Saturday, September 9, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 32


Sumber Gambar: MBC

Akhirnya ada kissu juga tapi Rin yang mendapatkannya duluan. Siap-siap bagi Tim Won-San.


Moo Suk membawa Rin ke tempat Song in, disana Boo Yong menyajikan teh. Song In menjelaskan kalau itu teh dari Boryeong, dapat membantu untuk menghalang racun masuk ke tubuh, rasanya pun cukup enak.

Boo Yong menyodorkan cangkir untuk Rin tapi Rin bahkan tidak meliriknya. Song In menjelaskan, ia baru bisa minum setelah Rin meminumnya. Rin bukan lagi Tuan Rin yang dulu, Rin bahkan punya gelar. Rin pun menerima teh itu daro Boo Yong dan meminumnya.


Rin berkata, ia kesana untuk menemui Raja. Boo Yong paham, ia undur diri untuk memebritahu Raja. Setelah Boo Yong pergi Song In memberi Raja tidak ingin memberi tahu Seja, jadi Raja mengatakan pergi berburu, dan kemudian dia bersembunyi di sini. Raja takut kalau Seja tahu, Seja akan memintanya untuk segera melepaskan tahtanya.

"Kenapa kau berubah pikiran?" Tanya Rin.

"Apa?"

"Kalian semua ingin Hyungnim yang mendapatkan mahkotanya dari dulu."

"Kami dari dulu berharap banyak darinya, tapi seperti yang kau tahu, dia agak bodoh. Dia mabuk setiap hari dan menghabiskan waktu dengan berpesta wanita. Kami sangat kecewa."

" "Kami"?"

"Orang asli Goryeo-lah yang harus memimpin negeri ini. Beberapa keluarga kembali ke ketentuan Goryeo, dan banyak Jenderal yang selamat dari perang besar."


Rin bertanya, dan yang Song In lakukan hanya menurunkan tahta Seja, lalu mengangkat orang lain yang mereka suka, dan menyembunyikan Raja yang sakit di sebuah kamar kecil, Apa begitu?

"Memang.. beginilah adanya."

Boo Yong kembali, mengatakan kalau Raja sedang tidur jadi ia tidak bisa membangunkannya. Ia akan menyiapkan kamar untuk Rin jadi--

Rin berdiri menghentikan omongan Boo Yong dan ia langsung keluar.


Rin menghadap Raja, ia mengumumkan kehadirannya tapi raja tidak menyahut. Rin lalu pelan-pelan membuka pintu dan melihat Raja sedang memejamkan mata sambil duduk.


Rin panik dan langsung masuk, ia bertanya apa Raja baik-baik saja? apa Raja mendengar suaranya? Rin bahkan mengecek nadi Raja. Rin minta ijin untuk memanggil tabib kemudian.

Tapi Raja menahan tangannya, "Rin-ah. Kau datang."

"Apa anda sakit? Beri tahu dimana sakitnya."

"Rin-ah. Seja.. dia masih hidup?"

Rin terkejut mendengar pertanyaan itu.


Komandan Yongho tidak tahan lagi, ia harus membicarakannya pada Seja sebelum-- Jendral Eungyang menahannya, mereka harus pergi sekarang karena Seja akan menikah besok.

"Itu sebabnya kita harus bicara dengannya hari ini."

"Ayo pergi. Aku akan mentraktirmu minum."


SOng Bang Young tiba-tiba menghampiri mereka dan membagikan bungkusan sekotak perak, katanya itu dari Seja sebagai imbalan atas kerja keras mereka dan Seja akan menangani sisanya, tapi Seja meminta mereka merahasiakannya.

"Rahasiakan? Rahasiakan apa? Memangnya apa yang kami selidiki?" Tanya Komandan Yongho kesal.

"Makanya. Apa yang kalian selidiki sampai dia membayar sangat banyak supaya kalian merahasiakannya?" Kata Song Bang Young.


Song Bang Young juga menghasut para pejabat yang membatu Won dengan memfitnah Won. 

"Uang dan wanita. Jenderal dan Komandan mengatakan itu. Ini sangat jelas. Dia menginginkan uang Tuan Eun. Kalian tahu benar siapa Tuan Eun. Apa menurut kalian dia akan setuju? Itu sebabnya dia meninggal. Dia juga menginginkan putri Tuan Eun. Apa menurut kalian dia setuju?

Bahkan jika pria yang dimaksud adalah Seja Jeoha, dialah orang yang pasti membunuh Ayahnya. Itu sebabnya dia menjebaknya. Menghancurkan seluruh keluarganya. Putri Tuan Eun... Hanya itu yang kudengar. Apa lagi memangnya?"

"Jika dia sangat menyukai Nona San, mengapa dia menikahi orang lain?" Tanya salah satu pejabat.

"Mana aku tahu? Tanya sendiri padanya."


Saat bekerja bersama Won, para pejabat tidak seperti biasanya, mereka melirik Won lalu bisi-bisik. Won sepertinya menyadari hal itu.


Rin menuntun Raja jalan-jalan ke luar. Raja bercerita, pertama Ibunya dan sekarang, anaknya membunuh rakyat Raja. Menteri Keuangan kadang-kadang membantu setiap kali Raja mengatakan keuangan meraga dalam masalah, Tanpa keluhan, Menteri Eun akan mengirim gabah dan surat sanggup bayar. Menteri Eun tidak pernah membual tentang itu atau meminta pangkat sebagai balasannya. Bagaimana mereka bisa--

Raja akan roboh, Rin menawari apa Raja mau duduk?


Tapi Raja malah menatap Rin intens beberapa detik, setelah itu Raja mengatakan kalau Rin mirip dengannya, bibi Rin, Putri Jeong Hwa.

"Terlepas dari semua yang Putri Jeong Hwa alami, dia tidak pernah menyalahkanku. Kewibawaan dan kesetiaannya. Kau juga memiliki itu."

"Bagaimana.. kabar Putri?" Tanya Rin.

Raja tidak tahu, ia tidak pernah menemuinya lagi sejak itu, tidak sanggup.


Raja mencengkeram baju Rin, mengatakan kalau Seja mirip dengan Ibunya. Mereka lahir dengan duri di sekujur tubuhnya. Jika dekat dengannya, mereka akan menusuk dan meracuni. Lalu mereka akan menarik lebih dekat lagi. "Kau milikku. Kau harus tinggal bersamaku. Jangan lihat tempat lain."

"Darahmu bercucuran dimana-mana, tapi mereka tidak akan menghiraukannya."

Raja senang di luar, cuacanya indah sekali begitu juga anginnya, ia merasa jauh lebih baik. Lalu Boo Yong menuntun Raja jalan-jalan menggantikan Rin.


Song In bertanya pada Rin, "Apa kau mau mengantarnya ke pernikahan besok? Pasti banyak pejabat yang senang melihat itu. Sejak Seja Jeoha mulai belajar memerintah, para pejabat semakin tidak puas."

Rin menjawab, itu juga yang Song In inginkan. Song In melanjutkan, Para Jenderal berbalik melawan Seja karena Seja mengecewakan mereka. Namun Rin tidak mau mendengar lebih jauh, ia memutuskan untuk menyusul Raja.


Orang sruhan Won tetap mengawasi mereka.


Won menemui ibunya. Tapi Ibuya sepertinya lebih tertarik main baduk. Won bertanya apa yang ibunya lakukan?

Ratu tidak menjawab, Won lalu membuka dokumen yang ia bawa dan membacanya, "Tunjuk Putri Eun Young Baek, San, untuk mengambil alih tugas keuangan yang pernah dipegang Ayahnya."

Ratu tidak mengerti, kenapa Won sangat bersikeras? Won menjawab, hal itu adalah yurisdiksi Ratu jadi ia perlu segel Ratu di dokumennya. Won bahkan menyingkirkan batu-batu baduk di papannya dan menempatkan dokumannya di atas papan agar Ratu melihatnya.


Ratu akhirnya menoleh dan memandang Won. Won menyuruh Dayang Jo untuk mengambil segel Ratu. Dayang Jo mau tak mau mematuhi perintah Won itu.

