Wednesday, September 6, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 30



Sumber Gambar: MBC 


Ratu membawa Kasim Choi ke suatu  tempat, disana Ratu menyandera Ibu dan putranya.

"Ratu. Tolong... tolong selamatkan nyawa mereka."

"Kau pikir aku tidak tahu kau memata-mataiku?"

"Saya akan menceritakan semuanya. saya harus mulai dari mana?"

"Aku tidak mau susah-susah bertanya. Kebiri anaknya seperti Ayahnya."


Kasim Choi akhirnya buka mulut, mereka tidak hanya mengejar harta Menteri Keuangan. Ratu melanjutkan perintahnya, Jika neneknya melihat, dia mungkin sangat terkejut, jadi tunjukkan belas kasihan dengan membutakan mata ibunya.

"Mereka ingin mengangkat Wang Rin. Karena Wang Rin menyukai putrinya, mereka mencoba untuk menikahinya, Ratu!"

"Siapa orang yang kau bilang "mereka"?"


Pengawal Ratu mengancam dengan meletakkan pedang ke leher Ibu dan putra Kasim Choi. Kasim Choi segera menjawab mereka adalah pengikut Pangeran Gang Yang.

Ratu terkejut karena yang diinginkan mereka adalah Wang Rin bukan Wang Jeon. Kasim Choi melihat Ibu dan putranya sebelum menjawab.

"Mereka menunggu saat yang tepat. Karena tinggal bersama Seja Jeoha adalah tempat teraman, mereka membiarkannya dan menunggu sampai Tuan Rin tumbuh dewasa."


Jin Gwan ternyata menguping interogasi itu dan setelah ia rasa informasinya cukup, ia langsung pergi. Sayangnya Furutai melihat sekelebat dirinya dan mengejarnya.


Won minum-minum sendirian, kasim Kim mengkhawatirkannya dan akan menuangkan minum untuknya tapi Won melarang, ia akan menuangnya sendiri karena wine itu sangat mahal.


"Hey, lihat. Ini seolloju. Aku tahu Yangonseo kita punya ini. Berapa banyak botol disana?" Tanya Won.

"13 botol."

"13 botol. Sebanyak itu? Aku.. harus.. memanjat gunung itu karena minuman keras ini.. dalam hujan deras. Aku bersama Rin.. dan So Hwa. Tapi setidaknya kami bersama-sama saat itu. Bersama-sama. Kau tahu? Aku pikir bisa berhenti memikirkan mereka jika mabuk. Tapi mengapa aku semakin memikirkannya?"


Jin Gwan dan Jang Eui datang, Jin Gwan melapor perihal Ratu yang sudah usai menginterogasi Kasim Choi. Jang Eui melapor bawasaannya sekarang Rin ada di kediaman Menteri EUn bersama San.

"Beri aku waktu sebentar. Sebentar." Jawab Won.


Rin akan pergi dan Bi Yeon mengkhawatirkan San. Rin mengatakan ada hal yang harus ia urus, ia akan segera kembali.

"Anda akan kembali? Bisakah anda kembali malam hari ini?"

"Aku akan kembali sebelum fajar."

"Kalau begitu, sampai jumpa."


Rin menahan Bi Yeon, ia meminta Bi Yeon mengemasi barang San supaya bisa pergi kapanpun. Jadi jangan mengemas barang yang terlalu berat.

"Aku mohon."

Bi Yeon penasaran kenapa tapi ia mengangguk.


Rin diawasi oleh Pengawal bayangan yang ditugaskan untuk mengawal San dan ia mengikuti kemana Rin pergi.


Rin menemui ayahnya dan ayahnya sangat terkejut mendengar Menteri Eun meninggal tiba-tiba begitu. Rin bertnaya, apa Menteri Eun benar datang menemui ayahnya?

"Benar."

"Apa dia di sini untuk membicarakan pernikahan?"

"Iya."

"Pernikahan antara kau dan putrinya."

"Apa Ayah yakin untuk aku, bukannya Hyungnim?"

"Iya. Dia bilang kesehatannya sedang memburuk, dan dia khawatir pada putrinya. Sepertinya dia sangat berharap dariku. Dia pikir kau bisa dipercaya. Dia ingin kau menjaga putrinya. Jika benar Ratu melakukan itu pada Menteri Keuangan, itu artinya masa depan putrinya tidak akan aman."


