Thursday, September 14, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 36


Sumber Gambar: MBC


Tabib kerajaan yang dipanggil Yeong Su sudah datang dan sedang memeriksa Raja. Tabib tahu racun apa itu, bahannya terbuat dari tanaman beracun, dan perlahan meresap ke dalam tubuh. Pada awalnya, akan mulai mengalami mimpi buruk, lalu akan melihat dan mendengar sesuatu. Setelah racun itu menyerap keseluruh tubuh, organ tubuh akan mulai berhenti bekerja.



Moo Suk kembali menemui Bi Yeon. Bi Yeon senang tapi ia menjelaskan kalau Moo Suk tidak boleh menemuinya malam-malam begini, nanti orang-orang bergosip.


Moo Suk bertanya, kenapa banyak orang di rumah Pedagang? Dan mereka semua menginap sampai malam.

"Makanya. Kau seharusnya tidak datang ke sini. Lebih baik jika kita bertemu tempat lain disiang hari. Jika lebih terang, aku bisa melihat wajahmu dengan baik." Kata Bi Yeon.

"Siapa yang mereka lindungi?"

"Aku rasa itu seorang bangsawan."

"Bangsawan?"

"Dia sepertinya sakit parah. Mereka bahkan memanggil tabib. Dan itu tabib Rumah Sakit Istana. Tabib Istana. Jadi menurutku itu seorang bangsawan."


Jendral Eungyang dan Komandan Yongho membawa Kasim Choi kehadapan Won, mereka menemukannya di gudang Wonseongjeon. Jendral Eungyang menjelaskan, setelah almarhum Ratu menginterogasinya, beliau menyuruh untuk mengurungnya sampai beliau memberi perintah lagi.


Won menyuruh Kasim Choi bangun dan mengatakan. Kasim Choi tampak sangat lelah, ia bertanya harus mengatakan apa?

"Apa yang dia tanyakan, dan jawabanmu. Dan hal lain yang tidak kau ceritakan padanya."

"Seja Jeoha, Anda..."


Won marah karena orang yang bahkan tidak bisa bicara dibawa ke hadapannya, ia hampir menyuruh Jendral Eungyang untuk membawa Kasim Choi pergi jika Kasim Choi tidak bicara.

Kasim Choi melihat San saat ia bicara, "Saya.. hanya menjalankan apa yang disuruh. Saya tidak tahu itu akan berakibat pada yang lain."

San menyuruh Kasim Choi untuk melanjutkannya. Kasim Choi pun melanjutkan, ia tidak tahu obat yang diberikan Boo Yong padanya itu untuk Menteri Keuangan. Boo Yong menyuruhnya untuk menaruh obat di kamar Ratu dan memastikan San melihatnya. Ia hanya melakukan apa yang diperintah.


Won jongkok mendekati Kasim Choi, ia mencengkeram baju Kasim Choi. Won menanyakan siapa yang menyuruh Kasim Choi. Kasim Choi menjawab, Sekretaris Asisten Kerajaan Song Bang Yeong.

"Siapa lagi? Dia pasti tidak sendiri. Siapa lagi?"

"Dan Song In. Jenderal Yun Gyun Seong. an Kim In Gyeong, Kim Gil. Itulah orang-orang yang saya tahu."

"Kenapa kau melakukan ini?"

"Saya melakukan ini.. untuk pangeran berdarah bangsawan.. dan untuk Raja Goryeo selanjutnya. Saya melakukan ini demi negara. Tolong mengertilah."

Won lalu menghempaskan tubuh Kasim Choi, ia menghela nafas berat berkali-kali. San beraca-kaca, akhirnya ia tahu kenapa ayahnya meninggal.


Jendral Eungyang dan para tentaranya menyerbu rumah tempat tinggal pangeran Gang Yang.

"Tempat yang Anda sebutkan telah kosong. Tapi.. kami melihat Pangeran Gang Yang dirumah lain. Kondisinya sangat parah."


Sementara itu, Komandan Yongho dan tentaranya menggeledah rumah Kanselir. Komandan Yongho menanyakan dimana Jeon.

"Dia hilang beberapa hari ini." Jawab Kanselir.

"Bagaimana dengan Wang Lin?"

"Dia juga begitu."

"Kami dikirim kesini untuk membawa anak-anakmu, tapi mereka tidak di sini, haruskah kami membawamu? Apa yang harus aku lakukan?"



Won dan pasukan bayangan menggeledah umah Gibang milik Song In. Jang Eui berhasil menemukan Kim In Gyeong.


San juga ikut melihat-lihat dan Won memperhatikannya.


San melihat sekelebat orang, ia pun berjalan menuju arah orang itu.


Ternyata orang itu adalah Rin, yang saat ini menariknya ke sebuah ruangan. San sangat terkejut melihat Rin bisa ada disana, ba--bagaimana?

"Kau tak apa?" Tanya Rin, "Banyak yang ingin aku katakan, tapi aku tidak ingat apapun."

"Ayahku. Ratu tidak membunuhnya. Dupa, obat yang dicuri, kematiannya.."

"Aku sudah dengar."

"Orang-orang di sekitar Raja yang melakukan itu."

"Iya."

"Apa kau.. bersama mereka sekarang?"

"Iya."

"Mengapa?"

Rin mengatakan ceritanya panjang, ia akan jelaskan nanti. San mengajak Rin untuk menemui Won sekarang dan jelaskan semuanya. Rin dulu selalu seperti itu dan sekarang pun Rin perlu menjelaskannya, Won pasti akan mengerti.

"Tidak. Aku harap dia tidak mengerti." Jawab Rin.

Lalu mereka mendengar Won memanggil-manggil San.


Lalu mereka mendengar Won memanggil-manggil San, mengatakan jasad Boo Yong masih ada di istana tapi ia tidak bisa masuk.

"Kau bisa memeriksanya untukku? Carilah obat penawar."

"Obat penawar?"

Rin menangguk.

*San gak melepas tangan Rin seperti tangan WOn kemarin.


San keluar dan melihat Won sudah ada dihadapannya. Won menyadari jendela terbuka, ia melihat ke luar dan Rin berbalik menatapnya sebelum melarikan diri.


Won mengejar Rin tapi kehilangannya.

"Wang Rin! Tunjukkan dirimu! Dimana kau?!"


Dalam pelariannya, Rin melihat dua anak sedang lari-lari dan salah satunya menabraknya. Rin terdiam, ia mengingat masa lalu.


Rin ingat saat ia mengajak WOn keluar istana untuk pertama kalinya dan ia harus memakaikan baju untuk Won.


Lalu mereka ke pasar, disana pertama kali Won mengatakan nyaman bersama Rin dan meminta Rin untuk selalu bersamanya, bahkan meminta Rin memanggil nama saja.


Dan untuk pertama kalinya WOn menobatkan Rin sebagai temannya, jadi Won meminta Rin untuk memperlakukannya layaknya teman.


Rin juga ingat nasehat ayahnya, "Jangan mencoba untuk menjadi teman sejati. Seja akan menjadi Raja. Dia tidak punya teman. Kau seharusnya.. tidak berharap dari awal."

 
"Itulah yang Ayahku katakan, tapi aku tidak yakin. Apa perbedaan teman sejati dan teman yang lain? Dimana aku harus berada?"




Song In sedang sendirian dan ia kembali membayangkan Boo Yong duduk disampingnya.

"Sekarang aku memikirkannya, Aku tidak pernah tertarik pada negeri besar yang disebut Goryeo atau rakyatnya. Tidak ada yang nyata. Mempertaruhkan hidupku untuk mereka? Bagaimana aku bisa melakukan itu?"

Boo Yong hanya tersenyum.

"Yang menarik bagiku adalah orang-orangnya. Dunia adalah papan, dan mereka adalah caturku. Terkadang, aku putih. Dan terkadang, Aku hitam. Dia kurang bisa
digunakan sebagai kuda tapi lebih baik untuk pion, bukankah begitu?"


Song bang Young datang karena mendengar kabar Song In sudah menemukan dimana Raja. Song Bang Young heran karena Song In masih berdiri di sana, ia menyuruh Song In pergi dan membawa Raja kembali.

"Tidak perlu."

"Apa maksudmu? Kita membutuhkan Raja. Dia sumber kekuatan kita."

"Dia tidak akan hidup lama. Tanpa penawar, dia akan bertahan beberapa hari."

"Ini buruk. Jika dia meninggal, Jeoha akan menjadi Raja. Kita akan tamat. Apa kita bisa tinggal disini lagi? Tidak, tunggu. Apa kita dibiarkan hidup?"


"Apa aku akan membiarkan itu?" Kata Song In, lalu ia menoleh ke kursi kosong, "Bukan begitu?" Song In melanjutkan, "Saat bermain catur, kau harus memprediksi gerakan lawan dan pindahkan caturmu ke posisi yang tepat untuk melawan."

"Kau bicara omong kosong!"

"Rangkaian itu penting. Seja akan segera tahu.. bagaimana rasanya melihat seseorang yang berharga mati karenaku.. sambil menatapku. Dia juga akan merasakannya. Jadi sekarang, bisa kita mulai?"

Dan Song In mulai menulis sesuatu.


Guru Lee akan ke istana, Koo Hyung menawari untuk menyiapkan tandu karena istana sangat jauh.

"Tidak perlu, aku jadi tidak bisa lihat-lihat."


Guru Lee membicarakan Won yang tidak suka minum, tapi ia tidak tidak suka WOn, Won hanya tidak tahu betapa berharganya minuman itu. Won terikat dengan pelayanan terhadap dirinya.

"Ketika aku menemuinya, AKu akan mengundangnya minum. Dengan begitu.."


Tiba-tiba orang-orang Moo Suk mengepung mereka.


Kanselir ada di ruangan WOn, ia tidak paham, berapa l banyak orang yang Won tangkap? Jenderal, Menteri, Pejabat, dan sekarang para Kasim. Ibukota penuh dengan orang-orang yang berlari karena ditangkap.

"Mengapa Anda melakukan ini? Anda masih berkabung. Ini bertentangan dengan ritual dan moral kita."

"Kau lupa tempatmu. Kau di sini untuk diinterogasi mengenai keberadaan anakmu."

"Anda mungkin berpikir aku banyak bicara, tapi aku akan tetap seperti ini. Orang-orang Raja yang Anda tangkap.. Aku tahu mereka menyalahgunakan jabatannya untuk memeras rakyat lemah. Namun, ada peraturan untuk menangkap dan menghukum orang."


Jang Eui masuk sendirian, WOn heran, dimana San. Jang Eui menjelaskan kalau San pergi duluan, apa San tidak kesana?


Won teringat, tadi saat ia lengah, San mendekatinya untuk pamit. Sekarang Won memeriksa ikat pingganyanya, dan menyadari kalau tanda miliknya tidak ada.


San mengambilnya, menggunakan tanda itu untuk masuk ke ruangan tempat jenazah Boo Yong.


San mencari penawar yang dimaksud Rin, ia menemukannya dilengan baju Boo Yong.


Jeon datang sendiri dan langsung berlutut di depan Won. Karena Jeon datang menyerahkan diri, WOn melarang pengawal bersikap kasar, kurung saja jeon bersama ayahnya, ia akan menginterogasinya nanti.


Jeon mengatakan tahu dimana Raja berada, Raja bersama Adiknya, Rin. WOn awalnya akan pergi tapi ia berbalik.

"Aku sudah menduga itu." Kata Won.


Jeon berkata lagi, ia berpura-pura tidak tahu, tapi tidak bisa. Masa depan negara sedang bahaya dan sebagai bangsawan, ia tidak bisa tutup mata. Kanselir menegurnya untuk langsung saja tidak usah berbelit-belit.


Jeon lalu memberikan sebuah dokumen, dokumen penurunan tahta. Itu dokumen Raja yang mengumumkan kalau Raja akan menurunkan tahta pada Rin.

"Mereka akan mengirim itu ke Yuan, tapi saya mempertaruhkan hidup saya untuk mencurinya. Raja sedang tidak sehat. Saya yakin Lin mengancamnya dan mencuri segelnya--"


Won membaca dokumen itu dan ia tampak sangat terkejut. Jeon kelihatan puas.


Bi Yeon sedang merebus obat tapi tiba-tiba Moo Suk datang dan menariknya keluar. *Moo Suk tidak ingin Bi Yeon ditangkap jika nanti WOn datang, jadi ia menyelamatkannya.


Rin menjaga Raja bersama tabib kerajaan dan tiba-tiba ada suara gaduh di luar.


Rin keluar, ternyata Won datang bersama pasukannya. Won menyuruh Jang Eui memeriksa dan jang Eui menemukan Raja.


Won akan masuk untuk melihat Raja tapi Rin menghalanginya. Lalu pengawal bayangan menodongkan pedang merela pada Rin.

"Apa yang kau lakukan pada Ayahku?" Tanya Won.

"Apa yang akan kau lakukan pada Raja?"

Won lalu memerintahkan pasukan untuk mencari ke semua tempat dan ikat orang yang ditemukan. Mereka bisa membunuh siapapun yang menolak.

"Wang Rin. Anak buahnya.. membunuh Ratu dan menculik Raja untuk merencanakan pengkhianatan."


Won meminta pengawal bayangan menurunkan pedang mereka. Won menatap tajam Rin, kenapa Rin masih berdiri? Rin harus berlutut dan menunggu perintahnya.

"Berjanjilah padaku dulu." Kata Rin.

"Apa kau membuat permintaan sekarang?"

"Raja.. sudah tidak sadar sekarang. Dia harus disembuhkan."

"Aku akan merawat Ayahku!"


Rin menjelaskan, orang-orang yang Won bicarakan itu tersebar di seluruh Goryeo. Bahkan jika Won menangkapnya beberapa, mereka makin bersembunyi dan itu tidak akan mudah.

"Kau mengancamku?"

"Jika kau ingin melakukan ini, tangkap mereka sekaligus tanpa ragu."


Won lalu menunjukkan dokumen penurunan tahta. Apa itu maunya Rin?

"Aku selalu.. satu langkah di belakangmu."

Won melanjutkan, Tahta? Tidak, itu pasti hal lain.

"Baru setelah itu aku bisa melihatmu dengan jelas."

Won: Kau butuh tahta untuk melakukan hal lain.

"Jika aku goyah, aku khawatir kau akan hancur sepenuhnya."

Won: Pergi. Pergi dari hadapanku. Jangan sampai aku melihatmu lagi. Jika aku melihatmu lagi--


San datang dan teriak-teriak meminta semuanya miinggir, tapi San tetap dihalangi.

Won lalu mendekati San sambil membawa pedang yang ia ambil dari pengawalnya, "Jangan maju. Jangan bersuara. Aku akan membunuh siapa saja."

San menggeleng, tapi Won tidak peduli.


Won berjalan kembali pada Rin, ia menghunus pedangnya, mengajak Rin bertarung. "Kau tidak perlu mengalah. Kalahkan aku jika bisa. Dan jadilah Raja."

"Kau selalu merasa tidak aman."


Won menodongkan pedangnya dan Rin juga menarik pedangnya.

Sebelum mulai, Rin menatap San dan menggeleng.

"Terlepas dari situasimu, aku harus meninggalkanmu sekarang. Maafkan aku, teman."


Kemudian Rin menodongkan pedangnya pada Won dan mereka mulai saling menyerang. Won merah sekali pada Rin sampai ia tak ragu mengayunkan pedangnya ke arah Rin. Tapi tanpa disangka Rin menjatuhkan pedangnya dan menerima pedang Won mengenai dadanya.


San melotot terkejut, Won juga, mungkin disini Won baru menyadari bahwa Rin adalah temannya yang sangat loyal terhadapnya.


San merangsek maju mendekat, ia manahan tubuh Rin.

18 komentar

Semangat min, minggu depan ep akhir.. Akhirnya.. Makasih sinopnya.

Mati gak ya rin? duh makin penasaran ters

Rin kayaknya mati....soalnya kalao ga mati...bakalan aneh nanti kehidupannya cinta won sama san...ga mungkin kan rin jadi obat nyamuk terus..TT

Makasih rekapnya. Aku tau Rin gak akan ninggalin Won dan dia juga gak akan mati. Won gak benar benar mau bunuh Rin. Minggu depan siksaan ini akan berakhir, selama ngikutin drama ini aku jadi gampang galau ☺πŸ˜…... kerjaan gak keurus, diomelin bos mulu πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† tetep semangat bikin rekapnya. Masih ada harapan untuk tim WonSan πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Enggak deh kayaknya, semoga aja enggak kasian Won kalo Rin mati juga. Ibunya meninggal pada saat Won ngambek ama ibunya.... kalo sekarang Rin mati juga gara-gara Won akan tambah berat beban won. Aku gak sanggup liat Won menderita lebih banyak lagi πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Enggak deh kayaknya, semoga aja enggak kasian Won kalo Rin mati juga. Ibunya meninggal pada saat Won ngambek ama ibunya.... kalo sekarang Rin mati juga gara-gara Won akan tambah berat beban won. Aku gak sanggup liat Won menderita lebih banyak lagi πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Iya won kasihan, btw chingu ada yang bisa jelasin ke aku ga ??

Alasan utama rin pura2 gabung song in itu kenapa ? Pemicunya? Karna supaya dia bisa ktemu san dan slametin san (pergi ke luar kota sesuai amanah mentri eun) dari won

Atau gara2 dia berkorban demi won? Kalo berkorban demi won kenapa harus bela2in pura2 gabung song in pdahal tau resikonya bisa hilang kepercayaan won sama dia ??

Soalnya aku rasa dia memang ga khianati won tp dia pura2 gabung song in karna takut khilangan san. Trus master lee juga tanya kan ke rin , knapa km lakuin ini? Rin jawab : "aku ga bisa ketemu dia (san)"

@natalia
pertama rin ga minat gabung sm song in tp dia berubah pikiran waktu liat ada raja di pihak song in
rin kan org nya setia bgt sm raja dan liat kondisi raja yg lemah jd dia akhirnya mau gabung sm song in buat menyelamatkan raja
dan dia emang ga niat mengkhianati won tp banyak salah paham yg terjadi
- rin mengira won belain ibu nya yg dikira bunuh ayah nya san dia minta penjelasan tapi ga dijelasin sm won
- rin cinta bgt sm san takut kl san sampai mati ky ayah nya
jadi ingin menyelamatkan san dengan kabur berdua dan minta ijin won tapi sm won ga boleh dan seolah olah won mau nahan san di istana nya makanya dia manfaatin song in buat kabur dengan menjadi pengganti/ wakil raja di rapat tp tnyt ratu nya keburu mati dan gagal rencana nya

smp terakhir rin sadar kl dia udh kehilangan kepercayaan won mknya pas terakhir dia lepasin pedang dengan sengaja waktu bertarung dan berharap itu yg bisa jelasin kesalahpahaman antara dia dan won

ak rasa si gt...gmn pendapat teman yg lain

@fe: penjelasannya masuk akal banget si, brarti kalo dibilang dia pura2 gabung song in buat berkorban demi won ga juga kan? Dia nglakuin itu supaya bisa kabur slametin san ssuai amanat mentri, dan juga slametin raja yang sakit ..

Trus seandainya ratu gk kburu mati, apa hubungannya dia jd wakil raja di rapat sama rencananya buat kabur sama san ?

Gue harap ending yang mati SONG IN .. WON , RIN , SAN happy ending !!
Jangan jadikan ini historical drama sad ending .

RinπŸ˜”πŸ˜” begini amat nasibmu nak:')

na itu emang ga diceritain krn rapat nya ga jd diterusin kl ga salah mlh pd nangis

kl ga salah rapat itu mau bahas mslh ayahnya san yg meninggal dan pd ujungnya menyalahkan / mempermalukan won di depan ratu, won mau diturunkan krn menutupi kejahatan ratu intinya ga becus menangani mslh yg terjadi, trs nti mgkn mau nunjuk rin yg jadi putra mahkota selanjutnya (sementara)hbs itu br rin disingkirkan sm song in dan sekutunya

kl rencana nya rin pas rapat psti kan kacau suasana nya pas itu dia mau kabur berdua sm san spti yg guru nya bilang ,san jg udh mau kabur sm rin tp keburu ratu mati jd san ga tega ninggalin won, jd lah mereka berdua ga jd kabur

@fe : ohhhh iyaa bener juga, nah brarti klo seandainya ratu ga mati, si Rin kan pura2 gabung song in dan terlihat seperti penghianat, nah itu mmg tujuannya supaya bisa nylametin san buat ke luar kota kan, bukan semata- mata belain Won? Soalnya aku masih ga nangkep kalo ada orang bilang Rin berkorban banyak pura2 jd penghianat demi Won ,

Memang dia ga hianati Won tp dia cuma nylametin San dan Raja, sdangkan won kburu salah paham pdahal Rin mau nylametin Raja juga, itu yg aku tangkep sih jd ga ada hubungannya secara langsung kalo rin kayak gitu demi Won.. ?

Ato Rin sempet negthink juga ya sama Won Soalnya dikira Won belain ibunya yang dkira bunuh ayah san, dan juga won ga kasih izin dia kabur sama san seolah2 egois

Dan ujungnya dia tahu klo ratu ga bunuh ayah san, dia mrasa bersalah juga dan di combo dengan Won salah paham sama dia

klu saya baca baca sih san bakalan jadi sama rin.... my heart feels burt for won 😒😒,film ini kan dr novel...di novel san jdan sama rin,won tgl sdr...ada dan sih hehehe

Yang episode 37 kog belum di update ya kakak?? Penasaran banged nihh..

Yang episode 37 kog belum di update ya kakak?? Penasaran banged nihh..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...