Saturday, September 9, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 31

Tags


Sumber Gambar: MBC


Furutai dihalangi Ahjumma saat akan mendekati San-Rin. Sementara Moo Suk dihalangi Gae Won. Dan tiba-tiba San-Rin menghilang dari rombongan.


Mungkin takut Bi Yeon melihatnya, Moo Suk buru-buru pergi adri sana.


Jang Eui bertemu dengan Gae Won yang melarikan diri. Gae Won bersembunyi dari orang-orang yang membawa pedang.


Jang Eui kemudian berpapasan dengan Furutai. Furutai bertanya pada Jang Eui, kemana membawa San-Rin.

"Haruskah aku melapor pada Seja Jeoha kalau aku bertemu dengan tentara dari Wonseongjeon di kota, dan bertanya kemana kami membawa mereka?" Tanya Jang Eui.

Furutai kesal, lalu pergi bersama orang-orangnya dan akhirnya Gae Won keluar dari persembunyiannya.


Won menemui Gae Won dan Yeom Bok serta Ahjumma di markas. Won menanyakan maksud mereka dengan hilangnya San-Rin. Karena Gae WOn dan Yeom Bok yang membuntuti mereka, jadi Won ingin dengar langsung penjelasan mereka.

"Maafkan saya, Seja Jeoha." Jawab Gae Won.

"Ini tidak masuk akal. Mengapa mereka hilang saat pemakaman?"


Ahjumma menjawab, Rin bilang tidak akan ada kesempatan begitu sampai di pemakaman. Won tidak mengerti, Kesempatan apa? Gae Won menjelaskan, Rin bilang orang-orang akan menangkapnya.


Jadi sebelumnya, Rin memberitahu Gae Won, Yeom Bok dan Ahjumma. Meski ada orang-orang yang melihat, ia dan San tidak akan aman.

Gae Won bertanya, bagaimana mereka bisa membantu? Rin meminta mereka menghalagi dan menghentikan orang yang membawa pedang disekitar prosesi.


Ahjumma: Aku menghentikan tentara dari Wonseongjeon yang membawa pedang.

Gae Won: Dialah yang menyuruhku mencuri anak panah. Pria itu ingin mengejarnya, jadi aku mencoba menghentikannya. Aku sangat menyesal.


Disana ada Koo Hyung juga ternyata. Won bertanya, apa San juga begitu? setuju untuk melarikan diri sebelum Ayahnya dimakamkan?

"Dia memanggil semua pelayan dan memberi perintah kepada kami." Jawab Koo Hyung.


San mengumpulkan semua pelayan untuk mmeberi mereka perintah, "Aku tidak tahu bagaimana atau kenapa, tapi orang-orang akan datang kesini secepat mungkin, untuk mencari harta kami. Jika mereka menemukan cara untuk menghukum aku atau Ayahku, kalian mungkin akan terluka juga. Mereka ingin kalian membuat tuduhan palsu dan memberi tahu di mana posisi kami. Kalian akan berada dalam masalah besar. Koo Hyung akan memberi kalian sejumlah uang. Aku telah menyiapkan tempat tinggal di
sekitar negeri ini untuk kalian tempati. Setelah mereka membawa Ayahku pergi, kalian juga harus pergi. Tolong.. berhati hati."


Koo Hyung bilang pada San kalau ia ingin membantu tapi San tidak mau dengar. Won bertanya, jadi San pergi seperti itu? kemana? Koo Hyung tidak tah kerena San tidak bilang tujuannya, tapi Rin bersama San jadi Koo Hyung percaya.


Yeom Bok nyeletuk pada Gae Won, kapan Rin-San akan menikah? Gae Won memukulnya untuk diam, tapi Yeom Bok masih melanjutkan, apa setelah pemakaman?

"Omong kosong." Bantak Gae Won.

Koo Hyung menjelaskan, Menteri Eun dan Kanselir telah membahas tentang pernikahannya. Won tidak mengerti, ia pikir mereka sudah menghentikan lamaran pernikahannya. Kenapa harus--

"Tidak, kali ini pernikahan Tuan Wang Lin. Ini permintaan terakhir Tuanku." Potong Koo Hyung.


Won shock mendengarnya, ia hampir tidak percaya. Won terduduk lemas, ia menanyakan kemana Jang Eui. Gae Won mengatakan kalau Jang Eui mengikuti tandu itu.

"Aku bilang padanya kalau mereka di dalam tandu. Tandunya mudah dikenali. Aku bilang, jika dia mengikutinya--"

"Kemana? Dia bahkan tidak melapor padaku."

"Dia bilang ada sesuatu yang harus diberikan pada Nona San atau Tuan Rin. Dia bilang tidak bisa kembali sebelum memberikannya."


Won tertawa tak percaya, Rin membuatnya gila, si bodoh itu, apa ini keputusannya? Dengan kabur? Lalu setelah itu? Rin tidak tahu bagaimana skema nya.

"Akulah pengatur rencananya. Dia seharusnya datang padaku. Aku akan membantunya. Aku akan bermain kotor atau jahat untuk membantunya. Kemana dia bisa pergi? Apa yang bisa dia lakukan sendiri?"

Won menegaskan pada Yeom Bok, pernikahan yang Yeom Bok harapkan tidak akan terjadi. Sahabatnya yang bodoh, Rin, sedang melindungi wanitanya.


Jang Eui berhasil menemukan tandu itu tapi kosong. Ia lalu dihampiri seorang kakek, Jang Eui bertanya dimana mereka pergi. Kakek tidak menjawab. Jang Eui mengulurkan uang dan akhirnya kakek menunjukkan arah mereka pergi.


Bi Yeon kembali bertemu Moo Suk dan Moo Suk datangnya selalu tiba-tiba, membuat erkejut. Moo Suk mengatakan tidak ada siapapun di rumah. Bi Yeon menjawab kalau semua sudah berubah, ia heran begaimana Moo SUk tahu ia disana?

"Aku ingin melihatmu."

"Aku juga ingin melihatmu. Aku takut harus pergi tanpa pernah melihatmu lagi."

"Kau akan kemana?"

"Aku akan pergi ke Pulau Ganghwa bersama Kepala Pelayan. Ceritanya panjang. Aku sedang menunggunya."

"Pulau Ganghwa?"

"Apa terlalu jauh bagimu untuk mengunjungiku?"

"Apa Nona-mu juga disitu?"

"Dia pergi ke tempat lain."

"Dimana?"

"Timur." Jawab Bi Yeon setelah memastikan tidak ada yang menguping mereka.


Moo Suk sudah melangkah pergi tapi kembali lagi dan mencopot cadar Bi Yeon. Bi Yeon panik dan meminta Moo Suk mengembalikannya karena orang nanti menyadari lukanya.

Moo Suk tidak memberikannya, "Aku tidak peduli. Mengapa kau harus memikirkan mereka?"


San dan Rin terus berjalan dengan San sebagai petunjuk jalan. namun saat menuruni lereng, San terpeleset dan Rin sigap menangkap tangannya. Mereka sama-sama canggung tapi Rin tidak melepaskan tangan San sampai mereka tiba di bawah.


Rin khawatir, matahari akan segera terbenam, dan ia tidak melihat rumah, cuaca malam pasti sangat dingin. San menunjuk ke satu arah, katanya disana mereka akan menemukan tempat berlindung.

"Apa kau pernah kesini sebelumnya?"

"Pernah beberapa kali dengan Ayahku."

Rin menyuruh San menceritakan tentang ayahnya, ia akan mendengarkan, meskipun akan sangat membosankan, ia akan tetap mendengarkan.


"Ayah sering bepergian. Seluruh tempat Goryeo dan keliling dunia. Dia punya banyak harta. Dia harus melihat itu semua. Dia kadang-kadang membawaku. Saat ada yang melihat, Aku memanggilnya, "Tuan". Aku seorang pelayan. Tapi saat kami berdua saja, Jika aku memanggilnya, "Tuan", dia akan bilang, "Apa? apa?" seperti itu."


San akan membisikki ayahnya dan bilng "Ayah". Dan ayahnya sangat senang. Tapi San khawatir, bagaimana jika orang lain lihat? ia merinding hanya dengan memikirkannya saja.


San kembali ke Istanya, Kasim Kim menanyakan kenapa Won terlambat sekali dan menyampaikan bahwaRatu sudah menunggu sejak tadi. Namun Won malah berbalik, tidak mau menemui ibunya.

"Tolong pertimbangkan kembali calon pengantinmu. Jika anda terus menghindari Ratu, Nona Dan akan menerima hukumannya." Bujuk Kasim Kim.


Won akhirnya masuk dan menemui Ratu. Won bertanya, apa yang Ratu lakukan disana? Ratu balik bertanya, apa Won ingin membalasnya? Ratu menyuruh Won membatalkan pernikahannya. Sebagai Ratu, ialah pembuat keputusan dengan siapa keluarga kerajaan bisa--

"Bisakah anda berhenti? Berhenti bersekongkol, dan berhenti merugikan orang-orang yang tidak bersalah. Tolong hentikan."