Rin berlutut di depan ayahnya, ia mengatakan rencananya untuk pergi bersama San. Ayah terkejut, jadi Rin mau melepaskan gelarnya sebagai Inspektur Jenderal? Rin membenarkan. AYah mengingatkan kalau Rin akan menjadi buronan, Rin tidak peduli.

"Apa kau mengatakan akan menyia-nyiakan sisa hidupmu? Karena dia?"

"Satu-satunya hal yang aku khawatirkan adalah keluarga kita. Keluarga kita akan terluka karena aku, tapi--"

"Rin-ah."

"Maafkan aku, Ayah. Aku tidak bisa memikirkan cara lain."

"Apa Seja Jeoha tahu?"

Rin haya diam saja, hanya memandang ayahnya.


Kesehatan Ratu semakin buruk, ia batuk dan mengeluarkan darah. Ratu minta dimabilkan dokumen yang mereka ambil dari San. Furutai memberikannya dan Ratu membacanya.

"Iya ini.. Gandumnya.. Lakukan dengan benar."

Dayang Jo meminta Ratu istirahat hari ini dan memikirkannya lagi besok. Ratu tidak mau, tidak banyak waktu lagi, putranya sedang berdiri di dekat tebing sekarang.


Jin Gwan akhirnya menceritakan semuanya pada Won. Jang Eui tak percaya, itu bohong, Rin tidak mungkin mau. Won setuju, Rin adalah temannya.

"Kau sudah memberi tahu penjaga?" Tanya Won.

"Semua orang yang bertugas telah diberitahu. Jika Tuan Rin datang, dia akan dibawa ke sini." Jawab KasimKim.

Jin Gwan ragu Rin akan datang, mengingat sekarang sudah sangat larut.


"Dia akan datang. Banyak hal yang harus dia katakan padaku. Dia tidak akan menunggu sampai pagi. Ini tidak cocok dengan namanya. Wine ini. Aku meminum semuanya, dan aku belum mabuk. Pikiranku masih jernih. Ini pasti wine palsu. Dia harusnya datang lebih cepat. Bodoh sekali."


Rin datang ke sebuah rumah, disana berkabut dan Song In yang menyambutnya dengan membawa penerangan.

"Aku datang untuk menyelesaikan.. percakapan kita tadi." Kata Rin.

SOng In lalu mempersilahkan Rin masuk.


Mata-mata Rin hanya bisa melihat dari jauh, ia tidak bisa masuk.


Song In berkata, mereka telah menunggu, dan percaya Rin akan kembali. Rin punya beberapa pertanyaan.

"Mengapa kau membiarkanku menemui Pangeran Gang Yang?"

"Mengungkapkan kebenaran pada anda. Untuk meminta anda, bangsawan berdarah murni, mengambil tahtanya."

"Apa kau berencana untuk memberontak? Aku sangat muak dengan itu."

"Jadilah Pangeran Mahkota."


Rin menghubus pedangnya, ia kembali karena percaya dengan membunuh Song In akan menguntungkan Seja Jeoha-nya. Walapun Rin yakin ada beberapa orang lagi. Tapi 2 lebih baik dari 1, dan 3 lebih baik dari 2. Semakin banyak ia membunuh, itu semakin baik.

"Tuan Rin."

"Keluarkan pedangmu."

"Kita.. berada dipihak yang sama."

"Atau.. kau mau mati."

Rin mulai menyerang, namun Song In pandai menghindar.


Akhirnya Rin berhasil menyudutkan Song In dan siap menebasnya. Tapi saat Rin mengangkat pedangnya, Song In tiba-tiba membuka pintu.


Sepertinya ada banyak menteri/pejabat disana dan semuanya bersujud memberi ucapan selamat datang pada Rin.

Lalu pintu kedua dibuka, para pejabat yang berbaris langsung bersujud memberi ucapan selamat datang pada Rin. 


Song In menjelaskan, Goryeo yang hebat harus bebas dari Yuan. Mereka hanya ingin melayani Kerajaan saja dan rang-orang setia itu sudah menunggu hari itu tiba.

" "Goryeo yang hebat"? "Darah murni"? Omong kosong. Apa kau menggunakan itu untuk memisahkan Raja dan anaknya dan demi keserakahanmu sendiri? Selama aku masih hidup, ku akan menemukan dan melenyapkan kalian satu persatu. Aku akan menghilangkan hama Goryeo sepertimu."


Rin siap menebas Song in tapi tiba-tiba pintu ketiga dibuka dan terlihatlah Raja disana. Rin terkejut, ia langsung bersujud dan menjatuhkan pedangnya.

