Sunday, September 10, 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 8



Sumber Gambar: MBC

-=EPISODE 8=-
Aku Disini Untuk Memberimu Kesempatan


Seorang Pak Guru sekolah dasar datang ke pulau-pulau untuk menjemput murid-muridnya. Pak Guru itu sudah sangat lama menjadi Pak Guru jadi ia sampai lupa.


Pak Guru itu bekerja di SD Somang yang hari ini mendapat jadwal kunjungan dokter RS Kapal. Pak Guru itu sudah hafal dengan Tim RS kapal dan langsung mengetahui kalai ada anggota baru.


Won Gong mengenalkan Eun Jae, seorang dokter bedah. Lalu Joon Young, seorang dokter gigi, dan--


Pak Guru mengenali Hyun dan mereka tampak saling kenal. Pak Guru menjelaskan, Hyun adalah nak sahabatnya, Kwak Sung.


Eun Jae berbisik pada Joon Young, siapa Kwak Sung? Joon Young menjelaskan, duluanya Ayah Hyun ahli bedah di sana.

Pak Guru bertanya, apa Ayah Hyun masih tidak mau kembali ke Korea? Hyun membenarkan, ayahnya masih belum mau.

"Dia harus melakukannya dengan baik diusianya sekarang." Kata Pak Guru lalu mengajak semuanya masuk.


Di dalam, para dokter melakukan pemeriksaan pada para siswa, melakukan imunisasi juga dan Suru tampak puas.

Berkebalikan dengan di sekolah yang sangat ramai, di RS kapal terasa sepi karena hanya ada beberapa orang disana.

Jae Geol sedang menyeduh kopi dan Perawat Pyo bilang kopinya sangat harum.

"Benarkah?"


"Reaksi macam apa itu? Seharusnya kau bilang, "Kau mau secangkir teh?" atau mungkin juga, "Apa aku harus buatkan untukmu?" Bukankah itu yang biasa dikatakan orang normal? Aku heran bagaimana kau akan bisa berkencan dengan wanita di klub."

"Aku harus bertindak seperti di klub ketika di tempat kerja?"

Jawaban Jae Geol itu membuat Kapten Bang ketawa. Jae Geol berkata kalau Perawat Pyo agak aneh hari ini, lalu pergi.


Perawat Pyo bertanya pada Kapten Bang, apa Jae Geol barusan menyindirnya?

"Astaga, tidak."

"Benarkah?"

"Kedengarannya dia tidak ingin mendengar omelan wanita tua, jadi kau harus berhenti."

"Kapten!"


Jae Geol kembali ke ruangannya dan tepat saat itu ponselnya berbunyi.


Ternyata yang menghubungi Jae Geol adalah Ny.Park dan Jae Geol langsung kesana. Tapi Jae Geol menyerah, ia bukannya tidak mau mengobati Ny.Park, tapi ia tidak bisa, peralatannya tidak bisa menyembuhkan sirosis hati.

"Aku tidak ingin sembuh total. Aku bahkan tidak ingin hidup lebih lama. Aku hanya ingin bertahan satu bulan lagi."

"Mengapa kau tidak meminta bantuan roh?"


Jae Geol pergi ta[o Ny.Park memanggil, "Hei, kau. Siapa yang mengikutimu itu? Dia terlihat sangat mirip denganmu. Dia memakai baju biru dan punya luka di dahinya."

Jae Geol awalnya sudah jauh tapi ia kembali lagi, "Bagaimana anda tahu kakakku punya luka di dahinya?"

"Dia tepat berdiri di sebelahmu. Ada sesuatu yang ingin ia katakan. Kau akan membantuku?"

Jae Geol sepertinya setuju.


Eun Jae dkk kembali ke RS kapal dan saatnya makan siang. Won Gong bertanya, apa Ny.Park menelfon seseorang di kapal?

"Mengapa? Tentu saja. Dokter Pengobatan Korea langsung pergi tadi."

"Jae Geol? Untuk apa?" Tanya Joon young.

"Untuk apa lagi selain mengobatinya? Dia membawa jarum dan obat."

Eun Jae dan Hyun terkejut, mereka sontak meletakkan nampan mereka dan langsung pergi.


Mereka sampai di rumah Ny.Park saat Jae Geol baru mulai melakukan akupuntur. Eun Jae kesal, ia meminta Jae Geol menjauh dari pasiennya. Ny.Park berdiri, ia tidak mau Eun  Jae mengklaimnya sebagai pasiennya,

Jae Geol: Kau lihat itu? Dia memilihku.

Eun Jae: Jadi kau akan memberinya obat ini? Kau tahu betapa berbahayanya penderita sirosis hati ini?

Jae Geol: Ada banyak makalah tentang hati.

Eun Jae: Dokter Kim!

Jae Geol: Tentu saja, ku tidak akan langsung memberinya obat. Pertama, aku akan mengobati mualnya dengan akupuntur.


Hyun lega mendengar jawaban Jae Geol tapi tidak dengan Eun Jae. Eun Jae menjelaskan, Pasien sirosis hati rentan terkena hepatitis (Peradangan pada hati atau liver), melakukan akupunktur di tempat terbuka--


Jae Geol sedikit tersinggung, apa Eun Jae pikir ia tidak akan melakukan tindakan pencegahan pada infeksi? Eun Jae tidak mau kalah, pasien sirosis hati mudah mengalami pendarahan. Jae Geol menjelaskan, jarumnya hanya berdiameter 0.2 mm dan ia memasukkannya ke dalam
kapiler (pembuluh darah terkecil) diameter 0,01 mm, jadi tidak akan menyebabkan pendarahan.

"Lebar vena (pembuluh balik) tidak menentukan apa pendarahannya berhenti. Itu tergantung apa pasien memiliki faktor pembekuan darah."

Ny. Park meminta mereka berhenti karena ia malah menjadi pusing.


Jae Geol memutus, pokoknya apa yang diinginkan pasien saat ini bukanlah obat. Itu adalah elevasi dari gejala-gejalanya, mual adalah kondisi terburuknya saat ini.

"Jadi, kau akan melanjutkan pengobatan akupuntur yang tidak ilmiah itu?"

"Tidak ilmiah"? Apa kau menyebut sesuatu yang tidak kau mengerti dengan tidak ilmiah? Hentikan perawatannya."

"Omong kosong."


Mereka lalu meminta pendapat Hyun. Hyun bingung, jadi ia menjawab jawaban aman,

"Aku harap pasien segera sembuh. Lebih dari itu, dua dokter yang berkelahi di depan pasien, tidak akan memperbaik kondisinya."

Ny. Park setuju dengan Hyun, ia menyurh mereka semua pergi. Hyun membujuk, tidak bisakah ia tinggal dan mereka berdua saja yang pergi? Jae Geol juga ikutan membujuk, ia haris mengeluarkan jarum dan menyelesaikan pembicaraan tadi.

"Aku sudah menyuruh kalian pergi. Berada di sekitar kalian akan membuatku tambah sakit. Jadi pergilah. Pergi dari sini sekarang." Kata Ny. Park.


Hyun tak mengerti, kenapa Ny. Park memperburuk keadaan, padahal tinggal setuju untuk dioperasi dan semuanya akan selesai.

Jae Geol menjelaskan, "Dia tidak bisa melakukannya. Putrinya akan segera menikah. Jika dia punya uang untuk operasi, dia lebih suka memberikan padanya."

"Omong kosong apa itu?"

"Bukankah itu naluri seorang ibu?"


Eun Jae tidak bisa diam saja, ia kembali ke rumah Ny. Park. Hyun sepertinya mengikuti sementara Jae Geol cuek.


Ny. Park bertanya, kenapa Eun Jae kembali?

"Apa menurut Anda dia akan berterima kasih?  pikir putri adna akan menari dengan gembira jika anda memberikan semuanya?"

"Apa yang kau bicarakan?"

"Anda menyimpan setiap sen, bukannya untuk operasi tapi untuk pernikahannya dan melakukan perjalanan berjam-jam untuk melakukan apa yang dia inginkan. Tidak. Bahkan jika anda melewati rasa sakit yang luar biasa saat melahirkan, dia tidak akan berterima kasih. Dia tidak akan peduli sama sekali."


Ny. Park tersinggung tapi Eun Jae tetap meneruskan, "Dia menganggap itu biasa. Itulah yang semua ibu lakukan."

"Penyihir. Bisakah kau tutup mulutmu?"

"Apa itu tidak adil?"

"Iya. Sangat tidak adil sampai aku tidak tahan."

"Jika itu yang anda rasakan, berikan dia waktu, sampai dia mengganggap Ibunya. Agar dia bisa.. berterima kasih sekali saja dalam hidupnya. Bahkan jika itu cuma sekali. Tunggu sampai dia bisa mengucapkan terima kasih. Berikan putrimu waktu. Lakukan transplantasi. Anda bisa hidup jika melakukan itu."

"Lupakan. Kau sebaiknya pergi."

"Nenek~"

"Aku menyerahkan diriku pada roh. Tidak usah ikut campur. Tinggalkan aku sendiri."


Benar tebakanku, Hyun ikut kembali bersama Eun jae tapi ia hanya berdiri di pagar, mengamati.


Ny. Park melamun menatap ke lautan saat senja.


Sementara itu, EUn Jae juga melakukan hal yang sama di kamarnya.


Setelah hari berganti, Eun Jae jogging pagi di pantai. Hyun menghampiri,

"Apa kau frustasi? Kau ingin menyelamatkan nenek itu? Aku tahu solusinya."

"Apa?"


Joon Young mengajak Ah Rim pergi pagi-pagi sekali soalnya ia penasaran kapan takdir akan memberiku pasangan?

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Ah Rim.

"Kau tidak mengerti? Jae Geol yang jahat itu saja mengambil jarum dan obatnya untuk merawat wanita itu. Apa itu artinya?"

"Dia bisa meramal?"

"Bingo. Dia sangat hebat. Jangan sampai kita melewatkan ini."


Ah Rim semangat tapi ternyata dermaganya belum buka, ia kesal. Joon Young menengkan mengajak Ah Rim menunggu disana.


Hyun mengajak Eun Jae menemui Pak Guru di sekolah. Hyun sudah menghitung dan mendapatkan angka bahwa Pak Guru sudah mengajar di sekolah selama 40 tahun, jadi sebagian besar penduduk di pulau pasti murid Pak Guru.

"Itu tidak perlu ditanyakan lagi." Jawab Pak Guru.

Eun Jae bertanya, "Apa Anda mengenal Park Oh Weol dari Pulau Bam?"

"Itu Ibu Sun Hwa."

"Apa Sun Hwa itu putrinya? Tolong beri kami nomor kontaknya."

"Kenapa?"

Hyun menjelaskan semuanya. Pak Guru lalu mencari buku tahunan, menjelaskankalau Sun Hwa meninggalkan pulau 10 tahun lalu dan tidak pernah kembali tapi Sun Hwa berteman baik dengan Yoo Jung. Mereka bisa menghubungi Yoo Jung untuk mencari tahu.


Ah Rim dan Joon Young sampai di rumah Ny. Park dan mereka malah menemukan Ny. Park tidak sadarkan diri dan ada darah berceceran.


Sementara itu, Eun Jae berhasil menemukan Sun Hwa. Eun Jae menjelaskan, ia datang untuk memberi Sun Hwa kesempatan.

"Aku kehilangan kesempatanku, tapi anda masih punya kesempatan."

"Apa maksud anda?"