"Seja."

"Anda masih belum mengerti? Semua yang Omamama lakukan untukku, demi aku, malah membuatku sangat kesepian. Apa anda masih tidak sadar?"

"Semua yang aku lakukan sampai hari ini--"

"Untuk membuatku tetap bertahan hidup? Tidak. Itu untuk membuat Omamama tetap bertahan hidup. Anda sangat bosan setiap hari.. sehingga menggunakanku sebagai mainan. Dengan memberi alasan untuk membuatku bertahan hidup. Apa aku salah? Calon pengantinku.. jangan sentuh dia. Atau aku akan membuat anda membayarnya."


Setelah mengatakannya, Won langsung keluar dan membuat sakit Ratu semakin parah.


Boo Yong mengatakan pada Raja soal Ratu dan Seja yang rumornya semakin menjauh. Boo Yong membujuk Raja untuk segera kembali karena Seja akan menikah.

"Apa Seja masih hidup?" Tanya Raja.

"Dia akan segera menikah."


Raja lalu bangun, ia tak mengerti kenapa Won sangat membencinya. Dulu Won sering tersenyum, bahkan tersenyum saat jatuh dan saat Ibunya memarahinya.

"Aku sering tersenyum padanya. Tapi.. kenapa dia membenciku?"

"Dia takut pada Anda."

"Apa Ibunya yang menyuruh dia seperti itu? "Bencilah dia". Bencilah Ayahmu". "Dengan begitu, kau bisa hidup"."


Boo Yong berbalik untuk menyiapkan teh, tiba-tiba Raja berkata, apa semua itu bisikan Boo Yong semata? Boo Yong berhenti menuang teh, ia terkejut.

Raja melanjutkan, "Tepat di telingaku. "Raja, dia tidak menyukai anda.". "Dia membenci anda". "Dia ingin membunuh anda"."

Boo Yong mencoba berkata seperti biasa, "Mengapa anda mengatakan hal yang mengerikan itu?"

"Dia bilang begini. Wanita yang dicintai anakku bilang begini didepanku. "Mengapa seorang Ayah tidak mempercayai anaknya sendiri?" "Ayah macam apa itu?"


Saat Boo Yong berbalik, Raja tiba-tiba tertidur dan bergumam, "Seja. Apa dia masih hidup?"

Boo Yong tersenyum, ia meletakkan tehnya di meja, lalu memberingkan raja.


San menyalakan api, sementara Rin menyiapkan alas tidur untuk San. Rin berkata, jika bisa menahan udara dingin yang keluar dari tanah, mereka tidak akan kedinginan.


Rin ternyata membawa minuman karena ia pikir itu bisa membantu San untuk tidur. Sebelum Rin menungakan untuk San ia bertanya, apa Menteri Eun juga suka minum?

"Dia suka minum, tapi dia bukan peminum yang hebat."

"Lalu haruskah kita memberinya satu gelas?"

San mengangguk, kemudian Rin menuangkan satu gelas.


San maju beberapa langkah tepat di samping batu besar. Tapi ia ragu dan menoleh ke arah Rin. Rin menangguk.

San kemudian mendongakkan kepala ke atas, bicara pada ayahnya.

"Ayah. Maaf aku tidak bisa ikut di pemakamanmu. Rin membawa minuman ini. Tidak terlalu enak, tapi tidak buruk juga. Minumlah."

San mengguyurkan minuman itu pada batu besar.


Setelahnya, San kembali lagi pada Rin, meminta satu gelas minuman dan langsung menenggaknya sekaligus.


San kembali bicara pada ayahnya, "Begitu kami tiba di laut, Aku akan naik kapal dan pergi ke tempat yang sudah kau siapkan. Jangan khawatir. Rin akan mengantarku sampai di sana. Orang ini adalah rekan seperjalanan yang bisa diandalkan."


Rin memastikan, apa cuma sebatas itu arti dirinya untuk San? hanya rekan yang mengantar sampai ke laut? San sangat berterima kasih, Rin pergi sejauh ini bersamanya dan membawa minuman.

San menyodorkan gelasnya lagi, minta minuman lagi, tapi Rin mengambil gelasnya, "Tidak. Aku juga akan naik kapal bersamamu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Dan aku akan tinggal bersamamu. Aku akan bersamamu untuk waktu yang lama. Itulah yang diinginkan Ayahmu. Kau tidak mendengarnya?"