"Ra... Ra... Raja."


Raja membenarkan, ia memang Raja Rin.


Furutai dan pengawal bawahannya malam itu juga mendatangi gudang penyimpanan gandum Ayah San, mereka mengecap setiap karung dengan setempel Ratu (mungkin?). Mereka juga meninggalkan surat.


Kemudian mereka memindahkan beberapa karung gandum itu dengan gerobak.


Jendral Eungyang mendapat surat kaleng yang dikirim lewat anak panah.


Pagi-pagi kasim Kim membangunkan Won karena para Jendral datang. Won malas menanggapi.


Lalu Jendral Eungyang dan Jendral Yongho mengumumkan kedatangan mereka, sehingga Won terpaksa bangun.

"Lama tak jumpa, Para Jendral. Apa kita ada jadwal bertemu?"

Jendral Eungyang menyampaikan kalau ia menerima surat kaleng, Won menanggapi santai, memang sudah biasa surat seperti itu. Jendral Yongho menjelaskan Gandum yang hilang dari ruang penyimpanan mereka sudah ditemukan.

"Dimana?" Won mulai tertarik.


"Kami menemukannya di gudang Eun Young Baek. Mereka dicap dengan segel kita (Oh..bukan segel Ratu ternyata). Semua karung gandum di sana, memiliki tanda itu."
Jelas Jendral Eungyang.


Jendral Yongho menambahi, mereka juga menemukan karung yang sama di tempat lain, di gudang penyimpanan rumah Kanselir Wang Yeong. Won bertanya, apa surat kaleng itu berisi perintah untuk mencari gandum yang hilang di rumah Kanselir?

"Kami menemukan bukti konkret di rumah Tuan Eun." Jawab Jendral Eungyang.


Jendral EUngyang kembali menjelaskan, "Kami, menemukan sejumlah besar biji-bijian sudah sering dikirim ke rumah Kanselir sebelumnya."


Jendral Eungyang tahu Won berteman dekat dengan putra Kanselir, namun-- Won memotong, apa maksudnya Jangan memihak? Menghukum mereka dengan adil? Jendral Eungyang membenarkan.

Jendral Yongho memberitahu, ia menyuruh pengawal mengawasi rumah Kanselir, jadi tidak ada yang melarikan diri sebelum mereka dihukum.

Jendral Eungyang: Tampaknya Tuan Lin telah melarikan diri. Kami tidak menemukannya sejak dia kesini.

Jendral Yongho: Apa kami harus menangkapnya?

Jendral Eungyang: Lain masalahnya dengan Tuan Eun. Dia tiba-tiba meninggal. Dia punya putri dan tidak punya putra,

Jendral Yongho: Apa kami harus membawanya?

Jendral Eungyang: Apa kami membiarkan dia menyelesaikan pemakaman?


Di rumah San, persiapan pemakaman sudah selesai, tandu jenazahnya sudah siap. San masih saja berdiam di depan altar penghormatan ayahnya.

Rin mendekat dan memegang tangannya, mengatakan kalau tandu jenazahnya sudah siap, San menangguk.

"Kita harus melihatnya pergi." Kata Rin lagi.

"Iya."

"Ingat ini. Ayahmu hanya menginginkan satu hal. Keselamatanmu."

"Aku tahu."

"Lalu semuanya akan baik-baik saja."


Won mencuci mukanya pagi ini, ia bertanya apa sudah ada kabar dari Rin? Kasim Kim menjawab belum.

"Mari kita tunggu sebentar lagi." Kata Won.


Ratu memberikan perintah, Rin dan San akan pergi ke prosesi pemakaman, jangan biarkan satupun dari mereka pergi. "Bawa mereka sebelum Seja tahu. Jika mereka melawan.. bunuh mereka."


Furutai dan anak buahnya langsung menuju ke iring-iringan pemakaman Ayah San.


Raja: Jelas sekali apa yang akan dilakukan Ratu. Bawa Rin padaku dengan aman. Mereka tidak bisa menyentuh rambutnya sekalipun. Dia akan segera menjadi Putra Mahkota.


Rin menulis surat untuk San.

"Eun San. So Hwa-ku. Aku minta maaf. Aku tidak bisa berada di sana untuk melihat Ayahmu pergi. Ada saat dimana aku harus memilih antara kau dan Rin. Pada saat itu, aku memilihmu tanpa ragu."


