Tuesday, September 5, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 29

 
Sumber Gambar: MBC


Won Shock menemukan Menteri Eun tergeletak tak bernyawa. Ia memanggil-manggilnya tapi tidak ada jawaban.


Sementara itu, Kasim Choi membawa San. San melihat beberapa tabib kerajaan melintas tergesa-gesa di depannya.

Lalu Boo Yong jalan dibelakang San, Kasim Choi tahu itu dan diam-diam menerima obar Menteri Eun darinya.


Ratu bercerita menganai pertemuan pertamanya dengan Raja, waktu itu ia berusia 11 tahun. Ada yang bilang padanya kalau Putra Mahkota dari negeri Goryeo datang berkunjung dan ingin menjadikannya istri.

"Oh, begitu." Tanggapan San.

"Aku penasaran, jadi aku memata-matainya. Dia sangat tinggi dan tampak menyeramkan. Aku mimpi buruk malam itu. Dia datang memintaku di tahun berikut dan berikutnya lagi. Ayahku menolaknya dengan mengatakan aku terlalu muda dan tidak bisa jauh dariku."

"Tentu saja."

"Saat berumur 15 tahun, Aku memperhatikannya diam-diam dan ketika kembali ke kamarku, aku melihat seseorang berdiri di depanku sambil memegang bunga. Bunga peony."

"Apa itu Raja?"


Kasim Choi mendekati meja tempat teh, ia berlagak melakukan sesuatu pada teko teh tapi sebetulnya ia bertujuan untuk meletakkan obat Menteri Eun pinggir meja.


Jang Eui mencari San khawatir, ia masuk ke ruangan Won tapi San tidak ada di sana, ia pun keluar lagi dengan tergesa-gesa.


Ratu melanjutkan ceritanya, ia pertama kali datang ke Goryeo saat berusia 16 tahun. Ia tidak bisa berbicara menggunakan bahasa mereka, dan orang-orang membuatnya takut. Tapi Rajalah yang paling aneh dan menakutkan. Setelah menikah, Raja menjadi Raja.


San tak sengaja melihat obat itu dan Kasim Choi memperhatikannya. San agak curiga tapi tidak berpikir panjang.


Cerita Ratu mengalihkan perhatiannya.

"Kau tahu mengapa aku menceritakan cerita panjang seperti itu?"

"Tidak."

"Setelah menikah, hanya ada satu tempat untukku bersandar. Anakku, Seja. Aku hidup untuk memberi apa yang dia butuhkan, inginkan, dan untuk menyelamatkannya."

"Ayahku juga mengatakan hal yang sama."

"Bahkan sekarang, orang-orang yang berada di pihak Raja, menghina Seja. Mereka mencoba menggulingkannya dan bahkan membunuhnya."

"Membunuhnya?"

"Seja butuh kekuasaan. Dan untuk mendapatkan kekuasaan, dia membutuhkan harta Ayahmu. Kau akan memberinya?"


Belum sempat San menjawab, Jang Eui tiba-tiba masuk dengan tergesa. Jang Eui mengatakan pada Ratu bahwa ada berita buruk. Jang Eui lalu memandang San.


San memanggil-manggil ayahnya panik dan meminta ayahnya untuk membuka mata. Ia tidak mengerti kenapa ayahnya berbaring seperti itu.


San teringat, ayahnya harus minum obarnya. Ia mencari-cari ke lengan baju ayahnya tapi tidak menemukan apapun, ia heran.

Won menaraik tangan San mencoba menyadarkannya. San masih panik, mengatakan kalau ayahnya selalu membawa obat itu, apa Won tidak melihatnya?

San heran lagi saat menyentuh tangan ayahnya yang tiba-tiba sangat dingin. San kembali memanggil-manggil ayahnya dan memegang wajah ayahnya tapi wajahnya juga dingin.


Tabib menjelaskan, jantung Menteri Eun tiba-tiba berhenti, ia yakin Menteri Eun pasti menderita penyakit kronis. Menteri Eun pasti sangat kesakitan.

"Kau tidak lihat obat di kertas putihnya? Jika dia minum obat itu... kertasnya pasti ada di suatu tempat. Aku akan tahu jika sudah ketemu itu. Ada tulisan "Cheon Yeol" di atas kertasnya--"

San tiba-tiba terdiam, ia ingat sesuatu.


Won memegang kedua tangan San, berharap San segera sadar. San bergumam, obatnya ada di sana . Ia kemudian meminta ayahnya menunggu, ia akan mengambil obatnya.


Won mengikuti San, menahannya untuk tidak pergi tapi San tidak peduli, ia menepis tangan Won dan tetap pergi.


San Kembali ke ruangan Ratu. Ia tidak memberi salam atau semacamnya, bahkan tidak memperdulikan panggilan Won. San langsung menuju meja tempat teh tadi, ia tidak sabaran sampai menjatuhkan teko dan gelasnya untuk menemukan obat itu dan akhirnya ketemu.


San akan kembali pada ayahnya tapi Won menahannya, San seperti memohon, ia sudah menemukan obat ayahnya.

"Aku bilang hentikan."

"Dia harus minum obat ini."

"San-ah, kumohon sadarlah. Hmm?"


San menatap Ratu, bertanya bagaimana obat ayahnya bisa ada di sana? Ratu tidak bisa mengatakan apa-apa.


Won juga heran, apa maksud yang dikatakan San itu?


Moo Suk membawa Rin ke sebuah rumah, Rin kembali mengeluarkan pisuanya sebelum memasuki gerbang. Di dalam rumah itu banyak penjaga berpakaian serba hitam.


Ternyata di dalam ada Song In yang sudah menunggu Rin lama. Rin heran melihat Song In ada disana, bukannya Song In harusnya pergi berburu dengan Raja, tapi kenapa disana dan memanggil namanya?

"Aku akan memberitahumu lagi. Aku bukan musuhmu." Kata Song In.


Rin bertanya soal apa yang ia dengar tadi bahwa Menteri Eun dalam bahaya, apa itu umpan palsu? Song In bertanya, seberapa banyak Rin mengenal Putri Won Sung (Ibu Won)? Rin bisa menebak betapa bahaya nya dia.

Rin akan pergi tapi Song Un berhasil mencegahnya dengan mengatakan kalau putra bibinya, Pangeran Jeong Hwa ada di sana. Pria.. yang seharusnya menjadi Seja.

"Apa yang dia lakukan di sini? Apa yang kau rencanakan?" Tanya Rin kesal.

Song in kemudian menjelaskan riwayat Putri Won Sung. Putri Won Sung berumur 16 tahun datang ke Goryeo untuk menikah dengan Raja.

"Hal pertama yang dilakukan Putri Won Sung adalah membuat Putri Jeong Hwa (Bibi Rin) menjadi selir. Tahun berikutnya, setelah dia memiliki putra, dia menjadi lebih kejam lagi."


Putri Won Sung tidak suka melihat Putri Jeong Hwa mesra dengan Raja dan putranya, ia pun marah dan menyiram teh ke wajah Putri Jeong Hwa, ia menggunakan alasan karena Putri Jeong Hwa sudah membuat putranya menangis, membuat cucu Kubilai Khan menangis.


Song In menunjukkan ruangan Pangeran Gang Yang. Song In menjelaskan bahwa Pangeran Gang Yang tinggal bersamanya disana secara rahasia.

"Kudengar dia tinggal di kuil." Kata Rin.

"Kuil mungkin bisa berbahaya."

"Apa maksudmu?"

"Entah di sini atau di sana, dia masih hidup. Kami khawatir akan keselamatannya. Dialah yang seharusnya menjadi Putra Mahkota Goryeo. Anda bisa menemuinya."


Rin masuk ke ruangan itu dan menemukan Pangeran Gang Yang sedang mengunyah kertas. Rin memanggil tapi Pangeran Gang Yang tidak merespon.

Diperlihatkan bagaimana Pangeran Gang Yang ketakutan saat Putri Won Sung menyiram teh ke wajah ibunya dihadapannya.


Song In menjelaskan, Pangeran Gang Yang sudah tidak waras.


Rin lalu mendekati Pangeran Gang Yang dan meminta untuk memberikan kertas-kertas itu karena itu bukan makanan. Pangeran Gang Yang menolaknya dan tetap memakannya.


Song In: Dia berada di kuil saat Ratu mengirimnya kue. Ada orang-orang yang menyebabkannya demam tinggi. Sejak dulu, dia sudah seperti ini.

Rin: Kau bicara omong kosong.

Song In: Tabib yang menerima kue yang diracuni itu, ditemukan tewas keesokan harinya. Tuan Eun akan menemui Ratu.


Rin berdiri dan mulai tertarik. Song In melanjutkan, untuk membicarakan pernikahan. Rin tidak mengerti, apa maksud Song In.

"Pernikahan ANda dan Nona San. Kudengar Ayah ANda sudah setuju. Apa Anda.. tidak tahu itu?"


Rin segera keluar dan SOng In sepertinya puas. Moo Suk mendekati Song In dan melapor perihal kematian Menteri Eun.


Song Bang Young bicara pada Raja juga mengenai meninggalnya Menteri Eun, "Saya yakin ada hubungannya dengan Ratu. Ratu ingin mendapatkan uangnya--"

"Jadi dia membunuhnya?"

"Saya yakin itu."

"Lalu Seja?"

"Ibu dan anak sangat dekat. Saya berasumsi kalau mereka merencanakan ini bersama-sama."

"Aku telah membawa ular berbisa di tanahku sendiri. Ular berbisa itu melahirkan ular berbisa lagi. Aku akan membiarkan semua ini terjadi."

Boo Yong kembali membakar dupa dan aku yakin itu adalah obat yang perlahan-lahan akan membuat kesehatan Raja semakin memburuk.


Ratu memerintahkan pengawal untuk menghalangi San. Won tidak mengerti dengan tindakan ibunya itu. Ratu menjelaskan, itu karena San sudah memfitnahnya.

"Aku bertanya apa itu milik Ayahku." Kata San dan Won membentaknya untuk diam.

"Katakan padaku!" Bentak San.

"Apa kau menuduhku?!" Ratu balik membentak.


Sampai akhirnya Furutai menjadi pengawal terakhir yang harus San hadapai. Furutai menghubus pedangnya. Won tidak bisa berdiam diri, ia berdiri di depan San melindunginya.

Ratu shock dan menyuruh mereka berhenti. Furutai pun mundur, memasukkan pedangnya lagi.


Won memohon pada ibunya untuk berhenti melakukan semua ini, San hanya seorang anak yang baru saja kehilangan ayahnya. San membantahnya, ayahnya baik-baik saja, obat itu akan--

"Ketika aku tiba di sana, dia sudah.. Aku sudah memanggil tabib kerajaan, tapi aku terlambat. Ayahmu.. sudah meninggal."


San histeris, ia mau menemui ayahnya tidak peduli apapun. Won harus menahannya, ia menarik San ke pelukannya. San menangis.


Rin diberi penjelasan penjaga, Rin dilarang masuk ke istana, kalau Rin nekat mereka harus menangkap Rin. Rin bertanya apa San dan Menteri Keuangan ada di dalam? Penjaga mengiyakan, mereka masuk pagi-pagi tadi dan belum keluar.

Rin minta maaf, lalu menghajar mereka agar bisa masuk.


Jin Gwan menemui Rin lalu meminta Rin ikut dengannya.


Rin dibawa untuk menemui Won. Won bertanya, kenapa Rin ada di sana? Rin balik bertanya, dimana San? Won bertanya lagi, apa Rin lupa statusnya? Rin bertanya lagi, dimana Menteri Eun? Dimana?

"Dia sudah meninggal." Jawab Won.

"Dia kemarin baik-baik saja. Sampai hari ini--"

"Dia menderita penyakit kronis. Jadi--"

"Dimana? Di Wonseongjeon?"

"Iya."

"Bagaimana dengan Nona San?"

"Aku akan menjaganya."


Rin akan keluar tapi Jang Eui dan Jin Gwan menahannya. Won memerintahkan mereka untuk membawa Rin keluar Istana tanpa diketahui siapapun.

Rin memaksa keluar. Won berdiri menjelaskan, ia melakukan semua ini untuk menyelamatkan Rin. Beraninya Rin melanggar perintah itu?

"Jika kau, orang terdekatku, melanggar perintahku, Otoritas apa yang akan aku miliki lagi? Jadi pergilah sekarang juga."


Rin kembali menghadap Won, bertanya bagaimana Menteri Eun bisa meninggal? Won mengingatkan, ia sudah bilang Mneteri Eun menderita penyakit kronis.

"Apa dia sendirian?"

"Apa yang ingin kau tanyakan?"

"Apa ada orang yang bersamanya dikirim Ratu?"

"Ada apa dengan kalian semua?"

"Teh beracun, makanan, atau--"

"Apa yang ingin kau katakan? Apa kau menuduh Ibuku?!"

Won mencengkeram kerah Rin dan Rin tak peduli, ia menepis tangan Won. Ia akan menjaga Menteri Eun sekaligus San.

"Aku yang akan menjaganya." Kata WOn.

"Aku tidak bisa mempercayaimu."


Won refleks menonjok Rin, siapa yang Rin tidak percaya? Rin balik membentak, HENTIKAN!! Rin tidak bisa meninggalkan San di Istana lagi.


Won tak percaya mendengar itu, ia memanggil Rin agar segera sadar. Rin tidak bergeming, ia melanjutkan, ia akan menjaga San. Rin lalu keluar dengan kesal.


Rin masuk ke ruangan Menteri Eun tadi, ia melihat San ada di sana sedang berjongkok memeluk tubuh ayahnya yang sudah tidak bernyawa.

"Ayahku tidak mau minum obatnya. Dia tidak bernafas. Tubuhnya sangat dingin." Kata San sambil menangis.

"Kau harus membawanya pulang. Aku akan mengantarmu. Ayo."


Rin berdiri duluan, tapi saat San akan ikut berdiri, ia roboh. Tepat saat itu Won masuk bersama Jin Gwan dan Jang Eui.

Rin lalu mengulurkan tangan untuk San dan San menerimanya. Won melihatnya, ia hanya memperhatikan dalam diam.


San menoleh pada Won, ia berkata ingin pulang ke rumah bersama ayahnya. Won masih belum menjawab, ia memandang tangan San dan Rin yang masih berpegangan.


Beberapa detik kemudian Won memerintahkan Jin Gwan dan Jang Eui untuk menyiapkan tandu.

"Aku yang.. memanggil Wang Rin ke istana. Dan aku memperintahkannya untuk membawa Menteri Keuangan kembali kerumahnya dengan selamat."


Dayang Jo bersumpah, tadi adalah kali pertama ia melihat obat itu. Sampai San menemukan itu, ia tidak tahu obatnya ada di sana.

Ratu lau beralih pada Kasim Choi, "Saya membawa Nona San kesini sesuai perintah anda. Saya tidak tahu apa-apa."

"Apa yang kau mau?"

"Saya...tidak tahu apa-apa."

"Katakan apa yang kau mau!!"

"Ratu, tolong..."

"KATAKAN--"


Karena terlalu ngotot Ratu lemas dan hampir roboh. Furutai sigap dengan membantunya duduk. Dayang Jo bangun dari berlututnya untuk mengurus Ratu.

Ratu: Kau yakin Menteri Keuangan sudah meninggal?

Furutai: Mereka hanya membiarkannya.

Ratu: Apa dia dibunuh?

Furutai: Tabib ingin memeriksanya, tapi putrinya menghentikan mereka.

Ratu: Seseorang baru saja meninggal di istanaku.

Furutai: Apa yang harus kita katakan? Para pejabat kerajaan akan membicarakan ini.

Ratu: Sebelum mereka berbicara hal lain, aku harus mengambil hartanya. Jika mereka menginginkan hartanya, aku yang akan mengambilnya terlebih dahulu.


Song In bicara pada ayahnya. Song In menjelaskan, hal pertama yang ia inginkan adalah Seja menjadi sendiri. Song Bang Young menyahut, tidak mudah memisahkan Ratu dan Seja, ikatan mereka sangat kuat.

"Kita harus mencapai apapun yang sulit." Kata Song In.

"Bahkan jika kita berhasil, Apa yang akan terjadi? Orang-orang akan tetap memuji semua yang dia lakukan. Tentara bodoh dan pejabat kerajaan licik itu memuji dia tanpa henti sampai mulutnya kering."

"Memujinya berarti mereka berharap banyak. Semakin mereka berharap, semakin mereka kecewa. Sangat mudah membuat mereka kembali."

"Jika berhasil, apa itu akan menjadi akhir baginya?"

"Yang terakhir, sahabat dan cintanya harus berpaling darinya. Itulah saat kita bisa melihat dia jatuh. Dia akan jatuh.. atau bereaksi berlebihan karena marah."


Song In menanyakan bagaimana keadaan Raja. Song Bang Young menjelaskan, Raja tidak pernah bersikap kasar sejak ia melayaninya. Obat Bu Yong memang sangat misterius.


Seorang dayang malam-malam masuk ke ruangan Menteri EUn tadi, ia mengambil wadah dupa yang ada di sana, namun ia terpergok oleh Won.

"Ini sudah lama menggangguku. Pembakar dupa yang tersisa di ruangan ini.. Ini bukan pembakar dupa yang biasa mereka gunakan di Wonseongjeon. Ibuku sangat suka terhadap wewangian."

"Saya tidak tahu apa-apa. Saya diperintahkan untuk membersihkan tempat ini."

"Menyelip di tengah malam.. Mengapa?"

"Saya tidak tahu."

Won memerintahkan Jang Eui untuk mencaritahu alasan sebenarnya dayang itu. Dan memerintahkan Jin Gwan membawa dupa itu pada tabib kerajaan.


Won melamunkan kata-kata Rin tadi bahwa Rin sudah tidak lagi mempercayainya bahwa Rin mulai sekarang akan melindungi San sendiri. Dan melamunkan saat San menerima uluran tangan Rin.


Jin Gwan datang bersama tabib kerajaan. Tabib kerajaan menjelaskan kalau dupa  itu adalah dupa perangsang yang dibuat dengan zat kelenjar rusa jantan dan jingyeongcho.

"Perangsang?" Tanya Won.

"Jingyeongcho tidak tumbuh didaerah ini."

"apa efeknya jika digunakan pada orang yang mengalami penyakit jantung?"

"Ini sangat berbahaya. Ini bisa merangsang peredaran darahnya sehingga menyebabkan kesulitan bernafasdan juga serangan jantung."


Jang Eui datang, menjelaskan kalau dayang itu bekerja di Wonseongjeon. Dia mengaku kalau itu perintah Ratu untuk menyelinap membawa keluar dupa di ruang tamu. Tapi Jang Eui tidak bisa mengkonfirmasinya pada Ratu.

Won menghela nafas berat mendengarnya.


Di rumah San, San sedang menyiapkan kain merah untuk ia tulisi dengan tinta putih (sebagai perlengkapan upacara pemakaman), tapi ia tidak sanggup. Lalu Rin datang dan memegang tangannya, Rin juga menghapus airmatanya.


San memandang Rin, lalu Rin melepaskan tangannya dan barulah San mampu menulis. Rin setia menunggu di samping San.


Rin kembali pada San, ia memagang tangan San sambil menasehati, "pelan-pelan, tarik nafas dalam-dalam. Kau harus istirahat. Tidak apa."

San merebahkan kepalanya di dada Rin. Rin pun memeluk pundaknya erat.

2 komentar

Makasih recapnya... San yang malang, dia kehilangan ayahnya gara gara Song in dan booyong yang durjana... sebel banget deh.
aku emang dukung won, tapi tumben diepisode ini aku ngerasa gak keberatan kalo rin sama san. Karena shot-shot mereka berdua indah banget. Aku juga ngerti banget kalo akhirnya San gak milih keduanya. Kasian Won dia jadi korban pertarungan kekuasaan ayah dan ibunya sementara dia juga harus ngelindungi orang orang yang disayanginya 😢. Semoga ada akhir yang baik untuk Won

sebenarnya ratu sm raja hanya salah paham mgkn,raja mengira ratu org yg licik dan ratu mengira raja ga perhatian sm anak nya .. dan song in yg membuat semua nya sampai raja dia benci ratu dan anak nya (won) dan skr song in memanfaatkan rin supaya hubungan rin dan won jd spti ratu dan raja

berharap semoga rin ga smp terjebak dan percaya sm song in smg apa yg dilakukan rin tulus untuk won,spti won jg ttp percaya rin ga akan berbuat jahat terhadap dia.. kasian liat won disalahkan dari berbagai pihak pdhl yg ia lakukan semua untuk kebaikan orang yang dia sayang

penasaran sm ending nya smg song in dapat hukuman yg setimpal krna dia otak dibalik semua kekacauan yg terjadi

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon