pasien diberi kompensasi, tapi Eun Jae dikeluarkan.

"Tidak semua Dokter seperti itu, tapi ada yang menganggap merusak reputasi rekan kerja jauh lebih parah daripada merugikan pasien."


Kebali ke wawancara Eun Jae, kenapa Eun Jae meninggalakn RS Daehan? Semua orang penasaran, apa Eun Jae akan mengungkapkan kebenarannya?

Eun Jae menjawab, "Tidak ada.. alasan khusus. Seorang Dokter bisa bekerja dimanapun ketika ada pasien yang membutuhkan pertolongan."

"Apa yang akan anda lakukan mulai sekarang? Anda akan tetap dirumah sakit kapal?"



Jawaban Eun Jae, "Tidak, aku harus kembali. Aku pasti akan.. kembali ke asalku."


Kepala Kim memastikan, tidak ada yang bisa Eun Jae lakukan, EUn Jae tidak pernah bisa kembali ke sana.


Joon Young, Jae Geol membicarakan Eun Jae malam ini, semnetara Hyun main basket didekat mereka. Joon Young merasa sakit hati karena Eun Jae pergi sangat cepat setelah bergabung.

"Mengapa kau sakit hati? Itulah rencananya selama ini." Tanggapan Jae Geol.

"Rencananya?"

"Dia memilih posisi yang akan membuatnya menonjol. Tidak ada yang mengalahkan rumah sakit kapal jika kau ingin menonjol. Kau melihatnya sendiri hari ini. Reporter ada di dekatnya karena dia bergabung dengan tim kita."

"Dia bisa kembali jika sudah dapat perhatian? Aku tidak begitu mengerti bagaimana hubungannya."

"Semakin besar rumah sakit, semakin mereka peduli pada keuntungan. Untuk menghasilkan uang, mereka membutuhkan dokter yang populer, bukan yang ahli. Hanya ada satu cara pengkhianat bisa kembali."

"Buktikan bahwa dia bisa membuat mereka mendapatkan keuntungan?"

"Konsekuensi dari kapitalisme."


Hyun bergabung dengan mereka, ia heran kenapa Jae Geol selalu begitu berpikiran begitu? Jae Geol balik bertanya, lalu kenapa Eun Jae pamer di hari pertamanya? Hyun menjelaskan itu keadaan darurat, pasien--

"Dia adalah dokter. Tentu saja, dia mengoperasi untuk menyembuhkannya. Dia bukan psikopat. Dia bahkan membeli semua peralatan itu tanpa izin Kapten." Sela Jae Geol.

"Bukankah itu bagus? Tanpa itu, Jung Ho akan lumpuh."

"Dan sekarang, kita berada dalam bahaya yang lebih besar lagi."


Joon Young tidak mengerti omongan Jae Geol padahal bicara pakai bahasa korea, bisakah Jae Geol menjelaskannya dengan sederhana?

Jae Geol: Dia melakukan operasi bukan untuk pasien. Dia operasi untuk menjamin, tujuannya akan aman. Dia melakukan operasi ortopedi yang bahkan bukan keahliannya. Dan juga dilakukan di rumah sakit kapal. Dengan menggunakan peralatan usang. Dia pasti sangat percaya diri. Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Mengambil yang lebih besar dan tantangan yang lebih berbahaya.

Hyun: Bukankah kau terlalu berpikiran jauh?

Jae Geol: Dia sejauh ini hanya beruntung. Tapi sebentar lagi, kita akan mendengar tangisan di kapal.

Hyun: Apa kau harus--

Joon Young: Jangan saling berdebat, ayo kita tanyakan padanya. Dia disini.


Eun Jae berjalan melewati mereka, lalu Joon Young menghentikannya untuk bertanya, apa Eun Jae beneran mau kembali dan Eun Jae membenarkan. Joon Young kecewa, lalu menanyakan alasannya.

"Kau tidak mau kembali? Kau akan tetap di tentara dan melayani rumah sakit kapal selamanya?"Kata Eun Jae lalu masuk ke dalam.

Joon Young puas dengan jawaban Eun Jae itu. Tapi Jae Geol malah pergi beralasan kalau ia ada urusan. Joon Young mengingatkan kalau mereka ada makan malam tim.


Di dalam Won Gong mengatakan kalau mereka akan makan malam bersama, kapten Bang yang traktir.


Kapten Bang menjelaskan, mereka tidak bisa mengadakan pesta penyambutan untuk Eun Jae. Dan mereka harus mengucapkan selamat pada Eun Jae karena berhasil menyembuhkan tangan Jung Ho.


Kakek pasien Radang usus buntu (Woo Jin) membawa ikan segar untuk mereka, khususnya Eun Jae karena sudah menyelamatkan cucunya.

"Anda terlihat cantik di TV. Anda harus makan lebih banyak dari yang lain." Kata Kakek.


Setelah kakek pergi, mereka semua hanya menatap ikan segar itu. Kapten Bang mengatakan kalau mereka tidak bisa membuat sashimi karena semua orang yang tahu cara mengiris ikan sedang mabuk karena merayakan keberhasilan operasi Jung Ho, mereka hampir tidak bisa bicara dengan benar.

"Bagaimana kalau kita memasak rebusan ikan pedas?" Usul Ah Rim.

"Tidak. Ini salah. Kita harus memperlakukan ikan ini dengan benar." Jawab Joon Young.

"Lalu apa yang harus kita lakukan? Tidak ada cara lain." Tanya Perawat Pyo.


Eun Jae tiba-tiba muncul di belakang mereka dan mengatakan ada satu cara.


Eun Jae menggunakan sarungtangan karet dan bersiap dengan pisau bedahnya. Eun Jae lalu mengiris ikan hidup itu dengan rapih, sama seperti saat ia melakukan operasi.


Acara minum-minum pun dimulai, ambil gelas masing-masing dan Cheers untuk rumah sakit kapal.


Sementara semua orang ribut bicara ini itu, jalan kesna kemari, Eun Jae hanya minum terus dalam diam dan Hyun diam-diam terus memperhatikan Eun Jae sambil tersenyum.


Pada akhirnya semua mabuk dan ketiduran, hanya Eun Jae dan Hyun yang masih bisa duduk tegak.


Eun Jae ternyata peminum berat, ia masih lanjut minum beberapa kaleng di luar. Kemudian Hyun menghampiri dan merebut kaleng yang belum ia buka. 

"Apa yang kau lakukan? Mengapa kau minum.. seolah-olah hidupmu akan berakhir?" Tanya Hyun.


Eun Jae mengambil kembali kaleng minumnya dan membukanya. Hyun melanjutkan pertanyaan, Apa kau peminum berat tau--

Eun Jae memberikan kembali kaleng minum yang sudah ia buka pada Hyun, memberi Hyun pilihan, diamlah jika ingin minum atau berhenti bertanya dan pergi. Hyun memilih pilihan pertama, diam dan minum.

Tapi Hyun ada satu pertanyaan terakhir, kenapa Eun jae tidak mengatakan apapun tentang alasannya datang kerumah sakit kapal? Eun Jae memandang Hyun dengan tatapan bertanya, bagaimana Hyun bisa tahu?


Hyun menjelaskan, Won Gong yang mengatakan semuanya tanpa maksud jahat, soalnya ada rumor tentang rumah sakit kapal, jadi menurutnya lebih baik orang tahu yang sebenarnya. Hyun bertanya lagi, apa itu membuat Eun Jae kesal?

"Tidak. Aku tidak kesal. Itu memang benar."

"Kenapa kau tidak melakukannya? Alasan mereka memecatmu itu tidak adil. Kau punya kesempatan untuk mengungkap kebenaran. Mengapa?"

"Aku percaya diri. Aku tidak perlu mengekspos kelemahan orang lain. Aku yakin mereka akan menerimaku karena keahlian. Dengan begitu aku akan memulihkan reputasiku."


Hyun menjelaskan, Won Gong yang mengatakan semuanya tanpa maksud jahat, soalnya ada rumor tentang rumah sakit kapal, jadi menurutnya lebih baik orang tahu yang sebenarnya. Hyun bertanya lagi, apa itu membuat Eun Jae kesal?

"Tidak. Aku tidak kesal. Itu memang benar."

"Kenapa kau tidak melakukannya? Alasan mereka memecatmu itu tidak adil. Kau punya kesempatan untuk mengungkap kebenaran. Mengapa?"

"Aku percaya diri. Aku tidak perlu mengekspos kelemahan orang lain. Aku yakin mereka akan menerimaku karena keahlian. Dengan begitu aku akan memulihkan reputasiku."


Eun Jae kembali ke kamarnya, ia bergumam, ia akan kembali sebelum selesai musim panas.


Ah Rim tiba-tiba menyiapkan sepatu Eun Jae. Eun Jae heran dan bertanya apa maksud Ah Rin. Ah Rin menjawab, Love and respect (Cinta dan rasa hormat).

"Mengapa?"

"Kau ahli bedah hebat yang bisa minum banyak. Kau tipeku."

Eun Jae tidak menanggapi, tapi ia memakai sepati yang Ah Rin siapkan.


Ah Rim kembali menempeli Eun Jae, ia bahkan minta ijin untuk memanggil Eun Jae 'Unnie (kakak)', tapi tentu saja Eun Jae tidak mengijinkannya dan Ah Rim kecewa.


Joon Young lalu mendekati Ah Rin yang ditinggal Eun Jae, Ah Rim bisa kok memanggilnya Oppa, ia suka itu. Ah Rim yang lagi bad mood malah memukul perut Joon Young.


Pasien berbaris untuk diperiksa di RS kapal tapi di dalam, baik Hyun, Joon Young dan Jae Geol menganggur, mereka bahkan menguaplebar karena tidak ada pasien. Lalu kemana semua pasien itu?


Mereka sedang menunggu giliran untuk diperiksa Eun Jae karena melihat berita di TV bahwa Eun Jae adalah dokter yang hebat.

Won Gong mencoba menjelaskan pada para pasien bahwa RS Kapal juga memiliki dokter lain yang hebat-hebat, tapi mereka tidak mau, mereka hanya mau diperiksa Eun Jae.


Perawat Pyo bertugas bersama Eun Jae, namun setiap pasien yang keluar dari ruangan Eun Jae selalu menggerutu kesal karena Eun Jae sangat dingin pada mereka semua.


Won Gong heran, kenapa mereka semua seperti itu? Perawat Pyo menjelaskan, Eun Jae mungkin ahli bedah yang hebat, tapi sikapnya pada pasien mengerikan.


Perawat Pyo khawatir pada pasien berikutnya, ia menunjukkan datanya pada Won Gong dan Won Gong langsung melotot.


Pasien yang dimaksud adalah Ny. Park Hol Lim, seorang shaman (dukun/orang pintar). Auranya kental sekali sampai semua orang yang dilewatinya merinding.


Tapi tidak dengan Eun Jae, ia bicara seperti biasa. Ny. Park protes karena Eun Jae bahkan tidak menatapnya saat bertanya apa keluhannya.

"Hei! Hei! Lihatlah orang yang kau ajak bicara. Kau tidak punya sopan santun sama sekali?"

Barulah Eun Jae menatap Ny. Park. Ny. Park malah ketawa, ia meminta setumpuk obat yang bagus untuk kesehatannya. 

"Pasien!"

"Sebagai gantinya, aku akan membaca keberuntunganmu. Roh-roh itu ada di sampingku akhir-akhir ini."


Eun Jae kelihatan tidak tertarik. Perawat Pyo menyarankan, tidak ada salahnya mencoba. Eun Jae menjawab dingin, tidak! Ia tidak percaya hal seperti itu.

"Astaga! Kau sangat dingin. Itulah mengapa kau tidak punya pria dalam hidupmu. Aku melihat tanda-tanda kesendirian di wajahmu."

Perawat Pyo yang menanggapi Ny. Park, bertanya masud kesendirian itu apa? Ny. Park menjelaskan, Eun Jae ditakdirkan untuk hidup sebagai wanita lajang.


Perawat Pyo terkejut tapi Eun jae tidak peduli dan mulai memeriksa Ny. Park.

"Anda menderita penyakit kuning." Kata Eun Jae.

"Siapa yang meninggal?"

"Anda juga memiliki noda di dadamu."

"Bukankah seseorang di keluargamu baru saja meninggal? Siapa yang meninggal sampai kau tidak menangis?

"Anda punya banyak asites (pengumpulan cairan dirongga perut)."

"Kau. Bukankah kau harus menangis karena orang meninggal?"


Eun Jae mengingatkan, disana adalah rumah sakit. Ny. Park tetap membahas hal itu, Eun Jae harus menangis setidaknya satu kali. Eun Jae kembali mengingatkan, Ny. Park harus mengurus dirinya sendiri, banyak asites dan penyakit kuning yang bisa membahayakan tubuhnya.

"Berbahaya?" Tanya Ny. Park.


Eun Jae meminta Perawat Pyo untuk melakukan tes darah tapi Ny. Park menolaknya karena roh-roh akan marah, ia minta obat saja.

"Tidak. Anda harus dites dulu."

"Aku bilang tidak."

"Jangan keras kepala. Jika Anda tidak dites dan melewatkan kesempatan ini..."

"Apa yang akan terjadi?"

"Anda akan meninggal."

"Apa?"

"Anda mungkin akan segera meninggal."


Ny. Park kesal, ia langsung menarik rambut Eun Jae karena berani bilang bahwa dirinya akan meninggal.

4 komentar

Makasih ya sinopsis y..d tunggu kelanjutan y..

D tungggu lanjutan nya mba,semangaaat nulis recap nya

Sipp lanjutkanπŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...