Won mengingat obrolannya dengan Rin saat dipenjara, dimana ia mengatakan kalau ia memlih menyelamatkan San dan meninggalkan Rin, tapi Rin malah tertawa.

"Kali ini, aku akan memilih Rin daripada dirimu. Bisakah kau tersenyum dan menerimanya seperti yang dilakukan Rin saat itu?"


Utusan kerajaan datang ke rumah Kanselir untuk menjemput Dan.

"Wang Dan, keturunan bangsawan dan putri Kanselir Wang Yeong, dipilih menjadi calon pengantin Seja. Dia harus datang ke istana dan bersiap untuk menikah."


Kasim Kim membacakan pengumuman untuk para menteri, "Pangkat-pangkat ini akan diberikan sebelum pernikahan Seja Jeoha. Wang Yeong akan menjadi Seowonok, Wang Bu akan menjadi Ikyanghu, Wang Jeon akan menjadi Seoheunghu, dan Wang Rin akan menjadi Sujeong, jadi jangan sampai ada kesalahan. Pernikahan akan dilakukan dua hari lagi. eluarga dari calon Putri Mahkota tidak bisa dikenakan hukuman apapun selain pengkhianatan. Itu yang harus kalian ketahui."


"Kau ingat apa yang pernah kau katakan padaku?"

Won mengingat bagaimana San memberikan cincin peninggalan ibunya padanya. Jika Won ingin minta bantuannya tinggal tunjukkan cincin itu.


Won selesai menulis surat lalu melipatnya dan memasukkannya kedalam amplop beserta cincin itu. Won lalu menyegel tutup amplop dengan segel Seja.

"Lalu kau ingat apa yang aku katakan padamu? Selalu, sampai kapanpun, kau akan menjadi yang pertama. Jangan pernah lupa itu."


Won meminta Jang Eui untuk mengantarkan surat itu pada San, maka San akan meminta untuk bertemu dengannya.

"Lalu.. Bawa dia dengan aman."

Jang Eui mengangguk patuh.


Iring-iringan tandu jenazah Menteri Eun melewati jalanan kota dan setiap warga terlihat bersedih. Rin dengan setia mendampingi San.


Bawahan Furutai menjelaskan, mereharus ka menunggu sampai iring-iringan meninggalkan kota. Menteri Eun sangat terkenal, jadi jika membawa putrinya, maka warga akan menyerang mereka.

"Pergilah ke tujuan prosesi, dan tunggu mereka. Aku akan menggunakan caraku sendiri." Kata Furutai.


Moo Suk dan orang-orangnya juga mengawasi iring-iringan. Ia menyuruh orang-orangnya untuk menangkap Rin sebelum meninggalkan kota.


Sementara itu, Jang Eui juga berusaha masuk kerumunan warga untuk menemui San tapi susah sekali.

"Aku tidak punya hak dan kurang percaya diri, jadi aku mengandalkan kekuatan kalung ini."


"San-ah. So Hwa-ku. Kembalilah. Tetap bersamaku."

10 komentar

Ada bagian dr sinopsisnya yg kepotomg. (Foto tanpa deskripsi). Tlg ditambah y. Semangat terus...
Aku sebenarnya berharap Wonsan 😏,
Meskipun sakit nonton ringan. Tp insya Allah aku tonton sampai akhir

Yg terakhir kok cuma gambar, kak?

Makasih recapnya drama ini kisah cinta segitiganya bikin haru biru. Kasian Won pengen rasanya kasih pelukan dan bilang kalo semuanya akan baik-baik aja. Song In durjana mulai melebarkan jala semoga Rin gak terperangkap ... Won yang malang...

Dari awal san emang lebih cocok ama rinπŸ˜’πŸ˜’πŸ˜€

Setuju...Rin sama san...
Biarlah won cari yang lain toh dia putraahkota bisa pilih sapa aja...pilihlah aku wonπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Berharap ending yg setimpal,,adil bg ketiganya dan bg song in juga kroni nya.. Makin mndekati tamat konfliknya makin intens. Semoga gak mengecewakan. Makasih sinopnya

Kayak enggak jauh beda sih karakter Yoona dalam drama THEK2 sama drama ini TKIL .. Pertama Ibu Meninggal , Kedua Identiti disembunyikan , Ketiga Bapa Meninggal , Keempat Jadi Yatim Piatu
I see no beda !!! Tapi best this drama karakter Yoona enggak lemah weak .. Dan pintar bela diri ...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...