San hanya diam. Rin bertanya, Apa ada sesuatu yang San pikirkan? Apa itu.. Seja Jeoha?


Jang Eui membuntuti orang-orang di hutan yang gelap gulita.


Won mengunjungi Dan dan dan kelihatan habis menangis tapi Dan menyangkalnya. Won bertanya, siapa yang membuat San menangis? Apa Dayang Noh?"

"Aku tidak menangis."

"Itu berarti istana ini membuatmu takut. Tentu, pasti menyeramkan jika pertama kali tidur di tempat asing. Aku tinggal di sini, tapi setiap malam aku masih takut tempat ini. Kau lihat betapa menyeramkannya tempat ini? Ini sangat menyeramkan."

"Aku tak apa. Aku sibuk menyiapkan pernikahannya. Puluhan orang sampai bergadang membuat gaun pengantinku. Mereka juga tidak akan membiarkanku tidur. Mereka harus mengukurku, menyuruhku mencobanya dan semuanya."

"Aku minta maaf karena mempercepat pernikahan kita."

"Aku bersyukur kau mempercepatnya."


Won menjelaskan, semuanya akan dilakukan secara sederhana. Mereka tidak akan mengundang Utusan dari seluruh negeri dan tidak memasang banyak lampu berwarna untuk pestanya. Dan menjawab, ia tidak akan lupa kalau Won menikahinya untuk menyelamatkannya supaya tidak dikirim.


Won merasa takut karena Dan tiba-tiba serius. Dan tahu aku akan dihukum jika meminta lebih banyak dari ini, tapi ia masih ingin bertanya.

"Orang yang pertama bagimu, masih bukan aku, 'kan? Dan aku tidak akan pernah.. menjadi yang pertama? Aku seharusnya tidak menanyakan ini, bukan?"

Won tidak menjawab, ia memanggil Jin Gwan untuk memerintahkannya menjawa Sejabin (Dan) mulai sekarang. Pastikan Dan tidak ketakutan, pastikan Dan tidur nyenyak.

"Saya akan melaksanakan perintah Anda." Jawab Jin Gwan. Won lalu pergi.


Ternyata orang-orang yang diikuti Jang Eui adalah Moo Suk dkk.


San sudah tidur dan Rin menyelimutinya, tapi saat Rin kembali ke tempat duduknya, San terbangun. Rin terus menatap San, San balas menatapnya tapi lama-lama ia tertidur kembali.


Namun tidur San tidak nyenyak, sedikit suara saja membuatnya terbangun dan lagi-lagi ia melihat Rin menatapnya. San malu, lalu menutupi wajahnya dengan selimut. Rin hanya tersenyum.


Paginya, San terbangun setelah tidur pulas tapi ia sendirian. Ia mencari Rin yang ternyata sedang sibuk menangkap ikan dengan menusukkan pisau ke air.


San ikutan, ia menggunakan batu besar, tapi bukannya mendapat ikan yang ada ikannya malah semakin menjauh.


Rin kembali gagal menangkap ikan. San kesal, yang benar dong? masa dari tadi  gak ada yang ketangkep? Rin akan protes karena San--

San segera memotong karena tahu akan disalahkan.


Lama-lama mereka bukan menangkap ikan tapi malah main air bersama sambil ketawa-ketawa.


Mereka belum mendapat ikan satupun dan tiba-tiba Moo SUk dkk datang, Rin menyadari itu dan menarik San untuk lari.


Namun akhirnya mereka terkepung di sebuah paviliun namanya Samcheok. San bertanya siapa mereka, lalu ia melihat Moo Suk dan ia langsung menarik pisaunya yang ia simpan di celananya, Rin menahannya.

Rin kemudian bicara pada Moo Suk, ia sudah bilang tunggu, Moo Suk seharusnya tetap menunggu.

"Saya rasa anda tidak akan kembali walaupun saya menunggu." Jawab Moo SUk.

San bingung, apa yang Rin dan Moo Suk bicarakan? Rin kembali tidak menjawab dan kembali bertanya pada Moo Suk, apa yang Moo Suk dkk inginkan?

"saya diperintahkan untuk mengantar anda."

"Bagaimana jika aku menolak?"

"Saya akan menyingkirkan orang yang mengganggu anda."


Rin terpaksa menyuruh San pergi sendirian terlebih dahulu. San enggan, ia mengajak Rin melawan mereka semua bersama.

"Kemana dan dimanapun kau berada, aku akan menyusulmu." Janji Rin dan sepertinya San setuju.


Rin menyanggupi ajakan Moo Suk dan tiba-tiba Moo Suk dkk bersujud padanya. Tapi Rin belum selesai, ia akan ikut setelah melihat San pergi dengan selamat. Rin kembali menoleh pada San, ia menangguk dan San kemudian berjalan pergi.


Jang Eui melihat semua itu, bagaimana Moo Suk dkk bersujud pada Rin.


San kembali ke tempat mereka tidur tadi untuk mengambil barang-barang dan Jang Eui menghampiri. San lalu menarik Jang Eui ke tempat Rin.

"Tuan Rin dibawa pergi. Pria dengan tato ular itu mengikuti kami kesini." Kata San.

"Sepertinya dia tidak dibawa pergi." Jang Eui menahannya.

"Apa yang kau lakukan? Kita harus pergi dan--"


Jang Eui mengeluarkan surat Won untuk San dan memberikannya.

"Ini untukmu. Jeoha katakan, anda akan meminta untuk bertemu dengannya setelah membaca ini. Aku hanya bisa kembali dengan membawa jawaban anda."

San membuka amplop surat itu dan menemukan cincin ibunya ada di sana.


Guru Lee menghadap Won bersama Jendral Eungyang dan KomandanYongho. Won pura-pura tidak tahu tujuan mereka, apa mereka kesana untuk menghadiri pernikahannya?

"Jang Soo-ya (Kasim KimP. Kita perlu menyiapkan kursi untuk Guru Lee. Kursi kehormatan."

Guru Lee sedikit memaksa agar Won mendengarkannya. Guru Lee mendengar Won memaafkan orang yang melakukan penggelapan di Bongyang hanya karena dia teman lama Won. Won menyimpulkan, Guru Lee kesana pasti untuk memarahinya.

"Anda tidak perlu melakukan itu. Menteri Keuangan dan Kanselir telah dijebak. Anda pintar, jadi anda pasti curiga. Anda tahu mereka tidak akan melakukan itu dan mereka tidak punya alasan untuk melakukannya."

Jendral Eungyang: Aku menginvestigasi kembali kasus ini di bawah perintahnya. Gandum telah ada disana sejak musim gugur lalu, jadi mereka pasti telah disimpan di sana selama musim dingin setelah segel resmi dipasang.

Komandan Yongho: Tapi segel itu bahkan masih basah. Mereka tampak masih baru.

Guru Lee: Menteri Keuangan mendadak meninggal setelah datang ke istana.

Komandan Yongho: Malam itu, ada orang lain yang meninggal di istana. Dayang dari Wonseongjeon juga meninggal. Saya diberitahu kalau dia gantung diri, tapi setelah diperiksa, saya menemukan dia telah diracuni terlebih dahulu.


Guru Lee melanjutkan, Menteri Keuangan mendadak meninggal setelah datang ke istana. Malam itu, seorang dayang diracuni. Keesokan harinya, seseorang mengirim kertas tanpa nama, dengan mengatakan persediaan yang dicuri ada di gudang Menteri Keuangan. Dan ada nama Kanselir juga didalamnya.

"Jadi?" tanya Won.

"Saya rasa semua ini berawal dari Wonseongjeon. Bagaimana menurut Anda?"


Won tidak menjawabnya, ia memeintahkan Kasim Kim untuk membawa Guru Lee ke Naksujae, dan memberinya makan. Kasim Kim terkejut, Naksujae?

Guru Lee: Ini adalah ancaman bagi Anda yang telah menerima pelajaran untuk menjadi Raja.

Won: Aku akan memilih untuk mengabaikan ucapanmu dengan sopan.

Lalu Won menyuruh pengawal untuk membawa Guru Lee pergi dan memastikan tidak ada yang mengganggu Guru Lee saat istirahat, serta melindungi Guru Leeagar tidak da yang mendekatinya.

1 komentar so far

MKasih recapnya....Won yang malang, dia berusaha melakukan yang terbaik untuk melindungi Rin dan San. Gak selamanya harapan dan rencana berjalan sesuai dengan kenyataan. Usaha keras Won malah membuat Rin dan San makin jauh. Dia pikir dengan menikahi Dan dia bisa melindungi Rin. Tapi aku gak begitu suka ama Dan. Tinggal 2 minggu lagi gila.... gue masih belum yakin San itu sukanya ama sapa... blom jelas banget. Keliatannya sama Rin tapi sama Won juga keliatan nyaman banget.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...