Ratu mengatakan apa yang ia dengar dari para menteri bahwa Won telah membela penjahat. Won menyangkalnya, "Seja Jeoha telah membunuh. Apa itu emi uang atau cinta, kita tidak tahu". Itulah yang mereka katakan.

"Aku lihat kau sangat membenciku."

"Aku menahan amarahku dalam botol, dan sekarang sudah habis, aku hilang kendali."

"Aku minta maaf atas semuanya. Bisakah kau berhenti?"

"Apa anda sanggup meminta maaf?"

"Aku akan mengatakannya sekali lagi. Aku tidak membunuh Tuan Eun."


Won: Tentu. Dan anda tidak membunuh Dayang yang memberi kesaksian tentang itu.

Ratu: Apa kau akan membawa Putri Tuan Eun ke istana?

Won: Ya.

Dayang Jo membawakan segel Ratu, lalu Won menyuruh Ibunya untuk segera mengecap dokumennya. Ratu mengingatkan, Won tidak akan bisa seperti dulu lagi ketika San kembali. Para menteri akan percaya kalau Won melakukan semua ini demi cinta.


Won: Anda seharusnya sudah memikirkan ini lebih dulu. Sebelum melakukan semua ini.

Ratu: Seja.

Won: Aku tidak mau mendengar anda.

Ratu: Menyerahlah atas San.

Won: Anda menyuruhku untuk menyerah pada semuanya. Anda memenjarakan temanku, Rin--

Ratu: Dia bukan temanmu.

Won: Anda bahkan membunuh orang.

Ratu: Aku tidak membunuh siapapun.

Won menghela nafas, ia menegaskan, San akan tinggal di dekatnya. Ia akan menjaga San tetap didekatnya dan melindunginya. "Jika tidak setuju, Omamama bisa pergi."


Ratu hampir menangis mendengar itu dan ia terpaksa harus mengecap dokumen itu. Setelahnya, Won membawa dokumen itu pergi tanpa mengucapkan terimakasih atau sejenisnya.

Tapi setelah keluar dari ruangan Ratu, Won sempat menoleh ke arah pintu, khawatir.


Won lalu bertanya pada Kasim Kim, apa Kasim Kim sudah mendengar kabar dari Jang Eui? Kasim Kim menjawab belum. Kasim Kim tidak terlihat seperti biasanya, Won menyadari iru dan bertanya ada apa.


Mata-mata WOn datang, mengatakan bahwa ada yang ingin ia laporkan.


Rin menemani Raja malam ini. Boo Yong mengatakan kalau kamar Rin sudah siap tapi Rin tak mau kesana, ia akan menjaga Raja.


Orang itu melapor kalau Rin terlihat bersama Raja, Song In juga ada di sana. Won menyimpulkan, jadi ayahnya tidak pergi berburu, melainkan sedang bersama Rin? Sebagai sekutu dan tidak dipaksa? Orang itu membenarkan.

"Kau pasti salah." Kata Won.

"Pangeran Gang Yang juga ada disana."

"Kau pasti banyak minum. Apa kau mabuk?"

"Tidak."

"Apa San juga disana?"

"Tidak."


Won dengan penuh keyakinan: Berarti kau salah. San sedang bersama Rin. Dan orang yang bersama Apamama dan Song In, bukan Wong Rin.


Dayang Jo mengabari Ratu kalau Raja telah kembali untuk menghadiri pernikahan.

"Apa dia bersamanya?" Tanya Ratu.

"Jika maksud anda Ratu Mu, Ya, dia bersamanya. Tapi Raja juga bersama mereka."


Raja pulang ke Istana dituntun Boo Yong dan Rin, kemudian Rin digantikan oleh Song Bang Young.


Kasim Kim juga memberitahu WOn kalau Raja pulang bersama Rin.

"Apa maksudmu? Mengapa Rin bersama mereka?"

"Ada banyak yang melihat."

Won akan menemui Rin tapi Kasim Kim bilang Rin sedang tidak bersama Raja, melainkan sedang menemui Adiknya, Sejabin. Won tetap pergi.


Rin akan menemui adiknya dan ia melihat sesuatu yang mengejutkannya setelah melewati pintu. Sementara itu, Jang Eui bersama San dihadang oleh Furutai.


Ternyata Rin melihat Jendral Eungyang dan Komandan Jongho, mereka langsung kesana setelah mendengar Rin kesana, mereka pikir Rin harus tahu.

"Menteri Keuangan... Apa Seja Jeoha membunuhnya?" Tanya Komandan Yong Ho langsung.

"Apa?"

"Itu yang dikatakan orang-orang. Apa dia membunuh Tuan Eun karena cintanya? Apa begitu perilaku orang yang kita layani? Apa itu benar?"

Rin hanya diam saja.


Furutai membawa mereka ke suatu tempat dan Jang Eui diperlakukan kasar. San memberitahu, Jang Eu adalah orang yang sangat penting bagi Seja Jeoha, jadi bersikap baiklah padanya.

"Mereka disini." Pengumuman Furutai.

Lalu Dan keluar dengan memakai gaunpengantinnya.


San terkejut, kenapa Dan ada disana? Apa Furutai memaksanya? Dan menjawab, Ratu yang memintanya untuk berbicara dengannya.

"Apa yang Ratu inginkan?"

"Dia bilang kau akan datang, tapi aku tidak percaya. Kudengar kau masuk ke Ibukota, tapi aku ragu kau akan datang. Mengapa kau di sini?"

"Aku tidak mengerti maksudmu."


Dan lalu menyuruh Jin Gwan menjauh dari mereka. Setelah itu, Dan menjelaskan, ia dan Seja akan menikah hari ini. San terlihat terkejut, Dan menyimpulkan kalau San tidak tahu. San minta maaf, ia sedang dalam perjalanan jadi tidak mendengar kabar itu.

"Apa kau di sini untuk menemui Seja Jeoha?" Tanya Dan dan San membenarkan.


Dan meminta San untuk tidak menemui Won, ia mohon. San menjelaskan karena Dan tampaknya salah paham, ia di sana hanya menepati janji yang mereka buat--

"Ratu bilang begitu. Kedatanganmu hanya akan membahayakan Jeoha."

"Aku.. membahayakannya?"

"Aku tidak tahu banyak tentang politik, tapi aku juga merasakan hal yang sama. Aku ingin kau.. pergi jauh dari Jeoha. Aku tidak ingin dia melihatmu. Apa.. aku jahat?"


Rin berpapasan dengan Furutai, mereka saling lempar pandangan.


Rin akhirnya melihat adiknya, tapi itu malah membuat Dan menangis. Rin panik, apa yang terjadi? Rin menoleh pada Jin Gwan tapi Jin Gwan hanya menunduk.

"Orabeoni."

"Apa?"

"Aku mengusirnya. Aku menyuruhnya pergi."


Won juga akhirnya bertemu jang Eui.

Jang Eui: Jeoha, Nona San.. Nona San.


Rin melihat San terlebih dahulu dan ia juga melihat Won yang sedang memerintahkan Kasim Kim dan Jang Eui untuk mencari San.


Rin memanggil San dan san menoleh padanya.


Rin mengingat jawaban San kemarin, apakah San memikirkan Won.

"ya. Kami seperti terhubung dengan benang. Jadi dia selalu menghalangi jalanku. Jika aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal dan kau juga pergi, apa yang akan terjadi padanya? Itulah yang aku pikirkan. Aku seharusnya tidak memulai mengikat benang ini dengannya."


Won melihat Rin berjalan mendekati San.


Rin: Apa kau mengatakan, kau dan Jeoha terhubung oleh benang?

San menangguk.

Rin: Itu pasti Takdir Benang Merah. Aku akan.. memotong benang itu untukmu.. sekarang juga.


Rin merangkul pinggang San agar lebih dekat dengannya. Lalu menciumnya. San awalnya berontak, tapi lama-lama ia membiarkannya. Sementara itu, Won menyaksikan kejadian itu.

12 komentar

Waaaa never expected kalo kisseu pertama di drama ini dimulai dri Rin-San๐Ÿ˜ Rin-San is on the top๐Ÿ˜ธ๐Ÿ˜ธ Biarkan Rin-San bersama, seja jeoha๐Ÿ™‡๐Ÿ™‡

๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃmakasih rekapnya.... first kissnya gak indah ini pamaksaan... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Won yang malang. Sahabatnya nikung ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ padahal dia udah bela belain nikah ama adiknya Dan untuk nyelametin Rin... eh malah di tikung. Rin aku berharap dia tidak benar benar meninggalkan Won. Aku juga berharap Rin sedang mengatur rencana menggulung komplotan Song in (jadi double agent) Rin tahu kalo Won nantinya akan jdi raja yang baik, dan San adalah kelemahan terbesarnya... trus, lagi lagi aku berharap Rin melakukan ini untuk Won. ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข Won yang malang.

Aku gak kebayang gimana perasaan Won ngeliat sahabatnya Rin kiss San ๐Ÿ˜จ pasti ancur banget. Agak ambigu yaa memaknai kata benang merah yang dibilang San tentang Won. Apa ini berarti San juga cinta ama Won. Tapi kenapa dia mau dicium Rin, walaupun awalnya ngelawan eh lama-lama merem juga hedeuh ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ค what going on here ๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ง. apa yang akan dilakukan Won pada San setelah melihat semua ini.

Mungkin kedengarannya halusinasi tapi aku punya feeling kalo San Cinta juga sama Won kalopun diepisode sebelumnya keliatan San memandangi Rin. Aku ngerasa San sedang bayangin Won ๐Ÿ˜…. Kalopun San mau dan nyerah dicium sama Rin itu karena San merasa sangat sedih. Orang yang dicintanya menikah dengan orang lain. San juga sedang bingung siapa yang sebenร rnya dia cintai ๐Ÿ˜ง (mungkin dengan begitu dia bisa dapet kesimpulan, siapa yang lebih dicintainya (inget khan di eps 16, San penasaransiapa pria yang membuat hatinya lebih sakit๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ duh enak bener idup loe San bisa dicintai 2cowok guanteng dan keren). Mungkin episode berikutnya semuanya akan terungkap. Tetep semangat yaaa bikin recapnya๐Ÿ˜†

Wah..Pertanyaan gue udah terjawab sih!!Rin berhasil kiss San duluan...Tapi kasihan kejadian kiss itu dilihat sendiri sama Won...I can't believe!!!Tapi kiss nya kok ngerasa kurang aja sih!!! Kayak kiss biasa bukan kiss luar biasa!!!Please ending nanti bagi kiss luar biasa 0key... :)

Parah sih drama berkisahkan CINTA TIGA SEGI ini ! Semua perasaan masuk !!! Gue mohan ending drama ini HAPPY ENDING pada Won,Rin,San,Dan .. Dan ini penting gue berharap Yoona , Hong JongHyun , Siwan nanti dapat offer new drama/film yang story nya CINTA TIGA SEGI better tolak deh !! Fans yg nonton bisa gila ...#GueEnggakSukaStoryDramaSedih

Ga bener nih si Rin...Won aja yg duluan nyatain suka masih jaga jarak...hadeuuuh ini malah maen nyosor aja...Jadi tambah penasaran sebenernya yg San suka saat mereka minum arak bersama dan yang membuatnya tersenyum itu Won atau Rin sih? Kalo liat di awal episode kayaknya Won deh...halaaaah binyun

Won.. kamu sama aku ajah dech... hahaha

Won.. kamu sama aku ajah dech... hahaha

ko ak ngerasa raja mulai sadar kl dia dimanfaatkan sm bo young sm song in buat benci won..feeling ku raja dan rin pny rencana buat bantu won diam2, waktu raja bilang ke rin apa won sudah meninggal trs setelah itu rin jagain raja semalaman mgkn pas itu mereka susun rencana

rin ga akan berkhianat sm won untuk tahta dia ga akan mau rebut tahta dr won dan ttp bantu won smp akhir buat menghancurkan song in dan kroni2 nya,
tp kl ttg san dia ga bisa nglepasin san buat won kecuali kl san yg akhirnya milih won

2 ep terakhir penasaran tg ending nya
smgt ya mba recaps nya smg sehat sll

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜š
EmoticonEmoticon

loading...