Hyun menunggu di dalam mobil dan ia mendapat telfon dari Joon Young mengenai Ny. Park.


Ny. Park langsung dibawa ke RS Geoje Jeil dan Eun Jae-Hyun langsung menuju ke sana. Sun Hwa bersedia menjadi pendonor, maka operasi Ny. Park bisa dilaksanakan.


Setelah operasi, Ny. Par harus di tempatkan di runagan streril dan saat Eun Jae memeriksa keadaannya, ia sadar.

"Aku dimana?" Tanya Ny. Park

"Menurut anda di mana?"

"Kau di sini, berarti aku belum mati."

"Mulai sekarang, percaya pada dokter bukan roh. Jika anda merawat dirimu sendiri, anda bisa datang ke pesta pernikahan putrianda. ANda juga akan melihat cucu anda menikah."


Eun Jae akan pergi tapi kata-kata Ny. Park menghentikannya.

"Omong-omong, sampai kapan kau akan mengabaikannya? Dia bilang padaku. Dia tidak marah. Ibumu.. bilang padaku, tidak bisa beristirahat dengan tenang. Dia sangat sedih melihatmu. Itulah mengapa.. dia tidak bisa beristirahat dengan tenang."

"Apa Ibu.. bilang begitu?"


Eun Jae keluar, ia merasa kalut sampai tidak melihat Hyun yang berpapasan dengannya.


Hyun mengantar Sun Hwa untuk melihat Ny. Park. Sun Hwa minta maaf pada ibunya berkali-kali, mereka berpelukan haru.


Eun Jae akhirnya membuka kotak barang-barang ibunya, ada sepatu dan baju bayi.


Eun Jae lalu membuka kotak kecil disana dan isinya adalah buku resep untuknya dari ibu. Eun Jae membukanya.

=Untuk putriku tercinta. Dari ibumu yang tidak kompeten, yang mencintaimu=


Sup rumput laut yang rasanya segar. Jika kau mau yang lain, bagaimana dengan sup rumput laut kerang?

Sekarang sedang hujan. Aku membuat beberapa makanan laut dan kue bolu bawang hijau. Aku membeli makgeolli untuk minum bersama bibimu, dan itu mengingatkanku padamu. Kau menikmati minuman alkohol seolah rasanya manis. Tapi tetap saja, jangan banyak minum.

Sup tulang daging sapi harus dimasak lama. Semakin lama kau menunggu, semakin enak.

Putriku yang sibuk. Kau selalu dikejar waktu, bukan? Kau selalu memotong aku bicara. ku sering memarahimu karena kasar, tapi aku baik-baik saja. Kau bisa melakukan itu padaku. Kau bisa memotong pembicaraanku dan mengomeliku.

Tapi saat kau menikah dengan seseorang dan punya anak nanti, tolong coba dengarkan mereka. Lebih baik jika kau mendengar mereka sambil melihat matanya. Jika kau melihat mata seseorang dan mendengar dia bernafas, Kau akan melihat sesuatu yang tidak kau perhatikan sebelumnya. Mereka mungkin bilang baik-baik saja, tapi itu bukan perasaan mereka.

Aku mengatakan semuanya baik-baik saja, tapi sebenarnya.. Sebenarnya..

Eun Jae akhirnya menumpahkan tangisnya sambil memeluk buku resep ibu.

"Eomma.. Maafkan aku... Aku sangat menyesal. Maafkan aku, Eomma. Maafkan aku. Eomma, maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku.."

-= E P I L O G =-


Setelah Ny. Park sehat kembali, Joon Young dan Ah Rim kembali datang untuk meminta diramal, tapi sayang, Ny. Park kehilangan kemampuannya.


Jae Geol juga datang dan Ny. Park masih belum bisa melihat apapun atau mendengar apapaun. 

"Sepertinya... Aku kehilangan kemampuan karena operasi."

3 komentar

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon